Saturday, April 9, 2022

Mengendalikan Hawa Nafsu di Bulan Ramadhan

Bismillah..

Pagi ini sembari di dapur, aku mendengar kajian di MQFM mengenai cara mengenalkan puasa ramadan pada anak. Pengisi kajian adalah seorang dokter spesialis anak dari IDAI dan juga psikolog anak. 

Dari kajian tersebut secara singkat esensi nya adalah bahwa meskipun mengenalkan secara bertahap, orangtua perlu mengenalkannya secara komprehensif dari segala aspek. Puasa bukan sekedar melatih anak menahan lapar dan haus dahaga semata, melainkan juga memerhatikan aspek fisik, psikis, juga mental mereka.

Puasa bukan sekedar menyuruh anak menahan lapar dan haus saja, melainkan juga mengajak anak untuk bisa menjaga hawa nafsu dan menjaga bicara mereka. Jleb! Saat mendengar kalimat itu tiba-tiba aku jadi teringatkan, bahwa selama proses iday belajar puasa 5 hari ke belakang aku sangat berfokus pada hal yang bersifat "teknis" mengenai pembiasaan. Pembiasaan waktu sahur (dan waktu tidur), ajakan shalat, dan bagaimana mengisi waktu agar anak bisa berbuka di waktu yang diharapkan.

Saya lupa bahwa sounding dan mengingatkan anak untuk menjaga hawa nafsu juga merupakan salah satu esensi berpuasa. Frase yang terasa 'klise' tapi tetap perlu di tanamkan kepada anak. Bukan fokus besar di awal ramadan ini, mungkin karena secara emosional kami bertiga cukup bisa 'menjaga hawa nafsu' masing-masing selama ini. Qadarullah mungkin karena sedang suasana karantina covid juga di rumah, jadi saling menjaga.

Menjaga hawa nafsu saat tidak terjadi apa-apa, tentunya relatif mudah. Namun yang jadi ujiannya adalah, ketika kita dihadapkan pada suatu kondisi yang tidak biasa, yang menuntut kita untuk bisa mengendalikan hawa nafsu kita.

Semoga kita semua Allah mudahkan dalam latihan mengendalikan hawa nafsu selama bulan Ramadan dan seterusnya. Baik dalam proses pendidikan diri, pendidikan keluarga, maupun pendidikan anak.

* * *

"Tujuan berpuasa adalah supaya bisa berakhlak sebagaimana sifat as-Shamad bagi Allah, juga agar manusia bisa mengikuti sifat-sifat malaikat, yaitu mengekang syahwat sebisa mungkin. Malaikat adalah makhluk yang terbebas dari syahwat. Level manusia sendiri berada di atas hewan karena dengan cahaya akal yang dimilikinya mampu menaklukkan syahwat. Akan tetapi di bawah level malaikat karena memiliki syahwat dan diuji untuk menaklukannya. Jika ia terbuai oleh syahwatnya, levelnya akan turun setara dengan hewan. Sebaliknya, jika mampu menghancurkan syahwatnya, makan levelnya akan naik setinggi-tingginya bersama golongan para malaikat. 
(Al-Ghazali, Ihya ‘Ulumiddin, juz , hal. 236)

#PejuangRamadan #30dwcJilid36 #Day9

Mengambil Hikmah dari Kisah Angelina Sondakh : Menjadi Manusia Bertaqwa Hanya Dari Sebulan Ramadhan, Bisakah?


Bismillah assalamualaikum..

Kemarin saya menyimak video-video Mbak Angelina Sondakh mengenai perjalanan hidupnya saat terjun ke dunia politik dan tergelincir pada kasus korupsi. Jujur, aku menangis mendengar pengakuan beliau saat keluar tahanan. Tulus dan jujur.

Aku yakin bukan hanya diriku saja yang merasakan hal ini. Jutaan netizen indonesiapun pasti merasakan hal yang sama. Beliau masuk lapas dalam kondisi yang "terhina" dan terhukum di lapas dalam pandangan manusia, tapi 10 tahun proses masa tahanan ternyata bisa membuat beliau keluar lapas dalam kondisi yang sangat luar biasa mulia. 

Di awal, dirinya mengakui bahwa sangat sulit menerima kenyataan bahwa ia benar-benar terlibat dalam kasus korupsi. Berada di "lahan basah" Banggar (Badan Anggaran) DPR RI merupakan suatu ujian yang luar biasa karena sering dihadapkan pada loby-loby politik mengenai keuangan. Menariknya ia tidak mengatakan bahwa dirinya sebagai korban ataupun tumbal, ia hanay mengatakan bahwa dirinya "bodoh" karena pernah mau dan tidak menolak apa-apa yang ditawarkan pada beliau 

Bagi beliau, 3-4 tahun awal masa tahanan adalah masa yang berat dan denial. Tapi setelah itu akhirnya ia bisa menerima sebenar-benar kesalahan dirinya dan benar-benar bisa mengubah dirinya.

Bisa dibayangkan, sebelum kasus itu terjadi, sebagai seorang istri ia baru saja kehilangan suami tercintanya meninggal (Adjie Massaid), dan di saat yang berdekatan, sebagai seorang ibu ia juga harus menerima kenyataan bahwa ia harus meninggalkan anaknya yang masih balita berusia 2.5tahun. Betapa berat mendengar pengakuan beliau mengenai perjuangan untuk tetap bisa bertemu dengan anaknya selama 10 tahun dalam penjara.

Ia keluar dalam kondisi berhijab dan menghafal quran. Selain itu tergambar pula betapa kiprah beliau di dalam lapas justru menjadi berkah bagi lapas karena karakter kuat dan baiknya, kepeduliannya pada sesama napi wanita, serta didikannya baik dalam segi etos kerja maupun ruhani. Ia memantau warga binaan lainnya sampai ke tahap mereka bisa membaca iqro, quran dan surat-surat pendek untuk shalat. Padahal beliau adalah seorang muslimah mualaf.

Ia dikenal sebagai "Ibu" yang tegas dan disiplin waktu, tidak mengenal kata "tidak bisa", namun tetap ramah akrab mengayomi warga binaan disana. Tak heran sampai akhirnya ia bisa mengajak serta beberapa sahabat kepercayaannua di dalam lapas untuk bisa bekerja di Keema Entertainment, sebuah berkah tersendiri bagi mereka.

HIKMAH YANG KUPETIK
1. Awali dengan Penerimaan Total
Terima, terima, terima. Sadari bila memang diri salah, akui. Jangan lagi menyandarkan kesalahan pada orang lain. Titik dimana kamu total menerima kesalahan diri, adalah titik yang sama dimana perubahan menuju perbaikan akan dimulai. Selama diri masih denial (menyangkal) dan blaming (menyalahkan) orang lain, kamu tidak bisa belajar dari kesalahan dan menjadi lebih baik.

2. Ketika Tidak Ada Satupun Makhluk yang Mempercayaimu, Maka Itulah Saatnya Kamu Berlepas Diri dari Makhluk, dan Hanya Kembali Pada Allah.
Bagi kebanyakan orang, memang sulit memercayai 'pendosa' yang pernah berbuat kesalahan besar. Tanpa membenarkan hal itu, padahal kitapun sadar bahwa kita tak pernah luput pula dari dosa, meskipun dengan jenis dosa yang berbeda.
Kehilangan trust (rasa percaya) dari masyarakat pada diri kita tentunya membuat diri semakin terpuruk. Alih-alih ingin menjadi lebih baik, bisa jadi malah semakin menjadi. Tapi bagi beliau justru itu golden moment nya. Itu yang justru membuat ia makin berserah total sepenuhnya pada Allah.

REFLEKSIKU
Berkaca pada kisah beliau, dalam rangka ramadan ini, aku kemudian berpikir, bisakah proses 1 bulan ramadhan itu mengubah seseorang menjadi orang yang bertaqwa? Padahal kita tahu sendiri bahwa tujuan puasa ramadan itu bukan sekedar menahan lapar dan dahaga tapi untuk mencapai taqwa.


"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." 
(QS. Al-Baqarah ayat 183)

Sebenarnya, Taqwa itu Apa?
Secara sederhana, taqwa yang kupahami adalah mentaati Allah dan menjauhi larangan Nya. Imam Ar-Raghib Al-Asfahani mendenifisikan : “Taqwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang, dan menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan.

Secara definisi itu sudah cukup jelas ya, tapi tentu dalam praktek kesehariannya banyak detail yang perlu diperhatikan. Dan dalam alquran pun penjelasan mengenai bab taqwa ini lebih banyak lagi.

Keajaiban orang bertaqwa
Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” [At-Thalaq/65 : 2-3]

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan".
(QS. Ali Imran : 134)

Friday, April 8, 2022

Batas Waktu


Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya
.” 
(QS. Al A’raf: 34).

* * * *

Air mata tiba-tiba tak henti meleleh dipipiku. Setelah kusadari bahwa kemungkinan besar akupun turut terinfeksi virus corona. Ya, tepat di pagi ini, gejalaku tak hanya radang tenggorokan dan batuk, tapi juga mulai muncul rasa sakit kepala yang cukup kuat dan demam yang hebat.

Lebay?
Jujur selama pandemi bertahun-tahun ini mungkin aku termasuk barisan orang yang paling santai dan tidak sehigienis kebanyakan orang. Biasa-biasa saja. Mungkin juga karena aktivitasku bekerja kebanyakan di rumah dan tidak begitu banyak bersinggungan dengan orang lain.

Aku bukan takut pada virusnya, aku hanya baru menyadari bahwa gejala yang sebelumnya kuanggap biasa itu, sangat berbeda rasanya saat dialami oleh diri sendiri. Belum lagi aku sedang berbadan dua yang membuat pergerakan badan tak selalu mudah, juga posisi kami yang sedang berada jauh dari kampung halaman.

Hari ini tibalah waktunya aku dan anakku yang melakukan swab test, bersepeda ke klinik dan menunggu lama di ruangan isolasi bersuhu lama, badan rasanya lemas sekali. Ingin sekali aku turun dari kursi besi dan melantai bergoler saja di bawah. Sendi-sendi kaki rasa lemas lunglai rasanya.

