Sunday, July 22, 2012

mari saling memahami


Terkadang manusia tidak butuh nasihat, hanya butuh didengar, hanya itu.
Jadi kau salah kalau menasehatinya kala itu. Karena ia hanya butuh di dengar --hanya itu.

Terkadang maksud pemberi nasihat hanya mengingatkan
Terkadang pula, nasihat yang diberikan bukan untuk menceramahi pendengar, tapi untuk mengingatkan dirinya sendiri.

2 hal dari 2 pandangan berbeda
Yang terpenting adalah bagaimana kedewasaan keduanya dalam menyikapinya

Kamar, 20 Juli 2012

Friday, July 20, 2012

Bingkai Kehidupan

Mengarungi samudera kehidupan
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
'kan menjadi saksi pengorbanan

Reff :
Allahu ghaayatunaa
Ar-Rasuulu qudwatunaa
Al-Qur'aanu dusturunaa
Al-Jihadu sabiiluna
Al-Mautu fii sabilillah
Asma amaanina

Allah adalah tujuan kami
Rasulullah teladan kami
Al Qur'an pedoman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi 

munsyid :  Shoutul Harokah
sumber : liriknasyid.com

Ar-Ruhul Jadid..

Kalian adalah ruh baru yang mengalir di hati ummah
Maka ia pun akan menghidupkannya dengan al quran

Kalian adalah cahaya baru yang tengah merekah
Cahaya itulah yang  mengikat tabir kegelapan
dan menggantikannnya dengan ma'rifatullah

Kalian adalah suara yang melengking tinggi
Yang senantiasa menyenandungkan dakwah rasullulah

Wahai anak-anak timur dan barat
Engkaulah tunas harapan
Engkaulah generasi yang akan menghancurkan belenggu tirani

* * *

Arruhul jadid fi jasadil ummah
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa

Kami petualang mencari kebenaran
Mencari makna serta hakikat manusia
Kami berjuang menegakkan kehormatan
Hidup mulia atau mati sebagai syuhada

Kami berbekal alquran hakiki
Meneruskan cita dan risalah para nabi
Kami sandang julukan generasi ghuraba
Biar saatnya datang kami pimpin dunia

Kami semangat baru siap maju hancur semua musuh
Kami tentara Alloh siap korbankan harta bahkan jiwa

Kami serahkan semua hidup pada Alloh
Kami tekadkan tuk ikuti rasulullah
Usung panji ilahi iman kuat membaja
Hadapi tirani bebaskan umat dunia

 
sumber : liriknasyid.com

challenge accepted!

kusadari bahwa diriku tak mau menyesali apa yang seharusnya ingin kulakukan, tapi malah tak dilakukan.
karena kesadaran itulah aku berani mengambil keputusan untuk melakukannya.
aku berbahagia dengan itu.
masalah hasil, percayalah Allah selalu adil dan memberikan yang terbaik
paling tidak, aku telah berani mencoba!

Dago Golf,
19 Juli 2012

Wednesday, July 18, 2012

Pict : Spiderman in China Town, H-2 Ramadhan

Propaganda H-2 Ramadhan Al-Hayaat
Spiderman in Chinatown!

Alhamdulillah akhirnya selesai juga. Memang kalau kita ngelakuin hal yang kita suka, badai, hujan, aral melintang pun bisa kita terjang ya. Sampe mata kaya panda juga bakal dijabanin. Karena bukan cuma kepuasan untuk bisa ngelakuin yang kita suka, juga harapan akan sesuatu lain yang insyaallah lebih barokah.

Tentang gambar ini, sebenernya request dari elis (sekdept syiar al-hayaat yang paling lucu). Perkiraan desainnya dari elis, jadi saya tinggal ngolah di photoshop dan ngedit konten. Dalam proses pembuatannya sempet mampet juga, dan  akhirnya malah menelorkan gambar yang sebelumnya (yang cokelat). Walopun gitu, alhamdulillah jadi juga.

Ide chinatown ini didapet dari Acara Syukuran Wisuda SITH Jumat Malam lalu. Yang subhanallah, KEREN SEKALI MEREKA ITU (khususnya panitia, SITH  2011)! Temanya Chinatown, jadi dari dekorasi, acara dan pensuasanaan, semuanya bikin kita ngerasa lagi di china-china gitu (kayak pernah aja hehe). Saya pikir, kesan dari acara itu masi lengket, makanya gada salahnya diadopsi ke publikasi H-2 Ramadhan anak-anak SITH.

