Showing posts with label resume buku. Show all posts
Showing posts with label resume buku. Show all posts

Thursday, January 1, 2015

Berlatih "Editing" untuk Menyederhanakan Kehidupan

"Tak banyak orang menyadari bahwa menambah ilmu adalah suatu hal, dan menggunakan ilmu dalam kegiatan sehari hari adalah hal yang berbeda. Dibutuhkan lebih dari sekedar menyimpannya. Untuk dapat digunakan secara efektif diperlukan banyak penyesuaian, yang berarti penyederhanaan."

(Rhenald Kasali, Self-driving, The Power of Simplicity hal.177"

Sampai pada bab ke 9 dari buku ini, "lampu" di kepala saya kedap kedip, ahaaa! Saya jadi inget dengan postingan saya beberapa waktu lalu terkait kesederhanaan : Sederhana VS Tidak Sederhana. Membaca bab itu menyadarkan saya bahwa ternyata pada akhirnya, kita harus berusaha menyederhanakan banyak hal.

Saya adalah orang yang merasa simple, padahal ribet haha. Overthinking mungkin penyebabnya. Jadi sesuatu yang mudah mungkin (tanpa sadar) akan saya bikin jadi ribet. Sejauh ini saya memaklumkan diri, toh masih belajar, masih cari "bentuk", tapi dengan berubahnya fase hidup menjadi seorang istri dan ibu, pencarian bentuk itu harus lebih cepat dan lebih sederhana.

"Menyederhanakan sebuah pengetahuan membutuhkan kerja keras. Segala sesuatu harus disederhanakan, namun bukan berarti itu mudah."
--Einstein

* * *

TIPS BERLATIH "EDITING"
Mengedit dalam kehidupan akan membuat hidup kita dan orang lain jadi lebih simpel. Ya, kita jadi lebih fokus pada apa tujuan kita dan pada apa yang harus kita kerjakan sekarang.

Ini dia tips dari pak Rhenald :
1. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami lawan bicara
2. Buat kalimat lebih ringkas, satu dua ide dalam 1 kalimat. Buat contoh jelas, jangan bertele-tele
3. Melayani oranglain agar mereka lebih mengerti, hidup lebih mudah
4. Buang bagian tak perlu, rapikan, pangkas cabang
5. Menambahkan contoh2, menjadikan tulisan/pikiran lebih membumi
6. Sederhanakan penjelasan, susun kembali agar lebih bermakna
7. Memasukkan dalam kategori, subjudul, atau file sehingga mudah ditemukan.

* * *

Masih ada 8 hal lagi selain berlatih editing, insyaallah di postingan selanjutnya.

Nah sampai sini, saya masih ribet dan belum sederhana ya? Hehe

#OneDayOnePost
#ODOPfor99days
#day7

Friday, August 15, 2014

DNA Sukses Mulia : #1 Kehidupan Terbaik Sukses Mulia

Bicara Sukses dan bicara Mulia, setiap orang punya definisi tersendiri.

Konsep sukses mulia disini simple nya : SUKSES yang terlihat secara duniawi [4-TA : Harta, Tahta, Kata (ilmu), dan Cinta]
MULIA itu ketika bisa bermanfaat untuk orang lain, orang disekitar kita.

Yang menarik adalah konsep dibalik penulisan SuksesMulia yang digabungkan. Disebutkan bahwa, keduanya sama pentingnya dan tidak boleh terpisahkan.

Kalau Hanya Sukses?
Ini sepenggal kisah tentang yang awalnya mencapai sukses saja. (Akhirnya menyadari, mulia pada akhir masa hidupnya)

Di bab pertama, diceritakan sebuah kisah tentang seorang anak yang berjuang dari bawah, merangkak berproses, kemudian mencapai kesuksesan. Di masa puncak keberhasilannya, ia masih belum bisa mendefinisikan kebahagiaan hidupnya. Masih ada kekosongan batin yang membuatnya tak tenang. Sampai suatu ketika Allah menakdirkannya bertemu dengan seorang anak yang membuatnya bisa menemukan kembali kebahagiaan pada hidupnya.

Kalau Hanya Mulia?
Nah ini salah satu pertanyaan yang ingin saya cari jawabannya, sini mari merapat. Hehe

"Tanpa kesuksesan, kemuliaan Anda akan memiliki batasan." (h.9)

Yap!
Ketika kita belum mencapai kesuksesan terbaik, daya kita dalam membantu yang lain tidak akan maksimal. "Andai aja punya uang lebih banyak lagi.. andai aja aku lebih pinter lagi.. andai aja aku punya pengaruh lebih lagi.." dll bahkan membuat kita hanya menjadi seorang pengandai-andai! #nahloh

Logika aja deh, kita hanya bisa memberi apa yang kita miliki. Kalau kita ngga punya apa apa untuk diberikan, apa yang mau kita beri?

NOTED
Lebih Harta : banyak sedekah
Lebih tahta : gunakan untuk perbaikan sekitar
Lebih kata : buat orang lain berhasil
Kalo 3 diatas masih terbatas, berikan Cinta pada orang yang membutuhkan.

"Tidak ada alasan untuk tidak segera mulai menunjukkan kemuliaan diri. Siapapun anda saat ini, yakin, akan selalu ada orang yang 4-TA nya lebih rendah dari anda. Itu peluang untuk memberi manfaat. untuk jadi mulia, tak perlu tunggu kaya raya, berpangkat dan berilmu tinggi serta populer." (h.14)

Sukses dan Mulia itu Beriringan.
Nunggu Sukses dulu baru mulia? Iya kalo masi idup.

* * * *

Jadi, musti SuksesMulia, dong?
Yap! Berproseslah untuk SuksesMulia. Dari kekerenan di bab ini, ada yang kurang dibahas sih menurutku. Ada dimensi akhirat yg ga tralu difokusin. Karena ada orang-orang yang sukses dunia, bermanfaat buat orang banyak, tapi entah akhirnya kemana. Saya tambahin dikit deh keyword nya : surga. Jadi, SuksesMuliaSurga (SMS) ! Hihi

Yang ada di pikiran saya sendiri, kebanyakan adalah impian untuk menjadi mulia *ciyemulia*, tapi langkah suksesnya ini loh yang malah belum saya fokusin *gimanasih* -_- gpp gpp, i accepted all my dodolism, skrg semoga konsisten belajar ini dan ga cuma jadi sampah pikiran.

Ingetin ya!

Buku DNA Sukses Mulia : #0 Cuap cuap

Dear readers,
Rasanya udah lama saya ngga ngebahas/ngebedah buku. Saya percaya cara efektif mendapatkan ilmu adalah dengan mengajarkannya kembali.

Bukan bermaksud menggurui (da akumah apa atuh hehe), ini bagian dari proses belajar :)

Buku yang dipelajari kali ini adalah buku DNA SUKSES MULIA, "Panduan meraih harta, takhta, kata dan cinta yang tinggi sebagai sumber manfaat seluas-luasnya" yang ditulis oleh Farid Poniman, Indrawan Nugroho, Jamil Azzaini (Kubik Leadership).

Alhamdulillah Bersyukur selama ini dapat kesempatan kenal dengan kawan kawan di KSM (Komunitas SuksesMulia), yang anaknya kocak kocak namun terasa sekali usaha menuju SuksesMulia nya. Setelah sekian lama, sekarang baru menyempatkan untuk mengkaji buku nya hehe.

