Monday, July 26, 2021
Review dan Insight Film Hichki
Sunday, June 20, 2021
Kehilangan Memori
Buat manusia semacam saya yang cukup mudah lupa pada banyak hal, dokumentasi lama berupa foto, video, atau tulisan adalah suatu yang berharga. Ketika udah ngga bisa diakses di otak, dokumentasi di luar otak akan sangat membantu saya mengakses memori itu. sayangnya memang kelalaian diri ini yang kadang membuat dokumentasi di luar otak pun ngga terselamatkan.
You don’t just take a picture with a camera, you take it with your heart.
Seumur hidupku, ada pengalaman kehilangan yang cukup banyak, sekalian flash back aja yaa
1. Hilang HP smp-sma-kuliah. Ini pasti sedih saat itu tapi masih termaafkan. Yang disedihkan saat hp ilang itu saat itu masih seputar kontak phone book hilang, sms chat kenangan hilang,
3. Hilang Laptop di TIngkat 4 Saat lagi TA (Jambret). Kisah ini juga agak memilukan. Pulang dari kampus malam sekitar bada magrib. Sepanjang jalan ngedengerin ceramah aagym yang ngademin. Qadarullah jam 19.00 di depan puteran lotte mart, ada motor yang ngambil tas ku (disimpen di bagian kaki) sekaligus nendang motorku. Jatuh dan wassalam semua termasuk Laptop. Laptop nya waktu itu juga termasuk baru, dari uang beasiswa.
Kalau ngga salah waktu itu lagi ngurus pembuatan sim dan berkasnya ada di tas itu, Hasil jilid an laporan Kerja Praktek (KP) dan lagi persiapan Tugas Akhir tapi alhamdulillahnya belum mulai ambil data apapun. Banyak sekali konsekuensi yang jadi harus dilakukan. Laporan KP mesti minjem ke perpustakaan dulu untuk dipoto kopi, dan jilid ulang buat di kasiin ke BALITSA (tempat KP), dan aku udah ngga punya soft file nya #sad banget gaa. dan yang pasti, semua file matkul, laporan praktikum tugas dll tingkat 3 ke tingkat 4 juga hilang. Sedih nggga, sedih ngga, sedih nggaa? Sedih lah masa enggaaa hihi
4. Video nikahan ngga dikasih sama vendor karena harddisknya rusak.
5. HP Rusak. Asus mati total dan data foto hilang juga T_T Ini kondisi udah jadi emak emak yang galeri hp nya isinya anak semuaaa hiks
6. Laptop Acer Rusak. hardisknya ada, tapi belum di amankan ke google drive. suamiiiii i need youuu so muchhhh buat urusan backup data giniii hihi
7. HP Xiaomi Note 8 Kena air dan musti install ulang. banyak yang jadi ga ke back up.
8. HP Poco, Whatsapp nya tetiba kosong ngga ke backup, semua riwayat chat habis. masyaallah. Ini kondisi udah jadi mamak bisnismen
Itulah kompilasi kesedihan kehilangan banyak memori berharga.
yang semaunya sebenarnya karena kelalaian diri. Kalau ngga ada perbaikan diri, ya besar kemungkinan akan menghadapi hal yang sama kelak. Sebenernya, hilang memori ngga akan membuat kita jadi masuk neraka, atau kalau semua memori ada ngga membuat kita jadi bisa ke surga. tapii itu tadi, buat orang semacam aku, hal-hal itu tuh buat ngingetin dan nguatin aku, karena ngga semua bisa diakses di kepala langsung. Ya Allah maapkan hamba yang belum memaksimalkan kapasitas dan kapabilitas otak dengan baiiiikk.
Udah ikhlas? Bismillah insyaallah ikhlas
Semoga jadi perbaikan buat aku pribadi supaya bisa ada perubahan yang lebih baik lagi.
Makanya kenapa kadang suka upload upload foto/video anak atau keluarga, atau apapun gitu, karena ingin suatu saat bisa dilihat lagi dan sebagai salah satu back up kalau sesuatu yang tak diinginkan terjadi. Bukan karena mau pamer atau gimana, hanya ngga mau menyesal lagi aja kalau semua hilangg.
