Tuesday, March 29, 2016

Sesaat Setelah Operasi Sesar


Mampu melakukan banyak hal secara mandiri, adalah salah satu hal yang sangat perlu kita syukuri. Akan begitu terasa ketika sebentar saja kita hanya bisa terbaring tak berdaya, dan melihat orang-orang tersayang kita melakukan banyak hal untuk membantu kita.
--Hajah Sofyamarwa

Perasaan itu begitu membuncah setelah 8 jam operasi sesar selesai. Bius spinal yang membuat sebagian tubuhku 'baal' sampai kaki baru mulai berangsur menghilang setelah 5 jam, membuatku panik tak bisa tidur karena merasa linu pada bekas luka sesar.
Maklum, rasanya baru kali ini aku mengalami sebuah operasi.

Malam itu setelah haidar lahir, aku tak bisa langsung mendekapnya dan mewujudkan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) seperti yang kubayangkan sebelumnya. IMD yang kubayangkan adalah ketika sang bayi menelungkup ke dadaku, berusaha berjuang menggapai tetesan colostrumnya yang pertama. Haidar harus diobservasi dulu sekitar 6 jam. Pada waktu sepertiga malam sembari panik karena sakit tak bisa tidur, kutanya perawat kapan bayiku dibawa masuk ke kamar, katanya pagi, setelah haidar mandi, karena lepas itu bayi harus sudah diurus orangtuanya. Aku hanya bisa bersabar, toh aku masi belum bisa apa apa, kakiku masih mati rasa. Setelah shalat subuh dan tersadar bahwa aku sedang tak wajib shalat (nifas) akhirnya aku tertidur lagi. Alhamdulillah pukul setengah tujuh pagi, kami bertemu, dan dengan susah payah haidar mendapatkan colostrum pertamanya. Repot sekali badanku rasanya, mau miring kanan atau kiri saja setengah mati! Hehe

* * *

Mereka dan Dukungannya
Aku merasa begitu terbantu ketika seluruh keluarga membantu dan mensupport kami. Suami yang terus mendampingi, bapak, mamah, bov, ifa, mashan, caca, ica, bapak, ibu, eneng, alfath, aki, ema, sodara sodara, --bahkan yang berkunjung juga kebagian gantiin popoknya hehe. Mencucikan baju, kain pernel, dan popok haidar; menggantikan popok kainnya saat basah; mengambilkan barang untukku; menjemur haidar; dan lain sebagainya. Aku juga salut pada para perawat dan bidan yang membantuku untuk seka, menggantikan pembalut nifasku, membersihkan badanku. Serius, aku pasrah saja, karena memang belum bisa ngapa-ngapain sendiri.

Belajar Berjalan
Kata dokter, pasca operasi 6 jam, aku baru boleh makan, latihan miring kanan - miring kiri dengan kasur yang tetap datar. Setelah 24 jam bisa belajar duduk, dan besoknya boleh belajar jalan kalau sudah merasa kuat.

Ya allah.. karena terlalu lama berbaring, sulit sekali rasanya menurunkan kaki dari kasur, belum lagi saat mau mulai menginjakkan kaki ke lantai..
ya rabb..

Tiba tiba muncul adegan film one liter of tears di benakku, ketika sang tokoh utama yang sakit sedang belajar jalan sambil tertatih. Lebay, tapi emang muncul rasa itu hehe. Baper, jadi mewek sendiri deh, rasanya ga berdaya banget. Huhu.
Sambil jemur haidar, suamiku sambil mapah aku yang belajar jalan :") payah banget deh saat itu aku ngerasanyaaaa

***
Keluar dari Rumah Sakit
Tanggal 8 September 2015 hari Selasa sore aku masuk RS, dan pulang 2 hari kemudian pada hari kamis malam. Katanya sudah boleh pulang kalau aku sudah bisa pipis sendiri, berjalan sendiri ke kamar mandi. Sedari siang belum muncul rasa ingin pipis, karena sebelumnya masih pakai kateter, jadi rasa nya belum di bawah kendali diri sendiri.

***

Bersambung ya :)

#Odopfor99days
#day25

Friday, March 25, 2016

Menjadi Reseller Buku 5 Guru Kecilku Teh Kiki Barkiah


Saya belum pernah bertatap muka sekalipun dengan teh Kiki barkiah. Pertama mengenal beliau sebatas lewat dunia maya, dalam grup FOCER (Forum Curhat Emak Rempong), tak lama setelah saya menikah 30 November 2014 lalu. Itupun tak intens, hanya selewat saja. Rajin memoderatori grup dan sharing hal-hal bermanfaat yang ngena banget buat para emak-emak. Saat itu saya masih belum merasakan kerempongan yang para anggota grup bicarakan. Belakangan saya baru tahu bahwa ternyata kami sealmamater, beliau lulusan Elektro ITB, beda tahun angkatan tentu saja.

Saya berteman dengannya lewat facebook, lebih tepatnya minta request berteman pada beliau, sampai akhirnya sering membaca tulisan-tulisan beliau dari update-an statusnya. Bisa dibilang saya skip, dan baru sadar bahwa teh Kiki udah mau launching buku ke 2 nya setelah sepupu saya (Mba Dyah) nawarin untuk ikutan preorder bukunya. Karena banyak teman yang juga berminat, akhirnya saya mendaftarkan diri menjadi reseller resminya. Minimal pembelian 100 pcs saja pada waktu itu bikin saya maju mundur. Jadi ngga ya? Laku ngga ya? Reseller bandung nya aja udah bejibun banyaknya, emang peminat bukunya banyak banget sampai semua buku di reseller bakal habis? Pasti ada titik maksimal dong dimana semua followers teh kiki sudah dapat bukunya, nanti buku ku laku gak, ya?

Yah begitulah, tukang dagang masih amatir, 100 buku aja masih takut-takut. Bahkan sempat hampir menyerah dan minta dikurangi jatah. Tapi karena udah komit sama diri sendiri, pesan 100 ya harus bayar 100 pcs. Bismillah. Belakangan saya tahu bahwa ada yang sudah berhasil menjual sampai 2000 buku, maka 100 buku di saya apalah artinya. Hihi.

Saya mendapat jatah percetakan batch 2 saat itu, artinya sebelum saya dapat bukunya, banyak yang sudah baca bukunya duluan dan puas. Masih harap-harap cemas, antara ingin segera baca, udah ditanyain sama para customer, dan yakin ga yakin 100 pcs ini bisa habis. Saat hari H bukunya ready, Alhamdulillah sudah setengahnya dipesan. Masih sisa 50, tapi saya makin semangat karena buku udah di tangan. Udah santai.

PENGIRIMAN BUKU
Lokasi saya yang cukup dekat dengan pengambilan bukunya membuat saya berpikir untuk mengambilnya sendiri. Agak bingung pada awalnya karena sekarang kemana-mana udah bawa anak. Akhirnya saya ke rumah orangtua dan pake motor maticnya buat bawa gembolan bukunya. Beli dulu tali rapia dan gunting buat packing. Alhamdulillah 100 pcs masih bisa muat di atas motor, sampai saya baru sadar bahwa masa kini sudah ada GOJEK *plis jah haha* Eh tapi ngga apa-apa jadi bisa silaturahim sama Nadine, ponakannya teh kiki (anaknya teh siti Maryam). Biasanya kan Cuma ketemu lewat facebook hehe. Packingan selesai dalam 2 jam, tepat pukul 3 saya bawa gembolan ke JNE, ternyata udah tutup. *pukpuk besok lagi ya* Saya pulang dalam keaadan mata basah (bukan air mata, tapi air hujan. Bukan Cuma mata yang basah tapi sebadan-badan dan semotor-motor hehe). Singkat cerita keesokan harinya semua terkirim, dan sisanya saya bawa pulang.

