Friday, December 7, 2018
4 Tahun Pertama Pernikahan
Wednesday, December 5, 2018
[PRINTABLE] Sayyidul Istighfar
Ya, hari pertama sudah lasut karena belum punya tally counter alias tasbih digital (alasan macam apa itu). Karena udah lama ngga punya tasbih dan kalau dzikir hanya memanfaatkan ruas jari tangan ;)
Yang kedua, kadang suka lupa-lupa gitu. Jadi akhirnya bikin file buat di print. Dipikir-pikir saya suka ngedit markom jualan aja dipakein hiasan, masa yang beginian ga dihias. Hehehe. Ya sudah dihias dulu, meskipun powered by Canva ya hehe. Nah, buat yang belum hapal betul bisa tempel print an nya di rumah masing-masing yah.
Supaya semangat bisa download printable nya disini yahh :)
Versi PNG & Versi PDF (printable) Download di sini
Semoga Bermanfaat
Hey, Reclaim Your Heart! Part. 1
“Tadinya saya menyangka bahwa cinta terhadap dunia berarti terikat pada hal-hal yang bersifat material. dan saya tidak mengikatkan diri pada materi. Saya terikat pada manusia. Saya terikat pada momen. Saya terikat pada emosi. Maka tadinya saya menyangka bahwa cinta terhadap dunia tidak berlaku pada diri saya. Saya tidak menyadari bahwa manusia, momen, emosi merupakan bagian dari dunia.”…“Saya mengharapkan kehidupan ini menjadi sempurna, kondisi yang tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun. Sebagai seorang yang idealis, saya berjuang dengan setiap sel tubuh saya untuk melakukannya. hidup saya haruslah sempurna. Saya memberikan darah, keringat, dan air mata dalam ikhtiar ini : mengubah dunia menjadi Jannah. Ini berarti mengharapkan orang orang di sekitar saya untuk menjadi sempurna. Mengharapkan hubungan saya menjadi sempurna. Mengharapkan terlalu banyak dari orang-orang di sekitar saya dan dari hidup saya.”
“Barangsiapa yang ingkar kepada thagut dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhbul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami.”
Tuesday, May 29, 2018
Bunda.. Jangan Mandi
Sudah jadi rahasia umum bagi para ibu ibu beranak bayi balita, bahwa pergi mandi terkadang jadi barang yang mewah.
Terutama di usia usia tertentu, buang air saja terkadang pintu harus terbuka lebar, atau si balita harus ikut nongkrong di dalem toilet sambil nemenin bundanya.
Ada juga yang harus mendengar tangisan super keras dari sang balita dari luar pintu kamar mandi, yang membuat orang luar akan berpikir macam macam.
Itu semua pilihan, pilihan yang sulit. Hihi
Pada fase ini, haidar di usianya yang 32 bulan (2 tahun 8 bulan) masih juga begitu. Katanya "Bunda, jangan mandii.. " diiringi tangisan bak bunda mau mudik ngga balik balik.
"iya, bunda ngga akan mandi lagi, kan tadi udah. "
"Bunda jangan mandii.. "
Begitulah.
Separation anxiety sebuah kondisi dimana anak mengalami kecemasan karena merasa jauh dari orang tuanya. Hal yang wajar dan memang masanya, yang perly diketahui orangtua.
Tak jarang orangtua yang menjadi begitu stress ketika anak balitanya tak bisa lepas dari dirinya.
Semoga kita bisa menikmati setiap masa balita kita ya
Sunday, March 25, 2018
Kreativitas dan Bagaimana Menjadi Ibu Kreatif
Friday, March 16, 2018
Surat Cinta Dari Bunda : Kebaikan Ayahmu
Surat Cinta Dari Bunda : Jangan Marah
Dear Anak Kesayangan Bunda,
Baru kali ini bunda sadari, betapa sudah jarang sekali bunda memberimu nasihat.
.