Begitu :)
Monday, April 12, 2021
Review dan Insight Film Coach Carter
Alhamdulillah, akhirnya berkesempatan nonton film lagi! Jangan tanya ya jam berapa nontonnya. sekian menit setelah closing date Quartal 1 Tigaraksa, sekitar pukul 00.05 saya langsung tancap gas nonton film ini dengan durasi film sekitar 2,5 jam.
Menurutku, ini filmya bagus banget. Diambil dari inspirasi kehidupan nyata, mengisahkan tentang perjuangan seorang Coach Tim Basket dalam membina para anggota tim basket di sekolah yang punya reputasi buruk. Tentang bagaimana proses mengubah suatu keadaan dari yang asalnya buruk, menjadi sesuatu yang luar biasa. Meskipun ini filmya tentang basket, tapi bakal relate banget sama siapapun yang punya tugas membina-dibina ya. So, recomended ya!
Buat pemuda-pemudi SMA bagus banget sebenernya, tapi disayangkan dari film ini menurutku ada beberapa cuplikan adegan yang dewasa aja. Memang 18+ sih, dan ngga yang vulgar banget. Tapi ya khas nya film dari luar ya mereka cukup identik dengan freesex before married, dan party gitu. Emang harus ditemenin kali ya kalau nontonin ini sama anak remaja. atau pake metode skip skip adegan aja hehe.
INSIGHT
1. Ada prinsip dan sikap yang perlu dimiliki oleh seorang Coach / Pelatih / Pembina
Disini saya melihat banget bahwa seorang coach Carter ini punya karakter yang kuat.
- Sejak awal sebelum memulai, membuat perjanjian/aturan main terlebih dahulu dengan surat kontrak. Sebuah langkah yang kadang dirasa too formal dan tak biasa, tapi bagi anak usia SMA sebetulnya udah bisa (karena mereka hitungannya udah dewasa ya).
- Memegang prinsip yang menyeluruh bagi perkembangan anggota tim. Akademis, cara bicara, attitude, penampilan, ketaatan pada instruksi semua diperhatikan.
- Punya Visi yang lebih panjang ke depan. Basket bagi mereka adalah hal yang penting, tapi itu satu hal. ia memandang bagaimana para anggota tim tak hanya jago dalam basketnya, tapi bisa masuk universitas dan mengubah hidup mereka
- Tak segan memberi sanksi. Misal ada yang tidak bersikap sopan/melawan, tidak mau ikut aturan, mereka harus lari suicide beberapa puluh kali, atau push up sekian ratus kali. Jenis hukumannya juga mendidik, dan bagus buat stamina mereka sebagai pemain basket. Pastinya ada yang ngga suka, ngeluh, tapi karena tujuannya baik akhirnya ikut juga.
- Prinsip menegakkan aturannya luar biasa. Mengacu pada surat perjanjian di awal, sebagus apapun performance tim dalam bermain basket, ketika ada poin perjanjian yang belum mencukupi, maka ia berusaha meningkatkannya, dalam kasus ini, prestasi akademis yang kurang baik.
- Kuat Memonitoring Tim. Menariknya sekolah ini berani membayar coach basket dengan bayaran yang besar, tapi sistem dalam pendidikan akademisnya buruk. Coach Carter meminta monitoring nilai anak-anak tapi pada awalnya kepala sekolah dan guru merasa ia tidak perlu intervensi urusan itu. Kalo sekilas iya juga ya, urusan Coach Carter kan hanya Pelatih basket? Tapi, dia memegang prinsip bahwa anak-anak meskipun pemain basket, tapi tetaplah seorang pelajar. Coach basket, tapi tahu kondisi akademik semua anggota nya.
- Berani mengambil keputusan besar, meskipun dihadang banyak pihak. Menyegel lapangan basket dan memindahkan fokus anak-anak untuk mengejar ketertinggalan akademis. Gokil banget sih ini. Sampai orangtua, kepala sekolah, masyarakat, media semua geger. Membatalkan pertandingan di saat mereka lagi bagus-bagusnya. Tujuannya satu, mereka lulus dari standar yang telah disepakati bersama. Sampai disidang dan diminta resign sama dewan plus ortu murid.
