Showing posts with label musllimah. Show all posts
Showing posts with label musllimah. Show all posts

Wednesday, November 18, 2015

Sebelum Suami Pergi Mencari Nafkah

Doa adalah kebutuhan hamba pada tuhannya. Ia yang berdoa dalam malam-malam panjangnya dengan lirih mungkin begitu disukai Allah. Dalam doa ada harap, dalam doa ada pengakuan bahwa kita lemah dan tak berkuasa apa-apa.

Doa terbaik bagi seorang mukmin untuk mukmin lainnya adalah doa yang tak diketahui, sementara sejatinya malaikat mendoakan hal yang sama untuk kita.

Namun adakalanya ucapan doa perlu diucapkan langsung di hadapan orang yang kita doakan. Untuk apa? Terkadang orang butuh diingatkan, terkadang orang perlu tahu apa yang diharapkan kita dari dirinya, dan kalimat yang baik tersebut akan mengiringi kesibukan hari-harinya.

Semoga kita senantiasa memiliki kesadaran dalam berdoa.

* * *

Aku sendiri bukan manusia yang ahli dalam berdoa, baik dalam kesunyian, maupun dalam lisan. Astaghfirullah.

"Minta doanya ya, Bunda." Kata Ayah.

Aku cuma bisa bilang insyaallah. berharap apa-apa yang menjadi doaku cukup kuat, dan bisa memberkahi langkah-langkah kami.

Merasa ada yang kurang bila suami pamit pergi dan aku hanya bisa bilang, "iya, yang lancar ya, yang berkah. Ati ati ya.."

Apa yang lancar?
Ati ati dari apa?
Apa manfaatnya berkata seperti itu?

Tak adakah kata-kata yang lebih baik lagi untuk, seseorang yang telah bekerja keras untukmu demi ketaatan pada Tuhannya?

Aku belum terbiasa untuk berkata-kata yang lebih baik dari itu, segan rasanya, entahlah. Merasa diri belum cukup pantas mengatakannya.

Maaf ya sayang, aku masih harus terus belajar..

* * *

Kukutip dari buku Suami istri bijak, kupinjam doanya untuk menjadi doaku setiap kepergianmu bekerja keras mencari nafkah :

"Bertakwalah engkau (jagalah dirimu) demi kami. Sesungguhnya kami dapat bersabar (tahan) dari rasa lapar di dunia, tetapi kami tidak mungkin akan dapat bersabar (tahan) dari adzab di akhirat nanti.

Aku akan selalu mengingatmu hari ini jika kita bersama-sama bertasbih kepada Allah, meski engkau sedang berada di kantor dan aku berada di rumah."

* * *
Bismillah.
Kini ini menjadi doaku, dan aku ingin ayang tahu. Aku akan mulai mengatakannya, sesegera mungkin semampuku. Kalau esok pagi terdengar aneh, maafkan saja dulu ya. Mungkin memang masih masih belum enak didengar karena doaku masih butuh penghayatan dan pembiasaan. Mungkin juga nanti redaksi nya tak sama bagusnya dengan itu, sebisanya dulu aja ya?

Cibangkong, 18 November 2015
Menuju setahun pernikahan,

Istrimu yang entah kenapa suka ngambek cari perhatian hehe :">

Friday, November 21, 2014

Shalat Berjamaahnya Perempuan dan Laki-Laki yang Bukan Muhrim


Bismillah..
Berawal dari ketidaksengajaan membaca sebuah artikel di konsultasisyariah.com tentang haramnya shalat berjamaah berduaan dengan yang bukan muhrim, sekitar 4 bulan yang lalu.
OOOH TERNYATA NGGA BOLEH TOH YA? OKE.

"Apabila seorang lelaki berduaan dengan wanita yang bukan mahram, maka haram baginya untuk menjadi Imam bagi wanita itu. Karena segala yang bisa mengantarkan kepada yang haram, hukumnya haram ."
(As-Syarh Al-Mumthi', 4/251)

