Sunday, July 8, 2012

Sinergisasi Para Pemakmur Masjid


Banyak sekali yang ingin dituliskan tapi belum sempat (atau belum menyempatkan)
Mari dipecahkan satu persatu :)


Masjid di dekat rumahku (Al-Muhajirin) jumat malam ini mengadakan pengajian rutin (setiap 2 bulan 1 kali) yang mendatangkan penceramah dari luar. Salah satu yang musti diketahui juga, kami remaja masjid (KRIMA) jumat-sabtu insyaallah selalu mengusahakan adanya agenda kami tersendiri. Walhasil dengan adanya pengajian warga ini, kami harus melebur agenda dan mengajak yang lainnya untuk tetap hadir dalam pengajian DKM dan warga.

Tidak ada maksud sama sekali untuk tidak sinergi dengan para orangtua kami di masjid. Justru, kami juga mengusahakan adanya sinergisasi dengan berbagai elemen di masjid, dari mulai yang muda sampai yang lebih tua.

Namun memang, untuk sekarang ini, rasanya memang belum berjalan bersama-sama antara bapak-bapak (DKM), Ibu-ibu (Majelis Ta'lim) dan remajanya (KRIMA). Kesannya masih berjalan sendiri-sendiri, masing-masing. Ada kalanya kami memang dilibatkan, tapi rasanya masih sebatas event-event perayaan hari besar islam saja seperti idul adha (qurban) dan idul fitri. Secara keseharian, hmm, rasanya belum.

Dampaknya? Ini hanya pendapat pribadi, tapi contoh sederhananya, acara-acara tabligh akbar (atau pengajian/ceramah) seperti barusan, yang remajanya sangat sedikit. Padahal biasanya kumpul KRIMA kami cukup ramai. Entahlah, banyak faktor. Mungkin konten, mungkin format acara yang memang kurang pas dengan anak muda, atau mungkin faktor lain. Jadi peer besar juga bagi kami.

Mari saya tunjukkan suatu hal yang mendasari perkataan saya di atas. Ini Cuma sebagai pembanding saja dari pengalaman saya beberapa pekan lalu

Jadi, saya menghadiri sebuah pengajian rutin di sebuah masjid di suatu tempat di daerah sumedang. Kalau saya boleh bilang, subhanallah. Ustadz penyajinya benar-benar mengkaji dan memahamkan pada warga, serta memberi contoh yang sangat aplikatif dan tepat sasaran.  Warga yang hadir cukup banyak dan dibawa secara interaktif. (saya kurang bisa mendeskripsikan lebih, harus datang langsung, serius).

Dan satu hal yang saya garisbawahi, penyedia logistik (macam infokus, dll) yang menyediakan itu anak-anak muda.

Selesai sampai disitu ceritanya
----------------------------------------

Kemudian pikiran saya melayang ingat yang di mesjid rumah.
Mau kapan ya semua generasi pemakmur masjid di al muhajirin benar-benar saling sinergi?
Selama ini DKM punya acara, Majelis Ta'lim punya acara, KRIMA punya acara masing-masing.

Misal : Pengajian DKM buat warga disiapkan oleh DKM secara konten, perlengkapan logistiknya disediakan yang muda-muda dan majelis ta'lim konsumsi mungkin?
Itu saja.

Itu saja sudah merupakan hal menyenangkan yang bisa dibayangkan dapat terjadi

Bismillah..
Suatu saat nanti titik-titik itu akan menjadi satu garis yang kokoh..


#bicarametode #masjidimpianku

Kamar,
6 Juli 2012

No comments:

Post a Comment