Saturday, April 20, 2013

andai setiap dosa mengeluarkan bau


Adakah yang mau berdekatan dengan kita,
andai setiap dosa kita,
mengeluarkan bau?

--Aagym

* * *

 Pasti setiap manusia saling menjauhi.
Menutup hidungnya sendiri sepanjang hidupnya, 
bahkan mungkin berharap tak perlu punya indera penciuman.
>,<

Friday, April 19, 2013

udah berusaha memenuhi hak orang lain, belum?

Bismillah..
Ini beneran, ternyata banyak banget hal yang sering  aku lewatin alias ga bener-bener aku pedulikan. Mungkin bukan maksudnya sengaja, tapi mengenai pemaknaan, kan ga selalu bisa kita dapat.

Sudah hampir 3 bulan ngekos di pelesiran sini. Banyak hal yang dulu-kupikir-aku-tidak-begitu, tapi kenyataannya sebaliknya. Nah suatu saat pas lag ingelingker rutin (halaqah/mentoring) dapat materi ttg adab terhadap sesama muslim. Catet, ADAB. Ya, adab gituloh, yang biasa dipelajari tiap di pelajaran agama waktu jaman sekolahan dulu. Dan yang aku sadari sekarang, ternyata aku ga bener-bener ngamalin.

* * *

Ini  salah satu contohnya :

"Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada enam:
jika bertemu maka berilah salam,
jika tidak kelihatan maka cari tahulah,
jika sakit maka jenguklah,
jika mengundang maka penuhilah,
jika bersin dan mengucapkan hamdalah maka jawablah (dengan mengucapkan 'yarhamukallah',
dan jika meninggal dunia maka hantarkanlah (ke pemakaman)."
(HR Muslim)
Beneran loh, sebelum ini, aku baca hadits rasul di atas itu rasanya BIASA BIASA AJA, dan aku mikir itu hadits "NORMATIF BANGET", "GA USAH DIINGET JUGA DILAKUIN".
PADAHAL ENGGAAAAK!

Aku baru sadar ternyata dari 6 hak yang harus kita penuhi terhadap sesama muslim itu, bahkan hampir semua dilupain. T_T


Mari liat satu-satu
1.       Kalo ketemu, ngucap salam ga?
Kalo aku ketemu orang lain seringnya, "Hey!!"
Mending kalo dilanjut sama salam, lah seringnya enggak. Padahal ucapan salam itu doa. Ya toh? Alternatif : Hey! Assalamu'alaikum! (pake senyum, kalo lengkap lebih oke lagi sih)

2.       Ada temen yang biasanya ada malah ga ada, nanyain kabarnya ga?
Aku ngebayangin hadits ini kalo di jaman dulu kondisinya belum ada sms, facebook, twitter. Jadi bahkan effortnya lebih. Nah sekarang komunikasi udah gampang banget, harusnya lebih bisa kan?
Sms gitu minimal.

3.       Kalo sakit, nengokin ga?
Paling inget kejadian terbaru. Ada temen sakit, nah aku udah tau dia sakit, malah sama sekali ga ngejenguk. Cuma nge sms -_- #jleb
Parah, maafin terlalu sibuk sama diri sendiri :s

4.       Kalo diundang, dipenuhi ga undangannya?
Kalo kondangan biasanya dateng sih hehe. Kejadian masih fresh juga, diundang sama orang tuanya temen untuk makan siang bareng, malah ga dateng, bahkan aku lupa ga kasih kabar -_-
Parah, huhu maaf tante T_T

5.       Ada yang bersin dan ngucap kalimat Hamdallah, balas doanya dengan Yarhamukallah ga?
Nah ini nih yang kuperhatiin agak luntur. Maaf ya buat temen yang bersin, aku suka lupa bilang yarhamukallah, padahal itu hak kamu. Huhu

6.       Ada yang Meninggal dunia, nganter ke pemakaman ga?
Sejauh ini masih diusahakan, tapi memang belum ada kerabat yang urgent buat dihantarkan.
(bukan ngedoain cepet, ini mah kan bahkan bisa aku yang duluan)

* * *
 
Intinya mungkin memang ga semua bisa kita amalkan dengan lengkap, karena memang tergantung kondisi kita juga, dan kita yang lebih tau dan bisa menyesuaikan.
Tapi akan lebih baik kan kalau kita usaha dikit-dikit?
Allah juga ngerti kok kalo kita serius pengen berproses menuju apa yang Allah kehendaki.