* * * *

Alasan saya mau belajar buku ini, karena ada pertanyaan besar dalam pikiran saya : bagaimanakah orang yang hanya ingin hidup mulia, tapi ngga sukses? Ada ngga sih?

Cara efektif membaca buku adalah memulai dengan sebuah pertanyaan : AMBAK (Apa Manfaatnya BAgiKu)

Semoga dengan mempelajari buku ini,  saya jadi SEMANGAT pengen jadi orang sukses, TAU CARAnya, dan MELAKUKANNYA. Hehe

Nantikan postingan selanjutnya ya!
#inipostinganapadong

STAY HUNGRY, STAY FOOLISH

Wednesday, April 3, 2013

Bought book story : SILA KE 6 : KREATIF SAMPAI MATI!


Kamis-Jumat (29-30 Maret 2013)

Sebuah buku rekomendasi dari Bang Jul, seorang Pak RT super asik di Cisitu Lama yang juga pemilik Sanggar Seni Kreatif "Sanggar Potlot". Setelah berdiskusi banyak dan menyerap berbagai petuah-petuah gaul-bijak-kreatif-bermakna, Bang jul bilang,

"cobalah itu kalian baca buku judulnya Kreatif Sampai Mati, bagus itu! sekali-kali lah mahasiswa baca buku-buku yang kreatif-kreatif jangan textbook doang."

Noted. SETUJU. Aku simpen baik-baik memori saya sama judul buku itu. Kupikir itu buku terbitan lama (soalnya bang jul kan udah bapak-bapak #loh?)

Besok paginya saya udah mulai browsing info bukunya. Penulisnya Wahyu Aditya.. Hmmm.. Siapa ya? Ahaha ga gaul banget gueh. Ternyata, wah!  Mas Wahyu Aditya itu pernah kuliat di video paporit saya, Lentera jiwa - Nugie! Beliau itu yang punya sekolah animasi HelloMotion Academy! Ah keren!
Tapi kurang cukup, kubrowsing lagi, ternyata beliau adalah JUBIR KEMENTRIAN DESAIN REPULIK INDONESIA (KDRI) !

GILE KEREN BANGET.

Eh, emang ada ya kementrian itu di Indonesia?

Ahaha, ternyata memang belum di sahkan. Itu salah satu bentuk ke'gila'an mas wadit. Haha!
Setelah liat di goodreads.com, reviewnya positif, aku makin pengen beli.

aku masih mikir seminggu ke depan kehidupan finansial akan seperti apa, tapi, Oke FIX. MAU BELI BUKUNYA SORE INI JUGA.


* * * * * *

Di Togamas...
Ketemu bukunya. Dan isinya emang asik banget! Ga seperti buku-buku lain pada umunya yang Cuma tulisan doang. Bener-bener ngewakilin judul, konsep bukunya scratch book dan full colour!  Cocok banget buat orang visual kaya saya :9
Entah kenapa tekad bulat beli buku tadi sempet goyah karena liat buku-buku lain yang ga kalah keren.
Sampe saya mikir, ah ini buku mas wadit jangan-jangan isinya cuma nyeritain bisnis-bisnisnya dia *evil*. PADAHAL ENGGAK.
BUAT YANG PUNYA PASSION DI BIDANG DESAIN, SUKA HAL KREATIF, SUKA BACA BUKU GAMBAR, PENGEN NGAKAK, DAPET IDE SEGAR, dll, BUKU INI OKE BANGET.

(goodreads.com)

Fyuuh.. Jadi juga beli. Dari harga 59.000 di diskon sama togamas jadi 44.200. YEAAAAH! Alhamdulillah :D


* * * * *
Udah selesai baca, DAN GA NYESEL BELI BUKUNYA. Karena bisa banget dibaca berulang kali, terus coba belajar dipraktekin :))

Monday, February 18, 2013

kesadaran untuk berdo'a


Bismillah
Menggantikan buku agenda lama yang hilang, dalam buku agenda baruku tahun ini, kusadar bahwa aku memulai tulisannya dengan meresume buku tentang doa. Judul bukunya "Setiap saat Bersama Allah", yang disusun oleh H.M Anis Matta.

Aku tak tahu persis apa yang sebenarnya sedang kualami dalam pikiranku, yang aku tahu, di usia 21 tahun ku ini ternyata jarang sekali aku berdoa. Maksudku, baru kali ini aku benar-benar memaknai segala hal tentang berdo'a. Biasanya orang berdo'a sebagai kebutuhan, sebagai salah satu jalan dalam menuju keberhasilan tujuan-tujuannya, keinginan-keinginannya. Mungkin, ketika kau punya banyak keinginan tapi tidak melakukan permintaan sebenar-benarnya pada Allah dengan berdo'a, kau tidak benar-benar menginginkannya. Maka wajar bila keinginanmu belum banyak terwujud, kau tidak benar-benar memintanya pada Sang Maha Berkehendak.

Setiap orang punya khilaf, dan semoga kita senantiasa diberikan kesadaran untuk menyadari kekhilafan itu.

Ini beberapa makna yang mungkin akan memperkaya pemaknaan kita mengenai do'a, semoga bisa mengikat maknanya :)

* * * *

Ketika engkau terimpit dan terlilit oleh problematika kehidupan, sesungguhnya yang dapat membuatmu bertahan adalah harapanmu, dan sebaliknya, yang akan membuatmu kalah atau bahkan mematikan daya dan energi hidupmu adalah saat dimana engkau kehilangan harapan.

Maka ketika engkau berdoa kepada Allah sesungguhnya engkau sedang mendekati sumber dari semua kekuatan dan apa yang segera terbangun dalam jiwamu adalah harapan. Harapan itulah yang kelak akan membangunkan kemauan yang tertidur dalam dirimu.

Jika kemauanmu menguat menjadi azam (tekad) itulah saatnya engkau melihat gelombang tenaga jiwa yang dahsyat! Gelombang yang akan memberimu daya dan energi kehidupan serta menggerakkan segenap ragamu untuk bertindak.

Dan apa yang kau butuhkan saat itu hanyalah mempertemukan kehendakmu dengan kehendak Allah melalui doa dan tawakal.

Tidak ada gunanya waspada menghadapi takdir, namun doa bermanfaat menghadapi takdir, sebelum dan sesudah ia turun. Dan sesungguhnya, ketika musibah itu ditakdirkan turun (dari langit) Maka ia segera disambut oleh doa (dari bumi), lalu keduanya bertarung sampai hari kiamat.
(HR Ahmad, Al Hakim, Al Bazar Ath-Tabrani)

* * * *

Dalam doa kita menemukan keseimbangan jiwa karena harapan akan penerimaan dan kecemasan akan penolakan senantiasa akan menjadi 2 sayap jiwa yang mengarungi angkasa kehidupan

Dalam doa kita menemukan keutuhan jiwa dan pikiran, yang akan menyatukan semua instrumen kepribadian kita dalam seluruh lakon kehidupan yang kita jalani.

Dalam doa, kita menemukan ketenangan jiwa karena keyakinan terhadap Allah yang memberi kita keyakinan, keberanian untuk menghadapi semua kemungkinan dalam hidup.

Dalam doa, menemukan keberkahan hidup karena semua peristiwa kehidupan yang kita hadapi hanyalah merupakan pertemuan yang indah antara kehendak Allah dengan kehendak kita.

