Sunday, September 9, 2012

Al-Lahab. Kisah Awal (part 1)


Biasanya kalau orang punya kebiasaan tertentu, biasanya sih ada alasannya. Ada hal-hal yang melatarbelakangi suatu hal yang biasa dia lakukan berulang. Namun entah kenapa dan sejak kapan saya ngga tahu, kenapa seringnya setiap shalat, surat pendek yang saya baca adalah surat Al-Lahab (111:1-5). 
Padahal kondisinya, saya belum paham isinya, dan juga ngga ada kesan tersendiri dari surat ini. Mungkin saya lupa, atau mungkin karena dulu inget pas belajar qalqalah, di surat ini kan cukup banyak.

Sambil iseng saya baca tafsir kontemporer nya ustadz aam, bahkan saya baru ngeh kalo arti dari Al-Lahab itu gejolak api. Jadi pesan surat ini adalah ancaman kebinasaan bagi orang-orang yang menghalang-halangi jalan kebenaran kayak yang dilakuin Abu Lahab dan Istrinya.

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
  1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sungguh ia akan binasa
  1. Tidaklah berfaedah harta benda dan apa yang diusahakannya
  1. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak
  1. Dan begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar
  1. Yang di lehernya ada tali dari sabut

Jadi riwayat turunnya surat ini ketika Rasul diperintah Allah untuk memberi peringatan kepada kerabat yang terdekat, dalam hal ini kabilah Quraisy. Jadi semua anggota kabilah quraisy diundang datang oleh Rasul di bukit Shafa.

Semuanya pada ngga mau kelewatan, penasaran ingin tahu (kepo gitu, jadi kalau ngga hadir pasti ngirim utusan.) Nah dari semua yang hadir, Abu Lahab (Abdul Uzza bin Abdul Muthalib) termasuk salah satu yang hadir.

Dahsyatnya integritas Rasulullah yang tak pernah berbohong, ketika rasul mengandaikan bila ada pasukan berkuda yang akan menyerang saat ini, semua yang hadir mempercayainya.
"Bagaimana pendapat kalian, sekiranya aku mengatakan bahwa ada pasukan berkuda  di balik lembah ini yang berniat menyerbu. Apakah kalian akan mempercayaiku?" Jawab mereka, "Ya, kami percaya, engkau orang yang paling jujur diantara kami."

Kemudian rasul melanjutkan,
"Ketahuilah bahwa aku memperingatkan akan datangnya azab yang pedih apabila kalian tidak beriman kepadaku."

Nah disini ini Abu Lahab motong pembicaraan, dan surat Al-Lahab turun sebagai jawaban (laknat) terhadap keangkuhan Abu Lahab
"Binasa kamu! Apakah hanya untuk ini kamu mengumpulkan kami semua?"

Tak terbayang, keluarga sendiri, tidak mendukung yang kita bawa, bahwa menjadi orang pertama yang menghalang-halangi!

Wallahu'alam
Nanti di lanjut lagi ya :)

Referensi :
Amiruddin, Aam. 2004. Tafsir Al-Qur'an Kontemporer  Juz amma Jilid 1. Bandung : Khazanah Intelektual

No comments:

Post a Comment