Showing posts with label dormistory. Show all posts
Showing posts with label dormistory. Show all posts

Tuesday, April 23, 2013

DOT ORTODHONTIC Baby Hu*i



Waktu acara silaturahim asrama di kediaman bung akrim-fis di panyileukan, tuker kado dapet hadiah dot! 
Entah si pemberi terlalu visioner atau bagaimana. Hehe. Sesuatu banget.

Alhamdulillah
Jazakumullah :)

Monday, July 23, 2012

Sebaik-baik shaf wanita, shaf yang di belakang

Kok waktu shalat di masjid salman, shaf perempuannya dimulai dari belakang dulu sih? Bukannya shaf paling depan yang paling utama?

"Shaf wanita berada dibelakang shof pria, dan sebaik-baik shaf wanita adalah shaf yang di belakang." (HR. Muslim)

Akhirnya nemu juga haditsnya, alhamdulillah. Shalat di Masjid Salman itu emang paling unik. Shaf perempuan selalu dimulai dari tengah belakang, kemudian ke kanan kiri sampai shaf terisi penuh, baru dibuat shaf baru di depannya. Hal ini yang kadang ditanyakan beberapa teman seperti pertanyaan di atas.

Dari majalah Hidayatullah (Juli 2007), ketentuan tersebut memang baku sampai ada hal-hal tertentu (situasi) yang bisa mengubahnya. Bila perempuan diberi tempat khusus di masjid dengan tabir tersendiri yang terpisah dengan laki-laki, maka shaf terbaik bagi perempuan adalah yang paling depan, sebagaimana shafnya laki-laki.

Nah tabir tersendiri yang dimaksud itu seperti apa? harus tinggi atau pembatas yang pendek pun masih termasuk tabir? Kalo lihat kondisi di salman, pembatasnya rendah (perempuan bisa terlihat oleh laki-laki), dan shaf perempuan dimulai dari paling belakang, berarti (mungkin dugaan saya) pembatas itu belum disebut tabir tersendiri yang memisahkan dengan laki-laki. Wallahu 'alam

By the way, bagus juga kayanya kalo ada tempelan tulisan hadits nya di masjid, jadi yang mau shalat mengerti dan paham ilmunya, landasannya.

Terimakasih pada  Mbak Rini dan Bu Idar yang selalu merapikan shaf akhwat sampai rapi dan rapat shafnya.
Barakallah :)

* * *

Sunday, May 27, 2012

what's on my mind during shoes washing

sepatu kesukaan saya, yang crocs-like warna putih. saya sebut crocs-like karena aslinya memang bukan crocs, bahasa kerennya imitasi (baca: palsu). desainnya simple, ringan, murah meriah, match buat dipake buat padanan baju apa saja (sepatu satu-satunya hehe). Sudah terhitung sepatu crocs-like ke dua, karena yang sebelumnya rusak.

kelemahan sepatu putih itu karena kalau kotor sangat mudah dideteksi, dan terlihat jorok.
mungkin awalnya hanya kotor sedikit, namun lama-lama menjadi bukit kalau tidak dicuci.

saat itu di asrama, akhirnya saya iseng-iseng nyuci sepatu saya itu
yang kotor, menjadi super bersih.
dan tiba-tiba terlintas
"coba kalo dibersihinnya rutin, pasti lebih gampang dan cepat bersihnya. ga musti nunggu kotor buanget dulu kaya gini."
terus saya mikir lagi (tumben nyuci sepatu pake mikir hehe),
"sama ya kayak shalat. mungkin itulah kenapa manusia itu diperintahkan buat beribadah sampe minimal 5 kali sehari. bukan pada banyaknya ibadah yang harus dilakukan, tapi karena pada dasarnya manusia itu mudah lupa, mudah terkotori. kalau setiap shalat kita berdoa untuk dijaga dari yang kotor-kotor, insyaallah seharian ga akan kotor-kotor banget hasilnya."
Makanya, rajin nyuci sepatu ya, ga usah nunggu ampe kuotor buanget baru dicuci.
hehe
:)

kamar,
27 Mei 2012

Thursday, April 19, 2012

Belajar dari Shaf Shalat yang Bolong



Bismillahirrahmaanirrahiim..