Setelah tahu itu, saya jadi lebih waspada. Ini beberapa pengalaman yang masih saya inget terkait hal ini
  • Pernah suatu ketika saya berpeluang untuk bisa berjamaah (waktu beres wudhunya bareng), namun dengan seorang laki-laki yang bukan mahram saya, karena inget hadits itu, tanpa babibu saya langsung shalat sendirian (hanya bisa berharap itu orang juga ngerti, dan ngga nge judge kalo saya "orang-yang-males-jamaahan" hehe). STATUS : AMAN
  • Pernah suatu ketika saya berpeluang untuk bisa berjamaah (sudah masuk waktu shalat dan karena lokasi yang terbatas). Ada lelaki yang bukan mahram mau shalat, terus saya deg-deg an ini gimana bisi haram (:O) kondisinya saat itu saya numpang sholat soalnya (nahloh). Alhamdulillah ternyata ada adek kecil yang juga ikut sholat berjamaah. Kita jadi ngga berdua, karena adek kecil itu. Tapi kaya gitu teh udah menghapuskan keharaman nya belum ya? STATUS : DIPERTANYAKAN
  • Kemarin saat magrib saya masih di atas motor. Takut kelewat, nyimpang ke mushola SPBU Pertamina (cintailah ploduk ploduk Indonesia meskipun subsidi BBM dikurangi hehe). Ada petugas mau shalat juga, waktu shalatnya bareng. Pikiran saya saat itu : mepet waktunya, ngga ada orang lain lagi, berjamaah pahalanya lebih gede. Saat itu shalatnya pak petugas itu juga di jahr kan (dikeraskan, beliau sudah memposisikan diri sebagai imam). Terus jadinya berjamaah ,_, STATUS : DIPERTANYAKAN
Setelah dipikir-pikir kalau ketemu kondisi seperti itu, bisa aja saya gantian, nunggu orang itu beres (tapi takut kelewat magribnya)

JADI SEBENERNYA HARAMNYA TEH KENAPA YA?

Jangan sampai seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang perempuan, kecuali dia ditemani mahramnya. 
(HR. Bukhari 5233 dan Muslim 1341)

Jangan sampai seorang lelaki berdua-duaan dengan seorang perempuan. Jika terjadi makhluk ketiganya adalah setan
(HR. Ahmad 177, Turmudzi 2165, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth)


Ya intinya kegiatan apapun, mau shalat sekalipun, laki-perempuan ngga boleh berduaan. Kalau sekitarnya masih ada orang-orang, ngga masalah. Usahaiiin banget ngga berduaan doang. Apalagi mushola SPBU kadang memang berkururan minimalis.

BERJAMAAH SAMA SI PACAR?
Terus barusan dapet Inspirasi dari blog orang (novianindinindi.blogspot.com). Judul artikelnya kocak asik aja sih "Yang Elo Banggain Itu Haram Looh". Disitu ngebahas tentang perempuan yang seneng banget kalo shalat diimamin pacarnya. Disini saya ngga bahas tentang pacarannya ya, pasti bisa ambil kesimpulan sendiri kok.

Ini saya ajak jalan-jalan sedikit ya, barangkali belum pernah atau lupa tentang hal ini :
Suatu hari datang seseorang bernama Abu Huraiz menemui Abdullah bin Mas'ud. Ia berkata "sesungguhnya aku baru saja menikahi seorang gadis. "Aku takut sekali kalau-kalau dia membenciku."
Ibnu Mas'ud mengatakan : Sesungguhnya rasa kasih itu dari Allah, sedang kebencian itu dari syaitan di mana ia bekeinginan untuk membencikan kepada kalian apa yang telah Allah halalkan bagi kalian. Maka apabila istrimu datang kepadamu, maka perintahkanlah ia Shalat di belakangmu dua rakaat dan berdoalah…
"Ya Allah berkahilah bagiku dalam keluargaku, berkahilah bagi mereka dalam diriku. Ya Allah, kumpulkanlah antara kami selama engkau kumpulkan dalam kebaikan dan pisahkanlah diantara kami jika Engkau memisahkan menuju kebaikan." (Hr. Ibnu Abi Syaibah)

YAAP! AKAN ADA SAATNYA SHALAT BERJAMAAH BERDUA DENGAN ORANG ASING YANG TELAH MENJADI MAHRAM. DAN COBA BAYANGKAN KEBERKAHANNYA. Masyaallah. :"))

Mungkin bukan artikel yang cocok kalau mau cari dalil-dalil shahih, atau penjelasan mengenai fikih-fikihnya. Cuma tulisan blog untuk menangkap hikmah, mengikat makna hehe.
Pokonya tulung banget kalo ada pemahaman yang salah-salah, dikoreksi ya :D

Karena siapapun kita, memang berproses untuk dapat memahami suatu hal :)

Kamar, 21 November 2014
Hajah Sofyamarwa R.