ALASAN JADI RESELLER
Pada dasarnya saya kepingin banget punya bukunya, itu aja. *toss pada para doyan buku* hehe.
Cari cara supaya bisa dapat harga lebih murah, maka ingin jadi resellernya. Waktu jadi reseller buku nya Kang Canun dan Teh Fufu yang Rumah Tangga Surga juga, alasannya karena itu. Pengen punya bukunya. Yakin bagus jadi bisa rekomendasi ke temen-temen. Pada perjalanannya saya sempat berpikir “cuma hemat berapa doang, tapi malah jadi repot sendiri. Hihi”. Seru sih, Alhamdulillah. Bukunya kang Harri Firmansyah juga saya daftar jadi reseller karena pengen bukunya. Hehe.

TAKJUB
Yang bikin saya takjub dari para penulis itu adalah bahwa mereka suka mengingatkan para reseller untuk meluruskan niat. Niatnya untuk menjadi jalan kebaikan, menjadi penyalur informasi dan dakwah, bukan semata menjadkan mereka komoditas (yang ini mah kata kang Harri). Urusan bonus rejeki mah Alhamdulillah, tapi intinya jangan lupa.
Saya takjub sama animo followers teh kiki yang sampai saat ini masih ada aja yang pesan bukunya teh kiki. Semacam ngga ada habisnya. Denger-denger cetakan pertama buku bagian 1 aja sehari ludes 14.000 copy. Masya Allah. Semoga Allah merahmati mereka dan menjaga niat mereka, yang kegiatan menulis menjadi salah satu jalan dakwah dan kebaikannya.
Tentang isi bukunya mungkin di postingan lain ya :)


FINALLY
Buku 5 Guru Kecilku Bagian 2 masih ada. Bagian 1 sedang cetak ulang dan sebentar lagi ready. Pesanan preorder sudah berdatangan kembali, dan dahsyatnya masih terus dicari. Barakallah..
*lirik HP yang tetiba ngga bisa nyala sejak tadi* :O Ya Allah..


Jumat, 25 Maret 2016 pukul 01:09
Hajah Sofyamarwa R.

#ODOPfor99days #day24

Thursday, March 24, 2016

Setelah Membolos Kelas ODOP Tanpa Kabar Selama 36 Hari

Setelah Membolos Kelas ODOP Tanpa Kabar Selama 36 Hari


Kepada Yth.
Ketua Kelas dan teman tercinta ODOPfor99days
Di Tempat.

Hari demi hari rasa tersayat *lebay*melihat notifikasi Facebook Apps di HP dalam group ODOPfor99days selalu ramai oleh semangat konsisten dari para peserta kelas. Bagaimana tidak, per 24 Maret ini sudah masuk postingan hari ke 58, yang mana dimana saya sudah berhenti pada hari ke 22. *jelegerrr*

58 – 22 = 36.
36 hari sudah saya tertinggal kelas. Kalau ingat jaman sekolah dulu yang ada 3 cawu (caturwulan), berarti saya ibarat 1 “caturwulan” ngga masuk kelas *jelegerr
Dan belum jalan 1 caturwulan, saya udah bolos kelas. *huks*
36 hari itu, terserah bagaimana saya. Tidak ada keharusan mengejar ketertinggalan itu. Mau dianggap udah ngga ikutan lagi bisa, dan mau dianggap jadi hutangpun bisa. Tapi poinnya adalah bukan hanya hasil berupa 99 postingan, melainkan pada komitmen dan konsistensi. Sekarang sudah terlihat kan? *cry*

Keterangan Tidak Masuk Karena Alfa
Selama sebulan setengah belakangan ini saya ngga masuk hutan lari ke pantai yang ngga ada sinyal. Saya masih di perkotaan dengan sinyal yang mumpuni. Handphone sebagai alat posting ODOP pun selalu bersama saya setiap saat. Ada apa? Belakangan lagi sok sibuk belajar jualan. Mantengin line, instagram, facebook, WA dan sms buat nyari peminat barang yang saya tawarkan *KenaVirusEmakOlshop. Selain itu, saya juga masih deg-deg an karena haidar udah mulai MPAsi *ternyata jadi drama tersendiri juga*

Ketika oranglain bisa konsisten sampai hari ini, sementara saya tertinggal jauh, sejujurnya sedih. Tapi mungkin kembali lagi ke prioritas kita masing-masing ya. Hal mana yang mau diprioritaskan, hal mana yang mau ditunda dulu. Mudah-mudahan saya masih bisa akselerasi proses menulisnya.

Bertambahnya kerjaan *yang dibikin bikin sendiri ituh*, ternyata sukses membuat saya jarang pergi ke pasar dan masak buat suami. Kerasa banget deh keteterannya. Jadi sering makan seadanya, bahkan jadi beli di luar.
Yang aku ga ke pasar tadi huhu T_T” kata saya
Iya gapapa, ayang mau makan apa? ^^” kata suami
Saya suka ngerasa bersalah kalo ngga ke pasar dan ngga masak, tapi suami masiih aja nawarin saya mau makan apa. Sebenernya mungkin dia sedih juga, tapi ngga mau bikin saya sedih karena dia sedih. *Terharuu*

Ceritanya Warming Up
Dan karena ini postingannya ceritanya warming up, jadi maapkeun kalau isinya curcol semua ya. Tulisan ini dibuat hari kamis jam 23:11 ketika sang ayah dan sang bayi sudah terlelap. Ngampar di karpet ngetik di laptop. Dan hey, feeling buat nulisnya lumayan keluar lagi :D Mungkin selama ini energi ngetik panjang nya cuma buat dagang. Jadi ngga posting ODOP pake hape karena lebih tertarik buat ngetik urusan dagangan hehe. Kalo posting sih saya hamper tiap hari, tapi ngga di tagar #ODOPfor99days karena ngga merasa layak ._. harus dicoba lagi ah. Udah komitmen di awal, dan harus menghidupkan lagi budaya menulis di diri ini *selain menulis orderan wkwkw*
Wah jadi keingetan, domain www.hajahsofya.com tanggal 25 besok udah harus diperpanjang. Bung Eka Pramudita, siap-siap saya kontak buat perpanjang domain di Wide Host Media ya. Heu *tuh di endorse, Ka. hehe

Lumayan geuning, udah 415 kata. Tuh kaan, harusnya bisa. *menulis memang gampang, yang sulit adalah membuat tulisan kita layak dan bermanfaat bagi orang lain*

Udah dulu ya. Lanjut postingan selanjutnya aja J

Kamis, 24 Maret 2016
#ODOPfor99days #day23



Thursday, February 25, 2016

Siapalah Kita Ini

Siapalah kita yang masih berani bermalas-malasan dalam mendirikan shalat. Sementara di belahan dunia yang lain, seseorang telah meninggal dalam shalatnya yang khusyu.

Siapalah kita yang begitu bodohnya menunda-nunda untuk sekedar membaca alquran, sementara di luar sana, banyak orang yang telah memiliki alquran dalam hati dan jiwanya.

Siapalah kita yang berani mendahulukan kesibukan kesibukan dunia yang kita buat sendiri, kemudian mengakhirkan kewajiban kewajiban kita pada Sang Pemilik Jiwa.

Siapalah kita yang sedikit-sedikit mengeluh dengan kondisi yang menimpa kita, sementara di luar sana, banyak orang yang tak punya waktu lebih untuk sekedar mengeluhkan keadaan.