2. Perlu dipahami sebagai orang yang sedang dibina
- Kita tuh mungkin ngga tahu perjuangan apa yang Coach kita alami buat ngebina kita. Keputusan coach carter untuk ngelatih anak SMA Richmond ini menurutku luar biasa. Memang ada bayarannya, tapi waktu nya hanya sebentar, dan kondisi anak-anaknya itu awalnya bikin pesimis banget. Bicaranya kasar, emosian, songong, ngga sopan. Belum lagi Coach carter ini punya anak yang udah keren banget di sekolahin di sekolah bagus dengan prestasi yang baik, tapi malah ingin pindah sekolah ke Richmond (yang kualitas rendah) karena ingin dilatih basket sama ayahnya. Luar biasa banget. Bisa bayangin kaan gimana rasanya kalo anak mau pindah ke sekolah yang menurut kita ngga bagus (secara lingkungan, prestasi, dll). So, beryukur dan berterimakasihlah pada mereka yang mau membinamu
- Percaya dan taat pada apa yang Coach mu sarankan/perintahkanAda masanya para pemain basket ini protes sama coachnya, kenapa begini begitu perasaan kita udah ngikutin semua tapi masih salah aja. Atau, ada yang ngerasa semua kemenangan itu karena mereka jagoan, coach 'cuma' ngelatih. Padahal fungsi coach itu ya memang melatih, melihat blindspot yang mungkin ngga bisa kita temui kalau kita hanya mengandalkan diri sendiri.
- Menjaga adab dan sikap dalam menuntut ilmu / belajar
Sejago apapun sutu individu, ketika tak punya adab / attitude nya buruk, maka hasilnya tidak akan maksimal.
Sunday, February 28, 2021
INSIGHT Webinar Bu Sarra Risman : Menumbuhkan Manusia Mandiri
Alhamdulillah hari Sabtu, 27 Feb 2021 kemarin mendapatkan rejeki untuk bisa menimba ilmu dari ibu Sarra Risman. Beliau adalah anak dari Bu Elly Risman yang juga aktif dalam dunia parenting. Sejujurnya cukup takjub melihat beliau secara langsung (meski lewat zoom), karena selama ini hanya melihat beliau lewat tulisan-tulisannya di laman facebook.
Kesan saya melihat beliau, cantik masyaallah, dan mirip sama Bu Elly Risman (yaiya!). Saya jadi ngebayangin bu Elly Risman dulu waktu muda nya persis beliau kayanya ya. Wajahnya seolah galak padahal tegas. Dan yang paling menarik, ekspresif sekali. Jadi misal ada penanya yang mengungkapkan pertanyaan via video/mic beliau akan mengangguk anggukan kepala, atau matanya merespon dengan antusias. Sedikit banyak juga gerak geriknya mirip sama Bu Elly Risman ya.
Okay prolognya cukup. Udah kepanjangan ya hihi.
