Pagi ini biasa saja. (oke ngga biasa sih, saya telat ke kampus sampai ga sempet masuk kuliah jam pertama -_-). Usai jam kuliah supertum, seperti biasa saya datang membawa gembolan kue dagangan ke kebab (Labtek biru SITH).
Kemudian saya dipanggil dengan suara-suara bocah mereka (hehe),
“Hajaaaaaaah~”
“hah?”
“Siniiii.”
“ada apaan?”
Mereka datang menghampiri, dan dengan cas cis cus mereka menyerahkan bungkusan berisi kotak handphone. Lantas saya bingung.
“ini apa?”
Terus mereka nyanyi,
“selamaaat ulang tahuun...”
Perasaan ulang taun saya udah lewat, dan mereka juga udah ngasi kado. Ah pasti lagi ngisengin.
“Haah? Apaan? Ini boongan ya? Buat apa ini?”
Saya beneran bingung kena angin apa mereka semua ini. Perasaan malem ngga ngimpi apa-apa, ngga ada feeling apa-apa.
“iya, ini buat hajah, soalnya kasian kemarin-kemarin ilang hapenya, trus leptopnya juga..”
Ternyata saya emang ga ulang taun hari ini.
“tau ngga kenapa kita ngasi ini?”
“kenapa?”
“karena kita semua sayang hajaaah..”
*speechless..
*****************************
Secuil ilustrasi yang terjadi di pagi ini. Saya bingung tadi mau bilang apa atau mau ngelakuin apa. Yang saya pikirkan saat itu adalah betapa beruntungnya saya punya sahabat-sahabat yang baik. Selama ini saya terlalu sibuk sama diri sendiri, mumet sama masalah-masalh diri sendiri, sampai lupa bahwa saya punya sahabat yang pasti akan selalu senantiasa siap membantu..
Hampir sebulan yang lalu saya memang kena musibah. Netbook saya dijambret orang waktu saya lagi di motor. Kejadian yang memang masih bikin saya merinding kalo inget kejadiannya. Dua minggu sebelumnya handphone saya juga hilang entah kemana.
Tapi saya bener-bener ngga pernah nyangka. Jangankan berharap diberi hadiah kaya gitu, temen saya sekedar ngucapin turut sedih aja saya udah seneng banget.
Yang saya pikirin, berarti masing-masing dari mereka bersedia nyisihin sebagian uangnya buat patungan. Makin banyak makin ringan sih, tapi tetep aja, yang namanya niat itu ngga akan kalah sama apapun.
Mungkin mereka kasian liat saya yang gonta-ganti hape terus pinjem orang rumah, atau bahkan sebel karena tiap ngesms saya, saya selalu nanya "ini nomer siapa ya?"
Kalo tadi kata kakak saya sih, ya berarti mereka perhatian. Iya, emang. Saya ngga tahu persis sih gimana behind the scene nya, ngga tau juga segimana heroik nya perjuangan mereka hehe
Yang saya tahu, mereka semua baik banget. :)
Dan kalian harus tahu, handphone HTmobile M16 akan menjadi handphone terbaik, tercanggih, termahal, terberharga, ter-amazing dan ter-wah-weh-woh yang pernah saya punya. Tahu kenapa? Karena dibeliin nya pasti pake cinta :3
Hehe maap ya saya gombal
Btw, ko bukan LAPTOP?
:p
(jitak!)
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha mengetahui bahwa hati-hati itu telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu, berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tak kan pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu. Hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikan dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin..”
Terimakasih
Destry Nurfitri Arisandi, Nisa Nur Iskandar, Karlina Febrianti, Dessaeda Adilla, Nurul Fajriah Azky, Yuti Rizky Maisarah, Ellisa Khoirunnisa, Meinarizki Putri Mumpuni, Sri Utami, Doni Mahendra.
Maaf kalau suka jahat, maaf belum bisa ngasih apa-apa, maaf belum bisa jadi sahabat terbaik
Sayang kalian karena Allah.
Best regards,
HT
Hajah Topyamarwa
:-)
Hehe mentang-mentang hape barunya mereknya HTmobile)
Senin, 25 april 2011
Ruang tengah atas
Monday, April 25, 2011
Saturday, April 23, 2011
Wednesday, April 20, 2011
Mengapa harus mereka?
Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus ‘mereka’?
Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..
Aku menjawab..
Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..
Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka?
Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur?
Aku menjawab..
Tahukah kalian? Bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka. Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita di manapun..
Sering juga kudengar.. Mengapa harus mereka?
Yang tidak pernah mau punya cinta sebelum akad itu berlangsung, yang menghindar ketika sms-sms pengganggu dari para lelaki mulai berdatangan, yang selalu punya sejuta alasan untuk tidak berpacaran.. bagaimana mereka bisa romantis? bagaimana mereka punya pengalaman untuk menjaga cinta, apalagi jatuh cinta?
Aku menjawab..
Tahukah kamu, bahwa cinta itu fitrah. Karena ia fitrah maka kebeningannya harus selalu kita jaga. Fitrahnya cinta akan begitu mudah mengantarkan seseorang untuk memiliki kekuatan untuk berkorban, keberanian untuk melangkah, bahkan ketulusan untuk memberikan semua perhatian.
Namun, ada satu hal yang membedakan antara mereka dan wanita-wanita lainnya..
Mereka memiliki cinta yang suci untuk-Nya. Mereka mencintaimu karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya, memberikan segenap kasihnya padamu juga karena-Nya. Itulah yang membedakan mereka..
Tak pernah sedetikpun mereka berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu, mencintaimu karena kekayaanmu, mencintaimu karena keturunan keluargamu. Cinta mereka murni, bening, suci, hanya karena-Nya..
Kebeningan inilah yang membuat mereka berbeda. Mereka menjadi anggun, seperti permata-permata surga yang kemilaunya akan memberikan cahaya bagi dunia. Ketulusan dan kemurnian cinta mereka akan membuatmu menjadi lelaki paling bahagia..
Sering juga banyak yang bertanya.. mengapa harus mereka?
Yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an dibanding ke salon, yang lebih sering menghabiskan harinya dari kajian ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang sebagian besar waktu tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk perubahan bagi lingkungannya, dibanding kumpul-kumpul bersama teman sebaya mereka sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri mereka? bagaimana mereka bisa menjadi wanita modern?
Aku menjawab..
