Showing posts with label warna-warni al-hayaat. Show all posts
Showing posts with label warna-warni al-hayaat. Show all posts

Tuesday, June 11, 2013

percakapan paling aneh para 'debusers'

Percakapan paling aneh yang pernah saya denger antara ira sama barbar waktu kita di rumah kaca

pernah nyobain karet ga?
kayu?
pulpen?
tinta pulpen?

genteng?
kutek?

pasir?
genteng?
Ayam mentah?
Cat tembok?
Beras?
Spidol?
Sendal?
Sepatu?
 

****
Mereka ini personil debus apa ya -_-
hehehe
 
4 Juni 2013
Rumeh kece (rumah kaca)

Sunday, May 5, 2013

Beramal Islami di Dalam dan Melalui Jamaah (Anis Matta)


Walaupun satu keluarga kami tak saling mengenal
Himpunlah daun-daun yang berhamburan ini
Hidupkan lagi ajaran saling mencintai
Ajari lagi kami berkhidmat seperti dulu
-M. Iqbal

Itulah beberapa bait dari sajak doa iqbal. Mungkin batinnya menjerit pada kesaksiannya atas zamannya: umat ini seperti daun daun yang berhamburan. Seperti daun daun yang gugur diterpa angin, tak ada lagi kekuatan yang dapat menghimpunnya kembali, menatanya seperti ketika ia masih menggayut pada pohonnya.

Begitulah kenyataan umat ini: mungkin banyak orang salih diantara mereka, tapi semuanya seperti daun-daun yang berhamburan, tidak terhimpun dalam sebuah wadah bernama jamaah, mereka hilang diterpa angin zaman. Mungkin banyak potensi yang tersimpan pada individu-individu diantara mereka, tapi semuanya berserakan di sana sini, tak terhimpun.

Maka, jamaah adalah alat yang diberikan islam bagi umatnya untuk menghimpun daun-daun yang berhamburan itu, supaya padu dengan kekuatan setiap orang shalih, orang hebat atau satu potensi bertemu pada dengan kekuatan saudaranya yang lain, yang sama shalihnya, yang sama hebatnya, yang sama potensialnya.

Jamaah juga merupakan cara yang paling tepat untuk menyederhanakan perbedaan-perbedaan individu. Di dalam satu jamaah, individu-individu yang mempunyai kemiripan disatukan dalam sebuah simpul. Maka, meskipun ada banya jamaah, itu tetap lebih baik daripada tidak sama sekali. Bagaimanapun, jauh lebih mudah memetakan orang banyak melalui pengelompokan atau simpul simpulnya, ketimbang harus memetakan mereka sebagai individu.

Maka jalan panjang menuju kebangkitan umat ini harus dimulai dari menghimpun daun-daun yang berhamburan itu, merajut kembali jalinan cinta diantara mereka, menyatukan potensi dan kekuatan mereka, kemudian meledakkannya pada momentum sejarahnya, menjadi pohon peradaban yang teduh, yang menaungi kemanusiaan.

Tapi, itulah masalahnya.  Ternyata, itu bukan pekerjaan yang mudah; ternyata, cinta tidak mudah ditumbuhkan diantara mereka; ternyata, orang shalih tidak mudah disatukan; ternyata, orang hebat tidak selalu bersedia menyatu dengan orang hebat yang lain. Mungkin itu sebabnya, ada ungkapan di kalangan gangster mafia: seorang prajurit yang bodoh, kadang-kadang lebih berguna daripada dua orang jenderal yang hebat. Namun, tidak ada jalan lain. Nabi umat ini tidak akan pernah memaafkan setiap orang diantara kita yang meninggalkan jama'ah, semata-mata karena ia tidak menemukan kecocokan bersama orang lain dalam jama'ahnya. Bagaimanapun, kekeruhan jama'ah, kata imam Ali bin Abi thalib r.a jauh lebih baik daripada kejernihan individu.

