Showing posts with label boleh dibilang diary. Show all posts
Showing posts with label boleh dibilang diary. Show all posts

Sunday, June 20, 2021

Kehilangan Memori

Bismillah..
Nyaris tengah malam, dan udah lama rasanya ngga mampir kesini, jadi alirkan saja yang ingin dialirkan. Gapapa yaaa :)


Mau sedikit cerita tentang makna memori buat aku.

Malam ini lihat postingan father's day orang orang. tadinya niat posting juga ~ikut-ikutan~ tapi kayanya bakal makan waktu lama karena perlu milih dari dokumentasi yang udah lampau. 9 bulan LDM an udah ngga ada foto yang real gitu iday sama ayahnya #sad hihi

Meluncurlah ke google photo, tempat dimana foto foto lawas aman tersimpan. 
ngga semuanya sih kayanya, karena ada beberapa waktu yang entah kenapa skip ngga ada datanya.

Buat manusia semacam saya yang cukup mudah lupa pada banyak hal, dokumentasi lama berupa foto, video, atau tulisan adalah suatu yang berharga. Ketika udah ngga bisa diakses di otak, dokumentasi di luar otak akan sangat membantu saya mengakses memori itu. sayangnya memang kelalaian diri ini yang kadang membuat dokumentasi di luar otak pun ngga terselamatkan.


You don’t just take a picture with a camera, you take it with your heart.

 

Seumur hidupku, ada pengalaman kehilangan yang cukup banyak, sekalian flash back aja yaa

1. Hilang HP smp-sma-kuliah. Ini pasti sedih saat itu tapi masih termaafkan. Yang disedihkan saat hp ilang itu saat itu masih seputar kontak phone book hilang, sms chat kenangan hilang, 


2. Hilang Laptop di tingkat 3 Kuliah (jambret). Dibeliin laptop netbook sama bapak warna peach dengan motif bunga kalau ngga salah di tingkat 2. waktu itu bapak datang ke apartemen (kostan gituu) dan nyerahin laptop buat aku bikin laporan praktikum. Sekitar tingkat 3, pulang dari lab malem malem. DIjemput sama mba ovi, tapi saat itu aku masih jalan sambil pegang laptop yang bercolok modem. Saat mau naik motor, laptop dimasukkan ke wadah laptop TANPA dimasukkan ke tas, jadi hanya di pegang. Qadarullah saat itu jam 20.00 di fly over kiara condong ada pengemudi motor yang mengambil laptopku dengan indahnya. masyaallah.. Dari tingkat 2 ke tingkat 3 itu bahan matkul, laporan praktikum, deelel semua hilang. buat aku sih sedih mahasiswa tapi udah ngga bisa akses lagi itu semua.

3. Hilang Laptop di TIngkat 4 Saat lagi TA (Jambret). Kisah ini juga agak memilukan. Pulang dari kampus malam sekitar bada magrib. Sepanjang jalan ngedengerin ceramah aagym yang ngademin. Qadarullah jam 19.00 di depan puteran lotte mart, ada motor yang ngambil tas ku (disimpen di bagian kaki) sekaligus nendang motorku. Jatuh dan wassalam semua termasuk Laptop. Laptop nya waktu itu juga termasuk baru, dari uang beasiswa.

Kalau ngga salah waktu itu lagi ngurus pembuatan sim dan berkasnya ada di tas itu, Hasil jilid an laporan Kerja Praktek (KP) dan lagi persiapan Tugas Akhir tapi alhamdulillahnya belum mulai ambil data apapun. Banyak sekali konsekuensi yang jadi harus dilakukan. Laporan KP mesti minjem ke perpustakaan dulu untuk dipoto kopi, dan jilid ulang buat di kasiin ke BALITSA (tempat KP), dan aku udah ngga punya soft file nya #sad banget gaa. dan yang pasti, semua file matkul, laporan praktikum tugas dll tingkat 3 ke tingkat 4 juga hilang. Sedih nggga, sedih ngga, sedih nggaa? Sedih lah masa enggaaa hihi

4. Video nikahan ngga dikasih sama vendor karena harddisknya rusak.

5. HP Rusak. Asus mati total dan data foto hilang juga T_T Ini kondisi udah jadi emak emak yang galeri hp nya isinya anak semuaaa hiks

6. Laptop Acer Rusak. hardisknya ada, tapi belum di amankan ke google drive. suamiiiii i need youuu so muchhhh buat urusan backup data giniii hihi

