Showing posts with label my favourite things :). Show all posts
Showing posts with label my favourite things :). Show all posts

Monday, September 7, 2015

Kunjungan Bapak Siang Ini

Bakti seorang anak perempuan yang telah menjadi istri, telah berpindah pada suaminya, pada keluarga suaminya. Walau bagaimanapun, tetap orangtua kandungnya masih harus tetap ia perhatikan, dalam porsi yang semestinya, karena ia tetap punya hak dan tanggungjawab di mata Allah.

Siang ini, seusai shalat dan goler-goleran iseng sambil membuka gadget, bapak ku datang berkunjung. Aku jadi teringat masa-masa ngekost dulu saat bapak berkunjung, makan di warteg bersama, dengan nuansa yang sedikit bicara namun dengan kesan yang begitu mendalam.

Kangen.

Beliau tetap sederhana saja seperti biasanya, hanya minum segelas air putih yang ia ambil sendiri, begitulah kami. Berbincang sedikit tentang rencana ungsian ku sementara kembali ke margahayu ke rumah orangtuaku, pada masa masa kelahiran anak pertamaku. Justru kini aku yang terus berusaha mencari topik pembicaraan, berusaha menceritakan apapun, karena berbincang lagi dengannya terasa semakin menyenangkan.

* * *

Ya, kebersamaan yang sepanjang waktu memang terkadang harus kita hentikan sejenak, biar rindu-rindu itu hadir dan mewarnai hati kita masing-masing
:">

Mungkin benar katanya, daddy is daughter's first love.

Cibangkong, 7 September 2015
Hajah Sofyamarwa R.

* * *

*Jangan protes sama potonya yang samsek tidak dramatis hehe. Itu ada foto bapakku lagi naik motor kok, tampak belakang, udah jauh aja. Hehe xp

Wednesday, May 6, 2015

Gabung Komunitas Blogger BDG

Kamu doyan cuap cuap di blog tapi belum gabung dengan komunitas blogger?
Coba cari dan gabung deh!

Saya belum lama ikut komunitas Blogger BDG via group facebook. Ya belum lama, baru sekitar 11 jam yang lalu. Hihihi.
Udah hampir 5 tahun blog ini ikut membersamai, saya malah baru ikut join. Hehe katro nyaaa..

Pertama kali dikenalkan sama teh Nurlienda Hasanah, tapi belum langsung nyari grupnya. Kemarin kemarin baru aja diminta biodata untuk keanggotaan, jadi skrg udah bisa join deh.

Diantara milyaran komunitas dan seliweran informasi masa kini, grup facebook, atau bahkan grup di chat messenger kita, kita tetap harus menentukan, mana komunitas/group yang benar-benar kita fokuskan, mana yang sekedar lewat. Karena menulis adalah bagian dari separuh hidup saya *halah*, maka sudah seharusnya komunitas ini saya geluti dari awal.

Saya belum bisa cerita banyak tentang komunitas ini, tapi sekilas liat perjalanannya, saya merasa begitu banyak hal yang belum dipelajari tentang perbloggeran. "Oh ternyata begini ya, oh ternyata bisa begitu ya.." harapannya ilmu yang didapat nantinya, bisa bermanfaat, dipahami dan diamalkan.

3 orang pertama yang berkenalan Adalah Bang aswi sebagai adminnya, Ummi Bindya istri bang aswi, dan ida tahmidah (www.idatahmidah.com) emak emak blogger yang punya anak doyan nulis juga.

Makasih ya, semoga makin konsisten dan komitmen lagi baca-tulisnya. Semoga dengan ikut komunitas blogger BDG bisa semakin ningkatin ilmu dan skill dalam dunia persilatan blogger. Terutama, benar benar bermanfaat buat kehidupan nyata kita, bukan sebuah kesia siaan belaka yang nantinya akan hilang sekejap tak bersisa.

6 Mei 2015
Pagi yang cerah

Tuesday, December 16, 2014

Memelihara Ketertarikan untuk Disiplin Diri

"Emosi adalah elemen penting untuk belajar."

Meski manusia dewasa harus dapat mengendalikan emosi, manusia tetap memerlukan emosi untuk mendorong semangat kerjanya. Emosi adalah elemen penting yang membuat anda ingin mendalami sesuatu. Tengoklah para musisi-musisi hebat, atlet-atlet kelas dunia atau para pemimpin terkenal. Mereka melakukan sesuatu "di drive" oleh emosi emosi positif. Emosi itu berarti semangat, ambisi, keinginan kuat, dan napas membara untuk melakukan sesuatu yang besar, agung, dan menciptakan kekaguman.

Itulah Sebabnya manusia perlu menekuni hobinya. Apapun itu tidaklah begitu penting. Yang penting anda memelihara ketertarikan. Manusia secara otomatis akan berdisiplin diri karena ketertarikan.

Manusia berdisiplin yang menjadi driver adalah manusia dengan ketertarikan pada bidang tertentu. Manusia-manusia seperti ini bergerak ke depan (moving forward) dan optimistis. Sedangkan mereka yang tak memiliki ketertarikan tidak memiliki disiplin diri akan bergerak mundur (moving backward) dan cepat menyerah."

Rhenald Kasali, "Buku Self Driving"  h.129. Dalam bab 6 bertajuk Self Discipline

* * * * *
Kadang saya suka malu menunjukkan bahkan menutupi apa yang sebenarnya menjadi ketertarikan. Hehe. Padahal penilaian orang toh tak sebegitu penting dibanding apa apa yang terjadi pada diri kita. Ketika kita memang suka, ya suka saja, yang terpenting adalah pelihara keunikan kita.

