Showing posts with label secuil hikmah. Show all posts
Showing posts with label secuil hikmah. Show all posts

Sunday, March 1, 2015

Transisi

Pola asuh, kebiasaan-kebiasaan, budaya keluarga, pembiasaan-pembiasaan yang dialami setiap orang pasti berbeda, setiap keluarga memiliki kebijakan-kebijakan dan prinsip yang mereka anut. Ada yang memang prinsip nya sudah terpatri dalam jiwa, dan diterjemahkan oleh kehidupan sehari hari. Ada pula yang tak tahu prinsip yang dianut, tapi menjalankannya setiap harinya, itu juga prinsip, hehe.

Alhamdulillah, allah berikan saya kesempatan untuk dapat melihat lebih dalam mengenai hal ini, untuk mempelajari lebih. 22 tahun dibesarkan dalam sebuah keluarga, kini Allah mengajarkanku untuk mengenal sebuah keluarga baru, dengan segala paketan yang tentu saja berbeda dengan paketan keluargaku.

Selalu ada kali pertama untuk segala sesuatu. Maka untuk hal ini, saya juga memahamkan pada diri saya bahwa inilah proses belajar saya. Saya harus belajar beradaptasi. Kaget? Pasti, tentu saja. Jangankan dengan keluarga baru, kalau baru beli kacamata baru aja pasti mata harus beradaptasi dulu. Kalau mau mindahin taneman hasil kuljar dari lab ke tanah lapang juga tanaman harus diaklimatisasi dulu agar bisa bertahan tetap hidup.

Alhamdulillah saya bersyukur, dengan ini, saya jadi punya sudut pandang baru. Saya jadi punya frame baru mengenai "paketan" keluarga saya, dan saya juga belajar dari "paketan" keluarga baru saya. Dari sana, Allah munculkan rasa dalam hati saya, bahwa apapun yang kita alami, hangatkan dengan sabar dan syukur. Ya, kau merasa jadi lebih bersyukur dengan apa yang selama ini kau dapatkan.

Ada kalanya kita mempertanyakan takdir Allah pada kita, mempertanyakan maksud-maksudnya. Tak ada yang salah dengan itu, namun yang perlu kita pahami adalah bahwa tak pernah ada kehendak buruk untuk kita dari Allah. Allah pasti sudah menyiapkan paketan takdir kita dengan sebaik baiknya. Maka, tetap berjuang menjalaninya dan sabar. Karena seringnya, semua baru dapat kita pahami setelah semua kejadian berlalu, ya kan? Waktu akan menjawabnya.

Sama seperti saya, dan mungkin beberapa anak lainnya di berbagai belahan bumi lainnya. Terkadang tak sabar hingga muncul rasa tak bersyukur dalam hati. Kondisi keluarga begini-lah, ortu gue begitu lah, hidup gue begitu-lah, dan segala keluhan lainnya. Padahal akan ada suatu masa, kamu begitu mensyukuri bagaimanapun buruknya kondisimu di masa lampau.

Ada 2 hal yang mungkin bisa lahir dari pengalaman yang-kata-dia-pahit : (1) Perasaan tak terima dan ingin membalas dengan melampiaskannya pada orang lain, atau (2) berupaya menerima, mempelajari lebih, dan berupaya tak melakukannya lagi pada siapapun. Bersyukurlah ketika Allah menanamkan perasaan yang kedua padamu. Rasa pertama diwujudkan seperti perpeloncoan, sedangkan rasa kedua menimbulkan tekad yang kuat dalam diri untuk menjadi lebih baik.

Alhamdulillah,
Alhamdulillah,
Alhamdulillah.
:)

Saturday, January 24, 2015

Pentingnya Keberanian dan Ketegasan Berlalu Lintas

Wess gaya judulna (hehe)

Kali ini aku tak langsung menepi dan memberhentikan motorku untuk menuliskan apa yang barusan kualami. Ya, ini di jalanan, jalur cepat, dan baru saja aku "dimarahi" pengendara motor lain lantaran berjalan terlalu lambat di jalur cepat.
"Neng kalau pelan, jangan di kanan!"

Aku hanya terhentak. Tak jadi kesal, karena pernyataannya memang benar, akupun mengiyakan dan segera menambah kecepatan motor (loh bukannya ambil kiri -_-)

Kadang jalanan itu keras. Yang plin plan, di klakson; yang ragu berjalan, membahayakan; yang ngebut bikin deg degan; yang pelan bikin geregetan.

Aku jadi merefleksi caraku mengendarai motor. Kuakui, kalau jalanan kosong memang sering ngebut (hehe), tapi insyaallah ngga semrawutan ya. Aku juga sering tanpa sadar naik motor di tengah atau di kanan dan bikin kagok orang lain (kalo jalan kaki juga suka ga sadar masih suka ke tengah hehe).

* * *

Jalanan selalu menyajikan pelajaran bagi yang berusaha mencarinya (atau yang kurang kerjaan mikirin daripada bengong hehe). Di jalanan, semua orang berlari kencang pada suatu lintasan jarak dan waktu, bergerak menuju sebuah titik tujuan. Dalam perjalanan terkadang kita begitu tak peduli dengan apa yang terjadi pada orang lain, "ngga ada masalah sama gue, bukan urusan gue.", padahal setiap orang dalam perjalanan itu seringnya butuh diingatkan.

Terimakasih bapak yang sudah berani menegur dan mengingatkan saya!
Saya yang bandel ini kadang tak mempan diingatkan secara halus.
Tapi saya ngga sakit hati kok pak, ciyus. Saya malah seneng. Semoga jadi amal soleh bapak ya!
:))

Suatu sore di jalan memutar soekarno hatta,
Sekitar 12 januari 2015

Tuesday, November 11, 2014

Konsekuensi dari Iman

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman," sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
--Qs. Al Ankabut 2-3

Ya, konsekuensi dari iman adalah ujian. Iman ada jenjangnya, surga ada tingkatannya. Ujian ada untuk mendewasakan, membawa kita pada jenjang yang lebih tinggi, pada tingkatan surga yang bisa diraih maksimal.

Allah tahu kemampuan hambanya. Kalau ingin naik tingkat keimanan, bersiaplah karena setanpun tak taggung-tanggung membuat kita lemah.