7. HP Xiaomi Note 8 Kena air dan musti install ulang. banyak yang jadi ga ke back up. 

8. HP Poco, Whatsapp nya tetiba kosong ngga ke backup, semua riwayat chat habis. masyaallah. Ini kondisi udah jadi mamak bisnismen


Itulah kompilasi kesedihan kehilangan banyak memori berharga.

yang semaunya sebenarnya karena kelalaian diri. Kalau ngga ada perbaikan diri, ya besar kemungkinan akan menghadapi hal yang sama kelak. Sebenernya, hilang memori ngga akan membuat kita jadi masuk neraka, atau kalau semua memori ada ngga membuat kita jadi bisa ke surga. tapii itu tadi, buat orang semacam aku, hal-hal itu tuh buat ngingetin dan nguatin aku, karena ngga semua bisa diakses di kepala langsung. Ya Allah maapkan hamba yang belum memaksimalkan kapasitas dan kapabilitas otak dengan baiiiikk. 


Udah ikhlas? Bismillah insyaallah ikhlas

Semoga jadi perbaikan buat aku pribadi supaya bisa ada perubahan yang lebih baik lagi.


Makanya kenapa kadang suka upload upload foto/video anak atau keluarga, atau apapun gitu, karena ingin suatu saat bisa dilihat lagi dan sebagai salah satu back up kalau sesuatu yang tak diinginkan terjadi. Bukan karena mau pamer atau gimana, hanya ngga mau menyesal lagi aja kalau semua hilangg.


Begitu :)

Hajah Sofyamarwa
Ahad, 20 Juni 2021 Pukul 23.53

 

 

Friday, March 25, 2016

Menjadi Reseller Buku 5 Guru Kecilku Teh Kiki Barkiah


Saya belum pernah bertatap muka sekalipun dengan teh Kiki barkiah. Pertama mengenal beliau sebatas lewat dunia maya, dalam grup FOCER (Forum Curhat Emak Rempong), tak lama setelah saya menikah 30 November 2014 lalu. Itupun tak intens, hanya selewat saja. Rajin memoderatori grup dan sharing hal-hal bermanfaat yang ngena banget buat para emak-emak. Saat itu saya masih belum merasakan kerempongan yang para anggota grup bicarakan. Belakangan saya baru tahu bahwa ternyata kami sealmamater, beliau lulusan Elektro ITB, beda tahun angkatan tentu saja.

Saya berteman dengannya lewat facebook, lebih tepatnya minta request berteman pada beliau, sampai akhirnya sering membaca tulisan-tulisan beliau dari update-an statusnya. Bisa dibilang saya skip, dan baru sadar bahwa teh Kiki udah mau launching buku ke 2 nya setelah sepupu saya (Mba Dyah) nawarin untuk ikutan preorder bukunya. Karena banyak teman yang juga berminat, akhirnya saya mendaftarkan diri menjadi reseller resminya. Minimal pembelian 100 pcs saja pada waktu itu bikin saya maju mundur. Jadi ngga ya? Laku ngga ya? Reseller bandung nya aja udah bejibun banyaknya, emang peminat bukunya banyak banget sampai semua buku di reseller bakal habis? Pasti ada titik maksimal dong dimana semua followers teh kiki sudah dapat bukunya, nanti buku ku laku gak, ya?

Yah begitulah, tukang dagang masih amatir, 100 buku aja masih takut-takut. Bahkan sempat hampir menyerah dan minta dikurangi jatah. Tapi karena udah komit sama diri sendiri, pesan 100 ya harus bayar 100 pcs. Bismillah. Belakangan saya tahu bahwa ada yang sudah berhasil menjual sampai 2000 buku, maka 100 buku di saya apalah artinya. Hihi.

Saya mendapat jatah percetakan batch 2 saat itu, artinya sebelum saya dapat bukunya, banyak yang sudah baca bukunya duluan dan puas. Masih harap-harap cemas, antara ingin segera baca, udah ditanyain sama para customer, dan yakin ga yakin 100 pcs ini bisa habis. Saat hari H bukunya ready, Alhamdulillah sudah setengahnya dipesan. Masih sisa 50, tapi saya makin semangat karena buku udah di tangan. Udah santai.