"Dan bersegeralah kamu menuju ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang orang bertaqwa…”
(QS. Ali Imron : 133)

“Maka berlarilah kembali ta’at kepada Allah.”
(QS. Adz-Dzaariyat : 50)

Astaghfirullah.
Kamis, 25 Februari 2016

#odopfor99days #day20
#muhasabah

Saturday, February 13, 2016

(Harus) Persiapan MPASI

Alhamdulillah.. ngga kerasa sekarang haidar udah 5 bulan, dan bulan depan udah mulai MP-ASI. Hah? Apa? MP-ASI ? :O

Horor gitu hihi.
Tarif nafas dulu..
Rada deg deg an banyak dapet cerita beberapa ibu ibu di Itbmh, saat anaknya mulai makan. GTM (Gerakan Tutup Mulut) alias ngga mau makan katanya sempet bikin nangis emaknya juga. Ckckck, saya belum tau akan seperti apa nantinya. Mudah mudahan haidar doyan makan, emaknya bisa ngasi makan dengan bener, nutrisi masuk dengan baik, dan tak ada halangan berarti. Pun kalau ada, semoga bisa melalui dengan kuat :))

Masa ASI ekslusif haidar saya masih berkutat seputar pengaturan rumah tangga (baca: keberesan pekerjaan rumah hehe). Memasuki masa MP-ASI, semoga semua pekerjaan itu tetap bisa dilaksanakan. Hihi.

****

Nah, ketika tiba hari pertama MP-ASI, apa yang harus aku lakuiiin?
Tetap tenang, hehe. Cuma bisa berbekal buku nya Wied Harry Apriadji (makanan bayi sehat alami) hadiah barter dari wulan (thankkssssss maaciiiiiih!!!), dibaca sedikit-sedikit sambil beneran dibayangin dan dihayatin. :"))

MAKANAN PERTAMA HAIDAR MAU APA?
Entah apa untuk ini saya harus rapat dulu sama paksuami untuk menentukan makanan pertama yang bersejarah buat haidar. Hehe. Tapi sebetulnya masa ASI eksklusif ini udah banyak yang masuk ke mulutnya selain asi. Entah cipratan aer mandi, air pipis sendiri (._.), dan berbagai benda di sekitaran haidar. Jadi kayanya ngga perlu rapat segala ya. Hehe

Menurut buku itu pemberian MPASI awal harus memperhatikan 2 hal, yaitu :
(1) KEENCERAN (KONSISTENSI) yang sama dengan ASI,
(2) STRUKTUR MOLEKUL mudah dicerna bayi
Dari syarat itu, maka yang cocok itu BUAH.

Sampe situ masih deg-deg an, buah apa dong? Buah nya diapain dong??
Gimana ngasiinnya ???
Habis buah apa lagi ??
(Kadang udah baca-baca tetep aja panik wkwkkw)

Tenang bund, tenang.. Hehe.
Banyak juga kok panduannya dari berbagai sumber. (Walaupun kadang jurus terampuh ya nanya-nanya ibu ibu lain hihi)

TERUS PAKE METODE APA? DISUAPIN ATO BLW?
So far, kalau metode pemberian kayanya saya masih pake yang konvensional dulu (disuapin). Kepinginnya mah makannya ga sambil jalan-jalan (usia awal MPASI emang belim bisa kucar-kacir sih hehe). BLW nya sambil jalan aja, di mix, atau semaunya haidar deh. Harus siap mental bahwa segala idealitas sangat mungkin tak bisa dilakukan, dan harus menyerah pada realitas hihi. Tapi tetap, semangat dan lakukan yang terbaiik !

*  *  *

Baiklah sekian curhat bunda muda malam ini. Hehe

#ODOPfor99days #day18

Thursday, February 11, 2016

Don't Judging Before Asking

Pernahkah kalian terlalu tergesa-gesa dalam menghakimi seseorang tanpa benar-benar memahami permasalahannya?

Hari ini saya belajar tentang itu. Saya coba tuliskan karena sepertinya ini sangat penting dalam parenting nantinya. Entah pada anak sendiri atau pada anak orang lain.

* * *

Kisah 1 - Ketika Memang Dia Bersalah

Pagi ini rumah diramaikan oleh adik-adik ipar saya. Sambil gemes, mereka sambil ngajak main haidar di bouncer. Alhamdulillah, saya bisa sejenak lepas untuk membereskan setrikaan, toh haidar juga senang main bersama mereka.

Tiba-tiba terdengar suara panik. Adik ipar saya yang masih TK itu tanpa sengaja merobek tempelan gambar hewan laut yang sengaja saya tempel buat haidar. Gambarnya pun hanya kertas HVS biasa, yang di print dan di tempel dengan solatip. Ternyata juga hanya robek sedikit, bisa ditempel ulang.

Hanya saja, saat itu dia panik. Wajahnya menunjukkan raut senyum yang merasa bersalah. Karena memang iseng, adik saya yang lainnya bilang "hayo lohh...". Setelah itu adik kecil saya langsung membela diri, "..enggak.. enggak.." adik kecil saya ini takut dimarahin.

Saya yang lagi nyetrika cuma bilang, "... ngga apa apa de, ceritain aja tadi gimana, ngga akan dimarahin kok.."
"Enggak.. tadi lagi nutupin gambarnya.. terus sobek"
"Ooh gitu, iya gapapa. Tadi lagi main sama haidar, nutupin gambarnya dan ngga sengaja kesobek ya. Gapapa, gampang nanti kan bisa ditempel lagi. Kalau rusak juga bisa di print lagi. Yang penting ade cerita aja, ngga akan dimarahin kok."

***

Kisah 2 - Ketika Ternyata Bukan Salahnya

Masih di hari yang sama. Siang itu setelah hati tenang, saya mulai menyapu. Adek kecil saya megang remote mindah2in chanel. Tiba tiba TV gada gambarnya, burem. Terus dengan tenang nanya nanyain, adek mencet mencetin apa? Dia bilang ngga mencetin apa apa. Sampai akhirnya ketahuan kalau ternyata colokan antena lepas dari TV. Nah loh, kegeser saya yang lagi nyapu dong tadi??

***

Dari 2 kejadian itu saya belajar, bahwa sebelum merespon sesuatu, kita perlu tenang. Tak perlu langsung marah atau merespon negatif dengan tergesa-gesa. Sekecil apapun respon kita, akan berpengaruh pada lawan bicara (apalagi anak-anak, terbiasa langsung dimarahi akan membuat pertahanan dirinya tinggi. Ngeles dan tidak bertanggungjawab).

Selidiki dulu akar masalahnya, pahami dulu. Jangan "nyemprot" duluan sebelum tau pasti alasan pasti kenapa kita harus marah atau menghakimi sesuatu.

Change your response, change your class :)
(Pinjem slogan butterflyact hihi)

#ODOPfor99days #day17

Saturday, January 30, 2016

Cerita Popok : 0-5 Bulan

"Terkadang kita justru diuji pada sesuatu yang kita lemah terhadapnya..."

Baru menjadi seorang ibu, segalanya juga menjadi baru. Adaptasi terus menerus dan tiada henti.

Ini cerita tentang popok. Ya, kini tak perlu kaget ketika obrolanmu justru hal-hal yang menurutmu "sepele". Dari mulai pipis bayi, pup, popok kain atau pospak, asi dan sufor, vaksin ato ga (vaksin ya), de el el. Bicara pup bayi juga ternyata bisa bikin kebakaran jenggot, panik entah pup bayi yang terlalu encer, terlalu hijau, terlalu kental,  terlalu sering, terlalu jarang, wahh.. heboh.

Haidar sekarang berusia hampir 5 bulan. Pakai popok kain, clodi atau pospak? Campur. Idealisme awal sebagai ibu ibu baru, perlahan memudar. Saya jadi inget sepekan setelah haidar lahir, saat difototerapi saya membawa bergembol popok kain dan baju ganti yang sangat banyak buat haidar. Soalnya bayi baru lahir kan pipis dan pup nya sering. Sampai di ruang fototerapi, perawat tanya, pospaknya mau dari ibu atau dari kami aja? Saya kaget (elah begitu aja kaget yak) sampe jawabnya juga aneh. Saya baru sadar, ga mungkin di rumah sakit gitu perawat harus gonta ganti popok kain haidar seharian. Saya sadar bahwa memakai pospak saat itu adalah keniscayaan. Hehe. Dan baik baik aja sih, kan gamungkin juga saya nyuci pospak di rumah sakit pas lagi riweuh. Hheu.