Selasa, 11 November 2014
Memaknai sepercik ayat Allah dari buku salim a fillah (bahagianya merayakan cinta) dan teteh hasri

:"

Friday, March 15, 2013

mepet deadline itu nano-nano rasanya


Siapa yang tidak memercayai dahsyatnya "the power of kepepet"?
Pekerjaan yang sudah dicicil lama2 mungkin akan kalah cepat dibanding yang baru saja mengerjakan dalam suasana deadline.

Sering sekali begitu.
Ini cerita tentang sang deadliner UTS take-home-test mata kuliah Psikologi Terapan.
Hehe

Ini kuakui aku memang mengerjakannya pada detik-detik terakhir. Harus terkumpul jam 1 siang, sedangkan jam 10 pagi baru mau aku kerjakan. Yah, semalam tak dapat ide, mengerjakan tugas lainnya, sampai UTS Psiter ini aku kesampingkan.

Pekerjaan yang kumulai pukul 10 akhirnya selesai pukul 12.15 (fyuhh..)
Kini bisa tinggal ngeprint dan mengerjakan hal lain.
File sudah kusave, kemudian segera ku close

Tapi, hah! Kok tiba-tiba ngga ada?
File nya raib, bahkan tidak muncul di recent document. Ya Allah..  45 menit lagi..

Kusadari sepertinya kesalahan yang kubuat bersifat teknis. Filenya tidak ku save dalam folder, tapi dalam archieve. Dan ntah bagaimana archieve tidak mau menyimpannya.
Praktis hilang semua dan harus kuulang. Kyaaaaaa. Kerjaan 2 jam ngilang begitu aja.

Jeng jengggg

Kebut! Alhamdulillah beres jam 1.15 dengan susunan kata yang ngaco (gatau ah..hehe)
Dan ada aja kejadian, pas ngeprint, virusnya nge hidden file di flash disk. -__- dan taunya komputernya ga ada program word (?)
Hadeuh ngga paham lagi.

Ckckck
Begini nih kalau deadline. Harus siap dengan segala konsekuensinya
Semoga bisa ngambil pelajaran
jah.. jah..

Pelesiran,
14 Maret 2013

Wednesday, October 17, 2012

kursi keras dan kursi empuk kehidupan


Angkot margahayu yang kosong membuatku cenderung menempati tempat terdalam dan terpojok jauh dari dekat supir. Kubuka jendela, duduk pada sebuah kursi jok yang berbeda dari yang lain. Kursiku lebih keras di banding kursi lainnya yang terlihat empuk, mungkin pengaruh jenis isi busanya, setelah itu aku melupakan masalah kursi itu dan berfokus pada buku bacaan dari dalam tas ku.

Seketika mulai bosan, aku duduk menatap sekitar. Kusadari bahwa posisi dudukku begitu tegak. Ya, kurasa ini pengaruh dari kursi jok ku yang keras, yang diisi dengan busa yang berjenis keras pula.

Lalu pikiran itu muncul,
Aku membandingkan antara kursi yang keras dengan kursi yang empuk. Kursi yang empuk mungkin akan nyaman diduduki, saking nyamannya, posisi badanmu jadi kurang tegak, terlena dengan kenyamanan dari tempatmu berpijak, dari isi busa jok yang empuk. Sedangkan kursi kerasku ini walaupun tidak senyaman kursi empuk, tapi aku toh masih dapat duduk, dan posisi badanku bisa lebih tegak. Setidaknya aku jadi terpaksa tegak karena busa jok ku diisi dengan busa keras.

"Begitu kita lembut menempa diri, maka kehidupan akan keras menghantam kita. Namun apabila kita keras menempa diri, maka kehidupan akan begitu terlihat lembut dan indah."
--SMS Fajar Kampus Peduli 13 Oktober 2012

Yeah, what doesn't kill you make you stronger

Ditulis Bandung, 17 Oktober 2012
dari kisah di 16 Oktober 2012 :)

Monday, September 10, 2012

Refleksi Kebakaran Sunter

Sesampainya di rumah, aku langsung makan dan ikut menonton tayangan berita di televisi. Beritanya tentang kebakaran di Sunter. Entah dulu kalau ada berita musibah, saya sedih-sedih-datar, maksudnya berusaha berempati tapi tetap belum berasa sampai ke hati.

Kebakaran Sunter terjadi di pemukiman padat ketika siang hari saat penghuni kebanyakan beraktivitas. Hampir 490 orang mengalami kerugian. Sekolah anak-anak agak terhambat. Hampir tak ada barang yang bisa diselamatkan dari sisa puing-puing kebakaran. Kini mereka berada di pengungsian, tak tahu akan sampai kapan dan tak tahu punya rencana apa setelah ini. Sangat sedikit barang yang tersisa untuk melanjutkan hidup. Rasanya segala kebutuhan penunjang hidup dunia hilang tak ada, dan kini tak punya apa-apa.

Sambil ditemani bapak, tiba-tiba beliau mengatakan sesuatu, dan saat itu perasaanku seakan menolak untuk mendengarnya, seolah tahu kemana arah pembicaraan, karena tak mau tangisanku tumpah:
"Kalau lihat musibah begini jadi ingat kemarin. Bapak belakangan benerin rumah, renovasi rumah kos sampai uangnya habis pisan, bener-bener ngga bisa bilang apa-apa karena ngga punya uang. Padahal uangnya larinya tetep ke sendiri. Sekarang juga masih bisa pulang ke rumah, masih bisa makan. Nah mereka, rumahnya kebakaran, sekarang benar-benar kehilangan semuanya. Bener-bener ngga tau musti bilang apa."

Maafkan kami yang jarang bersyukur ini.
Mudahkan kami untuk dapat mensyukuri segala nikmat yang kau beri..
Semoga diberi kelapangan dalam menerima kasih sayang Allah dalam bentuk apapun
Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam..

Bandung, 10 September 2012


________
nonton berita metrotv, versi online bisa klik disini

5 yang harus kompak

Suatu sore di kampung bapakku, di Wonosobo. Hari itu kami bersiap pulang untuk kembali menuju Bandung. Mudik kali ini selalu dibumbui oleh agenda pergi ke Dieng untuk mengantar saudara kesana, serta ke Jogjakarta sembari mengantar adik yang tak lama lagi sudah mulai masuk kuliah lagi, di UGM sana.

Perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang harus diterima dan diambil hikmahnya. Tahun ini keluargaku dan keluarga om-tante masih tetap ke Jawa, tak tahu bagaimana tahun depan. Kini tak ada lagi yang benar-benar dikunjungi bila mudik ke Jawa, mbahku baru saja 100 harian.

Aku ingat waktu dulu, kami selalu pulang dengan mobil yang semakin penuh isinya, oleh-oleh dari pasar, opak, manisan carica, keripik jamur, kacang dieng, bakiak, bakpia, dll. Tapi untuk oleh-oleh tahun ini, masakan homemade saja. Kali ini bapak masak ikan dan berniat membagikannya pada tetangga. Ya, Ikan ! Di sana ikan sangat melimpah sampai-sampai kami terlalu bosan dan tak pernah ingat untuk mensyukurinya.

* * * * *
Bapak tiba-tiba memanggilku, minta diambilkan daun binahong yang merambati pohon pisang di dekat WC Umum sekitar sungai (Sungai Parang Mentos kami menyebutnya). Ternyata Jempol jari bapak berdarah-darah akibat gigitan ikan "bawal" yang sudah mati. Badan ikannya sudah dipotong, namun mungkin nyawa belum sepenuhnya mati, dan berusaha menikmati gigitan terakhir.

* * * * *
Malamnya,  dalam perjalanan pulang bapak kemudian bilang:
"Dengan jari yang sakit ini, makan ikan juga jadi ngga nikmat. Padahal Cuma satu ini teh yang sakit. Fungsi masing-masingnya beda, tapi punya tujuan yang sama. Ini nih, 5 yang harus kompak."

Bandung, 10 September 2012

image source : http://www.guitar-hands.com/science.htm

Friday, July 27, 2012

Belajar Hidup di Dunia : Dari Bayi, Film Inception, dan Belanja di Mall


"Terkadang saat lelah berjalan jauh dan tak melihat ada ujung di tepinya, aku harus berhenti dan melihat kembali peta perjalananku. Sudah benarkah tujuanku, sudah benarkah niatku, akan cukupkah perbekalanku. Ataukah aku sebenarnya tak tahu dan tak yakin, kaki ini akan melangkah kemana?"

Hidup di Dunia Hanya Menunggu
Beberapa waktu yang lalu dalam sebuah pengajian warga, saya kembali diingatkan, bahwa hidup di dunia hanya sekedar menunggu. Hidup hanya sekedar menunggu untuk kemudian dijemput pada kehidupan yang sebenarnya setelah kematian.

Ini beberapa ilustrasi nya :
 1. Bayi Dalam Rahim
Ini sama saja dengan ketika dulu kita masih dalam rahim ibu. Selama sembilan bulan itu kita juga tak pernah tahu bahwa ternyata akan ada kehidupan setelah lahir, ya kan? Dan selama masa penantian itu, yang bisa kita lakukan hanya terus tumbuh dan mengusahakan adanya kehidupan dengan terus menerus diberi asupan nutrisi oleh sang pemilik rahim, sampai akhirnya lahir di dunia.


2. Film Inception yang Belum  Saya Tonton
image source
Teringat sebuah cerita dari seorang kakak kelas dengan ilustrasinya mengenai Film Inception (2010). Saya belum nonton sih (wah katro -_-'), tapi konsep mengenai mimpi multi tingkatan (Multi-level Dream ) nya menarik juga. Jadi saat tidur, kita bermimpi. Mimpinya adalah sedang bermimpi. Dan di mimpi yang sedang bermimpi itu kita juga bermimpi (bingung kan? Sama) dan seterusnya.
Jadi ilustrasi beliau,
kalo ditembak dan mati di mimpi level 3, ntar bangun di mimpi level 2
Kalo ditembak dan mati di mimpi level 2, ntar bangun di mimpi level 1
Kalo ditembak dan mati dimimpi level 1, ntar bangun di alam nyata (dunia)
Kalo ditembak dan mati di dunia, ntar juga kita akan bangun (mati beneran sih hehe) di suatu level lain yang sekarang kita sebut akhirat.
Logis kan ya?
(yuk yang udah nonton ceritain ke sayah ato bagi-bagi ke saya film nya hehe)
 

3. Belanja di Mall
Ilustrasi ini juga dari kakak kelas saya. Jadi, bayangin misal kita dikasi kesempatan buat belanja persediaan Idup kita, anggep buat usia 1 bulan kita deh. Nah, kita dikasi keranjang dan waktu 1 jam buat belanja apa aja bebas. Dan setelah 1 jam, tentu ada banyak jenis orang dong, dengan pilihan belanjaan yang berbeda-beda?
  • Ada yang keluar tanpa beli apa apa. Dia bingung. Saking bingungnya kebanyakan mikir, takut salah beli, takut nanya, takut segalanya. Hasilnya? Keranjang kosong dan ngga bawa apa-apa.
  • Ada lagi yang lainnya, keranjangnya isinya Chiki semua karena dia suka (yaelaaah), snack angin doang, harganya biasa-biasa. Banyak, tapi ga kurus kering apa sebulan makan chiki?
  • Ada yang pinter, beli barang-barang mahal yang ukurannya kecil-kecil (cem cem elektronik). Keranjangnya jadi lebih berharga dibanding yang lain, dan kayanya bisa jadi bekal buat idup sebulan nanti. 
Ilustrasi nya ekstrim ya? Tapi kalo dipikir baik-baik, ada kok yang seperti itu di kehidupan ini. Dan harapannya kita termasuk orang cerdas yang bisa bener-bener efisien dalam memilih, hal apa aja yang sebenernya penting buat hidup kita (aamiin ya Rabb!)

Karena hidup di dunia hanya sekedar menunggu, saat menunggu itulah kita harus tahu jalan yang benar. Sejauh ini, yang saya tahu dan sangat berusaha saya yakini, jalan yang benar itu Islam. Dan walopun jatuh bangun mungkin, saya harus paham cara memahami agama ini. Perjalanan ini mungkin panjang dan saya juga ngga tahu sampai kapan saya bisa berada di jalan yang benar.

Satu hal lagi, saya belum yakin amal kebaikan saya lebih banyak dari amal kejahatan saya. Makanya, ngajak orang lain pada kebaikan akan jadi salah satu cara saya buat memperbanyak amal kebaikan.

“Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka baginya ada pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun juga dari pahala-pahala mereka.” (Hadits Shahih, Riwayat Muslim no. 2674).
Ya, sederhana saja, karena kita tak pernah tahu kapan amal kebaikan kita akan cukup..
Wallahu 'alam
:)

Wednesday, July 25, 2012

Jalan-jalan Islam Lewat TV : Omar dan Jazirah Islam di Italia

Bulan Ramadhan ini di waktu sahur ternyata banyak tayangan TV yang asik banget! Kita bisa manfaatin  TV buat sarana belajar Islam, selain jenis-jenis tayangan lainnya. OMAR (Umar Bin Khattab) di channel MNC TV, dan Jazirah Islam di TV7.

Film OMAR
Nonton film Omar, saya jadi inget film serupa yang judulnya The Messenger. Film yang wajib tonton bagi yang ngerasa muslim dan pingin belajar sejarah nabawiyah secara audio-visual (kadang kalo baca buku ada yang males juga soalnya).

Bukan Cuma belajar sejarah sih, tapi dengan tayangan, perasaan penonton jadi lebih terbawa. Semangatnya, keberaniannya, dan situasinya jadi lebih nyata. Memang, saya yang baru pertama lihat film ini merasa bahwa pemainnya mirip semua, jadi susah membedakan hehe. Agak bingung di awalnya, tapi kita bisa tahu lah, mana yang sudah beriman, mana yang masih gengsi. Saran saya sih, ntar kalo ada yang bikin film bagus seperti ini lagi, kemunculan tokohnya dikasih label nama, jadi penonton tau. Hehe

Ada yang punya pilemnya mungkin versi lengkap? Kepingin minta, biar ga kepotong iklan-iklan, dan bisa nonton dari awal hehe :)

JAZIRAH ISLAM
Jazirah islam kali ini membahas tentang negeri Roma, Italia. Yang namanya diabadikan Allah dalam Al-qur'an sebagai surat Ar-ruum. Takjub, bahwa salah satu Negeri besar yang dulu sempat menjadi penguasa (selain Persi), dapat dikuasai oleh bangsa Islam dari Jazirah Arab yang konon disebut Jahiliyah. Sejarah menjelaskan bahwa Peradaban Islam kala itu terbukti kekuatannya, tentu bukan karena kejahiliyahannya (baca buku sirah lagi..).

Jujur saya baru sadar bahwa Roma, itu sempat menjadi saksi sejarah kegemilangan Islam. Saya selama ini tidak benar-benar menyadari hal itu, karena Roma saya identikan dengan Vatikan, makanan pasta super lezat, dan colloseumnya (minim wawasan sekali..)

Pembawa acara mengunjungi sebuah masjid yang katanya masjid terbesar di eropa. Masjid Agung Roma. Ia bilang bahwa suasana ketika masuknya menyiratkan bahwa pembangunan masjid ini didasari dari kecintaan yang luar biasa oleh pembangunnya.

Masjid Agung Roma. (Hendri, A/ardisfamily.com) photo arranged by me :)
Masjid Agung Roma adalah masjid terbesar di Eropa yang dibangun dan dibiayai oleh Raja Faisal dari Saudi Arabia (1994). Inisiatif pembangunan berasal dari Muhammad Hasan dan istrinya Razia Begum – Prince and Princess Of Afghanistan. Tentu ini adalah Masjid Sunni. Luasnya hampir 30.000 meter persegi dan bisa menampung 12.000 orang. Letaknya di Acqua Acetosa area, Monti Paroli, atau Roma.bagian utara. Di pinggiran kota Roma dan bisa dicapai dengan kereta api, taxi atau yang lainnya.

Sumber : Hendri, Ardianto. 2012. Masjid Agung Roma Italia. http://www.ardisfamily.com/2012/07/masjid-agung-roma-italia/ diakses pada 25 Juli 2012

Wah , jadi kepingin jalan-jalan beneraan, ga cuma lewat TV ajaa :)
Aamiin, insyaallah :)

Sunday, July 22, 2012

mari saling memahami


Terkadang manusia tidak butuh nasihat, hanya butuh didengar, hanya itu.
Jadi kau salah kalau menasehatinya kala itu. Karena ia hanya butuh di dengar --hanya itu.

Terkadang maksud pemberi nasihat hanya mengingatkan
Terkadang pula, nasihat yang diberikan bukan untuk menceramahi pendengar, tapi untuk mengingatkan dirinya sendiri.

2 hal dari 2 pandangan berbeda
Yang terpenting adalah bagaimana kedewasaan keduanya dalam menyikapinya

Kamar, 20 Juli 2012

Monday, July 16, 2012

Kerupuk si Bubur dan Swing Fooders


Hari ini berangkat agak terlambat 30 menit, seharusnya pukul 6 sudah berangkat menumpang motor mbak ovie. Sarapan singkat jadi semakin singkat karena harus diakhirkan dengan mengembalikan kembali setumpuk nasi di piring ke dalam tempat nasi.

Sampai di jalanan sekitar lembang tempat yang biasa saya lalui untuk berganti angkot terdapat sekitar 6-7 penjual bubur ayam. Saya niatkan untuk mampir dan membeli semangkuk bubur dahulu, antara kangen bubur ayam dan kelaparan :)

Dari sekian banyak penjual bubur yang bisa saya pilih, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada kakek-kakek tukang bubur  yang lokasinya tak jauh dari perempatan.
Tidak ada alasan khusus, hanya memilih.

Bubur disajikan, hmmmm.. Yummy!
Ada yang sedikit berbeda dari bubur ayam biasanya. Kerupuknya bukan kerupuk yang biasa, warnanya pink dan kuning dengan bentuk mie dan lembaran. Agak unik.
saya sempat berpikir apakah mungkin kerupuk ini lebih ekonomis? Saya tidak tahu, mungkin saja.

Kemudian sedikit merenung lagi, dari sekian banyak tukang bubur, saya ditakdirkan untuk  membeli disana. Padahal gerobak tukang bubur yang lain lebih bagus dan lebih menarik.