PENGIRIMAN BUKU
Lokasi saya yang cukup dekat dengan pengambilan bukunya membuat saya berpikir untuk mengambilnya sendiri. Agak bingung pada awalnya karena sekarang kemana-mana udah bawa anak. Akhirnya saya ke rumah orangtua dan pake motor maticnya buat bawa gembolan bukunya. Beli dulu tali rapia dan gunting buat packing. Alhamdulillah 100 pcs masih bisa muat di atas motor, sampai saya baru sadar bahwa masa kini sudah ada GOJEK *plis jah haha* Eh tapi ngga apa-apa jadi bisa silaturahim sama Nadine, ponakannya teh kiki (anaknya teh siti Maryam). Biasanya kan Cuma ketemu lewat facebook hehe. Packingan selesai dalam 2 jam, tepat pukul 3 saya bawa gembolan ke JNE, ternyata udah tutup. *pukpuk besok lagi ya* Saya pulang dalam keaadan mata basah (bukan air mata, tapi air hujan. Bukan Cuma mata yang basah tapi sebadan-badan dan semotor-motor hehe). Singkat cerita keesokan harinya semua terkirim, dan sisanya saya bawa pulang.

ALASAN JADI RESELLER
Pada dasarnya saya kepingin banget punya bukunya, itu aja. *toss pada para doyan buku* hehe.
Cari cara supaya bisa dapat harga lebih murah, maka ingin jadi resellernya. Waktu jadi reseller buku nya Kang Canun dan Teh Fufu yang Rumah Tangga Surga juga, alasannya karena itu. Pengen punya bukunya. Yakin bagus jadi bisa rekomendasi ke temen-temen. Pada perjalanannya saya sempat berpikir “cuma hemat berapa doang, tapi malah jadi repot sendiri. Hihi”. Seru sih, Alhamdulillah. Bukunya kang Harri Firmansyah juga saya daftar jadi reseller karena pengen bukunya. Hehe.

TAKJUB
Yang bikin saya takjub dari para penulis itu adalah bahwa mereka suka mengingatkan para reseller untuk meluruskan niat. Niatnya untuk menjadi jalan kebaikan, menjadi penyalur informasi dan dakwah, bukan semata menjadkan mereka komoditas (yang ini mah kata kang Harri). Urusan bonus rejeki mah Alhamdulillah, tapi intinya jangan lupa.
Saya takjub sama animo followers teh kiki yang sampai saat ini masih ada aja yang pesan bukunya teh kiki. Semacam ngga ada habisnya. Denger-denger cetakan pertama buku bagian 1 aja sehari ludes 14.000 copy. Masya Allah. Semoga Allah merahmati mereka dan menjaga niat mereka, yang kegiatan menulis menjadi salah satu jalan dakwah dan kebaikannya.
Tentang isi bukunya mungkin di postingan lain ya :)


FINALLY
Buku 5 Guru Kecilku Bagian 2 masih ada. Bagian 1 sedang cetak ulang dan sebentar lagi ready. Pesanan preorder sudah berdatangan kembali, dan dahsyatnya masih terus dicari. Barakallah..
*lirik HP yang tetiba ngga bisa nyala sejak tadi* :O Ya Allah..


Jumat, 25 Maret 2016 pukul 01:09
Hajah Sofyamarwa R.

#ODOPfor99days #day24

Saturday, January 24, 2015

Pentingnya Keberanian dan Ketegasan Berlalu Lintas

Wess gaya judulna (hehe)

Kali ini aku tak langsung menepi dan memberhentikan motorku untuk menuliskan apa yang barusan kualami. Ya, ini di jalanan, jalur cepat, dan baru saja aku "dimarahi" pengendara motor lain lantaran berjalan terlalu lambat di jalur cepat.
"Neng kalau pelan, jangan di kanan!"

Aku hanya terhentak. Tak jadi kesal, karena pernyataannya memang benar, akupun mengiyakan dan segera menambah kecepatan motor (loh bukannya ambil kiri -_-)

Kadang jalanan itu keras. Yang plin plan, di klakson; yang ragu berjalan, membahayakan; yang ngebut bikin deg degan; yang pelan bikin geregetan.

Aku jadi merefleksi caraku mengendarai motor. Kuakui, kalau jalanan kosong memang sering ngebut (hehe), tapi insyaallah ngga semrawutan ya. Aku juga sering tanpa sadar naik motor di tengah atau di kanan dan bikin kagok orang lain (kalo jalan kaki juga suka ga sadar masih suka ke tengah hehe).