Ahad, 15 April 2012
Dhuhur itu, tidak seperti biasanya, saya membantu mbak Rini dan bu Idar (karyawan salman-red) merapatkan shaf shalat. Hal itu jarang saya bisa lakukan (padahal harusnya anak asrama bisa), karena aktivitas semacam ini tidak mudah bagi saya. Walaupun pernah tahu bahwa shaf shalat harus rapat, saya masih segan untuk mengingatkan orang yang akan shalat. Pasti saat itu saya hanya dapat melakukannya dengan isyarat tangan dengan suara yang lebih kecil. Berusaha tidak menyinggung siapapun terutama jama'ah yang sudah lebih tua.

Shalat berjamaah akan dimulai, saya pun bergegas mencari tempat untuk saya shalat. Ternyata di shaf yang mau saya tempati, sudah penuh. Saya harus bikin shaf baru di depan. Grasak grusuk, saya dan beberapa jamaah lainnya membuat shaf baru sambil memakai mukena. Karena saat itu saya udah siap, saya langsung takbiratul ikhram dan mulai shalat mendahului yang lain.

Ibu-ibu di sebelah saya menyusul, namun menyisakan satu lubang kosong di shaf kami. Saat mulai shalat, beliau agak kurang merapat, sehingga antara saya dan ibu tersebut ada jarak yang cukup besar, yang bila saya coba bergeser, hanya akan memindahkan lubangnya ke sisi lainnya. Saat itu kami lagi shalat, dalam posisi yang tidak bisa berbuat apa-apa.
Padahal tadi di awal saya yang menyuruh jamaah untuk merapatkan shaf, tapi ternyata shaf saya yang berlubang, persis di sebelah saya!

Semoga shalat saya tetap diterima, karena saya memikirkan hal ini ketika shalat. Separuh berharap ibu tersebut akan bergeser atau akan ada orang lain yang mengisinya. Tapi sekali lagi, saat itu saya dalam kondisi shalat dan tidak tahu harus berbuat apa.
Mungkin ilustrasinya begini:

"Help. Ayolah ada yang datang dan ngisi shaf ini. Ayo pahami bahwa kami ingin shaf yang rapat.."

Oh ya kalo bisa telepati itu mungkin. Tapi toh saya kan ngga bisa.
Sampe beberapa rakaat, beberapa orang yang mau shalat, ngga mengambil tempat di sebelah saya. T_T

Terus saya jadi mulai mikir bahwa itulah salah satu alasan mengapa seharusnya setiap muslim memahami dan menjalankan agamanya, (kalau dalam hal ini keutamaan dari shaf yang rapat).
Bahwa dalam filosofi shalat berjamaah yang saya rasakan, pada dasarnya makmum harus 'kompak' saling memahami. Kalau hanya beberapa saja yang paham, jadi seperti istilah bertepuk sebelah tangan. Dan ini berlaku tidak hanya di waktu shalat, tapi kapanpun. 
Bahwa semua muslim memang harus paham dirinya sebagai muslim yang akan melengkapi yang lainnya seperti sebuah bangunan yang kokoh.
Bahwa seorang penyampai (dalam kasus ini saya yang meminta orang untuk merapatkan shafnya), memang hanya bisa menyampaikan, karena yang mengatur semuanya juga Allah.


