Saturday, February 4, 2017

Materi #2 Menjadi ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga (Matrikulasi IIP Batch 3)

KELAS MATRIKULASI BATCH 3

INSTITUT IBU PROFESIONAL – _Bandung 1_*

 

☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘

 

*```Resume Materi Sesi #2```*

 

MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA

Selasa, 31 Januari 2017

 

Fasilitator : Wiwik Wulansari, Ismi Fauziah

Ketua Kelas : Derini Handayani

Koord. Mingguan : Ziyana Nur Hida

 

_Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional_

 

Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #3? Pekan ini kita akan belajar bersama 
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?

APA ITU IBU PROFESIONAL?

Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --; 
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang : 

a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?

Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. .Meningkatkan rasa percaya diri ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?

Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya

b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.

c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya

d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?

“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”

Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka. 

Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan

Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto

Salam Ibu Profesional

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

SUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015
https://youtu.be/hmLVcXK658Y

☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘

 

*```Resume Tanya Jawab Sesi #2```*

 

Pertanyaan 1.  Teh Gina Mardiati

Bagaimana memaksimalkan peran kita menjadi ibu profesional? 
sedangkan saya masih bekerja di ranah publik (rumah sakit dng pola kerja 3 shift) Saya memang sudah memiliki niat untuk resign. Tapi, terlalu banyak kekhawatiran saya. Misal, finansial, psikis saya setelah resign, memberi pengertian kepada keluarga, dll..

Jawaban :

 Di ibu profesional semua ibu adalah bekerja. ada yang bekerja di ranah publik dan domestik. jika teteh akan memutuskan resign, dan memilih bekerja di ranah domestik, maka yakinlah kunci rezeki itu baik satu maupun dua pintu hasilnya tetap sama. dan mulai petakan tantangan apa saja yg akan dihadapi beserta langkah menghadapinya. jika niat kita kuat dan yakin, insyaAllah jalannya akan terbuka ✅
jawaban tambahan:
karena sejatinya semua ibu adalah bekerja. ibu bekerja ranah publik harus punya energi double garda, jangan sampai dirumah mendapat sisa2. maka anggaplah sedang bermain peran, ketika pulanh ke rumah, ini stage baru, segera mandi menyegarkan diri dan bersiap bermain bersama anak, mendengarkan ceritanya, dst ✅

Pertanyaan 2.  Prita Annisa Utami

Masa emas anak adalah 0-3 tahun. Dimana kita harus mengerahkan 'segalanya' untuk anak, full untuk anak. Juga berkaitan dengan empat hal yg dimiliki anak, kalau ada yang menurun kualitasnya, maka letak kesalahannya ada pada ibunya, yang tentu saja membersamainya.

Lalu bagaimana kalau kita merasa kurang full, sedangkan anak sudah lewat usia 3 tahun misalnya. Adakah cara untuk memperbaiki masa emasnya?

Jawaban :

 Pertama, jangan menyalahkan diri sendiri. kaca spion untuk dilihat sesekali bukan selalu dipandangi. tentu bisa teteh insyaAllah, karena sejatinya golden age itu adalah seumur hidup kita. buktinya teteh ada di matrikulasi ini  hak kita adalah berubah dan hak Allah adalah mengubah. tidak ada kata terlambat jika kita memulainya dengan langkah pertama ✅

Pertanyaan 3.  Teh Andam 

Indikator keberhasilan Ibu Professional adalah menjadi kebanggaan keluarga. Jika berkenaan dengan tahapan bunda sayang, bagaimana agar kita mampu membuat komunikasi yang produktif terhadap anak anak sehingga dalam interaksi ibu dan anak setiap harinya dapat berjalan harmonis sesuai apa yang menjadi tujuan?

Jawaban :

Lebih lengkapnya nanti ada di materi bunda sayang komunikasi produktif setelah matrikulasi. ada tantangan 10harinya juga lho.. kuncinya: harus satu level dengan anak.
for Teh things to change i must change first. dan i'm responsible for my communication result ✅

Pertanyaan 4.  Teh Nopi Rahmawati

Setelah membaca materi 2 ini, dan sy reviewe ttg NHW1 sy, kok sepertinya sy langsung loncat ke tahapan 3 (bunda produktif). Apakah mungkin tahapannya bisa diloncati? Atau sy harus fokus ke tahapan bunda sayang dl? Dan apakah berarti sy harus merubah NHW1 sy, sehingga berkaitan dg tahapan bunda sayang?Mohon pencerahannya ya tth, masih bingung krn tugas NHWnya pasti saling berkaitan.

Jawaban :

Pijakan awal di ibu profesional memang menguatkan bunda sayang, ilmu dasar mendidik anak, agar nanti saat waktunya kita produktif, anak tdk keteteran.. apakah harus mengubah nhw 1? simak terus materi dan nhw selanjutnya yaa..

prinsipnya apapun yang menjadi ranah suka-bisa / passion kita, tetap libatkan anak didalamnya.✅

Pertanyaan 5. Dea Fadhila

1. Tahapan menjadi ibu profesional itu bunda sayang, bunda cekatan, bunda profesional kemudian bunda solehah.. Teh wiwik yang mau saya tanyakan tahapan tersebut haruskah berurutan untuk mendapatkan hasil maksimal di universitas kehidupan ini? 
2. Apabila keadaan dirumah baru diamanahi suami yang harus di urus, bolehkah loncat ke bunda cekatan lalu bunda produktif teh? 

Jawaban :

Dear teh Dea, tahapan ini adalah proses perjalanan ibu septi. ibu sudah membuktikan, bahwa bersungguh-sungguh mendidik anak, cekatan didalam rumah maka rezeki itu / produktif menghampiri, selanjutnya ibu berbagi ilmu tersebut sehingga mjd bunda shaleha (bermanfaat). saya sendiri masih jatuh bangun mengaplikasikan bun-bun itu, tapi yang saya rasakan tahapan itu memang sejalan, sekarang saya bisa produktif hanya karena ingin memenuhi kebutuhan anak-anak saya dengan lahirnya @temanmain.bdg dan playdate@homesweethome.

bagi yang belum memiliki anak, memang bisa loncat ke bunda cekatan dst.✅

Pertanyaan 6. Teh Witri Khotimah

1. Bagi sebagian masyarakat umum, ibu yang dipandang hebat adalah ibu yg bisa mengurus rumah tangga dan sukses dalam karirnya. Lalu bagaimana kita menyikapi pemikiran2 tersebut dimana terkadang menjadi irt dipandang sebelah mata dan kurang dihargai?

2. Dalam menjadi ibu profesional, haruskah kita melewati 4 tahap tsb secara berurutan? Bagaimana jika tidak dilakukan secara berurutan, apakah bisa? adakah pengaruhnya?

Jawaban :

Dear teh witri, utk no.1 afirmasikan: cancel cancel go away.. fokus menjadi ibu kebanggaan keluarga..berikan penghargaan kepada diri sendiri. karena kita tdk perlu penghargaan dan pandangan orang lain, cukup anak dan suami yang menjadi indikator kesuksesan kita ✅
no.2 lihat jwban sebelumnya.

Pertanyaan 7.  Teh Nafsa Karima

1. Ada 4 tahapan menjadi ibu profesional (bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif, bunda soleha) disebutkan bahwa disetiap tahap ada ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu. Nah apakah ilmu-ilmu dalam setiap tahapan tersebut akan kami pelajari di kelas matrikulasi ini?

2. Setelah lulus dari kelas matrikulasi ini (aamiin) apakah kami akan naik tingkat menjadi bunda sayang? Dan adakah program seperti kulwap ini di bunda sayang? Seperti itu hingga akhirnya sampai di bunda soleha?

Jawaban :

Dear teh nafsa, betul sekali setelah lulus matrikulasi kita akan belajar di kelas bunda sayang. 12 materi mendidik anak akan dipelajari selama 12 bulan. kemudian lanjut bunda cekatan ada 12 materi manajemen rumah dalam 12 bulan juga, dst. sehingga total lama belajar di iip ini adalah 4 tahun sampai ke bunda shaleha.

dan tiap bulan akan ada tantangan 10hari. bagi yang sudah lulus matrikulasi insyaAllah lebih ringan, karena sudah terujj komitmen dan konsistensinya. 

r u ready? ✅
Pertanyaan 8.  Teh Nurita

Saat ini, saya ibu rumah tangga dengan 2 putra berusia 4 dan 5,5 thn. Dalam rencana jangka panjang saya (10 tahun kedepan), saya ingin produktif di satu bidang yg saat ini sedang saya minati. 
Awalnya, saya ingin meluangkan waktu untuk mencicil belajar/ memperkaya referensi bidang tsb. Tapi, setelah mempelajari materi #2, ternyata saat ini anak saya masih berada dalam tahapan usia yg memerlukan perhatian saya secara penuh.
Apakah artinya saya 'cut' dulu mempelajari bidang tersebut, atau lanjut saja selama itu tdk mengganggu dalam memberi perhatian pada anak?

