Showing posts with label angkot story. Show all posts
Showing posts with label angkot story. Show all posts

Thursday, November 13, 2014

Naluri Ibu

"Uhuk uhuk uhuk!"

Suara batuk bocah perempuan kecil dalam pangkuan ibundanya membuat mataku beralih. Mungkin usianya baru 4 tahun. Di sampingnya nampak sesosok bocah laki laki -abangnya- tergolek, tertidur pulas tak bisa diganggu. Di sudut angkutan umum ini Allah perlihatkan padaku, sebuah rekam adegan mengenai romantika seorang ibu dengan kedua anaknya.

Lama sekali bisa kutaksir usia bundanya, mungkin sekitar 35-45 tahun, masih terlihat begitu muda, tetap cekatan meski kulihat sambil menjaga 3 "gembol" barang bawaan. Dengan kondisi itu, tanpa pulasan make up dengan jilbab dan pakaian yang biasa saja, entah kenapa membuatnya justru begitu cantik.

Langit sudah menghitam, Bandung kini sedang dikaruniai rintik hujan dan cuaca dingin. Bocah perempuan itu masih terlelap. Wanita yang mendekap hangat bocah perempuan itu tak henti menciumi putrinya yang terlelap sembari terus terbatuk.

Ah, apakah itu yang disebut naluri keibuan? Sesuatu yang 'katanya' akan otomatis hadir ketika kita ditakdirkan menjadi seorang ibu. Akankah setiap wanita memiliki itu walupun punya latar belakang yang berbeda-beda? Membayangkan harus membersamai putra putri sepanjang hidupnya, membersamai setiap proses tumbuh kembangnya?

Terminal margahayu menjelang, sang ibu kehabisan cara untuk membuat si abang mau bangun. Disaat yang sama tangannya harus sibuk merogoh ponsel dari dalam tas, menggendong putri kecilnya, sembari memastikan 3 gembolannya bisa terangkut pulang.

Ah, Bukan hal yang mudah, sayang. Semoga Allah melapangkan hati hati kita, melunakkan hati kita, menguatkan kita dan membuat semua amal kita hanya tertuju untuk mendapat ridha-Nya..
Aamiin :')

"...Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur..."
-Qs. An-Nahl 16:78

Rabu, 12 November 2014
Padahal katanya sekarang hari Ayah Nasional

Saturday, December 21, 2013

Antara Transjakarta dan Angkot Bandung

Sebuah perspektif baru yang muncul ketika beberapa pekan lalu (5-8 Des '13) ada keperluan untuk bertandang ke Kota Jakarta. Di Bandung saya terbiasa bepergian menggunakan angkot, tanpa pakai ilmu perangkotan yang jelas, hanya berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang alakadarnya. *btw, emang ilmu perangkotan itu kaya gimana? hehe*

I'm totally blank about Jakarta, ditambah lagi saya sangat kurang dalam mempersiapkan perjalanan kali ini. Ngga punya peta jakarta, ngga punya peta busway, wajar saya banyak bengang-bengong aja disana hehe. Alhamdulillahnya ditemeni temen-temen yang lebih ngerti (thanks cham, ra, la, nes).

KESAN TERHADAP TRANSPORTASI JAKARTA
Jenis angkutan di Jakarta sangat beragam broo! Angkot, busway, bajaj (ternyata ini beneran haha), mikrolet, bus kota, taksi, kopaja, kereta, dll. Saat itu saya bingung daerah, jadi bingung juga harus pake busway yang mana. Sistem tranjakarta ini sudah sangat rapi dan baik, maka bagi yang baru pertama kali, asal ngerti sistemnya, akan mudah bepergian kemana-mana. Hampir di setiap halte selalu ada peta rute busway yang memudahkan pengunjung. Ini keren banget! (ketahuan katro ya saya.. -_- hehe). Selain itu, hanya bayar 3500 RUPIAH  SAJA bisa naik busway kemana pun kita mau, asal tau rute. Kondisi bus rata-rata nyaman (ber AC pula), petugas busway nya baik dan informatif, daaaan jalanan juga ngga macet karena punya jalur khusus (ini nih yang kata berita banyak pengendara yang suka melanggar).




saking katro nya saya foto in isi busway hehe

YANG SAYA BANDINGKAN
Berawal dari hal kecil ketika di halte busway saya bingung harus memilih bus mana yang harus dinaiki., saya kemudian terpikir hal ini. Perjalanan dengan transjakarta akan mudah karena kita sudah punya peta-nya. Sebelum berangkat, para penumpang harus jelas tujuan dan tau banget dimana harus turun. Tahu tujuan, ada peta, dan tahu dimana harus turun. Sedangkan saya, selama mengangkot di kota Bandung, ga pernah peduliin sama peta angkutan. Sekedar tahu tujuan, tidak punya peta, seringnya mengandalkan jurus 'tanya orang', turun naik sembarangan -_-.  Kalau dianalogikan pada saya, hampir mirip dengan saya yang seringnya let it flow saja hehe.

GAGASAN
1. Setiap angkot di bandung sebenarnya sudah jelas trayeknya, ada pengelolanya juga. (Untuk hal ini saya tidak banyak bicara karena belum punya data apa-apa hehe) Hanya mungkin, kita perlu merangkumnya menjadi sebuah gambaran besar utuh yang saling berhubungan, mungkin di buat sistem spt transjakarta. --> Perbaikan pada tahap ini, salah satu dampaknya berpeluang memperbaiki mindset seluruh warga bandung, dan memudahkan para pendatang.
Kalaupun ini sudah ada, berarti saya yang cupu, atau juga kurang sosialisasi hehe
2.Petugas Transjakarta punya seragam. Pernah saya lihat Supir Angkot Caheum Ledeng berseragam kompak polo shirt Hijau-hitam. Betapa indahnya bila para supir angkot bandung kemudian kompak berseragam :) <3 <3 (menurut saya ini bisa menjadi salah satu indikator bahwa sistemnya sudah cukup baik terorganisir)

BANYAK  HARAPAN
Bandung JUARA di bawah kepemimpinan Pak Ridwan Kamil  rasanya bukan sekedar mimpi.  Saya yakin transportasi di bandung akan menjadi salah satu agenda besar yang akan digarap. Beberapa bulan lalu juga dari pihak indie pernah mengadakan angkot day sebagai upaya kepedulian terhadap bandung.
Bandung lautan komunitas positif, dan saya yakin mereka akan bersedia gotong royong berkontribusi.