Tahukah kamu, bahwa dengan seringnya mereka membaca al Qur’an maka memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia. Jiwa yang tak pernah terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam cintanya pada Allah. Mereka akan menjadi orang-orang yang lapang jiwanya, meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang paling rela menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia bukanlah tujuannya. Mereka akan dengan mudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan orang banyak dibanding menghabiskannya untuk diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan dimiliki oleh mereka yang terbiasa dengan al Qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis ilmu, terbiasa dengan rumah-Nya.
Jangan khawatir soal bagaimana mereka merawat dan menjaga diri. Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan bagaimana bergaul di dalam sebuah keluarga kecil mereka. Mereka sadar dan memahami bahwa kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan nurani mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri mereka. Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki semua kecantikan itu?
Dan jangan takut mereka akan ketinggalan zaman. Tahukah kamu bahwa kesehariannya selalu bersama dengan ilmu pengetahuan. Mereka tangguh menjadi seorang pembelajar, mereka tidak gampang menyerah jika harus terbentur dengan kondisi akademik. Mereka adalah orang-orang yang tahu dengan sikap profesional dan bagaimana menjadi orang-orang yang siap untuk sebuah perubahan. Perubahan bagi mereka adalah sebuah keniscayaan, untuk itu mereka telah siap dan akan selalu siap bertransformasi menjadi wanita-wanita hebat yang akan memberikan senyum bagi dunia.
Dan sering sekali, orang tak puas, dan terus bertanya.. mengapa harus mereka?
Pada akhirnya, akupun menjawab…
Keagungan, kebeningan, kesucian, dan semua keindahan tentang mereka, takkan mampu kau pahami sebelum kamu menjadi lelaki yang shalih seperti mereka..
Yang pandangannya terjaga, yang lisannya bijaksana, yang siap berkeringat untuk mencari nafkah, yang kuat berdiri menjadi seorang imam bagi sang permata mulia, yang tak kenal lelah untuk bersama-sama mengenal-Nya, yang siap membimbing mereka, mengarahkan mereka, hingga meluruskan khilaf mereka..
Kalian yang benar-benar hebat secara fisik, jiwa, dan iman-lah yang akan memiliki mereka. Mereka adalah bidadari-bidadari surga yang turun ke dunia, maka Allah takkan begitu mudah untuk memberikan kepadamu yang tak berarti di mata-Nya. Allah menjaga mereka untuk sosok-sosok hebat yang akan merubah dunia. Menyuruh mereka menunggu dan lebih bersabar agar bisa bersama dengan para syuhada sang penghuni surga. Menahan mereka untuk dipasangkan dengan mereka yang tidurnya adalah dakwah, yang waktunya adalah dakwah, yang kesehariannya tercurahkan untuk dakwah.. sebab mereka adalah wanita-wanita yang menisbahkan hidupnya untuk jalan perjuangan.
Allah mempersiapkan mereka untuk menemani sang pejuang yang sesungguhnya, yang bukan hanya indah lisannya.. namun juga menggetarkan lakunya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang malamnya tak pernah lalai untuk dekat dengan-Nya.. yang siangnya dihabiskan dengan berjuang untuk memperpanjang nafas Islam di bumi-Nya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang cintanya pada Allah melebihi kecintaan mereka kepada dunia.. yang akan rela berkorban, dan meninggalkan dunia selagi Allah tujuannya.. Yang cintanya takkan pernah habis meski semua isi bumi tak lagi berdamai kepadanya.. Allah telah mempersiapkan mereka untuk lelaki-lelaki shalih penghulu surga…
Seberat itukah?
Ya, Takkan mudah.. Sebab surga itu tidak bisa diraih dengan hanya bermalas-malasan tanpa ada perjuangan..
Dicopy dan diedit seperlunya dari notes sahabat saya anisa martiana yang beliau dapat dari email sahabatnya.
Kalimat yang di bold adalah kalimat yang menurut saya sangat indah dan menginspirasi.
Semoga kita termasuk bagian dari ‘mereka’ ya..
Amin..
then what, besok hari Kartini ya?
Selamat hari kartini! (saya lupa apakah hari kartini lazim untuk diberi selamat, hehe)
Mari sist, sama-sama perbaiki kualitas diri
Insya Allah
:)
sumber gambar: http://ruditaarya.files.wordpress.com/2010/08/diamond.jpg
Tuesday, April 19, 2011
Sebuah Surat dari Gaza
“Untuk saudaraku di Indonesia,
mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena:
Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.
Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang memnunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di Gaza ini, tidak dilahirkan di negri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negri kalian.
Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapoatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.
Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, ya di atas mobil saudaraku.!
Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum.
Namun, mengapa di negri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dai informasi di televisi.
Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negri kalian adalah negri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami disini.
Memang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara Israel!
Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negri ini.
Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!
Wahai saudaraku di Indonesia,
Negri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian diblokade juga?
Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami.
Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku.
Dan Perdana Menteri kami, Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca. Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu.
Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami.
Kami disini sangan menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful disana.
Hafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib menghapal Surah Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?
Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acar wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur’an dan umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kimi disini. Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak-anak belajar diantara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh dianatara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.
Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur. Karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.
Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan , saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhwah kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.
Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam dan ulama-ulama kalian.
Abdullah Al Ghaza
Allahummanshuril ikhwanana muslimiin fii falistiin wa tsabbit aqdamahum wa afrighum sabran wa anzilhum nashran aziizan. Amiin
************************************************************************************
pertama baca ini dari notes kak Rizki Alfian Rezafahlevi,
atau bisa dilihat di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7106928
Artikel ini dari buletin Islami yang terbit tiap Jum'atan. Judul asli artikel ini Surat dari Abdullah Al Ghaza (Pejuang HAMAS) kepada Indonesia
Let's Pray For Palestine !
sumber gambar: http://tinarbuka-aw.students-blog.undip.ac.id
mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena:
Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.
Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang memnunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di Gaza ini, tidak dilahirkan di negri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negri kalian.
Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapoatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.
Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, ya di atas mobil saudaraku.!
Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum.
Namun, mengapa di negri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dai informasi di televisi.
Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negri kalian adalah negri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami disini.
Memang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara Israel!
Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negri ini.
Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!
Wahai saudaraku di Indonesia,
Negri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian diblokade juga?
Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami.
Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku.
Dan Perdana Menteri kami, Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca. Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu.
Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami.
Kami disini sangan menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful disana.
Hafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib menghapal Surah Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?
Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acar wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur’an dan umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kimi disini. Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak-anak belajar diantara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh dianatara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.
Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur. Karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.
Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan , saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhwah kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.
Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam dan ulama-ulama kalian.