RESUME :
Menarik bahwa bu Sarra mengibaratkan proses mendidik anak itu dengan proses menanam sebuah tanaman. Kita orangtua sebagai petani, dan anak sebagai BIJI nya. Sebagaimana seorang PETANI, orangtua hanya merawat biji itu agar tumbuh dengan baik. Yang namanya proses menumbuhkan biji, selalu ada kemungkinan GAGAL tumbuh, atau justru berhasil PANEN, semua tergantung dari bagaimana menjalani prosesnya. 4 Faktor Penting adalah :
1. Butuh Pupuk Terkini (Ilmu Update) : Petani butuh tau ilmu bercocok tanam. begitu pula orangtua dalam melakukan pengasuhan dan pendidikan kepada anak. Kalau ditanya apakah orangtua kita jaman dulu pakai ilmu parenting, tentu mereka punya konsep sendiri yang mereka jalani. Hanya saja, seiring perubahan jaman yang semakin maju, maka tantangan pun butuh dipecahkan dengan ramuan yang berbeda pula
2. Butuh Konsisten : Konsisten di dirawat, disiram, di pupuk, Agar hasilnya dapat terbentuk baik
3. Butuh Waktu : Tak ada biji yang terus tiba tiba menjadi pohon besar dalam semalam. maka dalam menumbuhkan kemandirian anak butuh waktuk, ngga instan yaa
4. Butuh Kesabaran : Ini kunci juga, kalau ngga sabar, petani bisa sewaktu-waktu kesel sama tanamannya saat tumbuh tak baik, padahal tanaman itu punya dasenya sendiri
1. Akar nya harus kokoh
2. Semua proses penanaman harus bagus
3. Petaninya harus ngerti perlu gimana
4. Hindarkan dari Hama : Kasian, Buru-buru, mau rapi, banyak tangan
MACAM KEMANDIRIAN : FESFA
Fisik, Emosional, Sosial. Finansial, Agama
Setiap tahapan usia punya targetan masing-masing
INSIGHT
Ternyata ada beberapa tahapan kemandirian yang masih jadi peer, kalau berkaca dari Konsepnya bu Sarra RIsman.
1. Usia 0-2 iday tidurnya masih sekasur sama bunda sampai sekarang
2. Usia 3-4 : Menulis, bantu pekerjaan orangtua, merapikan mainan
3. Usia 5-7 : Keramas, Tanggung jawab, masak, suka solat, ngaji, puasa.
Wednesday, February 24, 2021
REVIEW : KOLAM RENANG GRAND SHARON - THE CLOVER BANDUNG
Alhamdulillah sabtu lalu (6 Feb 2021) berkesempatan buat berenang bareng sama Embahnya iday. Karena jarang-jarang ketemu, tentunya saya menyambut baik ajakan itu, berangkat sekitar jam 13.30 dan pulang jam 17.00 😆
Monday, April 20, 2020
REVIEW FILM LION KING - SIMBA YANG KEMBALI MENEMUKAN JATI DIRINYA
Tuesday, April 14, 2020
MINDSET - Istri yang Melakukan Semua Pekerjaan Rumah Sendiri
Sunday, April 12, 2020
Belajar Dari Kehidupan BCL dan Ashraf Sinclair
Thursday, April 9, 2020
Senyuman Penyejuk Jiwa
Tuesday, April 7, 2020
Kekecewaan itu Muncul dari Ekspektasi yang Tak Sesuai Realita : Bunda Pundung
Monday, October 7, 2019
Selamat Jalan Teh Ayu Hilmawati..
"Maaf teh yang ini ngga bisa. T.T" kataku enggan.
Keluarga? Bukan
Saudara? Bukan
Teman Dekat? Bukan juga.
Saya hanya kenal beliau lewat media online ketika kami bersama dalam satu kelas Bunda Sayang IP bandung. Saat itu kami pernah satu kelompok, dan beliau begitu rajin menanyai saya yang selalu posting tantangan di injury time.
Tahu wajahnya? Tidak
Ingat wajahnya? Tidak
Tahu persis beliau siapa? Tidak.
Tapi entah mengapa di berbagai grup WA kami, kepergiannya menjadi perbincangan yang mengharukan.
Saya lalu mengunjungi laman facebooknya, Ayu Hilmawati.
Beberapa pesan terakhirnya berisi nasihat dakwah, sampai situ sudah saya berhenti. Mendengar ceramah Aagym yang di postingnya tentang berbicara. Kebetulan sepagi ini saya menghadapi suatu hal yang berkaitan dengan itu.
Dari situ saja teh ayu sudah mendapat pahala dakwah, meski telah tiada.
Saya lalu terpikir, apa yang akan saya tinggalkan nanti ketika kelak saya meninggal?
