Showing posts with label inspirasi hari ini. Show all posts
Showing posts with label inspirasi hari ini. Show all posts

Tuesday, November 17, 2015

Balada Ibu Muda

Pagi tadi sempat merasa bahwa hari ini akan buruk. Akang pergi pagi sekali tanpa sempat kumasakkan makan sarapan paginya. Sejak itu hingga pukul 8 haidar belum mau lepas dari gendongan. Disimpan, nangis. Padahal sudah mimi, dan popoknya sudah kering. Wah, jadi siang lagi nih ke pasarnya ._.

Tumpukan cucian baju  yang kemarin ditunda tunda memanggil manggil minta diselesaikan. Sementara, piring-piring kotor hebring juga minta di tuntaskan. Semakin buruk ketika menyimpan botol kecap tak pada tempatnya, akhirnya jatuh terbelah dan tumpah kemana mana. Kubereskan nanti saja, setelah pulang dari pasar.

Entah kenapa lama sekali aku berbelanja, padahal menu nya itu-itu saja. Aku cari tahu kuning buat dimasak besok, tapi karena kesiangan jadinya semua sudah habis hehe.

Sampai dirumah baru kubereskan kecap tumpah tadi, sembari menatap nanar pada cucian (haha lebaay).

* * *

Menikmati keseharian di rumah, berteman segala perabot, buku-buku yang kepingin di baca, dan haidar (bukan berteman inimah, beranak berarti heu). Teringat pekan lalu bertekad mulai bikin jadwal buat ngemenej diri. Seneng, akhirnya jadi juga satu persatu.. evaluasinya? Banyak sekali yang keteteran. Sebenernya Ini semangatnya didorong karena lihat diskusi dari ibu2 yang udah keren. Ikut termotivasi, tapi karena kondisi saya belum memungkinkan, jadi mungkin justru saya jadi ngrasa gak mampu, malah jadi abai. Bersyukurnya jadi banyak inspirasi, dan tahu bahwa banyak ibu2 di luar sana yang bisa ngatur dirinya dengan baik, maka sayapun harusnya bisa, pada waktunya. Hehe

Berpikir tentang bagaimana cara terbaik melalui ini semua. Keluarlah jurus curhat di grup whatsapp ibu ibu itbmh, sekedar ingin tau sharing pengalaman para ibu2 yang pernah punya bayi. Singkat cerita, sederhana, tapi menggerakkan. Sampai tulisan ini diketik, target cucian saya beres #eh, dan mengerjakan dengan lebih semangat. Alhamdulillah.

***

Mengetahui kondisi orang lain terkadang membuat kita membanding-bandingkan diri dengan orang lain, yang mana hakikatnya tidak perlu dibandingkan, karena kondisi setiap orang berbeda. Namun  kadang kita butuh inspirasi, kadang tak perlu besar-besar, kecil saja. Tapi mampu menyalakan api semangat di hati kita.

Hari yang baik.
Selamat sore, selamat memasaaak! :D

16 November 2015

Thursday, January 15, 2015

Habitat Terbaik : Belajar dan Sadar

Habitat terbaik bukanlah tempat yang mewah dengan berbagai fasilitas, habitat terbaik adalah tempat kita bisa belajar, sadar memaknai apa apa yang disekeliling kita dan bertumbuh baik karenanya :)
- hajah sofyamarwa

* * * *

Kita berbicara tempat kita bertumbuh. Bukan pada mahalnya atau lengkapnya fasilitas fisik, tapi pada proses dan interaksi yang membuat kita mudah dalam belajar. Fitrahnya, manusia selalu bertumbuh dan pasti terus belajar.

Dan, sadar itu mengawali segalanya. Irisan pisau tajam di kulit kadang baru terasa sakitnya setelah kita sadar ada luka, kebaikan seseorang kadang baru kita rasakan ketika sadar bahwa tak ada yang berbuat baik seperti dia memperlakukanmu.

Bersyukurlah bila kau menyadari suatu hal. Mungkin agak terlambat dari yang lain, tapi siapa peduli? Setiap orang punya episodenya masing-masing, kan?

* * * *

29 Desember 2014
Yang terus berupaya mensyukuri yang dihadapi, yang telah lalu, dan kejutan Allah lainnya yang akan datang :)

Tuesday, January 8, 2013

hidup untuk menghidupi yang lain

Kalau kamu hanya untuk dirimu sendiri, silakan saja berpuas puas dalam masalahmu. Berpikir tidak ada jalan keluar, berpikir bahwa hidupmu tak ada artinya, berpikir semua masalahmu yang paling berat. Sampai rasanya tidak ada hal apapun yang bermanfaat yang sempat kau perbuat.

Tapi hiduplah untuk juga menghidupi orang lain.
Belajar dari peliknya berbagai permasalahan hidup oranglain.
Dengan itu kamu lebih bijak menapaki setiap permasalahanmu.
Bahwa kau terlalu mulia untuk hidup hanya untuk dirimu sendiri
Bukankah kau diciptakan Allah untuk menjadi cahaya bagi yang lainnya?

Mungkin sekarang cahayamu hanya belum bernyala kuat,
Tapi percayalah, kau akan bisa menerangi sekitarmu

Ignite yourself!
_____________________
Habis jalan-jalan ke kajim bareng rere.
Kenalan sama teh reni (yang masih sangat muda), serta anaknya Zahra (1,5 tahun) yang malu-malu kucing
Yak mungkin kapan-kapan bisa main ke "gubug derita" (she said that) penuh cinta :D
 
Bandung, 5 Januari 2013

Saturday, January 5, 2013

Letter To My Younger Self 8 Years Ago by Mirza Adrian

tulisan ini dibuat seorang kakak kelas saya yang sangat luar biasa. saya ambil dari personal blognya. saya belum bisa menulis ini, tapi ini apa ya.. ah, menyejukkan.
***
Dear Mirza,
Soon, on July 2004, you will move to London and start a new life. This will be a hard thing for you to cope. So I am writing this letter to you from the future hoping that it will help you in getting through this transitional phase. I hope that you read this carefully and act upon this writing accordingly.
 ***
My dear Mirza, at some points in your life, people will leave you. At some other points in your life, you will leave people. Either way, during these points in your life, you will feel very lonely. You know, that feeling that you're facing this world and all of its evil and problems on your own without friends to share your worries and stories, help your problems, or laugh at your jokes. You know, lonely.

