Showing posts with label film. Show all posts
Showing posts with label film. Show all posts

Monday, November 15, 2021

Insight Nonton Drakor : Bukan Kebanyakan Drama atau DramaQueen, Kayanya Hidupku Kurang Drama (Jadi Butuh #eh)



BIsmillah
안녕하세요
annyeonghaseyo!


Pastinya takjub kaan wanita semacam aku nyapa pake bahasa korea, haha
Tenang aku cuma searching di google dan copas aja kok hihi.

Padahal saat ini aku udah hari ke 20 berada di Jepang tapi belum mengalirkan rasa mengenai itu ya disini. Gapapa deh ya satu persatu. 20 hari disini cukup jadi hari-hari yang "sibuk" buat aku pribadi. Next post kapan kapan aku cerita deh yaa <3


Sebelum ini aku bukan seseorang yang addict sama hal tertentu. Disaat orang-orang jadi fans berat perjepangan (anime, dorama, manga dan sebagainya) aku biasa aja. Disaat jadi emak-emak dan pada doyan nonton drakor sampe hapal orang-orangnya, aku juga biasa aja. Bukan karena apa-apa sih, aku cuma mengkhawatirkan diriku yang kalau udah nonton sesuatu dan suka, pasti ditonton sampe habis. kebayang kan kalau belasan episode drakor bakalan aku tongkrongin? Cucian, masakan, anak, grup reseller, dll udah pasti dilalaikan. Jadi ini karena tau kapasitas diri aja yang belum bisa memanage nya.


Jujur awalnya sempet penasaran sendiri, kok ada ya yang bisa maraton, ngikutin, bahkan hapal sama semua jalan cerita drakor. Sampai akhirnya mulai tau rekomendasi drakor bagus yang genrenya kusuka, langsung ku tonton marathon hihi

Prestasi Nonton Drakor selama jadi emak-emak 7 tahun:

1. Birthcare Center

2. Squid Game

3. Hometown Cha-cha-cha

keren kann, ini keluar dari zona nyamanku, berani nonton aja meskipun masih tetep ada guilty feeling karena nonton nya marathon wkwk.


Manteman Pernah denger istilah DramaQueen/ "Hidup Lo Kebanyakan Drama",  ngga sih?

Hal itu pernah aku denger dan aku jadi bener-bener waspada supaya aku ngga menjadikan hidupku lebay atau kudramatisir. Aku tipe yang berusaha datar lempeng lurus apapun kejadian yang kualami. Aku ngga mau dilihat orang sebagai orang yang lemah karena "hal" kecil doang. Satu sisi kuanggap itu hal positif, tapi disisi lain, rasanya kok aku malah "mematikan" saraf "rasa"ku sendiri ya?

Jadi disini aku jadi paham, bahwa sebuah nasihat itu mungkin ngga selalu cocok untuk semua orang. Dan tanpa sadar kadang kita ngga tahu apakah nasihat itu beneran cocok buat kita atau enggak, tapi tetep kita dengerin bahkan praktekin. 

Kadang aku ngerasa "nonton" itu adalah sebuah "kesenangan" yang mengganggu produktivitas, bahkan membuang waktu. Padahal ya aku suka, karena banyak hikmah yang didapat langsung secara multimedia. Kebayang kan dengan mindset semacam itu, nonton drakor bukan jadi opsi ku saat ini.

Tapii, di titik ini aku jadi sadar, bahwa, aku yang "garing" ini ya sebetulnya butuh hal-hal semacam itu.
sesuatu yang bisa "menghidupkan rasa kemanusiaan". Inget banget jaman SMP masih suka baca novel teenlit percintaan, persahabatan. tapi semenjak agak gedean dikit, ko rasanya hal semacam itu jadi ngga kulirik.

Ya ngga salah juga sih, namanya perjalanan hidup ya.
toh dari sini aku juga bisa belajar.

Aku justru ngerasa ko cara ku menghadapi hidupku berasa kurang drama yaaa, 
bukan, aku bukan berharap ditambah ujian sama Allah. Aku cuma sadar kalau aku butuh lebih "hidup" dalam merespon setiap kejadian dalam hidup, lebih "pake hati" merespon manusia yang lain. Harapannya dengan ngeluangin waktu buat nonton hal semacam ini bikin diriku ngga kaku-kaku amat kaya tembok ya hihi.


BELAJAR BISA DARI MANAPUN

Kalau dipikir belajar enak dari buku, emang bener. Tapi ada hal-hal lain yang emang ngga secara instan kamu dapatkan sekedar dari buku. Jadi ya buku itu penting, tapi belajar melalui film juga boleh aja. 