Yang rapat ya shafnya!
Foot to Foot, Shoulder to Shoulder! :D

"Barang siapa menutup shaf, niscaya Allah akan mengangkat derajatnya satu kali dan akan membangunkan sebuah istana untuknya di Surga." (HR. Nasa'i & Huzaimah)


PS: Salah saya juga karena mulai shalat duluan, tanpa bersama-sama mengondisikan kerapihan dengan jamaah di sebelah saya. Alhamdulillah pada akhirnya ada juga yang mengisi tempat di sebelah saya, saat itu juga saya langsung lega.
Setelah shalat beres saya baru sadar ternyata dia temen satu asrama saya, Ami! Hehe Makasi ya! :)


Kamis, 19 April 2012
00:54

image source: internet (punten web nya tidak tercatat)

Sunday, April 15, 2012

Bapak Asrama Sepanjang Masa


Saya bersyukur setiap pekannya  --paling tidak--, mendapat sentilan inspirasi bergizi dari Mas Agung (begitu kami biasa memanggilnya) yang senantiasa istiqamah mengiringi setiap usrah asrama kami setiap sabtu pagi ba'da subuh.
Saya tidak tahu berapa tepatnya usia beliau, mungkin sekitar 50 tahunan, dengan beberapa helai rambutnya yang  kombinasi putih-abu. Seorang yang juga dosen di Teknik Sipil ITB yang dengan manisnya sering diiringi oleh istrinya, Bu Yani. Ibu  dokter cantik yang tidak kalah ramah dan bersahajanya :)

Di bawah ini, beberapa kalimat-kalimat sakti beliau yang rasanya tidak mungkin saya lupakan:
  1. Cepat lulus cepat menikah
  2. Selamat berjuang
  3. Temukan dirimu, temukan Allah
  4. Be proactive
  5. Dan beberapa lainnya.

Tanpa kenal menyerah beliau selalu memotivasi kami dengan cara-cara yang tidak biasa. Kalau boleh saya pinjam istilah dari Deka Kurniawan tentang bagaimana ia menggambarkan sosok seorang Anis matta, Mas agung itu seperti ini:
"Lelaki akhirat, yang kekentalan tashawur ukhrawi nya tercermin pada gelora jihad.  Seorang yang juga berjiwa pahlawan, atau seorang yang hidup dan berkarya bukan untuk dirinya sendiri."

Senantiasa berupaya membuat kami lebih aktif dalam diskusi, memiliki gaya biacara yang sangat ahsan dengan sebaik-baiknya penjelasan agar kami semua memahami.
Beliau selalu mengupayakan keseimbangan antara prestasi dunia kemudian membalutnya lagi dalam nuansa akhirat.
Rasanya beliau sudah sangat dekat dengan Allah, enak ya?

Ngga kerasa masa waktu di asrama tinggal kurang dari 3 bulan lagi.
Usrah dengan mas agung lah yang membuat saya ingin masuk asrama salman di awalnya, dan usrah dengan mas agung juga lah yang tidak mungkin saya lupakan hingga keluar nanti.


Barakallah Mas Agung dan Keluarga! :)

---------------------------------------------
Penyebutan panggilan mas agung karena ada semacam kultur  sejak dulu disini, bahwa seberapapun usiamu, pengurus dan pengurus lainnya memang saling memanggil mas. Walaupun bukan dari Jawa juga. hehe

15 April 2012
00:01
kamar 406

Saturday, April 7, 2012

mendidik anak #quotes

"Mendidik anak itu cuma sekali.
Dan ngga bisa diulang."

salah satu inspirasi pagi ini dari rangkaian kegiatan usroh asrama
Begitu kata ibu Elin (salah satu wali).

Kalo salah didik, misal sampe anak 20 tahun bengal, yaudah, ya kita ngga bisa mengulangnya.
ngga bisa kita balikin dia jadi bayi lagi.

harus 'berpengalaman' sebelum dituntut menjadi seorang yang pengalaman di saat itu tiba.
sedikit membuat takut ya? tapi mudah-mudahan jadi motivasi.
tinggal gimana persiapannya.