* * * * * *

Semakin banyak kita berjalan-jalan, semakin sadar bahwa bumi Allah itu luas, bahwa saya ini banyak sekali ngga tau nya, bahwa banyak pelajaran bisa diambil dan betapa dunia ini begitu menarik! Yah, Mungkin itulah berkah perjalanan. Perjalanan membuat kita menyadari apa yang sebelumnya tidak pernah kita sadari :)


Antara Transjakarta dan Angkot Bandung --- ceuk abdi. hehe

Kamar, 20 Desember 2013
Hajah Sofyamarwa

Friday, November 22, 2013

Mayonaise dan salad ala Supir Angkot


Saya aneh ngga sih, merasa aneh denger pembicaraan abang angkot yang topiknya mayones dan salad? hehe
image source : http://budiboga.blogspot.com/2006/05/resep-salad-mayonnaise-sauce-french.html

* * * *

Pikiran saya tergelitik kala mendengar pembicaraan ringan antara pak supir angkot dengan ibu-ibu. Entah darimana perbincangan dimulai, mereka membahas mayonaise dan salad.

Pak Supir (PS) : … iya, pakai tomat, daun selada dan bengkoang..
Ibu-Ibu (IB) : selada biasa tea?
PS : Iya, yang biasa. Pakai Bombay, dipotong-potong dicampur sama mayones, di aduk-aduk. Mun di urang mah jiga gado-gado kitu. (kalo di kita mah kaya gado-gado gitu)
IB : Oooh.. Iya, iya..
PS : Enak ya bu, aslinya makanan eropa eta teh..

* * * *

Sebuah perbincangan ringan, yang bagi saya entah mengapa begitu mengagetkan. Sebelumnya saya tidak pernah berpikir salad adalah sesuatu yang istimewa. Bukannya sombong, saya sih kan kalo ada kondangan nikahan bisa makan salad berasa gratis! *lemparsepatu*
Bisa jadi pikiran saya masih 'terjajah barat' sehingga berpikir bahwa salad lebih keren dari gado-gado. Saat itu saya hanya berpikir: "wah gaya euy, topik pembicaraannya!"
Kemudian saya takut, semoga pikiran itu bukan pikiran yang lahir dari kesombongan, atau perasaan diri 'lebih' dari yang lain. Astaghfirullah.

8 Oktober 2013

Thursday, November 21, 2013

kursi artis : berbagi rezeki, berbagi pengorbanan


Rezekimu tidak selalu yang hadir secara nyata di depan matamu, terkadang ia hadir dari pengorbanan orang lain. Pernah menyadarinya?

* * *
Saat itu sudah malam, angkutan umum semakin jarang. Lelah sudah menerjang, dapat duduk nyaman dalam perjalanan pulang sudah terbayang. Segera setelah dapat angkot, saya upayakan dapat duduk senyaman mungkin, walaupun hanya dapat duduk di kursi artis.

Daripada bengong, sepanjang perjalanan, saya fokus terus sama telepon genggam. Yang penting saya bisa duduk nyaman, ngga mengganggu orang toh?

* * *

Saya lupa persisnya kapan, saat itu angkot yang ditumpangi sudah terisi penuh, hanya tersisa satu kursi kosong di depan pintu, di kursi artis. Saya sendiri duduk tepat dikursi itu, hanya bersiap berbagi sedikit bila kemudian ada penumpang.

Tak lama seorang remaja berukuran agak besar masuk dan duduk tepat disamping saya, di tempat yang rawan jatuh itu. Sebagai penumpang baru, tentu dia berusaha untuk duduk dengan nyaman. Menjaga barang bawaannya agar tidak jatuh dan mulai tenggelam dalam aktivitasnya dengan telepon pintarnya. Saya hanya bisa "setengah duduk " menahan pegalnya kaki yang menumpu sebagian berat  badan, tanpa berkata apa-apa namun jadi memkirkannya sepanjang perjalanan pulang.

* * *

Mungkin kau akan ingat pada para petani padi, penjual beras dan penemu ricecooker atas nasi yang ada di piringmu
Mungkin kau akan ingat pada petani kelapa, pemanjatnya, penjualnya, pelepas sabutnya, pemecah batoknya, pemarut daging kelapanya, pengekstrak santannya dan pembuat cendol atas segelas cendol dingin segar bersantan yang kau minum di terik matahari

Kita itu banyak ngga tau nya. Bersyukurlah atas skenario Allah yang indah


Kamar, 3 Oktober 2013
22:16

Tuesday, April 23, 2013

ocehan transportasi bandung


"Krisis lingkungan muncul dari kesalahan yang fundamental, yaitu pada sistem produksi--dalam industri, pertanian, energi dan transportasi."
   
--Barry Commoner, politisi yang pernah menjadi Calon Presiden Amerika Serikat pada 1980

Sebagai penikmat angkot di Kota Bandung yang sering tersesat ini, sekali-kali lah ya ngomongin angkutan dengan rada "berisi " dikit, ada sumber bacaannya hehe.

Bandung adalah bumi tempat 21 tahun kehidupan saya di dunia. Menghirup udara, mengambil airnya, menapaki tanahnya, meraih ilmu, dan  lahan ibadah sebagai makhluk bertuhan.