Contoh kecil di film Birthcare Center, aku jadi lebih paham sebetulnya hal-hal yang pernah kualami semasa jadi ibu muda itu sesuatu yang lumrah terjadi, aku juga jadi tahu bahwa ada segudang permasalahan lainnya yang aku belum tahu, aku juga jadi tahu bagaimana contoh ideal / hal baiknya.

Atau di film Hometown cha-cha-cha aku jadi belajar gimana sih hubungan 2 orang yang stranger itu bisa sampai jadi sebuah pernikahan (btw kan aku taaruf soalnya proses nikahnya meskipun udah kenal hihi), gimana "pacaran" itu (jadi inspirasi buat pacaran halal setelah nikah kaan haha), atau gimana rekatnya persahabatan, dan masih banyak lagi lainnya.

Yang sebelum nonton itu, karena aku orangnya lempeng, ngga terlalu aku ambil pusing.
Ya intinya jadi terisnpirasi lah yaa

Dalam kehidupan nyata kan ngga semua orang punya akses untuk melihat/ mempelajari berbagai jenis hubungan antar-manusia ya. Kadang contohnya hanya kita lihat dari orangtua atau keluarga aja, tapi kita "kurang jauh mainnya" jadi ngga banyak referensi. Menurutku itu salah satu perwujudan dari iqra sih, bukan sekedar baca  buku aja kan ya, tapi baca kondisi sekitar. Dan lagi pandemi gini kan kadang terbatas ya, jadi manfaatin video atau film inspiratif hihi.


Jadii

Disini aku cuma mau bilang bahwa selama itu bermanfaat buat kita dan kita yakin, ya jalani aja.
Penting untuk tahu batasannya, jangan berlebihan tapi juga ngga perlu terlalu ketat.

Tugas kita menghimpun hikmah yang berserakan

Tujuan akhirnya ya tahu sendiri kan, supaya kita jadi manusia yang lebih baik, yang bisa jalanin amanah dari Allah dengan sebaik-baiknya.
Udah dulu ah, mau nulis yang lain lagi hihi, dadah!



Selasa, 16 November 2021

00.24 

Cihuy bisa begadang! 





Monday, April 12, 2021

Review dan Insight Film Coach Carter

 
Coach Carter (2005) Sumber Gambar dari sini


Alhamdulillah, akhirnya berkesempatan nonton film lagi! Jangan tanya ya jam berapa nontonnya. sekian menit setelah closing date Quartal 1 Tigaraksa, sekitar pukul 00.05 saya langsung tancap gas nonton film ini dengan durasi film sekitar 2,5 jam.

Menurutku, ini filmya bagus banget. Diambil dari inspirasi kehidupan nyata, mengisahkan tentang perjuangan seorang Coach Tim Basket dalam membina para anggota tim basket di sekolah yang punya reputasi buruk. Tentang bagaimana proses mengubah suatu keadaan dari yang asalnya buruk, menjadi sesuatu yang luar biasa. Meskipun ini filmya tentang basket, tapi bakal relate banget sama siapapun yang punya tugas membina-dibina ya. So, recomended ya!

Buat pemuda-pemudi SMA bagus banget sebenernya, tapi disayangkan dari film ini menurutku ada beberapa cuplikan adegan yang dewasa aja. Memang 18+ sih, dan ngga yang vulgar banget. Tapi ya khas nya film dari luar ya mereka cukup identik dengan freesex before married, dan party gitu. Emang harus ditemenin kali ya kalau nontonin ini sama anak remaja. atau pake metode skip skip adegan aja hehe.


INSIGHT

1. Ada prinsip dan sikap yang perlu dimiliki oleh seorang Coach / Pelatih / Pembina

Disini saya melihat banget bahwa seorang coach Carter ini punya karakter yang kuat. 

  • Sejak awal sebelum memulai, membuat perjanjian/aturan main terlebih dahulu dengan surat kontrak.  Sebuah langkah yang kadang dirasa too formal  dan tak biasa, tapi bagi anak usia SMA sebetulnya udah bisa (karena mereka hitungannya udah dewasa ya). 

  • Memegang prinsip yang menyeluruh bagi perkembangan anggota tim. Akademis, cara bicara, attitude, penampilan, ketaatan pada instruksi semua diperhatikan. 