But don't worry. From my experience, I know that it will pass. And will, eventually, come again. It is a cycle that you will feel now and again. In my (or should I say our) case, the cycle time is about four or five years. So I've grown quite used to it. But still, it strikes me (well, loneliness is not the best feeling in the world).

The frequencies of me facing this problem necessitates me to devise a way to cope with these time of my life (or in psychoanalytic diction, create a form of defence for the Ego to face reality without it experiencing much disturbance, you will learn about this later). Perhaps, if I share it here, it will be much use to you right now.

My advice is simply (well like all good advice, simple to say but not that simple in reality) to forget what you had, cherish what you have, and embrace what you will have.
Now, I know that you will disagree with all of my statement above.

You will disagree with the first point, "forget what you had". I know you will come up with the question "How can you forget those fond memories that you have with those dear friends?" to deny it. Well, my answer is this: whatever you had or experienced in the past, in the end, had past. Wallowing yourself in memories and "what had happened" does not help you to cope with the life you're about to live. And, I'm saying this from experience, you will eventually forget. You will eventually forget about people and people will also forget about you. From experience I know that the thought that people will remember people forever and ever is nothing but an illusion. And I know, if you're reading this at the initial phase of your transition, you will, out of sentimentality, disagree with me strongly. But, later - perhaps when you don't even remember ever reading this - you'll see the truth in my statements. 

You will also disagree with my second point, "cherish what you have". Again, I know you will deny it with the question "What is there to cherish? I'm not enjoying anything at the moment!" To you, my answer is this: love every seconds of your life however bad yours is. Because whatever you have right now, be it heaven or hell, is the only thing you have right now. You don't have anything that you don't have right now. All you have is now. So cherish it. From observation I know this to be true, "Happiness comes to people who cherish". So cherish, and I guarantee you'll be happy.

Lastly, you will also disagree with my last point, "embrace what you will have". The question that you use to deny my point this time is, "How can I embrace my currently unknown future?" My answer is this: Life will not disappoint you. Provided that one condition is fulfilled. Life will not disappoint you if, and only if, you accept whatever life gives to you. Now I know that from your point of view right now the future looks dark and full of unknowns and uncertainties. It is a very scary view indeed. But soon, and little by little, life will shine onto the darkness and reveal some amazing things, and also some awful things. My advice to you is to accept them all. Take and appreciate the amazing things. With the awful things that life gives you, also take them and learn from them. This, my dear Mirza, is the process of growing up. If you refuse some things, you will lose some of life treasures and, more importantly, lose some of life lessons. From experience, I've learned that accepting everything that life gives is a way to get a fuller life. So just accept everything, and life will not disappoint you.
***

My dear Mirza, this is all the advice I can give to you right now. What you are feeling right now is temporary, like all phases of life are. Just face it as best as you can. I hope, in fact I know, that you'll be alright. But at the same time also not alright. Mais, c'est la vie (I know you don't understand French right now so look it up. This phrase could be one of your life motto later).


Live well Mirza.
                               
Best Regards,
Your Future Self.
                                                                                                                       
*PS: You might want to keep this letter as you will need it again in 8 years – at the end of your college life. When you reach 2013, tell your future self that this letter is still valid and that he doesn't have to worry about a thing. Thanks.

Si Topi Bulu di Angkot

Sore tadi saya naik angkot, dalam perjalanan pulang dari lembang (Balitsa) menuju bandung.

Disambut pasangan penumpang bertopi bulu dengan style yang mentereng khas orang kaya, sempet kaget barangkali aku salah naik.
topi bulu ini maksudnya, dan mereka pake lengkap dengan syalnya. (source : http://irosli63.blogspot.com/2011/01/panorama-indah-di-tangkuban-perahu-tp.html)

Duo topi bulu ini jadi pusat perhatian angkot kami, maklum secara fisik mereka cantik dan ganteng. Yang perempuan berambut panjang keunguan, memakai kacamata hitam terlihat anggun dan pendiam, mungkin lelah. Yang laki-lakinya lebih jadi pusat perhatian karena sepanjang perjalanan tak habisnya ngobrol dengan ibu-ibu di angkot. Setelan kaos putih polos dan jeans, badannya berotot (ngeliat dari postur badannya atletis -__-) tipe tipe koko levi (hehe) rajin nge gym meureun. Dari suara dan wajah sepintas mirip Vino G. Bastian (halah ini jadi inget jaman jahiliyah SMP dulu)

Sepanjang di angkot saya ga lepas ngeliatin dia dan ikut ngedengerin. Karena beneran deh, menarik banget!
(seperti kebiasaan saya di angkot, kalo ada yang menarik ga bakal dilewatin)
Topi Bulu (TB) : Di lembang itu sate kelinci di sebelahnya ada juga yang jual kelinci hidupnya ya?
Pemirsa Angkot (PA) : Iya doong, disini mah asiik!
TB : Jadi kalau mau makan sate, bisa pilih kelincinya dulu ya, atau kalau pengen miara, tinggal pilih ya..
PA : Iyaaa..
TB : RAJA TEGAAA..
PA : ahahaha..

TB : Ibu-ibu di lembang sini oke-oke ya bu?
PA : oh iya doong!
-_-
Gubrag

* * *
Jadi ternyata mereka dari Makassar, lagi liburan ke bandung, tadi habis main dari Tangkuban perahu. Pantesan pake topi bulu itu, kedinginan. Tapi beneran itu nyentrik banget. Selama saya main ke tangkuban, kalau ada tukang topi bulu itu suka pengen beli karena lucu, tapi selalu mikir dipake buat apa? Saya juga mikir ga akan ada yang beli terus make itu! (ternyata ada ya hehe)

Yang paling saya suka dari orang itu, bisa enak banget ngebawa suasana. Pasti bisa deket sama siapa aja, karena semua orang itu disapa, di ajak ngobrol, dan sama sekali ga ada keliatan canggung.

