Monday, April 20, 2020
REVIEW FILM LION KING - SIMBA YANG KEMBALI MENEMUKAN JATI DIRINYA
Tuesday, April 14, 2020
MINDSET - Istri yang Melakukan Semua Pekerjaan Rumah Sendiri
Sunday, April 12, 2020
Belajar Dari Kehidupan BCL dan Ashraf Sinclair
Thursday, April 9, 2020
Senyuman Penyejuk Jiwa
Tuesday, April 7, 2020
Kekecewaan itu Muncul dari Ekspektasi yang Tak Sesuai Realita : Bunda Pundung
Monday, October 7, 2019
Selamat Jalan Teh Ayu Hilmawati..
"Maaf teh yang ini ngga bisa. T.T" kataku enggan.
Keluarga? Bukan
Saudara? Bukan
Teman Dekat? Bukan juga.
Saya hanya kenal beliau lewat media online ketika kami bersama dalam satu kelas Bunda Sayang IP bandung. Saat itu kami pernah satu kelompok, dan beliau begitu rajin menanyai saya yang selalu posting tantangan di injury time.
Tahu wajahnya? Tidak
Ingat wajahnya? Tidak
Tahu persis beliau siapa? Tidak.
Tapi entah mengapa di berbagai grup WA kami, kepergiannya menjadi perbincangan yang mengharukan.
Saya lalu mengunjungi laman facebooknya, Ayu Hilmawati.
Beberapa pesan terakhirnya berisi nasihat dakwah, sampai situ sudah saya berhenti. Mendengar ceramah Aagym yang di postingnya tentang berbicara. Kebetulan sepagi ini saya menghadapi suatu hal yang berkaitan dengan itu.
Dari situ saja teh ayu sudah mendapat pahala dakwah, meski telah tiada.
Saya lalu terpikir, apa yang akan saya tinggalkan nanti ketika kelak saya meninggal?
Profesi saya sebagai pedagang saat ini, apakah akan menjadi bekal baik bagi saya di akhirat nanti?
apakah orang yang melihat media sosial saya hanya akan berhenti scrolling karena penat melihat postingan saya yang isinya jualan saja? Ataukah orang orang tak ingat pada diri saya dan melewatkan diri saya dari setiap doa doanya? Naudzubillah.. T_T
![]() |
| "Ini chat sma temen diruang rawat nya teh ayu pas sakit..Masya Allah orang nya baik bgt." (teh Andini) |
Selain itu yang bikin airmata saya berderai (bahkan saya ngga pernah ketemu tapi nulis ini!), karena kesan baik yang ia tinggalkan dimanapun...
Wahai para istri cobalah lihat ini, kata kata dari sang suami yang ditinggalkan, bukan sumpah serapah atau hal buruk yang di katakan:
Allahu Akbar...
Saya jadi semakin paham, bahwa apa yang terpenting adalah bagaimana diri kita selalu berusaha memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik demi ridha Allah, bukan demi ridha manusia. Yang terpenting Allah ridha, bagaimanapun sikap orang lain terhadap kita.
Saya menulis ini tanpa ijin dari siapapun, karena sangat ingin mengalirkan rasa, dan rasanya airmata tak berhenti keluar juga. Semoga keluarga juga berkenan saya menuliskan ini untuk pengingat diri.
Innalillahi wa inna ilaihi raajiun..
Semoga mendapat surga Allah yang terbaik, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Semoga kita semua dimatikan Allah dalam keadaan khusnul khatimah..
Aamiin Ya Allah..
“Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji’i ila rabbiki radhiyatam mardhiyyah (wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridhai-Nya),” (surat Al-Fajr: 27-28).
Senin, 7 Oktober 2019
Hajah Sofyamarwa R.
![]() |
| Sudah dimakamkan tadi. Di samping makam ayahnya.. |
Tuesday, September 17, 2019
Mengajukan EDC Bank Untuk UMKM
Dalam postingan kali ini, insyaallah mau sedikit sharing tentang cara pembuatan Surat Keterangan Usaha (SKU). Saya membuat SKU ini untuk keperluan pengauan mesin EDC di rumah.
EDC (Electronic Data Capture) adalah mesin yang berfungsi sebagai sarana penyedia transaksi dan alat pembayaran yang penggunaannya dengan cara memasukkan atau menggesek kartu ATM, kartu debit maupun kartu kredit dalam suatu bank maupun antar bank, serta dilengkapi dengan fasilitas pembayaran lainnya yang terkoneksi secara realtime.Sebetulnya awalnya saya juga masih mempertimbangkan apakah perlu mengadakan mesin EDC di rumah yang saya sulap jadi toko ini. Namun beberapa kali pengalaman, banyak calon customer yang datang ke rumah tak membawa uang cash dan berharap bisa `gesek kartu debit`. Akhirnya, saya yang harus mengantar customer ke depan jalan raya untuk ke ATM.