Maka masih adakah tempat bagi kesedihan dalam jiwa seperti itu?
Masih adakah ketakutan dalam jiwa seperti itu?
Masih adakah celah bagi putus asa dalam jiwa seperti itu?

* * * *

Sebenarnya saat berdoa kita sedang berupaya untuk terus menerus menyerap cahaya Allah ke dalam jiwa dan pikiran agar bisa melihat panorama kehidupan ini dengan hati yang tenang bercahaya

Kata dalam doa adalah surat dari sang jiwa kepada Rabb nya. Maka jika engkau ingin surat itu sampai kepada-Nya, tulislah ia saat jiwamu benar-benar sedang bersujud padanya..

* * * *

Allah itu Maha Pemula lagi Mulia, dan merasa malu menolak, ketika seorang mengangkat kedua tangannya ke langit dan mengembalikannya dalam keadaan kosong dan kecewa
(HR Ahmad, Abu Dawud)

* * * *

Semakin disadarkan setelah beberapa hari lalu ikut kajian tentang do'a. Belajar lagi, belajar memaknai lebih lagi.. 
MInta diajarin dong :D

Thursday, October 25, 2012

Penantian Abu Bakar.. (#1)

"Tiada seorangpun yang saya tawari Islam, kecuali ia menanggapinya secara ragu-ragu, kecuali Abu Bakar... 
Ia langsung menerimanya tanpa ragu-ragu."
(Sabda Rasulullah SAW)

Kita tahu bahwa Abu Bakar adalah orang yang menggantikan rasul setelah wafat. Abu bakar ini termasuk salah satu dari 10 orang yang dijamin masuk surga (al-hadits).

Kalau dibandingkan dengan Umar Bin Khattab yang terkadang banyak berpendapat pada rasul (mempertanyakan), Abu bakar ini justru selalu menerima apa yang dikatakan rasul tanpa mempertanyakannya lagi.

Abu bakar sering berkata, "Jika demikian, maka benarlah ia (Muhammad)!"
Maknanya, Abu bakar sangat meyakini bahwa apa-apa yang  dibawa Muhammad pasti datang dari Allah. Sudah yakin tanpa ragu sedikitpun.

Sekilas Kondisi Jazirah Arab Saat itu
Bayangkan pada masa Rasulullah dulu, agama Islam masih datang dalam keadaan asing di tengah masyarakat Mekkah yang menyembah berhala. Sampai Muhammad dikatakan gila, penyihir, penyair, dengan ajaran yang Ia bawa. Kalau orang mau cari aman aja, ngga bakal nerima Islam begitu aja. Karena itu tadi, akibatnya bisa dimusuhin satu Mekkah, dan itu pasti ga aman banget, karena penguasa Mekkah saat itu juga mati-matian cari cara supaya Muhammad ga bisa menyebarkan agama "baru" dan menentang  ajaran nenek moyang. Kalo baca lebih lanjut di sumber lain, Walaupun dibilang jahiliyah, masyarakat Jazirah Arab saat itu bukan bodoh, primitif, purba atau terbelakang loh. Perekonomian mereka cukup kuat, budaya tulis-menulis dan bersyair juga sudah ada. Fitrah kemanusiaan mereka masih cenderung bagus, (dibanding negara digdaya saat itu: Persia dan Romawi, Serta India dan Yunani) hanya saja mereka hidup dalam kegelapan dan kebodohan. Mereka belum mendapat pengetahuan yang benar.

Dengan kondisi seperti itu, Abu Bakar malah mudah banget percaya sama Rasulullah. Aneh kan?

Kenapa bisa begitu ya?
Ternyata memang tidak ada yang instan.
Abu bakar Hanya menyembah Tuhan yang disembah Ibrahim. Abu Bakar meyakini  dan menantikan kedatangan seseorang yang diutus Allah, yang akan mengembalikan panji-panji Allah ke tempat semula serta menghancurkan berhala-berhala. Abu Bakar sering berkunjung ke 3 tokoh yang terus menjaga keyakinan pada ajaran Ibrahim : (1) Qus bin Sa'idah al Iyyadi, (2) Zaid bin 'Amr bin Nufeil dan (3) Waraqah bin Naufal.
Waraqah ini mendapat petunjuk karena ia rajin menekuni Injil. Dengan cara itu ia meyakini bahwa kitab itu akan membimbingnya kepada agama Ibrahim. Tentang Zaid, ia mendapat petunjuk semata-mata dari kata hatinya dan kerinduannya pada agama Ibrahim.
"Ya Allah, sekiranya aku mengetahui cara yang lebih Engkau sukai dalam beribadah kepada-Mu, tentulah aku akan mempergunakannya.. Tetapi bagaimana? Aku tidak mengetahuinya.."

Ucapan Zaid bin Amr Nufeil yang sering diulang-ulang Abu Bakar
"Manakah yang benar, apakah Tuhan yang satu, atau tuhan yang beribu-ribu?
Apakah dapat dikatakan agama, bila urusan terpecah semena-mena?"

Ucapan Umaiyah bin Abish Shalt yang sering diulang-ulang Abu Bakar
"Wahai, tak adakah kiranya seorang Nabi buat kita dari golongan kita yang akan memberikan kepada kita apa tujuan hidup kita yang sebenarnya. Sungguh aku berlindung kepada Tuhan yang menjadi tujuan dari peziarah-peziarah ke Tanah Suci ini. Dan Tuhan yang menjadi tumpuan harapan dari penegak-penegak agama Ilahi.."

Takjub. Benar-benar mencari dan merindukan kedatangannya.

PASTI TERJADI PADA SAATNYA.
Beriringan dengan semua itu, Abu Bakar sudah bersahabat dengan Muhammad. Muhammad bin Abdullah sudah dikenal baik akan pribadinya yang santun, dan paling terpercaya. Hakim terbaik dalam berbagai permasalahan. Sama-sama berdagang, tidak menyembah berhala, selalu memelihara kehormatan dirinya, berakhlak mulia.
Setelah Abu Bakar berdagang di Syiria dan menempuh perjalanan pulang, di daerah perbatasan Mekkah, ternyata tampak gempar.
"Tidakkah tuan tuan tahu?
Semenjak tuan-tuan tinggalkan, orang-orang quraisy tak dapat memejamkan mata di waktu malam!"
"Muhammad telah menaruh bara api di atas hidung mereka!
Katanya, Allah telah mengutusnya agar kita hanya menyembah-Nya dan meninggalkan Tuhan-tuhan kita!"

Terjadi dialog antara kafilah dagang dengan Abu Jahal (Amr bin Hisyam):
"Apakah mereka telah menceritakan kepadamu mengenai sahabatmu, hai Atiq? (Nama panggilan Abu bakar sebelum masuk Islam)
"Apakah yang engkau maksudkan itu Muhammad Al-amin?"
"Memang, yang saya maksudkan ialah anak yatim dari Bani Hasyim itu."
"Kamu dengar sendiri apa yang dikatakannya, hai Amr Bin Hisyam?"
"Ya, saya dengar dan semua orang pun mendengarnya."
"Apa katanya?"
"Katanya di langit itu ada Allah. Ia mengutusnya kepada kita supaya kita hanya beribadah kepada-Nya dan meninggalkan tuhan-tuhan yang disembah oleh nenek moyang kita."
"Apakah yang dikatakannya bahwa Allah telah menyampaikan wahyu kepadanya?"
"Benar."
"Tidakkah diceritakannya bagaimana Allah telah menyampaikan wahyu kepadanya?"
"Katanya Jibril mendatanginya di gua Hira."