  • Punya Visi yang lebih panjang ke depan.  Basket bagi mereka adalah hal yang penting, tapi itu satu hal. ia memandang bagaimana para anggota tim tak hanya jago dalam basketnya, tapi bisa masuk universitas dan mengubah hidup mereka

  • Tak segan memberi sanksi. Misal ada yang tidak bersikap sopan/melawan, tidak mau ikut aturan, mereka harus lari suicide beberapa puluh kali, atau push up sekian ratus kali. Jenis hukumannya juga mendidik, dan bagus buat stamina mereka sebagai pemain basket. Pastinya ada yang ngga suka, ngeluh, tapi karena tujuannya baik akhirnya ikut juga.

  • Prinsip menegakkan aturannya luar biasa. Mengacu pada surat perjanjian di awal, sebagus apapun performance tim dalam bermain basket, ketika ada poin perjanjian yang belum mencukupi, maka ia berusaha meningkatkannya, dalam kasus ini, prestasi akademis yang kurang baik. 

  • Kuat Memonitoring Tim. Menariknya sekolah ini berani membayar coach basket dengan bayaran yang besar, tapi sistem dalam pendidikan akademisnya buruk. Coach Carter meminta monitoring nilai anak-anak tapi pada awalnya kepala sekolah dan guru merasa ia tidak perlu intervensi urusan itu. Kalo sekilas iya juga ya, urusan Coach Carter kan hanya Pelatih basket? Tapi, dia memegang prinsip bahwa anak-anak meskipun pemain basket, tapi tetaplah seorang pelajar. Coach basket, tapi tahu kondisi akademik semua anggota nya.

  • Berani mengambil keputusan besar, meskipun dihadang banyak pihak. Menyegel lapangan basket dan memindahkan fokus anak-anak  untuk mengejar ketertinggalan akademis. Gokil banget sih ini. Sampai orangtua, kepala sekolah, masyarakat, media semua geger. Membatalkan pertandingan di saat mereka lagi bagus-bagusnya. Tujuannya satu, mereka lulus dari standar yang telah disepakati bersama. Sampai disidang dan diminta resign sama dewan plus ortu murid.

2. Perlu dipahami sebagai orang yang sedang dibina

  • Kita tuh mungkin ngga tahu perjuangan apa yang Coach kita alami buat ngebina kita. Keputusan coach carter untuk ngelatih anak SMA Richmond ini menurutku luar biasa. Memang ada bayarannya, tapi waktu nya hanya sebentar, dan kondisi anak-anaknya itu awalnya bikin  pesimis banget. Bicaranya kasar, emosian, songong, ngga sopan. Belum lagi Coach carter ini punya anak yang udah keren banget di sekolahin di sekolah bagus dengan prestasi yang baik, tapi malah ingin pindah sekolah ke Richmond (yang kualitas rendah) karena ingin dilatih basket sama ayahnya. Luar biasa banget. Bisa bayangin kaan gimana rasanya kalo anak mau pindah ke sekolah yang menurut kita ngga bagus (secara lingkungan, prestasi, dll). So, beryukur dan berterimakasihlah pada mereka yang mau membinamu

  • Percaya dan taat pada apa yang Coach mu sarankan/perintahkan
    Ada masanya para pemain basket ini protes sama coachnya, kenapa begini begitu perasaan kita udah ngikutin semua tapi masih salah aja. Atau, ada yang ngerasa semua kemenangan itu karena mereka jagoan, coach 'cuma' ngelatih. Padahal fungsi coach itu ya memang melatih, melihat blindspot yang mungkin ngga bisa kita temui kalau kita hanya mengandalkan diri sendiri. 

  • Menjaga adab dan sikap dalam menuntut ilmu / belajar
    Sejago apapun sutu individu, ketika tak punya adab / attitude nya buruk, maka hasilnya tidak akan maksimal.
Kurang lebih itu insight yang ku dapat dari film Coach Carter. 

Kalau mau sedikit merefleksikan diri dengan tokoh coach carter, aku dan beliau masih bagaikan bumi dan langit 🙈 Ya tentu proses yang kami jalani berbeda jauh, jadi ngga bisa disamakan. Tapi, kapasitas coach itu adalah sesuatu yang memang kubutuhkan untuk bisa membina banyak orang, jadi insyaallah aku mau belajar. 

Semoga bermanfaat ya

Salam sayang, 
Hajah Sofyamarwa R.











Thursday, December 13, 2012

Nonton dan DIskusi Sistem Pendidikan Finlandia "The Finland Phenomenon"

http://commonroom.info/2012/pemutaran-dan-diskusi-film-the-finland-phenomenon-rabu-12-desember-2012/
MENCERAHKAN! :D

nanti ya ceritanya hehe

Sunday, October 7, 2012

yang bisa diambil dari nonton film Ummi Aminah

image source : addyn.web.id


Habis kumpul krima, ngga sengaja saya nonton film Ummi Aminah di salah satu chanel TV swasta. Awalnya biasa aja, tapi nyata nya saya nonton sampai habis dengan (lagi-lagi) berurai air mata.

