Showing posts with label trimester ketiga. Show all posts
Showing posts with label trimester ketiga. Show all posts

Thursday, October 15, 2015

Membeli Perlengkapan Bayi untuk Persiapan Melahirkan

Tulisan ini dibuat untuk sharing tentang apa saja yang harus diperhatikan dalam menyambut sang buah hati :) perlengkapan apa yang perlu dibeli, kapan membelinya, dan catatan lainnya. Dibuat sebulan setelah saya melahirkan, karena udah dialami jadi bukan sekedar "list" saja. Jujur, dulu juga saya googling dulu buat dapet info ini, jadi sekarang giliran saya buat berbagi. Semoga bisa bermanfaat ya! Selamat membaca! :D

Kapan waktu yang pas untuk membeli perlengkapan bayi?
Banyak orang bilang, jangan terlalu cepat, pamali, karena kita ngga tau apa yang  akan terjadi. Sabar aja ambil hikmahnya, semakin tua usia kandungan kita, mudah mudahan bisa tau jenis kelamin calon bayi, jadi bisa beli pakaian yang sesuai.

Biasanya orang orang mulai belanja pakaian bayi di usia kehamilan di atas 7 bulan. Saya sendiri baru beli perlengkapan bayi 2 pekan sebelum melahirkan (pas hamil tua, 9 bulan! Wkwkw x) hasil usg dipekirakan bayinya cowok, tapi sempet dibilang cewek juga, finalnya tetep diperkirakan cowok. Walhasil pas belanja cari yang netral.

intinya sih, gak perlu terlalu terburu buru, tapi juga jangan mepet teuing hehe

Apa aja yang perlu dibeli untuk persiapan melahirkan?
Ingat ada 2 hal yang harus diperhatikan untuk Calon Bayi dan untuk Ibu.
1. Untuk Calon Bayi
- popok kain 2 lusin
- Pernel 1 setengah lusin. (Karena sepaket pemakaiannya dengan popok kain)
- perlak (alas anti air) 1 cukup (nahan rubber lebih awet)
- pakaian (kutung, lengan pendek, lengan panjang) masing masing setengah lusin aja
- celana pendek set. Lusin (dipakai kalau mau pakai pampers terus. Kalau pakai popok kain, ga usah, nanti cuma nambah cucian hehe)
- waslap (buat mandi/seka)
- topi (min. 2) buat ganti ganti bisi dicuci ato ilang
- sarung tangan (kuku bayi cepet panjang, nanti ngerowot wajah. Min. 3 krn suka ilang hehe) dan kaos kaki (min 2 pasang)
- gurita (eh aku ga dipake ding)
- handuk
- selimut
- kelambu anti nyamuk
- tempat bedak
- bantal anti peyang
Dan
- kosmetik bayi (min. sabun, shampo, bedak, minyak telon, baby oil, cologne, tisu basah, tisu kering, kapas)

2. Untuk calon ibu
- baju bukaan depan (invest dari lama deh, kepake terus kan selama menyusui)
- bra menyusui (atau pokonya yang nyaman dan menyangga dengan baik)
- kain sinjang
- breast pad (enak yg sekali pakai sih, ga rembes)
- pembalut (pembalut nifas ga perlu banyak, stok yang biasa aja, karena sehari hari selama nifas pake yang biasa aja. Fyi pembalut nifas itu gede banget soalnya hehe)

Dimana belinya?
Di baby shop bisa, tapi enaknya di grosiran perlengkapan bayi, biar murah dong hehe. Di bandung salah satunya di depan ITC.

Berapa budget nya?
Relatif ya. Mo murah bisa, mo yang lebih mahal banget juga bisa. Buat gambaran aja, saya bulan september 2015 budget sekitar 1jt.