2 bulan setelah lahir masih pakai popok kain. Bertahan rajin mencuci dan mengucek setiap harinya. Bulan bulan selanjutnya, sering juga tambal sulam sama pospak. Pernah dilanda males nyuci? Sering, apalagi popok bekas pup. Percayalah, itu ngga apa apa banget. Semales malesnya kita, pada akhirnya akan dikerjain. Pasti.

Beberapa hari ini entah kenapa cucian pup haidar kembali banyak lagi. (Stlh usia 2 bulan, frekuensi pup berkurang, hanya sekitar 2-3 kali sehari). Agak hijau dan berlendir. (Dan saya ngga tau pasti itu kenapa, udah baca baca juga banyak faktor). Saat itu, ketika SAYA LAGI MALES MALESNYA, JUSTRU HAIDAR SERING BANGET PUP NYA :"))) hihi haidarnya ngerti ya kalo bundanya lagi males.

Seperti yang sudah saya bilang tadi, semales malesnya kita, pasti akhirnya harus dikerjain juga. Alhamdulillah siang tadi selesai :"))) hehe.

Memang sebaiknya ga ditumpuk, langsung diberesin.

Ingat, kehidupan itu naik setingkat demi setingkat. Harus lulus ujian tiap tingkatannya dengan sangat baik --bukan sekedar terlewati, supaya di tingkat selanjutnya bisa dijalani dengan sangat baik pula.

Susahnya jadi orangtua adalah karena kita adalah contoh nyata. Apa yang mau dicontohkan ke anak nantinya? Selama 24 jam 7 hari nantinya?

* * *

Intinya, nikmati aja ya, memang begitu kok. Banyak sharing sama ibu-ibu lain lumayan menenangkan :)

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya;ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” 
(QS. Lukman: 14)

Frasa "menyapihnya dalam dua tahun" di ayat itui sempat terdengar sangat sederhana di telinga saya. Tapi,sekarang saya mulai merasakan "drama" nya, dan ternyata tidak sesederhana yang aaya pikirkan! Hehehe. Jadi ngebayangin dulu ortu kita gimana :O

Perjalanan masih sangat panjang, SEMANGAT!

Mangat ya buibuu baru \:D/
Kalian ngga sendiri, dan pasti bisa melaluinya dengan indah :D

#ODOPfor99days
#day16

Popok Dari Perspektif Ibu Baru

"Terkadang kita justru diuji pada sesuatu yang kita lemah terhadapnya..."

Baru menjadi seorang ibu, segalanya juga menjadi baru. Adaptasi terus menerus dan tiada henti.

Ini cerita tentang popok. Ya, kini tak perlu kaget ketika obrolanmu justru hal-hal yang menurutmu "sepele". Dari mulai pipis bayi, pup, popok kain atau pospak, asi dan sufor, vaksin ato ga (vaksin ya), de el el. Bicara pup bayi juga ternyata bisa bikin kebakaran jenggot, panik entah pup bayi yang terlalu encer, terlalu hijau, terlalu kental,  terlalu sering, terlalu jarang, wahh.. heboh.

Haidar sekarang berusia hampir 5 bulan. Pakai popok kain, clodi atau pospak? Campur. Idealisme awal sebagai ibu ibu baru, perlahan memudar. Saya jadi inget sepekan setelah haidar lahir, saat difototerapi saya membawa bergembol popok kain dan baju ganti yang sangat banyak buat haidar. Soalnya bayi baru lahir kan pipis dan pup nya sering. Sampai di ruang fototerapi, perawat tanya, pospaknya mau dari ibu atau dari kami aja? Saya kaget (elah begitu aja kaget yak) sampe jawabnya juga aneh. Saya baru sadar, ga mungkin di rumah sakit gitu perawat harus gonta ganti popok kain haidar seharian. Saya sadar bahwa memakai pospak saat itu adalah keniscayaan. Hehe. Dan baik baik aja sih, kan gamungkin juga saya nyuci pospak di rumah sakit pas lagi riweuh. Hheu.

2 bulan setelah lahir masih pakai popok kain. Bertahan rajin mencuci dan mengucek setiap harinya. Bulan bulan selanjutnya, sering juga tambal sulam sama pospak. Pernah dilanda males nyuci? Sering, dan percayalah, itu ngga apa apa banget. Semales malesnya kita, pada akhirnya akan dikerjain. Pasti.

Beberapa hari ini entah kenapa cucian pup haidar kembali banyak lagi. (Stlh usia 2 bulan, frekuensi pup berkurang, hanya sekitar 2-3 kali sehari). Agak hijau dan berlendir. (Dan saya ngga tau pasti itu kenapa, udah baca baca juga banyak faktor). Saat itu, ketika SAYA LAGI MALES MALESNYA, JUSTRU HAIDAR SERING BANGET PUP NYA :"))) hihi haidarnya ngerti ya kalo bundanya lagi males.

Seperti yang sudah saya bilang tadi, semales malesnya kita, pasti akhirnya harus dikerjain juga. Alhamdulillah siang tadi selesai :"))) hehe.

Memang sebaiknya ga ditumpuk, langsung diberesin.

Ingat, kehidupan itu naik setingkat demi setingkat. Harus lulus ujian tiap tingkatannya dengan sangat baik --bukan sekedar terlewati, supaya di tingkat selanjutnya bisa dijalani dengan sangat baik pula.

Susahnya jadi orangtua adalah karena kita adalah contoh nyata. Apa yang mau dicontohkan ke anak nantinya? Selama 24 jam 7 hari nantinya?

* * *

Intinya, nikmati aja ya, memang begitu kok. Banyak sharing sama ibu-ibu lain lumayan menenangkan :)

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya;ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” 
(QS. Lukman: 14)

Frasa "menyapihnya dalam dua tahun" di ayat itui sempat terdengar sangat sederhana di telinga saya. Tapi,sekarang saya mulai merasakan "drama" nya, dan ternyata tidak sesederhana yang aaya pikirkan! Hehehe. Perjalanan masih sangat panjang, SEMANGAT!

Mangat ya buibuu baru \:D/
Kalian ngga sendiri, dan pasti bisa melaluinya dengan indah :D

#ODOPfor99days
#day16

Thursday, January 28, 2016

PREORDER Buku 5 Guru Kecilku Bagian 2 - Kiki Barkiah

"Adalah suatu kedamaian ketika dapat memaafkan dan mengikhlaskan kesalahan orang lain sebagaimana kitapun berharap orang lain memaafkan kita"
- Kiki Barkiah, dalam 5 Guru Kecilku Bagian 2

* * *

Buku ini adalah buku lanjutan dari buku 5 guru kecilku bagian 1. Setelah 14000 buku bagian 1 ludes di hari pertama cetak, kini buku kedua sudah dapat kita nikmati.

Buku ini bukan cerita bersambung namun terusan kumpulan cerpen dari pengalaman teh Kiki Barkiah mengenai seputar pengasuhan anak.

Buku ini bukan buku teori parenting, buku ini adalah buku bagaimana teori parenting dapat diaplikasikan dengan penuh kesabaran dan keyakinan.
Buku ini tidak hanya memberikan teladan dalam mengatasi berbagai konflik yang spesifik seputar pengasuhan anak, namun juga memberikan hikmah yang dapat menjadi ruh dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan lainnya.
Meskipun permasalahan yang diangkat adalah seputar pengasuhan anak usia dini dan remaja.

Buku kumpulan kisah ini tidak berhubungan antara 1 cerita dengan cerita lainnya, sehingga buku 5 guru kecilku bagian 2 tetap dapat dinikmati pembaca meski belum membaca buku bagian 1.