Lebih mudah bila customer punya mobile banking, namun bila tidak ada ya tidak bisa dipaksakan juga, ya kan? Banyak yang membeli Smart Hafiz di www.smarthafiz.online wilayah bandung, yang datang langsung ke rumah untuk membelinya secara COD.
Baiklah saya mulai sharing nya ya..
Dalam hal ini saya mengajukan ke Bank Mandiri, sebetulnya karena kemudahan lokasi saja yang dekat rumah. Dan setelah survey singkat, rate yang dibebankan kepada merchant rerata sama saja (standar).
Untuk memulainya, bisa membuka mandiri tabungan bisnis terlebih dahulu yaa.
SYARAT
- KTP
- NPWP
- SKU (Surat Keterangan Usaha) dari Kelurahan
- Formulir yang diisi
- Rekening Mandiri Bisnis (ini kalau saldo akhir bulan 10.000.000 atau transaksi nya minimal 15 juta, bebas biaya bulanan 150.000)
Nah karena saya ngga punya NPWP sendiri, pakai punya suami, jadi diperlukan Kartu Keluarga.
Kalau pengajuannya di setujui, akan di datangi untuk semacam survey lokasi dan foto, baru nanti proses pemasangannya berjalan ya :)
Nanti kalau sudah terpasang saya akan infokan update nya ya insyaallah.
Bismillah semangat scale up usaha nya ya
meski rumahan, insyaallah bisa berkembang
:)
3 September 2019
Hajah Sofyamarwa R.
Sunday, February 24, 2019
Menjadi EPC PT Tigaraksa Satria
Alhamdulillah wa syukurilah.
Tak pernah menyangka bisa sampai ke tahapan ini. 2018 menjadi tahun yang penuh perjuangan ketika saya memutuskan untuk benar benar fokus sebagai Educational Product Consultant (EPC) di PT Tigaraksa Divisi Smart Family.
Awal saya bergabung sebagai EPC itu di tahun 2016, sebelumnya saya tergabung sebagai reseller dari kaka kelas saya (teh ririn), dan tidak diseriusi. Ya, saat itu saya masih berjualan produk fashion fungsional, dan merasa nyaman dengan itu karena masih adaptasi sebagai istri dan ibu rumah tangga beranak 1.
2016-2017 itu saya memang tidak fokus berjualan, kalau ada yang beli saja. Jarang promo. Tapi saya menyukai aktivitas offline nya, jadi hampir selalu ikut kalau ada bazaar atau babyexpo.
2017 akhir saya ikut personal goal setting training, dan dari situ saya memutuskan untuk meniti jalan menjadi EPC. Saya juga mengeluarkan modal yang cukup besar pada saat itu untuk sekedar menyewa stand bazaar.
Alhamdulillah menuai hasil di kemudian hari. 2018 awal saya juga sempat down karena tak mencapai target bulanan. Bahkan aturan saja saat itu masih samar samar belum paham betul. Seperti apa EPC qualified itu daaan lain lain. EPD saya saat itu (dulu masih sama EPC), menyemangati dan terus membantu sampai akhirnya saya bisa qualified setiap quartalnya.
Di akhir 2018, saya harus berjuang lebih mengejar ketertinggalan targetan untuk bisa mengikuti Annual Conference tahunan. Suami juga sudah mulai turut membantu dan mendukung saya dengan berbagai macam cara. Alhamdulillah yang penting beliau sudah ridha. Singkat cerita saya bisa mengikuti Annual Conference di Bali pada tanggal 16 februari 2019 dengan gratis.
Ini salah satu pencapaian terbesar saya, ketika 2017 mungkin penjualan saya hanya sedikit, tapi di 2018 bisa mencapai 1600 unit, kira kira setara omzet 400jt. Sebuah lonjakan yang sangat drastis.
Banyak keajaiban yang Allah kasih pada saya di tahun 2018 ini. Buku buku bagus dan produk edukasi yang 'katanya' mahal itu bisa saya miliki satupersatu sebagai bahan pembelajaran untuk anak saya bahkan tetangga. Saya juga bisa punya penghasilan sendiri meski berjuang kerja dari rumah.
Detail perjuangan mungkin tak bisa saya ceritakan disini hihi, hanya sekilas gambaran besar, bahwa memang apa apa yang kita bayangkan, ketika kita mau capai, insyaallah kita bisa.