Kalau melihat fenomena macet, kayaknya macet Jakarta udah sejak lama mulai nular ya ke mana-mana. Hehe. Pengalaman saya kalau pergi kemana-mana di bandung seringnya naik angkot dan nyiapin minimal 1 buku buat dibaca selama perjalanan (atau tidur :9) karena kalau kena macet kerasa banget waktu terbuang.

Dikutip dari majalah energy, ada 4 faktor yang memengaruhi laju transportasi: (1) waktu, (2) rute, (3) moda, (4) tujuan atau arah. Kemacetan terjadi umumnya karena orang bergerak pada rute, waktu dan tujuan yang sama, namun menggunakan moda yang tidak efisien.
Makanya angkutan yang bisa efisien ngangkut penumpang banyak itu jadi solusi paling oke.


"Jalan bukan untuk memindahkan kendaraan, namun untuk memindahkan orang."  
--Muhammad Akbar, kepala Unit Pengelola Transjakarta Busway, dikutip dari majalah Energy (2011) 

Angkutan massal paling tenar di bandung ya angkot itu, udah kojo pisan lah istilahnya kalo kata saya mah. Data total trayek angkot di Bandung ada 38 (Bandung dalam Angka, 2010). Angkutan massal lainnya bus, elf, becak(?), ojeg (?) dan yang terbaru TMB (Trans Metro Bandung).

TMB ini semacam transjakarta dan transjogja kali ya. Seinget saya juga ga baru banget sih, udah dari lama, udah ada halte dan udah mulai beroperasi, tapi saya belum pernah naik (kasihan ya). Belum pernah dapet sosialisasi tentang itu, kejelasan trayek, harga, dan ketersediaan unit. Entah ya mungkin saya aja yang ga gaul, tapi emang jarang liat. Kalau pun lihat juga ga eye-catching kayanya, jadi ga berkesan. Saya juga masih belum paham, sebetulnya apa keuntungannya naik TMB dibanding naik angkot. Jalurnya juga kayanya pake jalur biasa sih.

Kata Pak Akbar, angkutan umum harus dibuat menarik, punya keunggulan komparatif, misalnya cepat, murah, dan relatif nyaman. Mungkin itu juga yang bikin saya seneng main ke Jogja dulu, naik transjogja itu nyaman banget (ngadem, murah, nyaman).

Mimpi saya sih di kota kreatif ini, angkutan umum itu menarik dilihat dan nyaman dinaiki, pasti bisa deh. Sekarang kendaraan pribadi udah bejibun banyaknya, apalagi motor. Abang becak aja kalah saing sama ojeg sekarang (sedih liatnya).

Suatu saat nanti mungkin akan ada ungkapan, "ga gaul kalo ngga kemana-mana naik angkot!" hehe.
Atau mungkin nanti Anak Layangan "alay" akan termajinalkan dan berganti dengan Anak angkot "Aang"atau "Akot" (?) *maksa

FYI: Ternyata Angkot Margahayu Raya - Ledeng punya 125 unit dan menempuh jarak paling jauh (23 km) ! Yeeay! (padahal ga punya kepentingan apa-apa tapi seneng dong hehe)
(Data Bandung dalam Angka, 2010)


Yak, sekian mengocehnya! :D


___________
Terimakasih pada adek dimas  pelajar kelas 2 SMP, penjual majalah energy edisi Desember 2011 seharga 5000 rupiah di jalanan menuju Salman.
Yang pertama, karena raut mukanya yang gembira sambil bilang "bagus teh, tentang kemacetan, kemacetaan!"
Yang kedua, walaupun edisi lama, mimpi saya terwujud untuk bisa punya majalah energy, dengan harga miring pula hehe  *terharu* makasih ya diims! hehe

Lope you bandung lah! :3

Monday, March 25, 2013

Mural Sepanjang Jalan Babakan Siliwangi

Wujud dukungan para seniman dalam melindungi hutan kota di babakan Siliwangi :)
 























awalnya saya kebetulan lewat di daerah baksil. Lupa kalau saya sebenernya emang mau motoin. Lalu saya naik angkot caheum ledeng yang lagi ngetem. Tiba-tiba saya inget, akhirnya saya bilang sama abang angkotnya, "eh bang tunggu bentar mau turun dulu."
turunlah saya dari angkot, dan berjalan sepanjang baksil. 
Karena lama, ternyata angkotnya udah mulai jalan, pas ketemu saya, saya di klakson. karena belum beres fotonya, ga saya gubris #parah
padahal mungkin abang angkotnya udah baik mau nungguin (tapi gatau nungguin saya ato bukan sih #geer)

gambar muralnya masih banyak, tapi ga saya fotoin semua :)

Bandung, 24 Maret 2013

* * * * *

More and deep info :

Blog Kampanye Penyelamatan Taman Kota Babakan Siliwangi, Bandung – Indonesia

http://savebabakansiliwangi.wordpress.com

Tuesday, March 5, 2013

A' Sidik Sang Pengamen yang Enak


Hari ini hari selasa, seperti biasa ini jadwal saya mengajar privat di setramurni. Karena besok anaknya UTS, jamnya jadi ekstra, walhasil pulang lebih malam.
Tak seperti biasanya, saya diantar mang ajay sampai ke borma setiabudi, dengan ini saya jadi hanya perlu naik angkot caheum ledeng sekali untuk dapat sampai di kosan. Sesaat setelah duduk manis di angkot, saya galau antara turun dulu untuk ke borma atau tidak.
Tak lama kemudian seorang pengamen berstelan santai datang, menenteng gitar sembari makan sebungkus batagor.

"Ngiring mang.."
Dan sambil menyapa penumpang,
"Punten teh.. Makan teh? Lumayan buat ngeganjel.."

Angkot masih ngetem dan sayapun masih belum memutuskan untuk turun ke borma. Yasudah, tak jadi saja. Kemudian saya perhatikan, ada yang beda dari sang pengamen. Dan dengan mengumpulkan segenap keberanian, saya putuskan untuk menyapa..
"pulang kemana a'?"
"Cihampelas, teh.. Tapi ini mah mau ke balubur dulu, mau ke 'kape'."
(hah? Kape? Apaan ya? Kerja praktek?)