Wajah abu bakar tampak bersinar, tak dapat menahan air mata kebahagiaan yang meluap-luap. Kemudian berkata:
"Jika demikian, benarlah ia!"

Kemudian abu bakar segera mendatangi rumah rasulullah, dibacakannya firman Allah yang pertama turun, dan bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah..


Bacaan lanjutnya :
Khalid Muh. Khalid. 1985. Mengenal Pola Kepemimpinan Umat dari Karakteristik Perihidup Khalifah Rasulullah. CV Diponegoro. Bandung
Abdullatif Ahmad 'Aasyur. 1991. 10 Orang Dijamin Ke Surga. Gema Insani. Jakarta.

* * * * *
Terjawab sudah rahasia ketaatan Abu Bakar. Mendapatkan keimanan sekuat-kuatnya dalam proses yang tidak sebentar.
Jadi ketaatannya ngga ujug-ujug atau tanpa dasar yang kuat, tapi dengan pencarian dan keyakinan.
Kisahnya masih panjang deh, masa masa setelah Abu bakar masuk Islam dan menjadi khalifah.
Mangstabb! Dilanjut nanti ya! :D












post sebelumnya : mengantarkan si resume

mengantarkan si resume : Buku Khalifah Rasulullah


book cover. captured by : me

Lagi asik baca sebuah buku cetakan lama (1985), yang ditulis oleh Khalid Muh. Khalid yang berjudul "Mengenal Pola Kepemimpinan Umat dari Karakteristik Perihidup Khalifah Rasulullah" terbitan CV Diponegoro.  Buku dengan judul asli Khulafaurrasyidin ini berisi kisah-kisah yang menggambarkan personal dari keempat sahabat Rasul, ditambah Umar bin Abdul Aziz.

Kesan pertama sebelum baca, "berat nih!"
Buku jadul pisan, apalagi kertasnya udah kuning-kuning cokelat dengan cover yang 'ngga masa kini banget" hehe. Tapi setelah baca, justru ringan dan asik asik aja, karena isinya cerita semua. Tinggal fokus, nikmatin ceritanya dan timbulkan rasa kepo sama 4 sahabat-sahabatnya rasul supaya kesannya lebih ketangkep. hehe

Sejauh ini baru baca 119 dari 784 halaman, alias masih di bab 1 tentang Abu Bakar. Niatnya sih setiap selesai 1 bab, mau dibuat resumenya. Kalo istilahnya pak Hernowo, mengikat makna. Soalnya kalo baca doang seringnya sih lupa sama apa yang udah di baca. Selain itu juga karena kisah ini sayang banget kalo ga banyak yang tau, setidaknya jadi lebih kebayang sosok-sosok sahabat Rasulullah jaman dahulu. Yah buku sumber banyak sih, yang pas ada di rumah ya ini (punya bapake jaman dulu kayanya).

Dalam me-resume buku ini, ngga semuanya saya masukkin sih, tapi hanya beberapa hal yang menurut saya penting dan BARU SAYA TAU hehe.
Judul tulisan saya mungkin akan berbeda dengan yang ditulis di buku, dan judul itu menggambarkan kesan yang paling mendalam dari saya pribadi. Maaf juga kalo dalam penulisan ada pencampuran gaya tulis. Gaya tulis saya suka seenaknya, dicampur dengan tulisan asli dari buku (karena kalo saya ganti redaksinya, malah bikin 'ruh' nya ga dapet dan saya ngerusak flow.

Sekian deh pengantarnya, daripada semakin ngelantur.
Alhamdulillah, semoga selamat sampai bagian akhir! :D

Monday, October 22, 2012

Negeri Para Bedebah Habis Dibaca (kesan)


Akhirnya buku ini habis saya baca.
Dengan buku setebal 433 halaman, dan alur kisah yang sebegitu padatnya, baru tersadar bahwa settingan ceritanya hanya dalam tempo 3 hari!

Jadi saya juga habis baca nya 3 hari deh hehe

Menurut saya bukunya seru! Memang bahasannya berkisar seputar dunia ekonomi, perbankan, dan problematika politik yang saya ngga paham, tapi secara garis besar enak aja dibacanya.

Sambil nunggu dimana saya harus nangis (baca post sebelumnya), ternyata saya tak kunjung nangis. #salahinfo. Emang bukan novel melankolis banget kok. Saya juga takjub di tengah ternyata ada kisah pribadi dari keluarga Tommy yang jadi akar masalah. Tadinya saya pikir isi buku itu serius2 banget gitu semuanya dari awal sampe akhir.

Menjelan akhir saya mulai penasaran dan tebak-tebak siapa yang jadi dalang sesungguhnya. Sayangnya pas tau, saya agak kecewa. Bukan gitu sih maksudnya. Semacam, "hah kok dia?" karena dari awal saya ga gitu ambil perhatian sama keberadaan tokoh itu, awalnya ngga terlalu nganggep dia penting gitu. Dan sampai di bagian endingnya, ternyata konfliknya belum selesai.

Inget cerita ini, jadi inget kasus century yang dulu sempet rame. Dalam pembuatan novel ini ada hubungannya ga sih bang? Sekarang apa kabar ya kasus itu? (belum apdet)
Mengingat cerita dalam novel ini padat banget, ga kebayang apakah kasus century juga seperti itu ya? Dan kalau inget judulnya, Negeri Para Bedebah, wah si tokoh utama sepertinya bisa melakukan segala hal dengan koneksi dan kemampuannya di negeri itu. Suap menyuap, kekuatan networking nya kenceng banget dan bisa melancarka n segalanya. Apa di Indonesia seperti itu?

Sekian kesan-kesan setelah baca buku itu.
Boleh lah nanti dipinjemin buku bang tere-liye yang lainnya hehe :D

Saturday, March 10, 2012

Overload Informasi? Waspadai futur! (sebuah resume)

image source : http://www.plrinternetmarketing.com/internet/avoid-information-overload/

Bismillah..
Tulisan ini merupakan sebuah resume dari sebuah subbab materi yang saya baca dari buku Sudahkah Kita Tarbiyah, karya Eko Novianto. Sepertinya saya sempat merasakan hal ini, makanya saya mark, dan saya coba sedikit berbagi disini. :)

DEFINISI
Overload informasi adalah keadaan dimana informasi diterima dalam jumlah yang terlampau besar sehingga muatan-muatan info tersebut menyebabkan atau memicu timbulnya reaksi-reaksi negatif pada diri receiver (penerima pesan)

GEJALA
  • Merasa perlu menghindari pertemuan dengan ikhwah (aktivis) lainnya
  • Tidak menikmati informasi yang kita terima, padahal biasanya selalu ditunggu-tunggu

Komunikasi adalah sebuah niscaya. Kebutuhan kita akan pemahaman islam yang syamil, kamil dan mutakamil melahirkan kesadaran bahwa kita memiliki potensi yang spesifik dan terbatas (juzi'yah ma'dudah). Maka kerjasama dan komunikasi sebetulnya merupakan hal yang sudah tentu. Selain itu dakwah islam terus berjalan, semakin meluas dan melebarkan ladang amal tambahan dimana-mana. Maka hambatan dalam komunikasi (communication gap) sebaiknya diperkecil, mengingat kerja dakwah yang tidak semakin ringan.