Jawaban :

 Dear teh nurita, prinsipnya adalah manajemen waktu dan sebisa mungkin libatkan anak dalam prosesnya jika memungkinkan.

ada cerita menarik tth seorang ibu yang passionnya adalah mencuci dan menyetrika tapi tdk passion mendidik anak. beliau tetap melibatkan anak-anak selama proses tsb. hasilnya ibu ini menjadi juragan laundry, dan anak-anaknya tau betul bagaimana industri bisnis laundry dari hulu ke hilirnya ✅

Pertanyaan 9.  Teh Vita Puspita Sari

1.Saya bekerja 8jam perhari saya masih kurang pd bisa jd ibu prof sembari bekerja.. apakah menjadi ibu prof wajib untuk stay @home??
2.Menurut video td katanya pembentukan karakter sampai dgn 12 thn.. gimana dgn jika seorang anak usia 20 thn menjadi anak yg agak nyeleneh dy sering berbohong.. tp kan udh terbentuk karakternya.. apa masih bisa diperbaiki oleh orang tua nya??

Jawaban :

Dear teh vita, di ibu profesional sejatinya semua ibu bekerja, ada yang di ranah publik maupun domestik. tentu semua bisa menjadi ibu profesional ~ yang bersungguh-sungguh mendidik diri, anak dan keluarganya.

2. anak yang sudah aqil baligh, berarti memiliki kewajiban syariat yang sama dgn kita, maka statusnya adalah rekan. jika ada kesalahan yang pernah kita perbuat, minta maaflah, dan bicara dari hati ke hati, karena mereka bukan anak-anak lg.✅

Pertanyaan 10.Teh Rani Anggraeni

Pertama disebutkan d utube td ttg dunia anak itu bermain. Bermain dg gembira.Terkadang,dikegiatan bermain sy&anak terasa hambar..sy merasa tdk seluwes guru paud yg pandai mengondisikan anak..misal humoris dll.Sy cb evaluasi diri,bs jd krn perasaan/pikiran diri sy yg tdk bebas.msal krn ad pekerjaan lain yg "mengganggu" atau misal merasa ada perasaan semacam inner child,masa lalu dg keluarga yg sy ingat sy jarang diajak bermain bersama sprt sy ke anak sekarang(maklum sy anak pertama dg ortu pekerja yg pny banyak adik hehe&sy jg tau dulu ilmu parenting tdk sederas jaman skr).bagaimana mengatasi perasaan2 tsb?jazakillah.. :)

Jawaban :

Dear teh rani, kita pernah menjadi anak-anak, dan anak-anak memang suka bermain. kalau saya, saya hadirkan si playfull inner child, dgn mengatakan wi yuk main, ada teman..dan saat bermain itulah kita satu level dengan anak. saat itulah bonding dan moTehr trust terbntuk. teh rani sudah luar biasa, dgn pengalaman yg tdk enak, tapi tetap memberikan yg terbaik utk anak ✅

Pertanyaan 11.  Teh Yola Widya

Bismillah terkait dengan ibu sebagai agen of change, bagaimana caranya menyamakan persepsi dengan pasangan agar tercapai keselarasan yg diinginkan dalam membawa perubahan dalam keluarga. Sehingga jangan sampai timbul prasangka pada pasangan terkesan kita (istri) ingin menggurui beliau. Juga agar anak mau bekerjasama dengan orangtuanya dalam menjalani visi dan misi agent of change tersebut. Seperti yg diketahui anak sekarang selalu merasa aku lebih tahu aku lebih pintar dari orang tuaku

Jawaban :

 Dear teh yola, komunikasi dengan pasangan lengkapnya ada di bunsay. kalo saya pribadi, ke suami itu harus acceptance/ikhlas dulu baru bisa berkomunikasi. kalau belum accept beliau, biasanya salah satu akan ngotot.

nah,setelah acceptance untuk memulainya, gunakan Teh power of question supaya beliau ga merasa digurui.

Pertanyaan 12. Teh Dian

1. Disebutkan di video ibu Septi bahwa bahwa golden age anak 0-3 tahun, materi apa yang sebaiknya sdh kita tanamkan agar mendapat ke 4 poin meningkat?

2. Dalam fitrahnya anak itu pembelajar.. bagaimana agar anak itu sampai besar senang belajar? Seperti yg diketahuj ketika masih balita, anak2 memang cenderung ingin tahu, tapi ketika mulai masuk sekolah anak cenderung malas belajar.. 

3. Kemandirian anak sebaiknya dididik dari usia brp ya teh? Apakah sleep training sbg salah satu kemandirian itu perlu untuk usia 3 bln? Rumornya kalau anak nangis dicuekin akan menjadikan dia cuek jg.. saya masih maju mundur mau sleep training..

Jawaban :

 Dear teh Dian, 
1. usia golden age disini dalam artian perkembangan otak anak sedang dalam masa pesatnya. semua stimulasi motorik kasar, halus, bahasa, kemandirian, sosial yg diberikan inti nya adalah untuk menguatkan bonding dengan ortu. 

di keluarga ibu septi usia 0-7th adalah waktu menanamkan iman-adab-akhlak-bicara.

penanaman iman dengan berkisah, sedangkan adab-akhlak dan bicara hanya bisa DiTULARKAN

2. jika saat besar anak jadi malas belajar,mungkin ada fitrah yang terluka. seperti terlalu banyak dilarang, dilarang mencoba, dilarang bertanya, dll. atau ada tercerabut hak bermainnya atas nama "belajar" diminta les calistung sebelum 7th? atau gaya belajarnya yg tidak sesuai? atau dia hnya menyukai beberapa ilmu saja utk diplajari?

3. kemandirian bisa diajarkan sedini mungkin. dengan catt: si anak siap, ortunya juga siap dan sesuai dengan perkembangan usianya.

untuk sleep training, saya pernah mencoba pada anak kedua sejak dia new born. dan saya pribadi tdk merekomendasikan, karena komunikasi bayi adl menangis, dia perlu respon kita, dia membutuhkan kita sbg satu-satunya tempat mencari pertolongan. khawatir jika dibiarkan malah akan trauma, wallahualam ✅

Pertanyaan 13. Teh Ani Siti

Dalam pola asuh mendidik anak, sering kali terbawa apa yang telah dilakukan orang tua sewaktu kecil terhadap diri sendiri dan secara tidak langsung dilakukan pula pada anak.. padahal tau jika hal tersebut kurang baik, nah bagaimana cara mengontrol hal tersebut?
Makasi teh 

Jawaban :

Dear teh ani, dalam psikologi ini disebut autopilot parenting. good poinnya adalah sudah menyadari bahwa kita bertindak seperti orangtua kita. mengatasinya yaitu dengan: memaafkan kesalahan pengasuhan ortu, menerima ikhlas bahwa kita pernah mendapat perlakuan seperti itu. dan saat dipengaruhi kondisi autopilot, ambil jeda untuk menenangkan diri. karena tugas kita selain belajar ilmu pengasuhan juga memutus rantai pola pengasuhan dahulu yg tidak baik, supaya tdk diwariskan kembali ke anak-anak kita✅

Pertanyaan 14. Teh Nenih

1. Setelah tau bahwa saya blm menjadi ibu profesional hal apa yg paling penting saya perbaiki dulu terutama dalam pengasuhan anak?

2. Dalam banyak hal kadang ibu tidak mampu untuk meng ajar langsung pada anak, apakah saya sebagai ibu harus memampukan saya terlebih dahulu atau boleh d lempar pada pihak le 3, contoh anak pertama sya laki2 umur 4,5 tahun blm mau belajar ngaji, dan bijak kah saya menyuruh pihak ke 3 untuk mengajar mengaji?

3. Apa yg harus saya lakukan ketika saya berbuat salah dan anak menirunya, apakah cukup dengan merubah sikap saya atau perlu saya komunikasikan juga dengan anak?

Jawaban :

 Dear teh nenih
1. mengacu pada pijakan bunda sayang, komunikasi adalah yang pertama kita perbaiki. karena basic kita dalam berhubungan baik ke anak, pasangan orang lain adalah komunikasi

2. home based education bukan berarti semua diambil alih sendiri, bisa didelegasikan apabila kita tidak mampu dan tidak mmpunyai ilmu tersebut. dalam pembelajaran sebaiknya jangan ada pemaksaan, karena hanya menghasilkan penolakan. oya umur 4.5th kenapa sudah harus belajar mengaji?

3. ya, ajak anak berkomunikasi, meminta maaf jika kita punya salah, jelaskan bagaimana seharusnya perbuatan yang benar, lalu saling bersepakat untuk mengubah dan mengingatkan ✅

Pertanyaan 15.  Teh Windy

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan setiap ibu untuk dapat menyelesaikan setiap tahapan ? Faktor apakah yg mempengaruhi cepat lambatnya menyelesaikan setiap tahapan?

2. Apakah mungkin bisa saja terhenti ditengah tengah tahapan dan tidak bisa melanjutkan hingga akhir?jika iya bagaimana utk menghindari hal tersebut?

