Tuesday, October 21, 2014

Kisah Melamar Kerja : Guru Kelas Sekolah Alam Bandung



Pemandangan Gerbang masuk Sekolah Alam Bandung, Dago

Sebetulnya saya agak canggung kalau bilang “melamar kerja” di Sekolah Alam Bandung. Soalnya bagi saya, saat itu saya memilih dan mengajukan diri untuk mengabdi dan beraktivitas pada suatu aktivitas yang sangat menyenangkan! Tapi karena melamar kerja inilah yang jadi tema-tema besar yang banyak dicari orang, maka tertulislah “Melamar Kerja” hehe


* * *


KISAH AWAL MELAMAR KE SEKOLAH ALAM BANDUNG
Sehabis lulus S1 Biologi ITB (Oktober 2013) saya tidak langsung berambisi mencari kerja. Saat itu saya masih ada proyek dari dosen, pegang beberapa anak privat, dan memang tidak sebegitu inginnya mencari pekerjaan #jitak. Saya ingat hanya sempat mengikuti Career Day ITB dan BUMN Career Day di Jakarta, hanya untuk memenuhi rasa penasaran saya bagaimana rasanya menjadi seorang jobseeker. Bukan maksud hati untuk nge’sok, percayalah, saat itu saya masih begitu ‘bocah’ dan belum sadar sama realita kehidupan yang ada #hehe.

Sekitar Desember akhir saya dapat informasi lowongan untuk menjadi Guru di Sekolah Alam Bandung dari seorang sepupu yang dulu pernah bekerja di sana. Tahukah? Dengan tekad penuh, saya langsung meng-apply kirim email ke sana, bahkan tanpa perduli bahwa DEADLINE SUDAH LEWAT,  dan yang dicari juga guru LAKI-LAKI, bukan perempuan! Saya kirim seberkas email lamaran, dan saat itu saya hanya berbekal keyakinan diri bahwa saya ingin menjadi bagian dari sana. Saya begitu tertarik dengan konsep sekolahnya, saya bahkan baru memikirkan nominal insentif (gaji) ketika mau berangkat interview, itupun karena diberi tahu sepupu! Saat itu sayapun tidak begitu mempedulikan hal itu. niat saya satu, diberi kesempatan disana saja sudah alhamdulillah :)

Februari 2014 itu saya mendapat kesempatan menjadi panitia exchange mahasiswa Korea (Kookmin University) dan mengharuskan saya berada total di ITB jatinangor selama sekitar 7 hari. Di sela-sela tugas saya sebagai konsumsi dan LO itu, saya mendapat panggilan untuk interview dari Sekolah Alam Bandung. Apa mau dikata, saat itu saya memutuskan untuk fokus di acara dulu, dan minta reschedule. Setelah sekian hari setelah itu, saya mendapat panggilan interview lagi, dan Alhamdulillah waktunya cocok.

Sehubungan dengan adanya informasi rekruitmen terbuka sebagai Guru Kelas di semester II tahun ajaran 2013-2014, saya Hajah Sofyamarwa tertarik untuk dapat bergabung dengan Sekolah Alam Bandung. Sebagai lulusan Sarjana Biologi ITB yang terbiasa di alam dan memiliki ketertarikan dalam bidang pendidikan dan perkembangan anak, menjadi seorang guru adalah salah satu cita-cita yang sesuai dengan passion saya.

Belum banyak pengalaman mengajar saya. Sudah hampir kurang lebih 2 tahun saya menjadi guru les privat di tingkat SD kelas 5, SMP kelas 2, dan SMA kelas 2. Latar belakang saya cukup aktif dalam kegiatan pengembangan diri remaja dan mentoring di sekolah maupun kampus.

Seperti yang tercantum dalam publikasi, saya tahu bahwa yang dibutuhkan adalah Pria dan batas waktunya sudah lewat (24 Desember 2013), namun saya tetap mencoba, dan yakin bahwa saya masih punya peluang untuk dapat menjalin hubungan dengan Sekolah Alam Bandung dalam bidang apapun. Menurut saya sekolah alam merupakan salah satu lembaga pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Tidak seperti sekolah biasa yang kadang hanya berfokus pada kemampuan akademis namun juga praktek di alam bebas yang mengasah imajinasi dan kreativitas. Saya juga berharap dapat meningkatkan kualitas diri pribadi, memberikan nilai tambah bagi Sekolah Alam dan saya akan sangat senang dapat menjadi bagian dari itu.
 