7 REAKSI NEGATIF PADA KOMUNIKASI AKIBAT OVERLOAD (G. Miller)
  1. Gagal memperhitungkan informasi
  • Agenda kerja penuh dengan info
  • Punya kegiatan dalam jumlah besar
  • Punya janji dengan pihak lain/komitmen dengan pihak lain dalam jumlah besar.
Sehingga mungkin sering lupa, tidak berdaya dalam mengelola informasi

  1. Banyak melakukan kesalahan
  • Bingung tidak fokus, memicu terjadinya berbagai kesalahan
  • Terkadang korelasi  antar informasi rendah

  1. Menunda / menumpuk pekerjaan
  • Stadium awal : penundaan itu bisa jadi cerminan ketidakmampuan
  • Stadium Lanjut : penumpukan dan penundaan tugas merupakan refleksi dari penyakit ma'nawiyah untuk selalu meminta penilaian yang lebih tinggi dari kualitas pekerjaannya.
  • Waktu dan banyaknya amanah senantiasa menjadi kambing hitam dari kegagalannya

  1. Melakukan proses penyaringan atas informasi
Karena beban informasi berlebih, kemudian cenderung menyaring (memilah mana yang dianggap penting/tidak), bisa juga dengan menghilangkan sebagian info yang lain. Ketika informasi datang, kemudian menentukan skala prioritas atas informasi tersebut. Membuka peluang timbulnya persepsi yang keliru. Info penting berubah menjadi informasi yang tidak penting, dan info tidak penting menjadi info penting.

  1. Hanya menangkap garis besar informasi
Informasi yang rinci tidak cukup menarik baginya, tidak mendapat tempat dalam memorinya.

  1. Korban Mendelegasikan tugas.
Sebetulnya mendelegasikan tugas biasanya dilakukan oleh 3 tipe pemimpin.
  1. Pemimpin yang sangat sibuk, punya staf memadai
  2. Pemimpin yang malas terlibat langsung dalam tugas
  1. Pemimpin yang baik hati serta bijak untuk mendidik staf
Tipe yang mana?

  1. Korban menghindari informasi
Ketika telah sadar bahwa dirinya terjebak dalam kelebihan informasi, makan respon nya adalah menghindari informasi, menghindari tempat-tempat informasi dan menghindari sumber-sumber informasi. Respon ini dilakukan untuk mengurangi akses informasi serta mengurangi stress karena kelebihan infromasi.

Teryata memang penyebab futur itu banyak, overload informasi merupakan salah satunya. Sebetulnya sulit membedakan futur dalam jenis ini, ataupun jenis yang lain. Segala sesuatu yang berlebihan toh memang tidak baik. Demikian pula dengan akses informasi. Informasi yang terlampau sedikit mungkin akan menghambat kerja dakwah kita, tapi toh overload informasi juga buka keadaan ideal. 

TAHAP MENGHINDARI OVERLOAD INFORMASI:
-Spesialisasi (setidaknya adanya kejelasan ruang lingkup tugas)
-Memperjelas alur informasi
-Memperjelas wewenang pengawasan
-Otoritas evaluasi merupakan fondasi yang kuat sebagaimana fondasi bagi sebuah bangunan.

Kita juga harus menyadari betul bahwa suasana dakwah adalah amanah dan bukan suasana kewenangan. Menjaga keseimbangan menjadi kata kunci.
Upaya menjaga keseimbangan dapat dilakukan dengan membatasi kerja secara proporsional sesuai wewenang dan kemampuan.

Wallahu a'lam

Sabtu, 10 Maret 2012
16:32
warnet asrama

Sunday, January 1, 2012

Ibunda Hajar (Resume Buku) #1


Perjuangan Siti Hajar pantas menjadi inspirasi bagi perempuan dan laki-laki muslim. Siti Hajar telah memanifestasikan semangat perjuangan, ketegaran, dan keteguhan hati perempuan dalam menghadapi cobaan Tuhan.
Saparinah Sadli, Pendiri Komnas Perempuan

Siti Hajar tidak pernah putus asa untuk terus berharap
akan datangnya pertolongan Allah. Upaya tak kenal lelah inilah yang
akhirnya mengundang barakah Allah.
Ir H Adiwarman A Karim, MBA, MAEP

Kekuatan akidah, kesabaran jiwa, ketawakalan hati, kekuatan mental, dan segala keutamaan yang tersemat pada sosok Siti Hajar adalah teladan bagi kita.
REPUBLIKA

Perpaduan iman-ilmu-amal yang terpatri kuat mengantarkannya sebagai wanita bermanajerial tinggi dalam menghadapi problem kehidupan.
KOMPAS

Tulisan ini merupakan upaya pengikatan makna yang dilakukan setelah membaca buku Ibunda Hajar: Kisah kekuatan Cinta, Iman dan Pengorbanan. Saat membelinya (dengan harga diskon tentu saja) beberapa hari lalu langsung saya ikhtiarkan untuk membacanya habis. Salah satu hal yang melatarbelakangi saya adalah sebetulnya saya ingin menggali filosofi dari nama saya! Hehe. Mungkin ide tulisan ini akan terbagi menjadi beberapa bagian: (1) resume : konten buku, opini mengenai buku, dan (2) filosofi nama ;)
Mari memulainya! Bismillah..



Buku Ibunda Hajar ini ditulis oleh Dedi Ahimsa. Saya suka cover bukunya karena nampak menarik dan misterius. Hehe. Buku setebal kurang lebih 177 halaman ini ditulis dengan gaya menceritakan kisah sejarah namun kita pembaca dapat menikmatinya sebagai untaian cerita. Isi bukunya terdiri dari 8 chapter bisa dibilang, dan tiap chapternya memfokuskan pada suatu kisah yang berbeda. Sebetulnya, pada awalnya saya pikir, buku ini benar-benar mengupas tentang Siti Hajar selengkap-lengkapnya, ternyata dalam penceritaannya memang mungkin tak bisa lepas dari Putri Sarah dan Nabi Ibrahim. Alur ceritanya agak flashback, bahasanya cukup enak, membuat kita mudah berimajinasi dengan gaya bahasa yang 'romantik', namun terkadang memang terasa agak kurang to the point (mungkin karena saya nya yang ngga sabaran hehe). Cerita yang ditulisnya berdasar, diberikan catatan kaki yang dapat dibaca oleh pembaca di halaman akhir sebagai rujukan. Sip!

Saya sangat tertarik sejak membaca di awal chapter: 
            1. Benih Untuk Tanah yang Mati. Di awal bacaan langsung disuguhkan kisah saat Siti Hajar ditinggalkan Nabi Ibrahim di Padang pasir Mekkah yang sedang musim kering,  tanpa sumber makanan dan minuman tersisa, tanpa adanya kafilah yang lewat,  suhu hingga 47 derajat, membawa ismail dalam dekapannya, dengan kondisi yang nyaris tanpa alas kaki. Diceritakan bagaimana perasaannya saat ditinggal Nabi Ibrahim, yang nyaris tak pernah menoleh ketika dipanggil. Menjauh.. Semakin menjauh.. Hingga terlihat hanya bayangan hitam saja yang semakin menjauh.