Yah, emang rejeki udah ada yang ngatur ya.
Saat menjadi pengusaha kelak, mungkin pembeli kita juga akan punya beragam alasan memilih produk kita, terlepas dari bagaimanapun produk kita. Bahkan swing fooders* macam saya tadi juga termasuk jalan rizki loh hehe :)

*Swing fooders adalah pembeli makanan yang tidak banyak ambil pusing masalah apapun. Kemana kakinya melangkah ya itu makanan pilihannya.  Singkatnya, mana aja hayu. Istilah yang muncul dari otak saya ini memang agak maksa dan sepertinya dipengaruhi oleh ramainya suasana pilkada cawagub DKI Jakarta
Hehe :D

bubur ayam dan kerupuk pink-kuning

Wednesday, June 13, 2012

Setan dan Kehendak Hati


Kami pernah duduk di depan Ka'bah selepas shalat Maghrib. Pada saat kami sedang berbincang-bincang di waktu yang penuh dengan keimanan itu, tiba-tiba seorang teman saya bertanya,
"Setan itu merasuki bukan lantaran kehendak manusia."

Maka saya katakan,
"Sebenarnya kehendak itu adalah suatu fasilitas yang dikaruniakan Allah SWT kepada manusia yang dapat membantunya untuk memilih kebenaran atau kebatilan, dan peran setan disini adalah menghiasi kebatilan, hingga dipilih oleh manusia dengan kehendaknya."

* * * * * * * 
Dari buku Renungan Kehidupan, buku kumpulan tulisan-tulisan Abdul Hamid Al-Bilaly. Pada halaman 17 dengan judul Setan dan Kehendak Hati. Jakarta. Penerbit Qisthi Press. Cetakan Kedua tahun 2005.

Ditulis beliau setiap  setelah subuh selama 2 tahun. Menurut beliau, saat fajar terbit dan setelahnya, adalah saat paling baik di sepanjang hari, lantaran pada saat itu para makhluk diliputi ketenangan dan jauh dari kebisingan, jiwa pun merasakan ketentraman dan keteduhan. Pada saat itu jiwa manusia menjadi jernih, sunyi dari bersitan dan perasaan yang mengusik. Itu adalah saat dibaginya rejeki. Bersitan nurani dan kelapangan hati adalah satu macam dari rezki yang dibagikan Allah pada saat itu.

*recomended book, karena kontennya beragam, hasil perenungan dengan mengikat makna yang kaya, bukan sekedar materi. Mengetuk bagian sisi jiwa yang lain, yang haus akan hikmah :)



 Balitsa, 7 Juni 2012

Tuesday, June 5, 2012

mau kesal juga jadi susah :')



Beberapa hari lalu saya berniat mengikuti sebuah kegiatan. Sampai hari H, mind set saya masih mengasosiasikan bahwa lokasinya di Wisma Unisba Ciburial (berdasarkan  info di email). Berangkatlah saya ke Ciburial dengan modal nekat karena memang lupa jalan dan angkot. Angkot Ciburial ini berjalan lambat karena menunggu penumpang. Jantung saya berdegup kecang takut nyasar karena rute nya agak terpencil.

Singkat cerita sampai di Wisma Unisba tersebut ditemani hembusan angin dan deburan debu. Sampai di aula, hati saya mulai ga enak. Kok sepi? Saya sms panitia..
"teh wisma ciburial yang sebelah mananya ya teh?"

Balasan sms yang masuk bikin saya speechlees, ternyata tempatnya bukan disini, tapi di mesjid Pindad di kircon
Apa?! KIRCON? O_O
Kalau digambarkan rutenya, seperti ini lah kira kira:
Googlemaps, 2012
Saya dari Margahayu (B ketutup gmbrnya) seharusnya ke Pindad (C), tapi ke Ciburial (A) dulu hehe
 

Seketika mata saya meleleh, hehe, bukan kenapa-kenapa, lemes aja. Sedikit menyalahkan diri sendiri , merasa sayang di waktunya, mengingat tertinggal materi yang semakin jauh.

Habis itu, apa yang saya pikirkan? Saya Cuma berharap saat sampai nanti muka saya ga ketekuk, ato tiba-tiba nangis kalo ditanya apa-apa #sedikitlebay

But, you have to face it, jah! Hehe
Akhirnya naik angkot arah balik deh.

TAPI (PASTI) TERSENYUM
Tiba-tiba beberapa anak SMP Babussalam naik, sebelumnya saya sempet jajan richeese sip dulu, trus saya tawarin aja ke mereka biar bisa ngobrol (hehe). Ga tau kenapa, saya seneng banget liat bocah-bocah SMP itu. Dan kalo diinget inget, saya emang seneng sama bocah-bocah usia SMP, gemes! Hehe (bukan pedofil -_-)
Pokonya part ini bikin senyum-senyum sendiri deh.

Tiba-tiba (lagi) angkot kami diserbu anak-anak SD yang baru pulang sekolah. Saking takutnya ga dapet angkot kali ya, semuanya maksain masuk. Ada yang berdiri di lorong tengahnya, duduk di pintu, gelantungan. Sampai kalo dihitung-hitung, total orang di angkot ini 24 orang #yeah

selesai deh ceritanya :)
Dalam suatu waktu saat kita sedih/tidak suka, tunggu saja beberapa saat -tak lama- akan ada sesuatu yang membuatmu jadi bersyukur dan tetap tersenyum lebar :D
berterimakasihlah pada Dia yang membuat  akhir yang terlalu indah hingga sulit membuatmu mengeluh

Angkot, 2 juni 2012

Sunday, May 27, 2012

what's on my mind during shoes washing

sepatu kesukaan saya, yang crocs-like warna putih. saya sebut crocs-like karena aslinya memang bukan crocs, bahasa kerennya imitasi (baca: palsu). desainnya simple, ringan, murah meriah, match buat dipake buat padanan baju apa saja (sepatu satu-satunya hehe). Sudah terhitung sepatu crocs-like ke dua, karena yang sebelumnya rusak.

kelemahan sepatu putih itu karena kalau kotor sangat mudah dideteksi, dan terlihat jorok.
mungkin awalnya hanya kotor sedikit, namun lama-lama menjadi bukit kalau tidak dicuci.