Tulisan ini sama sekali bukan kajian terhadap isi hadits ya (ya kali sembaranga begini -_-), ini cuma refleksi diri aja sekaligus usaha buat menunaikan tugas untuk saling ngingetin.
Banyak ko kalo mau sumber2 kajian yang bagus, pengajian banyak, mbah google udah ada, kayanya asal niat pasti dapet ko jaman sekarang mah.
Semangat jah!
Dengan ini aku minta maaf buat temen-temen yang masih sering terdzalimi, mudah-mudahan masing-masing bisa semakin baik ya :)

___________
*mulai terpikirkan sejak 5 april 2013 baru nulis sekarang
*free writing tanpa proses editing (dibaca =  nulis sembarangan -_-)

Thursday, April 18, 2013

Kulap Wetland - Nusakambangan! :D



Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Pantai Permisan, NUSAKAMBANGAN :D
Karena Pulau ini ga banyak gangguan, alias hanya diperuntukkan bagi para penghuni lapas, sipir dan keluarga, kondisi pantai dan hutannya masih bagus :))




Pesisir pantai Permisan, Nusakambangan

"Anakan" Mangrove di sisi jalanan Nusakambangan

Abis kotor-kotoran ngambil data, foto dulu lah ya hehe :D
Alhamdulillah :))
Semoga masih dikasih kesempatan sama Allah buat menjelajahi berbagai sisi bumi lainnya :D

bisa coba lagi FIM tahun depan

Senin, 15 April 2013

Halo Hajah Sofyamarwa Rachmawati
Terima kasih atas partisipasi Anda dalam mengikuti proses pendaftaran Pelatihan Forum Indonesia Muda 14.

Menyeleksi 4995 calon peserta membuat tim seleksi benar-benar harus bekerja ekstra untuk menentukan calon pemimpin bangsa yang ingin mengembangkan dirinya melalui pelatihan FIM 14. Dengan berat hati kami harus menyampaikan bahwa Anda belum berkesempatan untuk menjadi peserta pelatihan FIM 14.

Kami percaya Anda memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan diri dan negeri yang kita banggakan. Yakinlah peluang untuk maju dan berkembang sangat luas. Tetap semangat mengolaborasikan karya dimanapun Anda berada. Selamat berkarya dan berjuang!

Salam pemuda Indonesia!

Forum Indonesia Muda

* * * *

Pengumuman yang memang "agak" saya tunggu-tunggu bahkan menjadi salah satu penentu mulainya waktu TA saya. hehe

Ya, sama sama. aku juga harus percaya dan yakiin!
Agak miris kalau saya ingat setahun lalu sempat ingin mendaftarkan diri, tapi entah kenapa ga daftar.
Baru nyoba sekali ini, mungkin masih banyak yang harus dipersiapkan untuk bisa bergabung dengan kawan-kawan calon pemimpin masa depan.

Tetap semangat!
Gagal. Bisa coba lagi! :D

Thursday, April 11, 2013

Salman, Jelang Setengah Abad

(Oleh: Pak Adriano Rusfi)

Orang boleh saja bergunjing tentang kemundurannya. Tapi saya tak pernah hilang kagum pada masjid yang satu ini. Masa lalunya terlalu gemilang untuk tak meninggalkan sinar hingga hari ini. Bak seorang perempuan jelita berusia jelang setengah abad, gurat-gurat kecantikan masa lalunya masih saja tersisa untuk dinikmati hingga hari ini. Lalu, bisakah ia kembali jelita seperti tiga puluh – empat puluh tahun lalu ?

Tentu saja tak mungkin, karena waktu tak dapat diputar mundur. Bahkan, berpikir untuk mengembalikannya ke kejelitaan masa lalu, adalah malapetaka sendiri bagi masjid ini. Ia menjadi gagal mengulangi kejayaannya, karena terpenjara oleh masa lalu, masa lalu yang tak dapat diulang, masa lalu yang seluruh variabelnya tak dapat dihadirkan pada hari ini. Karena Bang Imad tak dapat dikloning, dan Kang Sadali tak dilahirkan untuk hari ini.