Ngga akan terlalu banyak cerita tentang sinopsis filmnya, intinya tentang hikmah di balik musibah yang dialami keluarga seorang Ummi Aminah (Nany Wijaya). Seorang ustadzah berakhlak baik yang biasa menyebarkan dan mengajarkan ajaran islam. Namun dibalik itu semua, dia juga tetap manusia yang ga bisa lepas dari permasalahan. Musibah juga bisa mendatanginya kapan saja.

Sutradara dari film ini Aditya Gumay. FILM INI RECOMENDED BANGET BUAT LANGSUNG DITONTON AJA SENDIRI. Dipikir-pikir kita tuh butuh sesuatu yang bisa bikin kita rada tobat.

Poin penting yang bikin saya pingin bikin tulisan ini adalah kesan yang saya dapat dari cuplikan beberapa adegan dalam film itu.

Diperlihatkan bahwa dari bertubi-tubinya masalah yang menghadang Ummi Aminah (tokoh utama) ada satu bagian yang disebutkan bahwa "walopun kena musibah, tapi masih punya keluarga."
Ya, secara garis besar masalah datang dari anggota-anggota keluarganya (anak), tapi dengan keluarga pula, masalah bisa selesai. Fungsi keluarga  berjalan dengan sangat baik. Punya aqidah kuat, dan saling memahami.

Bicara tentang membangun keluarga seperti itu, tentu saya belum tau apa-apa, tapi dari film itu bisa dilihat bahwa keluarga yang baik, yang bisa memberikan rasa nyaman bagi kita, adalah keluarga yang kebaikan kebaikannya kita tanam sendiri.

Saya yakin kalo ummi aminahnya (sebut saja) jahat, ditengah derasnya masalah, keluarga nya ngga akan jadi penentram hati. 

* * * * *

Permasalahan yang timbul sepintas memang dari anak-anaknya, tapi keluarga yang sejak awal dengan baik terpelihara, nantinya akan tetap dalam koridor yang baik. Contoh adegan saat anak perempuannya digosipkan merebut suami orang, ummi aminah muarah besar sampai bilang "Ngga akan ridha dunia akhirat!"
Kita kadang kalau ngga ada masalah apa-apa, liat kata-kata begitu bebal aja, ngga ada efek apa-apa. Tapi di situ diperlihatkan bahwa sang anak langsung meronta-ronta minta pada Ummi Aminah agar menarik kembali ucapannya. Ikhtiarnya adalah dengan segera pergi dan mendatangi istri laki-laki yang menjalin hubungan sama dia. Udah tertanam gitu rasa cinta dan bener-bener takut sama Allah nya.

* * * * *

Jadi lebih dapet feel nya pas liat di salah satu adegan ada wartawan yang ngedatengin rumah Ummi aminah. Ceritanya mau dapet kabar teraptudet tentang gosip anaknya masuk penjara yang beredar. Disitu saya cuma kebawa kesel aja ( ceritanyaudah menghayati), maksudnya orang lagi kena masalah gitu, malah dibuat rungsing. Ngerti sih, itu memang kerjaan mereka, mencari berita. Tapi yang jadi masalah adalah "masalah pribadi orang bukan buat dibuka-buka juga". Coba kalo kita memposisikan diri jadi orang yang kena masalah, berat bung!

* * * * *

Di endingnya, adegannya lumayan jleb.
Akhirnya sang abah mau mendatangi anaknya (disitu pemerannya Ruben Onsu) yang ceritanya punya sedikit kelainan (laki-laki yang kewanita-wanitaan). Si abah udah mau dicium tangannya, dan minta dipotong rambutnya.
Saya pikir akan happy ending dong. Paling ngga terharu dan kocak gitu.
Ternyata dalam proses pengeramasan si Abah, ruben yang terus berbicara menyadari bahwa Sang Abah tertidur pulas.
Tau? Ternyata sang abah meninggal T_T

Setidaknya sebelum meninggal, hubungannya sudah baik, sudah tidak ada lagi rasa marah diantara keduanya.


"Bersama kesulitan ada kemudahan"

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa dari kejahatan yang diperbuatnya.
"Ya Tuhan kami, janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya.
Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. 
Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
(diketik dengan nyontek dari al-qur'an surat 2:286)


Bandung, 7 Oktober 2012
Pukul 00:02

Wednesday, May 30, 2012

Samurai High School (movie)


Setelah sekian lama akhirnya saya menonton film juga. (beneran ini padahal saya dulu doyan banget, tapi sekarang jadi jarang nonton teh). Kali ini film  beruntung yang ditonton adalah "Samurai High School". Film jepang yang ngga sekali habis, tapi ada beberapa episode.