* * *
Sekian sharingnya. Kalau ada yang mau ditanyakan, silakan ya. Nanti kalau ada tambahan akan di update :)
Semoga lancar persalinannya, dimudahkan, ibu dan bayi sehat serta berkah.. Semoga bisa menjadi anak dan orangtua yang shalih ya :)

Salam hangat,

Hajah sofyamarwa
15 Oktober 2015

Tuesday, September 29, 2015

Proses Melahirkan Sesar Anak Pertamaku

8 September 2015
Sekarang masih pukul 5 sore, masih ada sisa waktu. Masih ada sisa waktu untuk memutuskan, apakah aku setuju untuk di sesar malam itu juga atau tidak.
Sebetulnya tak ada yang salah dengan sesar, hanya saja, selama 9 bulan kehamilan ini, aku sampai "terlupa" menyiapkan mental untuk menghadapi kemungkinan apapun selain normal pada masa melahirkan, termasuk jika harus sesar.

Pasalnya, selama 9 bulan rutin kontrol kehamilan, alhamdulillah kondisinya selalu baik, dan dikatakan insyaallah bisa normal. Do'a ku pun begitu.
Aku dan suami berencana menggunakan fasilitas bpjs dari kantor, maka kami sudah mengusahakannya dari jauh jauh hari. Hingga bila terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan, kami tak perlu menambah daftar kepusingan terkait biaya. Tak perlu lah ingin mendapat fasilitas mewah kelas 1 bintang bintang bersinar di rumah sakit, bila konsekuensinya kondisi janinku harus tidak baik, betul kan? Cukup lahiran normal di bidan atau klinik (faskes 1), semua sehat, selesai. Begitu do'a kami.

Ketika harus memutuskan
Aku adalah seorang yang didominasi perasaan. Maka jujur saja, ketika seluruh keluarga membantuku untuk mempertimbangkan banyak hal, dalam lubuk hatiku yg terdalam aku masih ingin mencoba untuk lahiran normal. Namun akupun pernah besar dalam lingkungan sains (waktu di biologi) yang berdasar data dan fakta objektif, jadi bukannya aku baper mulu terus ngeyel, aku cuma masih ingin tahu kondisi mata minus ku, masih ingin diambil lagi data CTG janinku. Maksudku, itu kan hasil tadi siang, sore ini setelah resusitasi ada perubahan ga?
Suster kemudian memeriksa denyut jantung janinku dengan dopler biasa, sekali waktu 140an, sekali waktu 170an. Mengagetkan. Katanya itu abnormal, tapi aku berpikir mungkin itu efek dari aku yang masih shock, jadi masih berharap lahiran normal aja.
Ah, saat itu aku berharap sekali pernah belajar tentang dopler janin, penggunaan ctg dan pembacaan data ctg. Tapi ya sudah, karena ada yang lebih paham, tentu kupercayakan saja.

Sesar VS Normal
Aku bukannya takut sakit kalau di sesar. Sudah banyak cerita kalau sesar itu kita dibius, prosesnya cepat, tidak sakit (saat operasinya), dan magic.. bayi mu sudah lahir :) memang akan berbeda pada fase pasca lahirannya, begitulah.
Hanya itu tadi, aku masih shock, ingin lahiran normal saja, dan merasa ini belum waktunya.
Mengikuti naluri seorang ibu? Bisa apa naluriku saat ini, aku belum punya naluri yang kuat terkait ini, dan akupun tak bisa gambling dengan memaksakan keinginan sendiri sementara janinku dalam kondisi yang kurang baik (faktanya, hasil CTG siang itu memang sangat kurang baik, kata teman teman dokter kakakku juga). Maka setelah proses panjang, aku cuma minta waktu sebentar untuk shalat magrib dan isya untuk memberikan keputusan.

Bersiap Operasi
Aku digiring (?) dengan kasur dorong ke ruang operasi setelah sebelumnya dipasangi kateter. Memasuki ruang operasi, jilbab berganti penutup kepala, dan baju berganti pakaian khusus operasi. 

Seusai berdoa bersama suamiku, tim medis membawaku ke ruang operasi, mengajakku ngobrol menanyakan hal-hal yang tak ingin kujawab saat itu semacam "rumahnyaa dimana bu.. di kampung apaa.. oooh sekarang di rumah orangtua dulu yaaa...." dan setelah itu rupanya aku tak sadarkan diri (baca : tidur!).