Ada tiga hal yang tiba-tiba muncul di kepalaku, sakura, Ramadan, dan batas waktu kehidupan. Semua berkaitan dengan dimensi waktu, yang bagi orang sepertiku seringnya tak benar-benar menyadarinya.

Sakura
Kalau ingat bahasanku sebelumnya, sakura ini hanya tumbuh dan bermekaran selama 2 pekan saja. Bila aku benar-benar dinyatakan positif covid, besar kemungkinan waktu isolasi bertambah. Itu artinya kecil kemungkinan kami bisa keluar rumah untuk melihat-lihat keindahan bunga sakura secara langsung, yang sudah kami tunggu-tunggu selama musim dingin lalu.

Remeh?
Ah wajar saja ya, manusiawi. Selama 30 tahun hidup pun aku tak pernah begitu terobsesi pada bunga sakura. Namun, ketika berada di Kanazawa dan bersabar selama musim dingin yang panjang, rasanya sah-sah saja menantikan cuaca yang lebih hangat bersahabat dan pemandangan yang lebih indah, bukan?

Ramadan
Kemudian aku berpikir tentang Ramadan ini, mungkin Allah ingin memberikan kami pengalaman yang sangat berharga. Perhari ini, akhirnya aku harus membatalkan shaumku karena batuk dan sakit kepala hebat. Aku diharuskan memperbanyak minum dan meminum obat. Sebagai ibu yang pernah hamil dan menyusui saat Ramadan, alhamdulillah selama ini belum pernah absen shaumnya. Tapi qadarullah, kali ini demi kebaikan semua, aku mengambil rukhsah untuk tidak berpuasa dulu. 

Akupun merasa, Allah ingin mengujiku, apakah aku masih mau menjalankan amalan-amalan harian selama ramadan dengan segala keterbatasan? Apakah aku hanya akan 'terlena' dengan gejala sakit yang ada dan memaklumkan diri untuk tidak tilawah karena radang tenggorokan? Ataukah justru ini jadi kesempatan terbaik untuk memperbanyak tilawah Al-Qur'an?

Batas Waktu Kehidupan
Hal terakhir yang kupikirkan adalah batas waktu kehidupan. Kalau selama ini sering mendengar orang berbicara "alumni covid", apakah keluarga kami termasuk golongan tersebut? Atau apakah justru kami termasuk orang-orang yang tak bisa survive? Sungguh aku bukan paranoid, atau pesimis. Dalam kondisi ini tentu apapun bisa terjadi. Upacara masuk sekolah SD anakku saja yang sudah direncakan jauh hari akan diikuti hari ini, qadarullah harus kami lewatkan. Ah, bukankah memang mudah bagi Allah menyusun skenario terbaiknya? Aku hanya teringat, betapa diri ini belum layak untuk dipanggil Allah cepat-cepat. Anggap saja aku ingin sesekali menjadi orang yang cerdas, yang banyak mengingat kematian dengan sebenar-benarnya dan berusaha memperbaiki persiapannya.

Sakura, Ramadan, dan kehidupan, tiga hal indah yang hanya muncul sekejap saja. Yang kedatangannya selalu dinanti, namun terkadang tak sadar disia-siakan.

Semoga kita semua selalu dalam kondisi iman, amal terbaik, dan Allah ridha pada apa-apa yang kita lakukan.

* * * *

Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,  “Renungkanlah wahai manusia, (sebenarnya) kamu akan dapati dirimu dalam bahaya, karena kematian tidak ada batas waktu yang kita ketahui, terkadang seorang manusia keluar dari rumahnya dan tidak kembali kepadanya (karena mati), terkadang manusia duduk di atas kursi kantornya dan tidak bisa bangun lagi (karena mati), terkadang seorang manusia tidur di atas kasurnya, akan tetapi dia malah dibawa dari kasurnya ke tempat pemandian mayatnya (karena mati). Hal ini merupakan sebuah perkara yang mewajibkan kita untuk menggunakan sebaiknya kesempatan umur, dengan taubat kepada Allah Azza wa Jalla. Dan sudah sepantasnya manusia selalu merasa dirinya bertaubat, kembali, menghadap kepada Allah, sehingga datang ajalnya dan dia dalam sebaik-baiknya keadaan yang diinginkan.” (Lihat Majmu’ fatawa wa Rasa-il Ibnu Utsaimin, 8/474).

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari. kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185).

Hajah Sofyamarwa
Kanazawa, 8 April 2022
03.19 JST

#PejuangRamadan #Day7 #30DwcJilid36

Wednesday, April 6, 2022

Mencoba Resep Baru di Bulan Ramadhan


Ramadhan hari ini dapat hikmah besar bahwa memang kita butuh :
✅ punya skill mumpuni
✅ sehingga bisa mengelola waktu dengan baik
✅ sehingga kita ngga lantas melalaikan amanah lainnya

Kali ini ceritanya aku mencoba membuat bubur ayam sendiri, karena tenggorokan kami rasanya semakin sakit dan membutuhkan makanan yang lembut.

Episode memasak ini masih jadi ranah yang abu-abu buatku, dibilang bisa tidak juga, tapi dibilang tidak bisa juga tidak. Kalau ditanya suka/tidak suka masih abu-abu juga karena aku cukup senang ketika bisa berhasil mempraktekkan resep/jenis makanan baru. Hanya saja mungkin aku lebih memilih untuk melakukan hal lainnya dibanding masak ya. Hihi.

Sadar bahwa kami tak bisa membeli bubur disini, maka solusi satu-satunya adalah membuatnya sendiri. Cukup menantang buat aku pribadi, karena bubur itu lumayan banyak printilannya ya. Selain itu sedang shaum jadi sulit icip-icip dan masih kikuk dalam pembuatannua. Ya sambil mengaduk panci bubur, sambil bikin kuah kuning, sambil menggodok telur, dan lain sebagainya.

Aku jadi teringat jaman dahulu saat mp-ASI anak pertama. Semua dilakukan manual secara manual, benar-benar masih newmom yang ngga tahu apa apa. Pada waktu itu seingatku teman yang sudah nikah seangkatanku masih belum banyak, jadi trial error saja.

Masak masakan harian masih belajar, apalagi masak ala mp-ASI yang saat itu sangat perlu memerhatikan banyak hal. Survive di masa itu, aku hanya berpikir, bahwa mpASI manual cara normal ya bisa-bisa aja, tapi memang sedikit lebih rumit karena bisa menghabiskan banyak waktu, terutama bagi yang belum ahli seperti aku.

Bersyukur ya sekarang sudah semakin banyak gadget dapur yang memudahkan para ibu rumah tangga menjalankan tugas-tugasnya. Jadi bisa lebih mengefisienkan waktu dan tenaga, terlebih saat ramadhan.

Tapi tentunya, menurutku ada setidaknya dua jenis pengorbanan yang bisa dipilih, disesuaikan dengan kondisi masing-masing :
1. waktu
2. investasi membeli alat.
Bagi yang memiliki keluangan waktu, bisa mengandalkan apa-apa yang ada saja, tapi bagi yang memiliki keluangan dana, tentunya bisa investasi pada alat-alat yang memang memudahkan.

Hidup bersama dengan keluarga baru di tanah rantau, terkait masak memasak ini aku semakin menyadari bahwa ada dua hal yang begitu mencolok :
1. Skill memasak
2. Rasa percaya diri akan hasil masakannya.
3. Kesediaan meluangkan waktunya.

Banyak yang kulihat selalu siap sedia bila ada kegiatan yang membutuhkan masakan tertentu, sementara aku rasanya masih "planga-plongo" terutamanya karena memang jarang masak besar. Pun kalau membantu proses masak besar, hanya di bagian penyiapan bahan dan tak bertanggungjawab pada rasa dan finishing masakan. Tapi utamanya mungkin kurang pede dengan hasil masakan sendiri 😬✌️ 

Padahal tak jarang juga suami dan anak mengatakan bahwa masakan Bunda enak, mungkin juga karena tak ada makanan lain ya hihihi.

Tapi bersiaplah, di tanah rantau, skill memasakmu akan sangat membantu. Buatku sangat terasa sekali. Sering sekali aku merasa terharu kalau dikirimi makanan sama sesama ibu-ibu, memasak bersama, atau memasak masakan khas daerah masing-masing. Belum lagi takjub melihat yang memang akhirnya terbiasa memasak besar untuk project memasak makanan berbuka (ifthar), bayangkan pahala yang bisa didapatkannya ya.. Masyaallah

Pada akhirnya memang semua kembali pada diri sendiri, ada yang Allah lebihkan bakatnya di satu hal, ada juga yang Allah titipkan amanah lainnya di hal lain. Terpenting masing-masing dari kita bisa menyadari potensi diri sendiri dan mengoptimalkannya untuk bisa melakukan amal-amal kebaikan terutama di bulan Ramadhan.

Semangat mengasah diri, buk 🥰❤️

#Day6 #30dwcjilid36 #PejuangRamadhan


Tuesday, April 5, 2022

Ramadhan Bersama Corona di Negeri Sakura


Assalamu'alaikum wrwb..

Memasuki hari ke 3 bulan Ramadhan ini semoga teman-teman semua tetap fokus ibadah dan sehat-sehat ya :)

Kali ini aku mau sedikit bercerita mengenai apa yang terjadi selama beberapa hari ini. Puncaknya pagi ini, kami mendapat kabar bahwa hasil swab test PCR suamiku positif covid.

Berawal sejak di hari pertama shaum (3 April 2022), pada malam hari beliau merasa mulai ngga enak badan dan sakit kepala. Kami pikir sakit biasa atau "masuk angin" karena sebelumnya memang kami angin-anginan, ikut agenda hanami di pinggir sungai Saigawa dan hanami PPI Ishikawa di pinggir Sungai Asanogawa. Malam itu, aku bersama ibu-ibu Indonesia berkumpul di Restoran Coco's. Haidar ngga aku ajak karena ia harus tidur sebelum pukul 21.00 supaya bisa ikut bangun sahur.