"Kape apaan ya a'?"
"Itu, kape, kape.." (sambil menunjuk warung-warung makan)
(oooh kafe maksudnya.. -_-  hehe :p)

Singkat cerita, sepanjang perjalanan kami ngobrol. Namanya Sidik, orangnya sopan dan sunda pisan. Beliau sudah sejak kecil ngamen di setiabudhi.  Bisa main gitar sejak kecil belajar sendiri dan ada pengurus yang mengajarkan (dari hari rusli katanya). Biasanya ia ngamen dari pukul 9 sampai magrib.

Saya kurang tau tepatnya, apa yang ia bilang tentang mengamen. Saat ini ia juga sambil menunggu pekerjaan. Ia bilang ngamen itu enak, santai. Bisa menghibur juga. Katanya walaupun sudah bekerja di tempat lain, rasanya tetap ingin di jalanan.

Saya bercerita tentang pengamen yang keliatan suka marah-marah kalau tidak diberi. Dengan bijak ia bilang, mungkin karena merasa ngga diwaro, ga ada respon dari penumpang setelah lagunya berhenti dinyanyikan, jadi kesal. Tapi ngga tau juga, katanya. Tergantung pengamennya.

Sangat terlihat bahwa ia menyenangi lokasi tempatnya ngamen, setiabudi. Anak-anaknya baik, enak-enak. (sering banget ia bilang 'enak' hehe). Santai, saling terbuka, saling ngajarin, saling ngedidik yang bisa dididik.

Ternyata a sidik punya keluarga besar. Ia tinggal dengan orang tuanya, dengan 6 adik! Tapi ia bilang, ga pusing. Kalau bisa ngasih uang, kasih, syukur. Kalau ngga ada juga ga apa apa.

Lama kami terdiam, a Sidik mulai memainkan gitarnya, sebuah instrumen pada awalnya (dan itu indah ) #so melankolis -_- hehe tapi beneran ini mah.
Setelah itu terdengarlah dendang lagu jangan menyerah-nya D'massive.

Sampai di gelap nyawang ia pamit turun duluan.
"mangga teh, assalamualaikum.."
"wa'alaikumsalaam.. Mangga-mangga.."

Dan sepanjang turun dari angkot sampai kosan kayanya saya senyam senyum sendiri hehe

******

Mungkin suatu saat bisa ketemu lagi ya a'!
Sukses! Orang baik dan rendah hati kaya a' sidik insyaallah jalannya mudah.

"Yah, itumah gimana kitanya juga teh.
Kalau kitanya baik, enak sama orang, pasti orang lain juga enak ke kita.."
--A' Sidik

Terbukti!


Saturday, January 5, 2013

Si Topi Bulu di Angkot

Sore tadi saya naik angkot, dalam perjalanan pulang dari lembang (Balitsa) menuju bandung.

Disambut pasangan penumpang bertopi bulu dengan style yang mentereng khas orang kaya, sempet kaget barangkali aku salah naik.
topi bulu ini maksudnya, dan mereka pake lengkap dengan syalnya. (source : http://irosli63.blogspot.com/2011/01/panorama-indah-di-tangkuban-perahu-tp.html)

Duo topi bulu ini jadi pusat perhatian angkot kami, maklum secara fisik mereka cantik dan ganteng. Yang perempuan berambut panjang keunguan, memakai kacamata hitam terlihat anggun dan pendiam, mungkin lelah. Yang laki-lakinya lebih jadi pusat perhatian karena sepanjang perjalanan tak habisnya ngobrol dengan ibu-ibu di angkot. Setelan kaos putih polos dan jeans, badannya berotot (ngeliat dari postur badannya atletis -__-) tipe tipe koko levi (hehe) rajin nge gym meureun. Dari suara dan wajah sepintas mirip Vino G. Bastian (halah ini jadi inget jaman jahiliyah SMP dulu)

Sepanjang di angkot saya ga lepas ngeliatin dia dan ikut ngedengerin. Karena beneran deh, menarik banget!
(seperti kebiasaan saya di angkot, kalo ada yang menarik ga bakal dilewatin)
Topi Bulu (TB) : Di lembang itu sate kelinci di sebelahnya ada juga yang jual kelinci hidupnya ya?
Pemirsa Angkot (PA) : Iya doong, disini mah asiik!
TB : Jadi kalau mau makan sate, bisa pilih kelincinya dulu ya, atau kalau pengen miara, tinggal pilih ya..
PA : Iyaaa..
TB : RAJA TEGAAA..
PA : ahahaha..

TB : Ibu-ibu di lembang sini oke-oke ya bu?
PA : oh iya doong!
-_-
Gubrag

* * *
Jadi ternyata mereka dari Makassar, lagi liburan ke bandung, tadi habis main dari Tangkuban perahu. Pantesan pake topi bulu itu, kedinginan. Tapi beneran itu nyentrik banget. Selama saya main ke tangkuban, kalau ada tukang topi bulu itu suka pengen beli karena lucu, tapi selalu mikir dipake buat apa? Saya juga mikir ga akan ada yang beli terus make itu! (ternyata ada ya hehe)

Yang paling saya suka dari orang itu, bisa enak banget ngebawa suasana. Pasti bisa deket sama siapa aja, karena semua orang itu disapa, di ajak ngobrol, dan sama sekali ga ada keliatan canggung.

Ini contohnya. Jadi ceritanya mereka mau jalan-jalan ke PVJ sambil nunggu malem berangkat ke cengkareng. Sama pemirsa angkot (ibu-ibu rumpi) dikasi berbagai pilihan tempat. Ya kampung gajah, ciwalk, the raid, dll. Tapi mereka emang tujuannya ke PVJ.