Abdullah Al Ghaza
Allahummanshuril ikhwanana muslimiin fii falistiin wa tsabbit aqdamahum wa afrighum sabran wa anzilhum nashran aziizan. Amiin
************************************************************************************
pertama baca ini dari notes kak Rizki Alfian Rezafahlevi,
atau bisa dilihat di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7106928
Artikel ini dari buletin Islami yang terbit tiap Jum'atan. Judul asli artikel ini Surat dari Abdullah Al Ghaza (Pejuang HAMAS) kepada Indonesia
Let's Pray For Palestine !
sumber gambar: http://tinarbuka-aw.students-blog.undip.ac.id
Wednesday, March 23, 2011
Al-Jahiz, Ilmuwan Biologi Muslim Pencetus Teori 'Struggle for Existence'
Berangkat dari
sebuah kecemburuan positif -- saya menyebutnya begitu. Teman-teman saya di
jurusan keilmuan lain punya tokoh ilmuwan muslim yang dapat dijadikan panutan.
Mungkin akan sangat familiar bila mendengar nama-nama ini, serta keahliannya
yang paling menonjol. Matematika punya
al-khawarizmi, Kedokteran punya ibnu Sina,
ilmu filsafat punya Al-biruni, Ibnu Khaldun dikenal sebagai bapak sosial
politik , astronomi punya Ibnu al-Shatir,
dan bahkan, konsep robotika modern juga ada! Subhanallah..(saya baru nemu, Al-Jazari namanya).
Kemudian saya mulai
mencari, rasanya memang membutuhkan panutan – atau setidaknya teladan yang baik
dan dapat memotivasi saya dalam berprofesi di kemudian hari. Karena saya
percaya, penemuan gemilang di dunia Islam pada era keemasan terdahulu bukanlah
hanya sebuah sejarah, melainkan suata pijakan yang nantinya akan jadi hal luar
biasa bagi kemaslahatan umat dan membangunkan umat muslim dari tidur dan
mimpinya yang terlalu melenakan.
Sejak zaman
kekhalifahan Islam terdahulu, para pemikir dan ilmuwan muslim banyak
berkontribusi bagi majunya keilmuwan di jaman sekarang. Namun sayangnya,
sumbangan peradaban Muslim itu jarang diungkapkan dalam pelajaran-pelajaran
sekolah di Indonesia. Hal itu tentunya membuat umat muslim jaman sekarang
banyak yang tidak tahu, entah tertutup-tutupi, entah memang tidak tahu.
Nah, buat para
bioblogers, jangan khawatir ya, alhamdulillah kita punya sumber inspirasi dan
tokoh panutan. Hehe. Al-Jahiz.
========================================================================
Ahli biologi Muslim
yang pertama kali mengembangkan sebuah teori evolusi adalah Al-Jahiz (781 M – 869 M).
BIOGRAFI
Nama aslinya Abu Amr Usman bin Bahr al-Kinani al-Fuqaimi al-Bashri, lebih dikenal dengan nama Al Jahiz ( الجاحظ), adalah seorang ilmuwan terkenal
keturunan Arab Negro dari Timur Afrika, dilahirkan di Basra pada 781 M - 868 M.
Al Jahiz dikenal sebagai penulis untuk : Prosa Arab, Sastra Arab, Biologi,
Zoologi, Sejarah, Filsafat Islam awal, Psikologi Islam, Teologi (ajaran)
Mu'tazilah dan Polemik dalam politik-agama.
Kehidupan awal Al
Jahiz tidaklah banyak yang diketahui selain daripada informasi mengenai
keluarganya yang sangat miskin. Al Jahiz pada awalnya dipekerjakan untuk
menjual ikan di sepanjang salah satu kanal air di Basra untuk membantu
keluarganya. Namun, meskipun keuangan keluarganya sulit tidak menghentikan
semangat Al Jahiz untuk mencari pengetahuan sejak masa mudanya. Cara yang
digunakannya untuk mencari Ilmu Pengetahuan diantaranya dengan rajin berkumpul
dengan sekelompok pemuda di masjid utama Basra yang biasa mendiskusikan
berbagai subyek ilmu pengetahuan. Dia juga rajin mengikuti berbagai kuliah yang
dilakukan dari para ahli filologi, leksikografi, dan puisi.
Selama rentang dua
puluh lima tahun melanjutkan studinya, Al Jahiz telah memperoleh pengetahuan
besar tentang puisi Arab, Filologi Arab, sejarah Arab dan Persia sebelum Islam,
dan ia mempelajari Alquran dan Hadis. Ia juga membaca buku-buku diterjemahkan dari
para filsafat Yunani dan Helenistik, khususnya Aristoteles. Salah satu
keberuntungan Al Jahiz dalam mencari ilmu ialah karena dizaman itu, Khalifah
Abbasiyah sedang dalam fase kebangkitan budaya dan revolusi Intelektualitas,
sehingga pendidikannya sangat difasilitasi diantaranya dengan banyaknya buku
yang tersedia, sehingga belajar segala hal semakin mudah dilakukan.
KARIR
AL-JAHIZ
Di Basra, Al-Jahiz
menulis artikel tentang institusi kekhalifahan. Hal ini kemudian menjadi awal
karirnya sebagai penulis. Sejak itu, ia telah menulis dua ratus buku sepanjang
hidupnya yang membahas berbagai subyek termasuk tata bahasa Arab, zoologi, puisi,
leksikografi, dan retorika. Dia menulis sejumlah buku luar biasa, yang dapat
bertahan tiga puluh bertahan (ditinjau dari teknologi penulisan dizaman itu,
hal ini merupakan sesuatu yang sangat fantastis di zamannya).
Pada tahun 816 M, Al Jahiz pindah ke Baghdad yang dikala itu
merupakan ibukota kekhalifahan Islam Arab. hal ini awalnya didasarkan atas
kebijaksanaan Khalifah Abbasiyah yang mengumpulkan para ilmuwan dengan
mendirikan Rumah Kebijaksanaan sebagai pusat penelitian. Setelah ke Baghdad, Al
Jahiz kemudian pindah ke Samara dengan tujuan untuk mendapatkan pembaca yang
lebih banyak dan agar dapat lebih mengembangkan dirinya. Di Kota inilah
sejumlah besar buku-bukunya ditulis. Dikatakan bahwa Khalifah al-Ma'mun pernah
meminta Al Jahiz untuk mengajar anak-anaknya, tapi kemudian beliau berubah
pikiran ketika anak-anaknya takut akan kerusakan yang terjadi pada matanya (جاحظ
العينين), dikatakan
peristiwa inilah yang melatarbelakangi nama julukannya.