Keesokan harinya (Senin, 4 April 2022) suami masih merasa sakit. Ia meminum paracetamol 2 tablet (jeda 1.5 jam) namun masih tetap sakit. Beliau istirahat saja di dalam kamar dan masih tetap shaum seperti biasa. Siang harinya saat cek temperatur, ternyata beliau demam, sampai sekitar 39°C. Haidar pun yang tadinya asyik bermain dengan teman, kami perintahkan untuk pulang saja dan main di rumah dulu, preventif barangkali ayahnya bukan sakit biasa. Tentunya dia kecewa, tapi mau bagaimana lagi.

Lalu, kami mendapat kabar bahwa salah satu anggota di lab suami terinfeksi virus corona. Kami deg-deg an, karena hari jumat suami cukup lama berada di lab yang sama.

Akhirnya kami mencari informasi klinik terdekat dan menghubungi JICA (salah satu pemberi beasiswa kami) dan kami diarahkan untuk datang ke klinik terdekat (Onma Klinik 300 meter dari rumah). Kami lalu di ajak masuk melalui ruang isolasi khusus untuk dilakukan swab test. Salah seorang pihak JICA menemani dan membantu kami memahami perkataan dokter (translate), selain itu kami juga diajak menebus beberapa obat di apotek untuk mengurangi gejala yang ada.

Keesokan harinya, pihak JICA menginformasikan bahwa betul adanya suami benar-benar terinfeksi covid, diminta untuk tetap dirumah selama 7-14 hari kedepan.

Aku dan anakku haidar belum melakukan swab test, jadi setelah itu kami mulai berpisah ruangan untuk mengurangi penularan aja. Alhamdulillah haidar ngga ada gejala apapun, kalau aku semenjak pulang dari klinik memang agak terasa tenggorokan seret seperti yang mau radang. Wallahu'alam..

Suami khawatir aku dan haidar kena, terutamanya aku karena sedang hamil, dan vaksin nya masih edisi vaksin Sinovac Indo (disini yang diakui hanya moderna, dan pfizer soalnya).

Alhamdulillah per hari ini suami merasa kondisinya membaik, namun malamnya memang masih ada demam. 

Kami berterimakasih pada semua yang telah mendoakan dan mensupport kami, bahkan menyempatkan mengirimkan ta'jil dan menawarkan bantuan apapun. Malam harinya perwakilan pihak JICA datang dan memberikan kami bahan makanan (sayur, buah, jus, susu) agar kami tetap bisa masak tanpa harus keluar rumah. Alhamdulillah.

Pandemi 2 tahun ini, ngga nyangka akhirnya sampai juga virus itu di rumah kami. Qadarullah, semoga makin membuat kami semakin dekat sama Allah di Bulan Ramadhan ini..

Stay healthy ya semua.. ❤️

Disini rasanya ngga ada istilah 'dicovid' kan ya, kalau emang ada virusnya ya ke detect di PCR nya hihi. Sedih juga karena beberapa kawan yang sempat kontak dengan kami beberapa hari ini juga akhirnya positif covid. Semoga ngga semakin banyak, dan semua bisa segera sehat-sehat 🙏

Insyaallah nanti akan ku update lagi ya, 

Hajah Sofyamarwa R.
Kanazawa, 5 April 2022

#PejuangRamadhan #Day5 #30dwcJilid36

Mengenalkan Puasa Ramadhan Pada Anak Balita


Para orangtua di masa Ramadhan ini sudah banyak yang mulai mempersiapkan banyak hal termasuk bagaimana mengondisikan anak untuk mengenal  keistimewaan bulan ramadhan.

Sebelum terlalu jauh, kita perlu memahami bahwa fase anak balita, atau 0-7 tahun, sebetulnya anak belum dikenakan kewajiban syariat untuk berpuasa. Bahkan perintah shalat pun baru Allah dan Rasulullah perintahkan saat anak berusia 7 tahun. 

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu , ia berkata, "Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun! Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat). Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan).
(Hadits ini hasan. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 495; Ahmad, II/180, 187; Al-Hakim, I/197)

Jadi sebelum usia itu sebetulnya anak baru kita kenalkan dulu. Dan hal yang lebih pentingnya adalah menanamkan terlebih dahulu kecintaan dan kekaguman pada Allah Sang Maha Kuasa.

Kita perlu ingat bahwa syarat sah puasa ada 3 :
1. Muslim 
2. Berakal
3. Baligh

Kita bedah satu persatu ya..
Untuk poin 1 cukup jelas ya, insyaallah anak kita muslim. 

Untuk poin 2, apakah anak usia 0-7 tahun sudah berakal/sempurna akalnya? Salah satu hikmah mengapa anak sekolah SD dimulai sejak usia 7 karena secara psikologis anak sudah mulai matang akalnya.

"Karena pada usia inilah anak sudah mampu menerima perintah atau sudah paham menerima perintah yang disebut dengan istilah mumayyiz. Karena di usia ini kritis dan cerdas," kata Dr H Abdul Majid Khon dalam bukunya "Hadis Tarbawi. Hadis-Hadis Pendidikan".

"Usia secara kebetulan sama dengan usia anak sekolah dipedomani dalam penerimaan masuk sekolah formal di sekolah tingkat dasar titik konsekuensinya anak yang telah mampu belajar sholat dengan baik berarti pula ia telah menerima hukuman jika meninggalkannya."
(Ali Yusuf, Republika)

Untuk poin 3, tentunya anak usia 0-7 tahun pun belum baligh. Jadi tidak ada tuntutan bagi mereka, yang perlu kita fokuskan adalah bagaimana menuntun mereka agar mereka merasakan imaji positif mengenai ibadah di bulan ramadhan :)

Tidak ada istilah lebih cepat lebih baik ya kalau menyangkut beban syariat. Karena kita ingin anak memilik fondasi yang kuat dulu mengenai fitrah keimanan, kecintaan nya pada Allah, pada agamanya.

Bayangkan kalau anak usia 0-7 tahun kita paksa untuk beribadah seperti kita yang sudah aqil baligh, sangat mungkin akan banyak penolakan, drama dan orangtuanya jadi stress. Padahal memang usianya belum mumpuni, jadi rileks saja terkait hasil, kita bersemangat pada proses membuat anak happy :)

Jangan sampai anak merasa kesal/trauma dengan syariat islam di usianya yang masih kecil, saat nantinya ia sudah baligh justru tak menjalankan syariat dengan baik.

Beberapa hal praktis yang cukup sering dilakukan orangtua di rumah adalah:
1. Menghias Rumah dengan Dekorasi Ramadhan
2. Menyediakan perlengkapan ibadah anak (sajadah, mukena, iqro/qur'an)
3. Menyediakan berbagai worksheet/printable/buku/mainan untuk mengisi kegiatan ngabuburit anak
4. Menyediakan lembar progress achievement chart ibadah untuk anak.

Ada tips dari Kang Canun dan Teh Fufu mengenai bagaimana cara mengenalkan puasa pada anak dengan menyenangkan:
1. Sounding dan briefing tentang Keistimewaan Shaum Ramadhan.
Misalnya mengenai pintu surga yang disediakan khusus bagi orang yang berpuasa (ar-rayyan), bahwa puasa itu Allah lah yang akan memberikan pahalanya, dan lain sebagainya.
2. Kenalkan latihan shaum ramadhan yang sesuai.
Sesuai kemampuan anak dan sebisa mungkin tidak membanding-bandingkan dengan anak orang lain. Misal anak hanya bisa sampai pukul 10.00 lalu berbuka, tidak apa. Kemudian hanya bisa sampai 12.00, lalu pukul 15.00 dst tidak apa. 
3. Fasilitasi keseruan ramadhan
4. Buat rencana selama bulan ramadhan
5. Apresiasi dan fokus pada progress
Kita bisa siapkan poster atau achievement chart dengan berbagai stiker lucu untuk anak. Apresiasi hal hal baik yang mereka lakukan.
6. Tidak perlu diiming imingi rewards terlebih dahulu.
Ingat bahwa fokus utamanya adalah progress mereka, bila di akhir mau memberi rewards, silakan saja, tapi sebisa mungkin bukan diinfokan di awal ya. Jadi sifatnya hadiah aja, apresiasi atas usaha mereka ingin semakon dekat sama Allah.

Pengalaman pribadi
Anak saya mulai di sounding mengenai shaum ramadhan sejak lama, namun sampai akhirnya dikenalkan dengan ritme ramadhan secara intens di usianya yang ke 4.5, 5.5 tahun dan 6.5 tahun ini. Memang sangat terasa perbedaannya, karena berkaitan dengan kematangan akalnya. Awal-awal dia paling senang karena saat buka puasa itu banyak yang jual makanan berbuka, dan terasa banyak makanan saat berbuka. 

Saya termasuk yang cukup "tenang" bila anak memilih berbuka puasa, namun tentu sedikit banyak ada pengaruh dari sekitar yang terkadang membuat diri jadi "goyah". Semisal perkataan bahwa "Anak saya udah mulai full puasa di usia 4 tahun/5 tahun" sementara saat itu anak saya tidak begitu. Tapi tetap tenang aja, dan isi diri dengan ilmu agar bisa mrlangkah lebih ajeg. Ingat kita perlu membangun fondasi nya terlebih dahulu yaa 😘

Sekian pembahasan mengenai bagaimana mengenalkan puasa pada anak balita. Semoga bermanfaat 😘

Hajah Sofyamarwa R.
Kanazawa, 5 April 2022

#Day4 #30DWCJilid36 #PejuangRamadhan

Sunday, April 3, 2022

Membangun Kebiasaan Baik di Bulan Ramadhan


Bismillah..

Jujur menulis topik ini bukan hal mudah buat aku pribadi. "Membangun Kebiasaan Baik di Bulan Ramadhan", what? Hellow, di 11 bulan lainnya aja lebih banyak amburadulnya 😬✌️

Anggap saja ini bagian dari langkah pertama diri untuk bisa benar-benar membangun kebiasaan baik bagi diri sendiri ya. 