I'm Happy :)

Pict : Ramadhan Is Coming

RAMADHAN IS COMING!
Fully design with love for Al-Hayaat, Krima, Pustena :)
hehe

Tuesday, July 17, 2012

Mengapa Harus Ada Kaderisasi


    Bismillah..
    Mungkin banyak yang heran sekaligus masih bertanya-tanya kenapa harus ada kaderisasi dalam setiap organisasi. Baik itu di organisasi-organisasi di kampus ataupun organisasi kemasyarakatan pasti memiliki satu bagian yang mengurus kaderisasi. Apa sebegitu pentingnya kaderisasi untuk organisasi?? Mari kita telaah secara bersama-sama.

    Sebelum lanjut ada sebuah cerita yang mungkin bisa memberikan sedikit gambaran tentang kaderisasi, sok dinikmati ya…

    Dalam sebuah kisah diterangkan seorang kakek yang sudah tua renta menanam sebuah pohon kurma. Kebetulan pada saat itu seorang raja lewat dan melihat kakek yang sedang menanam tersebut. Dengan rasa penasaran sang raja bertanya kepada si kakek tentang alasan atau motivasi menanam pohon tersebut. Sang raja bertanya seperti itu karena semua orang sudah tahu bahwa pohon kurma tidak akan berbuah kecuali setelah beberapa tahun sehingga mana mungkin kakek itu menanam pohon kurma untuk dipetik oleh dirinya sendiri. Ternyata benar, ketika ditanya si kakek menjawab dengan bijak, “Dulu orang-orang sebelum kita menanam pohon kurma sehingga buahnya dapat kita nikmati sekarang, apakah tidak ada keinginan dalam diri kita untuk mengikuti jejak mereka dengan menanam pohon kurma saat ini supaya generasi setelah kita dapat menikmati buah kurma dari pohon yang kita tanam?”

    Bagaimana? Sudah adakah sedikit gambaran yang didapatkan dari cerita di atas, bro?

    Inti dari cerita di atas adalah bagaimana begitu perhatiannya sang kakek terhadap keberlangsungan kehidupan bagi generasi yang akan datang. Dia tidak ingin generasi berikutnya tertimpa masalah, mengalami kemunduran hingga akhirnya menghilang tanpa jejak. Nah, pada dasarnya ini jugalah yang melandasi kenapa harus ada suatu bagian yang mengurusi kader-kader dalam setiap organisasi. Kaderisasi menjadi bagian yang memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan organisasi dengan menciptakan dan menjaga kader-kader yang akan melanjutkan perjuangan.

    Kaderisasi bisa diibaratkan sebagi jantungnya sebuah organisasi, tanpa adanya kaderisasi rasanya sulit dibayangkan suatu organisasi mampu bergerak maju dan dinamis. Hal ini karena kaderisasilah yang menciptakan embrio-embrio baru yang nantinya akan memegang tongkat estafet perjuangan organisasi. Kaderisasi berusaha menciptakan kader yang bukan hanya hebat dalam mengerjakan suatu program, tapi lebih dari itu. Kaderisasi haruslah mampu menciptakan kader yang memiliki jiwa pemimpin, memiliki emosi yang terkontrol, kreatif dan mampu menjadi pemberi solusi untuk setiap permasalahan serta yang terpenting mampu dan pantas nantinya menjadi seorang teladan bagi anggotanya.

    Bung Hatta pernah bertutur mengenai kaderisasi, 

    “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam.”

    Dalam proses kaderisasi ada dua ikon penting, yaitu:
    1. Pelaku Kaderisasi (subjek)
    1. Sasaran Kaderisasi (objek)

    Pelaku kaderisasi merupakan individu-individu yang telah memiliki kapasitas yang mantap untuk mengkader para anggotanya dan memahami alur kaderisasi dalam organisasi tersebut.  Sementara sasaran kaderisasi merupakan individu-individu yang dipersiapkan dan dilatih untuk menjadi penerus visi dan misi organisasi.