Jawaban :

Tentang tahapan belajar iip sdh ada dijwbn sebelumnya.
faktor yang memperlambat: mengizinkan mr.ah hinggap ~ ah nanti aja, ah susah ah...dst

mempercepat: 
-bertemu langsung dengan para ahli atau orang yang sudah berpengalaman

-praktek

-sharing apa yg sudah dipraktekan

2. kuatkan niat dan tetaplah bersama orang-orang yang se-value untuk mnjaga semangat belajar. jika putus ditengah jalan insyaAllah bisa disambung ✅

Pertanyaan 16. Teh Siti Nurjannah

1. Dalam tahapan menjadi ibu profesional point c (bunda produktif) apa yang di maksud dngn produktif disini khususnya kalimat "produktif dngn bahagia tanpa harus meninggalkan anak&klg ini berkaitan dengan sesuatu yang dapat menghasilkan uang (selalu harus materi) ?

2. Indikator keberhasilan ibu profesional point bunda produktif khususnya point a
Bagaimana cara menemukan minat & bakat kita sesungguhnya?

Jawaban :

Dear teh siti
1. produktif di ibu profesional tidak selalu berkaitan dengan materi. karena rezeki itu pasti, kemuliaan yg harus dicari✅

2. nanti di materi dan nhw selanjutnya ada bahasan tentang ini stay tune yaa ✅

Pertanyaan 17.  Teh Lisna Sari

Sering disebutkan meningkatkan "kualitas ibu". Bagaimana tolak ukur menjadi seorang ibu yang berkualitas untuk keluarga ? Dan apa saja faktor pendukung agar seorang ibu tersebut menjadi berkualitas ?

Jawaban :

Dear teh Lisna, tolak ukur keberhasilan ibu: tanya customer anda: anak dan suami.

faktor pendukung: upgrade ilmu dan jadilah ibu yang bahagia karena kebahagiaan itu menular ✅

Pertanyaan 18. Bu Elly

Bagaimana kiat menjadi ibu yang menjadi kebanggan keluarga? Karena saya banyak di rumah dan mungkin kurang kreatif dan rasanya bosan, padahal saya suka koleksi buku-buku edukatif dan menemani mereka baca dan belajar. Kebanyak ibu2 ingin resign saya malah pengen kerja karena merasa kurang aktualisasi..

Jawaban :

Dear teteh, tidak ada yang bertentangan dengan aktualisasi diri dan mengasah bakat dengan mendidik anak, seperti cerita yg saya kisahkan di jwbn di atas ✅

Pertanyaan 19. Teh Rosa

Iya Teh mau Tanya kan untuk praktek, apakah ada hal yg bias saya lakukan saat ini mengingat saya belum menikah, tapi sudah mendapatkan teori?

Jawaban :

Di nhw selanjutnya akan ada nhw untuk single.. stay tune..keren kan blm menikah ilmunya udah mumpuni praktknya lbh mudah dibanding saya yg telat belajar

Pertanyaan 20. Teh Hajah

BAngga menjadi ibu-ibu (khususnya yg bekerja ranah domestic) itu, realnya seperti apa? Sejujurnya pernah juga merasa seperti pertanyaan no.18. dan bagaimana cara untuk bias sampai tahap itu?

Jawaban :

Dear teh hajah, bangga menjadi ibu domestik itu realnya adalah sudah tidak mendengarkan suara dan nyanyian sumbang atau merasa ada tatapan yg sbelah mata saja. karena indikator sukses kita bukan dari mereka.✅

Prosesnya pasti perlu waktu.. dimulai dengan mngubah mindset dan penerimaan diri bhwa saya ibu bkerja domestik dan saya bngga..kalau kita sendiri aja ga merasa bangga, ada suara sumbang sedikt,akan mudah goyah.

 

Pertanyaan 21.  Teh Fathiah

Mau Tanya, maaf kalo OOT NHW #1 boleh direvisikah? Kalau boleh direvisi cukup disimpan sendiri atau dilaporkan lagi?

Jawaban :

Silakn direvisi pribadi teh..

Pertanyaan 22.  The Farah Luthfia

Jika seorang ibu bekerja lebih karena merasa bertanggung jawab kepada kepentingan public, suami sih oke Cuma anak-anak usia 2th dan 4 th lbh ingin ibunya ‘dasteran’ aja dirumah lbh homie kata mereka? Bagaimana menjembatani hal seperti itu?

Meski bonding kita kuat, secara kemana-mana nempel terus kecuali tempat saya bekerja. Karena area kerja saya di rumah sakit jd seminimal mungkin dibawa ke tempat kerja.

Jawaban :

Dear the farah, memahamkan ke anak yang usianya dibawah 7 tahun dimana secara otak mereka belum bersambungan adalah dengan pengulangan.

Ceritakan betapa mulianya tugas tenaga medis, membantu orang lain dan banyak dibutuhkan orang ceritakan dengan buku bagaimana ibu bekerja disana. Sesekali ceritakan kisah di kantor pengalaman menarik saat bertemu pasien dll.. in syaa allah lama-lama mereka paham.
  
 

 

☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘

 

Friday, January 27, 2017

My NHW #1 Matrikulasi IIP Batch 3 : Pilihan Jurusan Ilmu di Universitas Kehidupan



NICE HOMEWORK #1
ADAB MENUNTUT ILMU
Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch #3, kini sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam bentuk tugas.
Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW.
Dalam materi "ADAB MENUNTUT ILMU" kali ini, NHW nya adalah sbb:

* * * * * * *

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Bagi saya, NHW pertama ini cukup menantang karena kita sudah diharuskan untuk menentukan, mengambil keputusan mengenai jurusan ilmu yang akan ditekuni dalam universitas kehidupan ini.

Untuk mengisinya saya membutuhkan waktu cukup lama untuk mengumpulkan dulu apa apa saja yang menjadi ketertarikan saya. Bagi saya saat ini, rasanya masih sulit untuk fokus pada 1 topik pembelajaran, sementara masih banyak hal lain yang juga ingin dilakukan. Ada kalanya saya merasa jurusan yang saya pilih lingkupnya terlalu kecil, ada kalanya juga saya merasa terlalu luas (sehingga justru tidak fokus). Ada juga topik ilmu yang isinya tautan dari 2/lebih ketertarikan saya, apakah itu bisa? :)

Ini beberapa contoh pilihan topik jurusan yang saya kumpulkan : ilmu parenting, ilmu parenting islami, ilmu parenting nabawi, ilmu keluarga, ilmu agama islam, ilmu islamic lifestyle, ilmu desain grafis, ilmu kepenulisan, ilmu kepenulisan islamic lifestyle, ilmu gizi, ilmu perkembangan manusia, ilmu Keibuan, ilmu Pendidikan, ilmu manajemen diri, ilmu enterpreneur.

Diantara semua hasil brainstorming itu ada yang memang sudah merupakan cabang ilmu, ada pula yang murni merupakan hasil pemikiran saya sendiri, jadi tak perlu kaget ya kalau aneh aneh ^^
Akhir cerita saya menimbang hal apa yang begitu penting bagi diri saya dan orang terdekat saya, minimal saat ini. Karena saat ini saya diharuskan fokus dalam mempelajari ilmu nya, mencari sumber ilmu, dan memperdalam maknanya untuk saya. Satu hal penting lainnya, saya ingin jurusan yang saya pilih itu bermanfaat dan bisa diamalkan. Sudah cukup sekedar menulis setumpuk  catatan, namun masih minim aksi. 

Bismillah..
Jurusan Ilmu Parenting Nabawi
(Bagaimana ilmu menjadi orangtua /teman/kakak sesuai dengan yang dicontohkan rasulullah saw & para sahabat dalam islam serta tuntunan alquran; Memahami tumbuh dan kembang seorang manusia sehingga paham bagaimana seharusnya menjalaninya)

2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Sebagai istri dan ibu, saya masih sangat kurang ilmu. Kurangnya ilmu membuat amal menjadi kurang maksimal, padahal itulah salah satu jalan ikhtiar saya untuk mendapat ridha Allah dan memasuki Jannah nya kelak.
Saya ingin bisa menjadi teladan yang baik dan punya cara membimbing yang baik bagi anak saya dan adik adik binaan saya dan mengerahkan yang terbaik untuk Allah sesuai teladan rasulullah dan para generasi terbaik.

Sejak sma saya sudah tertarik dengan bidang pengembangan manusia, pembinaan, kaderisasi. Ditambah pengalaman menjadi guru privat, kakak mentor di SMA, di organisasi pemuda dekat rumah, dan menjadi guru di SD, membuat saya merasa ini salah satu peran yang bisa saya ambil. Apalagi sekarang sudah mrmiliki anak, sementara saya pribadi masih merasa perlu banyak perbaikan.