Terkait Habit / Kebiasaan ini, aku pernah ikut suatu training (Habit Trainer) yang diadakan sekitar bulan Oktober 2021 oleh Mba Ellen Kristy, founder dari Charlotte Mason Indonesia. Terkait pendalaman filosofi CM ini jadi bahasan lain waktu aja ya, tapi sejauh ini aku tertarik banget sama CM ini dan ngerasa klik sama banyak hal di dalamnya.

Dari situ, aku makin sadar bahwa yang namanya kebiasaan itu maknanya dalem banget. Topik trainingnya adalah bagaimana orangtua menjadi pendidik bagi anak, tapi justru di awal terasa sekali bahwa yang sangat perlu di latihkan adalah orangtuanya.

"Sebelum pelatihan itu saya berpikir bahwa kebiasaan baik itu adalah suatu PR bagi manusia yang beranjak dewasa. Ketika dia sudah mulai punya banyak amanah, mulai berpikir dan sadar bahwa setiap manusia itu butuh kebiasaan baik. Nyatanya, rasanya begitu berat memulainya dari nol. Dan kalau boleh sedikit memikirkan ulang, tampaknya di usia saya yang 29 tahun ini saya merasa tidak punya habit yang di latihkan oleh orang tua saya kepada saya. Semua berjalan sebagaimana yang saya mau saja. Bila tak suka, kalau bisa konfrontasi, bila tidak bisa sekedar terima saja."

Saya bicara seperti itu karena pada akhirnya dalam kehidupan pernikahan melihat bagaimana keluarga pasangan saya dibesarkan. Tanpa mengatakan mana yang lebih baik/tidak, saya hanya melihat sebuah referensi perbedaan. Ada bedanya, antara yang memang dilatihkan sejak kecil, dan yang tidak.

Saya merasa melatihkan kebiasaan baik ini sangat penting untuk diri sendiri dan anak utamanya,  

Agar ia terbiasa dengan hal-hal baik sejak kecil, agar kelak di masa depan ia tak kerepotan dengan membentuk habit dari nol, dan bisa fokus pada pencapaian-pencapaian hidupnya yang akan bermanfaat bagi dirinya, masyarakat dan sesuai Kehendak Tuhan.

Tentunya, pribadi orangtuanya dululah yang perlu mengazamkan diri untuk melatihkan habit baik pada diri sendiri, kemudian pada anaknya.

Pada akhir training itu, sebetulnya goalsnya hanya 1 morning routine pada anak. Dan ajaibnya, saya merasa cukup berhasil menjalankannya. Memang konsepnya adalah goalnya yang ringan dulu saja namun konsisten.

Nah, Di bulan Ramadhan ini, sejatinya banyak hal yang ingin dibenahi, terutama terkait waktu. Kalau mau bicara kendala, udah aku tulis ya, (banyak! haha), tapi jangan sampai hanya tenggelam terlalu lama disana. Ada masanya diri perlu benar benar berusaha keluar dari kebiasaan yang tidak baik.

Anggap Ramadhan ini jadi batu pijakan pertama untuk kembali menstabilkan hidup ya.. 😆✌️


1. Perbaiki aktivitas rutin pagi

Awali hari dengan memenuhi dulu hak-hak Allah, hak diri, hak keluarga. Biasanya ini saagat memberikan efek positif pada keseluruhan hari itu. Bikin to do list sederhana yang ingin dikerjakan di pagi hari. Apresiasi pencapaian itu, rutinkan. CATET biar keliatan.

Kalau aku : Baca Quran 1 juz, Dzikir Pagi, Olahraga ringan (dulu lari sekarang belum kepikiran buat bumil apa yak), dengar kajian, bikin pict quotes motivasi, siapin masakan, ajak anak mandi (dulu, sekarang lagi dingin jadi kita jarang mandi 😆✌️)

Kalau buat anak : bangun ngobrol ringan/main sama bunda, ramadhan sahur, baca iqro, makan, mandi, bantu membereskan tempat tidur. No nagih jatah main hp sebelum jam 10 siang.


2. Perkuat Strong Why / Alasan 

Semakin kita tahu manfaat, atau keutamaan dari suatu habit, kita akan lebih semangat menjalaninya. Contoh misal kenapa anak harus tidur pukul sekian dan bangun pukul sekian, karena kebutuhan fisiologis tubuh optimal anak sekian jam. Atau kenapa buibu perlu baca quran dulu sebelum baca whatsapp itu karena kalo dari hadits tuh dibilangnya waktu jadi habis ngga berkah, makjleb!

3. Perbanyak Wawasan

Luangkan waktu untuk dengerin kajian/bahasan yang terkait. Ini bikin semangat juga pastinya. 


Sekian dulu ya bahasannya.

Semoga bermanfaat 🥰


Hajah Sofyamarwa R.

#day3 #30dwcJilid36 #pejuangRamadhan

Sebuah Hikmah, Hanami Menjelang Ramadhan di Negeri Sakura

Bismillah,
Musim salju sudah berakhir, kami mulai memasuki musim semi dan bersiap untuk melakukan agenda Hanami bersama. Hanami adalah tradisi jepang dalam menikmati keindahan bunga sakura yang bermekaran, sambil menggelar tikar dan makan-makan di bawah pohon sakura.

Sabtu 2 April 2022 diagendakan sebagai acara hanami keluarga kecil kami di Indonesia. Masing masing membawa alas tikar dan makanan untuk dinikmati bersama sambil melihat keindahan bunga sakura. Pada masa awal ini, yang terlihat masih kuncup bunga, insyaallah pekan depan akan mekar sempurna dan lebih indah :)
Munculnya bunga sakura ini buatku sangat berkesan, mengingat sebelumnya kami mengalami musim dingin/salju, dimana pohon-pohon sudah 'botak' menggugurkan daunnya, dan sejauh mata memandang, tak banyak dijumpai kesegaran hijau hijauan rerumputan, pohon, maupun bunga, kesemuanya diliputi salju.

Tapi tahukah? 
Mekarnya bunga sakura ini tak selamanya, ia hanya bertahan selama 2 pekan saja sebelum akhirnya ia mulai rontok kembali dan tak lagi seindah sebelumnya. Maka tak jarang orang yang berada di sini pergi ke berbagai tempat untuk hunting spot-spot bagus untuk hanami dan berfoto mendokumentasikan keindahannya.

Datangnya ramadhan dan bunga sakura di waktu yang bersamaan ini kemudian mengingatkan ku pada sebuah hal. Betapa Ramadhan juga hanya muncul setahun sekali dari pergantian 12 bulan yang ada. Sebuah bulan yang spesial yang Allah janjikan keberkahan dan taburan pahala sebanyak-banyaknya. Sebuah bulan yang sangat merugi bila kita lewatkan begitu saja.

Ia mungkin tak terlihat seperti mekarnya bunga sakura, ia hanya bisa kita rasakan dalam diri kita sendiri. Suasananya mungkin tak selalu sama karena pertambahan usia, suasana diri kita lah yang akhirnya menentukan pemaknaannya. Gegap gempita keseruan saat masih kecil dulu di kampung halaman, mungkin tak lagi kita dapatkan saat kita dewasa dan sudah melancong ke negeri orang.

Maka pertanyaannya, apakah pendewasaan makna ramadhan sudah kita dapatkan?

Carilah, temukanlah!
Semoga kita semua bisa memaknai Ramadhan kali ini dengan lebih baik, serta bisa lulus dari bulan ini dengan membawa predikat taqwa yang tak henti usai Ramadhan berakhir.

Aamiin :)

Hajah Sofyamarwa R.
Kanazawa, 3 April 2022

#30dwcJilid36 #Day2 #PejuangRamadhan

Friday, April 1, 2022

Bersiap Ramadhan Pertama di Jepang

Bismillah..

Assalamu'alaikum wrwb, konbanwa!

Tak terasa sudah masuk tanggal 1 April 2022, bertepatan dengan detik-detik menuju ke Bulan Ramadhan di tahun 2022 (1443 H). Buat aku yang lahir dan besar di Indonesia selama 30 tahun, menghadapi Ramadhan kali ini rasanya benar-benar deg-degan!

Ada beberapa kondisi yang bagiku menjadi tantangan di bulan Ramadhan kali ini. 

1. Aku masih terhitung baru sebagai pendatang di Jepang
Yes, ini experience pertamaku ya, di tempat baru, nuansa baru, keluarga baru. Wajar yaa kalau nervous hihi

2. Kondisi sedang Hamil
Nah untuk kondisi ini, sebetulnya dulu pun pernah mengalami hamil dan juga menyusui saat Ramadhan. Tapi saat dulu kondisinya aku masih di Indonesia, dan alhamdulillahnya ngga ada masalah apa-apa plus masih bisa shaum full. Kali ini, struggling kehamilannya cukup luar biasa (apalagi di awal trimester 1), yang menyebabkan berat badan justru turun dan susah makan. 

3. Kondisi Musim, Suhu dan Waktu yang Berbeda
Sebetulnya saat ini sudah genap 5 bulan lewat 1 pekan aku berada disini. Bagi sebagian orang mungkin proses adaptasinya bisa cepat, bisa juga tidak. Tapi bagiku, proses adaptasi ini berjalan sepanjang hari hihi. Pertama sampai di Jepang itu sekitar bulan Oktober 2021, musim gugur mendekati musim salju. Di Musim Salju kemarin lumayan struggling, alhamdulillahnya menjelang Ramadhan ini sudah hampir memasuki musim Semi (bunga bermekaran). Semoga lebih bersahabat kondisinya :)

Suhu udah ngga di angka 0 derajat Celcius, alhamdulillah udah di sekitar angka 14. Suhu dingin biasanya ngga gampang keringetan dan kehausan, Tantangannya di mobilitas sehari-hari di dalam rumah aja plus kalau habis wudhu itu rasanya kedinginan banget hihi.