    Jadi, sudah jelas terlihat urgensi dari kaderisasi dalam sebuah organisasi. Kaderisasi merupakan suatu kebutuhan internal yang harus dilakukan demi kelangsungan organisasi. Seperti hukum alam akan adanya suatu siklus, dimana semua proses pasti akan terus berulang dan terus berganti. Namun satu yang perlu kita pikirkan, yaitu format dan mekanisme yang komprehensif dan mapan, guna memunculkan kader-kader yang tidak hanya mempunyai kemampuan di bidang manajemen organisasi, tapi yang lebih penting adalah tetap berpegang pada komitmen sosial dengan segala dimensinya. Sukses atau tidaknya sebuah institusi organisasi dapat diukur dari kesuksesannya dalam proses kaderisasi internal yang di kembangkannya. Karena, wujud dari keberlanjutan organisasi adalah munculnya kader-kader yang memiliki kapabilitas dan komitmen terhadap dinamika organisasi untuk masa depan.


    Penulis:
    M. Arief Gusti Putra. 2012. Mengapa Harus Ada Kaderisasi. http://www.dakwatuna.com/2012/07/21460/mengapa-harus-ada-kaderisasi-dalam-organisasi/#ixzz2036Jkxwb

    image source: dari sini

Monday, July 16, 2012

Kerupuk si Bubur dan Swing Fooders


Hari ini berangkat agak terlambat 30 menit, seharusnya pukul 6 sudah berangkat menumpang motor mbak ovie. Sarapan singkat jadi semakin singkat karena harus diakhirkan dengan mengembalikan kembali setumpuk nasi di piring ke dalam tempat nasi.

Sampai di jalanan sekitar lembang tempat yang biasa saya lalui untuk berganti angkot terdapat sekitar 6-7 penjual bubur ayam. Saya niatkan untuk mampir dan membeli semangkuk bubur dahulu, antara kangen bubur ayam dan kelaparan :)

Dari sekian banyak penjual bubur yang bisa saya pilih, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada kakek-kakek tukang bubur  yang lokasinya tak jauh dari perempatan.
Tidak ada alasan khusus, hanya memilih.

Bubur disajikan, hmmmm.. Yummy!
Ada yang sedikit berbeda dari bubur ayam biasanya. Kerupuknya bukan kerupuk yang biasa, warnanya pink dan kuning dengan bentuk mie dan lembaran. Agak unik.
saya sempat berpikir apakah mungkin kerupuk ini lebih ekonomis? Saya tidak tahu, mungkin saja.

Kemudian sedikit merenung lagi, dari sekian banyak tukang bubur, saya ditakdirkan untuk  membeli disana. Padahal gerobak tukang bubur yang lain lebih bagus dan lebih menarik.

Yah, emang rejeki udah ada yang ngatur ya.
Saat menjadi pengusaha kelak, mungkin pembeli kita juga akan punya beragam alasan memilih produk kita, terlepas dari bagaimanapun produk kita. Bahkan swing fooders* macam saya tadi juga termasuk jalan rizki loh hehe :)

*Swing fooders adalah pembeli makanan yang tidak banyak ambil pusing masalah apapun. Kemana kakinya melangkah ya itu makanan pilihannya.  Singkatnya, mana aja hayu. Istilah yang muncul dari otak saya ini memang agak maksa dan sepertinya dipengaruhi oleh ramainya suasana pilkada cawagub DKI Jakarta
Hehe :D

bubur ayam dan kerupuk pink-kuning

6 Pekan Lebih 3 Hari

Kerja praktek resmi saya sejatinya sejak tanggal 4 Juni sampai 4 Juli 2012, tapi sampai saat ini (16 Juli 2012) masih harus dilanjut KP nya. Mengapa? Karena data pengamatannya yang dibutuhkan. Tanggung kalau ngga diselesein, setidaknya penelitiannya rampung deh.
Nah jadi kalau dihitung-hitung, efektifnya 33 hari kerja, selama rentang 6 pekan lebih 3 hari.
Jauuuuh  sekali dari perkiraan awal. Hehe

Lama ngga nulis tentang KP, berarti kayanya hari-hari kemarin di sana kurang seru, hehe, maksudnya, mungkin sudah sampai di titik stasioner dan grafiknya lagi turun. Yah, manusiawi kok. Dan maksudnya di hari-hari terakhir itu bukan yang saya cemberut ato gimana, tetep asik, tapi ya itu, banyak hal lain yang lebih menarik dan KP beberapa hari kemarin ngga terlalu menarik pikiran saya buat ditulis hehe  :)

