Saturday, April 9, 2022
Mengendalikan Hawa Nafsu di Bulan Ramadhan
Mengambil Hikmah dari Kisah Angelina Sondakh : Menjadi Manusia Bertaqwa Hanya Dari Sebulan Ramadhan, Bisakah?
Friday, April 8, 2022
Batas Waktu
* * * *
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari. kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185).
Hajah Sofyamarwa
Wednesday, April 6, 2022
Mencoba Resep Baru di Bulan Ramadhan
Tuesday, April 5, 2022
Ramadhan Bersama Corona di Negeri Sakura
Mengenalkan Puasa Ramadhan Pada Anak Balita
Sunday, April 3, 2022
Membangun Kebiasaan Baik di Bulan Ramadhan
"Sebelum pelatihan itu saya berpikir bahwa kebiasaan baik itu adalah suatu PR bagi manusia yang beranjak dewasa. Ketika dia sudah mulai punya banyak amanah, mulai berpikir dan sadar bahwa setiap manusia itu butuh kebiasaan baik. Nyatanya, rasanya begitu berat memulainya dari nol. Dan kalau boleh sedikit memikirkan ulang, tampaknya di usia saya yang 29 tahun ini saya merasa tidak punya habit yang di latihkan oleh orang tua saya kepada saya. Semua berjalan sebagaimana yang saya mau saja. Bila tak suka, kalau bisa konfrontasi, bila tidak bisa sekedar terima saja."
Saya bicara seperti itu karena pada akhirnya dalam kehidupan pernikahan melihat bagaimana keluarga pasangan saya dibesarkan. Tanpa mengatakan mana yang lebih baik/tidak, saya hanya melihat sebuah referensi perbedaan. Ada bedanya, antara yang memang dilatihkan sejak kecil, dan yang tidak.
Saya merasa melatihkan kebiasaan baik ini sangat penting untuk diri sendiri dan anak utamanya,
Agar ia terbiasa dengan hal-hal baik sejak kecil, agar kelak di masa depan ia tak kerepotan dengan membentuk habit dari nol, dan bisa fokus pada pencapaian-pencapaian hidupnya yang akan bermanfaat bagi dirinya, masyarakat dan sesuai Kehendak Tuhan.
Tentunya, pribadi orangtuanya dululah yang perlu mengazamkan diri untuk melatihkan habit baik pada diri sendiri, kemudian pada anaknya.
Pada akhir training itu, sebetulnya goalsnya hanya 1 morning routine pada anak. Dan ajaibnya, saya merasa cukup berhasil menjalankannya. Memang konsepnya adalah goalnya yang ringan dulu saja namun konsisten.
Nah, Di bulan Ramadhan ini, sejatinya banyak hal yang ingin dibenahi, terutama terkait waktu. Kalau mau bicara kendala, udah aku tulis ya, (banyak! haha), tapi jangan sampai hanya tenggelam terlalu lama disana. Ada masanya diri perlu benar benar berusaha keluar dari kebiasaan yang tidak baik.
Anggap Ramadhan ini jadi batu pijakan pertama untuk kembali menstabilkan hidup ya.. 😆✌️
1. Perbaiki aktivitas rutin pagi
Awali hari dengan memenuhi dulu hak-hak Allah, hak diri, hak keluarga. Biasanya ini saagat memberikan efek positif pada keseluruhan hari itu. Bikin to do list sederhana yang ingin dikerjakan di pagi hari. Apresiasi pencapaian itu, rutinkan. CATET biar keliatan.
Kalau aku : Baca Quran 1 juz, Dzikir Pagi, Olahraga ringan (dulu lari sekarang belum kepikiran buat bumil apa yak), dengar kajian, bikin pict quotes motivasi, siapin masakan, ajak anak mandi (dulu, sekarang lagi dingin jadi kita jarang mandi 😆✌️)
Kalau buat anak : bangun ngobrol ringan/main sama bunda, ramadhan sahur, baca iqro, makan, mandi, bantu membereskan tempat tidur. No nagih jatah main hp sebelum jam 10 siang.
2. Perkuat Strong Why / Alasan
Semakin kita tahu manfaat, atau keutamaan dari suatu habit, kita akan lebih semangat menjalaninya. Contoh misal kenapa anak harus tidur pukul sekian dan bangun pukul sekian, karena kebutuhan fisiologis tubuh optimal anak sekian jam. Atau kenapa buibu perlu baca quran dulu sebelum baca whatsapp itu karena kalo dari hadits tuh dibilangnya waktu jadi habis ngga berkah, makjleb!
3. Perbanyak Wawasan
Luangkan waktu untuk dengerin kajian/bahasan yang terkait. Ini bikin semangat juga pastinya.
Sekian dulu ya bahasannya.
Semoga bermanfaat 🥰
Hajah Sofyamarwa R.
#day3 #30dwcJilid36 #pejuangRamadhan
Sebuah Hikmah, Hanami Menjelang Ramadhan di Negeri Sakura
Friday, April 1, 2022
Bersiap Ramadhan Pertama di Jepang
Bismillah..
Disini kami masih belum memilih opsi memiliki kendaraan mobil, jadi selama ini hanya mengandalkan sepeda, bus dan tebengan wkwk. Kalau di Indonesia kan tinggal pilih ya mau ngesot ke masjid mana, disini masjid terdekat sekitar 7 km dari apatoku. Alhasil suasana tarawih di masjid kemungkinan bakal langka. Masa awal pandemi pun kita ngalamin sih ya ngga bisa ke masjid, atau hanya sesekali aja dan berjarak, tapi yang ini jelas beda. Semoga tetep bisa khusyu juga ya meski ngga sering-sering kecelup nuansa jamaah di masjid.
Menurut sidang Istbat pemerintah tadi insyaallah Ramadhan jatuh tanggal 1 Ramadhan ya #eh 3 April 2022, hari Ahad Insyaallah.
Mohon Maaf Lahir Bathin ya semua,
Semoga bisa memasuki bulan ramadhan dengan hati yang lebih khusyu, dan jiwa yang makin ingin mendekat sama Allah
Hajah Sofyamarwa Rachmawati
1 April 2022
#PejuangRamadan #30DWCJilid36
Adaptasi Suhu di Jepang
Sunday, January 16, 2022
Mentoring Skill - Butterfly Camp Rktim 2022
Monday, December 27, 2021
Membangun Tim Reseller - Butterfly Camp Rktim 2021
Serba-serbi Hamil di Kanazawa, Jepang
Update Kehidupan Dulu
Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...
-
" Mencuci dengan MamaLime atau Sunlight, mendapat Hadiah Blender 3in1 Holmes. SELAMAT ..! " Saya ga berniat bikin postingan...
-
Alhamdulillah, ini sharing sedikit pengalaman waktu ikut serta dalam pelatihan Wirausaha Baru Jawa Barat 2015. 1. INFORMASI, DAFTAR, SELEKS...
-
Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...