Terkait waktu, aku sempat merasakan "jetlag" karena rasanya jam-jam shalat disini dinamis banget perubahannya. Sebelum ke jepang rasanya di Indonesia shalat subuh masih sekitar pukul 04.30 an, saat ke Jepang, ada masanya subuh itu adzan jam 05.30 an, eeeh sekarang taunya kembali lagi ke sekitar 4.15 an. Buat aku ini cukup challenging, sih. Bayangin suhu dingin, tidur baru sebentar, eh udah mesti bangun lagi hehe. Kenapa aku bilang tidur sebentar, karena seringnya aku tidur larut malam. Perbedaan waktu Indo dengan Jepang itu sebetulnya hanya 2 jam, tapi ketika banyak kerjaan Indo dan kelas belajar yang diselenggarakannya jam 20.00-22.00 WIB aja, di Jepang kan jadi jam 22.00-24.00 ya.. Otomatis jam tidur jadi sedikit kacau.

Kalau dihitung sama waktu menyiapkan sahur, mungkin perlu bangun jam 03.30 atau jam 03.00 amannya sih ya. Sebenarnya dipikir-pikir sama aja jamnya kaya di Indonesia, ngga jauh berbeda. Tapi ya itu sih, jujur jam biologis badanku masih belum stabil. Harapannya habis subuh kan ngga tidur lagi ya, tapi mengingat jam tidurnya terlampau singkat, bumil butuh tambahan jam tidur. 

4. Menu Masakan Disesuaikan
Aku tipe emak-emak yang bukan hobi dan jago masak, jadi masak itu ya sebisanya aja. Di Indonesia kayanya masaknya giu-gitu aja, maka pas pindah kesini kombinasi bahan-bahan juga masih sebisanya aja. Kendala nya di belum banyak eksplor, pembacaan bumbu masak (nihongo gaes), dan kehalalalnya. Pengen gitu rasanya ngelist menu andalan yang bahannya tinggal rikues sama mamang sayur (Sayur lodeh, sayur asem, dkk)

5. Ngga ada Jajanan Ngabuburit dan Gofood
Ini yang pasti kangen banget sih, kebayang kaan serunya jalan-jalan cari mamang jualan buat jajan? Kali ini sabar aja ya. Ngabuburit nya masak sendiri bikin sendiri aja hihi.

6. Masjid Cukup Jauh dari Apato
Disini kami masih belum memilih opsi memiliki kendaraan mobil, jadi selama ini hanya mengandalkan sepeda, bus dan tebengan wkwk. Kalau di Indonesia kan tinggal pilih ya mau ngesot ke masjid mana, disini masjid terdekat sekitar 7 km dari apatoku. Alhasil suasana tarawih di masjid kemungkinan bakal langka. Masa awal pandemi pun kita ngalamin sih ya ngga bisa ke masjid, atau hanya sesekali aja dan berjarak, tapi yang ini jelas beda. Semoga tetep bisa khusyu juga ya meski ngga sering-sering kecelup nuansa jamaah di masjid.

Nah segitu dulu deh unek unek ku memasuki Bulan Ramadhan.
Menurut sidang Istbat pemerintah tadi insyaallah Ramadhan jatuh tanggal 1 Ramadhan ya #eh 3 April 2022, hari Ahad Insyaallah.

Mohon Maaf Lahir Bathin ya semua, 
Semoga bisa memasuki bulan ramadhan dengan hati yang lebih khusyu, dan jiwa yang makin ingin mendekat sama Allah

Hajah Sofyamarwa Rachmawati
1 April 2022

#PejuangRamadan #30DWCJilid36

Adaptasi Suhu di Jepang

ADAPTASI SUHU

Ingin skip nyerita ini tapi rasanya ngga bisa. 😂 

Buat saya yang sepanjang hidup tinggal di Bandung (suhu relatif normal sekitar 23°C kali ya, kadang dingin kadang panas) hidup udah berasa zona nyaman aja. Saya aslinya tipe yang lebih doyan dingin daripada panas (karena gampang keringetan).

Paling ngga doyan pake jaket, even itu naik motor kadang jaketpun sekenanya aja. Pas ke jepangpun cuma bawa 1 jaket itupun ga dipake, di koper aja.

Waktu LDR sama paksu yang lagi salju, ngga kebayang sedingin apa disana. Sampe beliau beliin baju piyama bulu tebel, dalam otak saya cuma mikir "emang bakal kepake ya?" Nyatanya setiap hari sekarang minimal pake baju double, atau triple meski di rumah aja. 🙈😂

Dan aku baru tahu, tipe badanku itu, kalo terpapar udara dingin itu, dinginnya awet banget apalagi di bagian tangan dan kaki, agak beda sama paksu yang badannya lbh cepet anget. Kerasa banget kalo lagi keluar rumah dalam waktu lama.

Disinii suhu nya belum minus, kebayang rangorang yang winternya bersuhu minus 🙈🙈 

Beberapa alat yang wajib ada 
🔥 Penghangat ruangan (AC/heater minyak tanah)
🔥 Penghangat Air kamar mandi
🔥 Penghangat dudukan toilet
🔥 Penghangat wastafel cuci piring (kalo belom ada, bs pake sarung tangan dulu)

Dan khusus aku, karena adaptasi suhunya sambil trimester 1 yang indera penciuman jadi sensitif banget, perubahan suhu dari tiap ruangan di apato itu punya bau yang berbeda. Bau dingin lah, bau dapur/makanan, yang jujurly agak dihindari karena mentrigger mual muntah.

Ajaibnya disini tuh rangorang mandiri banget sih, gada gofood gojek dkk ya. Mo apa apa mesti sendiri. Ya udah terbiasa sih ya sama 4 musim, tapi amaze aja. 

Suhu "normal" aja kadang banyak alesan ya males ngerjain ini itu, apalagi kalo dingin banget alesannya bisa makin banyak. 😪
Ntar musim panas alesannya mager karena gerah deh 😪 wkwk

Pastinya apapun yang kita alami perlu dijalani dengan rasa syukur & sabar ya. Tentunya perbedaan suhu yang ada juga karunia Allah, yang membuat manusia makin berkembang, makin berinovasi untuk tetap bisa hidup nyaman dan ngga mengurangi produktivitas.

Semangat kakaak
Peace love n gavl

Hajah Sofyamarwa Rachmawati
Februari 2022

Was posted in my instagram

Sunday, January 16, 2022

Mentoring Skill - Butterfly Camp Rktim 2022

INSIGHT Modul 5 
Materi Pembuka ZOOM 1

Mentoring adalah suatu metode pendampingan yang sudah banyak dilakukan sejak dulu. Banyak istilah yang muncul, dan seringkali orang kurang paham apa bedanya mentoring, coaching, atau managing.

Sebetulnya ketiganya punya persamaan:
1. Sama-sama ingin tim sukses
2. Sama-sama memberikan support dan challenge pada tim
3. Sama-sama listening dan questioning.

Aku pribadi sebetulnya sudah sangat familiar dengan istilah mentoring ini sejak di bangku SMA, mentoring Agama. Dan ketika berada di dunia bisnis, memang mentoring bisnis pun lazim dilakukan para pebisnis yang sukses.

Namun sedikit merefleksi diri, ternyata selama ini saya belum memaksimalkan metode mentoring ini buat para mitra binaan saya. Yang paling sering tipe klasikal di kelas besar, dan 1 on 1 masing masing saja, namun belum di optimalkan dengan baik.

Insight yang paling mengena buat aku di pertemuan pertama ini adalah mengenai perlunya seimbang antara supporting dan challenging. 

• Seseorang akan menuju bosan, ketika ia hanya diberikan support terus menerus namun tidak diberi/minim tantangan. Kita semua tahu tantangan itu membuat hidup lebih berwarna dan jantung jadi makin berdegup kencang ya, hihi.
• Sebaliknya, tim yang terus menerus ditagih targetan/challenge tanpa support yang mumpuni, akan menjadi tim yang cemas dan tidak nyaman.
• maka dari itu mentor yang baik perlu memahami kombinasi support dan challenge yang sesuai agar bisa mengantarkan tim pada kondisi FLOW, kondisi optimal untuk terus bertumbuh.

Menjadi tantangan tersendiri buatku karena selama ini kurang banyak memberikan challenge bagi mitra binaanku. Bismillah setelah ini lebih baik 💪💪


- Hajah Sofyamarwa R.

#ButterflyCampRktim2021
#RktimSahabatBelajar
#MenguatMelesat
#Modul5Zoom1


======================================
INSIGHT Modul 5 
Materi Day 1 - Mentoring Skill


"Mentor adalah seseorang yang bertindak sebagai pemberi saran dan pendukung untuk orang lain yang lebih sedikit pengalamannya."

Mengapa seseorang itu membutuhkan mentor?
1. Ingin berkembang
2. Ingin mencapai tujuan lebih cepat
3. Menghadapi suatu tantangan
4. Butuh memodel pola-pola sukses

Menjadi mentor yang efektif dan baik ada 3 hal yang perlu di perhatikan:
1. Mindset
2. Toolset
3. Skillset

Insight berharga yang paling saya dapatkan dalam materi ini adalah bahwa memang pada dasarnya manusia itu saling membutuhkan manusia lainnya. Seindividualis-individualisnya orang, untuk bisa lebih sukses mereka pasti membutuhkan orang lain.

Kalau kita lihat orang-orang sukses, meskipun mungkin mereka tak disokong penuh oleh keluarga, tapi ketika ada sesosok guru/mentor yang mendampinginya, ia akan bisa bertumbuh dengan baik.

Dalam kisah fiksi di film-film pun bisa kita saksikan, bagaimana pengaruh dukungan guru/mentor pada perkembangan sang tokoh utama
1. Po dan master shifu dalam kungfu panda
2. Harry Potter dan Dumbledore
3. Luke skywalker dan obi wan kenobi dalam starwars
4. Dan contoh lainnya.

Timbul sebuah pertanyaan dalam diri saya, bagaimana bila seseorang itu merasa membutuhkan mentor, namun tidak tahu bagaimana mengoptimalkan hubungan mentor dan mentee? Mentee perlu tahu adab sebagai mentee, mentor pun perlu tahu bagaimana memposisikan diri dan menemani mentee dengan baik.