Hari Ini mulai ngelakuin ELISA ASSAY lagi, tapi bedanya, sampel yang diuji sekarang itu sampel percobaanku! (akhirnya..) ^^
Pagi-pagi sampling daun tomatnya dari 450 taneman, siangnya diekstrak pake coating buffer, terus lanjut dipipetin ke plat microtiternya. Habis itu diinkubasi di 4 derajat di dalem kulkas, dan besok kita ketemu lagi sama itu plat! :D

Udah ya :)
 
Di hari ke 43 rentang masa KP
Cikole, 16 Juli 2012
Sampaikan salamku buat saudara-saudara yang sedang menyukseskan IMSS di ganesha :')

Website Masjid, Bincang-bincang dengan Pimred


Suatu pengalaman yang patut disyukuri karena pastinya udah Allah yang mengatur
Berangkat dari 2 hal yang melatarbelakangi pertemuan 1 jam saya jumat sore itu:
  1. Pemenuhan tugas mempelajari manajemen web
  2. Mimpi bikin web buat mesjid al-muhajirin di deket rumah

Sebuah perbincangan dengan pimpinan Redaksi salmanITB.com (13/07/12)
Yudha P. Sunandar (http://myudhaps.wordpress.com/).
Sangat bersahaja, ramah dan suka berbagi.
Ditemani sang istri cantik yang setia mendampingi :)


"Intinya bagaimana web yang dihasilkan bisa berdaya bagi orang banyak. Membuat masjid semakin dekat dengan masyarakat dari segi sosial dan spiritual sekaligus. Pemudanya yang bergerak, melingkupi pandangan dengan fikrah islami, menjadi problem solving masalah yang nyata terjadi. Masjid-masjid di pedalaman, justru itulah jihad sebenarnya! Yang pasti pemudanya harus dibiasakan punya budaya suka membaca."
--Kak Yudha P. Sunandar dalam kilasan pandangan mengenai pemuda, masjid dan websitenya 
(ditulis dengan bahasa saya tanpa mengubah esensi yang beliau sampaikan)


Siap mentraining pemuda-pemuda masjid katanya.
Gank, siap-siap abis ramfest, sediain waktunya :)


Kamar, 16 Juli 2012
#masjidimpianku
seneng quotenya, seneng hal barunya, seneng ilmunya
 :)

Sunday, July 15, 2012

bukan perhatian yang bisa dibagi


"Waktu mungkin bisa dibagi,
tapi bukan perhatian."
(Sri Al, dalam statusnya; dikutip dari blog Teh Linda TI'07)

Pernyataan yang berpotensi multitafsir menurut saya, ya tergantung penafsirnya. Tapi kesan terdalam yang saya dapat dari pernyataan tersebut adalah bahwa amanah mu mungkin bisa banyak tersebar di mana-mana, memakan banyak waktu yang sangat mungkin untuk kau atur-atur.
Tapi yang namanya perhatian, memang harus penuh.

100% disana
100% disitu
100% disini

Karena yang setengah setengah, ya hasilnya ngga akan full, malah kurang dari setengah itu sendiri.


Astaghfirullah..
Mari sempurnakan yang belum penuh..

kamar
14 Juli 2012
Di satu waktu yang keduanya meminta untuk dipikirkan

_______________
sumber gambar : http://lesism.blogspot.com/2012/03/time.html

Masih belum nyata kah kenyataan itu, wahai jiwa?


Hidupmu terkadang terlalu nyaman, sampai kau rasanya tak perlu berjuang untuk sekedar hidup. Tak perlu bangga kalau tak berjuang dulu untuk mendapat sesuatu, karena menurutku,  tanpa berjuang, tidak ada yang benar-benar didapat.

* * * * * * *
Masih belum nyata kah kenyataan itu, wahai jiwa?
Ketika anak-anak berpakaian seragam pramuka itu berlarian tanpa mengenakan sepatunya di halaman sekolah gubuk
Ketika harus berenang menyebrang sepanjang sungai dulu untuk bersekolah
Ketika harus berangkat bahkan sebelum subuh untuk perjalanan ke sekolah
Ketika harus menjadi penjaga kapal nelayak tambak dulu untuk dapat sekedar uang

Masih belum nyata kah kenyataan itu, wahai jiwa?
Anak-anak itu rindu ibu-bapaknya yang telah tiada
Anak-anak itu memimpikan sekolah yang berdinding kokoh
Anak-anak itu bahkan sudah tak ada hasrat untuk bermain bocah lagi, mereka harus bekerja

Masih belum nyata kah kenyataan itu, wahai jiwa?
Kapankah akan terbangun dan kemudian tergerak
Dengan nyala matahari di hati sebagai sumber kehidupan?
Jangan padamkan!
Terus nyalakan!
Jaga terangnya!