21:49, Hello my babyboy !
Mataku terbuka, lampu besar khas ruangan operasi yang biasanya cuma bisa kulihat di tipi tipi, kini menyapaku. Tak lama, terdengar suara tangisan bayi. Allahu akbar.. alhamdulillah.. "selamat ya bu, bayinya laki laki.."
Saat kesadaran mulai terasa, disaat sepertinya tim medis sedang memperbaiki kondisi perutku, aku baru berpikir dan panik.
Hah, udah selesai?!
Hajah : "Loh doook, tadi saya ketiduran ya? T__T
Dokter : "iya buu, gimana sih bu malah tidur.." (bercandaan)
H : "haaa, ko ngga dibangunin dok? T__T
D : wah udah dibangunin bu.. ibunya ngga bangun bangun.. (bercandaan)
H : *nangis bombay* T__T

* * * * * *

Setelah operasi selesai, diketahui bahwa sang janin ternyata lehernya terlilit tali ari ari 2x.
Allahu akbar..
tak perlu berandai andai, tak perlu menyesal, tak perlu berusaha melampaui apa kehendakNya, alhamdulillah, putera kami lahir dengan selamat sehat wal afiat.
Hari Selasa, 8 september 2015 pukul 21:49 dengan berat 3,3 kg, panjang 50 cm.

Dan setelah itu saya tetep nangis bombay dengan rasa campur-campur :"""))

Ditulis 29 September 2015
Haidar genap berusia 3 pekan
Tulisan sebelumnya : hari menjelang kelahiran (1)


Monday, September 21, 2015

Hari Menjelang Kelahiran Anak Pertamaku :)

Kakak (K) : kamu kapan mulai pindahan kesini? ( Margahayu -red)
Saya (S) : kapan ya.. deket HPL aja, tanggal 10 sept paling.
K : emang HPL nya kapan sih? Lupa.
S : 11 september :D
Adik (A) : maneehhhh ---_____---

Ya kira kira begitulah percakapan saya beserta kakak dan adik perempuan saya dalam sebuah grup whatsapp kami. Saat itu saya masih di rumah cibangkong gatsu, dan berencana mengungsi ke rumah orangtua pada waktu jelang HPL, hingga paska melahirkan nanti.

Kenapa mesti ngungsi?
Supaya lebih mudah kalau tiba tiba harus ke tempat persalinan, karena di rumah ortu kan ada bapak yang standby. Hehe

Sebetulnya emang kacau ya kalau saya baru mau pindahan h-1 hpl. Padahal yang namanya HPL itu hanya tanggal perkiraan. Hari Perkiraan Lahir sang calon bayi. HPL dihitung dari HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) dengan rumus tertentu yang menunjukkan waktu 9 bulan + 7 hari.
Waktu melahirkanpun bervariasi, dan sangat unpredictable. Bisa H-2 pekan, H+2 pekan dari HPL, atau bisa kapan saja.

Sabtu, 5 September
Saya dan suami menginap di rumah mertua. Boncengan pakai motor fixxion akang, sambil bawa gembolan peralatan bayi yang mau dicicil simpen ke margahayu (rumah ortu).

Ahad, 6 September
Ke margahayu cuma numpang ngedit dan ngerint surat perjanjian kontrak, lanjut nemeni akang ketemu yang mau ngontrak rumah pagi-pagi. Kapan mulai stay di margahayu nya? Besok deh ya.

Senin, 7 September
Menjalani hati seperti biasa, entah kenapa malah belum packing baju baju sendiri. Sore magrib akang pulang, saya ngga tega kalau ngungsinya sekarang, kecapekan. Lagian kamar di margahayu juga belum siap katanya hehe. Kapan mulai stay di margahayu nya?
Besok sore ya :D

Selasa, 8 September
Subuh menjelang, rahim saya mulai kontraksi! Subhanallah.. sejak pukul 04.30-08.00 ngga berhenti. Kami memutuskan untuk periksa ke bidan di Klinik Al Islam Awibitung, dan akang terpaksa harus ijin dulu dari kantor. Sambil nunggu digorengin bala bala sama akang, saya mulai packing baju pribadi, persiapin 2 tas. 1 tas untuk dibawa ke RS, 1 lagi koper buat stok baju di margahayu.
(Jangan ditiru, persiapkan 1 tas khusus berisi perlengkapan bersalin ibu dan calon bayi, sewaktu-waktu diperlukan tinggal angkut. Hehe)