- Hajah Sofyamarwa R.

#ButterflyCampRktim2021
#RktimSahabatBelajar
#MenguatMelesat
#Modul5Day1

======================================
INSIGHT Modul 5 
Materi Day 2 - Mindset Seorang Mentor

"Toolset dan Skillset tanpa MINDSET yang benar, tidak berguna."

Pastikan sebagai seorang mentor kita memiliki 5 Mindset ini
1. Konsisten, dapat diandalkan dan peduli.
2. Membangun bukan memperbaiki
3. Rasa penasaran
4. Siap menerima dinamika hubungan
5. Percaya diri namun tetap mau untuk belajar hal baru

Insight berharga yang kudapatkan dari materi ini adalah refleksi mengenai kondisi diri saat ini, dan semangat untuk menuju goal mindset yang tepat. Banyak diantara kita yang merasa diri kurang layak menjadi mentor, merasa diri belum pantas menjadi mentor. Padahal yakinlah bahwa hal kecil yang kita lakukan lama kelamaan akan besar dan mengantarkan kita pada level yang selanjutnya.

Dan yang perlu kita sadari juga pahami, adalah bahwa kita lah yang membutuhkan untuk bisa berbuat baik dengan menjadi mentor. Karena kita tak pernah tahu hal kecil yang kita lakukan, mungkin saja akan berdampak besar bagi mentee-mentee kita.

Semangat menjadi mentor yang baik karena Allah ♥️

- Hajah Sofyamarwa R.

#ButterflyCampRktim2021
#RktimSahabatBelajar
#MenguatMelesat
#Modul5Day2a

======================================
INSIGHT Modul 5 
Materi Day 2 - Toolset Seorang Mentor

Toolset adalah proses, alur, model yang digunakan dalam sebuah sesi mentoring. Mentoring itu dinamis, maka sejatinya tidak ada aturan/struktur baku untuk sebuah sesi mentoring.

Untuk memudahkan proses belajar, kita bisa mengadaptasi GROW MODEL dari Sir John Whitmore:
1. Goal (Tujuan yang ingin dicapai)
2. Reality (Realitas saat ini)
3. Option (Pilihan)
4. Will (Langkah pertama)

Mentoring yang efektif, biasanya memiliki goal yang jelas. Maka di awal kita perlu menyepakati dahulu apakah tujuan yang ingin dicapai dari sebuah program mentoring. 
Perlu sadar dimana kondisi saar ini agar bisa sadar gap yang terjadi dan bisa mempersiapkan nya

- Hajah Sofyamarwa R.

#ButterflyCampRktim2021
#RktimSahabatBelajar
#MenguatMelesat
#Modul5Day2b

======================================
INSIGHT Modul 5 
Materi Day 3 - Skillset Seorang Mentor (Engaging)

Skillset adalah serangkaian keahlian/keterampilan yang perlu dikuasai oleh seorang mentor.

Ada 3 skill yang dibutuhkan oleh seorang pementor:
1. Engaging (menarik)
2. Assisting (mendampingi)
3. Affirming (menguatkan)

Pada bahasan kali ini kita akan mengeksplor terlebih dahulu mengenai Engaging.

Engaging adalah bagaimana kita bisa melibatkan mentee kita di dalam percakapan.

Maka tugas kita sebagai mentor adalah memastikan bahwa mentee kita bisa nyaman terlibat dalam suatu percakapan mentoring.

Salah satu hal yang paling penting adalah Empathic Listening. Mendengarkan bukan sekedar melewatkan gelombang suara di telinga, atau mendengar untuk menanti waktu giliran berbicara. Mendengarkan empatik sebenar-benarnya karena kita benar benar ingin mendengarkan mereka.

Bagaimana cara mendengarkan secara empatik?
1. Presence - Hadir penuh utuh 100%
2. Hold - Diam dan tunggu
3. Empathize - berempati
4. Affirm - affirmasi

Tahap pertama ini merupakan hal yang penting, karena akan menentukan keberlanjutannya.

Insight berharga buat aku, tentu kualitas mendengarkan saat bertatap muka langsung dengan saat di layar hp/laptop akan berbeda. Tapi, dengan segala keterbatasan dan kemudahan teknologi yang ada kita patut bersyukur bahwa kita tetap bisa menjalankannya. Terlebih saat ini posisiku secara fisik memang ada di negeri yang berbeda dengan pada mitra binaan, tentunya tetap berusaha mengagendakan waktu untuk benar-benar memperhatikan mereka meski hanya lewat online.

Dan waktu tak bisa sekedar diberikan sisanya, memang perlu benar-benar mengagendakannya dengan baik 😘

- Hajah Sofyamarwa R.

#ButterflyCampRktim2021
#RktimSahabatBelajar
#MenguatMelesat
#Modul5Day3

======================================
INSIGHT Modul 5 
Materi Day 4 - Skillset Seorang Mentor (Assisting dan Affirming)

Skillset yang kedua adalah assisting/mendampingi mentee.
1. Menyediakan informasi atau saran
2. Membagikan pengalaman
3. Mengajarkan pengetahuan baru
4. Melatihkan keterampilan

Salah satu Metode yang efektif dalam assisting adalah EPE (Explore, Provide, Explore).
Maksudnya, kita biasakan untuk bertanya dahulu, biarkan agar mentee dapat eksplorasi. Kemudian membantu menyediakan apa-apa saaja yang dibutuhkan, lalu tetap biarkan mereka mengeksplorasi kembali 

Skillset yang ketiga adalah affirming/menguatkan mentee.
1. Kenali
2. Affirmasi
3. Mengeksplorasi

- Hajah Sofyamarwa R.

#ButterflyCampRktim2021
#RktimSahabatBelajar
#MenguatMelesat
#Modul5Day4


Monday, December 27, 2021

Membangun Tim Reseller - Butterfly Camp Rktim 2021

INSIGHT BUTTERFLY CAMP Rktim 2021

Zoom 1 : Mukadimah Develop Reseller Team
Merawat Tim Jualan Dengan Bahagia
Seorang EPC Tira punya amanah-amanah yang perlu di jalankan, salah satunya adalah amanah membina reseller. Sebelum membina tentu ada tahap yang ngga bisa dilewatkan, yaitu tahap merekrut. 

Apa sih merekrut itu? Kok kesannya kaya MLM?

Sederhananya merekrut itu memberikan peluang untuk calon customer kita untuk bisa dapat benefit dan penghasilan tambahan dari Tira. Bisa-bisa aja sih kita ngga rekrut, tapi customer tersebut akan membeli serangkaian produk Tira lainnya dengan harga normal. Sebagai customer tentu kita ingin dapat harga spesial kaan? Apalagi biasanya yang udah kenal 1 produk tira, akan merambah ke produk produk berkualitas lainnya.

Nah, problemnya, terkadang sebagai seller ada hal-hal yang bikin kita ngga merekrut orang.
1. Ngga tahu caranya
2. Ngerasa ngga mampu
3. Ngerasa ngga penting buat rekrut 
4. Ngerasa malu, takut ditolak.
Kalau aku boleh nambahin, ada satu lagi sih : ngerasa belum pantes merekrut reseller.

Sekarang kita bedah satu persatu ya..
1. Kalau ngga tahu caranya, tinggal pelajari step by step dan caranya.
2. Ngerasa ngga mampu. Kalau di Tira, Mitra rekrut mitra boleh aja, ngga ada tugas membina karena masih sesama mitra. Tapi tetap tugasnya bertanggung jawab buat ngasi info penting sih. Jangan sekedar ngajak orang tapi ditinggal gitu aja.
3. Ngerasa ngga penting buat rekrut. Jadi emang ada benefit sendiri ketika kita merekrut orang (mitra rekrut mitra, ataupun EPC rekrut mitra). Kita sebagai perekrut berkesempatan dapat tambahan komisi dengan Syarat kitanya juga aktif jualan dan punya minimal omzet ya. Dan kelak rekrutan kita akan jadi regenerasi kita, jadi tim buat tumbuh bersama.
4. Malu, takut ditolak.
Ditolak emang sakit, dan pastinya ada rasa malu. Tapi semua yang berani itu pasti awalnya dari rasa takut dulu. Ketika berhasil menangani rasa takut maka ia baru disebut berani. Ngelatih mental sih ini. Tapi mestinya emang ngga perlu malu atau takut berlebihan ya, toh kita nawarin peluang bagus, buktinya yang berterimakasih dan bersyukur justruu lebih banyak 🤗♥️ 

Kita juga perlu buat upgrade mindset kita yang udah usang, dengan mindset yang lebih baik yang bisa memberdayakan diri kita.

Inget inget lagi, tujuan diri kita mengikuti suatu hal (dalam hal ini RKTim) itu untuk apa? Rata-rata ingin memberi pendidikan terbaik buat anak-anaknya. Dan apakah hanya mau anak kita aja yang berkembang? Tentu ngga ya, kita ingin kita bisa menebar hal baik ke lingkungan kita. It's take a village to raise a childreen, alias butuh orang sekampung untuk mendidik anak. So, jangan mau sukses sendirian ya, berjamaah lebih baik dan lebih menguatkan 😍♥️

- Hajah Sofyamarwa R.

#ButterflyCampRktim2021
#RktimSahabatBelajar
#MenguatMelesat
#Modul4Zoom1


======================================

Insight Materi Day 1 Reseller Journey

Ada 4 tahap yang perlu dipahami dalam mengelola Reseller
1. Attract (menarik)
2. Engage (melibatkan)
3. Develop (membina)
4. Delight (membahagiakan)

Dalam setiap tahap, kita mesti paham betul detail tahapannya. Apa yang membuat calon reseller tertarik? Apakah produknya? Peluang bisnisnya? Melihat rewardnya? Dan dibalik itu semua, apa alasan yang mendasari itu semua? Setiap orang pasti punya alasan masing masing, entah untuk memperbaiki kehidupan finansial keluarganya, memberi pendidikan rumah terbaik bagi anak-anaknya, menabung, membeli rumah masa depan, atau hal hal lainnya.