Kamar,
13-14 Juli 2012
Melihat mereka yang berjuang

Sunday, July 8, 2012

Mencari Makna Mencintai Karena Allah


Bisa kubilang sampai saat ini aku belum paham juga arti sebuah 'pertemanan'

Waktu TK aku hanya ingat aku berebut teman baik dengan teman yang lain
Olahraga, makan bubur, manasik haji, pentas seni bersama, 
Main perosotan, ayunan, njot-njot an
Dan yah, hal hal lain yang sangat menarik untuk terus diingat..

Menginjak SD
Dulu kupikir teman hanya sekedar
setiap hari bermain bersama,
Main karet, ludo, badminton, pokemon,
Main ucing sumput, otopet, kelereng
Duduk satu bangku,
Punya geng yang diberi nama
Berkunjung ke rumahnya setiap hari
Bersepeda bersama
Memanjat pohon kersen
Bersama memusuhi anak yang "beda"
Kesal karena beda pendapat
Ah.. dan berbagai hal seru lainnya

Saat SMP, teman begitu menguatkan. Begitu besar pengaruhnya. Dan sedikit menunjukkan strata sosial dimana kita berada.
Kemudian sedikit sadar bahwa teman bukan hanya itu.
Seseorang yang mau terus bersama,
Melakukan hal yang sama
Curhat dan punya buku curhat
Jujur dan mengutarakan perasaan
Punya perasaan tidak saling enak
Nyaman bila berada  bersama
Dan berbagai gejolak emosi lainnya

Saat SMA aku punya istilah baru
Mencintai karena allah
Aku bertanya-tanya istilah macam apa itu
Mungkin hanya sekedar familiar kudengar,
Tapi sesungguhnya, mungkin aku sama sekali belum paham
Bagaimana mengaplikasikannya

Waktu berjalan begitu cepat dan kini aku sudah kuliah.
Mencintai karena allah, lama-lama pula aku sedikit memahami
Yah, karena sejatinya apapun memang harus dilakukan karena Allah.
Kini ku lebih suka memendamnya, karena kutahu sudah penuh beban di kepalamu
Aku hanya senang lihat kamu senang, bahkan sampai aku tak berani menyapamu
Aneh.
Tapi Baiklah, kucoba.
Mungkin mudah saja, siapa tahu

Kemudian Kudengar bahwa persaudaraan itu buah keimanan,
Aku terus bertanya-tanya, dan mencoba menemukannya dalam diriku
Sangat sulit memang, tapi ya kuterima saja dulu karena aku juga yakin akan hal ini

Cinta harus diungkapkan, dan biarkan temanku tahu akan hal itu
aku tak mau jadi pengobral cinta, padahal betapa seringnya aku melupakan kalian dalam do'a-do'aku
Aku juga tak mau jadi pemendam cinta yang akhirnya menyesal karena tak pernah berani mengungkapkannya

Percayalah, walaupun sekarang aku belum bisa mengerti hal itu,
Aku terus mencoba dan mencintai kalian dengan apa yang kubisa
Jangan menertawai keanehanku :)

Mencintai kalian (memang harus) karena Allah

Kamar
6 Juli 2012


Sinergisasi Para Pemakmur Masjid


Banyak sekali yang ingin dituliskan tapi belum sempat (atau belum menyempatkan)
Mari dipecahkan satu persatu :)


Masjid di dekat rumahku (Al-Muhajirin) jumat malam ini mengadakan pengajian rutin (setiap 2 bulan 1 kali) yang mendatangkan penceramah dari luar. Salah satu yang musti diketahui juga, kami remaja masjid (KRIMA) jumat-sabtu insyaallah selalu mengusahakan adanya agenda kami tersendiri. Walhasil dengan adanya pengajian warga ini, kami harus melebur agenda dan mengajak yang lainnya untuk tetap hadir dalam pengajian DKM dan warga.

