Monday, April 20, 2020

REVIEW FILM LION KING - SIMBA YANG KEMBALI MENEMUKAN JATI DIRINYA

Saya adalah tipe orang yang memutuskan menonton sebuah film dari review orang mengenai makna apa yang bisa didapatkan dari sana. Semenjak jadi istri dan ibu, jarang sekali saya tetiba niat nonton suatu film, kecuali • direkomendasiin orang • diajak nonton sama suami • diceritain adek ipar hihi

Dari dua film Lion King, saya pilih yang versi binatang real daripada yang kartun. Awal melihat covernya yang gambar binatang asli, sebagai lulusan biologi anehnya saya kurang begitu interest haha. Karena belum kebayang ini Lion King mau mengisahkan tentang apa? Gimana sinopsisnya? Aslinya saya anaknya kudet soalnya, bahkan thriller nya aja belum pernah liat. Hihi #janganditimpuk

Buat saya yang ngajak nonton bareng anak (4.5 tahun), film ini baguuuss 😍😍 iday sampai gemes kesel gitu sama paman Scar nya hihi.



Tuesday, April 14, 2020

MINDSET - Istri yang Melakukan Semua Pekerjaan Rumah Sendiri

Allah selalu punya cara untuk mendidik hamba-hamba Nya menjadi manusia yang lebih baik setiap saat. 

Sesuatu yang kita masukkan ke dalam diri kita, entah itu melalui bacaan, rekaman suara, atau tayangan, sedikit banyak akan memengaruhi diri kita sadar maupun tidak. Dan itu semua, kadang kita juga tak tahu betul, apakah itu benar, ataukah itu salah.

Hampir 5.5 tahun usia pernikahan, saya jadi teringat kala itu saat masih pengantin baru. Terdengar suara motor Suami pulang dari kantor saya langsung nyiapin teh manis hangat kesukaannya, juga langsung dandan tipis tipis. Berusaha bangun lebih awal buat nyuci piring beberes rumah, dan setiap waktu makan nyiapin semua sebelum waktunya.

Seiring berjalannya waktu, ternyata banyak yang terkikis ya 🤭 Bertambah amanah seorang anak, bertambahh peran lagi sebagai pebisnis, kini sudsh banyak pekerjaan rumah yang mulai saya delegasikan pada pihak lain. Lambat laun ada masanya rasanya saya begitu lalai menjadi seorang istri. 

Ya, seolah kami saling tenggelam dalam kesibukan masing masing, dan butuh penyegaran lagi mengenai hakikat peran seorang istri.

Menjadi diri sebelum menjadi istri, menjadi istri sebelum menjadi ibu. 

Bahkan dalam keberjalanannya, sempat saya mempertanyakan ulang, sebetulnya hak dan kewajiban suami istri itu apa? Belum lagi berseliweran berbagai bahan bacaan mengenai "Istri bukan Pembantu", "Suami yang seharusnya menyediakan fasilitas terbaik untuk anak dan istri.", daaaan lain lain. Sesuatu yang seolah "membela kaum hawa".

Tahukaaah?
Sedikit banyak itu memengaruhi mindset dan aksi sehari hari. Jadi kurang gesit melakukan banyak hal, dan cenderung menunda.

Sampai pada suatu malam kemarin saya mendengar seseorang pendengar radio yang sharing mengenai topik Sinergi. Katanya 

"Saya melakukan semua pekerjaan rumah sendiri, suami tinggal duduk saja biar saya yang melayani semua kebutuhannya. Tapi suami jadi suka inisiatif pingin bantuin."

#jleb!

Kalo kalian dengerin itu, rasanya gimana?
Buat saya itu mengubah 180 derajat cara berpikir saya. Bukan berarti saya ngga pernah kepikiran itu ya, justru itu yang saya pikirkan dulu saat saya memutuskan menikah. Tapii, kesibukan, waktu, dan kurang ilmu membuat saya terhanyut ke muara yang keruh. Apalagi saat lelah mengurus rumah, anak, pekerjaan, kita cenderung akan mengambil hal hal yang sesuai dengan pikiran kita kan?