*alhamdulillah inget materi dari kelas biologi perilaku kemarin,
kalo anak manusia sama kaya anak burung kenari, bisa belajar terus menerus.
karena ada burung lain (sparrow apa ya namanya, lupa) yang hanya belajar pada masa kritis.
Kalo itu udah lewat, udah susah.

btw, pada dasarnya masa kritis di manusia juga ada sih ya.

sok atuh belajar lagi :)

Saturday, March 10, 2012

Hidup itu terkadang seperti mengepel selasar hijau salman :)


Tulisan ini dibuat sesaat setelah selesai melaksanakan piket selasar hijau salman di hari ahad pagi (12 Feb 2012).
Biasanya tiap ngepel selasar hijau saya belum dapet ilham ini, mungkin karena baru sekarang terpikir dan memang ada tugas mading di asrama putri.

Bismillah..
Kalian tentu sangat familiar dengan selasar hijau masjid salman, bukan?
Ya, kuperkirakan lantainya  hanya terusun dari semen, kemudian diberi sedikit sentuhan cat hijau. Tempat ini mungkin menjadi kenangan tersendiri bagi yang pernah berkunjung ke salman. Tempat kajian ifthar, duduk minum kopi/teh, atau sekedar menunggu teman.
Kawan-kawan dari Asrama Salman ITB memang memiliki jadwal tersendiri untuk melaksanakan piket di sekitaran salman pada hari ahad pagi. Biasanya asrama putra akan beramai-ramai kerja bakti di lapangan rumput dan beberapa tempat lainnya. Sedangkan asrama putri kebagianmembersihkan selasar hijau dan daerah depan kantin.

Apanya sih yang aneh?
hehe
Saya mau sedikit bicara tentang  sesuatu yang terpikir oleh saya di kala itu.
Mengepel selasar hijau terlihat tidak ada gunanya, karena toh mungkin kami hanya sekedar 'membasahi lantai'.
Sebelum saya di asrama, mungkin saya tidak pernah aware sama selasar hijau ini. Mungkin tidak pernah terpikirkan bahwa ternyata, ada loh yang selalu rajin bersihin itu lantai setiap hari. Kami sih mudah saja, hanya 1 hari dalam 1 pekan.

Lantai semen hijau itu setiap digosok berkali-kali, yang terlihat ya itu itu aja. Kalau kalian perhatiin lagi, ngga ada perubahan. Mungkin para pengepel nya juga merasakan hal yang penuh kesia-siaan.
Tapi di pagi hari itu, saya memikirkan hal lain, bahwa mungkin memang ada suatu pekerjaan  yang kita terus lakukan, tapi rasanya ngga ada efeknya, ngga ada perubahan. Adakalanya kita melakukan pekerjaan yang sejatinya ngga terlihat baik atau buruknya, seperti sebuah hal yang sia-sia.
Padahal kalau dipikir, misalnya ngga ada siapapun yang bertugas bersihin selasar itu, ngga ada yang peduli sama selasar itu, mungkin kalo lantainya dicolek, jari jari kita penuh sama debu ya?
Terkadang kita memang harus sabar (masih belajar) dengan proses yang musti kita laluin, terkadang musti sabar karena suatu pekerjaan itu rasanya sia-sia,
Tapi ya, mungkin sejatinya usaha kita itu sekarang jadi bahan buat ngebangun istana di surga. Ngga keliatan kalo pake mata dunia, percaya aja.

Ya, Hidup itu terkadang seperti mengepel selasar hijau.
Dampak dari perbuatan kita mungkin ngga keliatan sekarang, mungkin rasanya sia-sia,
Tapi percayalah (ayo percaya, jah..) bahwa ngga ada satupun yang sia-sia.
Ini proses, perlu bertahap!


hap hap
Selesai hari Sabtu, 10 Maret 2012
16:57
Warnet  Asrama

Ps: din, maaf ya tulisannya baru selese sekarang hehe :)
Dan walaupun mungkin ngga nyambung, yasudahlah ya hehe :p