Tidak ada maksud sama sekali untuk tidak sinergi dengan para orangtua kami di masjid. Justru, kami juga mengusahakan adanya sinergisasi dengan berbagai elemen di masjid, dari mulai yang muda sampai yang lebih tua.

Namun memang, untuk sekarang ini, rasanya memang belum berjalan bersama-sama antara bapak-bapak (DKM), Ibu-ibu (Majelis Ta'lim) dan remajanya (KRIMA). Kesannya masih berjalan sendiri-sendiri, masing-masing. Ada kalanya kami memang dilibatkan, tapi rasanya masih sebatas event-event perayaan hari besar islam saja seperti idul adha (qurban) dan idul fitri. Secara keseharian, hmm, rasanya belum.

Dampaknya? Ini hanya pendapat pribadi, tapi contoh sederhananya, acara-acara tabligh akbar (atau pengajian/ceramah) seperti barusan, yang remajanya sangat sedikit. Padahal biasanya kumpul KRIMA kami cukup ramai. Entahlah, banyak faktor. Mungkin konten, mungkin format acara yang memang kurang pas dengan anak muda, atau mungkin faktor lain. Jadi peer besar juga bagi kami.

Mari saya tunjukkan suatu hal yang mendasari perkataan saya di atas. Ini Cuma sebagai pembanding saja dari pengalaman saya beberapa pekan lalu

Jadi, saya menghadiri sebuah pengajian rutin di sebuah masjid di suatu tempat di daerah sumedang. Kalau saya boleh bilang, subhanallah. Ustadz penyajinya benar-benar mengkaji dan memahamkan pada warga, serta memberi contoh yang sangat aplikatif dan tepat sasaran.  Warga yang hadir cukup banyak dan dibawa secara interaktif. (saya kurang bisa mendeskripsikan lebih, harus datang langsung, serius).

Dan satu hal yang saya garisbawahi, penyedia logistik (macam infokus, dll) yang menyediakan itu anak-anak muda.

Selesai sampai disitu ceritanya
----------------------------------------

Kemudian pikiran saya melayang ingat yang di mesjid rumah.
Mau kapan ya semua generasi pemakmur masjid di al muhajirin benar-benar saling sinergi?
Selama ini DKM punya acara, Majelis Ta'lim punya acara, KRIMA punya acara masing-masing.

Misal : Pengajian DKM buat warga disiapkan oleh DKM secara konten, perlengkapan logistiknya disediakan yang muda-muda dan majelis ta'lim konsumsi mungkin?
Itu saja.

Itu saja sudah merupakan hal menyenangkan yang bisa dibayangkan dapat terjadi

Bismillah..
Suatu saat nanti titik-titik itu akan menjadi satu garis yang kokoh..


#bicarametode #masjidimpianku

Kamar,
6 Juli 2012

Friday, June 22, 2012

Menjadi diri sendiri


Jadilah dirimu sendiri. Jalani kehidupanmu sendiri. Tampaknya kau terlalu banyak melihat orang-orang hebat sehingga secara tak sadar berusaha menyerupai mereka. Mungkin kamu lupa, kamu memiliki kehebatanmu sendiri. Karakter dirimu sendiri.
– Khadijah Aulia

Thursday, June 21, 2012

Pulang Naik Bus Indramayu-Bandung :D

Harus saya akui, untuk hari kamis dan jumat besok tidak ada jadwal KP. Kenapa? Para penghuni laboratorium virologi Balitsa lagi pada kunjungan penelitian ke daerah Jawa Tengah. Otomatis pagi ini saya dan silat hanya absen ke sana, lantas pulang ke bandung.

Kali ini beda, setelah denger ada bus AC 5000 perak dari Indramayu ke Bandung yang lewat Cikole, darah saya mendidih (lebay) dan pengen pulang ke bandung naik itu. Rencananya Silat mau nebeng sama riksa (yang ternyata bareng koko levi).

Secara harga ngga jauh beda dengan naik angkot biasa

Jalur Angkot dari Balitsa sampe ledeng :
Cikole - St. Hall Lembang : 5000-6000 rupiah
Jalur Bus Indramayu sampe ledeng:
5000 (tadi ternyata 6000)

Tapi jadi punya pengalaman baru lah naik bus dari sini hehe.

Jadi bus ini biasanya memang lewat sekitar jam 8.10; 9.10; 10.10
2 kloter pertama udah ngga mungkin, jadi berharap banyak dapet kloter 3 yang jam 10.10

Alhamdulillah, sambil ditemenin silat, riksa, dan koko levi, jam 10.05 itu  bus nongol deh! Sambil teriak kegirangan (lebay) saya lari dan nyetop bus nya.