Namanya orang pendatang (apalagi mereka keliatan 'berada'), Terus bapak angkotnya nawarin buat nyarter angkotnya :
Abang Angkot (AA):  carter angkot ini aja sampai PVJ, biar ga kena macet, bisa motong jalan!
TB : Emang pengen naik angkotan umum pak, kan biar merakyaaat
AA : mending naik ini terus aja, macetnya bisa 3-4 jam
TB : kan seru pak, kaya kalo di jakarta naik busway, kereta, ojeg, bajay, semua udah pernah nyobain. Emang berapa pak kalo naik ini sampe sana?
AA : 300ribu aja langsung sampe depannya!

saya kaget, abang angkotnya oportunis hehe parah banget. Kalau kalian jawab apa? Ini kata si Topi Bulu:

TB : Wah sampe PVJ 300 ribu mending saya berenti di the raid terus naik kuda ke cengkareng pak kaya koboy gitu! kalo 300ribu, nanti malah gabisa pulang uangnya habis pak hehehehe

Pokonya alur pembicaraannya enak banget. Akhirnya kami mesti ganti angkot, turun di tempat yang sama. Dan saya ngarep bisa seangkot lagi.

...

Yak, seangkot!
Terus dia bilang "eh ketemu lagi!"
Ngobrol lah sepanjang perjalanan. Dari mulai calon gubernur jabar yang pada bintang iklan obat, kuliah, tukang baso, suhu, kerudung, sampe bicarain fenomena abang angkot oportunis tadi.

Dia bilang suhu di tangkuban dingin banget, tapi mataharinya nusuk juga (sambil ngeliatin otot tangan yang belang. Ehem. Sip mas)

Dia bilang, kalau di makassar ngga ada yang seperti itu. Dia taulah lagi di "manfaatkan". Katanya abang-abangnya keliatannya baik gitu nunjukkin, tapi ujung-ujungnya cari untung. Di makassar kalau ada pendatang, diperlakukan sama dengan warga aslinya, ga ada bedanya. Dia bilang istilahnya, ngga di patolo-toloi  (dibodoh-bodohi, bahasa makassar, --cek lagi ya). Apalagi dia bilang jurusannya ekonomi. Wajar sih.

* * * *
Ceritanya panjang kalau lengkap. Dari beliau saya bisa belajar bahwa komunikasi dengan orang lain itu akan nyaman bila baik. Dia punya sesuatu yang membuat nyaman orang disekitarnya. Dari luar kesannya hanya main-main, tapi toh sebenarnya sangat bijaksana. Bijaksananya memancar keluar, dikonversikan menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan.
Sopan, rame, mencairkan.

Nah jadi semakin pengen mendatangi banyak tempaaaat!
semoga bertemu orang-orang baik yang mau menuntun :D

_______________________________
Ah maaf ya kurang lengkap ceritanya.
Ini pengalaman naik angkot lagi setelah selama ini naik motor terus (yang jarang ada cerita anehnya).
Pokonya Hidup angkot!

Bandung, 4 Januari 2013

Thursday, October 18, 2012

lihat kakimu

Hanya berbeda waktu sedikit dengan yang sebelumnya. Kini sudah berganti angkot dengan kursi yang lebih empuk.

Ngapain ini ya si Hajah nyeritain sepanjang perjalanan di angkot, kaya ngga ada bahan lain aja yang lebih pantes buat ditulis?

Aku menulis apapun. Pengalaman sadarku. Perjalanan 1 jam lebih menuju kampus adalah waktu yang tak sebentar bukan? Mendapat ide untuk menulis adalah sebuah anugrah yang harus disyukuri. Langsung kucatat. Karena aku adalah orang yang sangat mudah sekali lupa, bahkan lupa perasaanku sendiri. Setidaknya menulis akan memperkuat ingatanku akan pengalamanku, syukur-syukur kalau bisa bermanfaat buat yang baca.


* * * *
Lambaian tanganku mengisyaratkan sebuah angkot panghegar-DU untuk berhenti. Di pintu masuk disambut uluran kaki yang tak kunjung melipat barang sedikit untuk mempersilakan penumpang baru. Posisi dudukku sudah enak, sampai tak lama kemudian angkot berhenti setelah sebuah suara mengatakan "kiri, kiri."

Oh bapak yang di depan pintu tadi.
Ia menyerahkan uangnya kemudian bersiap bebenah diri.
Meletakkan tangan di dasar angkot dan mulai merangkak untuk dapat turun.
Perlahan berjalan menjauh.. Bukan, merangkak menyeret kakinya.

Ya, kakinya ada. Tapi mungkin tak seperti kakimu yang membuat dirimu dapat berdiri tegak.

...

Selasa, 16 Oktober 2012

Kids, they're talking in english!


Masih di angkot yang sama, di kursi kerasku.
Dua kakak beradik laki-laki tak henti-hentinya berbicara dengan ibunya. Mungkin usia sang kakak sekitar 4 tahun, dan sang adik 3 tahunan.
Tak ada yang spesial sampai telingaku benar-benar terpasang  (baca=kepo) mendengarkan apa yang mereka katakan.

They're talking in english!

Dari tipe wajah kulihat mereka asli Indonesia, sempat terpikir betapa hebatnya sejak kecil anaknya sudah dibiasakan berbicara dalam bahasa Inggris. Lalu jadi membayangkan akan seperti apa kelak membesarkan anak-anak. Eerr.. kembali ke topik.

Aku bisa aja terus diam, tapi aku akhirnya milih untuk menyapa sang ibu. Yah sangat penasaran dan jadi nekat aja. Sempat terpikir untuk memulainya dalam bahasa Inggris, tapi ngga jadi hehe.
"Bu, anak-anak sehari-harinya pakai bahasa Inggris ya bu?"

Kira-kira seperti itulah aku memulai pembicaraan. Setelah beberapa diskusi, ternyata keluarga mereka sudah dua tahun di Inggris (di daerah apa tuh ya namanya lupa). Suaminya meneruskan kuliah di sana dan saat ini mereka sedang berlibur. Katanya kedua anak mereka jadi lupa sama bahasa Indonesia karena sehari-hari di Inggris pasti pakai bahasa Inggris.