Proses membaca yang paling asik adalah ketika selesai membaca, kita bisa menangkap langsung realitasnya pada kehidupan sehari-hari, mengaitkan dengan diri sendiri atau kalau tak bisa, kita dimampukan untuk mengingat pengalaman kita yang berkaitan dengan bacaan kita.

Nah, Terkait memelihara ketertarikan ini, saya melihat contoh nyatanya pada diri si suami (ciyeh). Ketertarikan pada suatu hal, memang membuatnya menjadi berdisiplin pada hal tersebut, misal setiap jam 11 harus melakukan apa, setiap pekannya harus melakukan apa, dan setiap 2 pekan harus melakukan hal tertentu. Entah dia sadar ato ngga, saya mengamati bahwa dia memang menjadi disiplin sama hal itu.

Saya mau ambil contoh dari dosen juga, contohnya pak taufik (pembimbing saya) yang punya ketertarikan di bidang fotografi sampai sekarang, trus pak wahyu s (dosen fisika, dikasi tau suami) yang jago sketsa dengan pesan moral yang keren.

Hehe.
Lalu apa ketertarikan mu, jah?
Mengamati, membaca, membahas bacaan, membahas pengalaman membaca, menuliskan, proses belajar. mendesign, melihat membayangkan hal kreatif, tema pendidikan, tema keluarga, perkembangan anak, psikologi dan manusia, jurnalistik dan literasi, mendengar, pemikiran, dll
Nah, belum ada yang terdisiplinkan atau sengaja di program, jadi harus lebih diperhatikan dan diseriuskan nih.

Bismillah ya :)

Thursday, December 11, 2014

Asyiknya Ditampar Buku Self Driving Rhenald Kasali

Satu lagi buku bergizi berhasil hadir di depan mata! Alhamdulillah :)

Dikenalkan pertama kali oleh pak hernowo dalam ulasan-ikatan- makna-nya, serta sedikit kutipan cerita dari salah satu sahabat saya, hani. Buku SELF DRIVING nya Pak Rhenald Kasali ini seperti diramu dari berbagai bahan pilihan yang memang membuat para pembacanya merasa terus "tertampar" setiap membaca halaman demi halamannya. (Ya gatau ya, saya sih ngerasa begitu hehe).

Apa yang disampaikan melalui buku ini begitu cocok dibaca oleh siapapun, terutama bagi yang sedang dalam masa penyadaran diri. Itulah kondisi saya pribadi saat awal membaca buku ini. Saya merasa ini saatnya benar2 memegang kendali terhadap diri saya sendiri. Tidak mudah, tapi insyaallah saya akan sangat senang untuk menjalani prosesnya.

Buku ini menggambarkan perbedaan nyata dari karakter seorang passenger dengan driver. Ternyata banyak orang yang ngga sadar kalau sebenernya masih hidup dengan mental passenger, tak terkecuali orang-orang yang sudah berpendidikan tinggi bahkan sudah punya jabatan.

Menariknya, sejak awal justru dibahas mengenai sistem pendidikan yang ada di indonesia ini, khususnya lulusan lulusan universitas. Ngga main main, dibuat dari persepektif seorang calon rektor yang akan "meramu" sebuah sistem pendidikan. Kalo boleh meminjam istilah bang aad mah, jadi melihat dengan helicopter view nya.

Tadinya saya mau rajin posting rutin resumenya, tapi saking bergizinya buku ini, saya bener bener harus perlahan melahapnya untuk bisa mengambil saripatinya. Membaca adalah sarana, yang terpenting adalah bahwa dengan membaca, kita secara sadar melakukan perubahan atau perbaikan kita menjadi lebih baik.

Karena saat ini lagi baca bab 8 tentang play to win, saya bocorin sedikit ya, meurut saya : buku ini bukan menampar orang-orang pada titik ekstrim, justru buku ini "menampar" orang orang pertengahan yang terkadang hidup sekedarnya, istilah pak rhenald : play not to lose. Yang tidak terganggu dengan gejolak sedihnya kekalahan, tapi juga tidak berjuang sepenuhnya mencapai kemenangan tertinggi, terlalu aman.

Kalau dipikir pikir, Allah juga nyuruh kita minta surga terbaik (ekstrim kanan), dan menjauhkan diri dari neraka (ekstrim kiri), kan? Ngga nyuruh kita untuk jadi biasa biasa aja?

Semoga proses absorpsi isi buku ini membuahkan hasil terbaik ya!
Selamat membaca, share pengalaman baca mu ya! :D

De Marrakesh, 11 Desember 2014

Thursday, July 24, 2014

Greatest Love Of All lyrics

I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's laughter remind us how we used to be

Everybody's searching for a hero
People need someone to look up to
I never found anyone who fulfilled my needs
A lonely place to be
And so I learned to depend on me

[Chorus:]
I decided long ago, never to walk in anyone's shadows
If I fail, if I succeed
At least I'll live as I believe
No matter what they take from me
They can't take away my dignity
Because the greatest love of all
Is happening to me
I found the greatest love of all
Inside of me
The greatest love of all
Is easy to achieve
Learning to love yourself
It is the greatest love of all

I believe the children are our future
Teach them well and let them lead the way
Show them all the beauty they possess inside
Give them a sense of pride to make it easier
Let the children's laughter remind us how we used to be

[Chorus]

And if, by chance, that special place
That you've been dreaming of
Leads you to a lonely place
Find your strength in love

***
I would write something about this song, someday
:)

Friday, May 31, 2013

Bincang Jurnalis Bergizi dengan Pak Budhiana

Ini dia!
Kalau di film-film kartun, tiba-tiba ada lampu bohlam nyala di atas kepala :)

Aku benar-benar bersyukur atas pilihanku untuk mengikuti forum ini. Setelah bernostalgia main gagarudaan ada lima bareng dengan teman-teman salman media, kami, para SUJU (Supporting Journalist hehe), berkesempatan untuk berdiskusi dan makan siang (baca: ditraktir hehe) sama Pak Budhiana Kartawijaya (Dewan Pembina). Pak Budhiana ini Pimred Pikiran Rakyat.