DADAH TEMAN!! MAKASI YAA UDAH MAU NUNGGUIN:D

DI DALAM BUS
Wah ternyata ga seenak yang dibayangkan. Bus sedang dalam keadaan penuh, otomatis penumpang baru ngga bisa duduk. Masih tetep berharap penumpangnya pada turun cepet, jadi bisa duduk. Hehe.

Bus nya ber-AC, ada tirainya, nyaman deh aslinya (apalagi kalo dapet kursii). Ukurannya kecil sih sebenernya. Lorongnya hanya bisa dilalui 1 orang atau 2 orang tapi sempit. Herannya sampe pengamen aja lagi riweuh begini masih sempet ngamen disini, mengiringi perjalanan sampai ke bandung.

Yak, 30 cm pengamen itu nyanyi di hadapan saya.
Ternyata sama sekali ngga romantis dinyanyiin begitu (yaiyalah)
(ada fotonya, ada rekaman suaranya kalo mau denger, minta aja ya hehe iseng)

BEBERAPA TIPS YANG KEPIKIRAN  
1. Waspada barang bawaan (dimanapun memang harus waspada. Apalagi kalo barang bawaannya banyak.) 
 2. Make it simple semua barang bawaan. Supaya ngga bikin repot diri kita juga siapapun yang ada di dalam situ, siapapun.
3. Penumpang perempuan yang dapet tempat, bisa nawarin perempuan yang baru naik untuk nyandar di kursinya. Ya, kadang suka canggung. Perempuan yang berdiri suka ngerasa ngga nyaman juga loh kalo berdiri deket banget sama laki-laki. Bener deh, was was. Jadi yuk, lebih perhatian lagi.  
4. Pakai baju yang nyaman dan ga bikin was-was juga. Meskipun udah terlindung dengan baju, rok dan kerudungan yang lebar buanget, biar bagaimanapun, perempuan pasti merasa was was. Ngga enak kalo diliatin. Beneran deh.
5. Harus nyiapin mental untuk berdiri terus selama perjalanan!:D

* * * * * * * * * * *
Mencoba sesuatu hal yang baru.
Saya sangat suka sekali dengan hal-hal  baru,
Tapi harus terus menyeimbangkan kesenangan dengan hal-hal lama yang menjadi rutinitas
:)


Di Hari kedelapanbelas KP
406,
21 Juni 2012
Dan sekarang harus packing keluar dari asrama :(

* * * * * * * * * * * 
dalam label angkotstory karena pengangkot ini lagi nyobain naik yang selain angkot hehe
maksa :D 

A'a Patrick yang Suka Bercanda


Hampir dua minggu disini. Saya sering sekali mengajak orang berkenalan. Tapi yang ini beda. Beliau bekerja membersihkan ruangan dengan sangat rajin. Menyapu, mengepel, mencuci jendela.. Sejak awal masuk, bahkan saya tidak mengajak berkenalan, saya juga heran.

Awal kemunculannya  tidak diduga, kejadiannya lucu dan aneh sekali.


Jadi saat itu lab Virologi sedang kosong, saya masih bertugas melakukan pencucian plat mikrotiter. Dalam suasana hening itu, tiba-tiba ada suara "Haa!" saya jelas kaget dan spontan menengokkan kepala ke arah sumber suara di belakang. Beberapa detik saja saya melihat sesosok laki laki mucul di jendela, dan kemudian seolah tenggelam (sepertinya jongkok hingga tidak kelihatan lagi di jendela). Saya kaget dan berharap sosok itu akan kembali muncul di jendela sambil tertawa bercanda. Namun tahukah? Dia tidak muncul lagi!

sedikit berdegup, dia masuk lewat pintu belakang, langsung muncul saja tanpa rasa apa-apa, sambil sembari mengepel.  Saya bersyukur. Tapi yang jadi aneh adalah karena, seharusnya setelah muncul di jendela, dia bisa dilihat sedang berjalan menuju pintu belakang. Baru kemudian muncul.
Tak tahu bagaimana.

Akhirnya di hari jumat ini kami berkenalan. Dan dia mengenalkan dirinya sebagai patrick. Saya iya iya aja, setengah percaya setengah tidak, karena selama ini saya pikir itu bukan namanya.