Profesi saya sebagai pedagang saat ini, apakah akan menjadi bekal baik bagi saya di akhirat nanti?
apakah orang yang melihat media sosial saya hanya akan berhenti scrolling karena penat melihat postingan saya yang isinya jualan saja? Ataukah orang orang tak ingat pada diri saya dan melewatkan diri saya dari setiap doa doanya? Naudzubillah.. T_T
![]() |
| "Ini chat sma temen diruang rawat nya teh ayu pas sakit..Masya Allah orang nya baik bgt." (teh Andini) |
Selain itu yang bikin airmata saya berderai (bahkan saya ngga pernah ketemu tapi nulis ini!), karena kesan baik yang ia tinggalkan dimanapun...
Wahai para istri cobalah lihat ini, kata kata dari sang suami yang ditinggalkan, bukan sumpah serapah atau hal buruk yang di katakan:
Allahu Akbar...
Saya jadi semakin paham, bahwa apa yang terpenting adalah bagaimana diri kita selalu berusaha memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik demi ridha Allah, bukan demi ridha manusia. Yang terpenting Allah ridha, bagaimanapun sikap orang lain terhadap kita.
Saya menulis ini tanpa ijin dari siapapun, karena sangat ingin mengalirkan rasa, dan rasanya airmata tak berhenti keluar juga. Semoga keluarga juga berkenan saya menuliskan ini untuk pengingat diri.
Innalillahi wa inna ilaihi raajiun..
Semoga mendapat surga Allah yang terbaik, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Semoga kita semua dimatikan Allah dalam keadaan khusnul khatimah..
Aamiin Ya Allah..
“Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji’i ila rabbiki radhiyatam mardhiyyah (wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridhai-Nya),” (surat Al-Fajr: 27-28).
Senin, 7 Oktober 2019
Hajah Sofyamarwa R.
![]() |
| Sudah dimakamkan tadi. Di samping makam ayahnya.. |
Tuesday, September 17, 2019
Mengajukan EDC Bank Untuk UMKM
Dalam postingan kali ini, insyaallah mau sedikit sharing tentang cara pembuatan Surat Keterangan Usaha (SKU). Saya membuat SKU ini untuk keperluan pengauan mesin EDC di rumah.
EDC (Electronic Data Capture) adalah mesin yang berfungsi sebagai sarana penyedia transaksi dan alat pembayaran yang penggunaannya dengan cara memasukkan atau menggesek kartu ATM, kartu debit maupun kartu kredit dalam suatu bank maupun antar bank, serta dilengkapi dengan fasilitas pembayaran lainnya yang terkoneksi secara realtime.Sebetulnya awalnya saya juga masih mempertimbangkan apakah perlu mengadakan mesin EDC di rumah yang saya sulap jadi toko ini. Namun beberapa kali pengalaman, banyak calon customer yang datang ke rumah tak membawa uang cash dan berharap bisa `gesek kartu debit`. Akhirnya, saya yang harus mengantar customer ke depan jalan raya untuk ke ATM.
Lebih mudah bila customer punya mobile banking, namun bila tidak ada ya tidak bisa dipaksakan juga, ya kan? Banyak yang membeli Smart Hafiz di www.smarthafiz.online wilayah bandung, yang datang langsung ke rumah untuk membelinya secara COD.
Baiklah saya mulai sharing nya ya..
Dalam hal ini saya mengajukan ke Bank Mandiri, sebetulnya karena kemudahan lokasi saja yang dekat rumah. Dan setelah survey singkat, rate yang dibebankan kepada merchant rerata sama saja (standar).
Untuk memulainya, bisa membuka mandiri tabungan bisnis terlebih dahulu yaa.
SYARAT
- KTP
- NPWP
- SKU (Surat Keterangan Usaha) dari Kelurahan
- Formulir yang diisi
- Rekening Mandiri Bisnis (ini kalau saldo akhir bulan 10.000.000 atau transaksi nya minimal 15 juta, bebas biaya bulanan 150.000)
Nah karena saya ngga punya NPWP sendiri, pakai punya suami, jadi diperlukan Kartu Keluarga.
Kalau pengajuannya di setujui, akan di datangi untuk semacam survey lokasi dan foto, baru nanti proses pemasangannya berjalan ya :)
Nanti kalau sudah terpasang saya akan infokan update nya ya insyaallah.