Ya sayang, itu adalah hakikat kemuliaan seorang istri, dan ladang pahala yang tak terhingga.

Pernyataan itu, mungkin akan terdengar sumbang bagi sebagian orang, selfish lah, intimidatif lah, atau hal negatif lainnya. Tapi bagi saya, saat itu seketika energi saya langsung penuh dan melakukan banyak hal lebih baik dari sebelumnya.

Kemudian saya membaca beberapa artikel ilmu sebagai penguat, yang menyatakan beberapa hal semu yang pernah hinggap di pikiran saya itu berdasar dari sesuatu yang lemah (memang diungkapkan sebagian ulama, tapi tidak sesuai dengan pendapat jumhur ulama). Nah loh, yang salah jangan dipiara yah..

Bagi saya saat ini, perkataan itu membuat mindset saya menjadi lebih baik. Mungkin karena dalam pernyataan itu, diri kita lah yang mengambil tanggung jawabnya. Dan ketika kita sudah benar benar sadar dan mrngambil tanggungjawab, maka energi akan penuh dan jauh dari pikiran negatif. Kita yang mengendalikan diri, kan?

Doakan saja bisa bertahan lama yahh. Hehe

Lalu bagaimana dengan para wanita yang memang biasa melakukan semua sendiri, tapi suami/anak tidak ada inisiatif membantu?
Menurut hemat saya, semua kembali pada keikhlasan dan kebahagiaan masing masing ya. Bila bahagia dan ikhlas lanjutkan. Bila berat, tak bahagia dan sulit ikhlas, maka perlu dikomunikasikan dengan baik aja. Cari nasihat penguat agar apa apa yang dilakukan  tetap menjadi amal sholeh 😘

Salam hormat pada para Wanita di seluruh dunia yang selalu berusaha menjadi Istri Solehah yang Allah Ridhoi ❤️

14 April 2020
Hajah Sofyamarwa R.

Sunday, April 12, 2020

Belajar Dari Kehidupan BCL dan Ashraf Sinclair


Saya lupa persisnya apa yang membuat malam ini saya menonton berbagai video mengenai Ashraf dan BCL di youtube. Oh ya, saya habis nonton film ftv 😂berjudul 'Istri' yang sebenarnya punya makna agak dalam, meskipun dari alur cerita rasanya kok gemes gemes kesel ya hihi. Tapi, mari Back to the topic😌

Dimulai dengan secuplik lagu Wanita Terbahagia, dan kemudian saya mulai 'kepo' dengan bagaimana mereka menjalani hidup berumahtangga dengan tanpa gosip atau rumor negatif seperti beberapa artis lainnya.

Saya menonton video klipnya, menonton film pertama mereka di bali, menonton wawancara mereka berdua, menonton BCL di tonight show, menonton presentasi ashraf di event InspiraFest Merry Riana, dan wawancara adik ashraf (aishah sinclair) mengenai sosok Ashraf.

Kepergian suami yang begitu mengagetkan, dan setelah semua pergi, rasanya justru orang semakin mengenal beliau sebagai sosok yang luar biasa baik. 

Sebagai rakyat biasa saya awalnya hanya melihat mereka sebagai pasangan serasi #couplegoals, pasangan selebritis, tapi baru saya sadar ternyata banyak dari prinsip baik yang bisa saya jadikan pelajaran.

Ini beberapa poin yang saya pelajari dari Ashraf Sinclair:
1. Pekerja keras. Ternyata dulu pernah juga hidup susah merangkak dari bawah. Jadi pelayan restoran. Pernah coba investasi peternak lele di Indonesia terus gagal, pernah investasi di Restoran tapi Mall nya sepi, pernah invest di tempat ngegym tapi ga balik modal. Daan lain lain. 
2. Punya prinsip Presesi dalam menjalankan hidup. Artinya apapun yang kamu lakukan, akan punya dampak pada sekitar. Berusahalah memberikan add value buat siapapun di sekitar. Jangan lewatkan kesempatan berbuat baik. Value tersebut yang kemudian menjadi tujuan hidup yang sebenarnya. Ini kayanya beliau pegang banget deh. Soalnya di acara merry riana itu bliau ngundang 10 orang untuk diajak mentoring "apa yang bisa saya bantu ke kamu". Ya buat beneran bantuin.
3. Beliau adalah sosok yang romantis, familyman dan bertanggungjawab pada keluarganya.
4. Orang yang selalu memberi makna pada setiap hal yang dia lakukan.


