Saturday, February 11, 2017

Surat Cinta Buat Suamiku : Tentang ayang

Assalamu'alaikumwrwb
Dear ayang yang baik,
Ini ceritanya surat cinta dari aku buat ayang. Masih inget ngga sebelum nikah kita juga sempet bales-balesan surat di email? Kayanya ayang lupa sih hihi, kalo inget pun lupa isinya kan ya ? Kabar baiknya balasan surat dari ayang aku simpan berpassword di hape LG ku. Kabar buruknya, hape LG itu hilang 3 hari lalu pas aku naik gojek 😥 nanti kita cari ya catetannya, semoga masih ada ^^

* * *

Aku flashback dikit dari "diary" ku sebelum nikah sama ayang. Udah pernah baca kan ya? Hihi http://www.hajahsofya.com/2015/06/pertanyaan-pertama.html?m=1 maaf ya semoga ikhlas dipaksa jadi pembaca setia blog aku. Hehe

* * *
Ayang tau ngga kenapa aku akhirnya yes waktu diajak nikah sama ayang ?

Ayang adalah orang pertama yang mengajak aku menikah.
Ya, meskipun di kali pertama ini aku belum mengiyakan. Saat itu aku masih tugas akhir, dan rasanya belum mempersiapkan apa-apa untuk jenjang pernikahan. Aku juga tau, kalau aku ngga menerima, akan ada ribuan wanita lain yang bisa diajak menikah.

Ayang adalah orang kedua yang mengajak ku menikah (lagi)
Ya, kali kedua setelah setahun itu aku lebih mempertimbangkan untuk menikah. Saat itu aku bekerja sebagai guru kelas, begitu concern masalah pendidikan anak, dan menikah menjadi salah 1 gerbangnya.
Akhirnya, kenapa tidak ? Bukankah jodoh Allah yang takdirkan?

8 AMAZING THINGS ABOUT YOU

1. Ayang itu care sama adik adik binaan.
Ay, interaksi kita dahulu sebetulmya hanya seputar amanah permentoringan di kampus dan di SMA. Di SMA pun aku "baru" sebagai mentor, ketika beramanah pun sekedar menjalankan amanah. Tanpa ada rasa macam-macam, justru malah rasa dikejar aja karena disuruh turun lagi ke SMA padahal masih pegang kampus juga. Saat itu rasanya malah gemes pengen "ngomel-ngomel" sama ayang karena ingin perbaiki sistem di SMA, maksudnya gatel gitu pengen ngerombak macem2.

Kita jarang tatap muka, pun ketika ada pertemuan, tidak membuat aku mengenal ayang, mengenal pemikiran ayang. Aku cuma cukup tahu kalau ayang itu suka nyanyi nasyid, suka tampil di tiap kesempatan tampil. Hihi. Pede nya selangit pokonya. Aku ya biasa aja karena mindset jodoh saat itu, ngga usah fokus cari cari manusia, fokus diri sendiri dulu aja, jodoh insyaallah menyesuaikan.

Aku bahkan kurang ngeh kalau ayang itu dulu wakil ketua DKM. :p

Yang aku tau, setelah ajakan menikah datang, ketika aku merhatiin lebih dalam, ayang itu CARE BANGET sama adik adik binaan di SMA. Ini juga cuma aku liat banget di grup line, bukan di dunia nyata saking ga merhatiinnya. Jam berapa pun ketika adik adik punya pertanyaan, ayang akan membalasnya, sebisa mungkin. Memberikan pengetahuan, meluruskan pemahaman, mengajak berpikir adik adik, selalu ada buat adik adik.

Apa lagi ya ? Itu sih alasan utamanya.

Dan sampai sekarang usia 2 tahun pernikahan, hal itu masih ada. Istiqomah drngan prinsip dakwahnya. Istiqomah membina adik adik setiap pekannya. Bahkan sekarang pegang 3 kelompok dan masih jadi pengisi ta'lim. Dan bukan main main, teguh dengan segala aturan kedisiplinan dan berpegang pada alquran dan sunnah rasulullah saw.

Meskipun namanya istri, ada kondisi baper dan cemburu sama seluruh binaannya. Hihi. Tapi insyallah yakin, justru itulah yang membuat aku jadi tenang, bahwa "tali" itu yang akan menjaga keluarga kita terus ke depannya. :")

2. Ayang itu berprinsip : ngingetin ke Allah dan berbakti sama orangtua
Setiap hubungan punya tantangannya sendiri, punya masalahnya sendiri. Kadang aku yang ngambek, kadang ayang yang nahan ngambek. Ayang itu saat kita punya problem dan terlalu berpikir duniawi, ujung nya akan selalu ngingetin kalau apa apa yang kita lakuin itu supaya Allah rido.
Segala kebaperan yang muncul dari fitrah kewanitaan saya, diobati dengan prinsip ini. Dalam keberjalanannya ada kesal, ada rasa tidak terima, tapi prinsip ini tak pernah salah. Dan aku bersyukur banget bahwa hubungan kita ayang jaga dengan prinsip terkuat di alam semesta ini.