Sang ibu malah jadi keasyikan cerita. Katanya dua anak mereka itu suka sama mosque alias masjid, paling suka kalau main disana. Tapi bedanya, di masjid sana anak usia dibawah 7 tahun ngga diperbolehkan masuk, jadi nggak ada ceritanya anak lari-larian di masjid. Katanya, batas tempat shalat perempuan dan laki-laki sangat ketat, jadi benar-benar ngga bisa saling ketemu. Selain itu katanya bulan ramadhan kemarin, semakin mendekati idul fitri, masjid semakin ramai (agak sedikit beda dengan di sini katanya, bener?).

Lalu aku penasaran, nantinya anak mereka kalau sekolah di Indonesia gimana. Ternyata mereka memang lagi libur, tapi bolos seminggu disini. Yang menarik, untuk anak diatas 5 tahun, kalau bolos sekolah, harus bayar 50 pound per orang yang membawa pergi sang anak. Semacam harus tanggung jawab karena membuat sang anak ketinggalan pelajaran. Aneh juga, keren pisan. Baru denger yang semacam ini.

Singkat cerita, mereka turun di kiara condong kemudian pamit.
Satu satunya kata dalam bahasa Inggris yang kuucapkan pada mereka adalah,
Bye bye!
:p

Wednesday, October 17, 2012

kursi keras dan kursi empuk kehidupan


Angkot margahayu yang kosong membuatku cenderung menempati tempat terdalam dan terpojok jauh dari dekat supir. Kubuka jendela, duduk pada sebuah kursi jok yang berbeda dari yang lain. Kursiku lebih keras di banding kursi lainnya yang terlihat empuk, mungkin pengaruh jenis isi busanya, setelah itu aku melupakan masalah kursi itu dan berfokus pada buku bacaan dari dalam tas ku.

Seketika mulai bosan, aku duduk menatap sekitar. Kusadari bahwa posisi dudukku begitu tegak. Ya, kurasa ini pengaruh dari kursi jok ku yang keras, yang diisi dengan busa yang berjenis keras pula.

Lalu pikiran itu muncul,
Aku membandingkan antara kursi yang keras dengan kursi yang empuk. Kursi yang empuk mungkin akan nyaman diduduki, saking nyamannya, posisi badanmu jadi kurang tegak, terlena dengan kenyamanan dari tempatmu berpijak, dari isi busa jok yang empuk. Sedangkan kursi kerasku ini walaupun tidak senyaman kursi empuk, tapi aku toh masih dapat duduk, dan posisi badanku bisa lebih tegak. Setidaknya aku jadi terpaksa tegak karena busa jok ku diisi dengan busa keras.

"Begitu kita lembut menempa diri, maka kehidupan akan keras menghantam kita. Namun apabila kita keras menempa diri, maka kehidupan akan begitu terlihat lembut dan indah."
--SMS Fajar Kampus Peduli 13 Oktober 2012

Yeah, what doesn't kill you make you stronger

Ditulis Bandung, 17 Oktober 2012
dari kisah di 16 Oktober 2012 :)

Saturday, September 8, 2012

jatuh yang bikin paham dan hati-hati


Pagi itu (070912) saya akan kuliah pukul 7 pagi. Biasa, naik angkot margahayu ledeng yang penuh dan dengan jalanan yang juga macet. Setelah lepas dari macetnya soekarno hatta, angkot itu berhenti karena ada penumpang yang mau turun. Karena posisi saya yang berada di depan pintu keluar, saya jadi harus turun dulu agar sang penumpang bisa lewat.

Tak ada angin tak ada hujan, saya merasa sudah tiba-tiba terbang tertahan kemudian beberapa milisecond kemudian saya sudah *gabrug* di atas tanah berpasir di pinggiran jalan dengan tas yang juga terlempar!
Mungkin kalau lihat gambar diatas, sangat mirip.kejadiannya, bedanya saya jatuhnya dari angkot -_-
Ditolongin sama teteh-teteh dan bapak-bapak. Terus saya naik angkotnya lagi sambil berusaha stay cool hehe

nah, sakit dong (iya, walaupun sepertinya lebih sakit karena malu hehe)
Terus saya naik dan nyari-nyari penyebab saya jatuh apa. Karena perasaan ngga ada yang nginjek atau apa gitu.

Ternyata di bagian bawah kursi yang saya tempati, memang ada patahan besi penyangga kursinya. Hipotesisnya, ketika saya turun, ya rok bagian bawah yang belakang nyangkut kesitu. (Bentuk rok saya rada rigid, bukan yang melambai-lambai lebar). Kalo dilihat penyebabnya (besi itu), tanpa ada kejadian tadi, saya ngga bakal sadar kalo hal semacam itu bisa bikin bahaya.

Saya pernah denger ungkapan yang bilang:
"Jangan pake rok kalo naik angkot."
Awalnya saya belum paham-paham banget, tapi memang setelah mengalami, saya jadi tau maksudnya.

Setelah peristiwa ini, walopun memar-memar dan malu *dikit* saya tetep seneng pake rok, bedanya saya lebih hati-hati, insyaallah.

Mungkin cerita ini sedikit memalukan, tapi mudah-mudahan bisa di ambil pelajaran :D
Lebih hati-hati ya akhwat :D

8 September 2012

Sunday, September 2, 2012

Dasar Hati

Sebuah perjalanan pulang di sebuah angkot margahayu
Datang seorang ibu beserta 2 orang anak laki-laki
Bajunya putih, elegant dengan jilbab silver, model-model ibu kalangan atas dengan segala perhiasan yang menempel dibadannya. Sedikit heboh tingkah lakunya. Pikiranku dengan seenaknya menghakimi.