Ketika kami mau pulang, dia berkata TITI KAMAL yaa (belum tahu akronimnya)
wah, aa patrick suka bercanda rupanya.


Hari keduabelas dan keenambelas KP
15 & 19 Juni 2012
Hari ini tidak gabut, memang tidak ada yang bisa dilakukan, semua yang di lab sedang pergi. By the way, nama aslinya kang dadan (ato yayan ya?)
:)

Monday, June 18, 2012

Which One, Ibu Suri atau Ibu Peri?

Mungkin istilahnya, saya sedang dilanda dilemma. Kenyataan bahwa saya harus menjadi orang yang membina dan mengusahakan cara-cara yang tentunya bertujuan untuk dapat bersama-sama menjadi lebih baik.

Semakin lama saya semakin menyadari bahwa hidayah itu datangnya hanya dari Allah, sekeras apapun usaha kita mengubah seseorang menjadi lebih baik, tanpa ridha-Nya, bisa apa kita. Dan bilapun seseorang tersebut memang menjadi baik, buang sikap sombongmu, sekali lagi itu bukan karenamu.

Dalam membentuk suatu karakter, diperlukan manusia-manusia berkarakter kuat. Manusia-manusia yang yakin akan apa yang mereka bawa, dan optimis bahwa bersama mereka ada Allah yang senantiasa menolong. Mereka yang tidak mengharapkan apapun, selain ridha Allah.

Saya yakin tidak ada orang yang tidak mau punya karakter yang kuat, yang kokoh. Namun adakalanya ada saja orang yang mau-tidak-mau harus berada dalam posisi membina. Yang menjadi dilemma adalah bagaimana seharusnya dia memposisikan diri, dan bagaimana dia seharusnya bersikap.

Mungkin lebih nyaman menjadi seorang sosok yang "baik hati", seperti Ibu peri dalam kisah-kisah dongeng. Ibu peri baik hati ini menjadi idola binaannya. Tapi ibu peri dalam versi saya ini terlalu pleghmatis, mengikuti arus, mengikuti kemanapun binannya membawa. ibu peri ini ingin sekali dapat diterima dengan baik, karena memang unsur kedekatan lah yang dia sukai. Namun ia tercelup, bukan mencelup. Bahkan sampai "lupa" misi utamanya.  Terus berbincang kesana-kemari, tanpa kemudian punya kuasa lebih untuk mengarahkan.

Atau dengan menjadi sosok yang "jahat" mungkin lebih mudah? Seperti Ibu suri atau ibu tiri dalam kisah-kisah terdahulu. Kejam. Diktator. Toleransi rendah. Dengan begitu lebih mudah bukan mencapai tujuan? Setidaknya kali ini, tipe ini akan mencelup, bukan tercelup. Sebuah konsekuensi lain adalah, tipe ini tidak akan diterima dengan baik, barangkali hidupnya akan sengsara dibenci berbagai jenis orang. Ibu suri versi saya ini, sebenarnya punya maksud baik, tapi terpaksa untuk menjadi terlihat jahat.

Dua contoh diatas memang ekstrim, dan segala yang berlebihan memang tidak baik. Bagaimana menyusun keduanya menjadi paduan yang baik, merupakan suatu kemampuan yang patut disyukuri.

Namun dalam urusan akhirat di dunia yang singkat ini, saya lebih memilih jadi ibu suri  tapi membawa mereka ke surga, daripada menjadi ibu peri yang tak sadar malah membawa mereka menjauh dari surga.

Wallahu 'alam
image source: http://osmd.wordpress.com/2012/03/06/dilema/
 
* * * * * * * * * * * * *
Lintasan pikiran seusai isya tadi.
Ya Allah, kuatkan.


Di hari kelimabelas KP
Cikole, 18 Juni 2012

Sunday, June 17, 2012

barakallaah teh ichan :)

Reuni beberapa Geng Ninja n Friends pada Walimahan Teh Ihsania dan Kang Khairurrozi
Sabtu, 16 Juni 2012
Baarakallaahu laka, wa baarakallahu ‘alaika, wa jama’a bainakuma fii khaiir.
Semoga Allah karuniakan barakah kepadamu dan semoga Ia limpahkan barakah atasmu, dan semoga Ia himpun kalian berdua dalam kebaikan.”


:')

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...