Wednesday, August 2, 2017

Perbincangan Di Atas Api Yang Menyala

Pakaian mereka mewah, sejuk dilihat, hijau berbahan sutera yang indah. Gelang emas dan mutiara menghiasi pergelangan tangan mereka. Piring-piring emas dan perak beserta gelas-gelas cantik sudah tertata di hadapan mereka beserta buah-buahan segar yang mereka inginkan.

Mereka tak perlu beranjak dari permadani sutranya, karena sudah ada ribuan anak-anak muda berparas menawan yang berkeliling melayani kebutuhan mereka.

Kemah mereka dari mutiara berongga dengan ribuah daun pintu dari emas. Luasnya tak kurang dari 60 mil yang setiap sudutnya dihuni oleh penghuni lain tanpa dapat saling melihat.

Saling berhadapan penuh kehangatan, mereka pun ditemani oleh istri bidadari  penuh cinta, bermata jelita yang kecantikannya semakin bertambah-tambah setiap saat. Sudah bersih hatinya dari lelah, dendam, sudah suci dari bermacam kotoran dunia.

Mereka juga berbincang, tak diam. Saling berbincang tentang rasa syukur yang mereka rasakan. Tentang pengalaman rasa takut diazab, namun allah memberi karunia pada mereka dan memelihara mereka dari itu. Tentang puji-pujian pada tuhannya.

Mereka juga saling bercerita tentang sahabatnya, kemudian mencarinya meski temannya kini berada di tengah-tengah api yang menyala-nyala. Mereka menanyakan tentang janji yang tuhannya janjikan, mereka juga mengatakan bahwa mereka kini sudah mendapatkan apa yang telah tuhannya janjikan.

"Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Rabb kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Rabb kepadamu itu benar?"
(QS. Al A'raf:44)

Meskipun teman, mereka tak bisa sekedar menuangkan air atau apapun kepada temannya di dalam api yang menyala itu. Temannya itu tak bisa beristirahat barang sejenak saja dari apa-apa yang dialaminya.

Rabu, 2 agustus 2017
Hajah Sofyamarwa R.

Inspirasi dari al quranul kariim, melalui buku pesona surga.

1 comment:

  1. Keren kak, mendeskripsikan Islam dengan cara yang istimewa melalui sastra. 😍👏👏

    ReplyDelete