Bbeberapa detik kemudian, tersihir oleh perilakunya. Hmm sangat sulit kulukiskan. Tak peduli walaupun ibu itu sadar bahwa aku terus memperhatikannya sepanjang perjalanan ke margahayu. Ya, benar-benar tersihir.
Kalimat-kalimatnya baik, menenangkan. Ucapannya bermacam-macam, namun entah mengapa yang kurasakan selalu ketenangan, damai aja.

Dasar hati.
Setidaknya detik ini perasaanku menjadi jauh lebih baik :)
Hari pertama di bulan September 2012 :)

_____________
dapat 1 referensi mau jadi ibu macam apa nanti. Yang ini ga kuceritain deh. hehe
kalau pinjam istilah teman, karena bahagia itu sederhana :)

*kukicaukan di twitter juga hehe :)

Thursday, June 21, 2012

Pulang Naik Bus Indramayu-Bandung :D

Harus saya akui, untuk hari kamis dan jumat besok tidak ada jadwal KP. Kenapa? Para penghuni laboratorium virologi Balitsa lagi pada kunjungan penelitian ke daerah Jawa Tengah. Otomatis pagi ini saya dan silat hanya absen ke sana, lantas pulang ke bandung.

Kali ini beda, setelah denger ada bus AC 5000 perak dari Indramayu ke Bandung yang lewat Cikole, darah saya mendidih (lebay) dan pengen pulang ke bandung naik itu. Rencananya Silat mau nebeng sama riksa (yang ternyata bareng koko levi).

Secara harga ngga jauh beda dengan naik angkot biasa

Jalur Angkot dari Balitsa sampe ledeng :
Cikole - St. Hall Lembang : 5000-6000 rupiah
Jalur Bus Indramayu sampe ledeng:
5000 (tadi ternyata 6000)

Tapi jadi punya pengalaman baru lah naik bus dari sini hehe.

Jadi bus ini biasanya memang lewat sekitar jam 8.10; 9.10; 10.10
2 kloter pertama udah ngga mungkin, jadi berharap banyak dapet kloter 3 yang jam 10.10

Alhamdulillah, sambil ditemenin silat, riksa, dan koko levi, jam 10.05 itu  bus nongol deh! Sambil teriak kegirangan (lebay) saya lari dan nyetop bus nya.

DADAH TEMAN!! MAKASI YAA UDAH MAU NUNGGUIN:D

DI DALAM BUS
Wah ternyata ga seenak yang dibayangkan. Bus sedang dalam keadaan penuh, otomatis penumpang baru ngga bisa duduk. Masih tetep berharap penumpangnya pada turun cepet, jadi bisa duduk. Hehe.

Bus nya ber-AC, ada tirainya, nyaman deh aslinya (apalagi kalo dapet kursii). Ukurannya kecil sih sebenernya. Lorongnya hanya bisa dilalui 1 orang atau 2 orang tapi sempit. Herannya sampe pengamen aja lagi riweuh begini masih sempet ngamen disini, mengiringi perjalanan sampai ke bandung.

Yak, 30 cm pengamen itu nyanyi di hadapan saya.
Ternyata sama sekali ngga romantis dinyanyiin begitu (yaiyalah)
(ada fotonya, ada rekaman suaranya kalo mau denger, minta aja ya hehe iseng)

BEBERAPA TIPS YANG KEPIKIRAN  
1. Waspada barang bawaan (dimanapun memang harus waspada. Apalagi kalo barang bawaannya banyak.) 
 2. Make it simple semua barang bawaan. Supaya ngga bikin repot diri kita juga siapapun yang ada di dalam situ, siapapun.
3. Penumpang perempuan yang dapet tempat, bisa nawarin perempuan yang baru naik untuk nyandar di kursinya. Ya, kadang suka canggung. Perempuan yang berdiri suka ngerasa ngga nyaman juga loh kalo berdiri deket banget sama laki-laki. Bener deh, was was. Jadi yuk, lebih perhatian lagi.  
4. Pakai baju yang nyaman dan ga bikin was-was juga. Meskipun udah terlindung dengan baju, rok dan kerudungan yang lebar buanget, biar bagaimanapun, perempuan pasti merasa was was. Ngga enak kalo diliatin. Beneran deh.
5. Harus nyiapin mental untuk berdiri terus selama perjalanan!:D

* * * * * * * * * * *
Mencoba sesuatu hal yang baru.
Saya sangat suka sekali dengan hal-hal  baru,
Tapi harus terus menyeimbangkan kesenangan dengan hal-hal lama yang menjadi rutinitas
:)


Di Hari kedelapanbelas KP
406,
21 Juni 2012
Dan sekarang harus packing keluar dari asrama :(

* * * * * * * * * * * 
dalam label angkotstory karena pengangkot ini lagi nyobain naik yang selain angkot hehe
maksa :D 

Tuesday, June 5, 2012

mau kesal juga jadi susah :')



Beberapa hari lalu saya berniat mengikuti sebuah kegiatan. Sampai hari H, mind set saya masih mengasosiasikan bahwa lokasinya di Wisma Unisba Ciburial (berdasarkan  info di email). Berangkatlah saya ke Ciburial dengan modal nekat karena memang lupa jalan dan angkot. Angkot Ciburial ini berjalan lambat karena menunggu penumpang. Jantung saya berdegup kecang takut nyasar karena rute nya agak terpencil.

Singkat cerita sampai di Wisma Unisba tersebut ditemani hembusan angin dan deburan debu. Sampai di aula, hati saya mulai ga enak. Kok sepi? Saya sms panitia..
"teh wisma ciburial yang sebelah mananya ya teh?"

Balasan sms yang masuk bikin saya speechlees, ternyata tempatnya bukan disini, tapi di mesjid Pindad di kircon
Apa?! KIRCON? O_O
Kalau digambarkan rutenya, seperti ini lah kira kira:
Googlemaps, 2012
Saya dari Margahayu (B ketutup gmbrnya) seharusnya ke Pindad (C), tapi ke Ciburial (A) dulu hehe
 

Seketika mata saya meleleh, hehe, bukan kenapa-kenapa, lemes aja. Sedikit menyalahkan diri sendiri , merasa sayang di waktunya, mengingat tertinggal materi yang semakin jauh.

