Thursday, July 25, 2013

siapkanlah


Ketika datang yang hendak bermaksud baik padamu, persoalannya adalah bukan siapa dia, tapi bagaimana kesiapanmu.

Kamis, 25 Juli 2013
06:21

ya, hari ini rasanya cukup nano-nano :)

Tuesday, July 23, 2013

Caca's Giraffe-doll makeover!



Ini yang pernah bikin caca ngga mau tidur sampe jam 1 malem.
Katanya mau bikin baju berbie.

Caca  (C): Tante Fya, mau bikin baju berbie
Saya (S) : Baju berbie buat apa?
C : Ya buat berbie. 
S : Sok atuh, berbie nya mana?
C : Ngga ada
S : Loh nanti ga sesuai ukurannya.
C : Ya udah atuh buat ini aja (boneka jerapah)
S : Haah??
C : Iya benerrr.  Kan bisa dijual.
S : Katanya mau bikin baju berbie. Ya nanti ukuran baju jerapah nya beda sama yang punya temen caca
C : Iya udah gapapaa.
S : *Diem* Yaudah hayu..

Kreatifnyaaaaaa!! :D :D

Sunday, July 7, 2013

Do'a Berbuka Puasa yang Shahih



Do'a berbuka puasa yang shahih.
Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah.
“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.”

Dari hadits :
Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ… »
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau berbuka, beliau membaca: “Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…” (HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani).

Tata cara berbuka setelah mendengar adzan:
  1. Membaca basmallah
  2. Berbuka dengan kurma/ air putih
  3. Membaca do'a diatas :)

Jangan lupa, ketika puasa, doa kita diijabah Allah. Perbanyak berdo'a ya, insya Allah. Semoga kita termasuk orang-orang yang yakin pada setiap janji Allah :)

sumber kajian: http://www.konsultasisyariah.com/doa-sahih-berbuka-puasa/
Hak cipta gambar karakter 2 orang : karyajonos@gmail.com
 
:)

cacaica's puppetshow



Puppet show buatan caca yang dibantu ica. Dibuat dari kertas yang digambarin, lem, dan lidi.
Yeay! Kreatif nyaaa :D

#support persiapan sanlat ramadhan KRIMA 1434 :)

Friday, July 5, 2013

belajar dari hati yang merunduk

Teruntukmu Rasul Allah, izinkan kami belajar darimu wahai hati yang merunduk. Bahwa jika diri merasa besar, kami harus memeriksa hati. Mungkin ia sedang bengkak. Jika diri merasa suci, kami harus memeriksa jiwa. Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani. Jika diri merasa tinggi, kami harus memeriksa batin. Mungkin ia sedang melayang kehilangan pijakan. Dan jika diri merasa wangi, kami harus memeriksa niat. Mungkin itu asap dari ‘amal shalih yang hangus dibakar riya’.
Shalawat dan salam bagimu duhai Nabi yang rendah hati; yang terpuji di langit dan bumi.
--Salim A. Fillah

Monday, July 1, 2013

prasangka dan gerak

Berprasangka baik pada tuhan, menurutku kini sebuah harga mati. Sudah lelah aku terus berprasangka buruk pada Nya. Buruknya prasangka tidak akan melahirkan apa-apa kecuali berkaratnya hati. Tak perlu kau repot-repot membuktikan, terlalu nyata buktinya sampai-sampai aku menyesalinya.

Prasangka itu letaknya disini (hati), ia akan meaningfull setelah bertransformasi menjadi sebuah gerak.

"Dan tidak ada satupun makhluk bergerak (bernyawa ) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)."
(Terjemah Quran Surat Hud 11:6)


Untuk tafsir sebenar-benarnya, silakan lebih giat mencari. Ini hanya upaya pengikatan makna dan hikmah. Ini kebenaran qur'an, ketika ragu berarti meragukan kebenaran qur'an, ya kan? Ketika meragukan kebenaran qur'an, berarti ragu sama Allah dong?
Yah semoga kita termasuk orang orang yang ngga ragu sama Allah, minimal berupaya sekuat tenaga untuk yakin sama Allah.

Gerak!

***

Jadi ingat waktu pemira KM ITB 2013 yang rame kemarin. Yang #yukbergerak #melukisindonesia itu. Gerakan kita memang harus didasari pada suatu yang hakiki, toh?