Menurut saya filmnya bagus, recomended buat adik-adik SMA yang mau ujian. Bukan karena semangat belajarnya tapi, jadi justru tokoh utamanya disini bisa dibilang bodoh banget karena emang ngga pernah belajar, dan di kelas pun biasanya tidur aja. Namanya Mochizuki Kotaro.

Kotaro ini bisa dibilang anaknya biasa-biasa, dia ada di kelas paling bontot, 3 F, dengan kelas 3 A yang paling baik dan berprestasi. Jadi boleh sambil dirasakan ya bagaimana perasaan tokoh utama. Kotaro ini kalo ujian juga selalu dapet E. pendapat saya sih, karena memang dia tidak belajar, serta mungkin tidak punya alasan khusus/ motivasi untuk belajar.

Singkat cerita, dia dikasi baca sebuah buku kuno tentang perjuangan seorang samurai, yang ternyata berumur 17 tahun juga, dengan nama yang sama juga, Mochizuki Kotaro! Pengalamannya semakin aneh dan beragam karena dia akhirnya "dirasuki" samurai itu di kala memang dibutuhkan. Sampai teman nya curiga kalau kotaro ini berkepribadian ganda, karena sifat yang biasa dikenal adalah Kotaro yang bodoh, cengengesan, penakut. Beda sekali sama sifat dari samurai yang pemberani, jago bertarung, behave, dan berprinsip.

Kelanjutannya nonton sendiri aja ya, biar seru! Hehe

Ini beberapa snapshot yang saya ambil dari film itu, yang nyolek pikiran saya
  1. Kotaro jadi punya sahabat dekat yang setia, Nakamura. Karena kerasukan semangat samurai itu mengawali persahabatan mereka. Sahabatnya ini bisa dibilang "paling subordinat" karena anaknya penakut, tidak bersosialisasi dan mudah ditindas. Tapi beberapa adegan di akhir-akhir, nunjukkin kalo dia juga berani bersuara, berani membela. Dasarnya adalah sayang sama sahabatnya, jadi segala yang takut jadi berani.
  2. Walaupun kelas terburuk, teman-teman kelas Kotaro setidaknya ternyata memiliki impian. Bahkan sahabatnya tadi itu pun punya impian. Kotaro kaget karena ternyata dia tidak punya impian. Ya, dia benar-benar bingung. Jurusan-jurusan di universitas tidak ada yang menarik di pikirannya, ya dia bingung sama apa yang sebenarnya dia inginkan terjadi dalam hidupnya.
  3. Samurai itu punya maksud, dan seiring berjalannya waktu Kotaro belum ngerti juga maksud dari Samurai merasuki dia itu apa. Yang pasti, saya sebagai penonton juga melihat adanya perubahan ke arah lebih baik pada diri Kotaro, suatu hal yang membangun.
  4. Semangat dari film ini yang saya dapat, FIGHTING TILL THE END!
  5. Tapi sayang, kalo tadi saya bilang ini cocok buat anak SMA yang mau ujian, ga juga sih karena di akhir pun kurang digambarkan bagaimana proses dia belajar. Karena agak kurang rasional aja, bayangin, dalam film ini digambarkan dia bodoh dan jarang belajar , trus kebanyakan adegan menceritakan bahwa dia banyak memecahkan permasalahan orang lain, banyak kejadian heroik dengan pertarungan, terus di akhir digambarkan dia udah ujian aja. Ada sih beberapa proses belajarnya, tapi terlalu sedikit  dan ga signifikan. Hehe. Tapi mungkin ini emang lebih ke pembentukan karakter sih hehe
  6. Kehidupan Kotaro yang biasa, dibilang hidup tapi ngga hidup. Mungkin karena dia hanya sekedar menjalani aja, tanpa benar-benar memaknainya.

"If I put my self to it, I could really be something."
-- Mochizuki Kotaro

"The strong will always continue to win, and the weak will continue to get nothing. You will opposes them at my side, or do you wish to remain a peon forever? Without the battle there is no way one can be victorious! Each of them is but a fool. But if you withdraw because you fear defeat, then you are the greatest fool of all! Join the fight and prepare to die!"
--Mochizuki Kotaro saat menjadi Samurai, kepada Nakamura sahabatnya saat Nakamura ingin kabur  dari pertarungan, yang membuat Nakamura mengubah pilihannya menjadi berani melawan!

LIVE AND FIGHT!