Tanpa bunda sadari, mungkin belakangan ini bunda terlalu takut ucapan bunda menyakiti orang sekitar. Padahal kebenaran tetap harus dikatakan, dan mengatakan kebenaran itu meski pahit tetapi lebih baik daripada pengabaian
.
Sulit memberi nasihat, terlebih karena mungkin hati sedang bernoda. Ya, kau perlu tahu bahwa hati mungkin menjadi keruh karena dosa. Nasihat menjadi tak bermakna, manakala apa yang kita katakan begitu sulit kita lakukan.
.
Mulai hari ini, ingatkan bunda untuk memberimu nasihat ya?
.
.
*
Jangan marah,
Jangan marah,
Jangan marah.
Maka bagimu surga.
Hati yang diliputi kemarahan, tak mampu menangkap logika dengan baik. Itulah kenapa, tersebut oleh nabi bahwa orang yang kuat bukanlah orang yang fisiknya kuat, tetapi yang mampu menahan amarahnya.
Otoritas diri yang lebih tinggi, membuat diri merasa pantas memarahi lawan bicara. Padahal tak ada manfaat dari kemarahan itu sendiri selain menorehkan luka.
Bunda tahu, terkadang pukulan kecilmu hanya perwujudan dari caramu melindungi dirimu, bagian dari naluri kemanusiaanmu.
Namun bunda yang kurang sabar, tak jarang tersulut api amarah, kemudian menuruti hawa nafsu dengan memarahimu.
Ah, malu sekali.
Padahal bunda sudah lebih besar dari mu, sudah sepatutnya bisa menjaga diri.
Kelak, jadilah orang yang mampu menjaga diri, menjaga agar tidak suka marah marah padahhal yang tak diperlukan.
Semoga selama ini bunda cukup ikhtiar memenuhi kebutuhan emosionalmu, hingga pada saatnya nanti, kau sudah cukup matang untuk bersikap lebih bijaksana.
Salam, bunda. :)
Monday, February 19, 2018
Dan Posting di Medsos Untuk Apa?
Di tengah kegiatan saya ngapload dokumentasi Bunda Sayang dari instagram ke album facebook, kemudian saya berhenti sejenak. Berpikir kembali, "kenapa saya harus melakukan ini?"
Sudah saya tulis di instagram lalu kenapa perlu repot di upload lagi ke album facebook?
😅😅
Sebetulnya sekarang saya bukan orang yang senang mengunggah beraneka aktivitas pribadi di sosial media, apalagi facebook. Tapi saya suka sedih sendiri karena banyak hal yang sering saya lupakan kalau saya ngga mendokumentasikannya.
Dari postingan saya juga, harapannya saya tetap bisa memberikan manfaat buat orang lain walau terkendala jarak dan waktu.
Sekali sekali ngga apa ya, sambil jualan, sambil sharing, sambil berbagi informasi kegiatan. :)
Lurusin niat aja ya.
Wednesday, January 24, 2018
Kuli Pofesional - Renungan dari Robohnya Selasar Gedung BEI Jakarta
![]() |
| TMC POLDA METRO JAYA |
Tuesday, January 23, 2018
Drama Anak Tantrum Mulai Usia 2 Tahunan
Tangisanku terhenti sejenak. Bocah berusia 2 tahun lewat 4 bulan itupun sudah terlelap di pelukanku sehabis menangis hebat.
Sehabis pulang dari pasar tadi kami mampir sejenak ke buyutnya, maksud hati agar anakku mau bermain disana barang sejam dua jam. Sudah sekian lama tak main disana, karena sesuatu.
Untuk mengalihkan perhatiannya, sempat kubelikan jam tangan spinner 25ribuan di pasar tadi, berharap moodnya bagus dan saat ke uyutnya ia akan mau ditinggal.
Ternyata sama seperti saat berangkat tadi, ia melantai, menangis rewel dan tak mau. Minta digendong dan ingin pulang.
Kalau anakku bilang ngga mau, Aku juga tak bisa membiarkan anakku disana. Maka segera kuajak haidar untuk sekedar salam, namun juga tak mau.