DARI INDIVIDU KE  JAMA'AH
Orang-orang shalih diantara kita harus menyadari bahwa tidak banyak yang ia berikan atau sumbangkan untuk islam kecuali kalau ia bekerja di dalam dan melalui jama'ah. Mereka tidak dapat menolak fakta bahwa tidak ada orang yang dapat mempertahankan hidupnya tanpa bantuan orang lain; bahwa tidak pernah ada orang yang dapat melakukan segalanya atau menjadi segalanya; bahwa kecerdasan individual tidak pernah dapat mengalahkan kecerdasan kolektif. Bekerja di dalam dan melalui jamaah tidak hanya terkait dengan fitrah sosial kita, tapi terutama terkait dengan kebutuhan kita untuk menjadi lebih efisien, efektif, dan produktif.

 Ada juga alasan lain. Kita hidup dalam sebuah zaman yang oleh ahli-ahlinya dicirikan sebagai masyarakat jaringan, masyarakat organisasi. Semua aktivitas manusia dilakukan didalam dan melalui organisasi; pemerintahan, politik, militer, bisnis, kegiatan sosial kemanusiaan, rumah tangga, hiburan, dan lain-lain. Itu merupakan kata kunci yang menjelaskan, mengapa masyarakat modern menjadi sangat efektif, efisien dan produktif.

Masyarakat modern bekerja dengan kesadaran bahwa keterbatasan-keterbatasan yang ada pada setiap individu sesungguhnya dapat dihilangkan dengan mengisi keterbatasan mereka itu dengan kekuatan-kekuatan yang ada pada individu-individu yang lain.

Jadi kebutuhan setiap individu muslim untuk bekerja atau beramal islami di dalam dan melalui jama'ah, bukan saja lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitasnya, tapi juga lahir dari kebutuhan untuk bekerja dan beramal islami pada level yang setara dengan tantangan zaman kita.


Musuh-musuh kita mengelola dan mengorganisasi pekerjaan-pekerjaan mereka dengan rapi, sementara kita bekerja sendiri-sendiri tanpa organisasi, dan kalau ada biasanya tanpa manajemen.


Pilihan untuk bekerja dan beramal islami di dalam dan melalui jama'ah, hanya lahir dari kesadaran mendalam seperti ini. Namun, kesadaran ini saja tidak cukup. Ada persyaratan psikologis lain yang harus kita miliki untuk dapat bekerja lebih efektif, efisien, dan produktif dalam kehidupan berjama'ah.


  1. Kesadaran bahwa kita hanyalah bagian dari fungsi pencapaian tujuan. Jama'ah didirikan untuk mencapai tujuan-tujuan besar: jama'ah bekerja dengan sebuah perencanaan dan strategi yang komprehensif dan integral. Di dalam strategi besar itu, individu harus ditempatkan sebagai bagian dari keseluruhan elemen yang diperlukan untuk mencapainya. Jadi, sehebat apapun seorang individu, bahkan sebesar apapun kontribusinya, dia tidak boleh merasa lebih besar daripada strategi dimana ia merupakan salah satu bagiannya. Baegitu ada individu yang merasa lebih besar dari strategi jama'ah, strategi itu akan berantakan. Untuk itu, setiap iindividu harus memiliki kerendahan hati yang tulus.

  1. Semangat memberi yang mengalahkan semangat menerima. Dalam kehidupan berjama'ah terjadi proses memberi dan menerima. Namun, jika pada sebagian besar proses kita selalu pada posisi menerima, secara perlahan kita "mengonsumsi" kebaikan-kebaikan orang lain hingga habis. Itu tidak akan pernah mampu melanggengkan hubungan individu dalam sebuah jama'ah. Betapa bijak nasihat KH. Ahmad Dahlan kepada warga Muhammadiyah, "Hidup-hidupkanlah Muhammadiyah, dan jangan mencari hidup dalam Muhammadiyah."

