Friday, October 25, 2013

Sujud dalam shalat : Bentuk Penyerahan Diri Ideal Manusia

"Titik balik terjadi ketika salah satu teman mengajak aku ke masjid. Ini pertama kalinya aku masuk masjid. Aku ikut pertemuan dengan belasan perempuan Pakistan. Mereka duduk mendengarkan khotbah. Seusai khotbah, teman mengajakku untuk tinggal sebentar karena ia hendak salat. Ini pertama kali aku melihat Muslim Salat.

Dan aku sangat terkejut. Aku melihat dia berdiri, lalu bungkuk, lalu berdiri, lalu tiba-tiba merendahkan diri. Meletakkan kepalanya di lantai untuk menyembah Tuhan. Aku bagai tersengat petir. Ini, aku pikir saat itu, penyerahan diri yang aku cari sepanjang hidup. Bagaimana seseorang bisa dengan pasrah meletakkan kepalanya di lantai untuk menyembah Tuhan! Kepala yang setiap hari kita junjung tinggi. Aku kira detik itu juga aku menemukan bentuk penyerahan diri yang ideal dari manusia. Sujud.

Tiga bulan sebelum ulangtahunku yang ke-17 aku akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat. Aku masuk Islam 4 september 1998. Aku bangga menjadi muslimah. Aku belajar puasa. Aku berhijab. Aku menyadari hidup ini singkat. Bagaimana singkatnya hidup? Gampang. Lihat saja batu nisan. Ada garis pendek di antara tanggal lahir kita dan tanggal kita meninggal dunia. Garis pendek itu menandakan betapa pendeknya umur manusia di dunia. Karena itu kita harus mengisi dengan penyerahan diri kepada tuhan. Kita diberi pilihan. Saya memilih islam dan menyerahkan diri ke Allah."

-- Sarah Joseph, Mualaf, Muslimah Inggris pendiri Majalah Emel (Muslim Life) bersama suaminya. Majalah populer islami, majalah gaya hidup Muslim dengan desain yang berani dan topik yang cerdas.
(Dikutip dari majalah Janna, Republic of Youth edisi februari 2013)

* * * *

Kita butuh inspirasi dari pandangan orang di luar kita, agar hal luar biasa yang biasa kita lakukan menjadi lebih bermakna.

Pelesiran
29 Mei 2013

No comments:

Post a Comment