Kupikir ia akan mereda, dalam perjalanan pulang yang hanya sekitar 10meter menuju rumah, anakku mulai memukul marah dan menangis lagi. Barangkali mau di uyutnya lagi? Ternyata tidak juga. Kubawa saja pulang, ia mengantuk.
Sampai depan teras, ia tak mau masuk rumah, berdiam dipagar sambil menangis keras. Alhamdulillah aku masih belum baper, masih santai, hanya heran saja.
Tak mau masuk, akupun masuk ke dalam rumah, dan tangisannya semakin kencang. Singkat cerita ia pun mau digendong dan masuk ke dalam rumah
Tak berhenti sampai disitu, tangisnya mulai lagi. Meronta ronta, gerakan tangannya memukul, gerakan kakinya menendang. Ku tahan dan bilang "kalau marah itu boleh, tapi ngga boleh memukul atau nendang, bunda ngga suka." Belum mempan, saya menjauh dan masuk ke dalam kamar, menutup pintu.
Dipersingkat lagi, tangisanku akhirnya pecah. Ingat beberapa hari sebelumnya ini pernah terjadi, dengan kejadian yang persis. Apakah trauma ya sampai kejadian yang hampir sama walau tak ada penyulutnya, menghasilkan kemarahan yang sama. Bisa jadi, karena ia masih kecil dan apa apa yang terjadi saat kecil begitu membekas.
Ketika tangisanku pecah sambil meringkuk di atas kasur, ia kemudian masuk ke pelukanku. Saling meminta maaf, dan tak lama ia tertidur.
Ya Allah..
Selasa, 23 Januari 2018
Seorang bunda yang masih belajar dan berusaha melakukan yang terbaik.
Kutulis untuk jadi pengingat, dan kelak evaluasi. Betapa bunda masih sangat perlu belajar perlu sabar. Saat Haidar 2 tahun 4 bulan. Maafkan bunda ya, semoga kita selalu disayang Allah
Saturday, January 13, 2018
Diam
Tak pernah terbayang sebelumnya, ia akan menjadi selayaknya “monster” yang terpancing balas meneriaki balitanya.
Segala kesempurnaan menjadi ibu yang pernah ia bayangkan sebelum menikah dulu, kandas semua. Ah, ternyata sebegitu susahnya menjadi ibu.
Ia lalu menutup pintu dan masuk ke dalam kamar. Maksud hati menenangkan diri dan menjauh dari kalimat-kalimat emosi lainnya, balitanya menangis semakin menjadi.
Tumpah pula tangisannya. Mencoba mendekap anak semata wayangnya itu, tak lama justru tendangan kuat bocah kecil itu mendarat di badannya.
Hanya tuhan yang tahu betapa menghayatinya ia berucap istighfar saat itu. Hanya tuhan pula yang tahu, seberapa besar kadar emosinya sudah memuncak.
Ahh, tak pernah terbayang ia akan bersikap seperti itu.
Ia rebahkan dirinya di atas kasur, sementara sang anak tetap merengek menangis.
Tuesday, December 19, 2017
Mulai Dari Nol, Ya..
Friday, November 24, 2017
Membandingkan Ukuran Dua Bola -
Tantangan Bunda Sayang 6: Menstimulasi Matematika Logis Pada Anak - I Love Math Day 1
Jumat, 24 November 2017
Hari ini bunda belum sempat bikin rencana kegiatan selama 10 hari buat haidar. Tapi sesuai bayangan di awal, haidar akan mengikuti konsep dari buku LMA saja.
Konsep pertamanya adalah tentang perbandingan, ukuran besar kecil 2 buah bola. Jujur selama ini haidar memang belum banyak saya sengajakan mempelajari matematika, meski dalam keseharian cukup sering juga dikenalkan konsepnya.
Dari buku, Haidar sudah bisa menjawab, bola mana yang lebih besar. Saat saya tunjuk benda aslinya (peraga) haidar juga bisa menjawab mana bola besar dengan bola kecil.