* * *

Jalanan selalu menyajikan pelajaran bagi yang berusaha mencarinya (atau yang kurang kerjaan mikirin daripada bengong hehe). Di jalanan, semua orang berlari kencang pada suatu lintasan jarak dan waktu, bergerak menuju sebuah titik tujuan. Dalam perjalanan terkadang kita begitu tak peduli dengan apa yang terjadi pada orang lain, "ngga ada masalah sama gue, bukan urusan gue.", padahal setiap orang dalam perjalanan itu seringnya butuh diingatkan.

Terimakasih bapak yang sudah berani menegur dan mengingatkan saya!
Saya yang bandel ini kadang tak mempan diingatkan secara halus.
Tapi saya ngga sakit hati kok pak, ciyus. Saya malah seneng. Semoga jadi amal soleh bapak ya!
:))

Suatu sore di jalan memutar soekarno hatta,
Sekitar 12 januari 2015

Thursday, January 8, 2015

Anak yang Belajar Diterima dengan Baik

Aku langsung menepi dan menghentikan laju motorku. Mengetik di memo, membuat lintasan pikiranku tak lenyap begitu saja. Berpikiran kekinian untuk harus mengapdet di status (-,-'). 😅

4 bocah polos di tengah rintik gerimis ini yang membuat hati ini bergejolak. Bukan apa apa, mereka hanya membagikan selebaran pamflet kreditan motor yang promo di bulan desember (eh sudah lewat?). Tak berniat beli motor (belum), terkadang malas juga ambil selebaran yang tak kita butuhkan. Di gang perbatasan santosa asih - margahayu ini sebetulnya aku tinggal lewat, tapa perlu menghiraukan mereka. Ah tapi pikiranku mengutusku untuk berhenti, memberi senyum dan menerima selebaran yang mereka berika. Kau tahu? Ah begitu senangnya melihat tiba tiba senyumannya mengembang!
Ya allah, aku senang sekali!

Aku hanya berharap, satu hal kecil-tak-berarti yang kulakukan ini memberi mereka pengalaman rasa 'diterima dengan baik', meningkatkan rasa percaya diri nya, dan lebih bersemangat.

Bahagia itu sederhana.
Maaf lebay, insyaallah berusaha jujur.

3 Januari 2014,
Jok motor di tepi jalan.

* * * *

Friday, November 14, 2014

'Jemuran' Protecter

Diingatkan Mama
Siang ini tiba-tiba hujan deras. Sebelumnya aku sedang larut dalam kesibukanku sendiri. Mama kemudian mengingatkan bahwa di luar sedang hujan, dan aku punya jemuran yang belum diangkat. Ya, kalau tidak diingatkan, aku akan lupa dan jemuranku mungkin akan tetap ditempatnya sampai besok karena harus menunggu kering lagi.
Ah, perkara sederhana ya?

* * * * *

Teman Kos Misterius Pengangkat Jemuran
Kemudian aku teringat pada kejadian  setahun yang lalu ketika masih berada di tempat kos. Kejadian yang menyentil sekaligus mengharukan -yang ingin kutuliskan disini tapi tak sempat terus- tentang jemuranku.
Saat itu aku dalam kondisi merasa "ga punya adab bertetangga", yang dengan teman kos ngga terlalu mengenal dekat gitu maksudnya. Maklum lagi nugas akhir jarang ketemu di kosan dan emang akunya kuper juga.

Hari hujan, sudah pasrah jemuran akan basah semua, ternyata semua jemuranku ada yang mengambilkan. Alhamdulillah. Bukan chamar, ira, atau syifa (mereka ku kenal dekat dan biasa berbaik hati pula), tapi aku ngga tau siapa. Tanya yang lain juga ngga ada yang jawab. Masya Allah. Mungkin aku lebay, tapi beneran saat itu terharu banget. Maksudnya merasa tertampar karena terkadang aku sendiri ngga berani ngambilkan jemuran orang lain dengan alasan ngga kenal sama pemiliknya. (Padahal kalau liat langit udh mendung, namanya jemuran punya siapa aja ya bantu angkat dong ya ._.)
Yah, lagi lagi perkara sederhana

* * * * *

Dari 2 kejadian itu, yang saat ini kupikirkan adalah bahwa sebenarnya kita hidup itu memang harus banyak bersyukur. Bersyukur atau berterimakasih pada manusia itu wujud keseriusan kita bersyukur sama Allah.