STRUGGLE
FOR EXISTENCE
Ilmuwan dari abad
ke-9 M itu mengungkapkan dampak lingkungan terhadap kemungkinan seekor binatang
untuk tetap bertahan hidup atau survive. Sejarah peradaban Islam mencatat,
Al-Jahiz sebagai ahli biologi pertama yang mengungkapkan teori berjuang untuk
tetap hidup alias struggle for existence. Untuk dapat bertahan hidup, papar
dia, mahluk hidup harus berjuang.
Sejak sekolah dasar
hingga sekolah menengah atas, semua pelajar di Indonesia telah diperkenalkan
dengan rantai makanan saat belajar biologi. Namun, tahukah Anda bahwa ilmuwan
pertama yang mengungkapkan teori tentang rantai makanan itu adalah Al-Jahiz – ahli
biologi Muslim? Teramat banyak, pencapaian yang dihasilkan para sarjana Muslim
yang disembunyikan oleh peradaban Barat.
Al-Jahiz juga
merupakan penganut awal determinisme lingkungan. Dia berpendapat bahwa
lingkungan dapat menentukan karakteristik fisik penghuni sebuah komunitas
tertentu. Menurut dia, asal muasal beragamnya warna kulit manusia terjadi
akibat hasil dari lingkungan tempat mereka tinggal.
Al-Jahiz pun
tercatat sebagai ahli biologi pertama yang mencatat perubahan hidup burung
melalui migrasi. Tak cuma itu, pada abad ke-9 M. Al-Jahiz sudah mampu
menjelaskan metode memperoleh ammonia dari kotoran binatang melalui
penyulingan. Sosok dan pemikiran Al-Jahiz pun begitu berpengaruh terhadap
ilmuwan Persia, Al-Qazwini, dan ilmuwan Mesir, Al-Damiri.
Berkat teori-teori
yang begitu cemerlang, Al-Jahiz pun dikenal sebagai ahli biologi terbesar yang
pernah lahir di dunia Islam. Ilmuwan yang amat kesohor di kota Basra, Irak, itu
berhasil menuliskan kitab Al-Hayawan (Buku tentang Hewan). Dalam kitab itu dia
menulis tentang kuman, teori evolusi, adaptasi, dan psikologi binatang.
KITAB AL HAYAWAN
Kitab al-Hayawan
adalah sebuah ensiklopedia dari tujuh volume dari tulisan bebas, penjelasan
puitis dan peribahasa menggambarkan lebih dari 350 jenis binatang. Hal ini
dianggap sebagai karya paling penting Al Jahiz.
Dalam Kitab Al
Hayawan, al-Jahiz adalah orang pertama yang mengeluarkan ide bahwa habitat
hewan mempengaruhi kehidupan dan bentuknya, yang mana dikemudian hari hal ini
menjadi teori dasar dari pembentukan Teori Evolusi Darwin dan merupakan hal
yang tidak dapat dijawab oleh Charles Darwin). Al-Jahiz menganggap bahwa dampak
lingkungan berpengaruh terhadap kemungkinan seekor binatang untuk bertahan
hidup, dan hal pertama yang dilakukan ialah menggambarkan perjuangan untuk
keeksistensiannya dari keberlangsungan seleksi alam semenjak nenek moyang hewan
tersebut. Kesimpulan dari teori Al Jahiz tentang perjuangan untuk eksistensi
dalam Kitab Al Hayawan telah diringkas sebagai berikut:
"Hewan
harus berjuang untuk eksistensinya (jenisnya), untuk sumber daya yang tersisa,
untuk menghindari dimakan dan untuk berkembang biak. Faktor lingkungan turut
mempengaruhi suatu organisme untuk mengembangkan karakteristik baru untuk
memastikan kelangsungan hidup jenisnya akan berubah menjadi spesiaes yang baru.
Hewan yang bertahan akan berkembang biak dan mewariskan karakteristik (hasil
perjuangan) mereka kepada keturunan. " (Gary Dargan, Intelligent Design,
Encounter, ABC)
Al-Jahiz juga yang
pertama untuk membahas tentang rantai makanan, dan menulis contoh berikut dari
rantai makanan: (Frank N. Egerton, "Sejarah dari Ilmu Ekologi, Bagian 6:
Ilmu Bahasa Arab - Asal-Usul dan" Zoologi, Buletin Ecological Society of America,
2002 April: 142-146 [143] )
"Nyamuk
akan pergi mencari makanan mereka, yang mereka tahu secara naluri alamiah
(insting) bahwa darah adalah hal yang membuat mereka tetap hidup. Begitu mereka
melihat gajah, kuda nil atau hewan lain, mereka tahu bahwa kulit telah dibentuk
untuk melayani mereka sebagai makanan, dan jatuh di atasnya, mereka menusukan
giginya sampai dia yakin bahwa kedalamannya telah cukup untuk menghisap darah.
Begitu juga lalat, walaupun mereka hinggap pada berbagai jenis makanan, namaun
pada prinsipnya melakukan hal yang sama dengan nyamuk. Dan pada kesimpulannya,
semua hewan tidak bisa bertahan tanpa makanan, ada yang dengan berburu hewan
dan ada yang diburu. "
Pada abad ke-11,
al-Khatib al-Baghdadi menuduh Al-Jahiz telah menjiplak beberapa bagian dari
Kitab Hewan karya Aristoteles, (Peters, F. E., Aristotle and the Arabs: The
Aristotelian Tradition in Islam , New York University Press, NY, 1968.) tapi
para ahli modern telah menemukan bahwa pengaruh Aristoteles sedikit sekali
dalam hasil karya Al Jahiz (al-Baghdadi mungkin tidak begitu memahami dengan
karya Aristoteles secara mendalam) pada subjek. (Aristotle and the Arabs: The
Aristotelian Tradition in Islam by FE Peters", Bulletin of the School of
Oriental and African Studies, University of London 34 (1), p.). Secara khusus,
bahkan dikatakan bahwa Aristoteles tidak memilki pengaruh apapun dalam teori
yang dikemukan Al Jahiz Ide mengenai seleksi alam, determinisme lingkungan dan
rantai makanan.
Ahli biologi Muslim
lainnya yang mengkaji tentang evolusi adalah Al-Mashudi.
Buah pikirnya dituangkan dalam kitab Al-Tanbih wal Ishraq. Selain itu, ilmuwan
lainnya yang mengungkapkan teori evolusi bernama Ibnu
Masikawaih.