  1. Kesiapan untuk menjadi tentara yang kreatif. Pusat stabilitas dalam jama'ah adalah kepemimpinan yang kuat. Namun, seorang pemimpin hanya akan menjadi efektif apabila ia mempunyai prajurit-prajurit yang taat dan setia. Ketaatan dan kesetiaan adalah inti keprajuritan. Begitu kita bergabung dalam sebuah jama'ah, kita harus bersiap untuk menjadi taat dan setia. Akan tetapi, ruang lingkup amal islami yang sangat luas membutuhkan manusia-manusia kreatif, dan kreativitas tidak bertentangan dengan ketaatan dan kesetiaan. Jadi, kita harus menggabungkan ketaatan dan kreativitas; ketaatan lahir dari kedisiplinan dan komitmen, sementara kreativitas lahir dari kecerdasan dan kelincahan. Hal itu merupakan perpaduan yang indah.

  1. Berorientasi pada karya, bukan pada posisi. Jebakan terbesar yang dapat menjerumuskan kita dalam kehidupan berjama'ah adalah posisi struktural. Jama'ah hanyalah wadah bagi kita untuk beramal. Maka kita harus selalu berorientasi pada amal dan karya yang menjadi tujuan utama kita berjama'ah, dan memandang posisi struktural sebagai perkara sampingan saja. Dengan begitu, kita akan selalu bekerja dan berkarya, ada atau tanpa posisi struktural.

  1. Bekerjasama walaupun berbeda. Perbedaan adalah tabiat  kehidupan yang tidak dapt dimatikan oleh jama'ah. Maka, menjadi hal yang salaha jika berharap bisa hidup dalam sebuah jama'ah yang bebas dari perbedaan. Yang harus kita tumbuhkan adalah  kemampuan jiwa dan kelapangan dada untuk tetap bekerja sama dengan perpecahan dan karena itu kita tetap dapat bersatu walaupun kita berbeda.


JAMAAH YANG EFEKTIF
Mungkin jauh lebih realstis untuk mencari jama'ah yang efektif ketimbang mencari jama'ah yang ideal. Kita adalah umat yang sakit. Setiap kita mewarisi kadar tertentu dari penyakit tersebut. Jika orang-orang sakit itu sering bertemu dalam sebuah jama'ah, pada dasarnya jama'ah itu juga merupakan jama'ah yang sakit. Itulah faktanya. Namun, tugas kita adalah menyalakan lilin, bukan mencela kegelapan.

Jama'ah yang efektif adalah jama'ah yang dapat mengeksekusi atau merealisasikan rencana-rencanaya. Kemampuan eksekusi itu lahir dari integrasi antara berbagi elemen: ada sasaran dan target yang jelas, strategi yang tepat, sarana pendukung yang memadai, pelaku yang bekerja dengan penuh semangat, dan lingkungan strategi yang kondusif. Jama'ah yang didirikan untuk kepentingan menegakkan syariat Allah di muka bumi akan menjadi efektif apabila ia memililki syarat-syarat berikut ini:

  1. Ikatan akidah, bukan kepentingan. Orang-orang yang bergabung dalam jama'ah itu disatukan oleh ikatan akidah, dipersaudarakan oleh iman, dan bekerja untuk kepentingan Islam. Mereka tidak disatukan oleh kepentingan duniawi yang biasanya lahir dari syahwat; keserakahan (hubbud dunya) dan ketakutan (karahiatul maut).

  1. Jama'ah itu sarana bukan tujuan. Jama'ah itu tetap diposisikan sebagai sarana, bukan tujuan, sehingga tidak ada alasan untuk memupuk dan memelihara fanatisme sekedar untuk menunjukkan kesetiaan pada jama'ah. Hilangnya fanatisme juga memungkinkan jama'ah-jama'ah itu saling bekerja sama diantara mereka, membangun jaringan yang kuat, dan tidak terjebak dalam pertarungan yang saling mematikan.