Lembar selanjutnya, membandingan tangan, ibu dan anak. Saya letakkan tangan di atas gambar tangan ibu, namun haidar belum merespon hihi. Ia menunjuk gambar sosok bapak dan bilang "ini tangannya gede yah". Saya jawab "iya, itu tangan ayahnya lebih gede ya."
Selanjutnya haidar ingin melihat buku 123 teh amel, buku yang niatnya saya pakai untuk jadi alat peraga pembanding. Ternyata haidar ingat, waktu itu pernah baca, dan mungkin tau dulu itu belajar matematika ya hehe. (Ngarang)
2 lembar, akhirnya berhenti. Lalu kami jalan jalan keluar dan bermain bersama anak tetangga.
Sekian
Jumat 24 Nov 2017
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIip
#ILoveMath
#MathAroundUS
Thursday, November 23, 2017
Menstimulasi Anak Suka Matematika Logis
Tantangan Bunda Sayang 6: Menstimulasi Matematika Logis Pada Anak - I Love Math Day 0
Kamis, 23 November 2017
Bismillah, alhamdulillah kemarin sempat melihat grup bunsay, menyimak materi, tantangan, dan cemilannya. Syukur juga melihat bahwa tantangan dinulai di hari ini.
Seperti biasa, saya akan memulai postingan pertama ini dengan tulisan saya tentang persiapan dan perasaan saya mengahadapi tantangan kali ini.
Saat berkunjung ke kantor tigaraksa, saya teringat bahwa tantangan bunsay kali ini adalah tentang Matematika, maka saya pinjam lah 1 slipcase buku Learning Math With Albert punya kantor untuk saya pakai.
Sebetulnya tadinya mau ambil buku yang lain aja karena buat dibedah dan dipromosiin (hehe) tapi hati sudah tergerak untuk memilih LMA, untuk membersamai tugas bunsay minimal 10 hari kedepan.
Kenapa LMA, soalny saya blank tools apa yang bisa dipakai untuk stimulasi matematikanya. Yang saya tahu, LMA sudah dirancang dengan sistematis mulai dengan konsep konsep sederhana.
Berat sedikit ngga apa apa, meski harua dibawa bawa ke RS sambil nengok saudara.
* * *
Tengah malam begini, waktu yang tepat untuk bunda Me Time, belajar. Alhamdulillah, malam ini bisa baca materi Bunsay, Tantangannya, dan Cemilannya. Lalu menyimak juga sharing grup mengenai metode montessori. Lalu kemudian ingatanku melambung pada 3 tahun silam.
* * *
Saat menjadi guru kelas SD 2 tahun 2014 lalu, saya mendampingi anak-anak mengerjakan worksheet mereka, sembari menjelaskan hal hal konsep yang perlu diulang. Saat itu saya amaze sama worksheetnya.
Masing-masing anak bebas mengerjakan worksheetnya cepat atau lambat tergantung kemampuan masing masing. Dengan gambar sketsa yang khas, ubin ubin, tulisan yang besar dan memudahkan.
Saya tidak tahu pasti itu diambil dari buku apa, yang saya tahu, setiap anak akan mendapat print out nya untuk dikerjakan.
Sebuah cara belajar matematika yang baru saya tahu saat itu. Saya ingat betul karena untuk membuat soal Ujiannya pun harus menggunakan gambar atau teks sejenis, bukan sekedar angka.
Dan tahukah, setelah saya melihat buku LMA, saya baru sadar bahwa tokoh dalam sketsa worksheet itu ya Alberts dan annie! Ya, saya baru sadar sekarang. Astaga.
Sekian nostalgia nya hihi
* * *
Lanjut ke kondisi haidar Pre-challenge ilovemath ini, saya juga menghighlight hasil assesment haidar tempo lalu oleh tim morinaga mengenai tipe kecerdasan. Salah satu hasilnya menunjukkan bahwa kecerdasan matematis/logisnya masih kurang.