Ayang itu tau kondisi diri dan lingkungan pengasuhannya. Well, kita banyak berbeda disini, tapi disini aku juga belajar. Yang ngga pernah lepas dari ayang adalah keyakinan akan keberkahan dari orangtua. Hal ini mungkin semua orang tahu, tapi tak semua orang paham, tak semua orang benar-benar menjalankannya. Termasuk denganku, yang masih belajar akan hal ini. Dalam keberjalanannya, banyak air mata berderai, mempertanyakan kenapa begini kenapa begitu, tapi aku juga yakin, inilah cara Allah mengajariku tentang keberkahan dari orangtua. Dan namanya belajar, pasti ada tantangannya kan ya supaya naik kelas ?

3. Ayang itu jujur bening hatinya.
Bukan tanpa dosa tentu saja, tidak sempurna tentu saja. Tapi aku yakin dan bisa ngerasain betapa ayang itu dipenuhi kejujuran. Sikapnya, kata-katanya, perasaannya, kebaikannya. Bukankah kejujuran merupakan salah satu hal yang paling penting dalam sebuah hubungan ? :")

Aku yang orangnya banyak "menjaga jarak" dan "menutup tabir diri" dapat dengan mudah mengenali keterbukaan ayang.

4. Ayang itu ngga keberatan bersama menghandle urusan rumah
Kalau bagian ini, jam terbang ayang udah lebih banyak. Dibesarkan dengan standar tinggi, maka urusan beberes rumah yang katanya urusan perempuan, ayang melakukannya dengan sangat baik.
Bersabar mengajariku yang kadang malah ngambek kalau ngerasa kerjaannya diambil, padahal emang mau bantuin hehe. "Berkeras" agar keluarga kita punya standar yang baik dalam urusan kerapihan rumah meskipun kadang aku masih banyak excuse nya.

Yang ngelakuin semua dengan maksimal. Kadang suka bantuin ngelipetin monster baju yang mau disetrika, supaya aku ngga males ngeliatnya. Ngga sungkan ngejemurin dan ngambilin jemuran. Mau nyuci piring. Ngelap meja makan kalo udh crowded.

Insyaallah sesuai dengan bayanganku dulu, bahwa urusan rumah menjadi tanggungjawab bersama, meskipun tetap menjadi fokus utama seorang istri untuk menjaga rumahnya.

Ya, tetaplah jadi dirimu, pegang erat prinsipmu, bersabar dengan realita yang terjadi, sampai akhirnya kita berhasil mewujudkannya :)

5. Ayang itu dulu katanya tempramen, tapi ngga suka marah marahin aku
Kalau aku punya salah, ayang lebih memilih untuk diam, menahan kata kata. Menjaga dari perkataan yang menyakiti. Ini aku tau karena selain ayang udah jelasin, juga karena aku bisa ngerasain. Kalau sama orang lain (misal adeknya hehe), kadang keluar jebrat jebretnya, meskipun akhirnya juga baikan.

Kacaunya, kadang aku yang suka "minta dimarahin", maksudnya penasaran pingin liat reaksi spontan jebrat jebret nya kalau kita ada masalah. Menghindari mudharat katamu.

Ah, terimakasih atas kesabarannya, semoga semakin lancar komunikasi kita :")

6. Ayang itu menjaga kesucian diri, dan lingkungannya.
Ayang yang suka ngingetin kalau pas solat rambut aku ada yang nyempil sehelai pun. Ayang yang suka ngingetin barangkali baju aku kena rembesan popok haidar pas lagi tidur. Ayang berhati hati dengan mengganti baju rumah dengan pakaian shalat yang bersih.

Yang mandinya super bersih. yang hobinya nguras bak mandi tengah malem, dan harus pake dettol. Yang hobinya nyuci keset dan kadang serbet kotor. Yang kadang Gosokin bak wastafel karena ngga bisa liat remah makanan kececer.

7. Ayang itu lucu banget dan ekspresif
Ngga jaim, menampilkan diri apa adanya. Disamping itu tetap bisa bersikap sesuai kondisi yang diperlukan.
Main sama haidar fokus to the max, pake sikap, perkataan dan ekspresi yang aneh aneh juga ngga malu.

8. Ayang itu berupaya menghargai istrinya
Mau makan masakan yang baru kubuat. Juga mau makan masakan yang sisa supaya ngga mubazir. Mau bekel makanan buatan istrinya meskipun cuma sesepele seuprit ayam, ikan asin, seupan ubi, telor dadar, dll

Nanti dilanjut ya.. ^^

Sabtu, 11 februari 2017
01.00

No comments:

Post a Comment