Dalam kitabnya The
Epistles of Ikhwan Al-Safa, dia mengungkapkan tentang bagaimana species
berkembang ke dalam sapa, kemudian air, mineral, tanaman, hewan, dan
seterusnya. Hasil karya Ibnu Masikawaih itu begitu populer di benua Eropa.
Malah, terori evolusi itu telah memberi banyak pengaruh kepada Darwinisme.
=======================================================================
Sumber dan bacaan
selengkapnya:
Bayrakdar, Mehmet.
2011. AL-JAHIZ AND THE RISE OF BIOLOGICAL EVOLUTIONISM. http://www.salaam.co.uk/knowledge/al-jahiz.php
Kibadachi, Alex.
2010. Al-Jahiz, Penulis Ensiklopedia Hewan.
Mehnaaz, Amira.
2008. Sumbangan Peradaban Muslim Dalam Biologi.
========================================================================
Semoga bermanfaat,
salam!
:)
Saturday, March 19, 2011
Resume Film "Something The Lord Made" (Recomended Movie)
Sutradara: Joseph Sargent
Film yang diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang seorang tukang kayu laki-laki bernama Vivien Thomas yang mempunyai passion di bidang kedokteran namun tak bisa melanjutkan sekolah karena masalah biaya. Bank tempat Vivien menabung bangkrut, sehingga makin menghempaskan angan-angannya untuk dapat kembali bersekolah.
Vivien kemudian di pekerjakan di Universitas Hopkins sebagai tukang bersih-bersih kandang. Dr. Alfred Blalock sang atasan adalah seorang dokter bedah yang sangat berdedikasi pada pekerjaannya namun ‘gila kerja’. Pada awalnya melihat minat Vivien dalam bidang kedokteran, akhirnya memberi Vivien jas lab untuk membantunya dalam penelitian. Banyak hal-hal yang ditemukan vivien, dan itu sangat membantu Dr Blalock. Vivien, yang seorang warga kulit hitam, pada waktu itu masih mengalami rasisme. Dengan pekerjaannya sebagai asisten dokter, ia hanyalah karyawan kelas 3 yang tak lebih dari seorang buruh. Vivien sempat protes, istrinya pun begitu. Akhirnya gajinya dinaikkan.
Sampai Ketika Dr Blalock dihadapkan pada kasus baby blue syndrome, Vivien juga ikut membantu. Dengan melakukan berbagai percobaan terhadap hewan anjing, Vivien berhasil menemukan cara yang tepat untuk penanganan bayi biru. Memutus pembuluh darah, menyambungkan kembali dengan menjahitnya. Dr. Blalock pun akhirnya memutuskan untuk mengoperasi bayi tersebut.
Namun, ternyata metode yang ditemukan Vivien gagal H-1 operasi. Anjing yang sebelumnya diujicobakan ternyata mati. Jahitan di pembuluh darahnya lepas seiring bertambahnya umur anjing. Akhirnya metode itu tidak dilakukan, dan mereka mencari metode lain. Kemudian vivien menemukan caranya, lalu tibalah masa pengoperasian.
Operasi dilakukan di hadapan para dokter-dokter muda. Awalnya vivien tidak boleh membantu, namun akhirnya dia dipanggil Blalock untuk membantunya. Singkat cerita, bayi itu pulih kembali dan berhasil diselamatkan.
Dunia hanya tahu bahwa Blalock lah yang berjasa. Namanya, lukisannya, artikelnya selalu ada Blalock, sedangkan nama Vivien tidak. Berbagai penghargaan hanya mengakui Dr Blalock sebagai orang yang berjasa. Ironisnya, dalam setiap pidatonya pun, Blalock tidak menyebut-nyebut nama Vivien. Hati Vivien teriris, dia memutuskan untuk pergi dan mencari pekerjaan lain.
Tak lama kemudian, Vivien memutuskan kembali untuk berkerja dengan Blalock kembali. Apa penyebabnya? Vivien merasa, DISANALAH TEMPATNYA. Tak peduli berapapun gajinya, apa anggapan orang, yang dia tahu, MEMANG PEKERJAAN ITULAH YANG DIA SUKAI. Sampai berpuluh tahun Vivien bekerja di sana, dan keahliannya meningkat, Blalock meninggal.
Singkat cerita, pada akhirnya karena ketekunan dan keihklasan Vivien, Vivien pun akhirnya mendapat pengakuan. Sebagai Doktor kehormatan, doctor of laws. Bukan sebagai doctor medis karena adanya berbagai keterbatasan formalitas.
Esensi Film:
Terkadang kita menginginkan sebuah ketenaran atau popularitas semata atas hal yang kita lakukan. Mungkin sakit ketika kita tak dihargai atas karya yang kita lakukan. Namun Kita harus yakin, keteguhan, ketekunan, kejujuran dan keikhlasan akan mengalahkan segalanya. Kalau kita terus berusaha dan sabar, kebahagiaan yang lebih kekal akan menanti. Kalau pekerjaan mu memang di belakang layar, maksimal lah di sana, tak ada yang salah dengan itu! Cintai pekerjaan mu. Setiap orang punya peran masing-masing. DO WHAT YOU LOVE, LOVE WHAT YOU DO! :D
* * * * * * * * * *
sebenarnya ini tugas kuliah waktu dulu, habis nonton terus disuruh ngeresume apa yang ditonton. maaf atas segala keterbatasan
:)
Friday, March 11, 2011
...
Baiknya Anda memilih tanggung jawab yang sesuai dengan keinginan Anda. Akan tetapi jika Anda telah memilih, suka tidak suka anda harus bertanggung jawab dengan pilihan Anda. You have to commit with it, 100%.(Santoso, 2011)
Tuesday, March 8, 2011
KERUSAKAN HP LG KU-250 (hape story part 1)
(ilustrasi bikinan sendiri)
Saya suka bingung juga sih kalo ada yang tanya, kenapa itu hape pake dililit kabel segala?? Jenis kerusakan yang tidak lazim. Hehe. Pokonya intinya, untuk nge cas, saya harus cari sudut yang tepat, baru hape saya bisa ke charge. Setelah dapet sudut yang tepat, kabelnya harus dipertahankan posisinya, serta dililit dan diiket pake karet gelang. Kalo udah gitu baru listriknya ngalir. Tapi kalo sudutnya udah ilang, hape jadi ga ke-charge, makanya rawan low batt.
Mungkin ngga kebayang ya?