Tapi bukankah Salman bisa melahirkan ? Menurunkan anak dan cucu yang sama cantiknya, bahkan lebih cantik dari dirinya ? Anak cucu yang dilahirkan dan dididik untuk hari ini dan masa depan, bukan untuk masa lalu. Ya, Salman harus berketurunan, bukan berpikir untuk kembali muda. Dan untuk itu Salman harus segera menikah !

Menikahlah segera untuk berketurunan. Karena Salman mustahil berkelamin ganda, dan Salman tak mungkin menghamili dirinya sendiri. Kaderisasi adalah hasil perkawinan, bukan hasil kloning. Kaderisasi adalah buah kawin silang DNA Salman yang terkenal unggul itu dengan DNA ITB hari ini, dengan DNA Bandung hari ini, dengan DNA realitas keindonesiaan hari ini dan dengan DNA keummatan hari ini. Pernikahan tak akan membuat Salman kehilangan jati diri, karena DNA Salman kekal, unggul dan dominan.

Menikahlah hari ini atau Salman akan keburu menopause, karena sebentar lagi ia akan berusia setengah abad. Masih ada tersisa sedikit kesempatan untuk melahirkan Salman muda, anak jaman terbaik yang prestasinya dapat dibandingkan dengan tantangan jamannya pula, bukan dibandingkan dengan ibunya. Karena definisi kejelitaan telah berubah antara dulu dan kini.

Membaca DNA Salman ?
Salman tinggal memilih dan meminang jodoh yang paling cocok dengan DNA miliknya. Cocok tak identik dengan sama, karena cocok dapat terjadi karena kesamaan (similarity), kedekatan (proximity), bahkan pertentangan (contrast). Yang masalah adalah jika Salman bahkan tak mengenal DNA dan jatidirinya sendiri. Tersamar antara jatidiri dengan kosmetika, antara substansi dengan performa, antara hakekat dengan syi’ar.

Seharusnya Salman tak galau dengan jatidirinya. Fakta telah banyak bercerita bahwa jatidiri Salman bukanlah popularitas dan ketenaran, karena salman bukan Sri Panggung, Salman bukan selebriti atau pesohor. Sebenarnya Salman hingga hari ini masih tetap tenar dan populer. Setidaknya para aktivis dakwah dari Sabang hingga Merauke masih melafalkan namanya dengan bangga. Toh ummat tetap tak puas dan berkata,”Itu bukan Salman !”.

Jatidiri Salman juga bukan terletak pada keramaian dan kemeriahan, karena hingga hari inipun Salman tetap ramai dan meriah. Bukankah tiap sudut Salman hari ini tetap riuh rendah ? Lihatlah masjidnya, gedung kayunya, papan informasinya, gedung serba gunanya, taman Ganeshanya, Rumah Amalnya atau Lembaga Muslimahnya, tetap hingar-bingar. Tapi ummat tetap saja menggerutu,”Bukan itu yang ku mau !”.

Jatidiri Salman ternyata juga bukan terdapat pada keterbukaannya. Sampai hari ini Salman masih saja seterbuka dulu. Kaum puritan hingga hedonis hadir di Salman. Fundamentalis atau liberal diterima di Salman. Nasyid hingga musik cadas manggung di Salman. Cadar hingga rok mini shalat di Salman. Namun ummat masih saja belum puas,”Bukan itu maksudku !”.

Yang ummat baca pada DNA dan jatidiri Salman adalah kontribusi dan signifikansi. Bahwa Salman ada jika dia berguna dan bermakna ! Ini adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Sekadar berguna namun tak signifikan maka Salman tak ada. Signifikan namun tak kontributif maka Salman menjadi percuma. Salman ditakdirkan memang bukan untuk menjadi sekadarnya dan biasa-biasa saja.

Salman jelas dibesarkan oleh kontribusi dan signifikansi. Latihan Mujahid Dakwah (LMD) menjadi legenda karena kontribusi dan signifikansinya bagi militansi yang dibutuhkan saat itu. Mentoring Karisma menjadi benchmark seluruh remaja masjid karena kontribusi dan signifikansinya bagi pendidikan kaum remaja. Penerbit Pustaka menebar pesona karena kontribusi dan signifikansinya dalam menawarkan wawasan gerakan dakwah yang mendunia.