  1. Sistem, bukan tokoh. Jama'ah itu akan menjadi efektif jika orang-orang yang ada di dalamnya bekerja dengan sebuah sistem yang jelas, bukan bekerja dengan seseorang yang berfungsi sebagai sistem. Pemimpin dan prajurit hanyalah bagian dari strategi, sistem adalh sesuatu yang terpisah. Dengan cara ini, kita mencegah munculnya diktatorisme, di mana selera sang pemimpin menjelma menjadi sistem,

  1. Penumbuhan, bukan pemanfaatan. Sebuah jamaah akan menjadi efektif jika ia memandang dan menempatkan orang -orang yang tergabung ke dalamnya sebagi pelaku-pelaku, yang karenanya perlu ditumbuh-kembangkan secara terus menerus, untuk fungsi pencapaian tujuan jama'ah itu. Jama'ah itu akan menempatkan dirinya sebagai fasilitator bagi perkembangan kreativitas individunya, dan tidak memandang mereka sebagai pembantu-pembantu yang harus dipaksa bekerja keras, atau sapi-sapi dungu yang harus diperah setiap saat.

  1. Mengelola perbedaan, bukan mematikannya. Jama'ah yang efektif selalu mampu mengubah keragaman menjadi sumber kreativitas kolektifnya, dan itu dilakukan melalui mekanisme syura yang dapat memfasilitasi setiap perbedaan untuk diubah menjadi konsensus.***



____________________________________________
Sebuah tulisan Anis Matta dalam bukunya yang berjudul "Dari Gerakan Ke Negara : Sebuah rekonstruksi Negara Madinah yang Dibangun dari Bahan Dasar Sebuah Gerakan"
Buku ini recomended banget menurut saya, membuka pikiran tentang esensi negara dalam islam, tahapan yang dicontohkan rasulullah, tentang rakyat dan pemimpinnya, tentang paradigma berpikir bagaimana penegakkan syariat yang sebenarnya, dan banyak hal lainnya.
Dari sekitar 30 essay singkat yang ada di buku ini, saya pilih yang ini karena cocok dengan apa yang saya pikirkan mengenai suatu hal yang terjadi di lingkungan terdekat saya, dan saya bingung harus berbuat apa, dan mulai dari mana. >,<

Thursday, May 2, 2013

Konsolidasikan Kembali Umat


Sebuah kutipan tulisan ustadz anis matta dari buku "Dari Gerakan ke Negara".
Saya kutip karena setuju dan pernah berpikir hal yang sama tapi tanpa bisa menterjemahkannya menjadi susunan kalimat hehe :)

* * *

KONSOLIDASIKAN KEMBALI UMAT

Yang sesungguhnya terjadi adalah bahwa dunia islam telah terbelah lagi, terpecah lagi, dan terjebak dalam pilihan-pilihan yang hanya semakin memperdalam lubang perpecahan itu. Itu bukan karena kita menghadapi serangan mahadahsyat dan mendesak dari orang lain. Itu semata-mata karena senjata saudara-saudara kita telah dipakai untuk membunuh saudara kita sendiri.

. . .

Di hadapan kita tiba-tiba terkuak sebuah lubang yang menganga lebar bahwa dengan mudahnya umat ini diinfiltrasi dan dipecah belah oleh musuh dalam dirinya sendiri. Itu berarti ada cacat besar dalam struktur kehidupan umat kita. Cacat besar tulah yang menjadi salah satu ciri dari masyarakat yang tidak terorganisasi

. . .

Masyarakat yang tidak terorganisasi menyimpan berbagai kerapuhan dalam dirinya: kekuatannya terpecah dan tidak solid; emosi kolektifnya tidak sama dan karenanya kehilangan semangat pembelaan; mempunyai pemimpin yang ada secara fisik, tapi tidak mempunyai fungsi kepemimpinan; sering bertemu tapi tidak merumuskan apa-apa, apalagi melakukan sesuatu; tidak ada kebanggaan kolektif yang sama-sama mereka rasakan dan karenanya sulit dikonsolidasi; keragaman mereka merupakan sumber perpecahan dan bukan sumber produktivitas; keunggulan-keunggulan individu diantara mereka tidak terakomodasi dalam struktur organisasi kolektif mereka dan karenanya mengalami disfungsi; mereka tidak mempunyai kesiapan yang memadai untuk mengantisipasi berbagai tantangan, terutama yang bersifat tiba-tiba dan mengejutkan.