Dari sekian banyak ilmu parenting yang didapat, saya merasa tercerahkan dengan konsep ilmu parenting nabawiyah yang diusung oleh ust budi ashari.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
- menambah ilmu dengan membaca minimal 1 topik perhari
- mengikat ilmu dengan menuliskan ikatan makna yang didapat
- mengikat ilmu dengan repetisi berbagi pada orang banyak berupa artikel dalam blog : jannah-family.blogspot.com
- mencoba mengaplikasikannya kepada anak dan adik-adik binaan.
- melakukan pengayaan materi dengan jaulah/wawancara pada narasumber 1 pekan sekali.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Perubahan mindset pada awalnya.
- niat ikhlas untuk melakukan amal terbaik
- kosongkan gelas saat menerima ilmu. tidak sok tahu atau merasa pintar saat menerima materi.
- terbuka dengan informasi, namun  tetap memfilternya dengan melakukan perenungan.
- disiplin waktu, dan target.
- berusaha lebih dekat dengan narasumber/sumber ilmu dengan lebih intens berkomunikasi dan menghormatinya.

* * * *

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia

Salam (calon) Ibu Profesional,
Hajah Sofyamarwa Rachmawati
Jumat, 27 Januari 2017

Materi #1 Adab Menuntut Ilmu ( Matrikulasi IIP Batch 3)

Materi
ADAB MENUNTUT ILMU
Senin, 23 Januari 2016
Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU 
ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya
Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?
Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan
Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik darii Ibunya

☘ ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk.
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.
b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.
c. Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.
d. Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.
e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.

☘ ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.
b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.
c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

☘ ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.
b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.
c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.
d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.
e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.
Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat

Referensi :
Turnomo Raharjo, Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah, 2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015

T&J

Tugas :
📚NICE HOMEWORK #1📚
ADAB MENUNTUT ILMU

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch #3, kini sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam bentuk tugas.

Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW.

Dalam materi "ADAB MENUNTUT ILMU" kali ini, NHW nya adalah sbb:
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Saturday, January 21, 2017

[Review Buku] Inspirasi dari Rumah Cahaya - Budi Ashari, Lc

[Review Buku] Inspirasi dari Rumah Cahaya – Ust Budi Ashari, Lc

Sebetulnya ini sudah lewat dari target waktu saya menuliskan review dari buku ini. Sekarang kendalanya adalah saya lupa dimana menyimpan buku tersebut, sementara coretan yang saya buat ya hanya di buku itu. Hihi. Selain itu, saya juga tidak sembari menuliskan catatan-catatan di notes hp saya, sehingga sekarang saya udah ngga punya contekan deh. Hehe.
Maka dari itu, kali ini saya mungkin hanya akan menuliskan kesan-kesan saya mengenai buku itu ya. Semoga kapan-kapan bisa diupdate, atau seenggaknya sedikit tulisan ini bisa bermanfaat buat pembacanya.

* * * * * * *

Sudah lama saya menaruh perhatian pada sebuah sekolah dengan konsep “pengajaran iman dahulu, baru Al-qur’an” yang diusung oleh Kuttab Al-Fatih. Budi Ashari sebagai founder nya mungkin sering kita lihat di layar televisi sebagai salah satu ahli dalam sejarah islam.

Sudah lama pula saya suka baca-baca artikel dari parenting-nabawiyah dan punya keinginan besar untuk membeli buku-bukunya. Saya penasaran dan ingin tahu seperti apa sebetulnya konsep pengajaran iman sebelum al-quran itu dalam aplikasi pendidikan keseharian. Singkat cerita, saya memesan paket buku nya : Inspirasi dari Rumah Cahaya; Remaja,Antara Hijaz dan Amerika; serta Ke Manakah kulabuhkan hati ini.



* * * * * * *

Penulisan buku Inspirasi dari Rumah Cahaya (IRC) ini menurut saya cukup runut. Dimaksudkan untuk membuat para pembacanya benar-benar memiliki pondasi yang benar mengenai cara berpikir kita tentang konsep pernikahan, pendidikan dan keluarga. Serial Parenting-nabawiyah ini hadir sebagai “pelurus” dari berbagai pemahaman kita akan konsep parenting yang saat ini sangat menjamur. Bukankah sebuah berita baik, bila kini para orangtua begitu semangatnya mencari ilmu dalam mendidik ? Iya, hanya saja orangtua perlu tahu pakem-pakem apa saja yang harus dipegang sebagai umat islam. Teori pendidikan bisa datang dari belahan bumi manapun, aplikasinya juga mungkin bisa bermanfaat pada sebagian orang, namun sebagai umat islam, patutlah kita mencoba belajar ilmu parenting dari teladan kita terdahulu yang memang terbukti menghasilkan generasi-generasi unggulan yang mulia di dunia dan dirindukan di surga.
Parenting nabawiyah ini membedah sejarah den mengambil hikmahnya dengan sangat baik. Banyak hal-hal yang awalnya bagi saya “biasa saja”, kemudian seolah mendapat pencerahan “Eh, oh iya ya!”

Contohnya di awal, tentang tujuan pernikahan. Penulis menjabarkan mengenai pemahaman surat Al Furqan ayat 74 yang berbunyi: “ Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami iman (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.”
Penulis mengingatkan bahwa Al-quran adalah mukjizat yang susunannya pun sudah diatur oleh Allah sedemikian rupa dengan maksud tertentu. “kompak” dengan pasangan dahulu, lalu mendidik anak agar menjadi pemimpin yang “tim” nya adalah orang bertaqwa, bukan pemimpin yang tidak sejalan secara visi akhirat dengan timnya, begitulah kira-kira.

Gambaran mengenai pentingnya ‘kekompakan’ suami dengan istri begitu nyata terlihat dari kisah-kisah terdahulu. Bagaimana Nabi Nuh yang shaleh bahkan tak bisa mengajak istri dan anaknya kepada Allah, bagaimana Asiyah wanita shaleh harus berdoa mohon perlindungan pada Allah dari Fir’aun suaminya sendiri, bagaimana Maryam salah seorang wanita terbaik juga terlahir dari keluarga yang baik.

Dari buku ini tertancaplah langsung ke otak saya beberapa keluarga/sosok yang memang terbaik dan harus menjadi panutan. Keluarga Nabi Ibrahim AS dan Rasulullah SAW. Saya juga jadi ngeh berapa jumlah anak Rasulullah. 3 lelaki dan 4 perempuan (selama ini ingetnya Cuma Fatimah aja). Kita bisa berguru pada rasulullah bagaimana mendidik anak perempuan, dan “berguru” pada Ibrahim bagaimana mendidik anak laki-laki. Betapa ebrhasilnya rasulullah mendidik sahabat-sahabatnya dari berbagai generasi tua maupun muda.

Buku ini mengajak kita melihat parenting bukan saja dari lingkup kecil, tapi juga pada lingkup yang sangat besar. Memasuki fase akhir jaman dimana Islam akan kembali Berjaya, membutuhkan generasi-generasi yang jauh lebih tangguh dari pemuda di masa kejayaan Islam terdahulu.

Salah satu kelebihan dari susunan buku ini adalah, di setiap akhir bab ada kisah berhikmah semacam studi kasus agar pembaca lebih mudah memahami pelaksanaanya, serta catatan-catatan hal-hal aplikatif untuk menjadi action plan bagi para pembacanya.

Akhir kata, menurut saya buku ini rekomended untuk dibaca para orangtua dan calon orangtua. Mengingatkan kembali pada “settingan awal” mindset berkeluarga dan mendidik generasi terbaik. Parenting nabawiyah ala nabi yang memang terbukti kualitasnya.

Sabtu, 21 Januari 2017
Selesai pukul 01:30


Thursday, January 19, 2017

Karunia Seperempat Abad

25 tahun aja diinjak hehe
Seperempat abad sudah Allah izinkan saya menjalani kehidupan di dunia.
HAJAH SOFYAMARWA RACHMAWATI, sebuah doa yang bapak dan mamah saya panjatkan. 

HAJAH, karena saat masih janin saya sempat dibawa mamah ke mekkah saat mereka berhaji. 
SOFYAMARWA, mengambil nama 2 bukit yang termahsyur di sana, safa dan marwa
RACHMAWATI, jabal rahmah, bukit kasih sayang yang diyakini sebagai tempat bertemunya adam dan hawa. 

Wati untuk identitas keindonesiaan saya, hehe


Saya pernah malu dengan nama hajah, kalau menulis nama, saya hanya menulis singkatannya saja dengan ejaan yang salah pula " H. SOFIA MARWA R." Sampai SD tak ada yang memanggil saya hajah, semua memanggil sofia atau fia.

Tapi terimakasih yudha teman SMP saya yang dulu memanggil saya dengan nama hajah (waktu dulu sih kesel haha). Sampai kini saya sadar kalau nama saya hajah. Dan perlahan saya pun tahu cara menulis nama saya dengan baik dan benar. Hehe.

Seseorang perlu energi dan ruh untuk dapat menjalankan kehidupannya dengan sadar betul. Sejujurnya, saya juga belum pernah dapat "ruh" nya banget ketika mendapat jawaban dari orang tua saya mengenai makna nama saya.