Saya hanya berharap, kebaikan ini bisa menyebar tidak hanya untuk kami sekeluarga, tapi juga para reseller RKtimbyHajah dan keluarga keluarga lainnya. Insyaallah.
Semoga Allah memberkahi setiap ikhtiar kita, meniatkan ibadah karena Allah untuk setiap aktivitas kita.
Ahad, 24 Februari 2019
Pukul 11.00
Hajah Sofyamarwa Rachmawati
Sunday, January 20, 2019
My Interphase
Bismillahirrahmanirrahim,
Apa kabar temen temen semua? Semoga jiwa raga teman teman dalam keadaan terbaik ya. Minimal dalam keadaan ingin selalu lebih baik.
Alhamdulillah malam ini saya berhasil begadang, untuk.. untuk apa yah?
Rasanya begadang jadi hal yang mahal buat saya beberapa waktu ini, karena masih sering ketiduran karena nemenin haidar baca buku sebelum bobo.
Ditemani iringan backsound musik instrumen yang sengaja saya stel dari yutub, saya hanya sedang mencari ketenangan. ya. ketenangan dari ramainya isi pikiran yang belum sejalan dengan aksi yang seharusnya dilakukan.
ah, sejenak kuhapus saja kata "seharusnya", mari sedikit lebih relax dan tidak memberi beban berlebih pada diri. Targetan selalu mengejar, ah tapi ternyata ku memang perlu waktu sendiri dulu. Ngga apa yah :)
Bagi seorang Ibu muda beranak balita aktif semacam saya (dan ibu ibu lainnya), cukup sulit menemukan waktu sendiri, kecuali di malam hari. Ngomong ngomong tiba tiba saya jadi ingat sebuah frasa yang pernah saya pakai jaman kuliah di biologi dahulu, tentang interfase dalam siklus sel. Lebih lengkap nya mungkin kapan kapan kubahas, tapi intinya, hikmah yang saya ambil, adalah untuk melakukan hal hal (yang terlihat) produktif dibutuhkan persiapan dulu sebelumnya. yang bahkan waktunya lebih lama dari masa produktif itu sendiri. Mungkin bukan sekedar urusan waktu ya, tapi juga ke-mindfullness-an kita.
by the way 03.15 haidar bangun dan nyariin bundanya yang nangkring di depan laptop. jadi ini udah ngetik sambil mangku anak balita hehe
I think I need time for doing interphase!
watch this https://www.youtube.com/watch?v=U5vAO_f2LDQ
Friday, December 7, 2018
4 Tahun Pertama Pernikahan
Wednesday, December 5, 2018
[PRINTABLE] Sayyidul Istighfar
Ya, hari pertama sudah lasut karena belum punya tally counter alias tasbih digital (alasan macam apa itu). Karena udah lama ngga punya tasbih dan kalau dzikir hanya memanfaatkan ruas jari tangan ;)
Yang kedua, kadang suka lupa-lupa gitu. Jadi akhirnya bikin file buat di print. Dipikir-pikir saya suka ngedit markom jualan aja dipakein hiasan, masa yang beginian ga dihias. Hehehe. Ya sudah dihias dulu, meskipun powered by Canva ya hehe. Nah, buat yang belum hapal betul bisa tempel print an nya di rumah masing-masing yah.
Supaya semangat bisa download printable nya disini yahh :)
Versi PNG & Versi PDF (printable) Download di sini
Semoga Bermanfaat
Hey, Reclaim Your Heart! Part. 1
“Tadinya saya menyangka bahwa cinta terhadap dunia berarti terikat pada hal-hal yang bersifat material. dan saya tidak mengikatkan diri pada materi. Saya terikat pada manusia. Saya terikat pada momen. Saya terikat pada emosi. Maka tadinya saya menyangka bahwa cinta terhadap dunia tidak berlaku pada diri saya. Saya tidak menyadari bahwa manusia, momen, emosi merupakan bagian dari dunia.”…“Saya mengharapkan kehidupan ini menjadi sempurna, kondisi yang tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun. Sebagai seorang yang idealis, saya berjuang dengan setiap sel tubuh saya untuk melakukannya. hidup saya haruslah sempurna. Saya memberikan darah, keringat, dan air mata dalam ikhtiar ini : mengubah dunia menjadi Jannah. Ini berarti mengharapkan orang orang di sekitar saya untuk menjadi sempurna. Mengharapkan hubungan saya menjadi sempurna. Mengharapkan terlalu banyak dari orang-orang di sekitar saya dan dari hidup saya.”
“Barangsiapa yang ingkar kepada thagut dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhbul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami.”