Bismillah..

* * *

Pada kesempatan kali ini, Pak Budhiana menceritakan hal-hal yang kaya gizi dan nutrisi! Diawali dengan pertanyaan, "mengapa mesti ada Suju?". Supporting journalist dari tiap unit di salman ini bukan sekedar "membantu" tim salman media dalam memberikan berita-berita, melainkan mendukung visi besar mengenai  Salman Cyber Mosque. Apa yang ada dalam pikiran kalian mendengar kata Salman Cyber Mosque ? Fokus intinya bukan pada semua komputerisasi, dll semacam itu. Tapi bagaimana salman bisa berbagi, menginspirasi dan mendorong masyarakat supaya produktif di IT.

Di era informasi ini, insan jurnalis diharapkan menjadi Prosumen. Apa itu Prosumen? Kalau yang kutangkap dari beliau, Prosumen adalah kombinasi dari Produsen dan Konsumen. Dimana kita tidak hanya sekedar menerima lalu lintas informasi yang ada, tapi juga dapat mengolahnya dengan baik, serta memproduksi informasi yang bermanfaat.

Alasan yang kedua, salman sebagai pengguna dana titipan umat, dana publik. Tahu sendiri kan, banyak donatur yang mempercayakan rezekinya lewat salman? Nah sebagai lembaga yang amanah, tentu segala pelaporan harus dilakukan. Pak Budhi menjelaskan, selama ini pelaporan dilakukan ke akuntan. Dalam laporan teknis semacam itu, tidak semua pihak akan mengerti, kan? Maka, laporan kepada publik harus berbentuk soft language, artinya dengan bahasa-bahasa yang lebih mudah dipahami siapapun, dalam hal ini reportase berita-berita kegiatan. Selama ini, masih banyak orang menganggap pemberitaan media itu sunnah, padahal wajib. Itu bentuk pertanggungjawaban terhadap publik.

Kau tahu? Sebelum media salman didirikan, orang-orang curiga dengan salman. Salman di cap ekstrimis-lah, teroris-lah, dll. Kenapa? Mungkin karena itu, pelaporan publiknya belum gencar, karena belum produktif membuat informasi-informasinya. Setelah mulai concern pada media, bahkan salman sempat loh menarik perhatian Monash University dan Kedutaan Amerika.

"Kalau kita tidak bermedia, 
kita akan didefinisikan orang lain."
-- Budhiana Kartawijaya

Setelah ini, kita tidak pernah tahu, akan terus menjadi wartawan beneran, wartawan freelance (nge-blog pribadi), atau bahkan tidak sama sekali. Tapi, menjadi jurnalis itu melatih kepekaan kita terhadap lingkungan. Ada hal-hal kecil yang biasa namun bisa dipandang sebagai sesuatu yang luar biasa. Contoh sederhana saja, mungkin sangat biasa bagi kita melihat ada kopi dan teh yang disediakan gratis di salman, karena kita memang sudah terbiasa melihatnya sepanjang hari. Tapi,bila hal "biasa" itu kita publikasikan, mungkin bisa menjadi inspirasi untuk masjid-masjid lain, dan itu bermanfaat, bukan?
Contoh lainnya, para karyawan di salman yang bertugas merapikan dan menjaga sepatu-sepatu kita. Tidak semua orang cukup peka untuk menyadarinya atau sekedar menyatakan "maaf", atau "terimakasih". Ketika jurnalis mengangkat hal itu, orang yang membaca mungkin jadi lebih sadar dan lebih menghargai mereka, ya kan?
 
Pak budhiana menyorot sedikit mengenai kesalahan yang kadang ada pada pers mahasiswa. Yang pertama, ikut "nimbrung" dengan permasalahan dunia (isu global), namun tidak membahas implikasinya  pada lingkungan sekitarnya. Kalau begini saja, mungkin beritanya akan kalah dengan media-media yang sudah lebih mendalam. Sangat baik membahas permasalahan global, mahasiswa seharusnya memang peduli seperti itu, namun sebaiknya isu global yang ada dicari implikasi terhadap lingkungan sekitarnya.
Kesalahan kedua terkadang diisi oleh pengasuh yang ngarang membuat opini. Sebaiknya reportase, jadi dapat menggambarkan apa yang terjadi sebenarnya.

Sebagai penutup pak budhiana menjelaskan bahwa reportase tidak harus selalu dari hal besar. Reportase itu memaknai sesuatu. Jurnalistik itu intinya bercerita tentang manusia. Kalaupun berfokus pada suatu objek, tetap memaknainya dengan keberadaan manusia. Jurnalistik itu pengayaan batin terhadap kemanusiaan. Jurnalistik dapat menjadikan semua hal itu penting, tergantung dari sisi mana kita memandang.