saat itu di asrama, akhirnya saya iseng-iseng nyuci sepatu saya itu
yang kotor, menjadi super bersih.
dan tiba-tiba terlintas
"coba kalo dibersihinnya rutin, pasti lebih gampang dan cepat bersihnya. ga musti nunggu kotor buanget dulu kaya gini."
terus saya mikir lagi (tumben nyuci sepatu pake mikir hehe),
"sama ya kayak shalat. mungkin itulah kenapa manusia itu diperintahkan buat beribadah sampe minimal 5 kali sehari. bukan pada banyaknya ibadah yang harus dilakukan, tapi karena pada dasarnya manusia itu mudah lupa, mudah terkotori. kalau setiap shalat kita berdoa untuk dijaga dari yang kotor-kotor, insyaallah seharian ga akan kotor-kotor banget hasilnya."
Makanya, rajin nyuci sepatu ya, ga usah nunggu ampe kuotor buanget baru dicuci.
hehe
:)

kamar,
27 Mei 2012

"Hal yang terasa buruk bagi kita, pada akhirnya,
mau tidak mau harus tetap kita syukuri
karena akhirnya, kita akan menyadari bahwa
hal buruk itu sebenarnya hanyalah hal baik yang tertunda..."

Kebab,
17 April 2012
kumpul pembinaan

Saturday, March 10, 2012

Hidup itu terkadang seperti mengepel selasar hijau salman :)


Tulisan ini dibuat sesaat setelah selesai melaksanakan piket selasar hijau salman di hari ahad pagi (12 Feb 2012).
Biasanya tiap ngepel selasar hijau saya belum dapet ilham ini, mungkin karena baru sekarang terpikir dan memang ada tugas mading di asrama putri.

Bismillah..
Kalian tentu sangat familiar dengan selasar hijau masjid salman, bukan?
Ya, kuperkirakan lantainya  hanya terusun dari semen, kemudian diberi sedikit sentuhan cat hijau. Tempat ini mungkin menjadi kenangan tersendiri bagi yang pernah berkunjung ke salman. Tempat kajian ifthar, duduk minum kopi/teh, atau sekedar menunggu teman.
Kawan-kawan dari Asrama Salman ITB memang memiliki jadwal tersendiri untuk melaksanakan piket di sekitaran salman pada hari ahad pagi. Biasanya asrama putra akan beramai-ramai kerja bakti di lapangan rumput dan beberapa tempat lainnya. Sedangkan asrama putri kebagianmembersihkan selasar hijau dan daerah depan kantin.

Apanya sih yang aneh?
hehe
Saya mau sedikit bicara tentang  sesuatu yang terpikir oleh saya di kala itu.
Mengepel selasar hijau terlihat tidak ada gunanya, karena toh mungkin kami hanya sekedar 'membasahi lantai'.
Sebelum saya di asrama, mungkin saya tidak pernah aware sama selasar hijau ini. Mungkin tidak pernah terpikirkan bahwa ternyata, ada loh yang selalu rajin bersihin itu lantai setiap hari. Kami sih mudah saja, hanya 1 hari dalam 1 pekan.

Lantai semen hijau itu setiap digosok berkali-kali, yang terlihat ya itu itu aja. Kalau kalian perhatiin lagi, ngga ada perubahan. Mungkin para pengepel nya juga merasakan hal yang penuh kesia-siaan.
Tapi di pagi hari itu, saya memikirkan hal lain, bahwa mungkin memang ada suatu pekerjaan  yang kita terus lakukan, tapi rasanya ngga ada efeknya, ngga ada perubahan. Adakalanya kita melakukan pekerjaan yang sejatinya ngga terlihat baik atau buruknya, seperti sebuah hal yang sia-sia.
Padahal kalau dipikir, misalnya ngga ada siapapun yang bertugas bersihin selasar itu, ngga ada yang peduli sama selasar itu, mungkin kalo lantainya dicolek, jari jari kita penuh sama debu ya?
Terkadang kita memang harus sabar (masih belajar) dengan proses yang musti kita laluin, terkadang musti sabar karena suatu pekerjaan itu rasanya sia-sia,
Tapi ya, mungkin sejatinya usaha kita itu sekarang jadi bahan buat ngebangun istana di surga. Ngga keliatan kalo pake mata dunia, percaya aja.

Ya, Hidup itu terkadang seperti mengepel selasar hijau.
Dampak dari perbuatan kita mungkin ngga keliatan sekarang, mungkin rasanya sia-sia,
Tapi percayalah (ayo percaya, jah..) bahwa ngga ada satupun yang sia-sia.
Ini proses, perlu bertahap!


hap hap
Selesai hari Sabtu, 10 Maret 2012
16:57
Warnet  Asrama

Ps: din, maaf ya tulisannya baru selese sekarang hehe :)
Dan walaupun mungkin ngga nyambung, yasudahlah ya hehe :p

Daerah selasar hijau Masjid salman yang selasarnya ngga kelihatan hehe. Diambil saat pasar seni itb, (Yudha PS, 2010)
image source : http://salmanitb.com/2010/10/salman-itb-pun-sesak-dengan-manusia/

Thursday, February 9, 2012

Bukan Vitamin D

Bismillah,
Kemarin kemarin kayanya mata saya dipakein kacamata kuda, ngga jernih dalam menyikapi sebuah permasalahan.
Ini perkara sebuah NILAI D, kawan. :)
kalau orang sedang panik, beginilah model tulisannya:


Mungkin kau penasaran dengan judul kisah ini.
Meskipun saya anak biologi, "D" disini bukan Vitamin D.
D? Apa maksudnya?

D menjadi penghias nilai ku di Transkrip Nilai Semester 5 kemarin, tepat di sebelah tulisan EKOLOGI dan angka 4 (Sks)
Mungkin kau sedang terkejut?
Ya aku juga. tapi tak heran, kupikir ini memang salah satu dampak dari segala hal yang kualami. Dan aku harus terima itu dengan ikhlas.

Sore itu sehabis kuliah etnobotani, aku dan beberapa temanku ke kantin bengkok, makan (karena seharian belum makan). Niatnya, jam 5 nanti akan ikut bincang -bincang mengenai  KP (Kerja Praktek) dari himpunan.
Sambil ngobrol tiba tiba salah satu teman bertanya:
"eh, kalo mau KP tuh berarti matakuliah semester ini tuh harus lulus semua ya?"

Pertanyaan itu kemudian kujawab dengan pertanyaan yang penuh ke-deg-deg-an-an.
"memangnya ada syaratnya kalo KP?"