Ini contohnya. Jadi ceritanya mereka mau jalan-jalan ke PVJ sambil nunggu malem berangkat ke cengkareng. Sama pemirsa angkot (ibu-ibu rumpi) dikasi berbagai pilihan tempat. Ya kampung gajah, ciwalk, the raid, dll. Tapi mereka emang tujuannya ke PVJ.

Namanya orang pendatang (apalagi mereka keliatan 'berada'), Terus bapak angkotnya nawarin buat nyarter angkotnya :
Abang Angkot (AA):  carter angkot ini aja sampai PVJ, biar ga kena macet, bisa motong jalan!
TB : Emang pengen naik angkotan umum pak, kan biar merakyaaat
AA : mending naik ini terus aja, macetnya bisa 3-4 jam
TB : kan seru pak, kaya kalo di jakarta naik busway, kereta, ojeg, bajay, semua udah pernah nyobain. Emang berapa pak kalo naik ini sampe sana?
AA : 300ribu aja langsung sampe depannya!

saya kaget, abang angkotnya oportunis hehe parah banget. Kalau kalian jawab apa? Ini kata si Topi Bulu:

TB : Wah sampe PVJ 300 ribu mending saya berenti di the raid terus naik kuda ke cengkareng pak kaya koboy gitu! kalo 300ribu, nanti malah gabisa pulang uangnya habis pak hehehehe

Pokonya alur pembicaraannya enak banget. Akhirnya kami mesti ganti angkot, turun di tempat yang sama. Dan saya ngarep bisa seangkot lagi.

...

Yak, seangkot!
Terus dia bilang "eh ketemu lagi!"
Ngobrol lah sepanjang perjalanan. Dari mulai calon gubernur jabar yang pada bintang iklan obat, kuliah, tukang baso, suhu, kerudung, sampe bicarain fenomena abang angkot oportunis tadi.

Dia bilang suhu di tangkuban dingin banget, tapi mataharinya nusuk juga (sambil ngeliatin otot tangan yang belang. Ehem. Sip mas)

Dia bilang, kalau di makassar ngga ada yang seperti itu. Dia taulah lagi di "manfaatkan". Katanya abang-abangnya keliatannya baik gitu nunjukkin, tapi ujung-ujungnya cari untung. Di makassar kalau ada pendatang, diperlakukan sama dengan warga aslinya, ga ada bedanya. Dia bilang istilahnya, ngga di patolo-toloi  (dibodoh-bodohi, bahasa makassar, --cek lagi ya). Apalagi dia bilang jurusannya ekonomi. Wajar sih.

* * * *
Ceritanya panjang kalau lengkap. Dari beliau saya bisa belajar bahwa komunikasi dengan orang lain itu akan nyaman bila baik. Dia punya sesuatu yang membuat nyaman orang disekitarnya. Dari luar kesannya hanya main-main, tapi toh sebenarnya sangat bijaksana. Bijaksananya memancar keluar, dikonversikan menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan.
Sopan, rame, mencairkan.

Nah jadi semakin pengen mendatangi banyak tempaaaat!
semoga bertemu orang-orang baik yang mau menuntun :D

_______________________________
Ah maaf ya kurang lengkap ceritanya.
Ini pengalaman naik angkot lagi setelah selama ini naik motor terus (yang jarang ada cerita anehnya).
Pokonya Hidup angkot!

Bandung, 4 Januari 2013

Sunday, October 7, 2012

yang bisa diambil dari nonton film Ummi Aminah

image source : addyn.web.id


Habis kumpul krima, ngga sengaja saya nonton film Ummi Aminah di salah satu chanel TV swasta. Awalnya biasa aja, tapi nyata nya saya nonton sampai habis dengan (lagi-lagi) berurai air mata.

Ngga akan terlalu banyak cerita tentang sinopsis filmnya, intinya tentang hikmah di balik musibah yang dialami keluarga seorang Ummi Aminah (Nany Wijaya). Seorang ustadzah berakhlak baik yang biasa menyebarkan dan mengajarkan ajaran islam. Namun dibalik itu semua, dia juga tetap manusia yang ga bisa lepas dari permasalahan. Musibah juga bisa mendatanginya kapan saja.

Sutradara dari film ini Aditya Gumay. FILM INI RECOMENDED BANGET BUAT LANGSUNG DITONTON AJA SENDIRI. Dipikir-pikir kita tuh butuh sesuatu yang bisa bikin kita rada tobat.

Poin penting yang bikin saya pingin bikin tulisan ini adalah kesan yang saya dapat dari cuplikan beberapa adegan dalam film itu.

Diperlihatkan bahwa dari bertubi-tubinya masalah yang menghadang Ummi Aminah (tokoh utama) ada satu bagian yang disebutkan bahwa "walopun kena musibah, tapi masih punya keluarga."
Ya, secara garis besar masalah datang dari anggota-anggota keluarganya (anak), tapi dengan keluarga pula, masalah bisa selesai. Fungsi keluarga  berjalan dengan sangat baik. Punya aqidah kuat, dan saling memahami.

Bicara tentang membangun keluarga seperti itu, tentu saya belum tau apa-apa, tapi dari film itu bisa dilihat bahwa keluarga yang baik, yang bisa memberikan rasa nyaman bagi kita, adalah keluarga yang kebaikan kebaikannya kita tanam sendiri.

Saya yakin kalo ummi aminahnya (sebut saja) jahat, ditengah derasnya masalah, keluarga nya ngga akan jadi penentram hati. 