HARGA NORMAL 80.000
PROMO : 65.000 (sampai 10 feb)

Silakan kontak
Wa 08562016256 (reseller resmi bandung)
Line hajahsofya

Tertarik menjadi reseller? Silakan ya :)

Meresapi Kenikmatan

Jadi tulisan malam ini terinspirasi oleh seorang teman yang sering membanjiri grup line angkatan dengan berbagai sticker dan komen komen ajaib yang membuat kami tak kuasa menghentikannya.  Seseorang yang pernah niat banget gali gali foto alay di fesbuk saya cuma buat ngebales komen dan ngegodain saya yang ikut-ikutan ngomong "cinq" disetiap postingannya yang murudul. Wkwkwk. Sebut saja namanya cacing (emang cacing). Saya yang ngga banyak kerjaan aja heran dia bisa komen murudul. Sakti.

* * *

Malam ini cacing ngingetin saya pada setidaknya 3 hal :
1. Belajarlah menjadi tulus (yang melihat semua dengan hati)
2. Belajar meresapi setiap kenikmatan yang hadir saat ini
3. Tidak hidup dalam ketergesaan

Mungkin sebelum ini saya belum dihadapkan pada kondisi yang membuat saya bisa memahami semua maksud-maksudnya. Bahkan mungkin, dulu saya termasuk orang sotoy yang melewatkan bab-bab semacam ini untuk segera beranjak ke bab selanjutnya.

Waktu yang kita punya, kadang rasanya "terlalu sedikit" untuk bisa benar-benar menikmati interaksi kita dengan yang lainnya. Terkadang terlalu sebentar karena hanya sekedar menyapa di saat perlu saja. Atau ahh, mungkin seringnya karena kita lupa membersihkan hati hati kita dari debu prasangka.

Kenikmatan yang dihadirkan allah pada kita sering lewat tanpa makna, tanpa rasa syukur yang sebenar-benarnya. Astaghfirullah. Padahal syukur itu menambah nikmat dan akan semakin nikmat karena Allah yang menambahkan.

Selain itu, kita sering ingin semua serba cepat. Padahal hidup bukan untuk dikejar kejar. Bukan untuk dikejar oleh masa lalu, ataupun cita-cita/target/impian yang akan datang. Kita tak bisa berlari di udara dengan kaki yang tak pernah menapak kan?

Diketik dengan relatif mudah,
Dijalankan dengan bersimbah darah
Hehe lebay

Semoga sabar dan syukur menjadi teman perjalanan

#ODOPfor99days #day15

Friday, January 22, 2016

DIY Buku Agenda Pribadi

Monthly planner 2016

Apapun di dunia ini punya sistemnya masing-masing. Bisa sama, bisa beda, tapi masing-masing akan punya ciri tersendiri. Begitu juga dengan cara kita memenej diri kita sendiri. Kali ini saya memulai dengan membahas buku agenda saya.

Saya juga bingung menyebut ini apa. Sebut sajalah buku agenda. Buku agenda ini memudahkan saya mengetahui jadwal terdekat, janji bertemu, quotes, targetan, agenda kegiatan, catatan penting lainnya atau untuk mengabadikan momen tertentu. Selain tanggalan, bisa diisi juga dengan hal lain seperti siklus menstruasi, riwayat sakit, dll. Saya membuatnya perbulan dalam bentuk tabel agar mudah dilihat saja.

Itu bikin sendiri?
Yap. Silakan anggap saya embak-embak ribet. Hihi. Tapi sejauh ini saya selalu bikin sendiri. Entah digaris manual pada kertas hvs, atau di print. Padahal yang jual jadi juga mungkin ada, tapi sejauh yang pernah saya coba, jadinya ga kepake. Semacam agak kurang pas aja dipake pribadi. Udah ada template, tapi  malah jadi males nulisnya Kalau bikin sendiri kan kerasa keringetnya juga, jadi kepake deh hehe.

Kok bikin  segala? Kan gituan ada di henpon?
Bagi saya pribadi, berbeda antara menulis di kertas asli pake pulpen dengan menulis dalam digital. Saya mungkin masih konvensional, tapi percaya ada kekuatan tersendiri di setiap pahatan tulisan tangan (wkwkwk naon)

Cara buatnya?
Saya cuma butuh kertas hvs polos (bisa berwarna juga), perekat (dobeltip solatip), bahan cover, microsoft excel, dan printer. Ditempelin Kalau kita bandingin agenda saya sejak tahun 2014, ada perubahan. Ada yang make kertas warna (spectra) ada yang pake hvs. Ada yang di print, ada yang kerajinan digarisin sendiri. Ada yang udah lecek ga pake cover, ada yang kerajinan dikasi cover. Hehe. Edisi 2016 ini pake hvs biasa, covernya pake karton bekas kado trus dibungkus pake kertas kado hello kitty (yeah!) *bahagia*

Buku agenda ini menurut saya..
Bermanfaat buat saya. Kalau bikin janji atau acara, jadi tau kapan kosong kapan lowongnya. Karena dibuat langsung setahun, kalau ada janji beberapa bulan kedepan jadi ngga lupa, tinggal catet. Kalau ada perlu buat nginget-nginget suatu hal pun lebih mudah. 

Karena dalam bentuk tabel perbulan, jadi lebih terbayang kegiatan minimal sebulan kedepan. Kegiatan juga terdokumentasikan.

Saya cuma ngebayangin 40 tahun mendatang, bakal numpuk dong itu 40 buku. Hihi. Belom sama buku catetan  saya lainnya yang segambreng-gambreng tea. (Ngga tega buangnya hihi)

Saya yakin cara saya ini bukan yang terbaik (pastiii), ini cuma apa yang saya lakuin. saya berharap banget bakal banyak yang juga sharing tentang cara ngemenej diri.
Dan kemungkinan agenda kali ini juga bakal beda dengan tahun tahun sebelumnya yang diisi dengan banyak agenda di luar. Sekarang kan udah punya haidar, jadi mungkin ga bakal sering kucar-kacir. Eh ya tapi nggak tau juga ya. Hihi.

Karena intinya bukan mengisi waktu dengan kesibukan, tapi bagaimana kegiatan yang kita lakukan bisa produktif.

*peer pribadi : membuat semua catatan dan tools menejemen diri dan rumah tangga yang sederhana. Ya, SEDERHANA. Ga belibet kebanyakan kertaaasss. Hehe

Kalau kalian gimana? Sharing dong :D

#ODOPfor99days
#day11

Isi dan cover buku agenda saya dari tahun 2014-2016

Tuesday, January 19, 2016

Kakatu, Solusi Orangtua Melindungi Anak Dari Candu Games dan Gadget

 “Saya kecanduan games sampai 2 tahun lamanya baru bisa nyelesain skripsi. Ngga kemana-mana, di rumah aja, main The Sims.”
-Ujar salah satu dari 10 pengguna pertama aplikasi parental control Kakatu.

Glek!
Terkejutlah saya mendengar salah satu permainan favorit saya disebut. Apaa? Main The Sims berlama-lama itu disebut kecanduan games juga?? Itu kan “cuma” mainan biasa, bikin keluarga, ngurus kesehariannya, desain rumah yang unyu-unyu. Dulu saya “cuma” main seharian, pake istirahat makan, begadangan main giliran, kalo libur tambah males mandi, dan komputer jadi nyala terus. Terus kalo lagi libur panjang, siap-siap main Nintendo dan sega yang kalo mau berhenti cuma pause bentar terus lanjut main lagi. Eh, yang kaya gitu termasuk kecanduan games gitu?? *panik *jadicurcol

Begitulah pengakuan bunda Dai, salah satu dari 10 user pertama aplikasi Kakatu. Bunda Dai baru benar-benar sadar untuk berhenti bermain games setelah menikah dan memiliki anak, “Entar anak saya siapa yang ngurusin, kan ngga bisa gede sendiri kaya di The Sims. Hehe.” Bunda Dai merasa sangat terbantu dengan adanya aplikasi Kakatu. Bunda Dai pernah menemukan anaknya menangis saat pegang HP, ternyata sang anak tak sengaja meluncur ke YouTube dan terpasang film hantu. Ya, Kini bahkan anaknya akan menangis kalau aplikasi kakatu pada smartphone ibunya tidak aktif.
* * *

Apa sih Aplikasi Kakatu itu?