Singkat cerita, syarat KP adalah LULUS MATA KULIAH WAJIB.
D itu berarti tidak lulus, dan tidak bisa KP.
Sungguh tak pernah kubayangkan sebelumnya hal itu dapat terjadi, menimpaku.
Dan ITU REAL, NYATA.

Kucoba mencari sebanyak-banyaknya hikmah, namun sungguh, sangat berat saat membayangkannya!

Setelah kupikir-pikir mungkin aku dapat terobati dengan mencoba mencari tahu dan bertanya pada orang-orang yang pernah mengalaminya. Katanya memang berat pada
awalnya, tapi yaudahlah gitu! Toh sudah harus terjadi, jalanin aja.
Dengan menulis ini sebenarnya aku takut, apakah ini terlalu kebay (mengulang mata kuliah). Hehe. Tapi ya namanya lagi sedih, ada aja yang dilakuin setan buat bikin aku terus terlarut larut.

Padahal biar bagaimanapun introspeksi tetap harus dilakukan, brader!


Mungkin Allah  lagi ngajarin aku untuk lebih kuat,
 untuk lebih berani nerima kenyataan,
untuk dapat belajar jatuh,
untuk dapat belajar bangkit dari kejatuhan,
Untuk belajar memahami perasaan,
Untuk tidak putus semangat.
Mungkin saja karena ini nantinya aku jadi seorang ahli ekologi, tapi mungkin juga tidak.
Mungkin saja karena ini, aku jadi punya teman baru di angkatan bawahku, tapi mungkin juga tidak.
Mungkin dengan ini, aku akan dapat membantu orang yang pernah mengalami hal yang sama sepertiku ini, mungkin juga tidak
Mungkin dengan tidak KP di semester ini, Allah lagi nyediain waktu kosong aku buat hal hal yang lebih bermanfaat, tapi mungkin juga tidak.
Mungkin akan banyak kejutan yang kuhadapi di KP tahun depan, mungkin juga tidak
Tapi yang pasti, selalu ada kemungkinan kemungkinan tak hingga yang mungkin kuhadapi, selalu ada hikmah di balik semua yang Allah beri.


Yang pasti aku akan terus hidup,
Setitik lemah dalam diriku tak boleh membuat singa di jiwa ini bersembunyi
Tak boleh membuatku malah mematikan sinar terangku
Tak boleh mematikan gen gen baik pada DNA ku.

Yah tar juga pada lupa kalo saya pernah ngulang matakuliah
(tapi mungkin juga tidak karena adanya tulisan ini)
Tertawalah, jaaah!
Jadi punya bahan ceritaan kan?
Aku pernah ngulang mata kuliah, kamu ngga ya? Hehe (jadi ngaco)

Berbagi, untuk lebih meringankan, untuk saling memahami.

Hello adik-adik biologi 2010 ! Ketemu di kelas ekologi tahun depan ya :D
4 Februari 2012
18:27
406
_______________________________________________________________________

pada intinya ya saya sedih sesedih sedihnya, tapi sekarang saya sudah berusaha mengikhlaskan, dan berusaha kuaaat. tentang KP itu, sebenarnya saya masih boleh kok, tinggal minta ijin dosen wali hehe.

warna warni hidup deh.
kata bu lulu juga kalau orang hidup lurus lurus aja juga ngga asik
Hehe
:D

maap kalo kemarin muka saya kaya kasur ya

Saturday, January 28, 2012

tentang mimpi menjadi penghapal qur'an


Hafidzh Al-Qur'an
Menjadi sebuah mimpi / cita-cita yang ditulis nomer 2 dalam daftar impian seorang hajah sofyamarwa rachmawati. Sebuah impian yang dari dulu mungkin selalu diucapkan, tapi sayangnya tanpa dilalui dengan kerja keras  / usaha yang nyata dan konsisten.

Anis matta dalam sebuah tulisannya  pada bukunya Mencari Pahlawan Indonesia, mengatakan bahwa kekuatan mimpi itu terletak pada kejelasannya. Semakin jelas visualisasi mimpi kita, maka akan menimbulkan motivasi yang dahsyat  hingga si tekad menemukan akarnya pada mimpi kita dan menjadi energi penggerak bagi jiwa kita.
Syubhat mimpi yang kita kenal adalah "angan-angan". Karena garis batas antara mimpi dan angan-angan itu sangat tipis. Yang membedakan adalah kejelasan dalam setiap rencana, dalam setiap langkah.
Keduanya memang tampak sama, karena memang diawali dari khayalan dan imajinasi.

Di awal tulisan saya mengungkapkan tentang mimpi menjadi seorang penghapal qur'an. Terkadang saya sendiri masih ragu dan sangsi dengan mimpi saya itu, karena saya seringnya lupa akan sebab-sebab perwujudan mimpi itu. Hal yang seharusnya saya lakukan setiap harinya sangat sering saya nomor dua kan, bahkan diakhirkan hingga akhirnya lupa. Kurangnya motivasi yang kuat seringnya membuat waktu-waktu saya tergilas oleh hal-hal lain.

Saya ingat pernah menulis juga mengenai keikutsertaan saya di olimpiade quran 2 tahun lalu (2009). Ketika itu saya mengungkapkan bahwa saya sangat malu pada diri sendiri serta berharap dapat menjadi seorang penghapal quran seperti teman-teman lainnya. Mungkin sejak saat itu ada perubahan, tapi, tidak signifikan. Ya, mungkin saat itu saya hanya berangan -angan.

Alasan saya menulis ini sebenarnya ingin sedikit berbagi. Sedikit tentang menjadi penghapal al-qur'an (materi dari ustadz nya sih hehe)
Cekidot!
:D

Menghapal qur'an itu bukan hanya tentang seberapa cepat kita dapat menghapal, atau seberapa banyak kita dapat menghapal, melainkan sangat membutuhkan modal keimanan. Tidak hanya cepat, atau hapalan yang harus kuat, karena pada dasarnya adalah motivasi terus bersama al-quran. Saat menghapal, bila patokannya hanya 'kejar target harus hapal', modal yang kita perlukan barangkali terkait hanya kecerdasan, atau kekuatan menghapal seseorang.Padahal tidak semua orang mendapat karunia seperti itu dari Allah, it's a gift.
Menjadi penghapal al-quran dengan proses yang benar sama saja  dengan pembentukan karakter.Seperti akhlak, yang merupakan perbuatan spontan yang tanpa perlu dipikir(sudah otomatis). Mengahapal quran harus dilakukan berulang kali, di setiap waktu yang kita punya. Bukan hanya ketika saat kita harus setor hapalan dan kita baru menghapalnya saat itu. Semua harus dilalui dengan proses yang benar.