________

Sunday, November 16, 2014

Kebiasaan Baik Ibu Hamil (bersama Al-Qur'an)

Ceritanya ble'e ble'e begini saya juga ingin jadi penghafal qur'an ._.
Semoga kita dilimpahkan Allah kekuatan untuk mengubah sekedar keinginan menjadi tekad yang kuat ya! Aamiin

Ini ada sebuah kisah yang mudah mudahan bisa menguatkan tekad. Ini pas buat dibaca bagi para calon ibu dan yang ingin punya kwluarga qurani.
Karena interaksi dengan quran bukan hanya untuk kita, tapi untuk amanah generasi-generasi yang suatu saat akan kita didik :)
* * * *

66x KHATAM QURAN SAAT HAMIL
(Satu Keluarga Satu Hafizh)

Istiana (40)
Ibu Rumah Tangga, Jakarta Selatan

Saya hafal Qur'an sejak umur 15 tahun, hasil menghafal secara intensif selama satu tahun dua bulan. Pada usia 19 tahun saya menikah dengan suami yang juga hafizh Qur'an. Kami menyusun rencana untuk melahirkan anak-anak generasi Qur'ani.

Langkah pertama kami, mengkhatamkan Al-Qur'an sebanyak mungkin saat saya hamil. Alhamdulillah, selama masa kehamilan anak pertama, Abdullah Wafiy (16), saya bisa menghatamkan Qur'an 66 kali.

Saat Wafiy berusia 11 bulan, saya harus menelan pil pahit, suami meninggal dunia setelah demam tinggi selama dua hari. Namun, tekad untuk menghasilkan putra-putri penghafal Qur'an tetap saya pegang.

Saya menikah lagi saat Wafiy berusia lima tahun. Bersama suami, Afdal Zikri Mawardi (48), saya berupaya menghidupkan Al-Qur'an di rumah. Tradisi memperbanyak khataman saat hamil juga saya teruskan. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah, Wafiy bisa menyempurnakan hafalan 30 juz di usia 10 tahun saat masih duduk di kelas 4 SD. Kini, adik-adiknya juga giat menghafal. Abdullah Azzam Afdal (9) hafal 3 juz, Yahya Ayyasy Afdal (8) hafal 2 juz, Ahmad Yasin Afdal (6) baru rampung 1 juz, dan si bungsu Fatimah Afdal (3) yang masih acak hafalannya.

Di rumah, saya membuat program menghafal untuk anak-anak. Usai shalat Maghrib, saya wajibkan mereka mengaji. Saya ajari tilawah dan menghafal sesuai usianya. Muraja'ah juga saya jalankan dengan cara talaqqi, saya membacakan lalu mereka mengikuti. Masya Allah, anak-anak cepat sekali menyerap hafalan. Saya ulang lima kali, mereka sudah hafal. Mungkin ini karena pembiasaan saat hamil dulu. Memang butuh kesabaran, karena anak-anak kecil sulit untuk duduk manis. Jadi, mereka muraja'ah sambil main mobil-mobilan atau lainnya.

Waktu yang kedua, saat subuh. Anak-anak kami biasakan untuk bangun pukul 03:30. Sambil menunggu waktu shalat Subuh, mereka saya ajak muraja'ah secara bergantian sambil duduk melingkar. Dimulai dari adiknya, misal, yang membaca surat An-Nas. Lalu kakaknya melanjutkan surat Al-Falaq. Diteruskan lagi oleh kakaknya yang membaca surat Al-Ikhlas. Terus begitu sampai sempurna 1 juz.

Sebelum tidur, mereka juga saya perdengarkan setengah sampai 1 juz Qur'an hingga mereka terlelap. Bahkan setiap hari kelahiran anggota keluarga dan ulang tahun pernikahan kami, kami mengadakan khataman Qur'an. Semua itu adalah upaya kami untuk membudayakan Qur'an di rumah, bukan sekadar menghafal untuk mengejar target atau meraih gelar hafizh...