Ah, Biarlah menjadi doa'doa rahasia mereka, biar saya pun menggali sendiri makna nama saya di dunia, menjadi sadar betul tentang apa yang Allah maksudkan pada diri saya.

Salah satu ketidak mengertian saya akan nama hajah ialah sampai saat ini saya merasa jiwa saya belum meraung terpanggil untuk berhaji ke sana. Kalau ditanya apa semua muslim mau ke baitullah, saya juga begitu, siapa yang tidak mau. Tapi jiwa saya belum cukup sadar, atau pengetahuan saya yang memang masih minim.

Iri sekali saya pada siapa siapa yang hatinya sudah begitu terpanggil mengunjungi baitullah. Kita boleh iri pada hal hal yang baik, bukan? Semoga allah berikan kesempatan itu juga pada saya. :)


SAFA dan MARWA identik dengan bukit yang dipakai siti hajar saat berupaya mencarikan air untuk bayinya, ismail. Sebuah kisah yang hampir semua muslim mungkin tahu. Tapi tahukah, ternyata perlu waktu bagiku untuk memahaminya. Ada TAWAKAL yang TINGGI dalam setiap jejak langkah siti hajar. PERCAYA PENUH pada kuasa Allah, bahwa Ia tak akan menyia-nyiakan hambanya yang shalih. KETIDAK BERGANTUNGAN SITI HAJAR pada seorang makhluk pun, meskipun itu suaminya sendiri. DOA PANJANG SEORANG AYAH   yang menjadi bekal utama dan penjagaan bagi keluarganya. Ia tetap bertahan hidup dan setelah pertemuannya lagi dengan ibrahim di kemudian hari, ia tak pernah sekalipun membencinya.

* * *

Dan kini, saya bersama suami saya hari purnama. Nama yang diberikan oleh kakeknya itu sampai saat ini, bila ada, saya belum juga mendapat jawaban akan maknanya. Kalau diijinkan, boleh kah saya menganggapnya sebagai cahaya terbaik, utuh, yang bersinar pada waktu waktu yang tepat,  yang Allah anugerahkan untuk keluarga kecil kami ? :")

Maka dear myself, jagalah agar rumah kita tetap bercahaya, tak dipadamkan oleh pemadam cahaya berupa kelalaian dan bisikan syetan yang tak bisa kita halau karena lemahnya penjagaan diri kita masing masing. Jaga rumah kita tetap bercahaya, seperti bercahayanya keluarga Muhammad saw, keluarga ibrahim, keluarga imran, keluarga luqman.

Bersambung

Ditulis 12 januari 2017
(Tulisan ini dipengaruhi bacaan saya pekan itu, inspirasi rumah cahaya ust budi ashari)

Monday, January 9, 2017

Review Buku Genap - Nazrul Anwar

Genap by Nazrul Anwar (photo : hajahsofya)


Judul : Genap
Penulis : Nazrul Anwar
Penerbit : Adnara Self-Publishing
Cetakan : I, 2015
Tebal : 166 halaman

Alhamdulillah akhirnya selesai juga baca buku Genap ini dalam waktu 4 hari. Buku ini saya beli sekitar tahun 2015 di awal-awal saya menikah dan baru sempat saya tamatkan di awal tahun 2017. Hehe.

Buku Genap ini termasuk serial fiksi yang topiknya sangat dekat dengan keseharian kita. Merupakan kumpulan “curhatan” seorang wanita tentang/pada pasangannya yang menggenapinya (menikah, menjadi jodohnya). Hal pertama yang paling saya sukai adalah dari pemilihan bahasanya. Karena isinya mirip buku diari, maka bahasa yang digunakan seolah mengajak pembaca untuk berbicara pada diri sendiri, atau seseorang yang sangat dekat. Saya menyebutnya dengan istilah monolog yang sesekali berdialog.

Sebetulnya sangat sedikit percakapan yang dimunculkan dalam buku ini, dan secara keseluruhan adanya percakapan memudahkan pembaca untuk memahami isinya. Namun pada bab 7 saya merasa agak aneh ketika muncul percakapan yang tidak formal, seperti “hehe”. Padahal biasanya juga mungkin lazim ya, tapi karena sejak awal saya sudah senang dengan monolognya, saya jadi agak “kaget”.

Kalau melihat daftar isinya, ada 48 Bab yang semua nya mengandung kata “Kamu”, semisal “Siapapun Kamu,  tentang kamu, mencemburui kamu, perhatian kamu, Istri seorang kamu, dan lain-lain. Sedikit banyak menginspirasi saya , kalau nanti mau bikin tulisan buat suami bisa pake tema ini aja. Hihi.

Banyak kalimat kalimat bagus yang bisa kita kutip juga, mengingatkan kita tentang konsep konsep dalam menjalani suatu hubungan pernikahan. Pembaca dapat merasakan dengan cukup lengkap bagaimana sebenarnya perasaan-perasaan yang muncul saat dipertemukan dengan jodoh, "kekagetan" setelah menikah, penyesuaian-penyesuaian, dan lain-lainnya.

Hal menarik bagi saya juga karena di akhir cerita beberapa babnya ada kejutan (twist-nya)! Yang kalau kita bacanya Cuma selewat bisa jadi ngga terasa, harus bener-bener dihayati hehe. Misal pada suatu bab, tokoh utama dapat berbicara banyak hal dan ternyata semua itu hanya karena sang suami dari tokoh utama lupa dengan hari ulangtahunnya! *cewek banget ya hihi*

Salah satu bab yang berkesan bagi saya adalah pada Bab Aku, Dia dan Kamu. Bagian ini yang membuat saya sadar bahwa buku ini punya alur yang menarik. Kisah Antara tokoh utama, suami dan kawannya. Bisa bikin kita tercengang sendiri, baca aja ya.

Buku ini juga menampilkan contoh-contoh kehidupan oranglain untuk diambil pelajarannya, dikemas dengan sangat mengalir dan menimbulkan rasa ingin tahu bagi saya pribadi. Sampai rasanya saya ingin bertanya pada penulisnya, “itu ceritanya beneran gak?”

Hal berkesan lainnya ada di bab Mengingat kamu. Ada surat dari seorang laki-laki duda yang sudah memiliki anak, yang kemudian menikahi seorang gadis. Menurut saya penulis sukses sekali mengatakan bahwa walaupun sosok itu seorang duda, proses menikah yang kedua kalinya tidak hanya sekedar untuk melanjutkan hidup. Pembaca dapat merasakan adanya jaminan bahwa sang istri yang baru akan diperlakukan dengan sebaik-baiknya, dipahami dan diperhatikan sebagai orang yang spesial.

Menurut saya buku ini mewakili apa-apa yang ingin dikatakan seorang wanita kepada pasangannya. Takjubnya, penulis adalah seorang lelaki, namun begitu sukses menulis dengan sudut pandang wanita. Kesan awalsaat saya membaca, saya berpikir took utamanya laki-laki (karena penulis laki-laki dan buku yang sebelumnya ditulis dengan sudut pandang laki-laki). Jujur, selama membaca saya sempat agak repot memposisikan tokoh utama sebagai perempuan karena penulisnya laki-laki.

Kejutan lainnya, buku ini dipersembahkan sebagai mahar dari penulis untuk istrinya di hari pernikahan mereka. Kebayang ya sweet nya? Hihi awas baper.

Akhir kata, saya suka buku ini. Buku ini juga mengingatkan saya untuk mencari keberkahan pada pernikahan, dan bagaimana asam garam dalam mendapatkannya. Menurut saya buku ini rekomended buat teman-teman yang dalam proses mencari penggenap hidup, berada pada fase-fase awal menggenap, dan yang merasa perlu inspirasi untuksaling terus mengenali detail pasangan hidupnya. Banyak konsep-konsep yang baik dalam kehidupan yang bisa kita petik. Dibaca pelan-pelan, resapi, coret-coret aja bukunya dengan kesan kita supaya makin nampol ya. hehe

Salam,
9 Januari 2017
Hajah Sofyamarwa R.
Sedang belajar mereview buku ^^

Book Review Pertama 2017 #Bookreview2017

Friday, December 30, 2016

Tidur Bagi Ibu Baru


Saya ngga akan mendramatisir kondisi dengan mengatakan bahwa menjadi seorang ibu baru a.k.a Mahmud Abas (Mamah Muda Anak Baru Satu) itu sangat kesulitan untuk bias beristirahat tidur. Apa yang saya nyatakan ini murni opini pribadi berdasarkan pengalaman sendiri, dan kondisi pada ibu-ibu lainnya bias sangat berbeda. Apa yang saya tulis ini semata-mata untuk merefleksikan apa-apa yang saya alami, untuk kemudian saya pikirkan pelajarannya. Dan karena saya begitu sangat pelupa dengan moment-moment, maka saya tuliskan seperti ini. *prolognya panjang pissannn*

Kebutuhan dasar hidup manusia seperti makan, mandi, beristirahat, memang menjadi begitu mewah ketika anak pertama saya lahir. Sebulan pertama paska operasi sesar saya masih sangat dibantu oleh orang-orang di sekitar saya. Makan dimasakin, diingetin, dicerewetin mamah. Mandi diingetin, diingetin, diingetin mamah (diingetinnya ampe berkali kali ya hemmm). Tidur dianjurin, disuruh, dibiarin sama mamah. Iya, sebulan pertama masih adaptasi dan belajar buat ganti popok, cuci popok, nyusuin bayi, dan motoin bayi #eh. Kayak yang ringan yaa hihi. Emang lebih ringan sih, soalnya banyak hal lainnya yang di backup sama yang lain. Tapi percayalah, ketika seorang anak lahir, tak serta merta software “Mamah Kece Hebat Banget” terinstall ke dalam diri kita, semua perlu belajar.