* * * * *

Permasalahan yang timbul sepintas memang dari anak-anaknya, tapi keluarga yang sejak awal dengan baik terpelihara, nantinya akan tetap dalam koridor yang baik. Contoh adegan saat anak perempuannya digosipkan merebut suami orang, ummi aminah muarah besar sampai bilang "Ngga akan ridha dunia akhirat!"
Kita kadang kalau ngga ada masalah apa-apa, liat kata-kata begitu bebal aja, ngga ada efek apa-apa. Tapi di situ diperlihatkan bahwa sang anak langsung meronta-ronta minta pada Ummi Aminah agar menarik kembali ucapannya. Ikhtiarnya adalah dengan segera pergi dan mendatangi istri laki-laki yang menjalin hubungan sama dia. Udah tertanam gitu rasa cinta dan bener-bener takut sama Allah nya.

* * * * *

Jadi lebih dapet feel nya pas liat di salah satu adegan ada wartawan yang ngedatengin rumah Ummi aminah. Ceritanya mau dapet kabar teraptudet tentang gosip anaknya masuk penjara yang beredar. Disitu saya cuma kebawa kesel aja ( ceritanyaudah menghayati), maksudnya orang lagi kena masalah gitu, malah dibuat rungsing. Ngerti sih, itu memang kerjaan mereka, mencari berita. Tapi yang jadi masalah adalah "masalah pribadi orang bukan buat dibuka-buka juga". Coba kalo kita memposisikan diri jadi orang yang kena masalah, berat bung!

* * * * *

Di endingnya, adegannya lumayan jleb.
Akhirnya sang abah mau mendatangi anaknya (disitu pemerannya Ruben Onsu) yang ceritanya punya sedikit kelainan (laki-laki yang kewanita-wanitaan). Si abah udah mau dicium tangannya, dan minta dipotong rambutnya.
Saya pikir akan happy ending dong. Paling ngga terharu dan kocak gitu.
Ternyata dalam proses pengeramasan si Abah, ruben yang terus berbicara menyadari bahwa Sang Abah tertidur pulas.
Tau? Ternyata sang abah meninggal T_T

Setidaknya sebelum meninggal, hubungannya sudah baik, sudah tidak ada lagi rasa marah diantara keduanya.


"Bersama kesulitan ada kemudahan"

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya.
"Ya Tuhan kami, janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya.
Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. 
Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
(diketik dengan nyontek dari al-qur'an surat 2:286)


Bandung, 7 Oktober 2012
Pukul 00:02

Tuesday, September 25, 2012

Resume Studium Generale 1 - Wakapolri

REFORMASI DAN DEMOKRASI KEPOLISIAN
“MELIHAT DAN MEMAHAMI KEPOLISIAN RI LEBIH DEKAT“
Narasumber : Komjen Polisi Drs. Nanan Soekarna

Citra kepolisian di Indonesia masa kini dinilai negatif oleh masyarakat, pungli, kekerasan, atau korupsi. Padahal sejatinya tugas polisi adalah mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat. Seburuk itukah kepolisian di Indonesia? Tak tahukah bahwa penilaian berbagai  lembaga menunjukkan bahwa polri mempunyai hasil yang baik? Bahkan dinilai sebagai lembaga kepolisian yang sangat baik di luar negeri sana?

Pak Nanan memulai ceritanya dengan latar belakangnya dahulu. Dulu beliau sangat membenci polisi. Dibesarkan di lingkungan militer, ternyata Allah menunjukkan jalan berbeda, hingga sampai saat ini berada di kepolisian dan menjadi orang nomor 2 di polri. Beliau bertekad semoga tidak menjadi polisi yang banyak dibenci oleh masyarakat.

Wajah polisi Indonesia dicitrakan buruk. Para mahasiswa mengaku kesal dengan ulah polisi yang tampak di jalanan. Kalau lapar, adakan razia, tilang saja yang melanggar. Kalau tidak mampu bayar denda, kompromi jadi jalan keluar. Uang kompromi yang ditarik tak masuk kas negara, tidak tahu kemana.

Perlu kita ketahui bahwa dalam menjalankan tugasnya, anggota Kepolisian Republik Negara Indonesia berjumlah mencapai 400 ribu orang. Dari jumlah yang banyak tersebut terdapat 4 levelisasi kepemimpinan yang masing-masing memiliki jumlah dan wewenang yang berbeda: (1) Pati sekitar 237 orang, (2) Pamen sekitar 13ribu orang, (3) Pama sekitar 31 ribu orang, dan (4) Bintara sekitar 340 ribu orang.

Masing-masing level tentu berbeda. Oknum polisi yang sering kita lihat di jalanan, mungkin yang jumlah nya paling banyak, mencitrakan polisi, sebenarnya produk dari pembentukan masyarakat juga. Bila top management nya bagus namun pada tingkat bawahnya kurang bagus, mungkin citra yang terbentuk memang akan negatif, karena jumlahnya lebih banyak dan tersebar di grass root.

Ketidakseimbangan dalam pemberitaan media juga berimbas pada citra yang buruk. Padahal selain itu, polri juga memiliki banyak prestasi, namun sangat jarang dipublish oleh media. Penilaian kinerja polri dinilai sangat baik oleh menpan, BPK, KPK, UKP-4 dan JSI (2011). Namun mungkin bagi media, bad news is a good news. Jadi prestasi yang baik jarang di ekspos.

Perlu diketahui juga, anggaran total untuk kepolisian hampir 40 T. Sebuah angka yang besar. Namun alokasi dananya 71% untuk gaji (28 T), 19% operasional (7,349 T), dan 10% untuk sarana dan prasarana (0,39 T). Tak seberapa bila dibanding kasus yang terjadi di Indonesia. Namun mereka tak bekerja atas dasar uang, namun rasa pengabdian untuk negara.

REFORMASI POLRI
Reformasi polri dilakukan bersamaan dengan reformasi Negara Indonesia, pada tahun 1998, yang dikenal juga sebagai buku biru polisi. Sejak tahun 2005, sudah dibuat Grand Strategy Kapolri (2005-2025) oleh UI. Dari grand strategy tersebut dibagi menjadi 3 renstra yang harus terus dijalankan dan dievaluasi keberjalanannya. Sasaran reformasi birokrasi adalah : (1) polri bersih, bebas dari KKN; (2) meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat; serta (3) meningkatnya kepasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi.