Yah setidaknya nambah pemaknaan saya tentang "bergerak"
hehe

Kebon bibit, 26 Juni 2013

orang sukses?

Aku selalu takjub pada orang-orang seperti mereka. Yang senantiasa berupaya ingin menjadi semakin baik setiap saat. Mereka yang dapat mensyukuri segala proses yang harus dilalui, hingga suatu saat nanti -entah kapan- bisa menuai hasilnya.

Mungkin itulah kenapa orang-orang sukses adalah orang yang sabar dengan proses, yang menghargai proses.

Kau tahu, banyak dari kita terus beralasan untuk tidak mencapai sebuah keberhasilan. Jangan tanya padaku tentang sebuah kesuksesan, karena aku belum tahu, aku sadar bahwa aku belum menjadi orang yang sabar.

Ia sama sepertiku, seperti mereka, seperti kamu yang sama sekali tidak punya jaminan akan punya masa depan seperti apa. Kurasa ia hanya terus istiqamah dengan proses yang harus ia lewati. Jangan tanya padaku lagi tentang istiqamah, karena begitu senangnya aku lari dari masalah.

Rome wasn't build one night, right?

Kebon bibit, 26 Juni 2013

kok istighfar?

Hikmah dari kisah hasan al-bashri (bukan khilafah), seorang ulama besar yang luar biasa. Karena keilmuan yang luar biasa, ia sering ditanyai masyarakat mengenai solusi dari permasalahannya. Suatu hari, datang 4 orang yang mewakili 4 kelompok masyarakat menanyakan solusi dari permasalahan masing-masing.

Orang pertama adalah seorang pedagang, ia mengadukan bahwa bertahun-tahun melakukan perniagaan tetapi tidak untung, malah selalu rugi.
Orang kedua merupakan seorang petani yang bertahun-tahun menanam tapi selalu rugi.
Orang ketiga adalah pemilik tanah yang luas, tanahnya kering tidak ada air dan tidak bisa ditanami apapun.
Orang keempat adalah pemuda yang sudah bertahun-tahun menikah namun belum juga dikaruniai keturunan.

Setelah berpikir matang-matang, jawaban beliau adalah : perbanyak istighfar.

****
Sekarang bayangkan kalau kalian lagi mumet punya masalah ini itu, terus curhat sama orang berharap dikasih solusi yang tokcer, dan hanya dikasi jawaban : perbanyak istighfar. Mungkin kalo lagi ga waras kita cuma bisa bengong dan berpikir, "yaelaaah gitu doang mah tau, mana solusinya? Ga nyambung."

****

Kira-kira begitulah yang terjadi pada kisah di atas. Mereka semua protes (walau redaksinya ga alaylebay kaya gitu)

Hasan Al-Bashri melanjutkan, "Itu bukan jawabanku, itu jawaban Nabi Nuh."
"… Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu."
(Terjemah Qur'an Surat Nuh 71:10-12)

****

Kayanya ga puas gitu ya kalo jawabannya "Cuma" istighfar.
Manusia itu dengan otak dan pemikirannya yang canggih bisa punya solusi macem-macem. Tapi kan ga semua masalah bisa dipecahkan dengan logika, toh?
Ngerasa kan?

Nah sekarang peer nya, gimana isighfarnya bisa bener-bener di hayatin
T_T

Kebon bibit, 26 Juni 2013
Oleh-oleh pengajian butterfly

Thursday, June 27, 2013

ketika hati..


Harus kita akui, terkadang kita merasa hati kita sedang mengeras, atau apapun sebutannya.
Ketahuilah, mengerasnya hati tidak terjadi dengan hanya semalam, melunaknya hatipun juga terjadi melalui proses yang panjang.
Maka ketika kita diberi kesadaran, segeralah bertaubat. Antara kita dan tuhan tidak ada hijab, dosa-dosalah yang membuat hati ini terhijab. Perbanyak beristighfar. Jangan heran bila pada awalnya masih terasa hambar. Proses ini bisa jadi tidak sebentar, perlu bersabar.

Kebon bibit, 26 juni 2013
Oleh-oleh pengajian butterfly kemaren

klik:

TA : topik yang bikin heran


Pernah ga sih ketika kamu udah dalam proses ngelakuin sesuatu, kemudian galau dan berpikir bahwa 'sebenernya yang kulakuin itu penting ga sih?'