SAAT INTERVIEW
Persiapan saya untuk interview terbilang simple. Saya cukup percaya dengan diri saya sendiri untuk bisa mendapat kesempatan “belajar” di Sekolah Alam Bandung (SAB). Sekali lagi mudah-mudahan bukan karena kesombongan, pengalaman hidup sampai saat itu memang menuntun saya untuk terbiasa berada dalam lingkungan pembinaan dari anak-anak sampai remaja. Akan beda cerita kalau saya harus meng-apply kerja di sebuah lab penelitian, pasti saya grogi setengah mati ahehe. Saya merasa punya keterkaitan hati pada dunia pendidikan dan anak-anak. Saat interview saya berhadapan dengan kepala sekolah, dan guru-guru senior yang semua berjumlah 3 orang (Pak Aryo, Pak Sururi, Bu Hafni).

Sebelum interview saya menyempatkan diri berjalan jalan di lingkungan sekolah. Excited banget! Selain suasana sekolahnya yang ‘ngalam’ banget, saya lagi liat anak-anak yang outbond, main basah-basahan di kolam. Kebayang banget kan gimana nanti aktivitas saya kalau ada disana? Makin ;)

Bismillah, interview apa adanya, tanpa beban. Habis interview juga santai aja, jalan-jalan lagi dan ngajak ngobrol murid di sana. Alhamdulilla, sekarang hanya bisa berharap yang terbaik aja.

DI KONTRAK SEBAGAI PENGAJAR
Alhamdulillah, saya dipanggil lagi untuk membicarakan kontrak. Sebut saja guru percobaan, tentu saja, menjadi seorang pendidik juga sama saja dengan kalau kita melamar ke suatu perusahaan. Ada masa percobaan, masa penyesuaian. Saya ditempatkan bersama seorang partner, Bu Arti di SD 2. Bu Sari minta maaf karena ditempatkan bersama guru perempuan (seharusnya laki-perempuan), tapi toh emang saya yang ngaco karena lowongan buat cowok laki-laki malah saya lamar juga hehe. Saya pun masuk di pertengahan semester, jadi makin merasa dodol juga hehe. Saya sendiri juga tak begitu yakin apa yang membuat saya bisa diterima disana. Mungkin semua karena kebaikan hati mereka untuk memberi saya kesempatan untuk bisa belajar disana. Singkat cerita, tak lama setelah itu 17 Maret saya mulai masuk kelas. Alhamdulillah :’) Kisah seru mengharukan selama saya menjadi pengajar setelah ini dilanjut di postingan terpisah ya :)

* * * * *
Sudah 3,5 bulan berlalu sejak saya resign sebagai guru kelas SD 2 Sekolah Alam Bandung (Juni 2014). Ya, resign, singkat sekali bukan?  Saya tipikal orang yang suka menulis, namun betapa sulitnya mengabarkan perihal ini pada dunia, pada para blogwalker disini. Butuh keberanian dan kekuatan ekstra untuk akhirnya berani berbicara hehe. #maaplebay #tapiserius. Mau tahu alasannya? Insyaallah di postingan yang lain ya, insyaallah :)


Bandung, 21 Oktober 2014
Hajah Sofyamarwa R.

4 comments:

  1. Teteh knpa resign? Aku Ndak Nemu artikel lanjutannya...Hehehe

    ReplyDelete
  2. Teteh knpa resign? Aku Ndak Nemu artikel lanjutannya...Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. haa iya nih belum sempet nulis tentang itu. insyaallah nanti disempetin nulis yaa :) intinya sih di keridhoan orang tua aja kok. saat itu orangtua agak kurang sreg kalau saya kerja disana. padahal saya seneng bangett hihi. harus belajar komunikasi yang bener lagi sama ortu hehe

      Delete
  3. kak,, bisa bocorin gajinya berapa ya...

    ReplyDelete