Setelah kutanya sama kakak kelas yang dari elektro, katanya ini mah gampang, tinggal disolder. Tapi masalahnya ngga ada solder yang ukurannya sekecil itu. Seharusnya saya juga bisa aja sih tanya ke LG nya, tapi karena kesulitan waktu, takut bayar mahal, ya ga saya jabanin. Hehe
Keadaan ini bisa saya tanggulangi sekitar 2 bulan lah. Sampai akhirnya sudah benar2 tak bisa disiasati lagi sekitar tanggal 28 Februari (dan setelah itu hape saya benar-benar tidak bisa di-charge) :'(
Kenapa ini bisa terjadi?
Hape saya sering banget jatoh (parah). Itu aja sih kayanya. Waktu itu pernah sempet rusak dikit, trus kucolokin paksa, taunya rusak. (kyaaa)
Intinya, sayangi apa yang kau punya yaa
Jaga.
Karena segalanya baru berasa berarti kita kehilangan, ya kan?
:’)
8 Maret 2011
@depan TU SITH, LABTEK BIRU KEBAB
16:24
Saya suka bingung juga sih kalo ada yang tanya, kenapa itu hape pake dililit kabel segala?? Jenis kerusakan yang tidak lazim. Hehe. Pokonya intinya, untuk nge cas, saya harus cari sudut yang tepat, baru hape saya bisa ke charge. Setelah dapet sudut yang tepat, kabelnya harus dipertahankan posisinya, serta dililit dan diiket pake karet gelang. Kalo udah gitu baru listriknya ngalir. Tapi kalo sudutnya udah ilang, hape jadi ga ke-charge, makanya rawan low batt.
Mungkin ngga kebayang ya?
Setelah kutanya sama kakak kelas yang dari elektro, katanya ini mah gampang, tinggal disolder. Tapi masalahnya ngga ada solder yang ukurannya sekecil itu. Seharusnya saya juga bisa aja sih tanya ke LG nya, tapi karena kesulitan waktu, takut bayar mahal, ya ga saya jabanin. Hehe
Keadaan ini bisa saya tanggulangi sekitar 2 bulan lah. Sampai akhirnya sudah benar2 tak bisa disiasati lagi sekitar tanggal 28 Februari (dan setelah itu hape saya benar-benar tidak bisa di-charge) :'(
Kenapa ini bisa terjadi?
Hape saya sering banget jatoh (parah). Itu aja sih kayanya. Waktu itu pernah sempet rusak dikit, trus kucolokin paksa, taunya rusak. (kyaaa)
Intinya, sayangi apa yang kau punya yaa
Jaga.
Karena segalanya baru berasa berarti kita kehilangan, ya kan?
:’)
8 Maret 2011
@depan TU SITH, LABTEK BIRU KEBAB
16:24
Thursday, March 3, 2011
ikhlas..
Kini engkau datang menyeru manusia kepada keimanan & mereka mempercayaimu pada apa yang engkau tampakkan. Namun apabila yang engkau serukan tidak sesuai dengan suara batinmu, kemanakah engkau akan berlari dari kekuasaan Allah Yang Maha Tahu segala yang gaib & tersembunyi dalam jiwa setiap orang?Janganlah engkau berharap wahai jiwa, untuk berada di atas jalan gerakan islam sebagai bentuk perjuanganmu tanpa hidayah & keimanan yang Ia limpahkan padamu. Maka bukalah pintu hatimu wahai jiwaku.. agar cahaya iman merasuk ke dalamnya.. Dan Esa-kan lah Allah dalam keikhlasan penuh kepadaNya semata. Jadikan Kalimat Laa Ilaha Ilallah, Muhammad Rasulullah sebagai sistem hidupmu. Dari sana engkau dapat merasakan bahwa sesungguhnya Allah adalah cahaya bagi alam semesta raya..
“Ikhlaslah dalam agamamu, niscaya ia akan menjauhkanmu dari amal yang sedikit.”(HR. Al-Hakim)
Sumber: Buku “Kekuatan Sang Murabbi”
Ya, sungguh, jiwa ini harus senantiasa kita awasi, jangan sampai lalai hingga lupa diri.
Astaghfirullahaladzim
Semoga dimudahkan dalam meluruskan niat hanya untuk-Nya..
amin..
Friday, February 4, 2011
yang mati tidak hanya satu, tapi dua..
Assalamualaikum..
Waktu itu lagi buka-buka foto di hape, jadi inget sama suatu hari ketika saya melakukan pembunuhan (lagi) terhadap seekor marmut. Hari itu Rabu,tepatnya 22 September 2010 ketika mata kuliah Proyek Anatomi Fisiologi Hewan. Yah, bagi seorang anak biologi, bedah tikus, mencit, marmut, burung, katak, kadal dan bahkan hamster, seharusnya memang sudah jadi makanan sehari-hari. Harus tega, harus kuat. Tapi tunggu sampe kalian lihat hal ini..
(maaf kalo agak menyeramkan)
Marmut besar ini pada awalnya memang terlihat lebih besar dengan bulu belang hitam-putih. Setelah dibedah muncul hal yang janggal. Ada organ yang membesar (warna hitam-putih) yang pada awalnya saya pikir itu cuma lambung. Setelah dibelah.... Huwaaa ternyata marmut ini seorang ibu-ibu yang sedang mengandung! T_T
Ini foto anaknya, udah ga bernyawa..
Tak mudah memang melihat berita tragis ini, sulit pula mnerima kenyataan bahwa kita telah membunuh 2 makhluk sekaligus.. T_T
Saya Cuma bisa berharap kematian para hewan-hewan laboratorium banyak manfaatnya, ga Cuma mati sia-sia oleh tangan-tangan saintis muda.. Dari kalian lah kami (para biologiwan biologiwati n the geng) dapat belajar banyak arti kehidupan (^o^)9
Dengan membedah, lihat betapa ajaibnya organ-organ dalam makhluk hidup. Bayangkan saja kalau seluruh organ dalam mu tiba-tiba tidak berfungsi sebagaimana mestinya? Ya, harus diyakini bahwa kita sekarang hidup itu, ya untuk hidup setelah mati nanti..
Wallahu'Alam..
Semangat dah!
Waktu itu lagi buka-buka foto di hape, jadi inget sama suatu hari ketika saya melakukan pembunuhan (lagi) terhadap seekor marmut. Hari itu Rabu,tepatnya 22 September 2010 ketika mata kuliah Proyek Anatomi Fisiologi Hewan. Yah, bagi seorang anak biologi, bedah tikus, mencit, marmut, burung, katak, kadal dan bahkan hamster, seharusnya memang sudah jadi makanan sehari-hari. Harus tega, harus kuat. Tapi tunggu sampe kalian lihat hal ini..