Kembali ke si Tidur tadi, sebulan pertama, haidar masih suka bangun malam untuk menyusu, sampai searang masih sih (13 bulan). Bedanya kalau dulu haidar bangun, saya bangun dengan mata yang full terbuka. Bangun tidur turun dari kasur, gendong haidar, bawa ke kasur, nyusuin, nyimpen haidar lagi di keranjang bobonya, lalu kembali tidur. Atau kalau nangis lagi, bangun berjalan kemudian mengganti popoknya yang basah . begitulah. Kalau sekarang jangan tanya ya, setelah menemukan posisi menyusui ternyaman sedunia bagi saya, kalau haidar bangun nyusu saya hanya bangun sebentar kemudian terlelap lagi bersama haidar. Hehe

Bagi saya pribadi, kalau tidurnya terinterupsi di waktu yang tidak tepat, bangunnya bisa telat. Dan adanya interupsi-interupsi saat kita tidur sedikit banyak akan memengaruhi jam biologi kita masing-masing. Maka jangan kaget kalau jam tidurbangun kita jadi agak beda dari biasanya. Masih bisa pasang alarm atau alarm barunya juga akan bunyi (anak bayi nangis hehe)


Menyusui menjadi gerbang awal saya kemudian tertidur pulas di malam itu. Hehe 

Lain lagi kalau tidur siang. Kalau sudah capek berat dan ikut tertidur bersama haidar, kadang saat bangun saya akan merasa penuh penyesalan. Loh? Menariknya masa-masa bayi pertumbuhan anak kita begitu cepat, singkat.  Pertumbuhan yang pasti dibarengi dengan perubahan itu juga membuat setiap fasenya kita ikut berubah. Tau tau anaknya udah bias senyum, udah bisa balik kanan balik kiri, udah bias muter, udah bias nengkurep, udah bisa ngesot, udah bias ngerangkak, udah bisa jalan dikit, udah bisa jalan banyak, udah bisa nempel terus ke badan kita walaupun kita lagi riweuh masak depan kompor. Nah, penyesalan yang hadir adalah karena banyak hal yang harusnya bisa dilakukan saat anak kita lagi bobo, tapi jadi ngga dilakukan karena kita juga tidur! Ahaha.

Padahal itu mungkin karunia dari Allah supaya kita istirahat, jadi harusnya disyukuri aja yaa hihi.

“Dan kami Jadikan tidurmu untuk Istirahat.” (QS An-Naba : 9)

Kalo inget penyesalan saat tidur itu inget jaman kuliah, ketika lagi ngerjain laporan deadline besok tibatiba ketiduran,  ketika lagi ngapalin materi ber bab-bab itu tiba-tiba ketiduran. Hehe. Yaa, kira-kirasama lah rasa menyesalnya. “seharusnya bisa lakukan ini, lakukan itu.. bisa masak, bisa ini bisa itu..” Tapi sudahlah, kewarasan menjadi yang utama.

Contoh aktivitas yang sebaiknya bisa kita lakukan saat bayi kita bobo : Ngejemur pakaian di atas (pastiin Kasur aman), masak, nyapu, ngepel.

Saat anak bayi bangun  biasanya itu waktunya kita fokus sama bayi. Ngga fokus pun bayi pasti meminta fokus kita. Kalau bisa main sendiri ya syukur-syukur tinggal sambil diawasin, kalau ngga bisa, ya sabar aja ditempelin terus hihi. Bisa sambil beberes, nyetrika (kadang heboh ding kalau bayi udah mulai pegang sanaa sini, bahayaa).

Nah dari itu semua, tengah malam menjadi waktu-waktu berharga bagi saya, istilah kerennya Me Time. Bisa browsing sepuasnya, nulis sepuasnyakaya gini (perlu loh), beberes sepuasnya, ngepel sekedarnya #eh, dan banyak hal lainnya. Tentunya kalau ngga ketiduran dan ga cape banget yaa.. hehe..

Imbasnya, besok bisa bobo siang deh :p
Tidur pada saat siang terik juga suka dilakukan rasul loh, tapi sebentar sih hehe. Asik kan?

* * * * *

Nah apakah kebiasaan tidur saya sudah baik?
Nope.
  • Rasulullah tidur di awal waktu dan bangun tengah malam untuk “Me Time” nya.
  • Tidur siang sesaat sebelum dzuhur nya belum bisa diaplikasiin. haidar masih aktif-aktifnya. Bobonya abis dzhuhur biasanya jam 1
  • Karena bobonya suka tiba-tiba pas lagi nyusuin, kadang jadi lupa berdoa boro boro wudhu. Mungkin harus jaga wudhu terus dan saat nyusuin fokus
  • Karena sekarang udah punya partner buat ngingetin, harusnya hari ke hari makin baik ya!

Sekian :D
Senangnya bisa menulis ini, semoga ada manfaat yang bisa diambil ya
Selamat bobo cantik ibu-ibu sedunia. Semoga berkah selalu meliputi segala aktivitas buibu semua :D


5 Oktober 2016
Hajah Sofyamarwa R.
Di Meja Kecil Ruang Tengah Cibangkong


Monday, November 7, 2016

Resep Siomay Dimsum Ayam udang (Rumbel Boga IIP Bandung)

SIOMAY DIMSUM AYAM UDANG
Ala ala made by me 🍘🍣😘

Alhamdulillah bisa praktek langsung bareng buibu rumbel boga IIP buat bikin siomay ini.

Diajarin teh @vaniiits tuan rumah yang sempet banget bikin sesajen macem macem buat kita kita (zuppa2, kolek) haturnuhun ya teeeh 😘😋 Nah ini foto somay sebelum di kukus ya. Hasil stlh dikukus jadi agak transparan gitu kulitnya lucuu. Mau foto tapi keburu ludes di kukusan, trus blm disempetin aja nata somaynya hehe.
.
.

Bahan Kulit
🍡Kulit gyoza (bandung bisa dibeli di riau junction) harga 8950/20lembar
.
Bahan isian
🍡250 gram ayam giling
🍡2 sdm udang kupas
🍡Bengkuang potong kecil dadu
🍡Wortel potong kecil dadu
🍡 1 sdm bawang daun
🍡 bawang putih cincang
🍡 garam, gula
🍡 1sdm saus tiram
🍡 1/2 sdt minyak wijen

Taburi wortel parut sebagai pelengkap.

Saat mengukus, alasi kukusan dengan daun pisang ya biar ngga lengket kulit gyozanya. Ciprati kulit nya dengan air mateng.

#siomay #resepsiomay #cooking #dimsum #food

18 oktober 2016

Saturday, October 29, 2016

Pentingkah Dianggap Penting

Kadangkala sangat penting untuk dianggap tidak penting. Dengan itu ada jarak untuk merenung dan melihat apa yang sungguh-sungguh penting untuk dipikirkan, untuk dikerjakan, untuk diperjuangkan. Dengan itu kita memiliki jarak untuk melakukan hentian sejenak agar tidak terhanyut oleh pusaran arus gegap-gempita yang mudah melamurkan kejernihan mata hati kita. 
Ini penting! Sebab ketika sudah tak terbiasa menjumpai kejernihan, kadang orang sulit membedakan antara berpikir jernih dengan tidak punya sikap yang jelas. 
Mohammad Fauzil Adhim

Ah.. Itu dia.
Mungkin kita memang perlu jarak untuk merenung dan benar benar melihat kembali apa apa saja yang sungguh penting untuk dipikirkan, dikerjakan dan diperjuangkan.

Pernahkah kamu secara sengaja atau tidak, menganggap orang lain tidak penting ? Rasanya saya pernah. Ada kalanya memang karena tidak memerhatikan, ada kalanya memang kotornya diri yang membuat diri menganggap orang lain tak penting. Astaghfirullah.

Dalam hidup kita mungkin ada orang orang yang menganggap diri kita begitu penting. Entah tingkah laku kita, pakaian kita, cara kita berbicara, tulisan tulisan kita, pemikiran kita, perasaan kita, kesehatan kita bahkan isi perut kita. Tapi kemudian dia tak menjadi siapa siapa kita.