Tapi perlu diketahui, bahwa itu saya yang mengisi, dan saat mengisi lebih cenderung kepada : saya memang belum banyak melakukan stimulasi yang sifatnya matematis/logis, jadi wajar kalau poinnya tidak besar :)
Kenapa? Jujur memang belum fokus, selama ini pembelajaran matematis memang seputar hal yang terjadi sehari-hari dan memang tidak apa-apa.
Sejak usia 20 bulan haidar sudah bisa menyebutkan 1-10, apa sudah jago matematika nya? Tentu belum bisa dibilang begitu, karena haidar masih meniru, belum dihadapkan dengan kondisi sehari-hari.
Kalau beli makanan pun, haidar sudah mengenal konsep berbagi. "Ini 1 untuk ayah, ini 1 buat bunda, ini 1 buat iday"
Saya perlu *lebih rajin dan niat* lagi belajarnya.
Nah, mumpung tantangan bunda sayang kali ini adalah tentang matematis logis, insyaallah akan ditargetkan agar saya secara konsisten merancang dan memberikan stimulasi matematis nya.
Kenapa? Kemampuan berbahasa dan matematis adalah salah satu hal penting yang menunjang anak memasuki usia sekolah nantinya.
Hajah Sofyamarwa R
Kamis, 23 November 2017
IG : https://www.instagram.com/p/Bbzq96dgqux/
#Tantangan10hari
#Level6
#kuliahBunsayIIP
#ilovemath
#matharoundus
Friday, September 22, 2017
Menelisik Peran sebagai Ibu, Istri dan Diri Sendiri – Buku 5 Tahun Pertama Pernikahan
Suami dan istri yang baik adalah ia yang tak menuntut pasangannya berubah seperti orang lain, melainkan menuntun pasangannya menjadi dirinya sendiri yang semakin baik setiap hari.
Pelajaran dari Iklan Property dan Buku 5 Tahun Pertama Pernikahan tentang Mindset
Friday, September 8, 2017
Kangen Nulis
Bergabung dengan 30DWC membawaku pada hal hal menakjubkan. Baru tiga jilid saja, 3 bulan tapi cukup membuka pikiranku mngenai dunia tulis menulis. Tak lantas membuatku jadi penulis hebat, tentunya. Masih sekedar memberi pupuk dan air bagi salah satu kesukaanku.
Aku rehat dulu di jilid 8, tak ikut. Alasan utamanya ingin menimba ilmu dulu karena merasa kering bila harus terus menulis tanpa menyempatkan waktu barang sejenak untuk mengisi teko.
Dan selama periode rehat ini, ternyata aku betul betul rehat. Hehe. Sekedar posting foto-foto di instagram, dengan caption yang seadanya. Kangen juga. Kangen mendengar curhatan diri sendiri. Hehe.
Selama masa ini, aku lebih fokus berjualan, ngiklan, kontak customer, packing, perdana jaga stand pameran juga. Qadarullah, beberapa hari juga harus menemani haidar yang masuk RS karena demamnya yang tinggi akibat infeksi bakteri.
Nostalgia ini, sedikit banyak terdorong dari melihat postingan kawan kawan yang ikut 30DWC jilid 8. Ada teteh sepupu yang psikolog yang ikutan, makin produktif menulisnya, makin viral tulisannya. Ada juga yang tadinya cuma sendiri, sekarang berhasil mengajak suaminya untuk ikut dan mereka soswit banget hahaha, rajin ikut sayembara, lolos dan jadi buku antologi. Terharuu :"))) pengen banget mensyen orangnya ini haha. Ada juga kaka kelas pas SMA yang juga jadi semangat lagi nulisnya. Ikut seneng :)
Belum lagi kawan kawan dari komunitas ODOPfor99days juga udah menelurkan buku antologinya. Masyaallah hebat hebat!
Alhamdulillah.
Apapun yang terjadi, nikmati prosesnya, dan yang penting terus bersyukur.
