Tuesday, April 12, 2022

Membacakan Sirah Nabawiyah Kepada Anak


Bismillah..

Sebuah catatan untuk kembali menguatkan diri dan bunda-bunda lainnya, agar senantiasa membawa serta Rasulullah dalam setiap keseharian. Fenomena yang sering kulihat sebagai seorang pedagang buku sirah nabawiyah balita, masih banyak orangtua yang belum merasa perlu membacakan buku sirah pada anaknya yang masih balita. Insyaallah momen bulan Ramadan ini menjadi salah satu waktu yang tepat untuk mengenalkan sosok teladan Rasulullah di rumah kita.

KHATAMKAN SIRAH RASULULLAH SEBELUM USIA PERNIKAHAN
Kata Bunda Kurnia Widhiatuti, pastikan sebelum anak menginjak usia pernikahan, mereka sudah mengkhatamkan sirah Rasulullah yaa...

Siapakah disini yang sudah pernah mengkhatamkan buku sirah nabawiyah?
Mungkin kebanyakan dari kita menggeleng, padahal kita sebagai orangtua perlu punya referensinya terlebih dulu yahh. Perlu juga kita lengkapi dengan kisah 10 sahabat yang dijamin surga, dan kisah 10 shahabiyah.

Manfaatnya, bagi anak laki laki mereka memiliki berbagai referensi sosok teladan sebagai seorang imam di masa depannya. Sedangkan bagi anak perempuan, mereka juga memiliki referensi bagaimana menjadi seorang muslimah yang baik, dan bagaimana menemukan jodohnya 😄

Nah, kalau kita orangtua dihadapkan, pada dua pilihan buku sirah. Yang satu bukunya tipis, harganya 35ribu, yang satu lagi tebal, harganya 300.000. Mana yang akan kita pilih?
Kebanyakan akan menjawab yang tipis, agar bisa selesai dan cepat dibacanya.

Ini salah satu yang jadi kelemahan umat islam di masa sekarang. Kalau di benak kita saja tak ada kisah rasulullah, bagaimana kita akan menceritakannya dengan hati pada anak-anak kita? 😭😭

Menjadi orangtua yang patut diteladani akhirnya pun menjadi sulit karena tak ada referensi dalam benak kita 😭😭

Lalu bagaimana cara mengkhatamkannya? Bacalah secara teratur, berurutan boleh. Namun menurut bunda Kurnia, salah satu tips baca buku sirah adalah membacanya secara acak. Otak manusia nantinya akan tetap mampu merunutkan secara utuh.

METODE BERCERITA SESUAI USIA
Nah setelah kita paham urgensinya, maka kita juga perlu memahami kondisi psikologis anak dan tahapan dalam bercerita. Setiap anak sebetulnya punya keunikan tersendiri, tapi secara garis besar, ini metode bercerita sesuai usia yang bisa dipraktekkan:

♥️ Fase 1 : 0-7 tahun
Fase Bercerita dengan Ekspresi dan imajinasi
Sedapat mungkin memberikan  berbagai ekspresi saat membacakan buku pada anak. Sedih, gembira, takut, berani, marah, dan lainnya.

♥️ Fase 2 : 8-14 tahun
Fase Role Play (Bermain Peran)
Ajak anak untuk masuk ke dalam peran. Atau diskusi singkat. Libatkan emosi. Memanfaatkan kejadian apapun sebagai golden momen 
Misal tema kejujuran : 
- udah bisa disuruh baca
- Apa yang bisa kamu tangkap dari kisah itu
- diskusi

♥️ Fase : 15 tahun
Lakukan Project Kebaikan (Role Being)
Misal membuat project bersama ayah bundanya, sedekah kepada orang yang membutuhkan. Selalu ada kisah mengenai rasulullah dalam keseharian..
Misalnya
• sikat gigi : rasulullah orang yang paling rajin menggosok gigi (bersiwak)
• memberi makan orang miskin : Rasulullah orang yang paling dermawan

REFERENSI BUKU SIRAH
Referensi buku sirah untuk orangtua ada banyak jenisnya, contohnya buku Shirah Syaikh Mubarrak Alfury, Al Buthy. 

Referensi buku sirah untuk anak pun saat ini sudah banyak, salah satunya buku Muhammad is My Hero yang sangat cocok dipakai sejak anak berusia balita, bahkan bayi.

