Tuesday, June 30, 2015

Menyiram Tanaman

Halo, saya lulusan biologi yang sampai pada tingkat 4 kelulusan, kadang masih suka dibilang gini sama mamah :
"Kalo mamah lagi ngga ada, meni ngga ada yang nyiramin tanaman."
Dan habis itu biasanya berjuta alasan dilancarkan untuk berkilah mencari pembenaran. Hehehe.. xp

Terkadang orangtua kita meng-generalisir, karena ada masanya kita juga nyiram taneman di rumah kita. Tapi coba itung deh, pasti "gak nyiram" nya lebih sering daripada nyiramnya, betul? Hehe xp

Sebagai anak jurusan biologi, tentu sangat merasakan banyak berhubungan dengan makhluk hidup, khususnya tumbuhan.

Hampir setiap mata kuliah tumbuhan yang saya ambil, kalau ada praktikumnya tentu berurusan dengan perawatannya. Entah dari tanamannya, atau komponen pendukungnya seperti tanah dan air.
Contoh :
1. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan (supertum)
2. Fisiologi tumbuhan (fistum)
3. Ekofisiologi tumbuhan (ekofistum)
Dll

Seingat saya, waktu di praktikum, saat jadi asisten, saat Kerja Praktek, bahkan saat tugas akhir, saya diharuskan merawat tanaman perlakuan. Entah menanam tomat dan cabai dari biji, menyiram adenium pagi sore, merawat salvinia buat TA, semua praktikum itu harus dilakukan dengan tertib dan terjadwal. Pagi dan sore harus di cek. Kalau ga disiplin, tanamannya rusak (ga kekontrol) dan bakal ngerusak hasil penelitian juga. Untuk hal itu, kita rempongnya setengah mati.

Jadi kalau buat urusan kuliah mah, tanaman diurus. Kalau udah ngga ada tugas kuliahnya, tanaman dibiarin aja?

Dari hal sederhana itu, renungan buat saya pribadi. Proses pendidikan berhasil ketika materi dan esensi nya berhasil kita pahami dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Menyiram tanaman pagi atau sore bukan sekedar karena disuruh mamah, atau cuma karena si taneman lagi jadi objek penelitian.
Menyiram tanaman pagi atau sore harus disertai rasa tanggung jawab sebagai seorang yang pernah tahu ilmunya, sebagai 'petugas' pesuruh langit yang harus menjaga bumi ini, sebagai sesama makhluk yang ingin berbuat baik pada makhluk lainnya.

Tanaman yang dirawat mamah kita di depan rumah itu manfaatnya banyak. Bikin mata seger, udara seger, bisa panen, bikin rumah lebih enak, dll. Dan untuk dapat semua benefit itu, emak kita yang suka rajin nyiramin (kita mah kan suka lupa haha -_-). Hehe maaf dan makasih ya maah :3

Ingat, ketika begitu banyak fasilitas yang kita dapatkan dari sesuatu yang tidak kita lakukan sendiri, maka kita harus berterimakasih dan lebih bersyukur atas hal itu.

Semoga semakin banyak ilmu yang kita miliki, semakin bermanfaat.

Selasa, 30 Juni 2015
Sebuah renungan pagi 13 ramadhan,
Saat melakukan aktivitas "nyebor tanaman", ketika rasa haus dahaga melanda di hari-hari kemarau (taneman ga disiram kasian loh, masa ikut puasa juga). Hehe

No comments:

Post a Comment