Atau justru ada orang orang yang begitu cuek dengan apa apa yang sebetulnya kau rasa penting buatmu, tapi ia menjadi seseorang yang membersamaimu. Lalu apakah itu salah ?

Ah, bukankah justru kini kau seharusnya menjadi sadar bahwa kau adalah hamba Allah yang bukan siapa siapa ? Bahwa ternyata penilaian makhluk lain yang bersama atau tidak bersama denganmu tidak punya pengaruh apa apa pada kehidupanmu?

Bukankah yang penting adalah fokus menjadi dirimu yang terbaik HANYA DI MATA ALLAH?

Sudahlah. Kalau belum bisa menjadi api, jadilah kayu kayu kecil untuk bahan bakarnya. Kalau belum bisa juga, jadilah minyak tanahnya. Kalau belum bisa juga, jadi lah sebaik baik angin yang nantinya membesarkan riak apinya. Tak usah minta pengakuan apa apa dalam menjalani peranmu.

Nikmati saja dulu jarak yang ada.

Sabtu, 29 oktober 2016
00.01
Margahayu raya

Sunday, October 23, 2016

Sajak Kita, kataku

Kita belum banyak membuat apa apa. Mungkin kita baru mengerjakan tugas masing masing, dan sesekali saling membantu. Mungkin juga kita belum banyak tahu apa apa yang seharusnya kita kerjakan untuk bisa saling merasa terbantu.

Kita belum banyak membuat apa apa, tapi kita akan berusaha membuat banyak hal. Kita akan dengan sempurna mengerjakan pekerjaan masing masing, dan begitu bahagia dapat saling membantu. Kita akan segera tahu apa apa yang seharusnya kita kerjakan untuk saling merasa terbantu.

* * *
Sendiri akan lebih cepat.
Berdua mungkin akan jauh lebih lambat, Namun berdua seharusnya bisa lebih jauh. Dan aku tahu, kita akan sadar, kita bisa.

* * *

Mungkin kata kata kita masih sering teredam untuk saling melindungi, betapa manisnya.
Namun kuharap kata kata kita bisa tetap bergema dengan tetap saling melindungi.

* * *

Harapan selalu membuat manusia menjadi lebih hidup. Ketiadaan harapan membuat manusia berjalan meredup.

Ada harapan di setiap kita untuk terus kita hidupkan. Hidup hidupkan. Perjuangkan.

Dan hidup kita menjadi lebih hidup.

Thursday, September 8, 2016

Pengalaman Belajar Membuat Bento

Alhamdulillah, di sela sela kesibukan domestik yang tak kunjung usai (hihi :p) Allah ijinkan saya untuk bisa bersilaturahim dengan komunitas IIP (Institut Ibu Profesional) wilayah Bandung Selatan.

Agenda kali ini membuat Bento untuk bekal makan anak. Kali ini narasumbernya teh ardha Dapur Si Kribo dan tuan rumahnya teh Ismi, yang berlokasi tepatnya di jalan Jupiter Utama, margahayu Raya.

Awal pertemuan menjelaskan tentang berbagai jenis alat yang biasa dipakai untuk menghias bento. Banyak juga alat perangnya, sekitar 1 box penuh dengan wadah wadah yang sudah diklasifikasi sesuai fungsi. Pemotong roti, puncher kertas untuk nori, cetakan nasi, dll.

* * *

Teknik membuat bento sangat beragam, kali ini fokusnya ada pada (1) membuat bola roti isi bentuk anjing (2) mencetak roti (3) membuat nasi kepal berbentuk kucing (4) membuat nasi kepal berbentuk orang (5) membuat tamagoyaki

(1) Membuat bola roti isi berbentuk anjing
Alat yang diperlukan : plastik biasa untuk membentuk roti.
Bahan : roti tawar kupas kulit, isian (bisa meses, oreo atau apapun), mentega untuk merekatkan,
Hiasan : mentega, meses, chocochips, koko crunch untuk kupingnya
Caranya cukup mudah.
1. Oles roti dengan mentega
2. Isi bagian tengah dengan isian
3. Roti "dibuntel" dibuat bola (haha apa ya istilahnya)
4. Dipadatkan ( hati hati harus agak cepat karena saat lama terpapar udara, roti jadi kering/ mengeras
5. Dihias dengan meses, chocochips, kokocruch. Sebelumnya dioleskan mentega supaya agak menempel

(2) Mencetak roti
Ini sih intinya belajar memotong roti tawar menjadi bentuk yang lucu-lucu. Rotinya bisa dioles mentega dulu, ditumpuk beberapa lapis supaya ngga terlalu tipis. Pakai alat cetaknya, jadi deh :)

(3) Membuat Nasi Kepal berbentuk Kucing
Disini kenalan dengan teknik mewarnai nasi. Kali ini pewarna nya pakai kecap aja. Hehe gunakan nasi yang panas ya supaya nasi mudah saling rekat.
Gunakan plastik biasa lagi, isi nasi warna coklat dan nasi putih, bentuk sesuai kreasi untuk jadi kepala kucing.
Jangan lupa lengkapi dengan 2 tangan dan 2 telinga.
Raut wajah kucing dapat kita buat dengan nori. Paling mudah pakai puncher, tapi kalau ngga ada, bisa pakai gunting. (Hasilnya agak menyon-menyon kaya punya saya sih hehe)
Karena norinya jadi kecil, mengatur posisinya bisa pakai pinset, atau tusuk gigi ya.

(4) Membuat nasi Kepal Berbentuk orang
Dengan cara yang sama, nasi dibentuk bulat menggunakan plastik. Untuk membuat poni dan raut wajah, gunakan nori yang telah dipotong.
Totolkan saus tomat supaya pipinya merona dan tambah imut-imut hehe.
Maafkan ngga ada gambar karena batere hp nya keburu wafat :"))

(5) Membuat Tamagoyaki
Telur dadar sih ini maksudnya hehe.
Supaya warna nya bagus rata sempurna, hanya gunakan kuning telur saja. Kalau tidak salah, butuh sekitar 6 butir telur agar gulungan tamagoyakinya cukup besar. (Pikirkan saja nanti putih telurnya mau diapakan yaa.. hihi) boleh sih kalau mau dengan putih telurnya juga, tapi mungkin warna nya akan jadi beda.
Caranya : kuning telur, ditambah air 1 sendok, aduk perlahan dengan sendok supaya tidak berbusa.
Saat menggoreng, pastikan lapisannya tipis. Lalu digulung2. Dan diulang terus sampai besarnya sesuai yang diharapkan.
Tamagoyaki ini tadinya mau dibentuk love, tapi karena udah sisa2 jadi ceritanya saya bikin syal aja buat si meong ya hehe

Bahan Pelengkap
1. Nugget goreng
2. Mie
3. Selada
4. Brokoli kukus
5. Wortel kukus
(Untuk lauk dan sayurnya. Sekaligus supaya isi bento lebih beragam, dan lebih padat terisi)

* * *
Sekian catatan pribadi saya untuk mengingat materi yang diberikan, sekedar sharing dan khususnya supaya saya pribadi tidak lupa juga hehe.

Evaluasi saya : harusnya ngambil lauknya lebih banyak! Hihi. Terlalu heboh sama hiasan lainnya. Karena pas malem dimakan, rasanya sayang (da lucu), tapi juga jadi awkward karena itu nasi kepal lauknya lupa cuma nugget sebiji. Hihi.
Dan untuk rasa, bisa juga deh ditambah garam saat membuat nasi kepal. Onigiri juga kan pake garem ya? Biar ngga hambar aja sih. Hehe.

* * *
Hari ini aku belajar bahwa membuat bento itu gampang gampang susah. Dan menariknya, kadang keperfeksionisan kita dalam suatu hal mungkin akan berkurang standarnya, ketika jam sudah menunjukkan waktu anak2 butuh perhatian lebih orangtuanya. Hihi.

Kebayang, karena ibu ibu ini belajar bikin bento, sambil ngasuh anak. Banyak iklannya. Entah anaknya pengen nyusu, tetiba nangis pas lagi main sama yang lain, tetiba nangis karena sadar bundanya lagi fokus bikin bento, ngantuk jadi rewel, makanin mesesnya sampai tumpah tumpah, daaaan lain lain. Hehe

Alhamdulillah.
Lumayan juga belajar bikin bentonya dari jam 10 sampai jam 1 siang. Kalo 3 jam bikin bento buat bekel, kayanya anaknya udah keburu pulang sekolah tanpa bawa bekel ya. Hihi

Semoga anak anak kita doyan makan sayur, makan yang sehat sehat yaa :))

Semangat belajar terus ya buibuu :D

Selasa, 6 September 2016
Margahayu Raya

Isian roti tawar : meses dan mini oreo
Roti bentuk anjing masih berbentuk. Agak siangan dikit udah diremes haidar hihi
Teh Ardha (jilbab biru) sedang membagikan kotak bento. Suasana sebelum perang dimulaai. Para balita masih anteng main di ruang sebelah, sebelum akhirnya menginvasi emak emaknya hehe.
Eh dipotoo hehe. Menjelang jam 1 siang haidar mulai ngantuk, harus dimimi in dulu sambil gendong. Emaknye lanjut ngehias bento hehe
Foto bersama emak emak tangguh! :)

Tuesday, August 30, 2016

Ketika Anak Sakit (Part 2)

Tepatnya tanggal 3 agustus 2016, setelah kemunculan gigi seri kedua mu.