Daerah selasar hijau Masjid salman yang selasarnya ngga kelihatan hehe. Diambil saat pasar seni itb, (Yudha PS, 2010)
image source : http://salmanitb.com/2010/10/salman-itb-pun-sesak-dengan-manusia/

Wednesday, December 14, 2011

nginjek kaca, bius pake air es

bismillah..
seperti yang dapat dilihat dari judul tulisan ini, saya mau cerita kejadian di dapur asrama tadi sehabis isya.

sebut saja ayu-- tiba tiba mengangkat sebelah kakinya sambil mengaduh. rupanya kakinya menginjak pecahan kaca yang entah berantah dari mana asalnya. saya pikir serpihan biasa, tapi kalau dilihat ternyata cukup besar dan dalam. langsung diicabut sakit banget katanya.

sampai akhirnya pecahan kaca itu berhasil dicabut, rasa sakitnya ngga kerasa.
tau kenapa?

rendam kaki dalam air dingin banget (air es), sampai kerasa mati rasa, cabut kacanya.
semacam bius gitu, karena kondisi dingin beku kan memang suka bikin mati rasa. (ngalihin fokus juga)

kalo kurang yakin dicoba aja
selamat mencoba! :D



14 Desember 2011
20:25
kamar 404


image source : http://telukbidaraku.blogspot.com/2009/05/kaca.html

Monday, December 12, 2011

run!

Pagi ini seperti biasa,
shalat subuh di masjid,
tilawah quran sedikit,
berdoa dalam sujud,
dan
terbangun dengan masjid yang sudah sepi -_-
hihi

memandang keluar jendela, lihat lapangan rumput salman di pagi pagi buta.
terbersit keinginan yang belum pernah terpikirkan selama berada di asrama salman.
LARI PAGI DI LAPANGAN RUMPUT!

Ya, kenapa tidak?
tadinya mau kumulai hari ini juga.
tapi bimbang.
bergerak pergi menjauh menuju tangga ke lantai 2, tapi kemudian berbalik, dan melihat lapangan rumput kembali, sambil menghirup oksigen segar cuma-cuma dari Sang Maha Pencipta

Mau lari, tapi rasanya malu dan ngga jelas kalo lari sendiri.
berbalik badanlah lagi ke tangga.

namun tak sadar kaki sudah melangkah ke lapangan rumput,
perlahan demi perlahan..
sampai di ujung dekat gerbang..
lalu,

lari deh sampe lantai 4!
:D

image source : http://jolitaasmara.blogspot.com/2011/04/often-at-times-unexpected-to-me-this.html


ajakin yang lain ah besok :)

12 Desember 2011
21:17
warnet asrama lantai 4
di tengah-tengah belajar ekologi :)

Monday, December 5, 2011

ADA FOGGING! KONDISIKAAN!

Masuk pekan ujian akhir..
Jadwal Ujian semester 5 plus tiket masuk nya:
1. Senin : Bioteknologi Tumbuhan (12.30-15.30) Oktagon @9017
2. Selasa : Biokonservasi (09.15.12.15) @9301, 9302 + laporan kulap
3. Rabu : Probis (07.00-09.00) @9022, TVST C + logbook + laporan pisang + revisi laporan hewan
4. Kamis : Biologi Sel Molekuler (07.00-09.00) @ 9103, 9104
5. Senin depannya lagi : Proyek Ekologi (12.30-15.30) @9307, 9308
6. Selasanya : Ekologi (12.30-15.30) @9213, 9214

Jadi inget pekan lalu pas mau ujian 3 Biostatistika.
1 bab terakhir belum saya review. Niatnya jam 8 setidaknya baca dulu, jam 9 baru ujian.
ternyata


ADA FOGGING!! KONDISIKAAN!
walhasil beberes lah saya.
dan 1 bab terakhir itu ngga sempet kebaca.-_-






itu akibatnya kalo manajemen waktunya kmrn blm bener.

tapi setelah ujian aga tenang, mudah-mudahan hasilnya baik.
doakan ya :)

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...