* * * * *
Masyaallah..
Sampai sekarang masih takjub dengan yang sudah hafizh, semacam 'tidak masuk akal tapi nyata'. Tiap orang punya kondisi berbeda, mungkin sang ibu memang sudah terkondisikan sejak usia belasan tahun untuk bisa menghafal. Kalo kita engga begitu terus gimana dong? Misal umur saya sekarang udah hampir 23, tapi jangankan 30 juz, juz 30 aja masih pontang-panting?

Bismillah.. asal tekad kuat dan konsisten insyaallah bisa. sudah banyak kok buktinya. Bukan cari gelar hafizh nya, semoga bisa menambah kedekatan sama Allah lewat Quran. Aamiin..

Wednesday, October 29, 2014

Wanita Cantik di Hari Tua nya

Flashback.
Entah apa yang membuat saya menjadi teringat akan hal ini pada hari ini.

Ramadhan lalu, di malam-malam jelang idul fitri, seperti biasa keluarga besar kami berkumpul dan berbincang di ruang tengah rumah Mbah. Sederhana saja, di atas lantai dingin beralaskan karpet tua.

Kami anak-anak bertugas memijat, ya, saya sih amatiran. Tahukah apa yang saat itu terlintas di pikiran saya?

* * * *

Orang tua, lebih khususnya seorang ibu. Wanita yang dahulu pernah muda, yang pernah begitu cantik dengan fisik yang menarik. Menikah, hamil, melahirkan, menyusui, merawat tempat tinggalnya, merawat keluarganya. Perlahan ia akan menua, dan tentu berubah secara fisik. Perubahan fisiknya akan sangat jauh drastisnya, dibanding saya yang saat ini terkadang terlalu 'berisik' saat kulit semakin menggelap atau saat timbul jerawat.

Saat muda kini mungkin kau langsing, tapi setelah melahirkan, kau sudah siap bila badanmu menjadi gemuk?

Pekerjaan rumah yang begitu banyak mungkin membuat kau harus rela  urat-uratmu lebih menonjol, otot-otot semakin kekar, kulit kasar, kulit kaki pecah-pecah?

Yah, memang begitu, bahkan lebih dari itu.
Maka benarlah, Allah tak mengukur kita dari seberapa cantik rupa kita.

Wahai perempuan,
Berdoalah semoga taqwa menjadi jatidiri terbaik kita, dan semoga Allah berikan pasangan terbaik untuk menjadi imam kita menuju-Nya.

Maka apalah arti cantik kini?
Mensyukuri yang Allah beri, merawatnya sebaik-baiknya, berjuang keras dalam keshalihan, shalihah :)

Kamar, 29 oktober 2014
Hajah Sofyamarwa R.

Tuesday, February 18, 2014

Tutorial Hijab Biasa : Edisi 1# Tenang Ga Terawang


Yeay ini dia Tutorial Hijab Biasa edisi #1 (edisi lainnya belum tentu ada tea hihi). Edisi kali ini tentang : Tenang Ga Terawang. Ini bermula karena banyak temen yang suka nanyain cara saya pake kerudung biar ga terawang. Haha simpel banget biasa aja, tapi kadang masih suka ada yang bingung. Umumnya nanya cara ngedouble kerudung supaya ga balapan dan tetep rapi.

Kenapa judulnya Tenang Ga Terawang?
Karena bersamaan dengan ngetrend nya gaya hijab, terkadang banyak yang lupa kalo hijab parisnya tipis banget sampe nerawang. Sebenernya udah bisa diatasi dengan ciput ninja sih hihi. Tapi bagi yang pengen bener-bener ga terawang emang mesti pake kudung tebel ato didobel. Kudung di dobel juga ga panas kok, biasa aja, lama-lama juga terbiasa.

Kalau outfit kita udah nyaman, ga perlu khawatir dengan terawangnya hijab kita, ngelakuin aktivitas apapun kan jadi tenang! hehe :D

Launching : Tutorial Hijab Biasa

Tutorial hijab kini marak dimana-mana, ketikkan saja "hijab tutorial", kamu akan dengan sangat mudah mendapatkan berbagai style berhijab. Secara pribadi, kuberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para muslimah yang tak henti-hentinya mengkampanyekan penggunaan hijab. Semoga menjadi amal shaleh.