Bekerja sebagai pelayan masyarakat sipil, bukan bekerja secara militer. Kini arah geraknya juga banyak menyertakan masyarakat, lebih terbuka, dan aktif di berbagai komunitas. Membangun kepercayaan sehingga dapat mencapai sinergi untuk lebih optimal. Di dada kanan polisi kini terdapat Pin Pelayan Prima Anti KKN dan Anti Kekerasan yang melambangkan tekad yang kuat dari polisi sebagai pelayan dan sahabat masyarakat.

POLISI DEMOKRATIS
Emotional quotient cukup sering disebut-sebut oleh Pak Nanan. Rupanya dalam membentuk seseorang menjadi polisi, rasa ketaqwaan menjadi faktor utama. Dalam setiap apel pagi dan siang terdapat do’a yang memang dimaksudkan untuk terus menyadarkan diri dan sebagai jalan hidayah. Karena godaan dari berbagai kepentingan akan terus datang, dan kalau tidak kuat menghadapinya, akan terjerumus.

Ada yang disebut Politic of Policing, mengenai berbagai kepentingan yang tak bisa lepas dari kepolisian, yaitu : Political, Public Pressure, Policy, Pendidik/Peserta, Pengacara, Publish/media, Politism. Hal-hal tersebut akan menjadi masalah bila polisi tidak mempunyai karakter kuat untuk terus menegakkan hukum.

Sebagai penegak hukum, menjadi sebuah dilema bila dihadapkan antara menegakkan hukum dengan adanya HAM. Karena ini, polisi sering di cap tidak manusiawi. Padahal sebetulnya mereka memegang asas tegas humanis. Dalam aturannya, terbukti bahwa sebenarnya kepolisian membutuhkan masyarakat untuk terus mengawasi dan mengingatkan polisi. Keamanan dapat terwujud bila semuanya bersedia berpartisipasi dalam mewujudkannya.

Pesan Terakhir Kepada Civitas Akademika
Semua civitas akademika ikut mengawasi, mendukung melaporkan dan mengingatkan. Karena kedepannya, mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa yang akan datang, yang akan menggantikan kepemimpinan saat ini.

 ______________________________
Dibuat sebagai tugas mata kuliah umum Studium Generale Rabu, 19 September 2012
selesai pada 21 September 2012 :)
membuka pandangan lebih luas tentang kepolisian RI 
 
dan ini sedikit oleh-oleh bisa berfoto bersama hehe :)
(Captured by : Anjaritha, 2012)

Thursday, September 13, 2012

Bincang Asik Pak Hernowo : Tips Menulis :D

Suatu pengalaman tak terlupakan bisa berbincang dengan Pak Hernowo walaupun hanya lewat tulisan. Teknologi semakin berkembang, dan kini jarak udah ga jadi masalah berarti. Yang jauh jadi dekat, yang dekat jadi jauh juga hehe. Beliau ini di Mizan, aktif banget nulis dan ngajarin nulis. Contoh bukunya Vitamin T dan Mengikat Makna. Dari buku beliau saya banyak tau juga beberapa nama yang beliau tuliskan sebagai sumber inspirasi.
Saya tergabung di sebuah grup facebook milik beliau yang spesialis baca-tulis mengikat makna. Wooh pertama kali saya baca buku Pak Hernowo, langsung suka dengan gaya berceritanya, plus seneng karena konten yang ditulisnya memang serba-serbi dalam menulis.  Bukan teknisnya tapi, penghayatannya hehe
Ini kutipannya, gak saya edit biar original hehe. semoga bermanfaat :)

* * * * *
Pak
Hernowo Hasim, permisi saya hajah, sangat senang baca-tulis. dan ingin belajar Ada yang ingin saya tanyakan:
1. Bapak sangat produktif sekali dalam menulis dengan tulisan yang bergizi, bagaimana pengaturan waktu membaca dan menulis bapak? dijadwal tetap atau sesukanya? proporsinya bagaimana?
2. dari sekian banyak yang bapak tulis, cara penyimpanan tulisan tulisan bapak (mendokumentasikan) seperti apa? saya masih bingung pengelompokannya dan karena tulisan2 saya tersimpan acak. hehe oh ya saya suka nulisnya di blog.
terimakasih ya pak :D

Alhamdulillah, memiliki kesenangan dalam membaca dan menulis adalah sebuah anugerah Bu. Jadi, anugerah itu perlu Ibu rawat dengan baik. Silakan belajar bersama saya. Saya akan memberikan apa pun yang Ibu mintakan kepada saya. Saya akan membagi pengalaman baca-tulis saya dengan senang hati.

Jawaban saya: 1. Pertama, sy punya konsep "mengikat makna". Konsep ini mewajibkan sy untuk menuliskan (mengikat) hal-hal penting dan berharga yg sy dpt dari membaca. Jadi, setiap kali selesai membaca, sy tentu memproduksi tulisan. Mungkin ini ya Bu yg menyebabkan sy produktif menulis. Sy tak mau terjebak dlm kesia-siaan membaca. "Mengikat makna" telah menolong sy agar tak sia-sia membaca. Membaca sy ada hasilnya.

"Mengikat makna" memberi sy sebuah cara membaca yg enak dan menyenangkan. Cara itu bernama MEMBACA "NGEMIL". Lewat cara membaca "ngemil", sy bisa membaca setiap hari. Ada banyak bacaan yg sy baca tiap hari, tak hanya buku. Prinsip sy, sekali lagi, habis baca (apa pun yg sy baca meski hanya sedikit), sy pun menuliskan apa yg sy peroleh dari membaca tsb.

Jawaban 2: Di komputer sy, ada folder yg sy kelompokkan per tahun (2011, 2012 misalnya) dan kemudian kelompok per tahun itu sy pecah menjadi 12 bulan (Januari-Desember). Setiap hari, tulisan atau "ikatan makna" itu sy masukkan ke kelompok bulan. Setiap minggu, sy mengevaluasinya. Ada yg sy posting ke Facebook dan ada yg tidak. Yg penting, bukan hanya mengelompokkan dlm folder tapi mengevaluasi dan menatanya.