(maaf kalo agak menyeramkan)
Marmut besar ini pada awalnya memang terlihat lebih besar dengan bulu belang hitam-putih. Setelah dibedah muncul hal yang janggal. Ada organ yang membesar (warna hitam-putih) yang pada awalnya saya pikir itu cuma lambung. Setelah dibelah.... Huwaaa ternyata marmut ini seorang ibu-ibu yang sedang mengandung! T_T
Ini foto anaknya, udah ga bernyawa..
Tak mudah memang melihat berita tragis ini, sulit pula mnerima kenyataan bahwa kita telah membunuh 2 makhluk sekaligus.. T_T
Saya Cuma bisa berharap kematian para hewan-hewan laboratorium banyak manfaatnya, ga Cuma mati sia-sia oleh tangan-tangan saintis muda.. Dari kalian lah kami (para biologiwan biologiwati n the geng) dapat belajar banyak arti kehidupan (^o^)9
Dengan membedah, lihat betapa ajaibnya organ-organ dalam makhluk hidup. Bayangkan saja kalau seluruh organ dalam mu tiba-tiba tidak berfungsi sebagaimana mestinya? Ya, harus diyakini bahwa kita sekarang hidup itu, ya untuk hidup setelah mati nanti..
“Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Q.S. Al-Mulk 67:1-2)
Wallahu'Alam..
Semangat dah!
Monday, January 24, 2011
harus melek teknologi! :p
ilustrasi : ifajarwidi.blogdetik.com
Beberapa kali saya mengalami ini. Mungkin akan terdengar konyol, tapi yaa, itu terjadi.
Pernah mengalami rapat/diskusi yang tidak efektif karena sebuah teknologi?
Hehe, saya pernah.
Waktu itu saya sedang diskusi bareng teman 1 kelompok Proanfiswan (Proyek anatomi & fisiologi hewan-red). Jadi tugasnya itu bikin proposal penelitian dari proyek kita. Tiap orang (ada 7 org) udah punya tugas nya masing-masing, nantinya tinggal dikompil dan disusun aja. Tapi saat itu kita masih nge-stuck, ada beberapa poin yang belum bisa kita pahami. Nah, biasanya waktu kumpul kelompok, nih hobi kita itu ya ngobrol dulu macem-macem, trus baru sadar kalo yang bawa leptop Cuma dikitan (2 org)
“Wah yang bawa leptop Cuma 2? Trus gimana dong kan kita mesti cari literatur juga. Tonton, ambilin leptop barbar sekalian ngambil alatnya ya? Vania juga mau ngambil dulu? Sok atuh.”
Walhasil mereka pulang dulu ke kosan masing-masing. Sambil nunggu, ya ngobrolin proyek sambil ngalor ngidul.
Cukup lama mereka berdua baru dateng. Leptop udah tersedia, 4 biji. Masing-masing fokus ke leptopnya sambil nyari referensi. Mungkin dapet sih, tapi kenapa rasanya masing-masing kita itu ngga fokus, ga sehati gitu. Zzzzz
***************************
Masih dengan kelompok proanfiswan saya yang sama. Saat itu kita kumpulnya fullteam, semua hadir. Kumpulnya di comlabs, semua pada bawa leptop, kecuali 1. Hari itu seharusnya pol-pol-an bahas bagian pembahasan. Masing-masing orang nyari ilham dari browsingan di leptop, banyak diselingin hal-hal lain karena leptop masing-masing menampilkan hal lain yang enak buat dibahas. Entah kenapa diskusinya rada ga efektif juga. Aneh.
******************************
Rapat lain, perkumpulan lain. Agendanya presentasi slide bikinan masing-masing. Slide itu harusnya dikumpulin ke satu komputer yang nyambung ke infokus. Katanya dikirim pake ad hoc aja, biar cepet. Oke, makanan apa tuh, waloupun gapaham saya coba ikutin caranya. Pake fitur itu bikin kita ga perlu pake flash disk kalo mau tukeran data, udah pake IP apaa gitu. Wuih canggih! (katro -_-) Entah kenapa komputer kita ga terhubung-hubung, jadinya lamaaa banget. Setelah dipikir-pikir, tau gini pake flash disk aja biar cepet. Halah halah.
******************************
Cerita lain, dengan orang-orang yang berbeda. Ceritanya agenda kita sore itu nyocokin jadwal, dan ngobrolin beberapa hal. Posisi kita bertiga deketan, ceritanya kita mau tuker-tukeran file.
“Di apload aja di grup ya, ntar kita tinggl download”
“oke.” Trus “eh koneksi wi-fi nya mati nih, gabisa bisa.”
“wah? Saya bisa tuh, yaudah tungguin aja.”
Dan selama beberapa waktu (yang seharusnya bisa dioptimalkan untuk membahas agenda), kita fokus sama leptop masing-masing, ngoprek spy internetnya jalan. Lamaaaa..akhirnya diputuskan pake flash disk aja. Gitu kek dari tadi hehe.
**********************************
Cerita di atas berkisah tentang pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Ssaya khususnya, sebagai manusia yang kurang canggih (baca: agak katro) emang belum bisa mengoptimalkan teknologi dengan sebaik-baiknya. Hehehe :p
Saran (buat pribadi juga), kalo rapat fokuslah sama agenda rapatnya (jgn kaya saya). Terkadang leptop terkesan dibutuhin ketika rapat, tapi ga mesti semua bawa kaan? Pas udah pada bawa, fokus kita malah pecah kemana-mana. Tergantung tujuannya sih. Toh kalo nyatet bisa pake pulpen ama kertas, tar hasilnya tinggal di ketik dan dibagiin ke yang lain. Notulensi pake tulisan tangan jadi lebih bebas loh! (saya suka sambil gagambaran)
Tentang ad hoc network, Itu fitur canggih, kawaan! Haha. Bisa sharing konektivitas internet kalo udah tersambung, trus bisa tuker-tukeran file tanpa perlu colak-colokin flash disk. Kayanya manfaatnya masi banyak (maen game, dll), tapi itu yang udah saya rasain hehe.
:D
Beberapa kali saya mengalami ini. Mungkin akan terdengar konyol, tapi yaa, itu terjadi.
Pernah mengalami rapat/diskusi yang tidak efektif karena sebuah teknologi?
Hehe, saya pernah.