* * *

Setelah itu kami ke WS DU tapi lagi tutup (pengajian euy katanya), dan akhirnya ke simpang raya dago :9
Horeee :D

FYI: Hal menarik dari beliau, beliau suka jus wortel, katanya di kantor juga suka ngemil wortel. Hihi. Sehat bener cemilannya hehe :D

Sunday, May 26, 2013

Reading Lights The Second Hand Bookshop

 


Reading Lights 

(the 2nd hand book shop & the coffee corner)

Jl. Siliwangi No. 16
Bandung Regency, West Java 
Phone +62 22 2036515

my first picman random spot of the week*
yeay! tempat ini direkomendasikan oleh tristi, sehabis belajar ngeliput acara nikah massal di salman.

tempatnya enak, nyaman, pencahayaan bagus, koleksi buku-buku impor yang bisa dibaca di tempat dan dibeli (berbahasa inggris berro hehe), makanan macem2 yang bisa dipesan, lagu yang enakeun (yang gaul-gaul classic gitu lah. saya gatau apa sebutannya, hehe)

Toilet dan musholla di lantai 2.

seru juga kalau suatu saat punya bookshop semacam ini. pengunjung bisa baca sepuasnya, sambil pesen makan. yeay! insyaallah :)

* * *
 
HOW-TO-GET-THERE:
naik angkot caheum ledeng dari ITB, turun sebelum pertigaan yang belok ke arah cihampelas atau ciumbuleuit.


* * *

*) istilah hanya diketahui oleh penulis hehe
yak laporan selesai! :D

Tunggu! Saya Juga Seniman!


"Tunggu! Saya juga seniman!"
Jawaban menakutkan yang mungkin terdengar,
"Bagaimana kau tahu?"
Tentunya seorang seniman baru tidak akan pernah tahu.
Hanya ada impian, perasaan, dorongan, hasrat.
Jarang sekali ada bukti nyata, tetapi impian itu terus membumbung.

--Julia Cameron, Meniru Kreativitas Tuhan--

Tuesday, April 23, 2013

DOT ORTODHONTIC Baby Hu*i



Waktu acara silaturahim asrama di kediaman bung akrim-fis di panyileukan, tuker kado dapet hadiah dot! 
Entah si pemberi terlalu visioner atau bagaimana. Hehe. Sesuatu banget.

Alhamdulillah
Jazakumullah :)

Monday, April 8, 2013

Yang Tabu Dilakukan Calon Ibu Bermutu (by : Bunda Tatty Elmir)



    1.Mengejar laki-laki idaman (Seberapapun hebatnya dia )
    Jika preman saja tak sudi dikejar-kejar, apalagi laki-laki sholeh, pinter, baik hati, setia, calon ayah teladan se dunia.
    Menginginkan kelak mendapatkan suami sholeh ?  
Maka jadilah sholehah yang punya harga diri, berkualitas dunia akhirat, 
tahu bagaimana menjaga kehormatan dan kemuliaan dirinya

    2. Menunjukkan ke’gilaan’mu padanya.
    Jika dia tahu perasaanmu dan engkau terus terang menelanjangi hatimu padanya, maka laki-laki baik takkan pernah percaya, hal serupa takkan kau lakukan pada yang lain.
    Jadi ..
Sembunyikanlah rahasia hatimu dengan aman, 
maka cinta sejati itu akan mencarimu dengan iman.

    3. Menyerah dalam 1  kali  rayuannya.
    Laki-laki tangguh, hanya bisa diuji lewat seberapa hebat daya tahannya menanti hatimu luluh.
    Jika Kesatria sejati tak akan mati dalam sekali tikam, maka putri sejati juga tak akan goyah dengan sekali rayuan
    Jadi jangan ragu tunjukkan “kelas”mu.

    Wanita terhormat dan pandai menjaga kemuliaan dirinya
    InsyaAllah kelak,
    Akan melahirkan Bangsa yang dihormati dan dimuliakan dunia

    #jleb

    article source : Blog Bunda Tatty Elmir

Friday, April 5, 2013

mari kita berhenti sejenak

Mari kita berhenti sejenak..

Kita memerlukan saat-saat itu, saat dimana kita melepaskan kepenatan yang mengurangi ketajaman hati, saat dimana kita membebaskan diri dari rutinitas yang mengurangi kepekaan spiritual; melepaskan sejenak beban dakwah yang selama ini kita pikul dan mungkin menguras stamina kita.
Kita perlu karena, kita perlu membuka kembali peta perjalanan dakwah kita, melihat jarak yang ditempuh dan sisanya, melihat hasil yang sudah diraih, meneliti rintangan yang mungkin menghambat laju pertumbuhan dakwah, memandang alam sekitar karena banyak aspek lingkungan strategis kita telah berubah.


Majelis iman. 


"Duduklah bersama kami, biar kita beriman sejenak."  
-Ibnu mas'ud

Secara individu kita dapat merenungi, menghayati, menyelami telaga akal. Kemudian menemukan gagasan baru yang kreatif, matang, aktual. Bermuhasabah, perbarui niat, kesadaran, motivasi dan semangat jihad.

"Ucapan mereka adalah zikir, diam mereka adalah perenungan
-Ali bin Abi Thalib


_______
Kutipan dari sebuah buku : Menikmati Demokrasi, Anis Matta

*Kangen sama yang senantiasa mengingatkan* >,<

Wednesday, April 3, 2013

Bought book story : SILA KE 6 : KREATIF SAMPAI MATI!


Kamis-Jumat (29-30 Maret 2013)

Sebuah buku rekomendasi dari Bang Jul, seorang Pak RT super asik di Cisitu Lama yang juga pemilik Sanggar Seni Kreatif "Sanggar Potlot". Setelah berdiskusi banyak dan menyerap berbagai petuah-petuah gaul-bijak-kreatif-bermakna, Bang jul bilang,

"cobalah itu kalian baca buku judulnya Kreatif Sampai Mati, bagus itu! sekali-kali lah mahasiswa baca buku-buku yang kreatif-kreatif jangan textbook doang."

Noted. SETUJU. Aku simpen baik-baik memori saya sama judul buku itu. Kupikir itu buku terbitan lama (soalnya bang jul kan udah bapak-bapak #loh?)