Dan, hal kecil yang berarti banyak dari orang di sekeliling kita itu juga tak abadi. Ada masanya kita akan merindukan itu semua, yang boleh jadi hal itu sebelumnya sama sekali tidak kita hargai.

._.

Jumat, 14 November 2014
Dan kini waktu terasa bergulir begitu cepat..

Wednesday, August 27, 2014

Hidup Lebih Hidup (3)

Ketika penggalian akan dirimu semakin dalam, kamu akan semakin takjub dengan sebuah sosok yang ternyata begitu menarik. Mungkin kamu tak melihat sosok selebritis atau tokoh heroik fantastis, tapi jauh dari itu, itu adalah kamu dengan segala keunikan dirimu. Bentuk badan, kebiasaan, kesukaan, minat, bakat, potensi, hal lucu, kebodohan, jalan hidupmu, masa lalu, pilihanmu, keputusanmu, orang disekitarmu, latar belakang keluargamu, dan banyak hal lainnya yang melekat rapat pada dirimu.

Tak ada yang persis sama dengan kamu, Seru ya?

Pada suatu ketika, setelah kamu jauh melangkah, kemudian kamu sadar bahwa kamu tidak berada pada jalurmu. Ah benarkah? Tak ada yang benar-benar tahu, hanya saja sepertinya hati kecil kamu bisa mengetahuinya dan meneriakimu. Karena ya, mungkin saja dalam hidup kita pernah 'kurang tepat' dalam memilih jalan, ikhlaskanlah, karena setiap perjalanan selalu mengandung hikmah bagi yang mau  berpikir.

Kini, dengan segenap kesadaran dan kemampuan menentukan pilihan yang telah Allah curahkan padamu, putuskan dengan bulat. Kamu sudah menggali dirimu, buat keputusan-keputusan yang menjadi pondasi hidupmu ke depan.

Kamu akan takjub dengan keputusan itu, karena tetiba muncul sebuah energi besar yang meliputi dirimu! Kamu menjadi tak khawatir lagi dengan apa yang orang lain katakan, kamu punya 'sesuatu' yang besar untuk kamu perjuangkan! Dan tetiba rasanya seluruh alam semesta, Allah perintahkan untuk membantu perjuanganmu.

Ini bukan akhir, perjuangan terus berlanjut. Bersyukurlah dengan apa yang ada, berani merawat cita-citamu, berani memperjuangkannya.

Kamar, 27 Agustus 2014

Tuesday, August 26, 2014

Minta dibaikkan dalam proses pencarian (1)

Pernah ngerasa hidup seperti zombie? Yang sekedar menjalani, bahkan jadi mempertanyakan tuhan kenapa kita mesti ada di dunia ini?

Ngerti banget deh perasaan kamu yang ngerasa nggak punya arah hidup, ngga punya tujuan, ngga ada yang ingin dicapai, rasanya ngga enak ngapa ngapain. Sampe mikir ngapain hidup?

Hal terpenting sebenarnya ada pada proses pencarian tujuan. Dalam proses itu, fitrah kita untuk berpikir dan merenungkan banyak hal, jadi bertumbuh subur.

Dalam proses pencarian yang kita ngga tau ada ujungnya apa ngga, berdoalah untuk menjalani kehidupan yang baik. Karena kalau di jalan tiba tiba mati? Kan ngga tau, ya?

"Ya allah, perbaikilah agamaku yang merupakan urusanku paling penting, dan duniaku tempat penghidupanku, serta akhiratku tempat aku kembali. Jadikanlah hidup ini sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan dan kematian sebagai istirahat bagiku dari setiap kejahatan."
-H.R. Muslim

Kamar, 26 Agustus 2014

Thursday, August 21, 2014

"Sekolah Yang Bener"

Kalo ada yang bilang ke kamu : "sekolah yang bener" atau "kuliah yang bener", itu artinya jalanin dengan baik dan penuh kesungguhan pada apa yang lagi kamu hadepin sekarang (misal pendidikan)

Terkadang kesannya memang kamu diminta fokus pada hal itu, dan menyuruh kamu ngga terlalu aktif di hal selain itu. Pesan terbaik dari kalimat itu adalah lakukan yang terbaik. Artinya, kerjakan dengan sebaik mungkin, sampai mengeluarkan semua kemampuan kamu.