Di Klinik Al Islam Awibitung
(Masih) naik motor, kami ke bidan awibitung. Entah kenapa begitu sampai sana, sambil nahan sakit, saya mual-muntah.
Sebelum mulai diperiksa, saya ditanya minus mata, 6. Katanya lahiran normal dengan bidan disini ngga menyanggupi. Harus konsul dulu dengan dokter mata, karena highrisk. Saya lumayan kaget, karena selama ini ngga pernah ada kemungkinan semacam itu.
Ditanya juga pergerakan dejan, nah gerakan dejan memang ngga seaktif beberapa waktu sebelumnya, makanya bidan menyarankan untuk periksa rekam jantung dedejanin (ctg), supaya bisa dapet lebih banyak info, khawatir. Cek pembukaan : pembukaan 2.
Sebelum uji CTG harus makan dulu, 15 menit setelah itu baru test.

Hasil CTG
Katanya kurang baik. Pas pas an. Baiknya nunggu dokter jam 1 nanti, dan saya harus diresusitasi (infus dan oksigen). Setelah konsul sama kakak (dokter juga) akhirnya saya langsung dilarikan ke IGD RS Al Islam (ga lari juga sih, nunggu bapak dateng dulu karena kita sekalian ngungsi bawa banyak barang hehe ).

Di RS Al Islam Soekarno Hatta
Di terima di IGD, di masukkan di ruang khusus persalinan dan di kasih oksigen (tanpa infus). Cek pembukaan : pembukaan 1 mau 2 katanya. Katanya saya Memang harus segera dirawat, tapi al islam penuh. (Kami berencana lahiran pakai BPJS), akhirnya dirujuk ke RS lain, RS Ibu Anak Humana Prima, rancabolang margahayu.

Di RSIA Humana Prima
Masuk (lewat) pintu IGD, dan biar dramatis duduk di kursi roda #eh. tiba tiba mual lagi dan muntah. Di bawa ke ruang bersalin, di pasang infus, cek alergi antibiotik, cek penggumpalan darah.

Disinilah saya merasa kaget.
Berdasar minus mata saya yang 6 itu, saya harus sesar. Cesss..
Perawat menelpon dokter dan disarankan untuk tindakan malam ini juga. Saat itu sekitar pukul 5 sore, dan tindakan jam 8, berarti 3 jam lagi.

Harus sekarang banget ini teh lahirnya?
Sesar kan bisa diatur waktunya, emangnya harus sekarang banget?
Kontraksi kan baru dari tadi pagi, dan masi pembukaan 2, sedangkan tadi aja di al islam ada yang pembukaannya udah berapa hari belum lahiran juga, harus sekarang banget?
Terus apa ngga bisa normal? Hpl kan masih 11 september, masih 39-40 minggu belum lewat batas waktu, kenapa ngga nunggu dulu aja?
Ya allah..
(Bersambung)  ke Proses Melahirkan Sesar (2)

Ditulis 21 September 2015
di sela sela waktu tidur nya :)

Sunday, September 6, 2015

Trimester Ketiga : Sendi Kaku Saat Hamil

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu
(QS. Lukman: 14).

* * *

Memang akan sangat banyak perubahan-perubahan yang akan kau rasakan selama kehamilan, wahai para wanita :))

Sedikit demi sedikit saya mulai merasakan bagaimana perjuangan mamah saya dahulu. Mungkin banyak yang tidak sama, entah lebih sulit, entah lebih mudah. Tapi namanya hamil, fenomena biologis yang memang sunnatullah, kurang lebih sama.

Sewaktu single dulu, saya termasuk orang yang 'cuek' dengan kondisi tubuh. Maksudnya, ngga terlalu banyak ngerasa macem macem. Makanya saya sempet bingung ketika dibilang saat hamil 'jangan capek capek', 'jaga kondisi', dll, karena saya sendiri seringnya ngga ambil pusing masalah fisik. Alhamdulillah memang ngga banyak sakit, tapi ya pas hamil jadi khawatir juga.