Tuesday, May 29, 2018
Bunda.. Jangan Mandi
Sudah jadi rahasia umum bagi para ibu ibu beranak bayi balita, bahwa pergi mandi terkadang jadi barang yang mewah.
Terutama di usia usia tertentu, buang air saja terkadang pintu harus terbuka lebar, atau si balita harus ikut nongkrong di dalem toilet sambil nemenin bundanya.
Ada juga yang harus mendengar tangisan super keras dari sang balita dari luar pintu kamar mandi, yang membuat orang luar akan berpikir macam macam.
Itu semua pilihan, pilihan yang sulit. Hihi
Pada fase ini, haidar di usianya yang 32 bulan (2 tahun 8 bulan) masih juga begitu. Katanya "Bunda, jangan mandii.. " diiringi tangisan bak bunda mau mudik ngga balik balik.
"iya, bunda ngga akan mandi lagi, kan tadi udah. "
"Bunda jangan mandii.. "
Begitulah.
Separation anxiety sebuah kondisi dimana anak mengalami kecemasan karena merasa jauh dari orang tuanya. Hal yang wajar dan memang masanya, yang perly diketahui orangtua.
Tak jarang orangtua yang menjadi begitu stress ketika anak balitanya tak bisa lepas dari dirinya.
Semoga kita bisa menikmati setiap masa balita kita ya
Sunday, March 25, 2018
Kreativitas dan Bagaimana Menjadi Ibu Kreatif
Friday, March 16, 2018
Surat Cinta Dari Bunda : Kebaikan Ayahmu
Surat Cinta Dari Bunda : Jangan Marah
Dear Anak Kesayangan Bunda,
Baru kali ini bunda sadari, betapa sudah jarang sekali bunda memberimu nasihat.
.
Tanpa bunda sadari, mungkin belakangan ini bunda terlalu takut ucapan bunda menyakiti orang sekitar. Padahal kebenaran tetap harus dikatakan, dan mengatakan kebenaran itu meski pahit tetapi lebih baik daripada pengabaian
.
Sulit memberi nasihat, terlebih karena mungkin hati sedang bernoda. Ya, kau perlu tahu bahwa hati mungkin menjadi keruh karena dosa. Nasihat menjadi tak bermakna, manakala apa yang kita katakan begitu sulit kita lakukan.
.
Mulai hari ini, ingatkan bunda untuk memberimu nasihat ya?
.
.
*
Jangan marah,
Jangan marah,
Jangan marah.
Maka bagimu surga.
Hati yang diliputi kemarahan, tak mampu menangkap logika dengan baik. Itulah kenapa, tersebut oleh nabi bahwa orang yang kuat bukanlah orang yang fisiknya kuat, tetapi yang mampu menahan amarahnya.
Otoritas diri yang lebih tinggi, membuat diri merasa pantas memarahi lawan bicara. Padahal tak ada manfaat dari kemarahan itu sendiri selain menorehkan luka.
Bunda tahu, terkadang pukulan kecilmu hanya perwujudan dari caramu melindungi dirimu, bagian dari naluri kemanusiaanmu.
Namun bunda yang kurang sabar, tak jarang tersulut api amarah, kemudian menuruti hawa nafsu dengan memarahimu.
Ah, malu sekali.
Padahal bunda sudah lebih besar dari mu, sudah sepatutnya bisa menjaga diri.
Kelak, jadilah orang yang mampu menjaga diri, menjaga agar tidak suka marah marah padahhal yang tak diperlukan.
Semoga selama ini bunda cukup ikhtiar memenuhi kebutuhan emosionalmu, hingga pada saatnya nanti, kau sudah cukup matang untuk bersikap lebih bijaksana.
Salam, bunda. :)
Monday, February 19, 2018
Dan Posting di Medsos Untuk Apa?
Di tengah kegiatan saya ngapload dokumentasi Bunda Sayang dari instagram ke album facebook, kemudian saya berhenti sejenak. Berpikir kembali, "kenapa saya harus melakukan ini?"
Sudah saya tulis di instagram lalu kenapa perlu repot di upload lagi ke album facebook?
😅😅
Sebetulnya sekarang saya bukan orang yang senang mengunggah beraneka aktivitas pribadi di sosial media, apalagi facebook. Tapi saya suka sedih sendiri karena banyak hal yang sering saya lupakan kalau saya ngga mendokumentasikannya.
Dari postingan saya juga, harapannya saya tetap bisa memberikan manfaat buat orang lain walau terkendala jarak dan waktu.
Sekali sekali ngga apa ya, sambil jualan, sambil sharing, sambil berbagi informasi kegiatan. :)
Lurusin niat aja ya.
