Wednesday, August 6, 2014

Fenomena Pernikahan Bulan Syawal


Hai para warga Blogger City! :D
Sebelumnya, empunya blog mengucapkan : SELAMAT IDUL FITRI 1435 H :D

Setelah hari raya idul fitri, seperti biasanya, terbitlah berbagai undangan pernikahan dari kawan-kawan. Sebut saja Winda (6/8), Yorga (10/8), Ka mirza (10/8), Ka Fahma (17/8), Pipit Zaky (23/8), teh Millaty (24/8), Ka Ume (30/8), Ka Lia (31/8). Masih kurang juga, undangan kamu mana? #jleb

Hehe, tenang saya bukan orang rese yang suka iseng menggangggu perikehidupan oranglain hehe. Serunya, ini bulan Syawal (kalender Islam, hijriah). Menikah di bulan syawal, fenomena kah? Di bulan syawal ini terutama, menurut saya iya. Jujur, sebelumnya saya ngga pernah merhatiin, tapi kali ini saya jadi penasaran sama hal itu. Kamu penasaran ga? Hehe

Ada apa sih di bulan syawal?

Kata orang, bulan syawal itu bulan peningkatan. Yap, setelah sebulan kita berusaha meraup obral pahala besar-besaran yang Allah sediain, kita dihadapkan kembali pada 11 bulan berikutnya untuk berjuang. Di bulan syawal juga, dapat terlihat (oleh mata manusia) indikator keberhasilan ramadhan kita. Biasa aja, makin memble, atau meningkat?
Terkait dengan tebaran undangan pernikahan di bulan syawal kali ini, saya penasaran, adakah firman Allah untuk melangsungkan ‘perjanjian yang berat’ itu di bulan syawal?

Hari baik untuk menikah?

Setahu saya, semua hari adalah baik menurut islam. Penentuan hari dan tanggal diikhtiarkan oleh kita saja sebagai manusia, tanpa perlu menggunakan jasa mbah-mbah primbon ato hal lain yang justru mengarah pada kesyirikan. Faktor kesiapan kedua calon dan kedua belah pihak keluarga besarlah yang lebih utama. Menganggap ada hari baik tertentu aja kurang jelas dasarnya, ternyata ada juga orang yang nganggap hari sial itu juga ada (semoga bukan kita).

Thiyarah (anggapan sial terhadap sesuatu) adalah kesyirikan. Dan tidak ada seorang pun diantara kita melainkan (pernah melakukannya), hanya saja Allah akan menghilangkannya dengan sikap tawakal.
(HR Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah)

Ramalan nasib adalah syirik..
(HR Abu Dawud no 3411)

Rasulullah Menikahi Aisyah pada bulan Syawal

Yap! Ini dia mungkin salah satunya. Seperti hadits di atas, rasulullah menikahi Aisyah pada bulan Syawal.

Dari hasil berguru sama si mbah google, saat jaman jahiliyah dulu, orang-orang menganggap akan sial kalau menikah di bulan syawal. Macem-macem ceritanya kayak : makna kata syawal itu 'mengangkat' (onta betina jaman dulu, saat bulan syawal menolak  kawin dengan onta jantan, dengan mengangkat ekornya) juga tentang anggapan bahwa waktu tersebut diapit oleh 2 hari raya besar islam *terus kenapa ya*, dst.

Mungkin untuk menepis anggapan itu, bunda aisyah menekankan bahwa dia tentu tetap beruntung walau menikah di bulan syawal ;) *yaiya bun, nikahnya sama rasulullah gituloh* hehe. Dari hadits riwayat muslim, Aisyah juga dulu suka menikahkan para wanita di bulan syawal.

So. Ngga perlu panik ngga bisa menikah di bulan syawal tahun ini, masih ada hari-hari baik lainnya pada 11 bulan yang lain. Hehe :p Sehabis bulan syawal justru ada 3 bulan haram yang disebutkan : “sangatlah baik untuk melakukan amal ketaatan!” (dari Zaadul Massir, tafsir 9:36)
Wallahu ‘alam, Selamat berstrategi! :D


Bandung, 6 Agustus 2014

Hajah Sofyamarwa R.

No comments:

Post a Comment