Trimester 3 ini, masyaallah..
Usia kehamilan semakin tua, perut semakin membuncit, perlahan dejan mulai membesar dan mencari jalan keluar.

Perubahan apa yang dirasakan?
- Saya cepat kesemutan tangan saat mengendarai motor. Ya, saya masi momotoran dan baru berhenti pada pekan ke 35 karena paksaan (hehe).
- Saat bangun tidur, sendi tangan terasa kaku, susah mengepal.
- kaki mudah bengkak
- seluruh persendian badan (kaki, tangan, pinggang) kaku dan sulit bergerak. (Rasanya semacam orang yang ngga pernah olahraga, terus tiba tiba olah raga berat, dan keesokan harinya saat bangun, badan encok encok. Bedanya ini sepanjang hari, dan semakin terasa encoknya hehe)

Apakah itu normal ?
Ya, memang begitu kondisinya, dan akan berangsur kembali paska melahirkan.

Saya hanya jadi kepikiran, saat melahirkan nanti, katanya ibu hamil butuh tenaga yang kuat juga. Dan dalam kondisi kaku kaku sendi begitu, bagaimana rasanya ya? Buat gerak dikit aja sakit badan, apalagi harus sekuat tenaga mengejan?

Allahu akbar..

* * *

"ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.."

Ya, Benarlah.. mungkin begitu lemah yang bertambah-tambah..

Ya Allah, kuatkan, sehatkan, mudahkan, lancarkan.. :")

Cibangkong, 6 September 2015
Hajah Sofyamarwa R.

Saturday, August 22, 2015

Pindah Rumah di 37 Minggu Usia Kehamilan

Sudah 37 minggu masa kehamilan.

Dedeeeek apa kabarr?
Maaf ya, pekan ini ayah sama bunda belum bisa nengokin dedek pake usg. Pekan ini ayah sama bunda lagi rame buat pindahan dari rumah eyang marrakesh ke rumah kontrakan yang di cibangkong.

17 agustus kemarin packing barang dan ngangkut pake mobil kolbak. Alhamdulillah mbah dedek yang di margahayu dapet harga sewa yang murah hehe (100rb. Tapi karena barang banyak jadi 150rb. Dan karena kasian udah muter jalan kepotong karnaval 17agustusan jadi 200rb).

Pekan ke 37 ini juga ayah ngedrop lagi dek, ternyata dari hasil tes widal ayah kena gejala tipes. Belum positif banget tapi harus lebih dijaga makanannya. Bunda sampe bingung nyiapin ayah makan apa. Tahu kukus, telor rebus, tahu rebus, telor rebus. Hihi kasian amat yak xp

PINDAH RUMAH
yap, pekan ini ayah sama bunda udah mulai tinggal di cibangkong dek. Rumah kontrakannya eyang marrakesh. Perasaan bunda campur aduk antara seneng, tenang, khawatir, takut, dll.

NYICIL PERABOT
Namanya hidup berumahtangga, baru kerasa perlu macem macemnya setelah hidup sendiri mandiri. Waktu masih tinggal numpang di ortu ato mertua, mana kepikiran ini : perlu baskom, saringan, gantungan panci, paku palu, jolang buat nyuci, bahkan piring makan, gelas, sendok, dll
Ya mungkin kepikiran, tapi karena merasa sudah ada, jadi ngga ambil pusing.

Bunda mulai nyicil nyicil perabotan rumah dek. Hehe. Bunda sama ayah dapet rekomendasi toko buat belanja perabot di kosambi, toko cici-cici gitu (bunda lupa namanyaa). Lokasinya di sebelah toko emas buana, depan kantor pos kosambi. Tapi jangan kaget ya, kondisinya ga rapi kaya di supermarket atau toko lain. Semua barang awut awutan, dan berbagai barang pecah belah berserakan di kanan kiri. Salut sama mamang yang jaga disana juga bisa inget lokasi lokasi barangnya hehe. Cici nya apal harga banget, daya ingat tinggi, dan ngitung cepet tanpa kalkulator.