Sy tak punya blog. Ibu beruntung punya blog. Sekali lagi, jangan lupa mengevaluasi tulisan-tulisan ibu. Teruslah bertanya, kenapa menulis ini dan untuk apa tulisan ini? Carilah makna dari setiap tulisan Ibu. Menemukan MAKNA menjadi bagian yg sangat penting dari kegiatan baca-tulis saya. Makna itulah yg menjadi motivator sy untuk kontinu dan konsisten membaca dan menulis setiap hari---meski hanya sedikit yg sy baca dan sy tulis. Semoga bermanfaat. Salam.

(eh tiba-tiba ada yang komen : Kak irfan hehe)
karena namanya hajah dipanggilnya ibu, padahal masih mahasiswa. hehehe...

wah sip pak! (balasannya wow banget hehe)
kalo boleh saya ngiket maknanya (hehe),
-seneng baca-tulis itu harus disyukuri, dipiara, dan bapak memang bersedia membimbing siapapun yang membutuhkan (yess)
- baca "ngemil" --> ngiket makna --> otomatis produksi tulisan
 Aaaa terimakasih pak, saya mau ngesave in tulisan tulisan bapak yang di document sini hehe

Ya, Hajah, silakan bertanya apa saja kepada saya. Semoga dengan memberi pertanyaan kepada saya, pertanyaan itu kemudian dapat membantu saya mengeluarkan pengalaman membaca dan menulis yang saya jalani selama ini. Saya punya "cara" atau "jalan" dalam membaca dan menulis yang bernama "mengikat makna". Saya yakin, Hajah juga punya. Temukan "jalan" membaca dan menulis Hajah lewat "jalan" setapak yang saya miliki. Pernah nonton film Finding Forrester? Kalau pernah, Hajah tentu paham dengan apa yang saya kisahkan barusan ini.

"satu lagi pertanyaan pak, teknis banget tapi, pas bapak nulis makna, bapak punya semacam buku catetan yang isinya 'hasil ikatan makna" semua gitu pak? baru ntar ditulis di komputer gitu ya? haturnuhun paak!" 

JAWAB: Saya dulu punya buku catetan itu. Sewaktu saya naik haji pada 2002, saya punya 5 buku catetan (berupa buku tulis). Ya, buku catetan itu memang untuk menampung "ikatan makna" dalam bentuk yang beragam dan luat. Dalam bahasa Ralph Fletcher, buku catetan itu disebut "Writer's Notebook".

Waktu saya selesai berhaji, buku catatan haji saya kemudian saya pindah ke digital (diketik lewat komputer)--sebagaimana yang Hajah katakan. Namun, kini, saya mengubah buku catetan atau Writer's Notebook itu dalam bentuk BlackBerry he he he
. Saya sering mencatat (mengikat makna) di BB saya karena praktis. Mula-mula susah karena keyboard-nya kecil. Eh lama-lama jadi nyaman. Terutama kalau tiba-tiba ada GAGASAN atau IDE datang. Saya langsung mengikatnya di BB saya. Kan gagasan datang tak kenal waktu?

Baru, catatan saya di BB itu saya kirim via email atau saya pindah ke komputer/lap top saya dan saya eksplorasi. Jadilah sebuah tulisan. Demikian Hajah, semoga pengalaman saya ini bermanfaat untuk memperbaiki dan mengembangkan serta meningkatkan kemampuan menulis (dan membaca) Anda. Salam.

Terimakasih banyak pak,
Wah Finding Forrester saya belum pernah nonton pak, kalo finding nemo sudah hehe :3
wah saya senang juga jadi tau cara-cara teknis bapak, mungkin sya tiru dulu sekarang2, nanti mungkin akan nemu gaya sendiri ya pak. Saya seneng juga jadi tau Ralph Fletcher dan writer's notebooknya! Saya googling dan dapet websitenya (terus dapet tipsnya, yes! www.ralphfletcher.com/tips.html) intinya selalu sedia media tulis weh ya pak kemana kita berada. soalnya hape saya BL pak (Black Lenovo - ngegaring ceritanya he he)
ini walaupun comment saya pendek sebetulnya wejangan bapak ini saya coba resapi hehe.
sekali lagi terimakasih banyak ya pak! :D

Ya kita memang perlu meniru dulu, baru nanti menemukan cara atau "jalan" menulis yang khas diri kita. Itu yang diajarkan seorang novelis, William Forrester, yang ada di film yang saya tunjukkan. Salam.

* * * * *

ini grup nya Klinik Baca-Tulis Mengikat Makna, silakan yang mau lihat lihat :D
image source : http://www.thewritersworkshop.net/classes_fiction.htm

Monday, September 10, 2012

5 yang harus kompak

Suatu sore di kampung bapakku, di Wonosobo. Hari itu kami bersiap pulang untuk kembali menuju Bandung. Mudik kali ini selalu dibumbui oleh agenda pergi ke Dieng untuk mengantar saudara kesana, serta ke Jogjakarta sembari mengantar adik yang tak lama lagi sudah mulai masuk kuliah lagi, di UGM sana.

Perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang harus diterima dan diambil hikmahnya. Tahun ini keluargaku dan keluarga om-tante masih tetap ke Jawa, tak tahu bagaimana tahun depan. Kini tak ada lagi yang benar-benar dikunjungi bila mudik ke Jawa, mbahku baru saja 100 harian.

Aku ingat waktu dulu, kami selalu pulang dengan mobil yang semakin penuh isinya, oleh-oleh dari pasar, opak, manisan carica, keripik jamur, kacang dieng, bakiak, bakpia, dll. Tapi untuk oleh-oleh tahun ini, masakan homemade saja. Kali ini bapak masak ikan dan berniat membagikannya pada tetangga. Ya, Ikan ! Di sana ikan sangat melimpah sampai-sampai kami terlalu bosan dan tak pernah ingat untuk mensyukurinya.