LMD, Mentoring dan Pustaka adalah masa lalu, bukan DNA, bukan jatidiri Salman. Menghidupkan kembali ketiganya tak akan banyak berarti, kecuali sekadar bernostalgia. Karena yang menjadi Jatidiri dan DNAnya adalah kontribusi dan signifikansi, sedangkan ketiganya hanyalah buah dan produk dari kontribusi dan signifikansi masa lalu.

Tanpa kontribusi dan signifikansi, Salman niscaya terkubur. Karena arsitektur masjidnya biasa-biasa saja, tak gemerlap seperti Masjid Kubah Emas Dian AlMahri. Secara geografis ia akan terinjak oleh pamor kampus ITB, oleh Factory Outlets yang berjejer sepanjang Dago, atau oleh hingar bingarnya Kebon Binatang Bandung. Tanpa kontribusi dan signifikansi, suara azan dari menara mungilnya akan kalah dengan dengan dentum sound system dari Sasana Budaya Ganesha (Sabuga).

Kontribusi dan signifikansi, adalah milik sebuah masterpiece, sebuah adikarya. Dihasilkan di sebuah sanggar seni intelektual. Dirancang oleh kader-kader yang empatik, progresif dan atraktif, dan diniatkan untuk tegaknya sebuah peradaban. Sebuah adikarya bukanlah produk dari industri massal. Kalau toh pada akhirnya ia diduplikasi secara massif di sana-sini, itu adalah buah kontribusi dan signifikansinya belaka.

Menikah dengan siapa ?
Yang pasti dengan masa depan, bukan dengan masa lalu. Karena masa depan keummatan dan keindonesiaan memberikan begitu banyak penawaran. Ummat telah sampai pada daur tajdid seratus tahunan, dan Salman dapat meminang masa depan untuk menjadi mujaddid. Begitu banyak yang dapat dipilih. Ada tema dakwah yang mulai kurang diminati kaum muda, karena kurang heroik dan berdarah-darah. Ada tema konservasi alam, dan itu adalah tema kekhalifahan sejati. Ada tema penegakan keislaman, ketika banyak orang lebih tertarik pada penegakan syari’ah. Salman tinggal memilih dan meminang.

Hingar-bingar politik juga membutuhkan fatwa dari Salman, agar tak ada lagi korban kaum muda berjatuhan, terperangkap dalam fatamorgana kekuasaan yang membohongi mereka dengan janji palsu,”Inilah jalan kekhalifahan itu”. Pendidikan juga membutuhkan pinangan dari Salman, agar mereka dapat belajar dari Luqmanul Hakim tentang prinsip pendidikan efektif. Dunia industri pun menantikan lamaran Salman, agar mereka mengerti bagaimana sistem dan kebijakan dapat dipadukan, sebagaimana AlKitab dan AlHikmah disatukan.

Atau, Salman menikahi semuanya saja ? Tak mungkin ! Kecuali jika Salman tak kunjung mengenali jatidirinya dan gagal merumuskan visinya. Salman perlu segera menetapkan visinya dan menemukan jodohnya, agar segera melahirkan Salman Muda. Sebagai sebuah gerakan, Salman perlu menetapkan orientasi dan minhajnya. Sedangkan sebagai sebuah masjid, Salman wajib memfasiltasi segala hajat ummat dan jama’ahnya, tanpa perlu terjebak pada segmentasi dan positioning yang tak perlu.

Selamat berketurunan…
original source from : http://imajinasirinoferdian.tumblr.com/post/45741560042

Monday, April 8, 2013

Yang Tabu Dilakukan Calon Ibu Bermutu (by : Bunda Tatty Elmir)



    1.Mengejar laki-laki idaman (Seberapapun hebatnya dia )
    Jika preman saja tak sudi dikejar-kejar, apalagi laki-laki sholeh, pinter, baik hati, setia, calon ayah teladan se dunia.
    Menginginkan kelak mendapatkan suami sholeh ?  
Maka jadilah sholehah yang punya harga diri, berkualitas dunia akhirat, 
tahu bagaimana menjaga kehormatan dan kemuliaan dirinya

    2. Menunjukkan ke’gilaan’mu padanya.
    Jika dia tahu perasaanmu dan engkau terus terang menelanjangi hatimu padanya, maka laki-laki baik takkan pernah percaya, hal serupa takkan kau lakukan pada yang lain.
    Jadi ..
Sembunyikanlah rahasia hatimu dengan aman, 
maka cinta sejati itu akan mencarimu dengan iman.