. . . 

Setiap individu muslim saat ini harus memperbarui kembali komitmennya kepada risalah dan jalan hidupnya sebagai muslim. Disitulah ia mengondisikan dirinya untuk memiliki kerendahan hati yang memadai, untuk dapat bekerja sama dalam sebuah tim. Mendistribusikan pekerjaan selanjutnya adalah perkara teknis.

Tuesday, April 23, 2013

Ini nih salah satu ketidakgaholan saya di SITH (hehe)


Tulisan lanjutan dari postingan sebelumnya. Ini evaluasi pribadi banget. Sebelumnya ini maap ya, mungkin kalian lagi baca tulisan orang paling kuper sedunia hehe.


  1. saya ga banyak kenal mahasiswa S2 yang di SITH.  Ya ampun bukannya selama ini galau tentang rencana setelah lulus? (TA aja belum T_T). Bisa belajar banyak dari pengalaman mereka, tentang pilihan-pilihan mereka. Terus juga, mereka juga pasti sebenernya ingin juga partisipasi dalam menyebarkan nilai islam secara terorganisir (yah tapi ga mesti yang ikut rapat-rapat juga sih, pasti S2 mah sibuk hehe). Walaupun ada juga "gamais" nya mahasiswa Pascasarjana, tapi tetep aja yang namanya satu naungan di SITH, sama-sama muslim kan ga kenal strata.

  1. Saya sering banget musti liat papan nama dan foto di depan TU buat mastiin nama bapak pegawai yang saya cari. Plis! Udah mah ngedatengin beliau-beliau teh kalo butuh aja, ditambah ga inget-inget namanya. Ibaratnya udah hidup ribuan taun disana, tapi ga kenal sama penghuninya.

  1. Baru bener-bener kenal sama mbak laboran yang baik dan cantik di tingkat akhir ini. Itu juga karena TA, akhirnya saya beraniin diri untuk kenal. Kalo belum kenal, mau ngapa-ngapain aja juga canggung bos! Sama teh rossy di lantai 4, pertama kali bener2 ngenalin diri aja semester 8! Nah kalo ini sih sebetulnya karena emang sebelumnya ga pernah ada urusan apa apa (tuh kan ga pedulian banget T_T) Smester 8 ini juga saya first time jadi asisten protum, paling enggak jadi ada lah interaksi sama teh rossy. Dari sana baru tahu ternyata teh rossy baik banget :3 Kalo sama mba putri emang jarang sih, tapi baik banget ternyata. Nah kalo sama kangbebs mungkin dulu pas proeko pernah, tapi ya biasa aja. Karena semester ini ngambil kulap wetland dan emang nanti Ne-A disini juga jadi emang harus kenal. Kenal kangbebs itu bikin ngakak! Haha!

  1. Tau kios kebab yang di SITH kan, percaya ga percaya, saya baru bener-bener kenalan sama a'a nya beberapa pekan lalu. -_- Namanya a'ogi. Sama ibu-ibunya belum kenalan sih hehe 



Parah, kan? Hehe T_T

Yah semoga masih ada umur untuk bisa memperbaiki segalanya, semoga disini juga ada yang bisa diambil pelajaran.
Jangan takut atau malu buat menyambung silaturahim , jah
Hehe :D

Baru sadar, parsial ga akan berhasil

Sudah sifat nya islam itu rahmatan lil alamin

Rasanya ini kesalahan yang baru benar-benar disadari, saat upaya menunaikan salah satu kewajiban untuk menyampaikannya ke sekitar. Dakwah yang saya lakukan di SITH ternyata hanya mengarah pada mahasiswa S1, padahal, civitas SITH ITB itu masih banyak komponen lain.
Dosen, mahasiswa S2, para bapak ibu pegawai, teknisi laboran, analis kimia, para penjaga malam, bahkan pegawai IWK yang jualan di kebab!