Habis itu, apa yang saya pikirkan? Saya Cuma berharap saat sampai nanti muka saya ga ketekuk, ato tiba-tiba nangis kalo ditanya apa-apa #sedikitlebay

But, you have to face it, jah! Hehe
Akhirnya naik angkot arah balik deh.

TAPI (PASTI) TERSENYUM
Tiba-tiba beberapa anak SMP Babussalam naik, sebelumnya saya sempet jajan richeese sip dulu, trus saya tawarin aja ke mereka biar bisa ngobrol (hehe). Ga tau kenapa, saya seneng banget liat bocah-bocah SMP itu. Dan kalo diinget inget, saya emang seneng sama bocah-bocah usia SMP, gemes! Hehe (bukan pedofil -_-)
Pokonya part ini bikin senyum-senyum sendiri deh.

Tiba-tiba (lagi) angkot kami diserbu anak-anak SD yang baru pulang sekolah. Saking takutnya ga dapet angkot kali ya, semuanya maksain masuk. Ada yang berdiri di lorong tengahnya, duduk di pintu, gelantungan. Sampai kalo dihitung-hitung, total orang di angkot ini 24 orang #yeah

selesai deh ceritanya :)
Dalam suatu waktu saat kita sedih/tidak suka, tunggu saja beberapa saat -tak lama- akan ada sesuatu yang membuatmu jadi bersyukur dan tetap tersenyum lebar :D
berterimakasihlah pada Dia yang membuat  akhir yang terlalu indah hingga sulit membuatmu mengeluh

Angkot, 2 juni 2012

Thursday, January 5, 2012

Ikhlas dalam memberi, sebuah analogi dari (maaf) buang air

image source
Bismillahirrahmanirrahim..

Hey, maaf saya ngga bermaksud untuk ngga sopan, belajar bisa dari mana saja kan?
:)

Bicara ikhlas bukan sesuatu yang mudah dilakukan, tapi setiap manusia tentu saja berupaya untuk itu. Kenapa? Karena kebaikan apa-apa yang kita lakuin kalo  ngga ikhlas karena Allah atau terbersit suatu keinginan terselubung, musti di cek tuh diterima ato ngga nya sama Allah. (Karena masalah niat itu sulit dideteksi, keserempet dikit bisa belok ke riya')

biar lebih nyambung, Ikhlas kalo secara bahasa, maknanya: 
bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja dengan menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.
Sedangkan secara istilah :
ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.


Sering kita dengar, ikhlas itu dianalogikan seperti (maaf) buang air. Hal ini baru saja diingatkan lagi oleh seorang ustadz, dalam suatu pengajian yang saya hadiri.
Kita ngga pernah --dengan sepenuh hati-- nginget-nginget kapan terakhir kita ngelakuin itu, atau hapal bentuknya gimana, atau akan berhilir kemana, dsb (ini tadi kata ustadznyaa hehe). Ya setelah kita melakukan itu, yang muncul adalah perasaan lega dan ngga berusaha mengingat-ngingat atau mengungkitnya lagi.

Nah, tadi pas di angkot, itu saya pikirin lagi, sampe ngotot mau ngejadiin ini bahan tulisan hehe, semacam upaya mengikat makna tea :)

Filosofi ikhlas memberi seperti analogi dari (maaf lagi) buang air,
Bener banget! Saya ingin mengupasnya secara lebih mendalam hehe
Sekarang temen-temen membayangkannya jangan hanya ketika kegiatan buang air itu SUDAH selesai dilakukan, tapi proses ketika bahkan PERASAAN INGIN buang air belum ada, jadi jauuh sebelum itu. (ini yang membuat analogi proses ikhlas lebih ngena).

Ini ilustrasi kalo orang sakit perut (kebelet) gitu ya :
Perut kosong -> makan banyak -> kenyang -> secara alamiah tubuh memproses (mengambil hanya zat yang diperlukan tubuh, membuang yang tidak diperlukan) dan HARUS dikeluarkan -> buang air -> lega dan lupa

Bandingkan dengan proses ikhlas dalam memberi (contohnya mau ngasi uang ke pengamen):
Hidup biasa -> dapat banyak rezeki uang (sadar atau engga) -> berlebih ->  secara alamiah memenuhi kebutuhan, namun masi menyisakan rezeki yg belum dimanfaatkan ->  memberi pengamen -> lega dan lupa

Mudah mudahan bisa dimengerti ya hehe
Yang ingin saya tekankan adalah
  1. ikhlas memberi sama orang lain itu pada dasarnya fitrah manusia, pada dasarnya fitrah kita itu baik dan ingin meringankan orang lain.
  2. Ikhlas memberi sama orang lain itu (krn itu fitrah kita) bikin kita jadi 'kebelet' untuk ngebuangnya alias buru-buru ngasiin ke orang lain
  1. Setelah itu kita lakukan, kita lega karena perut kita udah ngga sakit (sedekah sudah dilakukan, jadi ngga ada 'hutang'), timbul perasaan lega dan kemudian mudah kita lupakan bila proses ini dilakukan secara rutin.

Satu lagi, persiapkan diri selalu dalam keadaan 'kebelet'. Kebelet ngasi orang, kebelet  berbuat baik sama orang, dan kebelet lainnya :)

wah maaf ya kalau tulisan ini agak aneh
Hikmah bisa didapat dari mana saja bukan?
Sama sama belajar ikhlas lah ya,
Mudah mudahan maknanya sampe :D

Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat.”
-perumpamaan dari ibnul Qoyyim-


sumber pustaka lain yang pastinya lebih bergizi:
Bugi, Mochamad. 2008.


Kamis, 5 Januari 2012
22:37
kamar

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...