Yak mari mulai menulis lagii :D
Jumat, 8 September 2017
22:23
Hajah Sofyamarwa R.
Friday, August 18, 2017
Boardbook Anak Indonesia Murah Berkualitas ABC Indonesiaku @loveshugah
OPEN PREORDER BOARDBOOK BALITA " ABC Indonesiaku"
by Amalia Kartika Sari -
Pernah ngga, nyari buku belajar alfabet tapi versi Bahasa Indonesia? Atau malah kayak saya.. yang beli bukunya ABC tp impor 😁
Atau malah bosen karena A-nya seringan "apel"/apple,B-nya pasti "bola"/ball.
Sebenernya salah satu keinginan saya bikin buku sendiri adalah.. punya buku yang saya mau tapi ngga ada yg jual di pasaran.
Salah satunya ini.
Sebagai orang Indonesia yang suka bacain buku ke anak, kayanya kurang pas kalau belum mengenalkan "ABC" pakai buku yang menggunakan bahasa sendiri.
Maka, bikinlahhh buku ini.
Yang bisa mengenalkan ABC, sekaligus kekayaan Indonesia. Berharap dengan buku ini, anak-anak lebih mengenali negerinya, dan juga menambah kosa kata baru mereka.
Buku ini adalah jenis picture book, ada "ruang" yang saya sediakan bagi orang tua dan anak untuk "membaca" gambar. Bukan sekedar tulisan yang ada. Bahwa ada aneka Makanan enak di Indonesia, ada banyak ikan yang tinggal di Laut kita, bahwa Terumbu Karang itu sangat cantik dan perlu dilestarikan supaya hewan-hewan bisa hidup di sekitarnya, bahwa kita hidup di negeri yang beragam.. berbeda-beda tapi tetap satu Indonesia, Bhineka Tunggal Ika.
-
PO Batch 1 : 17 Agustus - 17 September 2017
-
Ready pertengahan oktober insyaallah
Harga PO: IDR 95,000 (Belum Termasuk Ongkos Kirim)
Harga Normal (Setelah PO): IDR 110,000* -
Spesifikasi buku:
* Tipe board book ivory (bukan boardbook bahan dupleks abu, tapi seperti boardbook impor)
* Ukuran 14 x14 cm
* 28 Halaman
* Cover & Isi buku Ivory Paper 350 GR (gambar dan tulisan jadi lebih tajam dan menarik), hooked (ujungnya rounded)
* Finishing: gloos varnish (Semua halaman cover dan isi buku diberi gloos varnish agar awet)
* Untuk anak umur: newborn - 5 tahun
pemesanan : bit.ly/OrderViaWasap
0856-201-6256
IG : @jannafaly
1 kg muat 3 buku ya moms ^^
Saturday, August 5, 2017
Aliran Rasa Melatih Kemandirian Toilet Training Haidar - Tantangan Bunda Sayang IIP Game Level 2
Bismillah..
Alhamdulillah, dengan adanya tantangan melatih kemandirian anak dari Bunda Sayang IIP, saya jadi terdorong untuk melaksanakan toilet training untuk haidar. Saya jadi memulai lebih cepat dari yang dulu direncanakan, karena saya memulainya tanggal 13 Juli 2017, tepat ketika haidar berusia 22 bulan 3 hari.
Akibat memulai lebih cepat, saya kurang persiapan. Saya memulainya dengan bekal nekat saja, sementara pembelian alat pendukung seperti potty train atau training pants belum dilaksanakan.
Awal mula saya cukup deg-deg an dibumbui dengan berbagai macam rasa seperti kesal kalau haidar tetiba pipis tanpa bilang, atau pup tidak bilang, dsb. Beriringan juga dengan rasa memaklumi, juga pasrah bahwa semakin banyak cucian hihi. Tapi lama kelamaan seiring haidar belajar, haidar semakin bisa mengungkapkan tanda-tanda ingin buang air. Saya juga semakin santai menjalaninya.