Dalam kasus ini, tentang topik tugas akhir.
Dulu waktu saya sedang berapi-api, punya pikiran bahwa TA saya ini harus yang aplikatif, bermanfaat dahsyat buat para penduduk bumi. Berpikir harus spektakuler, dan gak mau sama yang 'Cuma gitu doang'.
Objek penelitian tentu harus cari yang berpotensi tinggi. Dalam kasus saya opsinya makhluk hidup ,fokusnya tumbuhan. Something yang dia mengandung metabolit apa lah, potensi obat apa lah, harga jual menjanjikan lah, secara fisik juga menarik lah, pokonya yang semua wah.

Ketika idealisme luntur, dikejar waktu atau senjata andalan orang pleghmatis macam saya "yaudahlah- itu-aja" maka pikiran tentang hal-hal spektakuler tadi seperti ditelan bumi.

***

Di suatu sore yang kelabu di dalam rumah kaca. Tiba-tiba bapak datang. Sebelumnya sempat telepon sih, katanya habis dari IOM.

Saya lagi ngurusin si salvinia, nyiapin buat tahap perlakuan logam berat tea.
Terus bapak saya bilang sambil bercanda,
"kalau kamu yang beginian dirawat ya, sama bapak mah yang begini dibuang."

Haha. jleb --___--
Tapi ga diambil hati kok :D
Lucu aja.
Emang ni taneman hama di sawah. Invasive dan jadi masalah besar di banyak negara. Hihi. Terus heran kenapa si gue malah ngambil topik itu
hehe

Sabar. Namanya penelitian mah kan mengungkap apa yang terjadi di alam. Kalau pun ga komersil, ga spektakuler, ga papa. Bukan itu kan tujuannya. Namanya juga belajar. Mudah-mudahan niatnya bener dan pasti ada manfaatnya :)

Yeay!
\(^o^)9
Sekitar pertengahan juni 2013



TA : jangan mengamit-amiti sesuatu


"Jangan mengamit-amiti sesuatu, jah!"
 (Arsyitamiyanti, 2013)

Kutipan itu keluar saat lagi nemenin tami nge spektro di fistum
Jadi ceritanya, dulu saya pernah trauma ngga mau kerja pake alat spektrofotometri. Simpel sih, karena datanya berupa angka absorbansi atau transmittan yang -begitulah karena sayanya yang ga ahli sebenernya-  faktor pengacaunya bisa macem-macem.

Dan ternyata TA saya semuanya datanya pake spektro -_-
Haha

Semangat deh ! :D
#akan running TA edisi 2 insyaallah!
Lab Fistum, 20 juni 2013

TA : Aku kembali dengan cinta!


Masih sepagi ini aku sudah nyawah. Bukannya aku sekarang jadi bu tani. Pagi ini aku mesti hunting kayambang untuk nge-running TA ku sequel 2, karena yang sebelumnya ada sesuatu kesalahan. Hmhmh

By the way, lokasinya di daerah Sapan, dekat derwati. Tahu? Kalau ngga salah hampir kabupaten bandung. Aku berangkat ditemani bapak. Sebelumnya bapak yang udah survey kesana.

***

Dulu saya pikir saya akan terus melalui Tugas akhir dengan tanpa bantuan orangtua. Kalau dana dan doa dari mereka mah iya terus, insyaallah. Hehe. Aku emang ga pernah konsultasi apa-apa sama bapak mamah terkait ini.

Tapi segala kegundahan (halah -_-) saya yang pakujut tentang TA ini, awalnya aku ngga yakin untuk minta bantuan orangtua, atau siapapun.

Karena terdesak oleh kebutuhan, dan kalau minta jasa orang lain buat nyariin bakal keluar duit lagi, akhirnya aku beraniin diri buat ngomong jujur sama bapak, minta ditemenin buat nyari taneman.
(parah banget begini aja ga berani -_-)

***

19 Juni 2013


 selokan sawah nya


 kondisi sawahnya. belum ditanamin padi. gundukan hijau itu geng pistia, lemna dan salvinia
 ah, this is my father <3

:")
 *dan judulnya alay*

TA : sekarang sudah juni


Kalau boleh diakui, sangat jarang saya menulis tentang tugas akhir.
Alasannya kenapa, mungkin suatu saat akan saya ungkapkan :) hehe

Juni, Juli, Agustus, September, Oktober..