* * * * *
Bapak tiba-tiba memanggilku, minta diambilkan daun binahong yang merambati pohon pisang di dekat WC Umum sekitar sungai (Sungai Parang Mentos kami menyebutnya). Ternyata Jempol jari bapak berdarah-darah akibat gigitan ikan "bawal" yang sudah mati. Badan ikannya sudah dipotong, namun mungkin nyawa belum sepenuhnya mati, dan berusaha menikmati gigitan terakhir.

* * * * *
Malamnya,  dalam perjalanan pulang bapak kemudian bilang:
"Dengan jari yang sakit ini, makan ikan juga jadi ngga nikmat. Padahal Cuma satu ini teh yang sakit. Fungsi masing-masingnya beda, tapi punya tujuan yang sama. Ini nih, 5 yang harus kompak."

Bandung, 10 September 2012

image source : http://www.guitar-hands.com/science.htm

Sunday, September 2, 2012

Dasar Hati

Sebuah perjalanan pulang di sebuah angkot margahayu
Datang seorang ibu beserta 2 orang anak laki-laki
Bajunya putih, elegant dengan jilbab silver, model-model ibu kalangan atas dengan segala perhiasan yang menempel dibadannya. Sedikit heboh tingkah lakunya. Pikiranku dengan seenaknya menghakimi.

Bbeberapa detik kemudian, tersihir oleh perilakunya. Hmm sangat sulit kulukiskan. Tak peduli walaupun ibu itu sadar bahwa aku terus memperhatikannya sepanjang perjalanan ke margahayu. Ya, benar-benar tersihir.
Kalimat-kalimatnya baik, menenangkan. Ucapannya bermacam-macam, namun entah mengapa yang kurasakan selalu ketenangan, damai aja.

Dasar hati.
Setidaknya detik ini perasaanku menjadi jauh lebih baik :)
Hari pertama di bulan September 2012 :)

_____________
dapat 1 referensi mau jadi ibu macam apa nanti. Yang ini ga kuceritain deh. hehe
kalau pinjam istilah teman, karena bahagia itu sederhana :)

*kukicaukan di twitter juga hehe :)

Friday, August 24, 2012

Mobil yang bikin si-nggak-ganteng jadi ganteng


Sebuah potongan diskusi singkat keluarga saya dengan keluarga om, di siang hari saat Idul Fitri.

Topik kali ini tentang mobil. Biasanya saya jarang tertarik kalo bicarain mobil. Walopun saya inget banget dulu seneng banget main game need for speed underground di komputer, games ngemodif mobil dan balapan, menurut saya rasanya semua mobil sama aja. Ya beda sih, tapi karena ngga ngerti, jadi saya sih lempeng-lempeng aja hehe

Kakak saya yang tertua ini kerjanya di bidang yang berkaitan dengan penjualan mobil (jangan tanya bagian apa, atau kerjanya apa karena saya sendiri lupa hehe). Setahu saya mercedes-Benz kayaknya, yang ada seri V-class, E-class, C-class gitu gitu deh. (iya bukan?)

Beliau ni bisa dibilang jago banget soal ini, jadi bisa komparasi berbagai aliran mobil.
Dari diskusi ini saya baru ngeh kalo merk mercy dan BMW itu mobil wow, berapapun tahunnya.

"Mercy itu nyaman banget dipakenya,  jalanan rusak berombak juga rasanya halus aja, enak. Tapi kalo diajak kebut-kebutan kurang pas. Belum lagi kalo kebut-kebutan di jalan, keliatannya ngga elegan gitu..
Mercy biasanya dipake sabtu-minggu, bukan untuk harian. Untuk harian mah pake yang lain (bos-bos besar yang mobilnya banyak)

Kalo BMW lain lagi, cocok banget buat yang suka kebut-kebutan, tapi kasian penumpangnya, soalnya ni mobil kesannya kaya yang diciptain buat supir. Tapi maintenancenya heboh juga,... Blablabla.."

"Walau mobil mercedes-Benz atau BMW kita keluaran lama, tetep punya prestise kalo pake mobil merk itu..

Kalo turun dari mobil mercy ato BMW rasanya gimana gitu, semua pandangan tertuju ke kita, yang ngga ganteng jadi berasa ganteng aja hihihi.."

Yayaya, sekilas perbincangan tentang mobil merci dan BMW.
Maaf artikel ini sama sekali tidak ilmiah atau informatif, malah menginfokan bahwa saya ini ga gaol hehe
Jadi ntar kal saya mau beli mobil tinggal konsultasi sama kakak saya (aamiin!)
Gapapa lah ya, sharing! :D
hehe


Travel : Pengemis dan Muhajirin


Dua kategori ini diambil dari sebuah buku berjudul Nyantri di Luar Negeri yang ditulis oleh Deddy Mulyana. Sebenarnya penjelasan ini memaparkan kondisi di Australia sana, tapi saya pikir bisa dipakai dimana saja.

Menurut Ismail Al-Faruqi, Muslim migran itu bisa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pengemis dan Muhajirin
  1. Kelompok pertama, Mereka yang bekerja memperoleh rezeki, belajar memperoleh ilmu pengetahuan di perguruan negeri tinggi, tanpa mempunyai komitmen untuk mengenmabngkan islam, beramar ma'ruf nahi munkar. Muslim jenis ini bisa menjadi parasit bagi negeri dimana mereka tinggal, terlepas dari apakah mereka produktif atau tidak. Bahkan jika mereka produktif pun, misal dengan menghasilkan penemuan riset di laboratorium atau perpustakaan, mereka hanya menambah apa yang sudah ada
  1. Kelompok kedua, Mudah-mudahan kita termasuk kelompok ini, orang-orang yang datang ke negeri baru bukan saja untuk mengembangkan profesi mereka atau mencari ilmu, melainkan juga terdorong untuk menelaah islam lebih jauh. Mereka mempunyai komitmen baru bagi Islam. Mereka merasa bahwa kedatangan mereka ke Negeri yang baru adalah suatu langkah yang dikehendaki dan dibimbing oleh Allah, yang mengilhami mereka untuk menjadi khalifah di muka bumi, untuk menghidupkan dan mencintai Islam, serta mendakwahkannya kepada orang lain. Mereka menjadi juru dakwah islam dan berusaha menjadi contoh terbaik orang-orang Islam. Perspektif mereka memberi mereka kriteria untuk menilai dan menyelamatkan negeri baru dari kejahatan dan kekacauan moral. Orang-orang inilah yang telah melayani dan mengembangkan islam di Negeri Ini,...