Kamar, 
29 Mei 2012
image source: http://doramajepang.wordpress.com/2010/03/11/samurai-high-school/

Wednesday, July 13, 2011

Resume Film How to Build A Human Eps 2 : Predictor

Film How To Build A Human ini intinya membahas beberapa hal tentang genetika. Muncul pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang andil DNA pada nasib manusia. Apakah kita bisa melihat masa depan manusia dari kode-kode yang dibawa oleh gen? Atau bahkan meramalkan kehidupan dari awal kelahiran sampai mati?
Di dalam inti sel manusia, terdapat 46 kromosom yang masing-masing menyimpan gen. Gen inilah yang kemudian menentukan bagaimana manusia bisa tumbuh dan berkembang. Gen dianalogikan sebagai buku yang menyimpan berbagai informasi genetik makhluk hidup. Di abad modern dan canggih ini, rasanya saintis sudah bisa ‘membaca’ buku tersebut dan dapat ‘meramalkan’ apa yang akan terjadi.
Struktur DNA yang ditemukan James Watson dan Francis Crick (1953, Cambridge) merupakan penemuan terbesar dalam ilmu biologi abad ke 20. Struktur DNA itu terdiri dari rangkaian huruf kimia. A = Adenin, G = Guanin, C = Cytosin, T = Thimin. Mereka menemukan bahwa separuh informasi genetik itu dibawa oleh kepala sperma yang ukurannya sekecil ujung jarum. Dari situ muncul lagi sebuah pertanyaan, bagaimana informasi kehidupan dapat terkandung dalam tempat sekecil itu?

Beberapa kisah yang dipaparkan dalam film ini adalah:

1.Studi Ilmiah yang dilakukan Hugh Montgomery kepada para tentara Bassingborn tentang gen.
Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil DNA dari masing-masing tentara yang rata-rata usianya sama, hidup di tempat yang sama, makan makanan yang sama, minum air yang sama, baju yang sama, dan perlakuan yang sama. Tujuannya untuk mengidentifikasi keterkaitan gen dengan kekuatan, daya tahan tubuh, bahkan sampai berapa lama dia bisa hidup. Gen yang diteliti adalah Gen ACE. Pada akhir penelitian, Hugh tak bisa melakukan apa-apa dengan hasil penelitiannya. Dalam tubuh hugh sendiri, ternyata gen ACE nya memberi informasi yang mencengangkan. Gen tersebut menyatakan bahwa dia mungkin mati lebih dini dari yang diharapkan.
Suatu penemuan yang luar biasa, akan tetapi, apa yang bisa kita perbuat dengan itu? Apakah kita jadi lebih bisa mengontrol diri, atau malah jadi ketakutan karena tahu akan mati lebh cepat?

2. Pertunjukkan aneh di Pulau Coney (1900) yang menampilkan manusia-manusia dengan kelainan genetis.
Salah satunya adalah Tony. Dia mengalami achondroplasia, yaitu tubuhnya kerdil. Dia menyatakan tidak mengetahui mengapa kelainan itu bisa terjadi pada dia dan keluarganya. Ibunya dan beberapa saudara jauhnya mengalami achondroplasia, namun anaknya tidak. Hal itu bisa terjadi selama 12 generasi, lalu muncul lagi.

3.Catherine Linnete dengan brakidaktili.
Sejak kecil Catherine diceritakan oleh neneknya bahwa selama 500 tahun, keluarganya mengalami kutukan. Tak percaya begitu saja, dia mulai menelusuri penyebab-penyebabnya. Akhirnya dia mengetahui bahwa brakidaktili merupakan kelainan genetis yang diwariskan secara turun temurun. Pada proses yang terjadi di rahim, telapak tangannya berkembang baik, namun jarinya tidak. Terdapat kekeliruan pada kromosom 9, cytosin berubah menjadi adenine. tampak seperti kekeliruan kecil saja, tapi dampaknya besar.

4.Edward Hewlet (4 th) dan suntikan hormon pertumbuhan sintetis.
Tubuhnya selalu kecil dibanding teman-teman seusianya. Setelah dikonsultasikan pada dokter dan klinik pertumbuhan, tubuh Edward ternyata tidak memproduksi hormone pertumbuhan dengan baik. Dan dengan berkembangnya ilmu biologi dalam bidang rekayasa bakteri, Edward disuntikkan hormone pertumbuhan buatan yang lama kelamaan akan punya efek yang sama seperti hormon pertumbuhan semestinya.