Nah selain itu ada juga beberapa hal yang baik untuk dipelajari kita kita sebagai pasangan suami istri:
1. Memberikan perhatian kepada pasangan sesibuk apapun.
Misal lagi pada syuting, anterin makanannya ke lokasi syuting, ato kalo ngga bisa, kirim kirim makanan. (Ya kalo kita mah kaga syuting kan yaah cari ide lain daah hihi)
2. Memberikan kejutan kecil
Ashraf suka bikin tulisan missing you di kaca kamar mandi sebelum BCL masuk. 
3. Punya waktu khusus Quality time 
Misal jalan jalan, atau ngedate beneran hanya berdua sebagai couple (yang waktu dandannya ditutupin satu sama lain, surprise gituu seruu kaan)
4. Kita adalah pasangan, sebelum menjadi orangtua. (We were couple first)
Ya, banyak suami istri yang terlalu fokus menjadi orangtua, sampai lupa bahwa mereka punya pasangan untuk saling membahagiakan. Happy parents, happy kids. Anak belajar dari melihat ketulusan kasih sayang orangtuanya. Its totally right! Teladan.
5. Berteman
Saling kenal teman masing masing, saling support. Saling jujur dengan apapun yang dirasakan. Saling tau baik buruknya masing masing jauh lebih dalam dari siapapun. Menurut ashraf untuk benar benar bisa jujur, kita perlu sudah di taraf "siap kehilangan" (loose everything). Maksudnya, orang lebih sadar sesuatu itu berharga ketika itu tidak ada kan yah?
6. Mengatakan kalimat cinta dan sayang
I love you gituuhh uhuy
7. Pagi sebelum berangkat kerja ada Family Hug (berdua dan bersama Anak)
8. Ini yang menarik. Kelak ketika tetap bersama, bukan karena mempertahankan demi anak semata. Tapi bersama karena memang bahagia bersama. Bukan bersama untuk berkorban.
Jadi bukan terpaksa, justru jadi tergerak untuk menghidupkan cintanya (ignite the spark) unch bener banget ❤️

Salah satunya di video ini https://www.youtube.com/watch?v=dhy9hudjK2Y saya nonton wawancaranya, lainnya silakan youtubing aja yah. Worth banget buat disimak kok, reminder buat kita kita menjalan kan peran sebagai suami atau istri 🥰

Dan ini catatan buatku pribadi yah, kalo ngga lengkap atau salah berkabar aja, nanti di update lagi. Ini bagian dari cara saya mengikat makna soalnya.

Saya juaa baru inget 2018 lalu saya cukup kaget lihat ashraf muncul di agenda Kopdar Saudagar Nusantara, ternyata jiwa entrepreneur, motivator nya emang luar biasa. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah.

Alhamdulillah..
Semoga Allah melimpahkan rasa sabar syukur dan sakinah dalam hati hati kita. Menjadi pribadi yang berdampak baik pada siapapun di sekitar kita. Karena kita ngga pernah tau kapan kita dipanggil. Maa

Belajar darimanapun,
Berikan makna pada dirimu 

Teman teman boleh berbagi yah hal-hal kecil apa yang konsisten teman teman lakukan untuk pasangannya 🥰 

Minggu 12 April 2020
03.45
Hajah Sofyamarwa R.

Thursday, April 9, 2020

Senyuman Penyejuk Jiwa

Baru saja kemarin bunda pundung karenamu, tapi malam ini lemparan senyuman manismu menjadi oase di dalam hati Bunda. Tak bicara, hanya berkali kali melempar senyum, serta segelas air minum, memberi penguatan.

Allahu akbar.