__________________

Bergidik saya, kelompok pertama --yang secara sepintas baik-baik saja-- ternyata masih dikatakan pengemis!
Yah, mungkin yang membedakan memang orientasi dan paradigma dari kedua kelompok tersebut.

Perkenankan aku menjelajah Bumi-Mu yang luas, Ya Allah!!

___________________

Deddy Mulyana. 2004. Menuju kejayaan islam di australia dalam buku Nyantri di Luar Negeri. Hal 69-70

Thursday, August 9, 2012

Anak Luar Biasa di Sekolah Luar Biasa


Kisah ini tentang cuplikan pengalaman saya berkunjung dan berkenalan dengan adik-adik di SLB (Sekolah Luar Biasa) Bina Kasih Ciwastra.

Salah satu kegiatan sosial dalam rangkaian acara Ramadhan Festival KRIMA 1433 H adalah buka bersama anak-anak sanlat dengan teman-teman dari SLB Bina Kasih. Karena izin Allah (entah saya tumbal atau bagaimana hehe) saya diminta jadi MC.

Apa??
Saya sadar diri bahwa saya belum kompeten jadi MC semacam itu, apalagi membawakan acara dengan anak-anak dari SLB yang bahkan saya belum pernah berinteraksi. Tentu berkecamuk dalam hati dan pikiran saya, bagaimana saya harus membawakan acara? Jujur saya takut, takut menyinggung dan sebagainya.
Tapi oke, saya harus ikut survey ke sekolahnya dulu sebelum hari H nanti (tanggal 5 Agustus 2012). Paling tidak, tahu medan perang.

24 Juli 2012.
Ini yang saya syukuri, rencana Allah memang indah. Kali pertama survey sekolah tutup dan kami semua pulang. Kali kedua survey, alhamdulillah sekolah ada kegiatan, pesantren kilat juga dalam 1 kelas besar.

Bangunan itu terletak di tikungan jalan. Ukurannya kecil, tak seberapa luas kalau disebut sekolah. Tampaknya tiap sudut ruangan dipergunakan secara maksimal untuk kelas-kelas,  kantor, serta kamar mandi. Rombongan kami diterima di bagian kantor, setelah berbincang beberapa saat, alhamdulillah kami diijinkan melihat langsung (bahkan terlibat) di dalam kelas mereka.

SLB Bina Kasih menangani anak-anak yang berkebutuhan khusus. SLB BC istilahnya, untuk menangani anak Tuna Rungu (tidak bisa dengar) dan anak Tuna Grahita.
Cess!
Saya tak tahu rasa apa yang menjalar. Kebanyakan dari mereka, psikologis nya memang lebih rendah dari usianya. Kalau kata pak gurunya, IQ nya rendah di bawah orang normal. Yang membuat saya tidak habis pikir juga, ada yang berusia 40 tahunan, dan masih belajar bersama disana, karena kecerdasannya rendah dan usia mentalnya yang masih kecil.
 Tapi jangan salah, banyak hal yang mereka bisa lakukan juga. Angklung, pantomim, bacaan shalat, hapalan surat, menari, baca puisi, dan hal-hal lainnya.

Yak, salah satu teman saya yang paling heboh bahkan keluar ruangan kelas, menangis dan butuh waktu lama untuk kembali ke dalam. Touching

Mengikis itu semua saya hanya berusaha mengajak main salah satu anak yang sedang asik menggambar. Saya sih SKSD aja, emang seneng ngegodain anak kecil hehe. Kebanyakan dari mereka sifatnya malu-malu, memang kitanya yang harus aktif mendekati. Tapi mereka senang dapat banyak kunjungan.

Kami akhirkan, setelah sebelumnya melihat latihan performance mereka dengan angklung dan lagu-lagunya. Kamipun berbincang dengan salah satu Ibu pembinanya. Dari situ saya tahu bahwa SLB ini memang diperuntukkan untuk kalangan menengah ke bawah. Rata-rata orangtua murid tidak bayar iuran, hanya infaq, itupun seadanya. Dana operasional sekolah hanya dari BOS. Gaji guru pun  kebanyakan memang pakai keikhlasan  saja. Ya itu yah, kalo sudah sayang dibungkus ikhlas, rasanya upah bukan yang utama.

* * * *
5 Agustus 2012
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, sejujurnya agak hectic karena banyak yang miss dari persiapan acara, tapi alhamdulillah lancar, walau para MC sangat garing (-_-) hehe. Partner saya tiba-tiba batal, shock saya kalo harus sendirian. tapi ga apa apa, alhamdulillah ada yang mau nemenin, makasih banget dah!

Sambil jadi MC saya ngobrol dengan salah satu alumni SLB yang sekarang berkuliah, tingkat 3. Sosoknya terlihat normal, tapi memang ada sesuatu yang membuat beliau harus bersekolah di SLB. Yang dihadapi beliau ini, motorik nya bermasalah dan dulu katanya sangat susah berhitung, tapi kalau hapalan bisa. Beliau sayang sekali sama adik-adiknya di SLB. Ada pesan, katanya bagus ada acara seperti ini, dan remaja remaja nya aktif, harus dipertahankan jangan sampai berhenti! Insyaallah kang!

Terimakasih inspirasinya :)

kita kadang merasa bahwa masalah kita adalah yang paling berat, paling membebani pikiran. padahal, setidaknya kita harus bersyukur karena punya usia mental yang sesuai dengan usia fisik kita saat ini.
suasana latihan di sekolah SLB Bina kasih. yang jaket merah botak di belakang bukan ya, dia anak KRIMA hehe (Sudrajat, 2012)

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...