Namun setelah 4 tahun saya kuliah, saya baru sadar bahwa ternyata saya sebegitu belum kenal dekat sama komponen-komponen yang ada di sith. Ckckck *kasihan. Yang paling minimal saja, saya belum bener-bener merhatiin akhlak, adab dan memperkuat silaturahim. Ternyata saya lupa sama hal-hal semacam itu. Seharusnya saya sudah hapal hampir semua pegawai atau laboran di masing-masing lab. Ga wajib juga sih, tapi kalo kenal aja enggak, apa yang mau disampaikan?

Sejak lama dakwah di SITH terorganisir, ada organisasinya gitu. Sejak awal memang targetnya adalah mahasiswa S1, tentu karena sudah dipertimbangkan bahwa perubahan itu dimulai dari teman-teman terdekat.
Tapi saya rasa ada yang salah, ketika pola pikir saya hanya menspesifikkan target hanya pada mahasiswa S1, sedangkan kita hidup di SITH dengan segala komponen pendukung yang ada. Jamin deh mahasiswa S2 juga seneng kalo persaudaraan muslim di SITH nya kuat. Para pegawai juga seneng kalo akhlak mahasiswanya pada superduper baiknya.

Ini refleksi pribadi. Bisa dibilang menyesal, tapi ya ngga ada gunanya juga kalau hanya disesali. Sekedar saran buat siapa aja yang baca, mulai dibiasain aja. Keajaiban menyambung silaturahim kan juga banyak. insyaAllah. Sekali lagi, islam itu emang universal, ngga akan berhasil kalo cara pandang kita masih parsial.

Semangat jah, masih bisa diusahakan!

Sunday, December 16, 2012

Kepala Keluarga Baru :D


Allahu Akbar!
mungkin bisa dibilang pada akhirnya kami lega.
setelah berbagai lika liku, 'perseteruan' mengenai siapa calon kepala al hayaat selanjutnya akhirnya menemukan jawaban.
Setelah hearing massa SITH yang dihadiri sekitar 40 orang pada jumat (14/12) lalu, ahad ini (16/12) musyawarah digelar dan mendapatkan hasil.
Ketiga calon :
(1) M. Irfan Hilmy Yusuf BM'10
(2) Herry Sabarudin BI '10
(3) Luhur BI '10

Insyallah hasil musyawarah adalah hasil yang terbaik. Bukan hal mudah menentukan siapa yang paling terbaik diantara yang terbaik.
Bisa dibilang, kehendak Allah mah ada aja. Salah satu calon (Irfan) tidak bisa hadir saat musyawarah karena sehari sebelumnya kakinya nyelup di kawah (92 derajat Celcius ._.) Si calon super sibuk ini jadi tidak bisa dipertimbangkan dalam musyawarah akhir. Irfan ini gaul kemana mana, ga bisa diem hehe

herry itu adek kelasku di sma 20! hehe. anaknya cerdas. gaul, doyan maen, dan paling loyal kalau kerja. supel dan gaul! Ide ide nya brilian :D

dan Luhur, sosok pemalu yang sederhana. terlihat pendiam, namun ternyata sangat suka bercerita. mudah bergaul sama siapapun. dan ternyata sempat jadi ketua rohis waktu SMA nya dulu. Sifat pemalunya ngingetin sama khalifah ustman yang pemalu. (yah mudah-mudahan bisa niru beliau ya luhur..)

Ah, kisah mereka super lah!

Ditambah korwat terpilih Shabrina Nida Al Husna (BM '10) yang shalihah, pinter ga ketulungan, aktif di keprofesian dan pengabdian masyarakat.

 * * *

Hari ini super! ditambah tim formatur yang semakin hari semakin antusias, kawan kawan 2010 lainnya yang insyaallah akan siap jadi tim, kawan kawan panitia pemilu al hayaat (al hayaat SITH 2011) yang superduper solid, kakak kakak kelas yang selalu hadir mendampingi, adik 2012 yang sudah menunjukkan kepeduliaannya pada kemajuan muslim SITH, dan tentu saja BPH 2009 yang tak pernah kenal lelah menebar kebaikan..