Wajahnya yang tampan tampak lelah lusuh bermandi keringat.. Tetes peluh jatuh satu-satu melewati ujung janggutnya yang memutih. Di tengah sahara yang memanggang, pandangan matanya itu menyejukkan. Bibirnya yang kering rapat terkatup. Tak terdengar sepatah kata pun. Ia hanya memandang wanita di hadapannya yang berdiri limbung dengan tatapan yang lembut.
Wanita itu mematung tak bersuara.. Ia hanya dapat berbisik dalam hati, sejatinya, aku takkan memintamu berkata-kata. Pandangan matamu cukup menyatakan apa yang tersimpan dalam hatimu. Aku dapat merasakan cinta dan kelembutan kasihmu. Aku tahu, dan aku yakin, cintamu tak pernah berubah sedikit juga. Luasnya padang pasir ini takkan kuasa menampung seluruh cintamu kepadaku, juga kepada putra terkasihmu..

Saya semakin penasaran, bukankah Siti Hajar adalah istrinya? Lantas mengapa tega meninggalkannya sendirian? Pertanyaannya akan terjawab di chapter-chapter berikutnya.
Disini dapat tergambar bahwa nabi ibrahim sangat mencintai istrinya, Siti Hajar, karena Allah tentunya. Tapi ingatkah dengan Sarah?

  1. Terdampar di Mata Air Cinta
Chapter ini menceritakan Siti Hajar. Dalam catatan kakinya dari Qishash al-Anbiya'  dikisahkan Hajar adalah putri seorang raja Maroko, keturunan nabi Shaleh a.s. Ayahnya terbunuh oleh Fir'aun Dzu Al-Arsy. Sementara riwayat lain menyebutkan Hajar adalah putri seorang raja Mesir. Pada intinya, saat Fir'aun di zamannya berkuasa, masyarakat dijadikan budak istana. Hajar yang latarbelakangnya bisa manajerial ditempatkan sebagai pemimpin budak budak wanita di istana.
Disini dikisahkan ketika Ibrahim datang bersama Sarah yang cantik jelita. Diakui ibrahim sarah adalah adiknya. Fir'aun yang menyukai wanita mencoba mendekati sarah, namun tidak tahu apa yang terjadi, Fir'aun terlihat ketakutan dan mengusir mereka berdua, kemudian menghadiahkan mereka seorang budak. Hajar lah orang nya, dan dia merasa menjadi orang  paling beruntung sedunia.

  1. Abu Rahim, Mata Air Cinta
Chapter ini mengisahkan sosok ibrahim yang meyakini keesaan Tuhan, Allah. Lahir di Ur, menentang adat dan kepercayaan kaum sekitarnya, bahkan ayahnya sendiri, Azar, Sang pembuat patung sembahan. Kecerdasan dan keyakinannya membuat raja Namrudz murka. Raja itu sebetulnya meyakini Tuhan Ibrahim, namun ketakutan akan hilangnya kekuasaan membuatnya gelap mata. Itulah yang membuat Ibrahim dibakar hidup-hidup di tengah lapangan besar dan disaksikan masyarakat luas. Sudah tahukan, mu'jizat api yang menjadi dingin? Allah yang memerintahkan api itu menjadi dingin dan melindunginya. Ibrahim kemudian pergi dan hijrah menuju Palestina untuk menyeru yang lainnya. Di persinggahan di daerah Haran, Ibrahim menikahi Sarah, Putri raja Haran. Punya keyakinan yang sama, menentang kepercayaan kaumnya yang menyembah berhala dan bintang-bintang.

  1. Cinta Tanpa Jeda
Di chapter ini Sarah dikenalkan sebagai putri raja Haran yang sepaham dengan Ibrahim mengenai kesalahan penyembahan berhala. Setelah menikah, berjuang bersama-sama menyebarkan ketauhidan kepada Allah. Di kan'an (Palestina) Ibrahim membangun sistem kemasyarakatan yang baik dengan mengenalkan berbagai teknik bercocok tanam dan pengolahan hasil bercocok tanamnya pada para penduduk. Keahlian menggembala dan kepiawaiannya dalam berdagang juga membuat Ibrahim dan Sarah mudah diterima masyarakat dan membuat daerah itu berkecukupan secara materi. Ibrahim yang disegani lama-lama timbul kedengkian dari sekitar, yang kemudian membawa-bawa ajaran yang dibawanya, dan mengatakan mereka adalah tukang sihir. Akhirnya mereka memutuskan untuk hijrah ke Qibthi (mesir). Di mesir sudah lebih maju, dikenal juga sebagai negeri yang kaya raya. Sistem pertanian dan olahannya baik, sistem irigasi dan bendungan dari sungai Nil baik, Tanahnya subur dan sitem budidaya perikanan juga baik. Ke negeri itulah ibrahim dan Sarah memutuskan berhijrah dan mengembangkan fikrah keislaman.
Ternyata mereka mendapati Mesir juga masih menganut kepercayaannya menyembah matahari, bintang, dewa dan aspek alam lainnya. Ternyata penduduknya lebih sulit menerima ajaran Ibrahim, ditambah lagi kuatnya pengaruh fir'aun di jaman itu (lihat lagi chapter 2 dimana Ibrahim mengakui sarah sebagai adiknya). Hal tersebut dilakukan ternyata semata-mata untuk pengambangan dakwah islam. Bila Ibrahim mengakui sarah sebagai istrinya, Ibrahim akan dibunuh, dan pengikutnya belum cukup kuat, sedangkan mereka belum juga memiliki keturunan. Awalnya sarah menolak, namun dengan kuatnya kecintaan pada Allah, mereka siap dengan segala resikonya.

  1. Suamimu Bukanlah matahari
Disinilah fase yang paling berat bagi seorang istri -menurut saya. Ketika akhirnya mereka hijrah ke Palestina, Sarah didera kehampaan. Sudah bertahun-tahun lamanya tidak juga dikaruniai keturunan. Hubungan Ibrahim-Sarah-Hajar sangat baik, layaknya keluarga yang saling mengasihi. Kondisinya hajar memang budak hadiah, namun sejatinya dia putri raja yang merdeka dan punya keyakinan bahwa Allah Tuhan Ibrahim lah yang patut disembah. Sampai pada suatu ketika, Sarah memnita Ibrahim menikahi Hajar agar didapatkan keturunan, Anak yang lahir menjadi anak Sarah dan Ibrahim. Berbagai penolakan dilakukan krn cintanya pada Sarah. Berbagai kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi telah Ibrahim sampaikan, namun Sarah berkeras. Sebagai wanita ia merasa gagal, ditambah dorongan dari omongan masyarakat sekitar yang terus menghantuin pikirannya. Singkat cerita Ibrahim dan Hajar menikah dan memiliki anak, Ismail. Kelahirannya disambut sukacita. Namun ternyata Sarah tetap merasa hampa. Tentu saja membayangkan Suaminya harus bersama yang lain dalam satu atap. Sarah cemburu sebagai wanita, namun kecintaan nya pada Allah, Ibrahim dan Hajar yang membuatnya lebih bersabar.
Suamimu Bukanlah matahari, jangan pernah membagi cahayanya dengan siapapun. Ia adalah jantungmu sendiri. Kau akan mati jika membagi nya dengan orang lain.. Suamimu adalah jantung yang mengalirkan darahmu. Kau tak pernah bisa membagi  jantungmu dengan orang lain..
Sarah menggantikan tugas hajar dalam membereskan rumah dan mencuci ketika hajar tidak bisa. Dalam persalinanpun Sarah yang mengerjakan semua, membantu hajar dengan sukacita. Hingga tiba pada suatu masa, Sarah menginginkan hajar untuk pergi menjauh dari hadapannya. Sarah meminta Ibrahim membawanya ke tempat yang paling jauh hingga hilang dari pandangannya, kemanapun, ke negeri manapun. Sangat berat bagi Ibrahim. Kini Hajar telah menjadi ibu dari anaknya, mereka sudah tak terpisahkan, di satu sisi, sarah juga merupakan istri pertamanya yang setia , dan senantiasa berjuang bersamanya sejak dulu.
Ya, dengan memohon petunjuk Allah, Ibrahim membawa Hajar dan Ismail kecil melintasi perjalanan berbulan-bulan agar jaraknya jauh dari Sarah.

