Showing posts with label tadabbur ayat. Show all posts
Showing posts with label tadabbur ayat. Show all posts

Tuesday, November 11, 2014

Konsekuensi dari Iman

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman," sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
--Qs. Al Ankabut 2-3

Ya, konsekuensi dari iman adalah ujian. Iman ada jenjangnya, surga ada tingkatannya. Ujian ada untuk mendewasakan, membawa kita pada jenjang yang lebih tinggi, pada tingkatan surga yang bisa diraih maksimal.

Allah tahu kemampuan hambanya. Kalau ingin naik tingkat keimanan, bersiaplah karena setanpun tak taggung-tanggung membuat kita lemah.

Selasa, 11 November 2014
Memaknai sepercik ayat Allah dari buku salim a fillah (bahagianya merayakan cinta) dan teteh hasri

:"

Tuesday, November 13, 2012

takut ngebangunin (kulap story)

Bismillah..
Cuplikan kisah lama, dalam perjalanan pulang dari kulap (kuliah lapangan).  Saya lupa persisnya, entah kulap proeko atau kulap biper. (maap lupa hehe..)

Pagi itu di keheningan dan kelelapan tidur kami, kami dibangunkan. Bus yang dingin ber-AC ini berhenti di sebuah tempat perhentian. Sedikit untuk melepas lelah, mencuci muka serta mengambil wudhu untuk persiapan shalat subuh yang masih 1 jam lagi.

Setelah selesai kami kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan. Sambil terkantuk kantuk, dikasih bangun sama Allah (tumben bisa bangun), ternyata waktu sudah menunjukkan waktu shalat subuh. Saya bangunin temen sebangku dan karena tadi sudah wudhu, saya solat aja seperti biasa (padahal kalo ngga salah sebelumnya sempet ketiduran -_- batal ga ya? Semoga ngga Ya Allah ._.)

Sebelum shalat saya sempatkan lihat kondisi para penghuni bus yang hening (kebanyakan pada tidur saking capeknya), sempat terpikir untuk membangunkan teman-teman, supaya pada bangun untuk bisa shalat subuh, tapi saya takut, takut mengganggu teman-teman yang lagi capek banget. Akhirnya saya urungkan niat, shalat sendiri, dan tanpa sadar sudah tidur lagi.

Mata saya kemudian terbuka, matahari terik sudah menusuk. Dan saya tidak tahu  apakah teman-teman saya sempat bangun semua untuk solat subuh tadi pagi?

* * * * *

Bulan ramadhan lalu, saya berkesempatan bekerja bareng teman saya dalam sebuah acara buka bersama himpunan. Sampai pada suatu perbincangan, dia cerita :
X : E"h jah, tau gak? Pas kulap kemarin itu, yang pas di bus itu, aku ga solat subuh loh jah, ketiduran capek bangeet, ngga ada yang kebangun dan ngebangunin juga.. Sedih banget.."
H : . . . . . . . . . .

Ah Sahabatku, saat itu aku bangun dan seharusnya bisa membangunkan kalian..
 

* * * * *

Salah satu hal yang benar-benar disesali, dan sampai kapanpun sepertinya tidak akan saya lupakan. Terbukti bahwa memang kita itu ada untuk saling mengingatkan.  Terkadang saya ragu-ragu dalam mengajak kebaikan, ketakutan tak beralasan yang mengindikasikan belum kokohnya 'sesuatu' di dalam diri ini.

Padahal solat udah jelas wajib gitu, tapi saya sama sekali ga ada usaha buat ngebangunin temen-temen. Bikin kegaduhan kek, ato bangunin pake cara apa kek, atau apa lah gitu yang penting temen-temen bisa bangun. Padahal kita diperintahkan untuk menyampaikan, mengusahakan, perkara teman kita bisa bangun atau enggak itu lain hal kalo kita udah sekuat tenaga.

Tadinya ini akan saya pendam terus, mungkin hanya akan saya ceritakan pada teman- teman seangkatan saya di akhir kelulusan nanti, atau momen tertentu saja, atau bahkan tidak sama sekali. Tapi saya pikir, hal semacam ini mungkin akan sering terjadi dalam kehidupan teman-teman lainnya. Setidaknya dengan adanya cerita ini dapat diambil hikmahnya.
Maafin saya yang belum berani ini..

"Teman2 karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain kecuali mereka yang bertakwa" ( 43:67)
"Sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (103:2-3)


* * * *

Untuk siapapun yang masih sering ragu dalam kebenaran,
Untuk teman-teman yang mencintai sahabat-sahabatnya,
Untuk yang suka bepergian jauh,
Untuk yang akan melalui kuliah lapangan,
Tulisan ini dipersembahkan :')

Selasa, 13 November 2012

Sunday, September 9, 2012

Al-Lahab. Kisah Awal (part 1)


Biasanya kalau orang punya kebiasaan tertentu, biasanya sih ada alasannya. Ada hal-hal yang melatarbelakangi suatu hal yang biasa dia lakukan berulang. Namun entah kenapa dan sejak kapan saya ngga tahu, kenapa seringnya setiap shalat, surat pendek yang saya baca adalah surat Al-Lahab (111:1-5). 
Padahal kondisinya, saya belum paham isinya, dan juga ngga ada kesan tersendiri dari surat ini. Mungkin saya lupa, atau mungkin karena dulu inget pas belajar qalqalah, di surat ini kan cukup banyak.

Sambil iseng saya baca tafsir kontemporer nya ustadz aam, bahkan saya baru ngeh kalo arti dari Al-Lahab itu gejolak api. Jadi pesan surat ini adalah ancaman kebinasaan bagi orang-orang yang menghalang-halangi jalan kebenaran kayak yang dilakuin Abu Lahab dan Istrinya.