5. Rekayasa gen berbagai species makhluk hidup.

Menambahkan gen pembuat ubur-ubur menyala pada tikus sehingga tikus dapat menyala dalam gelap. Salah satu contoh dari perekayasaan gen. DNA adalah materi genetika yang ada pada seluruh makhluk hidup. Muncul ide baru, apakah kita dapat melakukan hal tersebut pada manusia? Ini bisa terjadi, tapi mungkin akan menimbulkan bahaya dan kelainan-kelainan yang lain.

6. Pengaruh gen terhadap ketegangan.
Ada beberapa orang yang menyukai ketegangan. Berani melakukan hal penuh tantangan, bahkan menantang maut. Terkait dengan kromosom 17 “D4DR”. Ada dua bentuk gen yang berkaitan dengan ketegangan, panjang dan pendek. Yang panjang lebih cenderung suka berpetualang. Efek dari gen ini adalah zat kimia otak (dopamine). Dopamine menimbulkan kesenangan dan membuat otak terasa nyaman.

7. Pengaruh gen terhadap kepribadian.

Dengan mempelajari gen lebih jauh, para peneliti dapat menarik benang merah antara gen dengan kepribadian seseorang. Namun apakah dapat diterima begitu saja? Akankah kita mengurung anak atas dasar sejak kecil diketahui gennya dapat bersikap impulsive dan mungkin melakukan kejahatan? Atau kekerasan? Rasanya tidak. Tapi segi positifnya, bisa saja kita dapat melakukan langkah preventif untuk mencegahnya dari kemungkinan-kemungknan tersebut. Pola pengasuhan dan pendidikan tentu saja menjadi hal yang lebih masuk akal.


Apakah suatu saat kita bisa melihat nasib seseorang hanya dengan melihat kode genetisnya?
Atau suatu saat akan ada mesin yang dapat memberikan informasi kehidupan hanya dengan memindai setetes darah?


16 november 2009
-tugas kuliah jaman TPB dulu :)

Monday, May 23, 2011

MR. BRAIN ! [recomended movie]


bismillah..
kayanya udah satu semester ini saya ngga pernah nonton DVD maupun pelem apa-apa di bioskop. Ngrasa aneh sendiri sih, tapi emang bawaannya lagi gitu. Rasanya ada dosaaaa gitu kalo waktu-waktu riweuh akademis gini masih sempet nonton. (lebay)
Sebetulnya emang sejak masuk kuliah, rasanya saya aga mengurangi hal-hal 'asik' semacam itu. Bukan apa-apa sih, agak ngerasa keteteran sama mata kuliah, jadinya otak saya ini mikir bahwa 'harus kerja keras banget buat ngejer yang normal, mau main nanti-nanti dulu aja'.
yah begitulah, suram. hehe

Padahal kalo diinget inget, jaman SMP dulu saya cukup freak sama nonton pilem. Sama temen-temen satu 'geng' (halah), nyewa DVD trus nonton bareng di rumahnya. Nih kalo mereka pada baca ya, ghalizha nabilawangi & Indriya rahayu Putri. :)

berawal dari cerita temen saya satu fakultas yang katanya abis ujian biostat trus pada nonton (buat bales dendam), saya terinspirasi buat nonton DVD. Nemu-lah film Mr. Brain
sabtu malam saya nonton filem ini sampe 4 jam (sampe ngga kumpul KRIMA lah -_-),
Tapi film mr.brain ini bukan film sembarangan loh! dorama jepang tapi ngandung unsur sains nya.
Jadi pemeran utamanya itu awalnya org biasa-biasa, kejedot tembok (ketiban), trus terjadi perubahan di otaknya. Setelah belajar 5 tahun, dia jadi ahli neuroscience yang keren banget! Alur ceritanya enak banget dan berkisah tentang pengungkapan kasus-kasus kriminal gitu.
yang bikin ngiri, kepolisian di jepang situ punya badan khusus yang bergerak di sisi ilmiahnya. Pokonya gampang banget dah nemuin pelaku kejahatan! (haiaah!)

NOSTALGIA nih,
ternyata dulu itu saya emang doyan banget baca komik Detective Conan, juga nonton film.
tapi sekarang setelah kuliah, udah ngga pernah.
#udah jaah, jangan terlalu lebay ngiket diri, emang perlu refreshing ko.. :)
hehe

Recomended Movie deh, yang udah nonton kayanya pengen jadi neuroscientist karena paham kerja otak, paham bagaimana manusia sesungguhnya.
________________________________________________________________________
yah intinya, jangan terlalu keras sama diri sendiri, bersikap lembutlah, jangan sampai udah segede gini, dengan segala problematika yang ada, kita kehilangan apa-apa yang sebetulnya kita sukai. jangan sampe jadi gila di kampus dah hehe :p

ditulis di sela-sela ujian dan presentasi, besok ujian terakhir, semangat!
:D

Saturday, March 19, 2011

Resume Film "Something The Lord Made" (Recomended Movie)

Sutradara: Joseph Sargent

Film yang diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang seorang tukang kayu laki-laki bernama Vivien Thomas yang mempunyai passion di bidang kedokteran namun tak bisa melanjutkan sekolah karena masalah biaya. Bank tempat Vivien menabung bangkrut, sehingga makin menghempaskan angan-angannya untuk dapat kembali bersekolah. 

