Tuesday, July 24, 2012

ternyata membuat publikasi itu...


Membuat suatu desain menggunakan software desain adalah salah satu kesukaan saya. Mungkin lebih tepatnya, mengemas sesuatu  hal untuk menjadi konsumsi publik adalah salah satu passion saya.

Tidak ada background sekolah desain, marketing atau bisnis. Saya hanya menyukainya, itu saja.

berbekal pengalaman yang tak seberapa, saya mulai berpikir bahwa membuat publikasi (poster dll) itu ternyata tak bisa semudah yang dipikirkan. Yang jago desain akan sangat handal membuatnya, dan hasilnya mungkin sangat bagus. Namun sering juga dijumpai poster-poster yang meskipun sangat indah secara artistik, namun tidak punya 'ruh'.
Saya pernah mengalaminya beberapa kali, membuat poster secepat kilat, tapi tidak ada kesan yang menempel.
Mungkin itu juga yang membuat saya, setiap membuat pesanan atau suatu poster, selalu mengerjakan itu dengan lama. Bukan hanya  keindahan yang diinginkan, tapi informasi mengenai acara, feel yang  diinginkan dari pembaca poster dan pesan yang ingin disampaikan benar-benar sangat dipikirkan.

Sekali lagi saya bukan ahli di bidang desain, dan bukan juga ahli di bidang psikologi atau apapun itu, namun mungkin secuil pengalaman selama ini yang mengasah perasaan-perasaan saya. Mungkin aneh ya, bikin poster aja pake perasaan? Tapi ya itu, selain saya memang sense of feelingnya dominan (kata hasil psikotest), menurut saya suatu publikasi itu emang harus dibuat sepenuh hati, dan kita harus "masuk" ke dalam nya.

Sungguh ternyata berat pekerjaan para  pembuat iklan, harus memastikan bahwa seluruh konten sudah cukup, serta mencoba mengkomunikasikannya dalam iklan.

Satu lagi, pembuat publikasi (iklan dll) menurut saya bisa jadi indikator, sudah lengkap atau belum konten dari suatu hal yang ingin dipublikasikan

just sharing
:)

Kamar, 24 Juli 2012
Sehabis main ke SLB Bina Kasih, dan sedang membuat poster kegiatan yang lain.

No comments:

Post a Comment