Lalu bagaimana dengan yang sangat sulit menghapal?
 akan terasa sangat mudah bila kita sudah akrab dengan bacaannya. Bagaimana caranya?
  1. Mendengar (mp3 murratal) daripada bengong mikirin yang aneh aneh di jalan, mungkin bisa sambil dengeri itu (kalo ada).
  2. Membaca diulang-ulang terus -> hingga bacaan kita benar-benar ringan, ngga
ada yang 'kagok'

Kalau sudah hapal:
  1. Dipake pas shalat
  1. Saling tukeran sama temen
  1. Dicoba sambil di keramaian atau sambil mengerjakan yang lain (kalo bisa berarti hapalan kita udah kaya surat al fatihah yang udah ngga perlu mikir lagi)

Mungkin awalnya hapalan itu di kepala, lalu harus sampai ke dada (udah sangat tenang, bisa menikmati bacaan), dan sampai pada lisan (secara luwes bisa dikeluarkan, tanpa perlu berpikir) 

Karena Allah menilai proses dan yang paling banyak berinteraksi dengan qurannya, bukan (hanya) yang paling banyak hapalannya.
 "menjadi penghapal quran hanya akan menjadi angan-angan kalau tidak dilakukan setiap hari."


Mudah mudahan bermanfaat,
Maaf atas segala kekurangan.

Masih ada harapan, jah!
Saling ngingetin ya!



27 januari 2012
23:59
406

image source : http://mediaislamnet.com/2011/12/bolehkah-baca-al-quran-tanpa-menyentuh-saat-menstruasi/reciting-quran/
*mbak mbak mahasiswi itb yang mau ikutan tahfidz sama ustadz, monggo ikut aja, jumat sore di salman. Anggaplah ini program asrama putri salman itb. insyaallah tanpa ada pungutan biaya, siapin aja niat sama setorannya :) lebih pastinya, hubungi saya dulu boleh :)

Wednesday, August 3, 2011

banyak maunya part 1 :)

Bismillah‏..‏

Assalamu'alaikum‏?‏

Belakangan saya semakin banyak berpikir, semoga yang saya pikirkan itu ada ‎manfaat nya dan menghasilkan sesuatu yang minimal terjadi pada perubahan diri ‎saya. Kalau mau disebut galau, silakan, memang itu yang terjadi. :'p
Belakangan saya memikirkan bagaimana merancang sebuah proposal hidup atau ‎rancangan masa depan. Sebetulnya sudah sejak dulu saya memikirkan ini, tapi ‎memang rasanya sampai saat ini pun saya kesulitan mendefinisikannya sehingga ‎kesulitan dalam hal teknisnya.
Saya merasa selama ini terkesan seperti kutu loncat, maksudnya kurang terarah. Kalo artis-artis bilang istilahnya aji mumpung. Yang ‎menurut saya menarik dan bagus untuk pengembangan diri, akan saya jalani. Banyak ‎hal saya coba lakukan, tapi ya, seringnya saya bingung sendiri, sebetulnya ‎saya ini mau kemana. btw tapi ngga salah kan yang namanya aji mumpung? ketika ada kemauan, tekad, dan semangat yang bertemu dengan kesempatan, mungkin itu aji mumpung yang saya maksud.

terlalu banyak keinginan yang ada dalam pikiran. Wuuuh, banyak hal yang menurut ‎saya menarik untuk dijalanin, mau ini, mau itu, mau bisa ini, mau bisa itu, tapi ‎hasilnya? Bingung sendiri dan belum menguasai apa-apa. Kalo disuruh nulis ‎keterampilan dan prestasi, saya juga bingung mau ngisinya apa.‎
ko ngga fokus ya?‎

tapi insyaallah saya percaya ini:‎
‎"Mukmin yang kuat itu lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Dan setiap ‎diri pastilah memiliki potensinya masing-masing. Bersemangatlah kalian dalam ‎melakukan sesuatu yang bermanfaat, mintalah pertolongan kepada Allah dan ‎janganlah kalian merasa tidak mampu." (H.R Bukhari)‎

FIGHTING! ^o^9‎

Rabu, 3 Agustus 2011‎
warnet asrama putri salman ITB‎
‎10:25‎

Wednesday, July 13, 2011

Mawar Putihnya Tidak Lagi Seindah Biasanya..


Di sini saya ngga bahas filosofi bunga mawar putihnya sih, saya cuma share pengalaman aja, saya ngga jago ngomong yang begituan. hehe

Siapa yang tidak suka bunga mawar putih? Apalagi yang sudah manis terbungkus plastik bening, sebagai simbol ketulusan dan romantisme kawula muda. Buket bunga yang biasa dipersembahkan sang tercinta. Biasanya si penerima akan berbunga-bunga hatinya mendapati sang terkasih memberikan bunga itu kepadanya.

Entah kenapa siang itu lain. Saya melihatnya dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Ketika itu Soekarno-Hatta macet total, melalui satu jam perjalanan karena ada acara wisuda sebuah perguruan tinggi. Sambil terkantuk-kantuk di angkot, saya lihat seorang bapak tua membawa pot besar berisi tumpukan buket mawar putih yang masih banyak. Ya, bapak tua berwajah teduh, penjual mawar. Sejenak saya pikir biasa saja, namanya juga memanfaatkan momen untuk mencari sedikit tambahan makanan untuk membuat lambungnya bekerja.

Tapi kemudian saya mulai berpikir mengapa buketnya masih banyak? Bagaimana kalau tidak habis? Bisa tahan berapa lama sampai bunga harus layu? Anak istri nya diberi makan apa? Bisakah mawar putih menjadi lauk untuk makan?

Langsung saya palingkan wajah dari sosok beliau, rasanya saya jadi melankolis dan berpikir lebih dalam.
Baru kali itu saya melihat mawar putihnya tidak lagi seindah biasanya..

12 juli 2011
@ ruang tengah atas
01.15

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...