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
  1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sungguh ia akan binasa
  1. Tidaklah berfaedah harta benda dan apa yang diusahakannya
  1. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak
  1. Dan begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar
  1. Yang di lehernya ada tali dari sabut

Jadi riwayat turunnya surat ini ketika Rasul diperintah Allah untuk memberi peringatan kepada kerabat yang terdekat, dalam hal ini kabilah Quraisy. Jadi semua anggota kabilah quraisy diundang datang oleh Rasul di bukit Shafa.

Semuanya pada ngga mau kelewatan, penasaran ingin tahu (kepo gitu, jadi kalau ngga hadir pasti ngirim utusan.) Nah dari semua yang hadir, Abu Lahab (Abdul Uzza bin Abdul Muthalib) termasuk salah satu yang hadir.

Dahsyatnya integritas Rasulullah yang tak pernah berbohong, ketika rasul mengandaikan bila ada pasukan berkuda yang akan menyerang saat ini, semua yang hadir mempercayainya.
"Bagaimana pendapat kalian, sekiranya aku mengatakan bahwa ada pasukan berkuda  di balik lembah ini yang berniat menyerbu. Apakah kalian akan mempercayaiku?" Jawab mereka, "Ya, kami percaya, engkau orang yang paling jujur diantara kami."

Kemudian rasul melanjutkan,
"Ketahuilah bahwa aku memperingatkan akan datangnya azab yang pedih apabila kalian tidak beriman kepadaku."

Nah disini ini Abu Lahab motong pembicaraan, dan surat Al-Lahab turun sebagai jawaban (laknat) terhadap keangkuhan Abu Lahab
"Binasa kamu! Apakah hanya untuk ini kamu mengumpulkan kami semua?"

Tak terbayang, keluarga sendiri, tidak mendukung yang kita bawa, bahwa menjadi orang pertama yang menghalang-halangi!

Wallahu'alam
Nanti di lanjut lagi ya :)

Referensi :
Amiruddin, Aam. 2004. Tafsir Al-Qur'an Kontemporer  Juz amma Jilid 1. Bandung : Khazanah Intelektual

Tuesday, March 13, 2012

but i know who holds tomorrow

"I don't know what tomorrow holds,
but I know who holds tomorrow
Allah does"


#spreadsalam

bagi yang sedang khawatir dan gelisah akan masa depannya

Monday, December 19, 2011

Mengapa Iqra' ?


"Bacalah, dengan (menyebut) nama Rabb-mu Yang Maha Menciptakan. Yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhan Rabb-mulah yang Mahamulia. Yang mengajarkan ilmu (kepada manusia) dengan (perantaraan) kalam. Mengajari manusia apa-apa yang belum diketahuinya.."
(QS Al-Alaq 96 : 1-5)

Mengapa Firman Allah yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw adalah perintah membaca? Mengapa iqra', padahal beliau adalah seorang yang ummi (tidak pandai membaca dan menulis)?
Prof. Dr. Quraish Shihab dalam bukunya Wawasan Al-Qur'an menjelaskan bahwa iqra' terambil dari akar kata yang berarti 'menghimpun', sehingga tidak harus selalu diartikan 'membaca' teks tertulis dengan aksara tertentu. Dari pengertian 'menghimpun', lahir aneka ragam makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu dan membaca, baik teks tertulis maupun yang tidak tertulis.

Iqra' (bacalah)!
Kemudian muncul pertanyaan.  Tetapi apa yang harus dibaca?? "Ma aqra?" tanya Nabi - dalam suatu riwayat-- setelah beliau kepayahan dirangkul dan diperintah membaca oleh malaikat  Jibril. Pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agar beliau dan umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut bismi rabbika (dengan /atas nama Tuhanmu), dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan.

Iqra' berarti:
Bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu, bacaah alam, bacalah tanda-tanda zaman, sejarah dan diri sendiri. Sehingga objek perintah ini mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkaunya.

Kita lihat adanya pengulangan perintah Iqra' pada firman Allah yang pertama tersebut mengisyaratkan bahwa kecakapan dalam membaca diperoleh dengan mengulang-ulangi bacaan, dilakukan hingga mencapai batas maksimal kemampuan, dan mengulang bacaan atas nama Allah akan menghasilkan pengetahuan dan wawasan baru, walaupun yang dibaca itu-itu juga.

Sungguh, perintah membaca merupakan hal yang paling berharga yang diberikan pada manusia. "Membaca" dalam berbagai maknanya adalah syarat pertama dan utama pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta syarat utama membangun peradaban. Sudah terbukti pada abad 7-14 ketika Islam menjadi pemimpin peradaban dunia.

Wow ternyata sudah diperintahkan ya?
Mari amalkan perintah tersebut. Yang selama ini jarang baca, ayo diluangkan. Yang selama ini bacanya ngga efektif, ayo belajar mengefektifkan. Salah satunya dengan menuliskan hasil bacaan juga, bisa baca resume pengantarnya disini.

Iqra'! :D

Senin, 19 Desember 2011
07:30
Kamar 404

__________________________________________________________________________________
Pustaka:
Samantho, Ahmad, Y. 2002. Jurnalistik Islami: Panduan Praktis bagi Para Aktivis Muslim. Jakarta Selatan : Penerbit Harakah.
Image source : 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH6Ks4nXCeE9IA-_HJKY7cp6bWl6YgqeMGS7v0myWoBLa20KEvAFiab3BvL1N_AfHLcmwKmPJivXzfWVGQh4tc3bY1J2LvITvBj3yEq2CZML79etzWCZmHN6N0YAnRCIq7om2RrbSzGLEy/s1600/kid-reading-book.jpg

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...