Entah kenapa tetiba badanmu panas, demam tinggi hingga sekitar 39 derajat celcius. Sudah lewat ambang batas (38.5) maka segera diberi parasetamol. Tapi suhu badanmu tak kemudian turun. Maka selalu berharap akan ada penurunan suhu setelah periode minum obat selanjutnya.

Mungkin demam karena tumbuh gigi.
Ya mungkin. Kau pun mendadak buang muka setiap kali waktu makan, kecuali suapan yang tanpa sadar kau terima.

Dini hari tanggal 7 agustus 2016
Suhu tubuhmu begitu tinggi. Terpikirlah untuk membawamu ke IGD. Tapi, Haruskah? Terlalu berlebihankah? Memang nanti akan diapakan di IGD?

Setelah menyiapkan beberapa hal, 2 gojek datang membawa ayah dan bunda ke RS Pindad. Rumah sakit terdekat dari sini. Suhumu 39,6 berarti kami tidak berlebihan membawamu kemari. Hamdallah hasil cek darah baik, tidak menunjukkan adanya demam berdarah atau semacamnya.

* * *

Sakitmu berlanjut disertai batuk dan pilek. Demamnya terjadi hanya pada malam hari, dan siang bisa ceria lagi :")
Terasa sekali perbedaannya :")

Bersyukurlah banyak yang sayang padamu, nak. Kakek dan nenek buyut mu sampai memaksakan untuk tidur di ruang tengah kontrakan kita, untuk turut menjagamu. Namun pada masa sakitmu ini, bunda ingin haidar lebih dekat dengan ayah dan bunda dulu saja :) biar agak sedikit begadang 2 malam. Kami juga tak ingin kakek nenek uyutmu sakit dengan memaksakan diri untuk tak tidur juga.

Alhamdulillah, 2 hari setelah itu haidar sudah sehat kembali, sisa pilek, dan kemudian sehat total.

* * *
Sekarang sakitnya gantian bunda ya hihi
Bundanya harus makan yang bener biar fit 😄

Friday, August 26, 2016

Ketika Anak Sakit (Part 1)

Saya itu (dulu) kalau ada ibu ibu yang bilang anaknya sakit, rasanya biasa aja. Apa empati saya minus? :/

***
Yap, seseorang bertindak atas apa apa yang ia miliki. Ketidaktahuan akan suatu hal biasanya akan membuat ia lalai, abai, atau bahkan tidak peduli. Pengetahuan menjadi salah satu ukuran awalnya.

Dulu saya belum tahu bagaimana rasanya menjadi seorang ibu, tepatnya menjadi seorang ibu yang anaknya sedang sakit. Ditambah saya sendiri termasuk orang yang memang cuek dengan penyakit pribadi. Jadi ya, saya ngga paham gimana rasanya.

Tapi baru 11 bulan jadi ibu baru, akhirnya saya bisa paham. Hehe.

Demam, batuk, pilek, termasuk "penyakit langganan" buat anak bayi. Termasuk salah satu mekanisme tubuh untuk kemudian hari dapat lebih kuat (melatih sistem imunnya). Biasanya anak bayi demam pasca pemberian vaksin, atau saat terpapar kerabat/sanak saudara/lingkungan sekitar yang memang membawa kuman.

Kalau haidar, paska vaksin juga mengalami demam. Tidak selalu, mungkin sekitar 3 kali. Demamnya pun tak terlalu tinggi. Beberapa kali juga haidar sempat batuk pilek, juga demam. Yang terakhir sejak tanggal 4 agustus lalu, yang demamnya tinggi sekali (39.6) sampai ayah bunda harus ke IGD jam 1 pagi.

Lalu apa efeknya bagi sang ibu ?
Pakai logika aja jah, hihi.
Pengasuh utama anak bayi adalah ibu dan ayahnya. Ketika bayi sakit, maka ibu harus ekstra memberi perhatian pada bayi nya. Kebanyakan bayi yang demam akan selalu merasa nyaman digendong, nempel terus gabisa dilepas. Kadang juga ngga mau menyusu, dan jadi semakin ngga nyenyak tidur. Bahasa singkatnya : rewel. Iya, badannya ngga enak. Jadi ingin didekap terus. Sementara di rumah banyak pula yang harus dikerjakan sang ibu. Entah bebersih, memasak, dll. Endingnya mungkin rumah tetep berantakan. Hihi. *minta bantuan ayah*
Memberi makan pada diri sendiri dan mandi aja kadang keteteran banget. Hehe.

Yah ternyata begitulah.
Episode anak sakit bagi seorang ibu itu sangat berarti. Salah salah kalau sang ibu juga kondisinya lagi ngga fit, bisa ikut sakit juga. Terus ngerembet lagi ke ayahnya. *curhat*

***
Ternyata perempuan sejak single itu emang harus sehat, bugar, punya pola hidup sehat. Karena pas udah double, triple dst yang diurus udah bukan badan sendiri aja. Kalau badan sendiri keteteran, gimana bisa maksimal ngurus yang lain?

Dan sodara sebangsa setanah air, Yang mungkin pernah punya pemikiran kaya saya di awal, ini saya kasih sedikit bocoran. :) mudah mudahan lebih tercerahkan ya :) ngga berarti empatinya minus kok, kan namanya juga ngga tau. Hehe

#selfnote

Thursday, August 25, 2016

Menjadi Ibu Baru : Belajar Membeli Pakaian Bayi

Banyak yang bilang, menjadi ibu itu dapat mengubah kehidupan seorang perempuan menjadi berbalik 180 derajat. Dulu saya tak memahami itu sampai akhirnya saya menjadi seorang ibu.

Tanpa bermaksud berlebihan, ketika seorang anak lahir sebetulnya seluruh peran orang-orang di sekitar anakpun ikut berubah. Tak hanya seorang yang menjadi ibu, tapi juga ada seorang yang menjadi ayah, menjadi nenek kakek, juga menjadi om tante. Perubahan terjadi pada semuanya dan semuapun ikut belajar menjalani peran tersebut, hanya saja, perubahan yang paling terasa tentu menjadi orangtuanya. Kalau saya banyak cerita tentang ibunya, ya wajar kan ceritanya ini curcolan saya sebagai ibu ibu #eh

Di tengah pembelajaran masing masing menjalani perannya, saya sebagai ibu memang merasa banyak hal yang jauh berubah. Lebih banyak di rumah, dan dunia kita memang seputar anak kita. Ada masa-masa dimana kita merasa terlalu letih, dan ada pula masa-masa kita begitu bahagia. Ada masa-masa konyol, ada pula masa-masa heroik yang harus terlewati. Begitulah.

Tetang membelikan bayi pakaian baru, misalnya. Saya ingat ketika pakaian bayi haidar sudah mulai kekecilan. Saat itu bertepatan dengan masa lebaran. Saya kebingungan tentang : beli nya dimana ya ? Babyshop atau pasarbaru/itc dll ? Mana yang lebih bagus? Mana yang lebih murah ? Mau beli online tapi ngga puas kl buat bayi pengen megang barangnya langsung.
Akhirnya saya ke itc bandung, dan putar2 belanja sambil gendong haidar.

Haidar masih 8 bulan saat itu, dan pikiran saya dipenuhi foto2 bayi mungil yang berkostum seperti abege (liat yang lucu2 di instagram hehe). Maka pencarian saya adalah baju baju semacam kemeja, celana jeans, dll. Bahkan seset celana joger motif army yang sebetulnya baru bisa dipakai di usianya yang ke 1, 2, dan 3.

Tapi beberapa hari lalu, saat menyadari bahwa haidar akan berusia 1 tahun, yang mana ngga lama lagi haidar akan menjadi besar (dan tidak bayi lagi), maka saat ke babyshop saya membelikan pakaian yang modelnya bayi banget. Semacam, "aaa tidaaaak, haidar udah mau gedee!"

Konyol sih. Tapi ya memang masa masa bayi itu kadang terasa lama dijalani dengan segala rutinitasnya. Tapi benar, masa bayi itu sangat singkat, dan harus dijalani dengan penuh syukur dan kesadaran penuh. Ujug ujug udah gede aja nanti teh kerasanya. Hehe.

Begitulah, salah satu kedodolan bunda. Anak bayi mau digede gedein. Udah mau gede malah di bayi bayi in. >.<

Hanya Allah sebagai penuntun kita menjadi sebaik baik orang tua.

Kamis, 25 Agustus 2016
Subuh 05.22 ketika ayah sedang dinas ke surabaya
Tuh kaan, tanggal 8 September udah bentar lagiii :O

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...