Semoga Allah melindungi kalian, bisik Sarah dengan suara yang lirih.


  1. Ismail, Tuhan Mendengar Pintaku
Arti nama Ismail adalah "Tuhan Mendengar". Pada chapter ini kita akan melihat perjuangan Siti Hajar bertahan dalam padang pasir yang panas tanpa sisa perbekalan lagi. Seperti pada chapter 1, dengan kondisi seperti itu, Siti Hajar tetap menggantungkan dirinya pada keyakinannya akan dibantu Allah. Bahwa harapan bahwa pertolongan Allah akan segera datang lewat manapun.
Ya Allah aku yakin Engkau tidak akan membiarkan kami menderita dan mati di lembah ini. Tapi apa yang harus kulakukan, sedangkan putraku semakin lemah dan kering.

Ilustrasi: Gurun Sahara (http://konnoyuki.blogspot.com/2010_11_01_archive.html)

Perjuangan yang dilakukan Hajar dapat kita lihat hingga kini terabadikan pada salah satu rangkaian ibadah haji, Sa'i, yaitu berlarian kecil antara bukit shafa dan Marwa. Keberaniannya meninggalkan ismail di pasir dan berikhtiar mendaki bukit shafa dan Marwa sebanyak 7 kali hingga kembali lagi ke anaknya merupakan hal yang luar biasa. Ismail yang semakin kehausan sudah tak memiliki air liur bahkan untuk membasahi mulutnya, hingga Hajar harus memeras keringatnya untuk menjadi sumber air bagi Ismail.
Maafkan bundamu Ismail, jika Allah menghendaki kematian kita disini, biarlah. Sia pasti akan mengambil kita ke sisi-Nya, dan melimpahi kita dengan kasih-Nya. Tapi bunda tak kan berputus asa. Tunggulah disini, bunda akan mendaki bukit itu lagi..
Hingga di akhir perjuangannya mencari kafilah dan sumber mata air, dari kaki Ismail terpancar sebuah sumber mata air.
Zami, zami, berkumpullah, berkumpullah..

  1. Makkah, Lembah yang Diberkahi
Peradaban baru segera lahir. Sumur air zamzam itu berada di bawah manajemen Hajar. Kafilah yang singgah diperbolehkan mengambil manfaatnya namun sebagai gantinya menukarkannya dengan hewan ternaknya. Bani Jurhum kemudian memutuskan menetap di sana dan bermasyarakat. Secara otomatis hajar mendapat keluarga baru, komunitas baru, yang menyayanginya dan menyayangi ismail. Kebijaksanaan, keberkahan, dan karakter hajar yang begitu tabah, kuat dan sabar membuatnya menjadi pemimpin. Latar belakangnya sebagai putri dari seorang raja membuatnya lebih mudah dalam mengelola masyarakat.  Pengalamannya bersama ibrahim juga semakin memperkayanya. Pondasi sosial dan ekonomi berhasil terbentuk, semakin hari makkah menjadi pusat aktivitas perdagangan. Dakwah islampun semakin mudah dilakukannya. Dan terjawab sudah alasan Hajar ditempatkan Allah di tempat itu.
Terimakasih ya Allah, Engkau tak Pernah menyalahi janjiMu..

  1. Ujian Terakhir
Hajar kini sangat bahagia, namun tampaknya ujian Allah belum juga usai. Ketika dulu kebahagiaan meliputinya kala bersama keluarga Ibrahim,  hingga harus menerima kepahitan berpisah, hingga berbahagia lagi di Makkah ini, kini ujian kembali menerpa keimanannya.
Dikisahkan ada seorang laki-laki datang ke hadapan Hajar dan memberitahukan bahwa Ibrahim datang untuk menyembelih Putranya. Hajar tidak percaya begitu saja, namun laki-laki itu terus mengatakan hal yang negatif. Hajar lalu melemparinya dengan batu. Dia percaya bahwa apapun yang dilakukan Ibrahim adalah kehendak Allah. Dia hanya sedikit menyesal mengapa tak sempat berlama-lama dengan ismail.
Kemudian Ibrahim datang bersama ismail. Ternyata Ibrahim memang mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih Ibrahim, namun karena keimanan dan keikhlasannya, Malaikat diperintah allah untuk mengganti Ismail menjadi seekor hewan. Ismail tidak takut, dia percaya dan pasrah bahwa kalau itu perintah Allah, maka harus dilaksanakan. Laki-laki yang tadi mendatangi hajar juga mendatangi Ibrahim, itu iblis yang ingin mengganggu. Ibrahim pun melemparinya dengan batu. Hal yang sama dilakukan Ismail juga.
Ya, Ismail tumbuh dibawah naungan kasih sayang Hajar, hingga besar memiliki kecintaan yang besar kepada Allah.
Ibrahim harus kembali ke Palestina, cintaya pada hajar berlandas cintanya yang sangat besar kepada Allah.
Laki-laki itu masih seperti dulu, seperti saat kami pertama bertemu. Hanya warna rambut, warna kulit, dan bentuk tubuh yang berubah. Selain itu, semuanya abadi, seabadi cintaku padanya..

TAMAT
:D
nampaknya bukan untuk dijadikan sumber sejarah, tapi ini buku yang bagus untuk merasakan dan menyelami langsung perjuangan kisah hidup seorang Siti Hajar .
Mohon maaf atas segala kesalahan. Mudah-mudahan bermanfaat atau bisa diambil ibrahnya :)

Ahad, 1 Januari 2012
18:53
kamar


Identitas buku:
Ahimsa, Dedi. 2009. Ibunda Hajar: kisah kekuatan cinta, iman, dan pengorbanan. Jakarta: Penerbit Zaman.

Monday, January 3, 2011

Mengikat yang mendesir, yang membuatmu melayang..


