Friday, December 30, 2016

Tidur Bagi Ibu Baru


Saya ngga akan mendramatisir kondisi dengan mengatakan bahwa menjadi seorang ibu baru a.k.a Mahmud Abas (Mamah Muda Anak Baru Satu) itu sangat kesulitan untuk bias beristirahat tidur. Apa yang saya nyatakan ini murni opini pribadi berdasarkan pengalaman sendiri, dan kondisi pada ibu-ibu lainnya bias sangat berbeda. Apa yang saya tulis ini semata-mata untuk merefleksikan apa-apa yang saya alami, untuk kemudian saya pikirkan pelajarannya. Dan karena saya begitu sangat pelupa dengan moment-moment, maka saya tuliskan seperti ini. *prolognya panjang pissannn*

Kebutuhan dasar hidup manusia seperti makan, mandi, beristirahat, memang menjadi begitu mewah ketika anak pertama saya lahir. Sebulan pertama paska operasi sesar saya masih sangat dibantu oleh orang-orang di sekitar saya. Makan dimasakin, diingetin, dicerewetin mamah. Mandi diingetin, diingetin, diingetin mamah (diingetinnya ampe berkali kali ya hemmm). Tidur dianjurin, disuruh, dibiarin sama mamah. Iya, sebulan pertama masih adaptasi dan belajar buat ganti popok, cuci popok, nyusuin bayi, dan motoin bayi #eh. Kayak yang ringan yaa hihi. Emang lebih ringan sih, soalnya banyak hal lainnya yang di backup sama yang lain. Tapi percayalah, ketika seorang anak lahir, tak serta merta software “Mamah Kece Hebat Banget” terinstall ke dalam diri kita, semua perlu belajar.

Kembali ke si Tidur tadi, sebulan pertama, haidar masih suka bangun malam untuk menyusu, sampai searang masih sih (13 bulan). Bedanya kalau dulu haidar bangun, saya bangun dengan mata yang full terbuka. Bangun tidur turun dari kasur, gendong haidar, bawa ke kasur, nyusuin, nyimpen haidar lagi di keranjang bobonya, lalu kembali tidur. Atau kalau nangis lagi, bangun berjalan kemudian mengganti popoknya yang basah . begitulah. Kalau sekarang jangan tanya ya, setelah menemukan posisi menyusui ternyaman sedunia bagi saya, kalau haidar bangun nyusu saya hanya bangun sebentar kemudian terlelap lagi bersama haidar. Hehe

Bagi saya pribadi, kalau tidurnya terinterupsi di waktu yang tidak tepat, bangunnya bisa telat. Dan adanya interupsi-interupsi saat kita tidur sedikit banyak akan memengaruhi jam biologi kita masing-masing. Maka jangan kaget kalau jam tidurbangun kita jadi agak beda dari biasanya. Masih bisa pasang alarm atau alarm barunya juga akan bunyi (anak bayi nangis hehe)


Menyusui menjadi gerbang awal saya kemudian tertidur pulas di malam itu. Hehe 

Lain lagi kalau tidur siang. Kalau sudah capek berat dan ikut tertidur bersama haidar, kadang saat bangun saya akan merasa penuh penyesalan. Loh? Menariknya masa-masa bayi pertumbuhan anak kita begitu cepat, singkat.  Pertumbuhan yang pasti dibarengi dengan perubahan itu juga membuat setiap fasenya kita ikut berubah. Tau tau anaknya udah bias senyum, udah bisa balik kanan balik kiri, udah bias muter, udah bias nengkurep, udah bisa ngesot, udah bias ngerangkak, udah bisa jalan dikit, udah bisa jalan banyak, udah bisa nempel terus ke badan kita walaupun kita lagi riweuh masak depan kompor. Nah, penyesalan yang hadir adalah karena banyak hal yang harusnya bisa dilakukan saat anak kita lagi bobo, tapi jadi ngga dilakukan karena kita juga tidur! Ahaha.

Padahal itu mungkin karunia dari Allah supaya kita istirahat, jadi harusnya disyukuri aja yaa hihi.

“Dan kami Jadikan tidurmu untuk Istirahat.” (QS An-Naba : 9)

Kalo inget penyesalan saat tidur itu inget jaman kuliah, ketika lagi ngerjain laporan deadline besok tibatiba ketiduran,  ketika lagi ngapalin materi ber bab-bab itu tiba-tiba ketiduran. Hehe. Yaa, kira-kirasama lah rasa menyesalnya. “seharusnya bisa lakukan ini, lakukan itu.. bisa masak, bisa ini bisa itu..” Tapi sudahlah, kewarasan menjadi yang utama.

Contoh aktivitas yang sebaiknya bisa kita lakukan saat bayi kita bobo : Ngejemur pakaian di atas (pastiin Kasur aman), masak, nyapu, ngepel.

Saat anak bayi bangun  biasanya itu waktunya kita fokus sama bayi. Ngga fokus pun bayi pasti meminta fokus kita. Kalau bisa main sendiri ya syukur-syukur tinggal sambil diawasin, kalau ngga bisa, ya sabar aja ditempelin terus hihi. Bisa sambil beberes, nyetrika (kadang heboh ding kalau bayi udah mulai pegang sanaa sini, bahayaa).

Nah dari itu semua, tengah malam menjadi waktu-waktu berharga bagi saya, istilah kerennya Me Time. Bisa browsing sepuasnya, nulis sepuasnyakaya gini (perlu loh), beberes sepuasnya, ngepel sekedarnya #eh, dan banyak hal lainnya. Tentunya kalau ngga ketiduran dan ga cape banget yaa.. hehe..

Imbasnya, besok bisa bobo siang deh :p
Tidur pada saat siang terik juga suka dilakukan rasul loh, tapi sebentar sih hehe. Asik kan?

* * * * *

Nah apakah kebiasaan tidur saya sudah baik?
Nope.
  • Rasulullah tidur di awal waktu dan bangun tengah malam untuk “Me Time” nya.
  • Tidur siang sesaat sebelum dzuhur nya belum bisa diaplikasiin. haidar masih aktif-aktifnya. Bobonya abis dzhuhur biasanya jam 1
  • Karena bobonya suka tiba-tiba pas lagi nyusuin, kadang jadi lupa berdoa boro boro wudhu. Mungkin harus jaga wudhu terus dan saat nyusuin fokus
  • Karena sekarang udah punya partner buat ngingetin, harusnya hari ke hari makin baik ya!

Sekian :D
Senangnya bisa menulis ini, semoga ada manfaat yang bisa diambil ya
Selamat bobo cantik ibu-ibu sedunia. Semoga berkah selalu meliputi segala aktivitas buibu semua :D


5 Oktober 2016
Hajah Sofyamarwa R.
Di Meja Kecil Ruang Tengah Cibangkong