Besok paginya saya udah mulai browsing info bukunya. Penulisnya Wahyu Aditya.. Hmmm.. Siapa ya? Ahaha ga gaul banget gueh. Ternyata, wah!  Mas Wahyu Aditya itu pernah kuliat di video paporit saya, Lentera jiwa - Nugie! Beliau itu yang punya sekolah animasi HelloMotion Academy! Ah keren!
Tapi kurang cukup, kubrowsing lagi, ternyata beliau adalah JUBIR KEMENTRIAN DESAIN REPULIK INDONESIA (KDRI) !

GILE KEREN BANGET.

Eh, emang ada ya kementrian itu di Indonesia?

Ahaha, ternyata memang belum di sahkan. Itu salah satu bentuk ke'gila'an mas wadit. Haha!
Setelah liat di goodreads.com, reviewnya positif, aku makin pengen beli.

aku masih mikir seminggu ke depan kehidupan finansial akan seperti apa, tapi, Oke FIX. MAU BELI BUKUNYA SORE INI JUGA.


* * * * * *

Di Togamas...
Ketemu bukunya. Dan isinya emang asik banget! Ga seperti buku-buku lain pada umunya yang Cuma tulisan doang. Bener-bener ngewakilin judul, konsep bukunya scratch book dan full colour!  Cocok banget buat orang visual kaya saya :9
Entah kenapa tekad bulat beli buku tadi sempet goyah karena liat buku-buku lain yang ga kalah keren.
Sampe saya mikir, ah ini buku mas wadit jangan-jangan isinya cuma nyeritain bisnis-bisnisnya dia *evil*. PADAHAL ENGGAK.
BUAT YANG PUNYA PASSION DI BIDANG DESAIN, SUKA HAL KREATIF, SUKA BACA BUKU GAMBAR, PENGEN NGAKAK, DAPET IDE SEGAR, dll, BUKU INI OKE BANGET.

(goodreads.com)

Fyuuh.. Jadi juga beli. Dari harga 59.000 di diskon sama togamas jadi 44.200. YEAAAAH! Alhamdulillah :D


* * * * *
Udah selesai baca, DAN GA NYESEL BELI BUKUNYA. Karena bisa banget dibaca berulang kali, terus coba belajar dipraktekin :))

Friday, March 29, 2013

(tak) sengaja bertamu ke rumah Mang Dodong Kodir


    Sebetulnya ini dalam rangka silaturahim pada sesepuh warga Cisitu. Semacam "minta doa restu" untuk acara Mural yang insyaallah akan digarap sekitar tanggal 14 April 2013.

    Pak Wawan (Ketua RT 07 yang super gaul abis dan berjiwa muda) memberikan 5 nama "sesepuh" yang bisa kita kunjungi. Saya yang bukan warga cisitu awalnya tidak berpikir apa-apa, hanya kunjungan ke warga kan? Biasanya juga kalo di komplek rumah suka ngider ke rumah warga nyebar undangan acara remaja mesjid (KRIMA) sama anak-anak, dan itu yaa, biasa aja. Paling cengengesan ngobrolnya juga hehe (dasar bocah).

    Kamis itu (28/3/2013) sekitar pukul 11, dengan ditemani kang timus dan kang ade sebagai pemuda aktif cisitu, saya ikut silaturahim ke salah satu sesepuh yang namanya Pak Kodir.

    Alhamdulillah beliau ada di rumah. Sebuah rumah sederhana yang di bagian ruang tamunya banyak sekali berbagai frame figura berisi foto, poster dan penghargaan. Sisi lemari juga terdapat berbagai hiasan yang tidak biasa. Saat itu saya masih belum tau apa-apa.

    Pak Kodir terlihat sangat ramah dan bersemangat di usia nya yang sudah menua. Cara bicaranya juga sudah melambat, kini beliau sedang sakit. Lama mengobrol baru saya sadar, ORANG DI DEPAN SAYA INI ORANG LUAR BIASA!

    Silakan googling saja untuk tahu siapa beliau :)
    Seniman yang sudah melanglang buana ke berbagai negara!
    Terkenal sangat "dekat" dengan sampah karena bisa memanfaatkan berbagai sampah menjadi alat musik. Whoooaaaaa!
    Membawa tradisi indonesia dan mengenalkan budaya indonesia pada dunia.
    Dan saya baru tahu rumahnya di CISITU!
    (maap ya ga gaul banget aku ini ._.)
     
    * * * * * *

    Alat musik dari bahan sampah beliau diabadikan dan divisualisasikan oleh seorang mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Fian Afandi (51906102) sebagai buku cerita anak-anak. Mang dodong dengan bangga dan bahagia memperlihatkan buku tersebut.

    Cover Buku (Copyright Fian Afiandi, 2011)
    Judul bukunya Dodong dan Bisikan Sampah. Menarik banget buat anak-anak, mudah di[ahami dan full colour. Isinya menceritakan proses kreatif mang dodong menghasilkan alat musik dari sampah.
    Nah dibawah ini foto beliau yang kemudian diadaptasi menjadi karakter kartun pada buku ini.

    Karakter Dodong dan aslinya. (Copyright Fian Afandi, 2011)

    Pada saat ngobrol dan tulisan ini dibuat, rambutnya sudah tidak segondrong itu. hehe.
    Lalu ini ada salah satu inspirasi mang dodong juga menjadi alat musik, buah labu! Katanya kita harus melestarikan ini, katanya untuk mendapat labu, waktu itu mendapat dari baduy. 

    story board penemuan alat musik tornadong (Copyright Fian Afiandi, 2011)

    Labu dan karakter buatan Fian Afandi dalam bukunya (Copyright Fian Afandi, 2011)

    eh ko saya jadi bahas bukunya ya? Menarik sih hehe.
    Btw, alhamdulillah dapat kesempatan langka ini. Banyak sekali yang beliau sampaikan, mungkin suatu saat akan saya jadikanbahan tulisan tersendiri :)
    Sayang sekali saat ngobrol ga ambil gambar (asa teu sopan hehe), ternyata cari gambar terupdatenya susah banget di internet hehe
    Yuk Main ke Cisitu! :D


    Sumber gambar : Dari skripsi Kak Fian Afiandi (klik disini)

Ngemading bareng muda-mudi cisitu!


