Friday, April 15, 2022

Ramadanku di Masa Kanak-kanak


Bismillah..

Alhamdulillah tak terasa sudah menginjak hari ke-15 konsisten menulis setiap hari. Jujur tak mudah karena sudah berasa mulai habis idenya hihi. Tapi jadi dapat hikmah terbesarnya, bahwa kita tak bisa memberikan apa yang tidak kita miliki, maka agar bisa lancar menulis, maka buatku setidaknya butuh banyak membaca dan mencari inspirasi terkait tema seputar ramadan ini. Terlalu lama karantina di dalam rumah mungkin ya.. hihi..

Kali ini mau sedikit mengenang masa kecil dahulu saat di Bulan Ramadhan. Menarik karena anakku mengalami hal yang cukup jauh berbeda denganku.

Aku tinggal di sebuah komplek perumahan yang cukup ramai. Masjid sangat dekat, dan setiap ramadhan masjid selalu jadi tempat yang paling dinantikan.

1. TPA Setiap Sore
Seingatku, saat kecil aku mengikuti TPA setiap sore, belajar mengaji membaca iqro dibimbing oleh para Ibu-ibu shalihah Majelis Ta'lim. Menjelang pulang kami para santri berbaris untuk mencium tangan para ibu guru sambil membaca shalawat dan bermain senggol-senggolan.

2. Mengikuti Pesantren Kilat Saat Ramadhan
Di waktu yang sama, setiap sore kami lebih semangat lagi mengikuti pesantren kilat. Kali ini pengajarnya adalah kakak-kakak yang masih muda, jadi bisa dibayangkan betapa seru dan kreatifnya acara yang mereka selenggarakan. Selain membaca iqro, kami juga bermain games, mendapat hadiah-hadiah snack, latihan menyanyi/kesenian untuk tampil acara penutupan, juga buka bersama.

3. Mencatat Buku Amalan Harian dan Ceramah
Dari sekolah, kami biasa diberikan sebuah buku khusus amalan selama ramadhan. Buku ini harus dilengkapi untuk kemudian di kumpulkan saat ramadan berakhir. Kuraag lebih isinya ceklisan mengenai ibadah harian (shalat, puasa, mengaji) dan juga catatan ceramah tarawih. 

4. Paling Cepat Datang Ke Masjid untuk Tarawih
Posisi menentukan prestasi. Shalat tarawih yang panjang seringkali membuat anak-anak bosan, lelah dan kepanasan. Biasanya kami memilih posisi di luar atau dekat kipas agar kena angin atau bisa berjalan-jalan. Kadang tak selalu mengikuti lengkap seluruh tarawihnya karena merasa capek (hihihi). 

Kadang juga ambil posisi terdepan dekat barisan terakhir anak laki-laki, iseng aja gitu ngeliat mereka goyang goyang saaing gangguin solatnya 😆

5. Meminta cap dan Tanda tangan DKM Masjid saat Tarawih Berakhir
Ini jadi salah satu yang menyenangkan juga, meskipun harus mengantri. Karena bisa berinteraksi dengan teman lainnya.

6. Membawa Mie Instan Saat Shalat Tarawih
Entah kenapa makan mie instan kering saat tarawih itu legend banget, rasanya jadi jauuh lebih nikmat! Disaat yang lain pada shalat, kami ngemil mie instan 😂

Ya kurang lebih begitu ramadhanku di masa kecil, kalau nanti ada yang kuingat lagi akan kutambahkan ya. Cerita masa remajanya nanti aku lanjut di lain waktu ya!

Gimana dengan kamu?

#day15 #30dwcjilid36 #PejuangRamadan

No comments:

Post a Comment