Wednesday, June 14, 2017

Day 7 : Komunikasi Produktif [Level 1]

Sudah memasuki hari ke 7 tantangan bunda sayang tentang komunikasi produktif.

Pagi itu dimulai agenda bicara kami sesuai jadwal, selasa kamis jam 5.30. Kami memulainya dengan (tetap) saling bertanya, mau bicarain apa. Haha. Sayapun akhirnya membicarakan tugas bunsay saya, dan minta agar setiap postingan saya diberi komentar. Jadi tidak sekedar baca, tapi beri feedback. Semalam sebelumnya, saya sudah mengajak ngobrol yang isinya curahan hati karena agenda rutinan kami sempat pending selama kami menginap di rumah orangtua kami. Kami juga membahas beberapa hal yang perlu diluruskan terkait hari-hari sebelumnya. alhamdulillah nya pagi bisa terlaksana lagi.

Setelah itu kami membahas buku berjudul al ishlah lagi sampai pukul 7 pagi, untuk nantinya diberikan pada adik adik binaan kami.

Tak lama haidar yang terbangun sambil menangis. Sudah biasa, kalau masih ada hajat yang belum selesai (misal masih ngantuk atau ingin mimi), haidar memang bangun dengan menangis. Haidar akan bangun dengan tertawa ketika hajatnya terpenuhi, dan saya menyambutnya dengan canda dan tawa.

Pagi itu ketika haidar bangun dan menangis, saya segera ambil posisi menyusuinya. Hanya karena ayahnya haidar iseng, bilang "sok nangis, nangis." Maka haidar tambah menangis. Spontan saya manyun (literally manyun beneran), untuk mengkomunikasikan bahwa saya tidak suka perlakuan yang seperti itu.

Saya bilang bahwa kalau haidar bangun pagi dengan menangis, biasanya seharian itu juga mood nya bikin bundanya emosi jiwa. Hehe. Ayah protes : "Ih ko manyun" saya jawab "Iya lah manyun, ayahnya gitu." Clear ya pesannya, to the point hehe.

Sehabis itu saya memandikan haidar, dan benar benar mengusahakan agar haidar fun banget selama mandi. Untuk mandi saja kan seringnya "nggamau!" Jadi perlu effort lebih. Alhamdulillah berhasil dan saya pun emang ngga bete, jadi saat selesai pun menyapa ayah seperti biasa.

Dalam kondisi netral itu, langsung saya sampaikan : "Ayah jangan seperti itu, karena yang di rumah seharian bareng haidar kan bunda,  jadi awal bangun tidur jangan dibuat ngga nyaman. ayah kan seharian kerja di luar, jadi ngga ngerasain gimana kalau haidar rewel. Kalau haidar gitu, bunda nya bisa emosi seharian."

Setelah itu kamipun ketawa bersama. Alhamdulillah pesan tersampaikan.

Malam hari nya kami berbuka puasa bareng bersama teh fufu dan kang canun, karena suami diminta sharing terkait perjuangan taaruf nya yang fenomenal. Hehe xp

Anyway, berjalan lancar alhamdulillah.

* * *

Saya mulai menemukan pola, pada waktu semacam apa cara komunikasi saya kurang produktif.

Komunikasi tidak produktif antara saya dan pasangan akan muncul ketika saya memendam rasa terlalu lama. Kesulitan mencari timing yang tepat, membuat saya menahan diri, dan tetiba meletup sewaktu waktu. Dari situ akan merembet ke cara komunikasi yang negatif dengan bahasa tubuh yang kurang baik (kaidah 7-38-55). Selain itu, saat mengobrol sebaiknya bisa mengontrol kadar ke-baper-an, lebih santai saja.

Sedangkan terhadap anak, komunikasi tidak produktif akan terjadi ketika (1) saya terlalu lama membersamai anak tanpa jeda, sementara harus melakukan pekerjaan rumah, (2) tetiba ada masalah dengan suami.

Solusinya, jeda aktivitas membersamai anak dengan hal yang kita sukai, kerjakan pekerjaan rumah dengan lebih cepat, dan ketika menghadapi suatu masalah dengan suami, tetap tenang dan tidak perlu bumbu baper.

* * *

Dilakukan pada hari selasa, 13 juni 2017
Dituliskan pada hari rabu, 14 juni 2017

Hajah Sofyamarwa R

#30dwc #30dwcjiid6 #30dwchajah #day28

#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP
#GameLevel1
#BunsayBatch2

No comments:

Post a Comment