Wednesday, June 17, 2015

[Our Marriage Story] PIkiran-pikiran yang Belum Terselesaikan




Sabtu, 4 Oktober 2014
Siap menerima paket lengkap

Berani memilih seseorang untuk menikah, berarti harus siap dengan seluruh paket yang ditawarkan. Menerima kelebihan dan bersabar dengan kekurangannya. Sekali lagi aku tercengang, semakin nyata bahwa kelak aku dan kau harus saling menerima. Penyanyi Tulus bilang : “Jangan cintai aku apa adanya.” Betul, tak berhenti pada kata cinta, menerima, tapi terima dirinya sepenuhnya, untuk tahu bagaimana cara membantunya untuk menjadi lebih baik.

Untuk dapat dengan lapang menerima orang lain, masing-masing dari kita harus terlebih dahulu sudah menerima diri sendiri. Ya, kita hanya manusia dengan segala keunikannya.
Ada hal-hal yang begitu kukagumi dari dirimu, ada pula hal-hal yang masih sangsi untuk bisa kubersamai. Mungkin sulit bagiku, tapi kalau aku membayangkan jadi kau, pasti berat sekali bersabar dengan segala paket yang menempel di diriku.

Ah, bisa kah?
Bisa bisa insyaallah. Semoga aku lebih dari mampu untuk bisa menjadi partner hidupmu. Harap bersabar atas segala kekanakanku ya? 


Kamis, 23 Oktober 2014
Travel Agent

Hari ini kita janji bertemu untuk bersama-sama ke sebuah travel agent membicarakan destinasi bulan madu. Tak seperti biasanya, kita tak mencari orang lain untuk membersamai, seperti bersama Ibu sebelumnya. Ya, hanya berdua namun tetap dengan motor yang berbeda tentunya. Kang, rasanya aku agak kesal pada diriku sendiri, lain dari biasanya saat bersiap mau pergi, kenapa persiapan kali ini begitu melibatkan emosi. Padahal kan kita bukan mau ngapa-ngapain ato nge-date -_-

Ya Allah, lindungi kami dari hal-hal yang dapat menghilangkan keberkahan menuju hari pernikahan kami. Lindungi kami perasaan-perasaan tak tepat yang memang belum saatnya..
Berkahilah.. berkahilah..


Ahad, 16 November 2014
H-13

Kini aku mulai memahami bagaimana rasanya di detik-detik menjelang hari pernikahan. Sampai juga pada masanya! Bukan sekedar persiapan walimah yang membuat seluruh keluarga besar ikut repot saja, atau undangan-undangan yang mulai di sebarkan, melainkan menjaga hati dari apa-apa yang berpotensi mengurangi keberkahan itu bukan hal yang mudah..

Ya aku serius.
Yang harus kau jaga betul menjelang hari pernikahanmu adalah kejernihan hati dan pikiran.
Menjaga pikiran akan tetap tenang bahwa semua akan baik-baik saja.

Selasa, 18 November 2014
H-12 : Jerawat Besar Jidat India Asimetris

Tetiba baru tersadar sebuah jerawat besar menghiasi keningku. Ya, kunamai ia jerawat-besar-jidat-india-asimetris, karena letaknya yang ada di tengah keningku, minggir sedikit. Aku tak tahu kenapa jerawat ini tiba-tiba muncul, hipotesisku, karena entah kenapa pekan ini aku malah begitu sering mengkonfrontasikan berbagai hal di keluargaku. Panik bahwa apa yang ingin kuselesaikan, belum dapat selesai.


Ahad, 23 Oktober 2014
H-7

Setelah dikejutkan dengan kemunculan jerawat-india-besar yang tiba-tiba di jidatku, aku hanya berusaha memperbaiki semua hal.

Persiapan Pra Nikah?
Setelah sebelumnya menunggu waktu terasa berjalan begitu lama, kau akan kaget bahwa kini waktu berjalan semakin cepat. Ya, semakin cepat.

Orang-orang berekspektasi bahwa kau sudah semakin mantap. Kau pun jadi bingung karena kondisi hatimu tidak seperti yang mereka katakan. Khawatir, panik, cemas, dengan sebuah langkah besar yang akan segera dipijak.

Di satu sisi, secara teknis aku masih harus mengurusi beberapa hal terkait penyelenggaraan walimah, di sisi lain, ada permasalahan-permasalahan yang tetiba muncul dalam keluarga. Sejujurnya ini memang ulahku. Adanya permasalahan yang terlalu larut dipendam, membuatku berpikir bahwa ini harus diselesaikan. Maka dengan naïf nya aku konfrontasikan. Mau tahu? Bertambahlah kepanikan pra menikah. Hehe. Kalau mau aman, aku bisa saja membiarkannya tanpa perlu memikirkannya. Tapi senyatanya didiamkan pun tak mengubah apa apa. Aku hanya berusaha menghentikan status quo ini. karena sejak awal memulai proses hingga detik ini, tidak ada perubahan yang signifikan. Yang kulakukan hanya bermaksud untuk mewujudkan salah satu mimpiku, mimpi untuk bersama-sama menuju surga. Aku kan juga tak mau nantinya menyesal kalau hal itu tidak kulakukan. 

Yah bismillah, semakin dekat.. 

previous post
1. Siapkanlah (Juli 2013).
2. Pertanyaan Yang Mengawali Segalanya (Juni 2014).
3. Masa Penantian, Ketika Pinangan Belum Tersampaikan .  (Juli-Agustus 2014).
4. Lamaran Resmi Keluarga Besar (September 2014)  

next post

No comments:

Post a Comment