Sebisa mungkin seorang team leader perlu  memahami proses itu. Karena kita bukan sekedar berjualan, tapi memberdayakan diri para ibu-ibu pejuang keluarga 🤗♥️

- Hajah Sofyamarwa R.

#ButterflyCampRktim2021
#RktimSahabatBelajar
#MenguatMelesat
#Modul4Day1

======================================

Insight Materi Day 2 Attract

Di era pandemi dan teknologi pesat semacam ini, sosial media menjadi salah satu saluran penting untuk mencari calon reseller.

Hanya saja ada hal-hal yang perlu kita pahami. Sosial media adalah media BERSOSIALISASI, bukan media BERJUALAN. Dari sini kita lebih paham, bahwa cara kita promosi perlu di perhatikan. Orang tidak suka dijuali, diiklankan terus menerus.

Kadang kita jualan di medsos dengan cara hardselling. Sekarang bayangkan kalau kita lagi ada di suatu acara perkumpulan, dan kita teriak teriak berjualan "Siapa yang mau beli sini order!" Udah pasti penghuni acara itu bakal menjauh dari kita, pun ketika melirik kita, mungkin hanya sekejap kemudian menjauh (unfollow). So, penting ya kita sadar apasih yang bikin orang nyaman di media sosial.
1. Ngobrol
2. Cerita
3. Berkenalan
4. Mendengarkan dan merespon cerita mereka

Kita perlu menampilkan diri kita apa adanya secara positif, dengan cerita yang menarik. Pribadi yang menarik adalah 
• pribadi yang otentik (apa adanya)
• pribadi bermanfaat (mereka terhibur, terinspirasi, teredukasi)

Dalam menarik calon reseller, kita perlu paham posisi dan kondisi target market kita.
• Belum aware dengan problem - Inspirasikan 
• Sudah Aware - Berikan pertanyaan General
• Tertarik Solusi - Berikan pertanyaan Spesifik
• Tertarik Produk - Jelaskan Benefit dan Valuenya
• Sudah jadi Pelanggan - Berikan info Promo menarik

Jadi ini saatnya kita bebenah perwakilan diri kita di media sosial yaaa. Pastikan untuk memberikan value terbaik agar bisa menularkan hal-hal yang bermanfaat dan positif bagi yang lain ♥️🤗

- Hajah Sofyamarwa R.

#ButterflyCampRktim2021
#RktimSahabatBelajar
#MenguatMelesat
#Modul4Day2


======================================

Insight Materi Day 3 Engage

Kita perlu memahami reseller kita, sebagaimana kita ingin dipahami.
• perbanyak mendengar
• temukan harapan mereka
• temukan bahasan menarik
• temukan cerita update / viral 

Yang terpenting adalah menjaga interaksi dan silaturahim (80%) dibandingkan promosinya (20%)

Dan tentunya setiap hal ada ilmunya ya, negitu pula saat membuat konten di media sosial.
Cara memicu interaksi :
1. Gunakan tipe konten yang populer
2. Tambahakan CTA (Call to Action)
3. Kombinasikan antara logika, emosi dan humor

Edukatif boleh, tapi kemas dengan menarik dan entertaining agar pesan mudah sampai 😘

Sharing, sharing, sharing, No Selling
Berikan Response terbaik
Selipkan Call to action
Sapa siapapun yang memberikan respon

- Hajah Sofyamarwa R.

#ButterflyCampRktim2021
#RktimSahabatBelajar
#MenguatMelesat
#Modul4Day3

======================================
Insight Materi Day 4 Develop

Membangun tim bukan hal mudah, tapi juga bukan hal yang sulit yang tidak bisa dikerjakan. Membangun tim mengaktivasi potensi terbaik setiap orang agar jadi lebih baik

Gali Alasan
Setiap orang pasti punya alasan dalam memutuskan mengikuti sesuatu. Gali Alasan mengapa mereka tertarik bergabung, bantu mereka menetapkan targetnya.

Berikan Pelatihan
Berikan training agar mereka menguasai kompetensi dasar

Dampingi proses Mereka
Seperti bayi yang baru dilahirkan, tentu mereka masih sangat bergantung pada orangtuanya. Begitu pula mitra/reseller baru, mereka perlu didampingi dalam setiap tahapnya selangkah demi selangkah sampai akhirnya mereka biia berdiri mandiri sendiri.

Hal ini cukup menjadi tantangan bagi sebagian orang yang memiliki puluhan bahkan ratusan reseller. Tapi yakinlah apapun yang kita lakukan asal diniatkan karena Allah untuk kebaikan, akan berbuah hal yang baik. 

- Hajah Sofyamarwa R.

#ButterflyCampRktim2021
#RktimSahabatBelajar
#MenguatMelesat
#Modul4Day4

======================================
Insight Materi Day 5 Delight 
Membahagiakan Reseller

Apa sih yang membuat kamu komitmen?
Apa sih yang bikin kamu betah?
Apa sih yang bikin kamu bahagia?

Minimal 3 hal ini yang perlu diri kita jawab untuk diri kita sendiri. Karena bisa jadi itu yang kita rasakan, tapi kita lupa memberikannya pada binaan kita.

Menurut Gallup, ada 12 hal yang bisa membuat seseorang nyaman dan betah dalam tim nya:
1. Mereka tahu dengan jelas apa yang diharapkan dari diri mereka
2. Mereka punya peralatan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaannya
3. Mereka punya kesempatan untuk bekerja sesuai kekuatannya
4. Dalam 7 hari terakhir, mereka mendapatkan apresiasi atas kerja baiknya
5. Mereka merasa diperdulikan sebagai manusia
6. Mereka merasa didorong untuk berkembang dan bertumbuh
7. Mereka merasa pendapatnya dihargai
8. Misi perusahaan membuat mereka merasa apa yang mereka kerjakan itu penting
9. Teman kerja mereka berkomitmen untuk bekerja dengan baik
10. Mereka memiliki teman baik di pekerjaaannya
11. Dalam 6 bulan terakhir, ada seseorang yang berbicara dengan mereka tentang kemajuan mereka
12. Dalam setahun terakhir, mereka mendapat kesempatan untuk belajar dan bertumbuh

Menurutku bermanfaat banget hasil riset gallup ini, jadi refleksi mengenai apa yang selama ini sudah dijalankan. Apakah sudah memberikan kenyamanan dan kebahagiaan untuk para reseller? 

Bismillah semangat memperbaiki diri, bertumbuh dan menumbuhkan 💪💪

- Hajah Sofyamarwa R.

#ButterflyCampRktim2021
#RktimSahabatBelajar
#MenguatMelesat
#Modul4Day5

Serba-serbi Hamil di Kanazawa, Jepang

Bismillah..

Jadi insyaallah tulisan dalam postingan ini adalah postingan bertumbuh, artinya insyaallah akan aku update secara berkala hal-hal terkait administrasi (teknis) ketika hamil di Kanazawa Jepang. By the way, mohon do'anya ya untuk kehamilanku :)

1. PERIKSA KEHAMILAN PERTAMA KALI
Sesaat setelah tahu bahwa aku tengah positif hamil, kami berusaha mencari informasi terlebih dahulu dari para warga indonesia yang pernah pengalaman hamil dan melahirkan disini. Pun dari sensei di Bagian International, mereka menyarankan untuk datang ke Iriyou Senta dan bertemu dengan dokter obgyn perempuan yang bisa bahasa inggris disana Jadwal saat ini Rabu dan Jumat.

Berangkat pukul 9 Dari apato di asahimachi, kami naik bus dari halte asahimachi-jutaku, dan turun persis di seberang rumah sakit sekitar pukul 9.45 mungkin ya (maaf aku pas lagi ngga bawa hape)

Pertama kali datang, kami diminta registrasi di Loket 1, dan menunggu sebentar untuk pengurusan registrasi.  Kunjungan pertama tidak di cover asuransi, jadi siap-siap bawa uang ya..

Setelah itu, kami diarahkan untuk mengantri di depan poliklinik obgyn no. 5 Ingat disana semua berbahasa jepang, tulisan poli obgyn pun kanji 😬. Lokasinya cukup dekat dari loket registrasi, hanya luruuuuuus saja.

Proses menunggunya cukup lama juga, tapi wajar ya karena memang banyak pasiennya. Kami dapat nomer 5077. Perkiraan selesai proses itu jam 13 siang, jam 14 sampai rumah.

Kurang lebih prosesnya :
a. Pengisian formulir data kehamilan yang lalu
b. Dipanggil untuk konfirmasi isi formulir 
c. Dipanggil dokter untuk konfirmasi lagi 
d. USG Transvaginal (hanya sendiri, ibunya aja)
e. Dipanggil dokter lagi untuk penjelasan hasil dan penjadwalan berikutnya.

Jadi ruangan dokter, USG, administrasinya itu semacam bilik-bilik gitu, gaes. Bukan tipe ruangan dokter obgyn di indo yang ada kasur baringan buat ibunya. Jadi emang suami ama anak ngga bisa lihat layar hasil USG nya (bagian ini agak sedih ya hihi)

Yang paling menarik ruang USG transvaginalnya. Ibunya masuk sendiri, dan mengondisikan diri untuk lepas bagian bawah baju, dan naik ke kursi yang udah disediain. Kursinya tuh mirip kursi dokter gigi ya, bedanya di bagian kaki emang dibuat "mengangkang" supaya memudahkan proses transvaginal USG nya. Kita diliatin layar usg nya, tapi ya kayanya sih ngga boleh foto/rekam sendiri. Di akhir kita dikasi foto USGnya.

Catatan, dokter obgyn disini ngga memberikan resep vitamin bumil, kalsium, maupun penguat rahim dkk kaya di indo ya. Dokter hanya menyarankan silakan mengkonsumsi vitamil bumil sendiri. Itu peer nya ya..