Vivien kemudian di pekerjakan di Universitas Hopkins sebagai tukang bersih-bersih kandang. Dr. Alfred Blalock sang atasan adalah seorang dokter bedah yang sangat berdedikasi pada pekerjaannya namun ‘gila kerja’. Pada awalnya melihat minat Vivien dalam bidang kedokteran, akhirnya memberi Vivien jas lab untuk membantunya dalam penelitian. Banyak hal-hal yang ditemukan vivien, dan itu sangat membantu Dr Blalock. Vivien, yang seorang warga kulit hitam, pada waktu itu masih mengalami rasisme. Dengan pekerjaannya sebagai asisten dokter, ia hanyalah karyawan kelas 3 yang tak lebih dari seorang buruh. Vivien sempat protes, istrinya pun begitu. Akhirnya gajinya dinaikkan.

Sampai Ketika Dr Blalock dihadapkan pada kasus baby blue syndrome, Vivien juga ikut membantu. Dengan melakukan berbagai percobaan terhadap hewan anjing, Vivien berhasil menemukan cara yang tepat untuk penanganan bayi biru. Memutus pembuluh darah, menyambungkan kembali dengan menjahitnya. Dr. Blalock pun akhirnya memutuskan untuk mengoperasi bayi tersebut.

Namun, ternyata metode yang ditemukan Vivien gagal H-1 operasi. Anjing yang sebelumnya diujicobakan ternyata mati. Jahitan di pembuluh darahnya lepas seiring bertambahnya umur anjing. Akhirnya metode itu tidak dilakukan, dan mereka mencari metode lain. Kemudian vivien menemukan caranya, lalu tibalah masa pengoperasian.
Operasi dilakukan di hadapan para dokter-dokter muda. Awalnya vivien tidak boleh membantu, namun akhirnya dia dipanggil Blalock untuk membantunya. Singkat cerita, bayi itu pulih kembali dan berhasil diselamatkan.

Dunia hanya tahu bahwa Blalock lah yang berjasa. Namanya, lukisannya, artikelnya selalu ada Blalock, sedangkan nama Vivien tidak. Berbagai penghargaan hanya mengakui Dr Blalock sebagai orang yang berjasa. Ironisnya, dalam setiap pidatonya pun, Blalock tidak menyebut-nyebut nama Vivien. Hati Vivien teriris, dia memutuskan untuk pergi dan mencari pekerjaan lain.

Tak lama kemudian, Vivien memutuskan kembali untuk berkerja dengan Blalock kembali. Apa penyebabnya? Vivien merasa, DISANALAH TEMPATNYA. Tak peduli berapapun gajinya, apa anggapan orang, yang dia tahu, MEMANG PEKERJAAN ITULAH YANG DIA SUKAI. Sampai berpuluh tahun Vivien bekerja di sana, dan keahliannya meningkat, Blalock meninggal.
Singkat cerita, pada akhirnya karena ketekunan dan keihklasan Vivien, Vivien pun akhirnya mendapat pengakuan. Sebagai Doktor kehormatan, doctor of laws. Bukan sebagai doctor medis karena adanya berbagai keterbatasan formalitas.

Esensi Film:
Terkadang kita menginginkan sebuah ketenaran atau popularitas semata atas hal yang kita lakukan. Mungkin sakit ketika kita tak dihargai atas karya yang kita lakukan. Namun Kita harus yakin, keteguhan, ketekunan, kejujuran dan keikhlasan akan mengalahkan segalanya. Kalau kita terus berusaha dan sabar, kebahagiaan yang lebih kekal akan menanti. Kalau pekerjaan mu memang di belakang layar, maksimal lah di sana, tak ada yang salah dengan itu! Cintai pekerjaan mu. Setiap orang punya peran masing-masing. DO WHAT YOU LOVE, LOVE WHAT YOU DO! :D

 * * * * * * * * * *
sebenarnya ini tugas kuliah waktu dulu, habis nonton terus disuruh ngeresume apa yang ditonton. maaf atas segala keterbatasan
:)

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...