Wednesday, January 24, 2018
Kuli Pofesional - Renungan dari Robohnya Selasar Gedung BEI Jakarta
![]() |
| TMC POLDA METRO JAYA |
Tuesday, January 23, 2018
Drama Anak Tantrum Mulai Usia 2 Tahunan
Tangisanku terhenti sejenak. Bocah berusia 2 tahun lewat 4 bulan itupun sudah terlelap di pelukanku sehabis menangis hebat.
Sehabis pulang dari pasar tadi kami mampir sejenak ke buyutnya, maksud hati agar anakku mau bermain disana barang sejam dua jam. Sudah sekian lama tak main disana, karena sesuatu.
Untuk mengalihkan perhatiannya, sempat kubelikan jam tangan spinner 25ribuan di pasar tadi, berharap moodnya bagus dan saat ke uyutnya ia akan mau ditinggal.
Ternyata sama seperti saat berangkat tadi, ia melantai, menangis rewel dan tak mau. Minta digendong dan ingin pulang.
Kalau anakku bilang ngga mau, Aku juga tak bisa membiarkan anakku disana. Maka segera kuajak haidar untuk sekedar salam, namun juga tak mau.
Kupikir ia akan mereda, dalam perjalanan pulang yang hanya sekitar 10meter menuju rumah, anakku mulai memukul marah dan menangis lagi. Barangkali mau di uyutnya lagi? Ternyata tidak juga. Kubawa saja pulang, ia mengantuk.
Sampai depan teras, ia tak mau masuk rumah, berdiam dipagar sambil menangis keras. Alhamdulillah aku masih belum baper, masih santai, hanya heran saja.
Tak mau masuk, akupun masuk ke dalam rumah, dan tangisannya semakin kencang. Singkat cerita ia pun mau digendong dan masuk ke dalam rumah
Tak berhenti sampai disitu, tangisnya mulai lagi. Meronta ronta, gerakan tangannya memukul, gerakan kakinya menendang. Ku tahan dan bilang "kalau marah itu boleh, tapi ngga boleh memukul atau nendang, bunda ngga suka." Belum mempan, saya menjauh dan masuk ke dalam kamar, menutup pintu.
Dipersingkat lagi, tangisanku akhirnya pecah. Ingat beberapa hari sebelumnya ini pernah terjadi, dengan kejadian yang persis. Apakah trauma ya sampai kejadian yang hampir sama walau tak ada penyulutnya, menghasilkan kemarahan yang sama. Bisa jadi, karena ia masih kecil dan apa apa yang terjadi saat kecil begitu membekas.
Ketika tangisanku pecah sambil meringkuk di atas kasur, ia kemudian masuk ke pelukanku. Saling meminta maaf, dan tak lama ia tertidur.
Ya Allah..
Selasa, 23 Januari 2018
Seorang bunda yang masih belajar dan berusaha melakukan yang terbaik.
Kutulis untuk jadi pengingat, dan kelak evaluasi. Betapa bunda masih sangat perlu belajar perlu sabar. Saat Haidar 2 tahun 4 bulan. Maafkan bunda ya, semoga kita selalu disayang Allah
Saturday, January 13, 2018
Diam
Tak pernah terbayang sebelumnya, ia akan menjadi selayaknya “monster” yang terpancing balas meneriaki balitanya.
Segala kesempurnaan menjadi ibu yang pernah ia bayangkan sebelum menikah dulu, kandas semua. Ah, ternyata sebegitu susahnya menjadi ibu.
Ia lalu menutup pintu dan masuk ke dalam kamar. Maksud hati menenangkan diri dan menjauh dari kalimat-kalimat emosi lainnya, balitanya menangis semakin menjadi.
Tumpah pula tangisannya. Mencoba mendekap anak semata wayangnya itu, tak lama justru tendangan kuat bocah kecil itu mendarat di badannya.
Hanya tuhan yang tahu betapa menghayatinya ia berucap istighfar saat itu. Hanya tuhan pula yang tahu, seberapa besar kadar emosinya sudah memuncak.
Ahh, tak pernah terbayang ia akan bersikap seperti itu.
Ia rebahkan dirinya di atas kasur, sementara sang anak tetap merengek menangis.
Update Kehidupan Dulu
Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...
-
" Mencuci dengan MamaLime atau Sunlight, mendapat Hadiah Blender 3in1 Holmes. SELAMAT ..! " Saya ga berniat bikin postingan...
-
Alhamdulillah, ini sharing sedikit pengalaman waktu ikut serta dalam pelatihan Wirausaha Baru Jawa Barat 2015. 1. INFORMASI, DAFTAR, SELEKS...
-
Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...






