Friday, March 16, 2018

Surat Cinta Dari Bunda : Jangan Marah

Dear Anak Kesayangan Bunda,
Baru kali ini bunda sadari, betapa sudah jarang sekali bunda memberimu nasihat.
.
Tanpa bunda sadari, mungkin belakangan ini bunda terlalu takut ucapan bunda menyakiti orang sekitar. Padahal kebenaran tetap harus dikatakan, dan mengatakan kebenaran itu meski pahit tetapi lebih baik daripada pengabaian
.
Sulit memberi nasihat, terlebih karena mungkin hati sedang bernoda. Ya, kau perlu tahu bahwa hati mungkin menjadi keruh karena dosa. Nasihat menjadi tak bermakna, manakala apa yang kita katakan begitu sulit kita lakukan.
.
Mulai hari ini, ingatkan bunda untuk memberimu nasihat ya?
.
.
*
Jangan marah,
Jangan marah,
Jangan marah.
Maka bagimu surga.

Hati yang diliputi kemarahan, tak mampu menangkap logika dengan baik. Itulah kenapa, tersebut oleh nabi bahwa orang yang kuat bukanlah orang yang fisiknya kuat, tetapi yang mampu menahan amarahnya.

Otoritas diri yang lebih tinggi, membuat diri merasa pantas memarahi lawan bicara. Padahal tak ada manfaat dari kemarahan itu sendiri selain menorehkan luka.

Bunda tahu, terkadang pukulan kecilmu hanya perwujudan dari caramu melindungi dirimu, bagian dari naluri kemanusiaanmu.

Namun bunda yang kurang sabar, tak jarang tersulut api amarah, kemudian menuruti hawa nafsu dengan memarahimu.

Ah, malu sekali.
Padahal bunda sudah lebih besar dari mu, sudah sepatutnya bisa menjaga diri.

Kelak, jadilah orang yang mampu menjaga diri, menjaga agar tidak suka marah marah padahhal yang tak diperlukan.
Semoga selama ini bunda cukup ikhtiar memenuhi kebutuhan emosionalmu, hingga pada saatnya nanti, kau sudah cukup matang untuk bersikap lebih bijaksana.

Salam, bunda. :)

No comments:

Post a Comment