Showing posts with label Book Review. Show all posts
Showing posts with label Book Review. Show all posts

Wednesday, December 5, 2018

Hey, Reclaim Your Heart! Part. 1



Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah setelah sekian lama vakuum dalam menulis blog, insyaallah mulai hari ini hajah akan meruntinkan kembali di setiap pagi.

insyaallah alamat blog ini yang semula www.hajahsofya.com, sementara akan kembali menjadi www.hajahsofya.blogspot.com ya. Faktornya karena memang domain .com tersebut belum bisa didaftarkan lagi dan membuat saya jadi tak semangat menulis. PADAHAL, kalau mau menulis ya menulis saja yah HEHEHEHE. Singkat cerita saya putuskan kembali ke alamat lama dulu.

Baik, pagi ini saya menyempatkan membaca sedikit sebuah Buku Berjudul Reclaim Your Heart (Rebut Kembali Hatimu) : Wawasan-Mencerahkan tentang Cinta, Duka dan Bahagia karya Yasmin Mogahed. Buku ini merupakan buku terjemahan yang setahu saya sangat dicari versi bahasa inggrisnya. Saya mencukupkan diri membaca versi terjemahannya dulu saja, saat bukunya ada. hehe

Kenapa buku ini? Bisa nebak sendiri ya kondisi seseorang dari pilihan buku bacaannya ;)

Terdiri dari 7 BAB besar, dengan beberapa subbab. Saya membaca BAB 1 yang berjudul KETERIKATAN, pada subbab : Mengapa Orang Orang harus Saling Meninggalkan?. Jujur pada awalnya saya tak langsung bergejolak saat membacanya, bisa jadi karena faktor buku terjemahan tadi ya. Tapi bisa jadi juga karena pada saat awal saya merasa saya tidak membaca apa yang saya perlukan. PADAHAL setelah dilanjutkan bacanya, saya merasa agak sedikit mirip dengan yang disebutkan dalam bab tersebut.

Cinta dunia itu bukan sekedar materi —seperti yang banyak disangka— 
“Tadinya saya menyangka bahwa cinta terhadap dunia berarti terikat pada hal-hal yang bersifat material. dan saya tidak mengikatkan diri pada materi. Saya terikat pada manusia. Saya terikat pada momen. Saya terikat pada emosi. Maka tadinya saya menyangka bahwa cinta terhadap dunia tidak berlaku pada diri saya. Saya tidak menyadari bahwa manusia, momen, emosi merupakan bagian dari dunia.”“Saya mengharapkan kehidupan ini menjadi sempurna, kondisi yang tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun. Sebagai seorang yang idealis, saya berjuang dengan setiap sel tubuh saya untuk melakukannya. hidup saya haruslah sempurna. Saya memberikan darah, keringat, dan air mata dalam ikhtiar ini : mengubah dunia menjadi Jannah. Ini berarti mengharapkan orang orang di sekitar saya untuk menjadi sempurna. Mengharapkan hubungan saya menjadi sempurna. Mengharapkan terlalu banyak dari orang-orang di sekitar saya dan dari hidup saya.” 
Jleb!

Kutipan singkat yang rasanya begitu cocok menggambarkan diri saya. Tentu ada beberapa hal yang berbeda dari diri saya dan diri penulis. Kalau penulis menggambarkan diri sebagai orang yang mudah terikat, sangat butuh sahabat. sementara saya, termasuk orang yang sebetulnya tak mudah terikat pada orang. Bukan berarti tak butuh sahabat, ah siapa sih yang tak butuh sahabat? Bedanya, saya perlu waktu lebih untuk beanr benar dekat orang. Bersyukur selama ini Allah berikan saya sahabat-sahabat orang yang mau merangkulm sehingga saya tak begitu sulit menjangkau mereka :)

Saya paling suka kutipa ayat dari Alquran yang muncul disertai dengan hikmah yang ia berikan, salah satunya seperti di surat Al Baqarah 2:256. Seperti secercah embun ditengah kedahagaan jiwa bagi saya! 
“Barangsiapa yang ingkar kepada thagut dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhbul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Hey, kemanakah kau berpegang selama ini?
Sekuat apa peganganmu pada Nya?

dan satu lagi ayat yang menggugah saya adalah surat Yunus 10:7 
“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami.”

Baca hikmah ini dan mungkin kamu juga akan merasa tertampar : "Dengan berpikir bahwa saya bisa memperoleh segalanya disini, saya tidak mengharapkan pertemuan dengan Tuhan. Harapan saya bersifat duniawi. Apa artinya menempatkan harapan pada dunia? .., Ini berarti bila Anda memiliki teman, jangan mengharapkan teman-teman anda untuk memenuhi kekosongan Anda. Bila Anda menikah, jangan mengharapkan pasangan Anda untuk memenuhi setiap kebutuhan Anda. Bila Anda seorang aktivis, jangan menaruh harapan dalam hasil. Bila Anda sedang kesulitan, jangan bergantung pada diri sendiri. Jangan bergantung pada manusia. Bergantunglah pada Tuhan."

Jleb jleb jleb.

By the way, Jawaban dari pertanyaan di subbab ini adalah : Mengapa orang-orang harus saling meninggalkan? Karena hidup ini tidak sempurna. Jika hidup ini sempurna, bagaimana lagi kita menyebut tahapan perjalanan hidup selanjutnya (akhirat)?

Dicukupkan dulu sampai disini, masih lanjut bacanya yah :)
Semoga bermanfaat :)


Rabu, 5 Desember 2018
Hajah Sofyamarwa R.