    3. Menyerah dalam 1  kali  rayuannya.
    Laki-laki tangguh, hanya bisa diuji lewat seberapa hebat daya tahannya menanti hatimu luluh.
    Jika Kesatria sejati tak akan mati dalam sekali tikam, maka putri sejati juga tak akan goyah dengan sekali rayuan
    Jadi jangan ragu tunjukkan “kelas”mu.

    Wanita terhormat dan pandai menjaga kemuliaan dirinya
    InsyaAllah kelak,
    Akan melahirkan Bangsa yang dihormati dan dimuliakan dunia

    #jleb

    article source : Blog Bunda Tatty Elmir

Friday, April 5, 2013

mari kita berhenti sejenak

Mari kita berhenti sejenak..

Kita memerlukan saat-saat itu, saat dimana kita melepaskan kepenatan yang mengurangi ketajaman hati, saat dimana kita membebaskan diri dari rutinitas yang mengurangi kepekaan spiritual; melepaskan sejenak beban dakwah yang selama ini kita pikul dan mungkin menguras stamina kita.
Kita perlu karena, kita perlu membuka kembali peta perjalanan dakwah kita, melihat jarak yang ditempuh dan sisanya, melihat hasil yang sudah diraih, meneliti rintangan yang mungkin menghambat laju pertumbuhan dakwah, memandang alam sekitar karena banyak aspek lingkungan strategis kita telah berubah.


Majelis iman. 


"Duduklah bersama kami, biar kita beriman sejenak."  
-Ibnu mas'ud

Secara individu kita dapat merenungi, menghayati, menyelami telaga akal. Kemudian menemukan gagasan baru yang kreatif, matang, aktual. Bermuhasabah, perbarui niat, kesadaran, motivasi dan semangat jihad.

"Ucapan mereka adalah zikir, diam mereka adalah perenungan
-Ali bin Abi Thalib


_______
Kutipan dari sebuah buku : Menikmati Demokrasi, Anis Matta

*Kangen sama yang senantiasa mengingatkan* >,<

Wednesday, April 3, 2013

Bought book story : SILA KE 6 : KREATIF SAMPAI MATI!


Kamis-Jumat (29-30 Maret 2013)

Sebuah buku rekomendasi dari Bang Jul, seorang Pak RT super asik di Cisitu Lama yang juga pemilik Sanggar Seni Kreatif "Sanggar Potlot". Setelah berdiskusi banyak dan menyerap berbagai petuah-petuah gaul-bijak-kreatif-bermakna, Bang jul bilang,

"cobalah itu kalian baca buku judulnya Kreatif Sampai Mati, bagus itu! sekali-kali lah mahasiswa baca buku-buku yang kreatif-kreatif jangan textbook doang."

Noted. SETUJU. Aku simpen baik-baik memori saya sama judul buku itu. Kupikir itu buku terbitan lama (soalnya bang jul kan udah bapak-bapak #loh?)

Besok paginya saya udah mulai browsing info bukunya. Penulisnya Wahyu Aditya.. Hmmm.. Siapa ya? Ahaha ga gaul banget gueh. Ternyata, wah!  Mas Wahyu Aditya itu pernah kuliat di video paporit saya, Lentera jiwa - Nugie! Beliau itu yang punya sekolah animasi HelloMotion Academy! Ah keren!
Tapi kurang cukup, kubrowsing lagi, ternyata beliau adalah JUBIR KEMENTRIAN DESAIN REPULIK INDONESIA (KDRI) !

GILE KEREN BANGET.

Eh, emang ada ya kementrian itu di Indonesia?

Ahaha, ternyata memang belum di sahkan. Itu salah satu bentuk ke'gila'an mas wadit. Haha!
Setelah liat di goodreads.com, reviewnya positif, aku makin pengen beli.

aku masih mikir seminggu ke depan kehidupan finansial akan seperti apa, tapi, Oke FIX. MAU BELI BUKUNYA SORE INI JUGA.