Ingin mengucapkan selamat kepada teman biologi dan mikrobiologi 2009 yang sudah selesai sidang dan sedang menunggu masa wisuda sambil revisi :)

Barakallah :)


11 Juni 2013












Thursday, June 20, 2013

segumpal daging

“Ketahuilah, bahwa di dalam jasad manusia terdapat segumpal daging. 
Jika ia baik maka baik pula seluruh jasadnya, dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu ialah Hati.” (HR. Al-Bukhari)


Ah hati..
Apa kabar? 

:')

Tuesday, June 11, 2013

percakapan paling aneh para 'debusers'

Percakapan paling aneh yang pernah saya denger antara ira sama barbar waktu kita di rumah kaca

pernah nyobain karet ga?
kayu?
pulpen?
tinta pulpen?

genteng?
kutek?

pasir?
genteng?
Ayam mentah?
Cat tembok?
Beras?
Spidol?
Sendal?
Sepatu?
 

****
Mereka ini personil debus apa ya -_-
hehehe
 
4 Juni 2013
Rumeh kece (rumah kaca)

Friday, May 31, 2013

Bincang Jurnalis Bergizi dengan Pak Budhiana

Ini dia!
Kalau di film-film kartun, tiba-tiba ada lampu bohlam nyala di atas kepala :)

Aku benar-benar bersyukur atas pilihanku untuk mengikuti forum ini. Setelah bernostalgia main gagarudaan ada lima bareng dengan teman-teman salman media, kami, para SUJU (Supporting Journalist hehe), berkesempatan untuk berdiskusi dan makan siang (baca: ditraktir hehe) sama Pak Budhiana Kartawijaya (Dewan Pembina). Pak Budhiana ini Pimred Pikiran Rakyat.

Bismillah..

* * *

Pada kesempatan kali ini, Pak Budhiana menceritakan hal-hal yang kaya gizi dan nutrisi! Diawali dengan pertanyaan, "mengapa mesti ada Suju?". Supporting journalist dari tiap unit di salman ini bukan sekedar "membantu" tim salman media dalam memberikan berita-berita, melainkan mendukung visi besar mengenai  Salman Cyber Mosque. Apa yang ada dalam pikiran kalian mendengar kata Salman Cyber Mosque ? Fokus intinya bukan pada semua komputerisasi, dll semacam itu. Tapi bagaimana salman bisa berbagi, menginspirasi dan mendorong masyarakat supaya produktif di IT.

Di era informasi ini, insan jurnalis diharapkan menjadi Prosumen. Apa itu Prosumen? Kalau yang kutangkap dari beliau, Prosumen adalah kombinasi dari Produsen dan Konsumen. Dimana kita tidak hanya sekedar menerima lalu lintas informasi yang ada, tapi juga dapat mengolahnya dengan baik, serta memproduksi informasi yang bermanfaat.

Alasan yang kedua, salman sebagai pengguna dana titipan umat, dana publik. Tahu sendiri kan, banyak donatur yang mempercayakan rezekinya lewat salman? Nah sebagai lembaga yang amanah, tentu segala pelaporan harus dilakukan. Pak Budhi menjelaskan, selama ini pelaporan dilakukan ke akuntan. Dalam laporan teknis semacam itu, tidak semua pihak akan mengerti, kan? Maka, laporan kepada publik harus berbentuk soft language, artinya dengan bahasa-bahasa yang lebih mudah dipahami siapapun, dalam hal ini reportase berita-berita kegiatan. Selama ini, masih banyak orang menganggap pemberitaan media itu sunnah, padahal wajib. Itu bentuk pertanggungjawaban terhadap publik.

Kau tahu? Sebelum media salman didirikan, orang-orang curiga dengan salman. Salman di cap ekstrimis-lah, teroris-lah, dll. Kenapa? Mungkin karena itu, pelaporan publiknya belum gencar, karena belum produktif membuat informasi-informasinya. Setelah mulai concern pada media, bahkan salman sempat loh menarik perhatian Monash University dan Kedutaan Amerika.