PERKAYA DIRI DENGAN MEMBACA

Ketika kau sedang memegang buku di tangan dan membacanya, bayangkan kau sedang berada pada balon udara yang terus membawamu melambung tinggi ke atas. Seperti itulah dirimu ketika membaca buku, materi yang baru membuatmu semakin tinggi dan lebih tahu banyak hal ketimbang sebelumnya. (h. 22)
Walaupun tidak semua isi buku aku pahami, tapi setidaknya aku telah melatih sel-sel otak ku untuk terus bekerja dan banyak hal yang dapat aku ketahui dari bacaanku. (Sofyamarwa, 2010)
"Makna adalah sesuatu yang mendesir di hatimu,hal-hal yang membuatmu melayang.." (Hernowo, 2004)
Membaca buku membuat pembacanya aktif. Tulisan-tulisan pada buku dapat menimbulkan imajinasi-imajinasi tersendiri bagi pembaca. Ketika kau membaca sebuah novel misalnya, muncul berbagai adegan dalam kepalamu, karakter pemain, setting latar, suara, warna, bahkan rasa. Ya, itulah yang membedakan ketika kita membaca buku dengan hanya sekedar menonton sajian di kotak kecil bernama televisi.
UBAH BEBAN YANG ADA MENJADI MANFAAT, MAKA BALON UDARAMU AKAN TERBANG LEBIH TINGGI LAGI :D



JAGA DAN SEBARKAN 'KEKAYAANMU' DENGAN MENULIS
Salah satu manfaat menulis adalah mengefektifkan kegiatan membaca buku (Hernowo,
2004). Jika kau suka membaca, nampaknya merupakan suatu keharusan untuk menuliskan apa yang kau dapatkan. Tulis saja kesan atau kalimat-kalimat ringan yang kau sukai, pokoknya "ikat" hal-hal yang bermanfaat bagi dirimu lewat tulisan.
Karena kau tahu? Betapa hebatnya efek yang ditimbulkan dari kegiatan baca-tulis yang dipadukan!
Pada mulanya mungkin kau hanya mencoba merumuskan gagasan -gagasan orang lain dari buku, namun pada akhirnya, kau akan terdorong untuk dapat menuliskan gagasan-gagasan mu sendiri lewat tulisan-tulisanmu! Ya, aku sudah merasakannya! Nah,sekarang saatnya merenung, apakah selama ini cara membaca saya sudah efektif bila tak dituliskan? Luangkan saja secuil waktumu (7-10 menit) untuk membaca buku dan menuliskan apa yang sudah diperoleh dari kegiatan membaca tersebut. Tak usah khawatir bila kau tak bisa jadi penulis hebat dalam waktu yang sebentar, toh yang harus kau pikirkan adalah apa manfaatnya bagi dirimu, itu saja.
Untuk mengetahui apakah suatu hal bermanfaat bagimu atau tidak, tanyakan secara tajam pada dirimu! Dengan begitu, biasanya otak akan mulai berpikir, mencari berbagai motivasi, sehingga akhirnya kau dapat mengemukakan berbagai alasan kenapa kau mau melakukan hal itu.


PILIHLAH BUKU-BUKU YANG MENGGERAKKAN PIKIRANMU.
"Kita membaca buku untuk mencari tahu tentang diri kita sendiri. Apa yang dilakukan, dipikirkan, dan dirasakan oleh orang lain, entah mereka nyata atau hanya imajiner, merupakan petunjuk yang sangat penting terhadap pemahaman kita mengenai apa sebenarnya diri kita ini, dan bisa menjadi apakah kita ini." (Ursula K. Le Guin-seorang penulis) h. 67

Seseorang dengan judul buku pilihannya bisa menunjukkan siapa dirinya. Tentu saja, kebutuhannya lah yang mendorong dirinya untuk memilih judul buku tersebut. Pada hakikatnya tidak ada buku yang tidak bermanfaat. Namun juga tidak bisa dipungkiri bahwa banyak buku yang sebenarnya kurang pantas untuk dibaca serta tidak penting untuk diketahui.
Pintar-pintarnya kita lah untuk memilih mana buku yang 'bergizi' mana yang tidak. Tapi ingat, yang kita cari adalah manfaat, maka petiklah manfaat dari apapun yang kau baca.


BERUSAHALAH SEKUAT TENAGA UNTUK MENULISKAN PIKIRANMU
Yang perlu ditulis adalah PIKIRANMU, bukan sekedar susunan huruf-huruf yang mati. Artinya,
ketika menulis, maka yang dipelajari adalah isi (pikiranmu), bukan sarana (kata-katamu). Jadi ketika menulis, bebaskan pikiranmu, ya, Sangat bebas! Maka bebaskan segala pikiran dari segala hal yang membatasi pikiranmu ketika menulis. Menurut James W. Pennebaker (seorang psikolog yang telah meneliti manfaat menulis secara bebas untuk keperluan penyembuhan diri. Penemuan tentang keajaiban menulis yang membuat sesorang dapat kebal dari serangan penyakit dan terutama sembuh dari tekanan yang menderanya) dalam bukunya Opening Up, jika kamu dalam keadaan bebas saat menulis, dan yang kau tulis adalah hal-hal yang menyesakimu, maka kamu akan terbantu dalam mengatasi tekanan yang menderamu.
Alirkan saja secara bebas! Kesalahan-kesalahanmu, pengalaman-pengalamanmu, perasaanmu
tentang dirimu, potensi-potensimu, pendapatmu,--semuanya! Sekali lagi, bebaskan dirimu dari segala hal! Keluarkan hingga bersih, Keluarkan, keluarkan! Kuras semuanya! Jadi plong? Ya, Lega!
Tak usahlah berpusing-pusing dulu dengan kaidah-kaidah kebahasaan. Lebih baik biasakan dirimu saja untuk terus menulis.
Nah, hasil tulisanmu yang bebas ini adalah bahan untuk tulisanmu. Bedakan kegiatan menulis
bebas (mengumpulkan bahan) dan menulis untuk dipublikasikan (yang dirapikan). Karena dua hal itu sangat berbeda.
PESAN PENTINGNYA: MENULISLAH UNTUK MELATIH DIRIMU AGAR MAU MENERIMA DIRIMU SECARA APA ADANYA. MENULISLAH BERBEKAL KEJUJURAN. TULISLAH APAPUN YANG ADA DI PIKIRAN DAN PERASAANMU. TERBUKALAH PADA DIRIMU SENDIRI KETIKA MENULIS.


BIASAKANLAH MEMBACA DAN MENULISKAN DIRIMU SETIAP HARI
Menulis yang baik diawali dengan menulis sesuatu yang ditujukan untuk keperluan diri sendiri dahulu. Baru setelah berlatih menulis bebas untuk keperuan diri sendiri secara rutin, tahap berikutnya adalah mempelajari kaidah-kaidah kebahasaan. Jika tahapan ini ditempuh, menulis dapat memberikan efek yang dahsyat!
Kaubisa tuliskan dalam buku catatan kecilmu dulu, tuliskan saja setiap hal berkesan yang kau alami, ya,tuliskan saja! Karena menulis dapat membantu seseorang untuk mengenali diri - mengenali pikiran, perasaan dan apapun yang bergejolak dalam diri.


IF YOU CAN DREAM IT, YOU CAN DO IT!
"Pikiran buka sebuah wadah untuk diisi melainkan api yang harus dinyalakan." Plutarch
Membaca dan menulislah setiap hari, lalu temukan bahwa kehidupanmu sangat menarik!

***********************
Resume buku Mengikat Makna karya Hernowo, 2004. Penerbit Mizan Learning Center: Bandung.
Diresume antara tanggal 29 Des-2 Jan
Salah satu ikhtiar saya untuk memulai mengikat makna dengan terus menulis
:)

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...