Sunday, April 20, 2014

Food combining itu gampang – Book Review



Food combining itu gampang : Tubuh sehat ideal walau makan kenyang
Erikar Lebang
Penerbit Qanita
Buku ‘Food combining itu gampang’ ini saya dapatkan secara tidak sengaja dari sebuah acara seminar, karena sisa doorprize ngga habis, jadi dibagikan ke panitia hehe. Sebetulnya ada judul buku lain yang menarik tapi udah di tag yang lain hihi *curcol*. Ngga ada yang kebetulan, pasti Allah tau banget apa yang lagi saya butuhkan. Beberapa saat lalu sempet denger murid saya di SD-2 SAB juga bilang sama temennya kalo dia udah food combining *what?* Setelah kurang dari sehari baca habis buku ini, insyaallah mau mulai (berusaha) menerapkan food combining :)


SAYA DAN FOOD COMBINING

Frase Food Combining ngga asing di telinga saya sejak kecil. Ya, bapak pernah punya buku yang membahas hal itu. Seingat saya dulu saya pernah iseng membaca, tapi karena saat itu (masih bocah) ngga ngerasa penting-penting amat ngatur makanan, jadi mau baca sampe jungkir balik juga ngga ada apapun yang nempel di otak saya. Hihi. Pola makan saya biasa aja, ngga segitunya diperhatiin. Kalau digolongkan saya termasuk omnivora alias pemakan segala. Bagi saya dan beberapa orang segolongan saya *golongan apa*, makanan hanya didominasi oleh 2 kategori : enak, dan enak banget, karena yang ngga enak ngga saya makan atau dienak-enakin hehe.

Menariknya, ternyata penulis buku ini adalah Erikar Lebang *saha cing*, suami dari Nina Tamam, yang background pendidikannya komunikasi visual, pekerja kreatif yang kadang jam kerjanya gila-gilaan. Sampai akhirnya badan ngga fit, jadi mulai konsern ke ranah kesehatan. Makanya ngga heran kalau penyajian buku ini lebih ringan dan mantep diserap otak karena ada bumbu-bumbu tampilan visual yang ngga bikin bosen. Bukunya juga cuma 100 halaman, jadi bisa dibaca cepet :D


FOOD COMBINING MENUJU KONDISI HOMEOSTASIS

Udah lama ngga bahas beginian sejak lulus, hihi. Food Combining adalah tentang keseimbangan yang dibutuhkan tubuh kita. Bisa dibilang food combining itu tentang pola makan kita. Pola makan ini lebih mengacu ke mekanisme pencernaan alamiah tubuh dalam menerima jenis makanan yang serasi sehingga tubuh akan memproses semua itu dengan baik dan dapat hasil yang maksimal.

Homeostasis sendiri maksudnya suatu kondisi yang ideal seimbang di saat seluruh fungsi tubuh kita bekerja dengan optimal. Itu kondisi terbaik, dan itulah tujuan kita. Tau pH kan ya? Apa-apa yang terlalu ekstrem itu tidak baik, begitu juga sama pH tubuh kita. Terlalu basa tidak baik, terlalu asam narik penyakit, maka netral (7,35-7,45) lah kondisi terideal.

Sederhananya, sekarang kita perlu makan untuk apa? Kita makan untuk ngedapetin nutrisi yang bisa diproses di tubuh kita jadi sumber energi kita.
Makanya, hal pentingnya adalah kita tau : (RINGKASAN INTI, dari tadi si gue muter-muter hehe)


1. Waktu-waktu makannya
Kita mesti tau apa aja yang terjadi dalam tubuh kita selama seharian

- SIANG 12.00 – 20.00 Waktu Cerna : Yap, inilah saatnya boleh makan muacem muacem :D

- MALEM 20.00 – 04.00 Waktu Penyerapan : Istirahat dari makan, tidur

- PAGI 04.00 – 12.00 Waktu Pembersihan : sisa metabolisme saatnya dibuang

2. Apa yang kita makan


Yap, penting banget buat paham apa aja yang kita makan. Secara garis besar:

- Karbohidrat : Beras, jagung, kentang n the gank
- Protein : daging-dagingan (hewani) (‘ngeasamin’) + kacang dan polong-polongan (nabati)
- Sayur & buah : kandungan gula dan sifat asam rendah (‘ngebasain’), netral, mudah dikombinasikan.
- Air
 
3. Gimana cara makannya 
kombinasi dan aturan praktis :

- Karbohidrat – Sayuran (V) : Makan Nasi pake Sayur-sayuran segar.

- Karbohidrat – Daging (X) : Makan Nasi jangan pake daging-dagingan

- Daging – Sayuran (V) : Kalo mau makan daging, sama sayuran segar.

- Dalam satu waktu, usahakan jangan makan terlalu banyak variasi. Tiap nutrisi biasanya dicerna enzim spesifik, kalau semua zat numplek, enzim-enzimnya pada bingung

- Sarapan Buah buahan (V) nahloh

- Buah dimakan saat perut kosong

- Air minum 1,5 L (8 Gelas sehari), Beri jeda waktu antara minum dan makan.



INTINYA : MENERAPKAN POLA HIDUP YANG SESUAI FITRAH TUBUH

Food Combining membuat sehat degan bonus langsing –Titi DJ

“Tubuh yang telah sehat akan memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri atau mempertahankan diri dari beragam penyakit”

NGGA RIBET, NGGA MAHAL
Cukup tau pengetahuan-pengetahuan semacam itu (baca-baca lagi), diniatin, disiplin.

Lebih jelas dan lebih lengkap, silakan cari bukunya di toko buku terdekat atau rumah teman terdekat! :D (HS!)

* * *
Twitter penulis buku @erikarlebang | Tips Kesehatan #KibulanSehat

* * *
20 April 2014

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...