Dari sebuah fenomena selalu ada banyak sudut pandang. Entah mulai sejak kapan saya juga menyebut kerudung menjadi hijab. Orang-orang juga sangat familiar dengan hijabers. Kain kerudung warna-warni, berbagai jenis pakaian melengkapi semaraknya fashion berhijab. Tak sulit melihat para muslimah bergaya dengan style nya masing-masing, dibarengi pula begitu banyak kawan muslimah yang segera memutuskan untuk menutup auratnya dengan berhijab. Sempat ada kekhawatiran bahwa berhijab hanya sebuah trend mode yang suatu saat akan timbul tenggelam. Tenanglah, justru kebangkitannya sedang dimulai :)

Terlepas dari bagaimana arti sebenarnya, bagi saya kata hijab yang  mengesankan sebuah momen hijrah seorang wanita. Beragamnya jenis hijab menandakan bahwa menjadi seorang muslimah sama sekali tidak kuno. Tiap orang punya karakter yang berbeda, punya pilihan tersendiri yang membuat dia nyaman. Islam sama sekali tidak membatasi itu, asal tetap sesuai prinsip, kita sangat diperbolehkan untuk berekspresi! Yeay! :D

Why so serious? hehe

Saya sendiri seneeeeeeng banget liat model hijab dan baju unyu-unyu :3 Mereka itu keren banget parah! hanya saja, kalau kalian liat saya sekarang, model hijab saya saat ini modelnya konvensional. JIlbab panjang gleber-gleber tea. haha!

Kamu ga ngikut style hijabers gitu, fy?
Ya namanya perempuan mah wajar suka centil-centilan hihi, fyi saya juga suka coba-coba style hijab, tapi karena belum pede jadinya belum ngikut trend hihi. Saya juga doyan banget matching-matchingin baju warna-warni.
Toh pada akhirnya ini hanya masalah kepedean dan kenyamanan kok. Saya nyaman dengan yang suka saya pakai. Suka-suka aja gitu mau pake baju apa. hihi

Kenapa Tutorial Hijab Biasa?
sebut saja model kerudungku model lama, kemudian datang model baru hijabers yang dilengkapi dengan tutorial pemakaiannya. Sebagai pengguna hijab model lama (halah), ga ada salahnya bikin tutorialnya kan? hihi. Sebenernya aku juga ngerasa ini ga penting pisan -_-, semua orang udah tau jiganamah. Tapi Ini karena banyak juga yang nanyain tentang cara aku make kerudung, jadi ya kubuat saja semoga ada yang bisa mengambil manfaat :D
*by the way, di studio axel juga lagi pada bikin shooting tutorial hijab looh :D kyaa kyaa

Thursday, July 25, 2013

siapkanlah


Ketika datang yang hendak bermaksud baik padamu, persoalannya adalah bukan siapa dia, tapi bagaimana kesiapanmu.

Kamis, 25 Juli 2013
06:21

ya, hari ini rasanya cukup nano-nano :)

Wednesday, May 15, 2013

bukan lomba lari

Memangnya menikah itu perlombaan lari? Jadi ada yang lambat menikah? Cepat menikah?
Semua orang paham bahwa jodoh adalah rahasia Tuhan. Sayangnya, tetap saja banyak yang mendefinisikan 'telat menikah', atau sebaliknya 'pernikahan dini'. Tidak ada standar kapan harus menikah, karena semua orang khas. Jika tiba masanya, maka pasti akan terjadi.
--Tere Liye




Kaget, tapi selamat mempersiapkan ya re :)
Semoga dilancarkan dalam prosesnya sampai selesai 
barakallah

Wednesday, April 24, 2013

kids wear hijab : nisa in action!




Suatu malam di bulan april, iseng-iseng makein kerudung ke 2 keponakan. 
Ceritanya eksperimen hijab-hijab-an (tantenya belum, ponakannya dulu aja yang didandanin hehe :p). 
Waloupun outfitnya belum pas (baju tidur little mermaid lengan pendek hehe), 
tapi kerudungnya udah oke kan ya? hehe
Nah model yang paling oke ya nisa ini karena si caca mah mau fotonya sambil ganggu2 aja hehe. 
(liat yang nongol dari gorden -_-)
aaaaa lucuuu :3

Emang anak kecil harus diusahain dibiasain pake kerudung ya dari kecil.
Supaya ntar pas udah gede, pas emang udah wajib, jadinya ga kaget.