* * * * * *

Di Togamas...
Ketemu bukunya. Dan isinya emang asik banget! Ga seperti buku-buku lain pada umunya yang Cuma tulisan doang. Bener-bener ngewakilin judul, konsep bukunya scratch book dan full colour!  Cocok banget buat orang visual kaya saya :9
Entah kenapa tekad bulat beli buku tadi sempet goyah karena liat buku-buku lain yang ga kalah keren.
Sampe saya mikir, ah ini buku mas wadit jangan-jangan isinya cuma nyeritain bisnis-bisnisnya dia *evil*. PADAHAL ENGGAK.
BUAT YANG PUNYA PASSION DI BIDANG DESAIN, SUKA HAL KREATIF, SUKA BACA BUKU GAMBAR, PENGEN NGAKAK, DAPET IDE SEGAR, dll, BUKU INI OKE BANGET.

(goodreads.com)

Fyuuh.. Jadi juga beli. Dari harga 59.000 di diskon sama togamas jadi 44.200. YEAAAAH! Alhamdulillah :D


* * * * *
Udah selesai baca, DAN GA NYESEL BELI BUKUNYA. Karena bisa banget dibaca berulang kali, terus coba belajar dipraktekin :))

ketika mulut "pindah" ke jempol



Dulu ketika fitur SMS lagi keren-kerennya saya pernah mikir bahwa kini mulut sudah "pindah" ke jempol. Bisa nangkep maksudnya kan ya?
Sekarang sebenarnya mulut mungkin udah "pindah" ke seluruh jari-jari.
Pikiran random yang muncul dari fenomena kemajuan teknologi media sosial online.
Facebook, twitter, blog, line, BBM, whatsap, skype, dan jutaan fitur komunikasi udah jadi hal biasa.
Mau bikin isu apa, tinggal ramaikan dunia maya. Ketik-ketik, post, share, and everybody knows.
As simple as that.
Kadang jadi "lupa" sama dunia nyata.

Yah, semoga bisa bijak menggunakan kecanggihan teknologi.

Pelesiran 20a
3 April 2013

kunci oh kunci

Senin, 1 April 2013

  1. Eh KUNCI chamar sengaja ditinggal. Kubawa aja deh, sekali-kali pengen nyoba lewat pintu depan
  2. Waktu nemenin anak-anak protum, aku lupa meng-KUNCI oven di lab kultur. Untung mbak tria dengan sigapnya nge handle itu dan ngingetin.
  3. Setelah briefing protum selesai, lab fito kosong, dan arsa make lab terakhir, entah aku kenapa tiba-tiba ngingetin, "Jangan lupa KUNCI ya."
  4. Tadinya mau makan bareng riksa n friend tapi ga jadi ikut. Mau jadi anak baik anggota KM ITB, jadi ikut kajian keberlanjutan pemira di  himpunan ._. Ga sadar udah jam 10.15 ijin pulang. Udah kebayang pulang ke kosan sendirian malem2 -_- Eh, ketemu Ita! Ternyata ita balik lagi karena ketinggalan KUNCI kosan di fito. Alhamdulillah mau dianter pulang sampe ke kosan.
  5. Di parkiran sipil gatau gimana, KUNCI kosan ita jatoh dulu.
  6. Sampai kost, gerbang ke KUNCI! Perasaan ga pernah dikunci. Segala kunci dicobain gada yang berhasil. Panik. Panik. Baru sadar ga punya nomer telpon temen2 kosan -_- Panik. Mau manjat susah. Nginep di masjid juga ga bisa, diKUNCI. Mau nyoba ngehubungi teh herafi teh midun, ga enak udah kemaleman. Panik. Mau makan dulu aja di tukang nasi goreng. Udah tutup. Panik.
  7. Ahirnya pake jurus Assalamu'alaikum. Awalnya ga yakin, karena ini udah malem banget. Alhamdulillah, ternyata ada ayu yang masih bangun..
    Terharu :')

    DAN TERNYATA, GERBANGNYA GA PAKE KUNCI "lock and Key" gitu. Sistem kuncinya Itu bisa dibuka tutup sendiri tanpa perlu kunci (gitudeh). Yah keburu panik duluan.

     Ibroh:
  8. Usahakan jangan panik
  9. Jangan lupa save nomor temen kosan walopun phonebooknya penuh.
  10. Pertimbangkan matang-matang kalau pulangnya kemalaman -_-

  11. #sesuatu

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...