Lama banget ga bikin-bikin mading lagi. Semester 7  lalu sempet sih bantuin bikin mading, tapi ga dari awal, cuma nerusin. Kali ini bikinnya dari awal banget. Musti beli bahan2 di balubur. Karena udah lama ga menggunakan sense kreativitas ngemading, agak bingung beli bahannya. Kan mesti pikirin konsepnya mau gimana, dll

Akhirnya kupilih yang FULL COLOUR!
Gatau mau gimana konsepnya.
Tapi ya sudahlah, gmn nanti aja, yang penting WARNA WARNI!

Aku ngaret sampai cisitu -_- Insan sama para muda-mudi cisitu kayanya udah pada kering nungguin saya (huu maaap maceeth). Ternyata banyak ciwi ciwi cisitu yang ga kalah kreatif-kreatif. Usia mereka sekitaran 6 SD-2 SMP. Potensial banget. Dan aku sih bersyukur disana ada karangtaruna yang cukup aktif (saat ini ketuanya kang Timus), jadi bisa mewadahi mereka buat berkarya.
Jaman sekarang karang taruna di RT RW masih ngetrend ga sih?
Menurutku penting banget ini.
Jadi inget sama anak-anak KRIMA di rumah :')
 
Awal bikinnya agak random sih, ga berkonsep hehe
Kuajak buat gambar bunga sama daun aja (haha -_-)
Topan dateng bawa foto dan bikin deskripsinya. Jaka yang punya selera seni tinggi lalu melengkapi dengan berbagai info dan menambah keindahan madingnya.

Akhirnya, TADAAAA!
Captured by : Zakaria, 2013

Alhamdulillah mading Cisitu Menghijau jadi juga :)
Kalian hebaat! Kreatiiiiip! \(^o^)/

Monday, March 25, 2013

Mural Sepanjang Jalan Babakan Siliwangi

Wujud dukungan para seniman dalam melindungi hutan kota di babakan Siliwangi :)
 























awalnya saya kebetulan lewat di daerah baksil. Lupa kalau saya sebenernya emang mau motoin. Lalu saya naik angkot caheum ledeng yang lagi ngetem. Tiba-tiba saya inget, akhirnya saya bilang sama abang angkotnya, "eh bang tunggu bentar mau turun dulu."
turunlah saya dari angkot, dan berjalan sepanjang baksil. 
Karena lama, ternyata angkotnya udah mulai jalan, pas ketemu saya, saya di klakson. karena belum beres fotonya, ga saya gubris #parah
padahal mungkin abang angkotnya udah baik mau nungguin (tapi gatau nungguin saya ato bukan sih #geer)

gambar muralnya masih banyak, tapi ga saya fotoin semua :)

Bandung, 24 Maret 2013

* * * * *

More and deep info :

Blog Kampanye Penyelamatan Taman Kota Babakan Siliwangi, Bandung – Indonesia

http://savebabakansiliwangi.wordpress.com

Saturday, January 5, 2013

Si Topi Bulu di Angkot

Sore tadi saya naik angkot, dalam perjalanan pulang dari lembang (Balitsa) menuju bandung.

Disambut pasangan penumpang bertopi bulu dengan style yang mentereng khas orang kaya, sempet kaget barangkali aku salah naik.
topi bulu ini maksudnya, dan mereka pake lengkap dengan syalnya. (source : http://irosli63.blogspot.com/2011/01/panorama-indah-di-tangkuban-perahu-tp.html)

Duo topi bulu ini jadi pusat perhatian angkot kami, maklum secara fisik mereka cantik dan ganteng. Yang perempuan berambut panjang keunguan, memakai kacamata hitam terlihat anggun dan pendiam, mungkin lelah. Yang laki-lakinya lebih jadi pusat perhatian karena sepanjang perjalanan tak habisnya ngobrol dengan ibu-ibu di angkot. Setelan kaos putih polos dan jeans, badannya berotot (ngeliat dari postur badannya atletis -__-) tipe tipe koko levi (hehe) rajin nge gym meureun. Dari suara dan wajah sepintas mirip Vino G. Bastian (halah ini jadi inget jaman jahiliyah SMP dulu)

Sepanjang di angkot saya ga lepas ngeliatin dia dan ikut ngedengerin. Karena beneran deh, menarik banget!
(seperti kebiasaan saya di angkot, kalo ada yang menarik ga bakal dilewatin)
Topi Bulu (TB) : Di lembang itu sate kelinci di sebelahnya ada juga yang jual kelinci hidupnya ya?
Pemirsa Angkot (PA) : Iya doong, disini mah asiik!
TB : Jadi kalau mau makan sate, bisa pilih kelincinya dulu ya, atau kalau pengen miara, tinggal pilih ya..
PA : Iyaaa..
TB : RAJA TEGAAA..
PA : ahahaha..

TB : Ibu-ibu di lembang sini oke-oke ya bu?
PA : oh iya doong!
-_-
Gubrag

* * *
Jadi ternyata mereka dari Makassar, lagi liburan ke bandung, tadi habis main dari Tangkuban perahu. Pantesan pake topi bulu itu, kedinginan. Tapi beneran itu nyentrik banget. Selama saya main ke tangkuban, kalau ada tukang topi bulu itu suka pengen beli karena lucu, tapi selalu mikir dipake buat apa? Saya juga mikir ga akan ada yang beli terus make itu! (ternyata ada ya hehe)

Yang paling saya suka dari orang itu, bisa enak banget ngebawa suasana. Pasti bisa deket sama siapa aja, karena semua orang itu disapa, di ajak ngobrol, dan sama sekali ga ada keliatan canggung.