WAKTU PELAKSANAAN
Laporan secara tertulis saya tuliskan di akun instagram saya selama 15 hari sejak tanggal 13 juli hingga tanggal 27 Juli. Sampai saat penulisan aliran rasa ini (5 Agustus 2017) haidar masih toilet training namun tidak tercatat lagi hehe.
PERKEMBANGAN
Lengkapnya bisa dilihat di akun @hajahsofya ya.
ALIRAN RASA
Ternyata melakukan toilet training itu sejatinya bukan hanya mengajarkan kemandirian pada anak, melainkan juga mental orangtuanya. Sebagai orangtua kita harus sabar menghadapi berbagai "accident" yang bisa terjadi, sabar pula menjaga emosi diri.
Dari satu pelatihan, ternyata memunculkan banyak hal. Seperti haidar asalnya hanya mau dilatih buang air di toilet, ternyata jadi lebih mudah sikat gigi dan kumur, menggantung barangnya di toilet, memilih bajunya sendiri.
Alhamdulillah, meski toilet training nya belum selesai, insyaallah cepat atau lambat haidar akan lulus.
5 Agustus 2017
Hajah Sofyamarwa
#30dwc #30dwcjilid7 #30dwchajah #day30
#aliranrasabundasayangIIP
Wednesday, August 2, 2017
Perbincangan Di Atas Api Yang Menyala
Pakaian mereka mewah, sejuk dilihat, hijau berbahan sutera yang indah. Gelang emas dan mutiara menghiasi pergelangan tangan mereka. Piring-piring emas dan perak beserta gelas-gelas cantik sudah tertata di hadapan mereka beserta buah-buahan segar yang mereka inginkan.
Mereka tak perlu beranjak dari permadani sutranya, karena sudah ada ribuan anak-anak muda berparas menawan yang berkeliling melayani kebutuhan mereka.
Kemah mereka dari mutiara berongga dengan ribuah daun pintu dari emas. Luasnya tak kurang dari 60 mil yang setiap sudutnya dihuni oleh penghuni lain tanpa dapat saling melihat.
Saling berhadapan penuh kehangatan, mereka pun ditemani oleh istri bidadari penuh cinta, bermata jelita yang kecantikannya semakin bertambah-tambah setiap saat. Sudah bersih hatinya dari lelah, dendam, sudah suci dari bermacam kotoran dunia.
Mereka juga berbincang, tak diam. Saling berbincang tentang rasa syukur yang mereka rasakan. Tentang pengalaman rasa takut diazab, namun allah memberi karunia pada mereka dan memelihara mereka dari itu. Tentang puji-pujian pada tuhannya.
Mereka juga saling bercerita tentang sahabatnya, kemudian mencarinya meski temannya kini berada di tengah-tengah api yang menyala-nyala. Mereka menanyakan tentang janji yang tuhannya janjikan, mereka juga mengatakan bahwa mereka kini sudah mendapatkan apa yang telah tuhannya janjikan.
"Sungguh, kami telah memperoleh apa yang dijanjikan Rabb kepada kami itu benar. Apakah kamu telah memperoleh apa yang dijanjikan Rabb kepadamu itu benar?"
(QS. Al A'raf:44)
Meskipun teman, mereka tak bisa sekedar menuangkan air atau apapun kepada temannya di dalam api yang menyala itu. Temannya itu tak bisa beristirahat barang sejenak saja dari apa-apa yang dialaminya.
Rabu, 2 agustus 2017
Hajah Sofyamarwa R.
Inspirasi dari al quranul kariim, melalui buku pesona surga.
Update Kehidupan Dulu
Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...
-
" Mencuci dengan MamaLime atau Sunlight, mendapat Hadiah Blender 3in1 Holmes. SELAMAT ..! " Saya ga berniat bikin postingan...
-
Alhamdulillah, ini sharing sedikit pengalaman waktu ikut serta dalam pelatihan Wirausaha Baru Jawa Barat 2015. 1. INFORMASI, DAFTAR, SELEKS...
-
Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...