Bismillah semangat scale up usaha nya ya
meski rumahan, insyaallah bisa berkembang
:)
3 September 2019
Hajah Sofyamarwa R.
Sunday, February 24, 2019
Menjadi EPC PT Tigaraksa Satria
Alhamdulillah wa syukurilah.
Tak pernah menyangka bisa sampai ke tahapan ini. 2018 menjadi tahun yang penuh perjuangan ketika saya memutuskan untuk benar benar fokus sebagai Educational Product Consultant (EPC) di PT Tigaraksa Divisi Smart Family.
Awal saya bergabung sebagai EPC itu di tahun 2016, sebelumnya saya tergabung sebagai reseller dari kaka kelas saya (teh ririn), dan tidak diseriusi. Ya, saat itu saya masih berjualan produk fashion fungsional, dan merasa nyaman dengan itu karena masih adaptasi sebagai istri dan ibu rumah tangga beranak 1.
2016-2017 itu saya memang tidak fokus berjualan, kalau ada yang beli saja. Jarang promo. Tapi saya menyukai aktivitas offline nya, jadi hampir selalu ikut kalau ada bazaar atau babyexpo.
2017 akhir saya ikut personal goal setting training, dan dari situ saya memutuskan untuk meniti jalan menjadi EPC. Saya juga mengeluarkan modal yang cukup besar pada saat itu untuk sekedar menyewa stand bazaar.
Alhamdulillah menuai hasil di kemudian hari. 2018 awal saya juga sempat down karena tak mencapai target bulanan. Bahkan aturan saja saat itu masih samar samar belum paham betul. Seperti apa EPC qualified itu daaan lain lain. EPD saya saat itu (dulu masih sama EPC), menyemangati dan terus membantu sampai akhirnya saya bisa qualified setiap quartalnya.
Di akhir 2018, saya harus berjuang lebih mengejar ketertinggalan targetan untuk bisa mengikuti Annual Conference tahunan. Suami juga sudah mulai turut membantu dan mendukung saya dengan berbagai macam cara. Alhamdulillah yang penting beliau sudah ridha. Singkat cerita saya bisa mengikuti Annual Conference di Bali pada tanggal 16 februari 2019 dengan gratis.
Ini salah satu pencapaian terbesar saya, ketika 2017 mungkin penjualan saya hanya sedikit, tapi di 2018 bisa mencapai 1600 unit, kira kira setara omzet 400jt. Sebuah lonjakan yang sangat drastis.
Banyak keajaiban yang Allah kasih pada saya di tahun 2018 ini. Buku buku bagus dan produk edukasi yang 'katanya' mahal itu bisa saya miliki satupersatu sebagai bahan pembelajaran untuk anak saya bahkan tetangga. Saya juga bisa punya penghasilan sendiri meski berjuang kerja dari rumah.
Detail perjuangan mungkin tak bisa saya ceritakan disini hihi, hanya sekilas gambaran besar, bahwa memang apa apa yang kita bayangkan, ketika kita mau capai, insyaallah kita bisa.
Saya hanya berharap, kebaikan ini bisa menyebar tidak hanya untuk kami sekeluarga, tapi juga para reseller RKtimbyHajah dan keluarga keluarga lainnya. Insyaallah.
Semoga Allah memberkahi setiap ikhtiar kita, meniatkan ibadah karena Allah untuk setiap aktivitas kita.
Ahad, 24 Februari 2019
Pukul 11.00
Hajah Sofyamarwa Rachmawati
Sunday, January 20, 2019
My Interphase
Bismillahirrahmanirrahim,
Apa kabar temen temen semua? Semoga jiwa raga teman teman dalam keadaan terbaik ya. Minimal dalam keadaan ingin selalu lebih baik.
Alhamdulillah malam ini saya berhasil begadang, untuk.. untuk apa yah?
Rasanya begadang jadi hal yang mahal buat saya beberapa waktu ini, karena masih sering ketiduran karena nemenin haidar baca buku sebelum bobo.