"Kalau kita tidak bermedia, 
kita akan didefinisikan orang lain."
-- Budhiana Kartawijaya

Setelah ini, kita tidak pernah tahu, akan terus menjadi wartawan beneran, wartawan freelance (nge-blog pribadi), atau bahkan tidak sama sekali. Tapi, menjadi jurnalis itu melatih kepekaan kita terhadap lingkungan. Ada hal-hal kecil yang biasa namun bisa dipandang sebagai sesuatu yang luar biasa. Contoh sederhana saja, mungkin sangat biasa bagi kita melihat ada kopi dan teh yang disediakan gratis di salman, karena kita memang sudah terbiasa melihatnya sepanjang hari. Tapi,bila hal "biasa" itu kita publikasikan, mungkin bisa menjadi inspirasi untuk masjid-masjid lain, dan itu bermanfaat, bukan?
Contoh lainnya, para karyawan di salman yang bertugas merapikan dan menjaga sepatu-sepatu kita. Tidak semua orang cukup peka untuk menyadarinya atau sekedar menyatakan "maaf", atau "terimakasih". Ketika jurnalis mengangkat hal itu, orang yang membaca mungkin jadi lebih sadar dan lebih menghargai mereka, ya kan?
 
Pak budhiana menyorot sedikit mengenai kesalahan yang kadang ada pada pers mahasiswa. Yang pertama, ikut "nimbrung" dengan permasalahan dunia (isu global), namun tidak membahas implikasinya  pada lingkungan sekitarnya. Kalau begini saja, mungkin beritanya akan kalah dengan media-media yang sudah lebih mendalam. Sangat baik membahas permasalahan global, mahasiswa seharusnya memang peduli seperti itu, namun sebaiknya isu global yang ada dicari implikasi terhadap lingkungan sekitarnya.
Kesalahan kedua terkadang diisi oleh pengasuh yang ngarang membuat opini. Sebaiknya reportase, jadi dapat menggambarkan apa yang terjadi sebenarnya.

Sebagai penutup pak budhiana menjelaskan bahwa reportase tidak harus selalu dari hal besar. Reportase itu memaknai sesuatu. Jurnalistik itu intinya bercerita tentang manusia. Kalaupun berfokus pada suatu objek, tetap memaknainya dengan keberadaan manusia. Jurnalistik itu pengayaan batin terhadap kemanusiaan. Jurnalistik dapat menjadikan semua hal itu penting, tergantung dari sisi mana kita memandang.

* * *

Setelah itu kami ke WS DU tapi lagi tutup (pengajian euy katanya), dan akhirnya ke simpang raya dago :9
Horeee :D

FYI: Hal menarik dari beliau, beliau suka jus wortel, katanya di kantor juga suka ngemil wortel. Hihi. Sehat bener cemilannya hehe :D

Sunday, May 26, 2013

Reading Lights The Second Hand Bookshop

 


Reading Lights 

(the 2nd hand book shop & the coffee corner)

Jl. Siliwangi No. 16
Bandung Regency, West Java 
Phone +62 22 2036515

my first picman random spot of the week*
yeay! tempat ini direkomendasikan oleh tristi, sehabis belajar ngeliput acara nikah massal di salman.

tempatnya enak, nyaman, pencahayaan bagus, koleksi buku-buku impor yang bisa dibaca di tempat dan dibeli (berbahasa inggris berro hehe), makanan macem2 yang bisa dipesan, lagu yang enakeun (yang gaul-gaul classic gitu lah. saya gatau apa sebutannya, hehe)

Toilet dan musholla di lantai 2.

seru juga kalau suatu saat punya bookshop semacam ini. pengunjung bisa baca sepuasnya, sambil pesen makan. yeay! insyaallah :)

* * *
 
HOW-TO-GET-THERE:
naik angkot caheum ledeng dari ITB, turun sebelum pertigaan yang belok ke arah cihampelas atau ciumbuleuit.


* * *

*) istilah hanya diketahui oleh penulis hehe
yak laporan selesai! :D

Tunggu! Saya Juga Seniman!


"Tunggu! Saya juga seniman!"
Jawaban menakutkan yang mungkin terdengar,
"Bagaimana kau tahu?"
Tentunya seorang seniman baru tidak akan pernah tahu.
Hanya ada impian, perasaan, dorongan, hasrat.
Jarang sekali ada bukti nyata, tetapi impian itu terus membumbung.