Setelah selesai, kita dapat jadwal sekitar 3 pekan setelah pertemuan pertama. Lalu Diarahkan ke loket pembayaran deh.
Total biaya yang dikeluarkan sekitar 7450 yen, kalau dirupiahkan sekitar Rp 931.250, lumayan juga yaa.. Tapi, bismillah aja ya Allah.. Allah Maha Kaya, Maka Pemberi Rezeki 🤗♥️

Sekian dulu ya, nanti kuupdate lagi ♥️

2. PERIKSA KEHAMILAN KEDUA
3 pekan setelah pemeriksaan pertama) 5 Januari 2021, 8w6d

Saat datang, kami ke bagian informasi ---> dan di ajak ke mesin antrian ---> Lalu ke loket 2 insurance ----> lanjut ke poli obgyn nya.

Cek seperti biasa,
Perkiraan usia kehamilan 8W6D
Perkiraan due datenya 40w itu 11 agustus 2022.
Kata dokter, ternyata aku caesar lagi, jadi jadwalnya akan dimajukan 2 pekan sebelumnya, kemungkinan akhir juli 2022.

Lalu dokter memberi surat rujukan untuk pelaporan kami ke City Hall. Kabarnya gunanya agar terdata, mendapat kupon pemeriksaan, dan lain lainnya.

Biaya yang dikeluarkan hanya 220 yen saja, masyaallah tabarakallah

2B. LAPOR KE CITY HALL
Setelah usia kehamilan 8week, dokter baru bisa kasih surat rujukan untuk pelaporan ya, kami dapat 2 buah buku
1. Buku KIA jepang (berbahasa indonesia loh)
2. Buku kupon pemeriksaan
Setiap cek nanti mesti dibawa yaa..

3. PEMERIKSAAN KEHAMILAN KETIGA 
2 Pekan setelah pemeriksaan pertama (seharusnya 19 januari, tapi geser jadi 21 jan 2022 09.30 karena mamak lupa jadwal 🤣 lagi fokus jempat jemput anak daycare hihi)

Kali ini bunda datang sendirian, karena ayah harus bulak balik anter iday ke hoikuen.
Seperti biasa langkah pertama adalah minta bantuan informasi buat daftarin kita via mesin pendaftaran (siapin kartu RS aja).

SAMPLING URINE
Lalu langsung diarahkan ke poli obgyn (5), saat menyerahkan tiket, diminta untuk ambil sampel urine dulu.
Caranya :
1. Ke loket blood test sambil bawa berkas
2. Nanti dikasih cup buat sampling urine
3. Sampling urine nya
4. Simpan di tempat penyimpanan urinenya di toilet (sudah di sediakan)

MENGISI DATA POTONGAN KUPON
Ini alhamdulillah dikasi panduan translate eigo nya sih ya. Soalnya asli mumet banget liatnya hha. Cuma kotak atas aja sih.

FORM CONSENT PATIENT
Nah ternyata di pertemuan sebelumnya kita udah dikasih lembar form consent pasien untuk persetujuan beberapa test kesehatan dan *mental health check (nah ini karena belum ngisi, jadi ya ngisi di tempat sekarang hehe.)
Kurang lebih ada 3 poin yang salah satunya beranak:
1. Test HIV
2. Self-expensive blood test 
• Liver and Kidney Function (electrolyte) 1000 yen
• Thyroid Hormone (TSH) 2500-3000 yen
• Toxoplasma (IgM IgG) 1000 yen
• Electrocardiogram  1000 yen
3. Tentang informasi Inspeksi Utrasonik

Kalau ditotal kurang lebih sekitar 6000 yen, atau mungkin setara 750.000 rupiah ya.

MENTAL HEALTH CHECK
TABEL PENILAIAN RESIKO KEHAMILAN SEJAK DINI (scoring gitu)
Nah ini formnya berbahasa jepang, ngga ada versi Eigo nya ya. Tapi alhamdulillah ada google translate. Intinya sih ngecek berapa score resiko kehamilan kita saat ini
CEK TEKANAN DARAH, BERAT BADAN
Ini cek tekanan darahnya gampang banget ya. Tinggal masukin tangan sesuai posisi, terus pencet start deh. Nanti hasilnya keliatan di layar dan tercetak hasilnya (struk gitu). Tekanan darah aku rendah banget 91/45 🙃
Alhamdulillah
pemeriksaan ketiga lancar. Usia kehamilan dan ukuran kepala dede janin nya sesuai. 11w.
Langsung diarahkan untuk pengambilan darah dan EKG. Pengambilan darahnya 8 tube (banyak!) Tapi segitumah lumayan cepet 😄

Dan ternyata biaya yang dikeluarkan dibawah hitung-hitungan tadi, jadi hanya 4220 yen aja, atau setara 527.500 rupiah.. alhamdulillahh.. mungkin ada sebagian yang dicover asuransi kayanya..

Insyaallah 2 pekan lagi ke obgyn lagi untuk pemeriksaan berikutnya dan penjelasan hasil test hari ini.

See you! ♥️


4. PEMERIKSAAN KEHAMILAN KE 4
4 Februari 2022 (13w4d)

Ternyata untuk kehamilan di kanazawa ini, ada jadwal pemeriksaan oleh Bidan (Midwife) juga. Jadi daftar seperti biasa, namun saat di poli obgyn, kita dipanggil sama bidan ke ruangannya. Bidanku tadi namanya Saori-san.

Seperti biasa, sampling urine dulu, cek tekanan darah dan berat badan ya. (Tekanan darah 86/45 rendah bangett dan Berat badanku turun lagi, so sad 😥)

Awal ditanya terkait kesehatan, mual muntahnya, dll. Lalu diminta rebahan di kasur, dan di hitung lingkar perutnya.

Ngga lama dokter dateng dan kita langsung cek USG. Nah bedanya kalo di ruangan ini, ngga transvaginal usg ya. Alatnya mirip sih ya, ada buat crk transvaginal juga. Tapi yang dilakuin USG biasa aja ituu yang sambil baringan. Plus cek detak jantung juga.
Alhamdulillah sehat sehat..

Setelah itu ke ruangan dokter lagi untuk penjelasan beberapa hasil test yang diambil kemarin. Detail banget sih. 

Hasilnya 
• aku anemia (hemoglobin di bawah normal)
• toxoplasma perlu cek lagi 
• antibody rubella nya tinggi 
• mesti ke penyakit dalam buat cek thyroid

Dari itu maka dokter ngasi resep zat besi,
Dan aku di suruh ambil darah lagi.

Pemeriksaan bidan dijadwalkan per 3 pekan kayanya. Tapi waktunya beda sama jadwal ketemu dokter (pengennya sekalian kan hihi)

Ps. Hari ini luar biasa banget.
Berangkatnya telat 4 menit jadi ketinggalan bus, terombang ambing di jalan karena bus yang seharusnya ko ngga nongol aja. 
Tapi pulangnya, Allah kirimin kakek baik hati yang nganter aku pulang naik mobilnya. Masyaallah tabarakallah.

Takuya Hongo-san 😄


5. PEMERIKSAAN KEHAMILAN KE 5 
25 FEBRUARI 2022
Pemeriksaan kali ini dilakukan oleh bidan (midwife). Cukup seru sih karena bidannya interaktif dan saat USG bisa puas banget liat dede janinnya. Mau coba intip gender belum keliatan hihi

6. PEMERIKSAAN KEHAMILAN KE 6
25 Maret 2022
Alhamdulillah kali ini prosesku cukup lancar. Jujur rasanya lama banget nunggu waktu selang sebulan dari bulan lalu.
Saat datang ke RS, aku langsung ke bagian mesin registrasi sendiri dan ke Loket 2 bagian Insurance (ini wajib dilakuin sebulan sekali)

Seperti biasa diminta ambil sampel urine dulu,
Lalu cek berat badan dan tekanan darah.
Kemudian nunggu dipanggil, dan saat di panggil masuk ke ruangan bidan.

Bidan menanyakan beberapa pertanyaan, ngga lama dokternya masuk dan USG perut. Singkat banget hihi. Tapi setelah itu diminta buat UsG transvaginal juga untuk cek cervix.

Karena aku lagi batuk dan dinilai konstipasi, akhirnya di resepin obat.

Biaya RS hanya 200 yen
Biaya obat beli di apotek 1030 yen

7. Pemeriksaan ke 7 

PEMERIKSAAN KEHAMILAN TRIMESTER 3


34 WEEKS
Rabu, 6 Juli 2022 (09.30)
Sebulan sebelumnya dokter mengatakan bahwa aku butuh ambil darah lagi pada hari ini untuk mengecek kadar HB ku, ternyata mungkin ku salah paham jadi ngga ada pengambilan sampel darah. 
• Berangkat sama suami karena kupikir ini pertemuan terakhir sama dokter. Berangkat pukul 9 sampai rumah pukul 3 sore, luar biasa mengantri. 
• pemeriksaan dilakukan seperti biasa (USG buat cek baby, USG transvaginal buat cek serviks) plus ngobrol mengenai persalinan sama midwife.
• diminta mengisi beberapa formulir (persetujuan PCR test dan kondisi bila ibu positif corona).
• mulai di arahkan untuk mengurus asuransi biaya kelahiran (loket 6).
• Kami diberikan form dalam amplop untuk diisi dan dilaporkan ke shiyakuso (City Hall).
dapat map ini dari midwife di obgyn dan diminta menyerahkan ke loket 6
amplop berisi form ini dibawa pulang untuk diisi.
kalau yang ini, pengisian nya di obgyn.

Sudah ada planning jadwal dalam waktu dekat
15 Juli Pemeriksaan Dokter lagi
26 Juli Ke Dept Anastesi dan Gynecology
27 Juli Mulai menginap di RS
28 Juli Operasi sesar

KUNJUNGAN MIDWIFE CITYHALL
Rabu, 13 Juli 2022 (14.00 JST)
Di kali kedua ini, midwife datang untuk menyerahkan form dan informasi terkait fasilitas bantuan ART bagi ibu pasca melahirkan.
❤️ 1 lembar berisi info detil mengenai ART
❤️ 1 buku panduan berbahasa jepang
❤️ 1 form aplikasi yang perlu diisi
35 WEEKS
Jumat, 15 Juli 2022

Lihat nanti yaa

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...