Mungkin cuma Allah dan kamu yang tau, gimana cara kamu menjalani itu semua. Sekedar mengalir, biasa saja atau penuh ambisi, biarlah menjadi rahasia kamu sama Allah. Yang penting, mulai di detik ini juga kamu sedang dalam kondisi sadar, untuk melangkah dengan langkah yang penuh kesungguhan.

Mari berdoa untuk terus diberi bimbingan sama Allah untuk menjalankan semua dengan penuh kesungguhan dan rasa syukur.
Sempurnakan dengan ikhtiar yang maksimal.

Pesanku buat siapapun yang baca, khususnya adik adik yang masih bersekolah atau kuliah, jalani semua dengan penuh jiwa. Kalau ngga bisa, periksa diri kamu sendiri, cepat atau lambat kamu memang harus punya kesadaran ini.

****
Lagi ketampar baca buku Bukan Kacamata Kuda nya @udayusuf, sambil masih duet maut baca DNA sukses mulia nya @jamilazzaini.

Wonosobo, 21 agustus 2014

Tuesday, April 22, 2014

yang terjadi dan tak terkatakan

Suatu saat nanti
Ketika tak ada lagi perjumpaan antara kita, 
atau kita cukup disibukkan dengan berbagai aktivitas 
dalam ruang dan waktu yang berbeda.

Maka, 

aku tak kan sedih karna hal itu, 
aku tak kan sedih karna tak pernah lagi terima sms dari mu, atau 
aku pun tak akan sedih jika curhatan-curhatan itu tak lagi tertuju padaku..

karna pastinya akan ada banyak orang baik di sekitarmu 
yang bisa jadi orang yang tepat 
tuk bisa mendengarkan curhatan-curhatanmu

Cukup bagiku, mengetahui engkau sehat dan masih istiqomah di jalan-Nya,
karna mengetahui itu menjadi charger sendiri bagi diriku


>,<

Sumber : dari zae, dari tumblr seseorang yang ku-tak-tahu-siapa

Saturday, April 12, 2014

auman jiwa


Hai, apa kabarmu hari ini? Ijinkan aku menyapamu pada pagi hari ini ya? :’)

Sampai pada beberapa saat lalu sebelum aku memutuskan untuk menulis, kusadar selama ini mungkin aku hanya meracau berbagai hal, yang entah kemana, dan entah pada siapa. Tidak ada kejadian khusus yang ingin kuceritakan di sini, aku hanya ingin mendengarkan jiwaku yang lama tidak kuhiraukan. Kuucapkan terimakasih pada salah seorang temanku —rasanya aku tak pantas mengakui diriku sebagai sahabatnya— yang tulisan dalam blognya membuatku menulis ini.

Disadari atau tidak, setiap manusia terlalu sibuk untuk bisa mendengarkan jiwanya sendiri. Maka bersyukurlah, bila suatu kejadian dapat menyalakan alarm diri. Berbagai aktivitas dunia yang menyibukkan dan melelahkan membuat kita lupa pada diri sendiri, ya, lupa pada jiwa yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban.

* * * 
Mari kita berhenti sejenak..

Kita memerlukan saat-saat itu, saat dimana kita melepaskan kepenatan yang mengurangi ketajaman hati, saat dimana kita membebaskan diri dari rutinitas yang mengurangi kepekaan spiritual; melepaskan sejenak beban dakwah yang selama ini kita pikul dan mungkin menguras stamina kita.  —Anis Matta



* * *


Ah.. dakwah?
Benarkah selama ini memikul beban dakwah,
Atau hanya berlagak memikulnya?
T_T 

12 April 2014

Wednesday, February 26, 2014

Mama dan Daging-dagingan


ilustrasi bandeng presto goreng fullbody *yang saya makan di cerita ini cuma setengahnya*

 
Saya lagi diliatin mama saya, sedang makan bandeng presto hingga sampai pada bagian kepalanya. Empuk dan lezatnya bandeng presto terbayang kan? :9 Ada bagian yang saat itu sisihkan karena namanya juga ikan, ada saja bagian yang terkadang keliatan “aneh-untuk-dimakan”.