 * * *
Gimana ga optimis coba?

 * * *

Namun ini belum berakhir kawan, LPJ! --___--
UAS dulu deh hehe

Thursday, November 15, 2012

Idul Adha Tahun Ini (1433 H, 2012)


Atas ki-ka : T' intan, oeloen, adam, diba, farid. Bawah ki-ka : Saya, Debi, Shegi, gendhis, ipal




Judulnya Idul Adha, tapi diawali dengan foto beberapa dari kami. Bukan Kami yang diqurbanin kok hehe :)
 Idul adha tahun ini saya kembali ke Masjid Tercinta di dekat Rumah, masjid Al-Muhajirin, Margahayu Raya. Tahun ini sapinya mencapai 17, dan kambing (kalau ngga salah) 40an.
Cukup makmur bukan? Alhamdulillah.
Kami anak-anak seperti biasa bertugas membantu pencacahan, penimbangan, pembungkusan dll. Kali ini lebih ramai dari biasanya. Dan dengan jumlah hewan sebanyak itu, prosesnya bisa dibilang cepat.

Salah satu yang saya selalu soroti ketika membagikan daging qurban disini, banyak sekali warga yang mengantri dengan sangat berdesakan. Tidak sedikit juga yang datang dengan dandanan bak akan ke undangan. Mekanisme penjatahannya adalah dengan kupon dan di cap. Mereka harus menunggu di luar pagar, kemudian perlahan beberapa orang dimasukkan ke dalam halaman masjid. Entah kenapa saya selalu miris, terkesan sangat agresif. Beberapa harus dicurigai karena mengantri 2 kali, ingin lebih, takut kehabisan.
Kondisi para pengantri daging qurban di luar masjid. (Captured by : Hidayat Sudrajat, 2012
Saya belum tau, sebenarnya mekanisme pembagian daging qurban itu seperti apa seharusnya ya?

 * * * * * *

Nah ini kalo Qurban di kampus saya, tepatnya di Fakultas SITH ITB
Alhamdulillah respon kawan-kawan sangat luar biasa, dan waktu acara masak-makan-makannya, responnya lebih luar biasa (hehe)
Panitianya super, massa SITH juga super ! :D


Semoga segera bisa berqurban sendiri :)

Wednesday, August 1, 2012

Bukti Cinta Sang Kakak kepada Adik

Kala itu perasaan saya campur aduk menerima sebuah amplop berisi uang yang tak saya tahu berapa jumlahnya. Bukan untuk saya, pesannya hanya satu, ingin bersedekah tapi tak tahu harus memberi kemana. Sebuah amanah yang kemudian aku tahu harus disampaikan melalui siapa.

Tidak peduli seberapa banyak jumlah uang yang ada di dalam amplop putih itu, yang mengejutkan dan menyentuh hati saya adalah maksud yang terkandung di dalamnya. Bahwa sang kakak ingin adiknya lulus ujian, dan bersedekah untuk kelancarannya.

Sosok seorang kakak menyayangi adiknya, itu yang bisa saya gambarkan dari dirinya. Bahwa dibalik sosoknya yang tinggi besar dengan ekspresi wajah yang agak senggol-bacok bagi yang belum mengenal, ternyata memang hatinya sebegitu lembutnya.

Kalau saya boleh cerita yang lain tentang dia, mungkin hanya kekaguman yang akan saya ungkapkan. Saya banyak mendengar bahwa ia pernah benar-benar menjaga makannya  (tidak makan dalam jangka waktu yang lama) demi mencapai tujuannya. Siapa yang tega membiarkan dia tanpa makan?

Mungkin cukup tamparan yang saya rasakan, yang terpenting bagi saya adalah bahwa saya sangat bersyukur dapat mengenal ia. Bahwa saya belajar banyak dari dirinya.