Kalau naik motor dan belanjaan banyak, bisa pake jasa mamang becak, udah biasa. Tarifnya? Ayah bunda dari situ ke rumah cibangkong gang warta sekitar 30ribu. Itu udah sambil bawa lemari kaca piring loh, amazing.. hehe

HADIAH DARI YANG SAYANG
Alhamdulillah, kerasa banget ketika belum punya apa-apa kaya gini, keluarga-keluarga yang sayang sama kita ngasi hadiah. Kasur disubsidi ibu, lemari buku dari aki-ema, set meja makan dari bapak. Dan bicara hadiah-hadiah pas walimah. Alhamdulillah kepake bangett. Jazakallahu khairan temen temen semua :"))

Tips : kalo mau ngasih kado buat yang nikah, percayalah insyaallah akan terpakai. Tak perlu mrasa "cuma ngasih ini doang", toh ketika akan memulai di rumah baru, semua barang juga diperlukan :)
Barang paling banyak sebagai kado : sprei. Hehe

HASIL PEMERIKSAAN KANDUNGAN 37 WEEK
Periksanya di bubidan puskesmas :)
Udah telaten banget deh yang meriksa bunda hehe.
- BB = naik sekilo jadi 61 kg
- tensi = 90/60 selalu rendah
- posisi dejan = udah kebawah panggul, tinggal masuk dikit lagi
- hasil tes darah = alhamdulillah negativ hiv dan sipilis (program pemerintah), hemoglobin 10,8 (anemia sedang)

Insyaallah nanti ditengokin lewat usg y :))

Dirampungkan 25 agustus 2015
Pukul 23:37
Cibangkong, Gatot Subroto

Tuesday, July 28, 2015

Hamil 8 bulan : Tendangan Bebas!

Menakjubkan saat kau menyadari bahwa tendangan-tendangan bebas di perutmu semakin sering terjadi saja setiap harinya!

Aku ingat saat itu dokter bilang, kalau setiap harinya jumlah tendangan kurang dari 20, harus segera periksa. Tahukah? Padahal saat itu dedek janin belum banyak bergerak, jadi aku juga bingung apa yang harus dihitung.

Namun menginjak 7 bulan usia kehamilan, perut ini lumayan sering geli. Tendangannya kadang ke depan, kanan, kiri, atas, bawah, semaunya. Terkadang tendangannya terasa juga pada organ-organ lain tubuhku. Ajaib.

Menginjak 8 bulan, aku sudah bisa melihat pergerakannya dari permukaan perutku. Ya, pasti setiap calon ibu suka iseng ngeliatin perut buncitnya, dan excited ketika perutnya benar-benar terlihat bergerak! Hehe

02:54 dini hari saat aku menulis ini. Sejak pukul 01:00 tadi setelah makan, aku tak bisa tidur lagi. Aku memutuskan menulis ini tepat saat dedek janin mulai bergerak sangat heboh! Hehe. Btw, sudah 2 hari ini, setiap malam aku merasa mual, belum tau kenapa, tapi mudah mudahan bukan apa apa.

Oh ya, aku ingat salah satu sahabatku pernah bercerita tentang suaminya yang "kagok" ngajak bicara perutnya saat hamil. Nah, di saat waktunya, ternyata aku tak mengalaminya. Hehe. Alhamdulillah si akang adalah laki laki yang ekspresif, jadi dia ngga malu-malu-kucing kalo nyapa dedek janin di perutku. Hehe

Daan, aku paling seneng kalo si akang udah kegirangan karena pas lagi megang perut, si dedek bales nendang. Hihi. :")

Krucil keponakan2ku juga suka heboh pengen ngerasain tendangan dedek. Kalau lagi beruntung, bisa dapet momennya. Kalau ngga, terpaksa bundanya yang ngewakilin tendangannya. Hehe :p

Penasaran sama tendangannya?
Sini sini, bundanya aja yang ngewakilin! hehe :D

Kamar De Marrakesh, Senin 28 Juli 2015
32-33 weeks pregnancy

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...