Membacakan buku pada anak ada dua jenis :
1. Membaca dengan buku : ayah atau bunda membacakan anak buku seperti biasa
2. Membaca bersama buku : membaca meskipun tidak bersama buku, tapi bersama nilai nilai yang ada di buku. Tingkatan ini kisah yang ada di dalam buku sudah terinternalisasi dalam benak orangtuanya.

Lima Karakter Utama yang bisa dipelajari dari Shirah Nabawiyah:
1. Shidiq (jujur) 
2. Syajaah (berani) : tidak takut, tidak lemah, 
3. Dermawan 
4. Pemalu 
5. Setia (Loyal)

Target pembentukan :
1. 0-7 tahun : memiliki kemampuan personality yg baik. Sejak bayi pun sudah menyenangkan, berkah. 
2. 8-14 tahun : integritas, merenungi diri sendiri. Bukan hanya soleh sendiri, tapi secara lingkungan. Diakui oleh lingkungan
3. 15-20 tahun : melibatkan dalam komunitas (kalau bisa membuat) gerakan sosial,
4. 21 tahun ke atas : daya pengaruh, generousity, daya keummatan

Tips Membacakan Buku Sirah Nabawiyah Pada Anak di Bulan Ramadhan.
Kita bisa melakukan ODOS atau One Day One Sirah. Dalam prakteknya tidak perlu menjejali terlalu banyak isi buku ke dalam diri anak. Mulai dengan perlahan dan menyenangkan. 

Kalau menggunakan buku Muhammad is My Hero, 17 buku yang ada bisa kita pergilirkan setiap harinya. Kita juga bisa variasikan cara membacanya, bergantian antara kisah sirahnya, juga kisah aplikatif sehari-harinya.

Insyaallah hari-hari di bulan Ramadhan akan lebih berkesan bagi anak kita.

Penting bagi setiap kita menjalankan wasiat Rasulullah, untuk memegang teguh Al Quran dan Assunah. Alhamdulillah di masa kini sudah banyak lembaga maupun sarana anak untuk mengenal quran dengan lebih baik. Namun jangan sampai terlewatkan, kisah perjuangan Rasulullah untuk kita kenalkan pada mereka.

* * * *

PERINTAH MENGIKUTI RASULULLAH
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allâh, ikutilah aku (nabi muhammad), niscaya Allâh mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allâh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 
[Ali Imran/3:31]

CINTAILAH ORANG-ORANG SHALIH, ENGKAU AKAN BERSAMA ORANG-ORANG YANG ENGKAU CINTAI
  حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حماد بن زيد عن ثابت عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ السَّاعَةِ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ وَمَاذَا أَعْدَدْتَ لَهَا قَالَ لَا شَيْءَ إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ أَنَسٌ فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّي إِيَّاهُمْ وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ 

Sulaiman bin Harb telah menyampaikan kepada kami, dia mengatakan, ‘Kami diberitahu oleh Hammad bin Zaid dari Tsabit dari Anas Radhiyallahu anhu, dia mengatakan bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hari kiamat.

Orang itu mengatakan, 
‘Kapankah hari kiamat itu?’

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam balik bertanya, ’Apa yang telah engkau persiapkan untuk hari itu?’ 

Orang itu menjawab, ‘Tidak ada, hanya saja sesungguhnya saya mencintai Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ 

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.’ 

Anas Radhiyallahu anhu (Sahabat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang meriwayatkan hadits ini) mengatakan, “Kami tidak pernah merasakan kebahagiaan sebagaimana kebahagiaan kami ketika mendengar sabda Rasûlullâh , ‘Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.’ 

Anas Radhiyallahu anhu mengatakan, ‘Saya mencintai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Abu Bakr dan Umar. Saya berharap bisa bersama mereka dengan sebab kecintaanku kepada mereka meskipun saya tidak mampu melakukan amalan yang mereka lakukan.

-- Diangkat dari Kutub wa Rasail Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al-Abbad al-Badr, 2/111

* * * * *

Jadi, jangan menunggu anak besar dulu ya buat membacakan shirah nabawiyah ke anak. Sejatinya membacakan buku ke anak itu hanya langkah awal. Kelak akan ada fase lainnya, dimana anak akan membaca lebih banyak lagi, mengkajinya, mengambil hikmah dan menjadikannya teladan dan rujukan dalam pengambilan keputusan-keputusan.

Hajah Sofyamarwa R.
12 April 2022

#Day11 #30dwcJilid36 #PejuangRamadan

No comments:

Post a Comment