Kini Allah menjawab do'a Sang Kakak dengan sebaik-baik jawaban,
Kini keluarganya harus "rela" tinggal berbeda atap dengan anak-anak yang bersekolah di dua perguruan tinggi ternama.

Tak bisa tidak untuk menceritakan hal ini.
Biarlah Allah menjaga keikhlasan hatinya, menjaga selalu kelembutan hatinya.
Untuk ia yang hatinya lembut.
Barakallah..


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Ah, kalau dipikir pikir, apa yang pernah saya lakukan untuk adik saya? T_T
Semoga Allah mengampuni.

Kamar, 1 Agustus 2012

Wednesday, July 18, 2012

Pict : Spiderman in China Town, H-2 Ramadhan

Propaganda H-2 Ramadhan Al-Hayaat
Spiderman in Chinatown!

Alhamdulillah akhirnya selesai juga. Memang kalau kita ngelakuin hal yang kita suka, badai, hujan, aral melintang pun bisa kita terjang ya. Sampe mata kaya panda juga bakal dijabanin. Karena bukan cuma kepuasan untuk bisa ngelakuin yang kita suka, juga harapan akan sesuatu lain yang insyaallah lebih barokah.

Tentang gambar ini, sebenernya request dari elis (sekdept syiar al-hayaat yang paling lucu). Perkiraan desainnya dari elis, jadi saya tinggal ngolah di photoshop dan ngedit konten. Dalam proses pembuatannya sempet mampet juga, dan  akhirnya malah menelorkan gambar yang sebelumnya (yang cokelat). Walopun gitu, alhamdulillah jadi juga.

Ide chinatown ini didapet dari Acara Syukuran Wisuda SITH Jumat Malam lalu. Yang subhanallah, KEREN SEKALI MEREKA ITU (khususnya panitia, SITH  2011)! Temanya Chinatown, jadi dari dekorasi, acara dan pensuasanaan, semuanya bikin kita ngerasa lagi di china-china gitu (kayak pernah aja hehe). Saya pikir, kesan dari acara itu masi lengket, makanya gada salahnya diadopsi ke publikasi H-2 Ramadhan anak-anak SITH.

I'm Happy :)

Sunday, May 27, 2012

"Hal yang terasa buruk bagi kita, pada akhirnya,
mau tidak mau harus tetap kita syukuri
karena akhirnya, kita akan menyadari bahwa
hal buruk itu sebenarnya hanyalah hal baik yang tertunda..."

Kebab,
17 April 2012
kumpul pembinaan

energized

ENERGIZED on Tuesday!
"Bukan kamu si Pemberi Hidayah, 
sesungguhnya memang hanya Allah.
Thank's pals for making me strong.."

Kebab,
17 April 2012

*) Energized adalah momen ketika energi mu terasa penuh, dengan senyuman selalu mengembang, dengan harapan yang tiba-tiba membara, dan sebuah tatapan berbinar  akan mimpi mengenai generasi pembaharu yang akan lahir :D

Tuesday, May 22, 2012

bukan nenekku, sil.. (sebuah sms)

Dalam sebuah sms yang saya kirim ke anak-anak al hayaat 2009 berkaitan dengan milad seorang sekdept al hayaat

Hajah (H):
Morning, Assalamu'alaikum, seger kieu nya poe ieu #maap ngaco
hari ini nenek milaaaad. jangan lupa doanya. maunya di apain ya? ada ide?

Silat (S) dengan semangat:
Waalaikumusalam :3
hwaa happy milad, neneeeeek :"3
hmmm. neneknya hajah suka nya apaa?
almarhumah nenek aku dulu suka banget kacang + kue pisang, jadi suka aku beliin permen kacang + kue pisang :D hehe
H:
ahaha silaaaaat
yang milad SRI, si nenek, bukan nenekku
nenekku udah meninggal.. ._.

(ngapain juga bilang-bilang mereka nenekku milad hehe)

S:
Jaaaaaah demina lah aku kira NENEK for reaaaaallll yang ultah O_O astajiiim..


 ckckck.
neng silat, neng silat.. hehe

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...