Monday, June 15, 2015

[Our Marriage Story] Pertanyaan yang Mengawali Segalanya

Sabtu, 14 Juni 2014
The same question

Lagi.
Pertanyaan yang sama itu hadir lagi. Ya, hampir setahun yang lalu kau tanyakan padaku. Saat itu tak terpikir olehku bahkan untuk benar-benar menjawabnya. Pada waktu itu, pukul 06.21 pagi, aku baru saja terbangun saat sehabis begadang mengerjakan tugas akhirku di lab.

Namun entah mengapa ada yang beda kali ini.
Nampak ada sebuah celah, dan rasanya tak ada alasan untuk langsung menolaknya. Ya, kenapa tidak dicoba? Bukan maksudku menjadikanmu hal percobaan seperti TA ku, hanya saja, toh semua berjalan dengan proses kan? Dan dalam proses itupun siapa yang tahu, akan ada banyak sekali yang bisa terjadi.

Lagi-lagi kau membuatku sakit perut, sama seperti setahun yang lalu. Ini bahkan lebih dari 10 sendok sambal dalam menu-tidak-sehat seblak pedas tadi sore. Ditambah sebuah pergulatan batin dengan tugas pembuatan raport anak-anak muridku yang harus sudah selesai malam ini.

1 New Email Received
His Proposal came.
I got more stomachache.



22 Juni 2014

Then we decided to meet, people call it “Ta’aruf”


Akhirnya kami memutuskan untuk sekedar bertemu dulu. Setelah kau pilihkan sepasang perantara untuk menjaga proses ini. Harus kuakui, kepala ini rasanya aneh. Pikiranku bingung. Rasa sebagai wanita yang malu-malu. Membayangkan apa yang akan terjadi di kemudian hari. Kalau mau dibilang GR, ya mungkin aku GR. Ah, wajar sajalah menurutku.

Tapi tunggu, kau menceritakan prosesmu yang dulu. Awalnya memang agak sulit bagiku menerima kenyataan bahwa kau sudah melanglang buana mencari pasangan hidup yang tepat, yang berarti bukan hanya aku. Apa aku egois , hanya ingin mendapatkan cinta tunggal?
Tapi ah, mau di taruh dimana pula mukaku kalau kau tahu jauh di dalam hatiku juga ada beberapa yang lain. Baiklah, setidaknya kali ini kita satu sama, kucoba tekan saja egoku.



26 Juni 2014

Pertemuan yang tak seperti biasa

Sekitar 12 jam lagi kita bertemu. Ah, padahal biasanya juga biasa saja.
Pantaskah?

Wanita yang baik untuk lelaki yang baik

Lelaki yang baik untuk wanita yang baik
Dan katanya itulah jodoh. Kalau ada yang tidak seperti itu, mungkin itu anomalinya, mungkin itu yang jadi ujian untuk pasangannya.
Kau itu datang karena kondisi kita sedang sama, atau Allah menjadikanku sebagai ujian bagimu?

Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah 
1) Seorang Mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, 
2) Seorang penulis yang selalu memberi penawar, 
3) Seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya. (HR. Thabrani)


30 Juni 2014

Niat Niat Niat

Kamu serius ngga sih mau menikah?
Atau hanya pelarian dari hal yang lain?
Astaghfirullah
Luruskan niat.. Luruskan niat..

go to previous post
1. Siapkanlah (Juli 2013).
2. Pertanyaan Yang Mengawali Segalanya (Juni 2014).

go to next post
3. Masa Penantian, Ketika Pinangan Belum Tersampaikan .  (Juli-Agustus 2014).

No comments:

Post a Comment