Mama   : Itunya dimakan aja fya, enak da, daging. Presto mah semuanya empuk
Fya      : iya abisnya warnanya aneh, asa geuleuh
Mama   : Matanya juga empuk jigana
Fya      : hiiiy! Ari presto kepalanya empuk juga, dimakan juga ga?
Mama   : Ya bisa aja, gile ya manusia mah buas, segala dimakan. Pantes aja hewan juga kalo berburu gitu semuanya bisa dimakan. Kalo kita mah diolah dulu paling. Kalo anjing sama babi juga boleh dimakan, pasti dimakan da.

Sebuah perbincangan di akhir malam yang sederhana antara saya dan mamah. Ya, saya sepakat, bahwa di Indonesia ini penduduknya sangat kreatif. Apa-apa yang tidak terbayang bisa dimakan, dengan kreatifnya diolah menjadi dapat dimanfaatkan, dapat dimakan juga. Sebetulnya ngga Cuma di Indonesia, saya sih sering denger jenis makanan yang cukup aneh-aneh dari negeri china. Yaah mungkin semacam sup embrio manusia gitu lah *yaiks*.

Saya tertarik dengan statement mamah yang bilang “kalo anjing sama babi boleh dimakan, pasti dimakan da”. Yap, faktanya memang ada ko yang makan anjing dan babi. Saya jadi inget, kemarin waktu berkesempatan ketemu temen-temen dari korea, kami sempet ngobrol tentang makan daging-dagingan. Waktu lagi makan siang mereka (Gengnya Sora Baek) bilang kalo daging gepuknya uenak buanget. Mereka takjub karena saat di Indonesia sini sering banget disuguhin daging sapi (beef). Katanya di Korea sana harga beef (daging sapi) jauh lebih mahal dibanding harga daging anjing dan babi. Jadi sangat wajar kalau disana memang didominasi daging anjing dan babi, kebanyakan dari mereka pun tidak mengharamkan anjing dan babi.

Menanggapi hal itu, saya kemudian berpikir tentang aturan keharaman yang ada di Islam. Prinsipnya semua makanan itu halal, kecuali yang diharamkan. Yang di haramkan jauuuuuuuh lebih sedikit daripada yang dihalalkan. Jadi inget ada yang pernah ngasi statement ini : karena yang diharamkan jauh lebih sedikit dari yang dihalalkan, seharusnya MUI ngeluarin sertifikat haram ya, bukan sertifikat halal? Hehe
Biar kerjaannya ngga berat gitu hihi.

*yakalii, mana ada yang mau produk makanannya di cap haram, jaah -_-*

* * *

Perbincangan yang umumnya memang langka terjadi. Mungkin tidak banyak berguna bagi para blogwalkers disana, tapi sedemikian berharganya bagi saya. Jangan heran, beginilah kami. Saya hanya seorang anak yang berusaha lebih banyak berinteraksi dan menyukai segala hal yang berkaitan dengan mama.

Saya senang, Salam buat mama kamu di rumah! :D

Ruang Tengah,
25 Februari 2014

image source : udfatur.portalsip.com

Pembicaraan Serius Anak dan Bapak




Ada rasa yang tak terkatakan di dalam kepala ini, saat aku memberanikan diri untuk bertanya pada bapak. Kali ini perbincangan kami serius. Aku bertanya tentang pengalaman bapak dulu, saat diharuskan untuk menentukan jalan hidup.

Tak pernah kubayangkan sebelumnya bahwa perbincangan ini ternyata akan berlangsung lama. Saat sampai di garasi rumah, sambil membetulkan posisi duduknya, bapak tak beranjak dan terus bercerita.

Rasanya ini sangat jarang terjadi antara aku dan bapak. Aku merasakan pergulatan emosi yang tak karuan dalam diri. Semua bercampur. Takjub, haru, senang, sedih.

Sekali lagi, mungkin ini perbincangan yang sangat biasa antara seorang ayah dan anak, bagimu. Belum bagiku, karena sudah kusebutkan tadi, hal ini cukup langka dan tidak lazim terjadi padaku, di usiaku yang 22 tahun.

Cerita bapak panjang lebar. Sementara ini, cukup diriku saja dulu yang tahu. Suatu saat kalau aku sudah berhasil menemukan kepingan puzzle lainnya, mungkin akan kurangkai menjadi sebuah cerita yang menarik :)
"Karena semua hal, selalu berawal."

Aku senang, salam buat bapakmu ya! :D

Jok depan, garasi mobil rumah depan
16 Februari 2014

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...