Monday, April 8, 2013

Yang Tabu Dilakukan Calon Ibu Bermutu (by : Bunda Tatty Elmir)



    1.Mengejar laki-laki idaman (Seberapapun hebatnya dia )
    Jika preman saja tak sudi dikejar-kejar, apalagi laki-laki sholeh, pinter, baik hati, setia, calon ayah teladan se dunia.
    Menginginkan kelak mendapatkan suami sholeh ?  
Maka jadilah sholehah yang punya harga diri, berkualitas dunia akhirat, 
tahu bagaimana menjaga kehormatan dan kemuliaan dirinya

    2. Menunjukkan ke’gilaan’mu padanya.
    Jika dia tahu perasaanmu dan engkau terus terang menelanjangi hatimu padanya, maka laki-laki baik takkan pernah percaya, hal serupa takkan kau lakukan pada yang lain.
    Jadi ..
Sembunyikanlah rahasia hatimu dengan aman, 
maka cinta sejati itu akan mencarimu dengan iman.

    3. Menyerah dalam 1  kali  rayuannya.
    Laki-laki tangguh, hanya bisa diuji lewat seberapa hebat daya tahannya menanti hatimu luluh.
    Jika Kesatria sejati tak akan mati dalam sekali tikam, maka putri sejati juga tak akan goyah dengan sekali rayuan
    Jadi jangan ragu tunjukkan “kelas”mu.

    Wanita terhormat dan pandai menjaga kemuliaan dirinya
    InsyaAllah kelak,
    Akan melahirkan Bangsa yang dihormati dan dimuliakan dunia

    #jleb

    article source : Blog Bunda Tatty Elmir

Monday, December 24, 2012

kembali menjadi perempuan : kisah (tidak) dramatis jilbab pertama

Kalau melihat dari judul kesannya saya adalah perempuan, yang berubah menjadi bukan perempuan, lalu pada akhirnya kembali menjadi perempuan.
Bukaaaan!  hehe

Ini tentang sesuatu yang baru disadari. Kamu pernah kan mengalami berbagai hal dan pada akhirnya menangkap bahwa sepertinya Allah memang menuntunmu untuk menuju kesana? Beberapa saat lalu saya disadarkan bahwa saya adalah seorang perempuan, muslimah. Bahwa saya punya adik-adik binaan muslimah yang harus dibina dengan muslimah ways, ga bisa kalau dengan general-general saja. Bismillah, semoga dimudahkan.
 
* * * * * * 



Sudah separuh dari usia hidup saya di dunia, saya memakai jilbab.  Kalau diingat-ingat, itu berawal  sekitar kelas 5 SD, dengan kisah yang sama sekali tidak keren dan tidak dramatis ! hehe
SD saya bukan SD islami gitu, cuma SD negeri biasa (yang luar biasa) di dalam kompleks. Kerjaannya setiap hari main ke rumah teman, sambil ngeceng-ngeceng, sesepedahan, dan hobi banget manjat pohon kersen, kumaha we lah budak leutik! 

Saat itu kakak perempuan saya sudah memakai jilbab lebih dahulu, dan entah kenapa tiba-tiba saya ingin aja ngikutin. Kelas 5 SD saya janjian pengen pake kerudung sama kedua temen deket saya. Ya, janjian! Hari Seninnya, mereka berdua udah pake, saya sendiri belum dibelikan sama bapak. Wah itu nangis -nangis ngambek ke bapak pengen minta cepet-cepet dibeliin. Seminggu kemudian, kita bertiga udah kerudungan deh.

Ga ada dramatis dramatisnya kan? Yoi! boro-boro! Ngga ngerti kalo pake kerudung itu kewajiban sebagai perempuan muslim.  Kayanya cuma mikir
"aku bagus kan ya pake kerudung?".
"Bagus."
Itu juga paling nanya sendiri-jawab sendiri hehe biarin aja deh ya

Sampai SMP kerudung saya ababil. Udah mah alay, kerudung teh dibuka tutup sembarangan. Namanya juga cewek ABG mereun nya, ngerasa geulis. Asa 'sesuatu' kalo ada yang kepo-kepo pengen tau kondisi rambut kita segimana. Bertahan pakai kerudung mungkin karena mengalir aja, karena emang udah pake, ya pake, gitu aja. Kadang suka ikut ngegosipin kalo ada temen lain yang pake kerudung tapi suka di buka-tutup, padahal sendirinya juga sama aja. Sama belum ngertinya sama makna kerudung itu sendiri.
 