Kakatu -seperti disebutkan dalam aplikasinya-, adalah sebuah aplikasi parental control yang berfungsi untuk membatasi dan mengedukasi penggunaan gadget anak agar mereka tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas dan bijak dalam menggunakan gadget di era digital saat ini. Aplikasi yang awalnya bernama Kockatoo ini memiliki berbagai fitur, seperti : (1) pembatasan aplikasi apa saja yang boleh diakses anak dengan bebas; (2) Pembatasan Waktu, agar anak tak berlama-lama bermain sampai melalaikan dirinya, (3) Pengecekan Aktivitas Anak, apps apa saja yang dibuka, (4) Lihat Lokasi Anak, dan (5) Pembatasan Kontak.  

Tampilan Kakatu Apps. Pembatasan Aplikasi, pembatasan waktu dan yang menarik ada pesan yang bisa dimunculkan sebagai alarm dalam bentuk teks, suara atau video
Saat masuk aplikasi ini kita diharuskan registrasi diri dan anak. Kakatu sudah mempersiapkan banyak hal dengan baik. Missal ketika saya mau mendaftarkan usia anak saya yang baru 4 bulan, kakatu bilang “Anak anda masih berusia di bawah 3 tahun, sehingga tidak diizinkan untuk menggunakan gadget.” Hihi.


Tampilan Pemilihan mode pada kakatu apps, pin, dan penggunaan aplikasi
Ada 2 mode saat kakatu aktif : Mode Orangtua atau Mode Anak. Saat mode anak aktif, anak tak bisa mengganti pengaturan karena harus memasukkan nomor pin.
Sederhana, menghemat waktu dan tenaga serta membantu para orangtua agar anak tak berlebihan dalam bermain gadget.

Siapa Di Balik Kakatu


8 orang muda kreatif dalam tim Kakatu
Muhamad Nur Awaludin adalah salah satu founder Kakatu, yang berbagi kisah tentang masa lalunya sebagai seorang pecandu games. Mendapat banyak masukan dan pencerahan setelah mendengarkan petuah dari sosok Ibu Elly Risman Sosok berbadan imut-imut yang lebih akrab disapa mumu itu mengaku sudah mengenal game sejak kelas 4 SD. Adiksinya pada game terus berlanjut hingga SMA dan mengantarkannya pada berbagai perilaku tak baik. Mulai mencuri, berbohong, terpapar konten pornografi, bahkan “berjudi” untuk sekedar mendapat tambahan uang untuk beli voucher. Semua terjadi setahap demi setahap, padahal waktu kelas 2 SD sempat jadi Juara MTQ Se Kecamatan! Kebayang ga? Nah, tahun 2016 ini, mulai usia berapa hayo anak-anak terpapar game dan gadget? Terus kadang kita suka ngasih pinjem aja ngga pake mikir?

Kesepian. Ya, ia dihadapkan pada kondisi kedua orangtua sibuk bekerja. Merasa lebih dihargai, dibutuhan dan diterima di dunia games daripada di kehidupan nyata. Dan ketika Mumu pindah ke kota dan tinggal dengan saudaranya, mumu merasa BEBAS, ya, BEBAS!

Level candunya bahkan membuat mumu tak khawatir bila tertabrak bus, “toh masih ada 1 nyawa lagi”, kenangnya. Untung supir bus ngga mikir yang sama “tabrak aja da masih bisa idup lagi.’ Hihi

Masa SMA, pernah semakin tak peduli ibadah, semakin tertutup, kesehatan menurun dan berhenti sekolah setelah lulus. Ingin berubah, Mumu mencoba kuliah di kampus swasta yang katanya ngga ada Test (padahal ada juga! hehe). Bekerja sampingan juga menjadi salah satu pengalihnya dari dunia games. Perjalanan panjang Mumu jadi pelajaran yang sangat berharga. Bagaimana tidak, Mumu baru benar-benar sadar setelah ibunya meninggal.
* * *

MITOS SEPUTAR PEMBERIAN GAMES PADA ANAK

Waspada kalau kalian masih punya pemikiran seperti ini :
1.      Daripada anak mabok, stress gajelas, mending maen game aja dirumah. Bener sih. Game apa dulu, trus mainnya didampingin atau dibiarin?
2.      Cuma maen game doang ini kok. Ingat anak-anak lebih mudah merekam dan meniru. Dan, mainnya udah berapa lama?
3.      Di rumah ini kok, jadi bisa diawasi setiap  saat. Emang kita standby terus? Itu kerjaan rumah emang ga numpuk? Terus itu konten gamenya emang kita pantau terus seluk beluknya?
4.      Mana bisa anak lepas dari gadget? Emang susah ya, ortunya juga gabisa lepas dari gadget *jleb
5.      Bener kan anteng kalau dikasi game. Yaiyalah anteng! Enak kan kita jadi ga pusing?

PENGETAHUAN TENTANG GAMES

A.     Media games secara general :

1.      Console games (biasa dihubungkan ke TV) : Nintendo, Nintendo Wifi, PC, Sega, Playstation, Xbox
2.      PC Games : PC, Laptop
3.      Mobile Games : Handphone, tablet, ipad
4.      Handheld Games (di console portable) : PSP, Nintendo, N-Gage

B.      Genre game dan level adiksinya:

Kategori SANGAT
RPG (Role Playing Games) : Dota2, World Of Warcraft, Ragnarok, League Of Legends, Final Fantasy
RTS (Real Time Strategy) : COC (Clash of Clans), Warcraft, Command and Conquer
Game Shooter : Point Blank, Counter Strike, Call Of Duty, Conflict Vietnam

Kategori SEDANG
Game Adventure : Devil My Cry, Assasins Creed, Tomb Raider, God Of War, Resident Evil
Game Racing : Need For Speed, Burnout, Sirt 2, Asphalt
Fighting Game : Smack Down, Mortal Kombat,
Arcade : Tetris dan Zuma, Temple Run, Angry Birds, Flappy Bird

Kategori KURANG
Sport Game : Sepak Bola, Winning Eleven, PES, FIFA, Tenis, Basket
Edugames : Duolingo (bahasa), Toddler Kids Puzzle, game belajar mewarnai, mengenal binatang dsb

(The Sims di genre mana ya? Hihi. Kategori manapun, kalau melalaikan berlebihan berarti adiksi juga sih ya. Tapi kan the sims bagus mengasah jiwa interior desain kita wkwkw *tetep)

C.      Rating Game ESRB – Entertainment Software Rating Board (di USA)

Sebenernya ya semua games ada peruntukkannya. Mana game yang kontennya cocok dengan usia pemain. Nah kadang kita kurang aware sama rating itu. Contoh kecil aja, jaman SMP SMA dulu saya main GTA (Grand Theft Auto) karena liat kakak main itu. Biasa aja mainnya juga, ngerampok mobil orang, nembakin, ngambil uangnya, *biasa dari manaaa* Pas saya ngajar di sekolah kelas 2 SD, denger cerita pagi katanya pas libur ada seorang anak main itu seharian. Kaget dong, padahal GTA ini termasuk game “keras” dan masuk kategori rating M alias Mature 17+. More info cek www.esrb.org (fyi, ini ada esrb rating search app nya juga loh yang bisa di download gratis).
 

Ciri Games yang Menimbulkan Adiksi

1. Dapat bermain secara berkelompok
2. Terdapat level challenge, quest, reward, dan experience point
3. ada ajang tournament mengenai game tersebut
4. banyak orang mengetahui game tersebut
5. bersifat dinamis secara gameplay dan umumnya game online
6. memiliki storyline/ cerita yang menarik

* * *
“Kakatu hanya bisa sedikit membantu para orangtua, tapi tetap tidak bisa menggantikan kehangatan kasih sayang kita sebagai orangtua.”