Ditemani iringan backsound musik instrumen yang sengaja saya stel dari yutub, saya hanya sedang mencari ketenangan. ya. ketenangan dari ramainya isi pikiran yang belum sejalan dengan aksi yang seharusnya dilakukan.
ah, sejenak kuhapus saja kata "seharusnya", mari sedikit lebih relax dan tidak memberi beban berlebih pada diri. Targetan selalu mengejar, ah tapi ternyata ku memang perlu waktu sendiri dulu. Ngga apa yah :)
Bagi seorang Ibu muda beranak balita aktif semacam saya (dan ibu ibu lainnya), cukup sulit menemukan waktu sendiri, kecuali di malam hari. Ngomong ngomong tiba tiba saya jadi ingat sebuah frasa yang pernah saya pakai jaman kuliah di biologi dahulu, tentang interfase dalam siklus sel. Lebih lengkap nya mungkin kapan kapan kubahas, tapi intinya, hikmah yang saya ambil, adalah untuk melakukan hal hal (yang terlihat) produktif dibutuhkan persiapan dulu sebelumnya. yang bahkan waktunya lebih lama dari masa produktif itu sendiri. Mungkin bukan sekedar urusan waktu ya, tapi juga ke-mindfullness-an kita.
by the way 03.15 haidar bangun dan nyariin bundanya yang nangkring di depan laptop. jadi ini udah ngetik sambil mangku anak balita hehe
I think I need time for doing interphase!
watch this https://www.youtube.com/watch?v=U5vAO_f2LDQ
Friday, December 7, 2018
4 Tahun Pertama Pernikahan
Wednesday, December 5, 2018
[PRINTABLE] Sayyidul Istighfar
Ya, hari pertama sudah lasut karena belum punya tally counter alias tasbih digital (alasan macam apa itu). Karena udah lama ngga punya tasbih dan kalau dzikir hanya memanfaatkan ruas jari tangan ;)
Yang kedua, kadang suka lupa-lupa gitu. Jadi akhirnya bikin file buat di print. Dipikir-pikir saya suka ngedit markom jualan aja dipakein hiasan, masa yang beginian ga dihias. Hehehe. Ya sudah dihias dulu, meskipun powered by Canva ya hehe. Nah, buat yang belum hapal betul bisa tempel print an nya di rumah masing-masing yah.
Supaya semangat bisa download printable nya disini yahh :)
Versi PNG & Versi PDF (printable) Download di sini
Semoga Bermanfaat
Hey, Reclaim Your Heart! Part. 1
“Tadinya saya menyangka bahwa cinta terhadap dunia berarti terikat pada hal-hal yang bersifat material. dan saya tidak mengikatkan diri pada materi. Saya terikat pada manusia. Saya terikat pada momen. Saya terikat pada emosi. Maka tadinya saya menyangka bahwa cinta terhadap dunia tidak berlaku pada diri saya. Saya tidak menyadari bahwa manusia, momen, emosi merupakan bagian dari dunia.”…“Saya mengharapkan kehidupan ini menjadi sempurna, kondisi yang tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun. Sebagai seorang yang idealis, saya berjuang dengan setiap sel tubuh saya untuk melakukannya. hidup saya haruslah sempurna. Saya memberikan darah, keringat, dan air mata dalam ikhtiar ini : mengubah dunia menjadi Jannah. Ini berarti mengharapkan orang orang di sekitar saya untuk menjadi sempurna. Mengharapkan hubungan saya menjadi sempurna. Mengharapkan terlalu banyak dari orang-orang di sekitar saya dan dari hidup saya.”
“Barangsiapa yang ingkar kepada thagut dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhbul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami.”
Update Kehidupan Dulu
Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...
-
" Mencuci dengan MamaLime atau Sunlight, mendapat Hadiah Blender 3in1 Holmes. SELAMAT ..! " Saya ga berniat bikin postingan...
-
Alhamdulillah, ini sharing sedikit pengalaman waktu ikut serta dalam pelatihan Wirausaha Baru Jawa Barat 2015. 1. INFORMASI, DAFTAR, SELEKS...
-
Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...