Ini contohnya. Jadi ceritanya mereka mau jalan-jalan ke PVJ sambil nunggu malem berangkat ke cengkareng. Sama pemirsa angkot (ibu-ibu rumpi) dikasi berbagai pilihan tempat. Ya kampung gajah, ciwalk, the raid, dll. Tapi mereka emang tujuannya ke PVJ.

Namanya orang pendatang (apalagi mereka keliatan 'berada'), Terus bapak angkotnya nawarin buat nyarter angkotnya :
Abang Angkot (AA):  carter angkot ini aja sampai PVJ, biar ga kena macet, bisa motong jalan!
TB : Emang pengen naik angkotan umum pak, kan biar merakyaaat
AA : mending naik ini terus aja, macetnya bisa 3-4 jam
TB : kan seru pak, kaya kalo di jakarta naik busway, kereta, ojeg, bajay, semua udah pernah nyobain. Emang berapa pak kalo naik ini sampe sana?
AA : 300ribu aja langsung sampe depannya!

saya kaget, abang angkotnya oportunis hehe parah banget. Kalau kalian jawab apa? Ini kata si Topi Bulu:

TB : Wah sampe PVJ 300 ribu mending saya berenti di the raid terus naik kuda ke cengkareng pak kaya koboy gitu! kalo 300ribu, nanti malah gabisa pulang uangnya habis pak hehehehe

Pokonya alur pembicaraannya enak banget. Akhirnya kami mesti ganti angkot, turun di tempat yang sama. Dan saya ngarep bisa seangkot lagi.

...

Yak, seangkot!
Terus dia bilang "eh ketemu lagi!"
Ngobrol lah sepanjang perjalanan. Dari mulai calon gubernur jabar yang pada bintang iklan obat, kuliah, tukang baso, suhu, kerudung, sampe bicarain fenomena abang angkot oportunis tadi.

Dia bilang suhu di tangkuban dingin banget, tapi mataharinya nusuk juga (sambil ngeliatin otot tangan yang belang. Ehem. Sip mas)

Dia bilang, kalau di makassar ngga ada yang seperti itu. Dia taulah lagi di "manfaatkan". Katanya abang-abangnya keliatannya baik gitu nunjukkin, tapi ujung-ujungnya cari untung. Di makassar kalau ada pendatang, diperlakukan sama dengan warga aslinya, ga ada bedanya. Dia bilang istilahnya, ngga di patolo-toloi  (dibodoh-bodohi, bahasa makassar, --cek lagi ya). Apalagi dia bilang jurusannya ekonomi. Wajar sih.

* * * *
Ceritanya panjang kalau lengkap. Dari beliau saya bisa belajar bahwa komunikasi dengan orang lain itu akan nyaman bila baik. Dia punya sesuatu yang membuat nyaman orang disekitarnya. Dari luar kesannya hanya main-main, tapi toh sebenarnya sangat bijaksana. Bijaksananya memancar keluar, dikonversikan menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan.
Sopan, rame, mencairkan.

Nah jadi semakin pengen mendatangi banyak tempaaaat!
semoga bertemu orang-orang baik yang mau menuntun :D

_______________________________
Ah maaf ya kurang lengkap ceritanya.
Ini pengalaman naik angkot lagi setelah selama ini naik motor terus (yang jarang ada cerita anehnya).
Pokonya Hidup angkot!

Bandung, 4 Januari 2013

Sunday, October 7, 2012

yang bisa diambil dari nonton film Ummi Aminah

image source : addyn.web.id


Habis kumpul krima, ngga sengaja saya nonton film Ummi Aminah di salah satu chanel TV swasta. Awalnya biasa aja, tapi nyata nya saya nonton sampai habis dengan (lagi-lagi) berurai air mata.

Ngga akan terlalu banyak cerita tentang sinopsis filmnya, intinya tentang hikmah di balik musibah yang dialami keluarga seorang Ummi Aminah (Nany Wijaya). Seorang ustadzah berakhlak baik yang biasa menyebarkan dan mengajarkan ajaran islam. Namun dibalik itu semua, dia juga tetap manusia yang ga bisa lepas dari permasalahan. Musibah juga bisa mendatanginya kapan saja.

Sutradara dari film ini Aditya Gumay. FILM INI RECOMENDED BANGET BUAT LANGSUNG DITONTON AJA SENDIRI. Dipikir-pikir kita tuh butuh sesuatu yang bisa bikin kita rada tobat.

Poin penting yang bikin saya pingin bikin tulisan ini adalah kesan yang saya dapat dari cuplikan beberapa adegan dalam film itu.

Diperlihatkan bahwa dari bertubi-tubinya masalah yang menghadang Ummi Aminah (tokoh utama) ada satu bagian yang disebutkan bahwa "walopun kena musibah, tapi masih punya keluarga."
Ya, secara garis besar masalah datang dari anggota-anggota keluarganya (anak), tapi dengan keluarga pula, masalah bisa selesai. Fungsi keluarga  berjalan dengan sangat baik. Punya aqidah kuat, dan saling memahami.

Bicara tentang membangun keluarga seperti itu, tentu saya belum tau apa-apa, tapi dari film itu bisa dilihat bahwa keluarga yang baik, yang bisa memberikan rasa nyaman bagi kita, adalah keluarga yang kebaikan kebaikannya kita tanam sendiri.