Bahaya yang paling besar bukan anak akses pornografi atau main game seharian. Tapi bahaya yang tidak pernah orangtua sadari bahwa itu adalah bahaya 
-Bu Elly Risman

 Teknologi adalah penunjang masa depan dan dibuat untuk membantu memecahkan masalah setiap orang. Tetapi pengasuhan orangtua tetap tidak dapat dipindah tangankan terhadap canggihnya teknologi
-mumu


Materi diresume (dan sedikit ditambahkan) dari acara Peluncuran GGS (Gerakan Gadget Sehat) dan Seminar Parenting “Kiat-kiat Memahami dan melindungi anak dari Bahaya dibalik Kecanduan Games” yang diselenggarakan oleh Kakatu dan YKBH (Kamis, 14 Januari 2016) di Auditorium Ged. FK UNPAD Jl. Eyckman 38 Bandung

Saturday, January 16, 2016

Ketika Bubur Kacang Hijau Menjadi Sayur Toge

Tidak semua hal berjalan sempurna dalam hidup kita. Ada gagal, ada sukses. Keduanya saling memberi pelajaran berharga.

Serius bener. Hehe.
Saya mau cerita tentang burjo (bubur kacang ijo) buatan saya malam ini. Semenjak menikah dan hamil, saya jadi senang membuat bubur kacang hijau. Banyak, enak dan nutrisinya baik.

Supaya empuk, terlebih dahulu saya biasa merendam kacang dalam air sekitar semalam. Setelah proses ini, kacang menjadi tidak keras lagi karena sudah menyerap air (imbibisi). Kalau sudsh mengembang, tinggal digodok dengan air panas dan diberi gula merah, santan, dan pandan.

Kali ini, proses perendamannya terlalu lama dengan air yang terlalu sedikit. Setelah menyerap air, tahu kan apa yang terjadi pada biji? Berkecambah!

Ya!
Jadi bubur kacang ijo nya ada tunasnya deh, kaya toge.
Selamat mencicipi sayur toge manis :3

S.E.K.I.A.N
Hehe

*tadinya pingin jadi tetangga yang baik dan ga apatis, dengan ngirimin ke tetangga. Tapi kayanya next menu aja deh hehe 😅

Thursday, January 14, 2016

Bawa Anak Bayi ke Seminar

Ini kali kedua haidar ikutan bunda seminar. Ternyata kini kalo mau ikutan acara, mesti dimulai dengan pertanyaan pembuka : saya boleh bawa anak ga, mba? Hehe.

Seminar Tabloid Nakita di RS Limijati
Waktu usia 2,5 bulan bunda "nekat" bawa haidar ke seminar dari nakita di RS Limijati, topiknya tentang kesehatan kulit bayi. Namanya juga emaknya pingin belajar, jadi ya daftar aja. Padahal dalam lubuk hati terdalam masi was-was, ini bayi apa apa gak ya dibawa keluar?

Saya termasuk yang woles orangnya, jadi panik karena justru orang sekitar yang ngewanti-wanti (ngingetin), trus jadi bingung apakah itu sebuah hal lazim atau engga. Hehe. Waktu itu santai aja karena haidar masi doyan tidur dan default acaranya emang penuh keramaian bayi dan anak-anak yang lari kucar-kacir. Aman bawa anak2. Haidar pun bisa digolerin di kursi sebelah dan tidur sentausa. Usia 2,5 bulan belum banyak pergerakan berarti dan belum bersuara. Haus tinggal mimi, dan ngga ada suara ribut. (Kalah sama suara anak2 usia tahunan). AMAN.

Seminar Gerakan Gadget Sehat di Ged Fk Unpad Eykman
Ketika dapet kesempatan freepass ikutan seminarnya bu Elly Risman, saya langsung ijin suami dan daftar diri. Alhamdulillah. Sampai pada H-1 baru sadar kalau acara seminar itu ada ketentuan untuk "tidak membawa anak ke dalam ruangan, agar suasana kondusif". Saya hanya punya 2 opsi : batal dan cari pengganti, atau nitipin haidar plus mimi ASI nya. Kenyataannya saya pingin banget dateng, dan ngga punya stok asip.
Nahloh. Akhirnya saya tanya sama contact person nya, boleh bawa anak atau ngga. Alhamdulillah katanya boleh, maksimal usia 2,5 tahun.

Sayapun berangkat bawa haidar pake gendongan depan (ini gendongan yang bisa bikin kedua tangan saya bebas ngapa-ngapain). Dalam hati saya yakin, insyaallah haidar ngga rewel (walaupun tetep was was)

Saya hampir bisa bilang bahwa saya adalah satu-satunya emak-emak yang  nekat bawa anak (padahal di e-ticket nya gaboleh), sebelum teh Elma dateng bawa bayi juga. Fyuhh.. berasa punya temen sehati gitu rasanya.

Baru saya sadari ternyata kebijakan itu muncul karena lokasi ruang seminar yang memang kurang mendukung aktivitas anak-anak. Auditorium gd FK unpad itu semacam bioskop yang sangat nyaman buat mendengarkan materi, tapi kalo buat anak-anak kurang bebas. Selain itu juga, peserta emang butuh keseriusan buat nyimak materinya.

Haidar (4m) gimana?
Usia 4 bulan ini haidar lebih aktif bergerak, perlu ganti posisi dari tidur telentang-tengkurep, agak duduk ditopang, gendong berdiri. Jadi kalau dalam waktu lama, lama-lama gelisah dan nangis. Dilema nih jadi emaknya, antara ngga mau ketinggalan materi, tapi ngga mau ganggu peserta lain juga.

Kalau dulu jarang bersuara, sekarang lumayan suka mengoceh, dan mainin ludah (bunyi!). Walhasil emaknya panik juga takut bunyi rame. Hihi

Sejak seminar jam 8 sampai 14.30, haidar cuma bikin emaknya keluar selama 30 menitan buat regang2 badan. Sebelum akhirnya keluar, anaknya emang gelisah karena emang udah bosen badan.
Materi kak mumu alhamdulillah dapet walau kepotong di akhir, kalo pas materi bu elly risman, haidarnya waktunya bobok  jadi damai sentausa nyimak materi nya hehe :)

Jadi gimana?
Saya jadi dikuatkan ketika bu Elly bilang tentang kelekatan anak-ibu pada fase-fase awal kehidupannya. Istilah bu elly "mata masih jereng udah pisah sama payudara ibunya". Seenggaknya keputusan saya ini ga salah (walau ngerasanya tetep aja was was)

Buat yang anaknya udah gedean dikit, biasanya ada kids arena dengan pengawas2nya ko.

* * *

Nah kalau udah seharian di luar gitu dan tidur, siap siap aja malemnya kalo dedek nya cenghar ngga tidur2 hehe xD

* * *
Sharing sama teh elma yang anaknya udah 4, ya memang begitulah katanya. Emaknya pingin belajar, jadi dibela belain. Berharap pas waktunya seminar dedeknya mau bobo nyenyak hehe

* * *

Semakin sadarlah kalo saya udah jadi emak-emak :D
Semangat maak! Belajar Terooos !

#OneDayOnePost
#ODOPfor99days
#day8

Tuesday, January 12, 2016

Perbaiki Diri Lakukan Yang Terbaik

Butuh waktu setahun dulu untuk bisa menyadari bahwa menuntut seseorang menjadi yang kita harapkan adalah bukan mudah. Mungkin bukan menuntut, hanya sekedar ungkapan keterkejutan karena yang dibayangkan tidak seperti kenyataan.

Padahal pengetahuanmu begitu sangat sedikit, dan Allah lebih tahu yang kau butuhkan, maka Allah memberimu lebih dari yang pernah kau harapkan, untuk disyukuri.

Astaghfirullah.
Sungguh, pada saat mata hati terbuka, kau akan semakin sadar betapa kurangnya rasa syukurmu.

Terkadang waktu kita habis untuk sekedar mengutuki hal-hal diluar kendali kita. Padahal, di waktu yang sama, kita bisa memilih untuk fokus saja memperbaiki diri sendiri. Ya, fokuslah pada hal-hal yang ada di lingkaran kendali kita.