Ada satu masa di mana kita mulai sadar lah ya. Sampai sekarang saya selalu penasaran sama temen-temen cewek yang baru berjilbab. Di usia nya yang udah dewasa  ini, memilih mengenakan jilbab biasanya melalui proses yang tidak biasa. Ada unsur 'kehendak' dan memilih, bukan kayak saya tadi.

Terlepas dari bagaimana tidak kerennya kisah saya, ada satu hal yang saya syukuri.
Walaupun awalan berjilbab saya sama sekali tidak berdasar, bisa jadi kalau saat itu ngga dimulai, sampai sekarang saya ngga mau mulai-mulai pake kerudung. (kerasa banget, alesannya bisa bejibun. Aduuh, saya itu dulu centil, biasalah cewek).

Sekarang insyaallah ga seperti itu. Sampai kapanpun godaannya banyak, pasti. Mudah-mudahan bisa istiqamah.
 
Hukumnya pake kerudung, semua udah tau kan kalo hukumnya wajib bagi wanita islam yang sudah baligh?

* * * * *
Ada satu kalimat bagus nih, memahamkan kita tentang prinsip jilbab dan korelasinya dengan akhlak yang kadang  menjadi salah pemahaman:

Jika engkau berjilbab dan ada orang yang mempermasalahkan akhlakmu, jelaskan pada mereka bahwa antara akhlak dan jilbab itu dua hal yang berbeda.
Berjilbab adalah murni perintah Allah yang wajib dilaksanakan oleh wanita muslim yang telah baligh tanpa memandang akhlaknya baik atau buruk.
Sedangkan akhlak adalah budi pekerti yang tergantung pada pribadi masing-masing.
Dan jika seorang wanita berjilbab melakukan dosa/pelanggaran itu bukan masalah jilbabnya namun akhlaknya. Allaahu ta'ala a'lam ( Ummu zidan Al Fathi II & III )

Setuju pisan!  hehe
Semoga ga jadi pembenaran
Dan semoga bisa terus memperbaiki akhlak \('o')9

 
Ditulis 9 November 2012
Hajah Sofyamarwa

Saturday, September 8, 2012

jatuh yang bikin paham dan hati-hati


Pagi itu (070912) saya akan kuliah pukul 7 pagi. Biasa, naik angkot margahayu ledeng yang penuh dan dengan jalanan yang juga macet. Setelah lepas dari macetnya soekarno hatta, angkot itu berhenti karena ada penumpang yang mau turun. Karena posisi saya yang berada di depan pintu keluar, saya jadi harus turun dulu agar sang penumpang bisa lewat.

Tak ada angin tak ada hujan, saya merasa sudah tiba-tiba terbang tertahan kemudian beberapa milisecond kemudian saya sudah *gabrug* di atas tanah berpasir di pinggiran jalan dengan tas yang juga terlempar!
Mungkin kalau lihat gambar diatas, sangat mirip.kejadiannya, bedanya saya jatuhnya dari angkot -_-
Ditolongin sama teteh-teteh dan bapak-bapak. Terus saya naik angkotnya lagi sambil berusaha stay cool hehe

nah, sakit dong (iya, walaupun sepertinya lebih sakit karena malu hehe)
Terus saya naik dan nyari-nyari penyebab saya jatuh apa. Karena perasaan ngga ada yang nginjek atau apa gitu.

Ternyata di bagian bawah kursi yang saya tempati, memang ada patahan besi penyangga kursinya. Hipotesisnya, ketika saya turun, ya rok bagian bawah yang belakang nyangkut kesitu. (Bentuk rok saya rada rigid, bukan yang melambai-lambai lebar). Kalo dilihat penyebabnya (besi itu), tanpa ada kejadian tadi, saya ngga bakal sadar kalo hal semacam itu bisa bikin bahaya.

Saya pernah denger ungkapan yang bilang:
"Jangan pake rok kalo naik angkot."
Awalnya saya belum paham-paham banget, tapi memang setelah mengalami, saya jadi tau maksudnya.

Setelah peristiwa ini, walopun memar-memar dan malu *dikit* saya tetep seneng pake rok, bedanya saya lebih hati-hati, insyaallah.

Mungkin cerita ini sedikit memalukan, tapi mudah-mudahan bisa di ambil pelajaran :D
Lebih hati-hati ya akhwat :D

8 September 2012

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...