Saya yakin kalo ummi aminahnya (sebut saja) jahat, ditengah derasnya masalah, keluarga nya ngga akan jadi penentram hati. 

* * * * *

Permasalahan yang timbul sepintas memang dari anak-anaknya, tapi keluarga yang sejak awal dengan baik terpelihara, nantinya akan tetap dalam koridor yang baik. Contoh adegan saat anak perempuannya digosipkan merebut suami orang, ummi aminah muarah besar sampai bilang "Ngga akan ridha dunia akhirat!"
Kita kadang kalau ngga ada masalah apa-apa, liat kata-kata begitu bebal aja, ngga ada efek apa-apa. Tapi di situ diperlihatkan bahwa sang anak langsung meronta-ronta minta pada Ummi Aminah agar menarik kembali ucapannya. Ikhtiarnya adalah dengan segera pergi dan mendatangi istri laki-laki yang menjalin hubungan sama dia. Udah tertanam gitu rasa cinta dan bener-bener takut sama Allah nya.

* * * * *

Jadi lebih dapet feel nya pas liat di salah satu adegan ada wartawan yang ngedatengin rumah Ummi aminah. Ceritanya mau dapet kabar teraptudet tentang gosip anaknya masuk penjara yang beredar. Disitu saya cuma kebawa kesel aja ( ceritanyaudah menghayati), maksudnya orang lagi kena masalah gitu, malah dibuat rungsing. Ngerti sih, itu memang kerjaan mereka, mencari berita. Tapi yang jadi masalah adalah "masalah pribadi orang bukan buat dibuka-buka juga". Coba kalo kita memposisikan diri jadi orang yang kena masalah, berat bung!

* * * * *

Di endingnya, adegannya lumayan jleb.
Akhirnya sang abah mau mendatangi anaknya (disitu pemerannya Ruben Onsu) yang ceritanya punya sedikit kelainan (laki-laki yang kewanita-wanitaan). Si abah udah mau dicium tangannya, dan minta dipotong rambutnya.
Saya pikir akan happy ending dong. Paling ngga terharu dan kocak gitu.
Ternyata dalam proses pengeramasan si Abah, ruben yang terus berbicara menyadari bahwa Sang Abah tertidur pulas.
Tau? Ternyata sang abah meninggal T_T

Setidaknya sebelum meninggal, hubungannya sudah baik, sudah tidak ada lagi rasa marah diantara keduanya.


"Bersama kesulitan ada kemudahan"

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya.
"Ya Tuhan kami, janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya.
Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. 
Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
(diketik dengan nyontek dari al-qur'an surat 2:286)


Bandung, 7 Oktober 2012
Pukul 00:02

Sunday, September 9, 2012

Al-Lahab. Kisah Awal (part 1)


Biasanya kalau orang punya kebiasaan tertentu, biasanya sih ada alasannya. Ada hal-hal yang melatarbelakangi suatu hal yang biasa dia lakukan berulang. Namun entah kenapa dan sejak kapan saya ngga tahu, kenapa seringnya setiap shalat, surat pendek yang saya baca adalah surat Al-Lahab (111:1-5). 
Padahal kondisinya, saya belum paham isinya, dan juga ngga ada kesan tersendiri dari surat ini. Mungkin saya lupa, atau mungkin karena dulu inget pas belajar qalqalah, di surat ini kan cukup banyak.

Sambil iseng saya baca tafsir kontemporer nya ustadz aam, bahkan saya baru ngeh kalo arti dari Al-Lahab itu gejolak api. Jadi pesan surat ini adalah ancaman kebinasaan bagi orang-orang yang menghalang-halangi jalan kebenaran kayak yang dilakuin Abu Lahab dan Istrinya.

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
  1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sungguh ia akan binasa
  1. Tidaklah berfaedah harta benda dan apa yang diusahakannya
  1. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak
  1. Dan begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar
  1. Yang di lehernya ada tali dari sabut

Jadi riwayat turunnya surat ini ketika Rasul diperintah Allah untuk memberi peringatan kepada kerabat yang terdekat, dalam hal ini kabilah Quraisy. Jadi semua anggota kabilah quraisy diundang datang oleh Rasul di bukit Shafa.

Semuanya pada ngga mau kelewatan, penasaran ingin tahu (kepo gitu, jadi kalau ngga hadir pasti ngirim utusan.) Nah dari semua yang hadir, Abu Lahab (Abdul Uzza bin Abdul Muthalib) termasuk salah satu yang hadir.

Dahsyatnya integritas Rasulullah yang tak pernah berbohong, ketika rasul mengandaikan bila ada pasukan berkuda yang akan menyerang saat ini, semua yang hadir mempercayainya.
"Bagaimana pendapat kalian, sekiranya aku mengatakan bahwa ada pasukan berkuda  di balik lembah ini yang berniat menyerbu. Apakah kalian akan mempercayaiku?" Jawab mereka, "Ya, kami percaya, engkau orang yang paling jujur diantara kami."

Kemudian rasul melanjutkan,
"Ketahuilah bahwa aku memperingatkan akan datangnya azab yang pedih apabila kalian tidak beriman kepadaku."

Nah disini ini Abu Lahab motong pembicaraan, dan surat Al-Lahab turun sebagai jawaban (laknat) terhadap keangkuhan Abu Lahab
"Binasa kamu! Apakah hanya untuk ini kamu mengumpulkan kami semua?"

Tak terbayang, keluarga sendiri, tidak mendukung yang kita bawa, bahwa menjadi orang pertama yang menghalang-halangi!

Wallahu'alam
Nanti di lanjut lagi ya :)

Referensi :
Amiruddin, Aam. 2004. Tafsir Al-Qur'an Kontemporer  Juz amma Jilid 1. Bandung : Khazanah Intelektual

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...