Tak perlu memusingkan betapa orangtuamu begini begitu, istri/suamimu begini begitu, anak yang begini begitu, atau sahabatmu yang begini begitu. Fokus saja bagaimana menjadikan dirimu anak yang berbakti, istri/suami yang shalih, ibu yang baik, sahabat yang baik. Ia bukan malaikat dan kau pun bukan bidadari yang tanpa cacat. 

Aagym bilang, PDLT : PERBAIKI DIRI, LAKUKAN YANG TERBAIK

Jalani peranmu, tanggungjawabmu, dengan sebaik-baiknya.

Bandung, 12 jan 2016

#OneDayOnePost
#ODOPfor99days
#day6
#ntms

Saturday, January 9, 2016

Blender Ajaib Holmes, Test Market PT CSU, dan Mamalime

"Mencuci dengan MamaLime atau Sunlight, mendapat Hadiah Blender 3in1 Holmes. SELAMAT..!"

Saya ga berniat bikin postingan hoax kok hehe, sharing aja buat ngasi informasi atau kali ada yang lagi ngalamin.

***

Tiba-tiba pintu diketuk seorang teteh-teteh cantik dengan pakaian serba hitam rapi. Bicara ramah dengan logat sunda dan gaya iklan ala ala tv shopping yang bicara tanpa jeda. Dar dar dar! Si empunya rumah akan tak berkutik dan terpaksa mendengar.

"Ibu di rumah nyucinya pakai sabun apa?"
"Mamalime."
"Coba mana dilihat bu?"
(Ngambil ke dalem)
"Selamat karena ibu pakai mamalime/sunlight, ibu memenangkan hadiah blender ini, alhamdulillah ya bu..!"

Sembari terkaget-kaget, ada rasa senang karena DAPET HADIAH. Dalam hati barangkali empunya rumah membayangkan akan ada kameramen yang tiba-tiba datang, dan masuk tipi. *lupakan, tetap sadar dan kritis*

Seperti yang sudah diperkirakan, blender itu tidak cuma-cuma. Empunya rumah diharuskan membayar seharga 199.900 yang katanya bukan bayar produk, tapi bayar test market.

Blendernya dikatakan canggih, 3 in 1. Saya lupa apa saja istilahnya, mix blend, juicer (katanya) dan chopper kalau tidak salah. Tapi yang nyatanya memang, ada 3 tombol putih dalam 1 blender (1 lagi warna merah off). 3 tombol itu speed 1 dan 2 serta tombol yg dipergunakan untuk nyala sebentar2. Fungsinya ya tetap blender, ya tetap beda dengan juicer. (Kecuali kalau aktivitas membuat jus buah disebut juicer)

Bagai beli barang dalam karung. Blender tak boleh dicoba kalau belum dibayar. Supaya yakin, kita bisa telepon nomer bapak konsultannya di brosur, yang saat itu bisa mengangkat telepon di waktu jumatan.

Salah satu teknik jual dedet, bicara tanpa henti yang menggiring target untuk terus berkata ya, ya, ya, dan akhirnya closing.

SANG SALES
Katanya ia hanya sedang PKL, jurusan AP kelas 1 di SMK 1 Pasundan Cimahi.

UJI COBA ALAT
Sepertinya sales tersebut sudah mencapai target penjualan sebanyak 10 buah hari itu, namun tak ada yang sampai menguji coba alatnya. Ya, gadis itu terlihat begitu panik ketika air dalam gelas blender tumpah-tumpah saat diuji coba. Uring-uringan sambil terus meminta maaf karena membasahin lantai dan meja, serta saat pisang yang akan diblender terlihat gagal. Jangan cepat puas coba masukkan air, juga giling beras atau biji ketumbar, apapun.

Dan mungkin baginya waktu terasa begitu lama berjalan, ingin segera mengakhiri segala "persidangan" ini. Hehe

REVIEW PRODUK
Gelas dari beling, berat. Antara gelas dan pisau pemotong terpisah, ada karet yang tidak menempel permanen di antaranya.
Konsekuensinya mungkin karet bisa rusak atau hilang. Tapi mencuci lebih mudah karena terpisah

Material plastik mesin dan gelas berbeda. Plastik pada gelas terlihat ringkih. TIDAK ADA SISTEM LOCK, jadi kalau mau ngeblender harus dipegang.

Tutup blender agak kurang fit in sama gelas, harus agak dipaksa ditekan.

HARGA
Katanya harga asli 1.100.000
Promo jadi 699.000 dengan mencantumkan bungkus kosong mamalime saat pameran nanti di tegalega.
Dan saat ini HANYA 200ribuan sajah, kesempatan tidak datang dua kali. Hayoloh hihi.

TERUS GIMANA DONG
PT CSU (Cakra Sakti Utama) kalau diketik di google, akan muncul di beberapa kota. Surabaya, kediri, bandung. Entah cabang, entah berpindah pindah. Tapi coba baca thread ini di kaskus, pasti miris bacanya. Yang katanya perusahaan penipu, yang suka bikin lowongan kerja macem2 tapi ujung-ujungnya sales, dll, wallahu alam, harus kroscek biar ga jadi fitnah.

Blender Holmes ini gatau produk dari mana. Hihi. Apa si sherlock holmes belum nongol karena kini produksi blender di London? *naon*

Kata konsultannya, nanti diminta pendapatnya tentang alat. Entah itu baru launching atau gimana juga kurang jelas. Setelah bayar, kita cuma diminta data Nama (tidak lengkap) dan tanda tangan.
(Kira kira follow up test marketnya darimana cing? Hehe)

***
Kesimpulannya, mangga simpulkan sendiri ya :)
Semoga semua orang bisa mencari rejeki dengan cara yang halal dan thayyib, semoga segala amal baik kalian diganjar pahala oleh Allah.

***
Kalau ngalamin hal serupa, sharing ya :)

#OneDayOnePost
#ODOPfor99days
#day5

Friday, January 8, 2016

Rumah Untuk Hati

Setiap hati orang itu akan menjadi rumah bagi orang lain. Namun, hanya sedikit sekali orang yang mempersiapkan hatinya untuk bisa menjadi rumah yang nyaman dan menentramkan. 

Karena begitu sedikit orang yang belajar tentang kesabaran hingga hati itu menjadi sempit, mudah sesak, mudah berprasangka. Hati yang tidak dibangun sejak hari ini, tidak dipersiapkan untuk boleh dihuni orang lain, tidak dirawat demi menyambut kehadiran penghuni barunya. 

Setiap hati orang itu akan menjadi rumah tinggal, tidak hanya persinggahan. 

-- Kurniawan GunadiRumah Untukmu

* * * * * *

Mempersiapkan hati terasa begitu mudah sebelum hati kita benar-benar menjadi rumah bagi yang lain. Saat hati sudah menjadi rumah bagi penghuni yang lain, disitulah sebenarnya pembelajaran kesabaran itu.

Memang akan lebih mudah bila sebelum dihuni, kita telah melakukan renovasi besar-besaran, atau berusaha mencocokkan detail bangunannya dengan sang calon penghuni. Tapi toh di awal penempatan rumah, selalu ada adaptasi.

Belajar sabar terkadang sakit. Sempit, sesak dan prasangka adalah tantangannya, menjadi indikator sudah ada di level mana diri kita ini. Tapi niat karena Allah lah yang akan membuatnya bernilai. Sungguh. Ya, sungguh.

Bersabarlah karena sungguh, banyak juga yang harus rela bersabar dengan kita tanpa kita ketahui, dan 
Bersyukurlah, karena syukur itu mengikat yang kita miliki dan menarik yang belum kita miliki.
Jadilah rumah terbaik, menjadi tempat berpulang yang menentramkan.

Cibangkong, 8 Januari 2016

#OneDayOnePost
#ODOPfor99days
#day4

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...