--Julia Cameron, Meniru Kreativitas Tuhan--

Cerpen Dramatis Ironis : Mahasiswa dalam penantian beasiswa



Langkah kakinya berat, pikiran gadis itu melayang, matanya nanar menatap uang di dompetnya yang tinggal selembar. Wajah pangeran antasari dalam uang 2000 rupiah itu hanya dapat menatapnya datar, tentu tak bisa menggandakan diri seperti harapannya.

Baru akhir-akhir ini rasanya  ia merasakan kesulitan finansial. Bukan, bukan, orangtua gadis itu tidak tiba-tiba jatuh miskin. Keluargapun bukan kaya raya, tidak bisa juga dibilang miskin, biasa saja. Walaupun orangtuanya sudah pensiun, alhamdulillah keluarga selalu berkecukupan. Sang gadis pun hampir selalu bisa mengatur keuangannya dalam kesempitan. Kali ini lain, mungkin memang sedang banyak pengeluaran, tugas akhir pendidikannya kini juga butuh biaya, dan ternyata orangtua di rumahnya juga emmang sedang sulit biaya.

Hidup dalam zona nyaman, Rahma, panggilan akrabnya, merasa tidak ada yang perlu diperjuangkan. Bisa makan sehari tiga kali, kadang berlebihan bisa buat jajan atau membeli buku untuk hobi baca-tulisnya. Selain dari orangtua, rahma juga bekerja sebagai pengajar privat, lumayan untuk tambahan. Amal sedekahnyapun tak ada yang istimewa, ia tak pernah secara sengaja merencanakan amalan yang satu ini.

Mendadak rahma rajin sekali berkunjung ke mesin ATM. Saldonya tetap tak berubah.
Harapannya hanya satu, uang beasiswa segera turun. Haha! Dari 8 semester perkuliahan, ini kali kedua ia mengajukan beasiswa dan dapat. Tak seberapa, tapi saat ini menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu karena ia benar-benar tak punya uang.

****

Dalam perjalanannya, lamunan Rahma dibuyarkan, seketika  pengamen cilik menghampirinya.
"Eh, teteh!"ujarnya. Rahma mengenalinya, Erna namanya. S enyum mengembang dengan mata kecilnya yang berbinar. Pengamen cilik itu sering berganti-ganti profesi. Kadang mengamen, kadang berjualan keripik, kadang berjualan es atau kadang hanya sekedar bermain disekitaran taman.

"Eh erna, lagi apa disini?", tanya Rahma penasaran

"ini ingin beli batu batere, teh! Buat mobil-mobilan adik!"

Rahma terdiam, ingat uangnya yang kini sangat minim. Membayangkan bila sisa uangnya harus dibelikan baterai, mungkin setelah itu hanya akan punya 3 koin seratusan.
"Yaudah sini sama teteh aja ya, si ade mana?"

"Adek lagi di taman. Makasih ya teh!"

Cess.. Ada kesejukan di dadanya. Lama nian hatinya tak merasa begini. Memberi di saat sulit memang sangat sulit, namun janji Allah tak pernah salah. Ketenangan bathin jadi kekayaan tersendiri yang tak dapat dibayar  dengan apapun.

****

Ada yang salah ketika ia berharap rezeki datang dari beasiswa. Selama ini ia tak pernah benar-benar meminta pada Tuhan. Selama ini, rezeki yang datang padanya semata-mata kebaikan Tuhan. Ketika ia tak pernah meminta, sangat mungkin ia jadi tak pernah bersyukur atas apa yang dimilikinya. Walau tuhan tak pernah pelit atau lupa, Tuhan selalu tahu bagaimana cara mengingatkan hambaNya.

Rezeki apapun datang atas kehendak-Nya. Rahma memikirkan ulang pada apakah ia menggantungkan harapannya, apakah pada pemberi beasiswa ? Bukankah seharusnya ia hanya berharap pada pemilik langit bumi dan seisinya yang Maha Kaya dan Maha Pemurah itu?
Ingat dalam setiap rezeki ada hak orang lain yang harus ditunaikan. Bukan hanya sekedar untuk menolong orang, tapi karena Tuhan yang menyuruhmu berbuat baik seperti itu.

Kini rahma tak punya uang sepeser pun, namun langkahnya kini semakin ringan :)


Hajah Sofyamarwa
Rabu, 8 Mei 2013

 ___
Based on true story.
Lama banget ga buat dan baca cerpen, sampai lupa gimana seharusnya. hehe

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...