Bunda selalu berharap kelak kau akan menjadi lelaki penuh kasih sayang dan tanggungjawab. Apa yang selama ini berusaha bunda lakukan tak lain adalah agar dirimu tumbuh dengan baik dan matang sebagai manusia. 

Semoga Allah selalu membimbingmu menuju jalan yang lurus.

9 April 2020
Hajah Sofyamarwa R.

Tuesday, April 7, 2020

Kekecewaan itu Muncul dari Ekspektasi yang Tak Sesuai Realita : Bunda Pundung

Malam ini kita makan lagi sepiring berdua sama ayam goreng. Sebetulnya kamu udah mulai biasa lancar makan sendiri, tapi entah kenapa malam ini Bunda ingin nyuapin kamu.
.
Sehabis baca iqro magrib tadi Bunda bilang iday ngga usah nonton ultramen dulu ya malem ini. Jadi bunda ambil smart hafiz terus niat buat dengerin kisah dan lagu lagunya.
.
Faktanya kita malah asik nyanyi berdua, nasi sebakul nya malah jadi ngga dimakan makan. Hihi salah ya? Mau makan tapi malah setel lagu.
.
.
Iday lucuuu banget masyaallah. Dan iday tau sendiri kaan bunda kalo lagi nemenin iday nyanyi, apalagi lagu gajah ini pasti sambil heboh dan pake gerakan. Saking asiknya, iday juga protes kenapa makanannya disuapin ke mulut iday, iday jadi ngga bisa nyanyi hihi.
.
.
Terus bunda bilang, ah nanti kita bikin rekaman lagu ato video yuk! Kata iday bolehh. Nah bunda ngga kepikiran ngerekam saat itu karena hape bunda lagi di charge dan mikirnya nanti juga bakal jadi rekaman berdua.
.
.
Habis itu bunda langsung siap siap pake jilbab, nyiapin tripod dan ngeposisiin camera hapenya, iday nya malah asik ngajak main tazos coki coki. Yaudahh bunda main aja dulu kaya biasa walau pun pereuz telapak tangannya hihi. Akhirnya bunda nyerah minta istirahat dulu.
.
.
Habis itu bunda ngajak iday nyanyi bareng lagi, ngga mau, malah mau nya main tazos lagi. Hiks yaudah bunda ajuin solusi buat ganti peraturan baru. Peraturan defaultnya tuh bikin permainan ngga ada berhentinya kan, makanya sama bunda diajuin bikin aturan baru yang mainnya bisa lebih singkat. Ehhh iday nya mggs mau malah ngambek.
.
.
Dari situ bunda pundung. Sampe sekarang jadi download Aplikadi Blogger, dan nulis ini. Sekuat itu rasa pundungnya :)))))))) wkwk
.
.
Ya, terkadang rasa kecewa muncul pada waktu dan tempat yang tak tepat. Meskipun sah sah saja karena kita juga meski seorang ibu, ya punya emosi juga. 

Kecewa ketika punya ekspektasi tertentu, tapi ngga terwujud di ruang realita, pundung. Haha
.
.
Momen menyenangkan kaya tadi sebetulnya sering terjadi, tapi ketika sadar, sadar pula bahwa ngga keburu mendokumentasikannya. Maka kadang apa yang didokumentasikan ngga selalu pada level kesenangan yang terbaik (karena reka ulang) haha.
.
.
Bunda ini orang yang mudah lupa, maka bunda ingin mendokumentasikannya disini, dalam bentuk apapun.
.
Bunda hanya ingin saat iday besar nanti, iday tau betul betapa bunda begitu senang membersamai iday. Dengan segala keseruan yang pernah dilewati bersama.
.
.
Bunda cukup sedih karena banyak emosi masa kecil yang ngga bunda bisa ingat, maka dari itu bunda ingin iday kelak bisa merasakannya kembali.

Salam sayang <3
Dari bunda yang sedang pundung dan meneteskan air mata. Dan kamu yang tertidur di sebelah bunda karena nungguin pengen bobo sama bunda.

Duh maapin bunda yahh

7 April 2020
22.35