Waktu itu saya sedang diskusi bareng teman 1 kelompok Proanfiswan (Proyek anatomi & fisiologi hewan-red). Jadi tugasnya itu bikin proposal penelitian dari proyek kita. Tiap orang (ada 7 org) udah punya tugas nya masing-masing, nantinya tinggal dikompil dan disusun aja. Tapi saat itu kita masih nge-stuck, ada beberapa poin yang belum bisa kita pahami. Nah, biasanya waktu kumpul kelompok, nih hobi kita itu ya ngobrol dulu macem-macem, trus baru sadar kalo yang bawa leptop Cuma dikitan (2 org)
“Wah yang bawa leptop Cuma 2? Trus gimana dong kan kita mesti cari literatur juga. Tonton, ambilin leptop barbar sekalian ngambil alatnya ya? Vania juga mau ngambil dulu? Sok atuh.”
Walhasil mereka pulang dulu ke kosan masing-masing. Sambil nunggu, ya ngobrolin proyek sambil ngalor ngidul.
Cukup lama mereka berdua baru dateng. Leptop udah tersedia, 4 biji. Masing-masing fokus ke leptopnya sambil nyari referensi. Mungkin dapet sih, tapi kenapa rasanya masing-masing kita itu ngga fokus, ga sehati gitu. Zzzzz
***************************
Masih dengan kelompok proanfiswan saya yang sama. Saat itu kita kumpulnya fullteam, semua hadir. Kumpulnya di comlabs, semua pada bawa leptop, kecuali 1. Hari itu seharusnya pol-pol-an bahas bagian pembahasan. Masing-masing orang nyari ilham dari browsingan di leptop, banyak diselingin hal-hal lain karena leptop masing-masing menampilkan hal lain yang enak buat dibahas. Entah kenapa diskusinya rada ga efektif juga. Aneh.
******************************
Rapat lain, perkumpulan lain. Agendanya presentasi slide bikinan masing-masing. Slide itu harusnya dikumpulin ke satu komputer yang nyambung ke infokus. Katanya dikirim pake ad hoc aja, biar cepet. Oke, makanan apa tuh, waloupun gapaham saya coba ikutin caranya. Pake fitur itu bikin kita ga perlu pake flash disk kalo mau tukeran data, udah pake IP apaa gitu. Wuih canggih! (katro -_-) Entah kenapa komputer kita ga terhubung-hubung, jadinya lamaaa banget. Setelah dipikir-pikir, tau gini pake flash disk aja biar cepet. Halah halah.
******************************
Cerita lain, dengan orang-orang yang berbeda. Ceritanya agenda kita sore itu nyocokin jadwal, dan ngobrolin beberapa hal. Posisi kita bertiga deketan, ceritanya kita mau tuker-tukeran file.
“Di apload aja di grup ya, ntar kita tinggl download”
“oke.” Trus “eh koneksi wi-fi nya mati nih, gabisa bisa.”
“wah? Saya bisa tuh, yaudah tungguin aja.”
Dan selama beberapa waktu (yang seharusnya bisa dioptimalkan untuk membahas agenda), kita fokus sama leptop masing-masing, ngoprek spy internetnya jalan. Lamaaaa..akhirnya diputuskan pake flash disk aja. Gitu kek dari tadi hehe.
**********************************
Cerita di atas berkisah tentang pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Ssaya khususnya, sebagai manusia yang kurang canggih (baca: agak katro) emang belum bisa mengoptimalkan teknologi dengan sebaik-baiknya. Hehehe :p
Saran (buat pribadi juga), kalo rapat fokuslah sama agenda rapatnya (jgn kaya saya). Terkadang leptop terkesan dibutuhin ketika rapat, tapi ga mesti semua bawa kaan? Pas udah pada bawa, fokus kita malah pecah kemana-mana. Tergantung tujuannya sih. Toh kalo nyatet bisa pake pulpen ama kertas, tar hasilnya tinggal di ketik dan dibagiin ke yang lain. Notulensi pake tulisan tangan jadi lebih bebas loh! (saya suka sambil gagambaran)
Tentang ad hoc network, Itu fitur canggih, kawaan! Haha. Bisa sharing konektivitas internet kalo udah tersambung, trus bisa tuker-tukeran file tanpa perlu colak-colokin flash disk. Kayanya manfaatnya masi banyak (maen game, dll), tapi itu yang udah saya rasain hehe.
:D
Wednesday, January 12, 2011
7 habbits (part 1)
PARADIGMA
Paradigma ibarat peta. Paradigma membentuk cara pandang & kemudian membentuk perilaku kita. Paradigma berkaitan erat dengan karakter. Paradigma menciptakan lensa yang kita gunakan dalam melihat dunia.
Etika kepribadian yang biasa dilakukan orang hanya menghasilkan yang sekunder (kebahagiaan & keberhasilan jangka pendek) karena kita hanya berfokus pada cabang masalah, bukan akar. Sedangkan etika karakter yang sering terlupakan menghasilkan sesuatu yang lebih primer (jangka panjang, krn merupakan dasar/prinsip)
Marilah berpusat pada prinsip, pendekatan berdasar karakter, pendekatan "dari dalam ke luar" terhadap keefektifan & antarpribadi.
PARADIGMA, KARAKTER & MOTIF.
Ingat konsep telur emas. belajar lah dari situ.
jangan hanya berfokus pada hasil --yang sementara, tapi fokus juga pada kemampuan menghasilkan --aset.
-7 habbits of highly effective people-
stephen r covey
masih ada ratusan lembar lagi..
hehe :D
Paradigma ibarat peta. Paradigma membentuk cara pandang & kemudian membentuk perilaku kita. Paradigma berkaitan erat dengan karakter. Paradigma menciptakan lensa yang kita gunakan dalam melihat dunia.
Etika kepribadian yang biasa dilakukan orang hanya menghasilkan yang sekunder (kebahagiaan & keberhasilan jangka pendek) karena kita hanya berfokus pada cabang masalah, bukan akar. Sedangkan etika karakter yang sering terlupakan menghasilkan sesuatu yang lebih primer (jangka panjang, krn merupakan dasar/prinsip)
Marilah berpusat pada prinsip, pendekatan berdasar karakter, pendekatan "dari dalam ke luar" terhadap keefektifan & antarpribadi.
PARADIGMA, KARAKTER & MOTIF.
Masalah penting yag kita hadapi tidak dapat kita pecahkan pada tingkat berpikir yang sama seperti ketika kita menciptakan masalah tersebut (Albert Einstein)ya, dibutuhkan perubahan paradigma diri ke arah yang lebih baik.
Ingat konsep telur emas. belajar lah dari situ.
jangan hanya berfokus pada hasil --yang sementara, tapi fokus juga pada kemampuan menghasilkan --aset.
-7 habbits of highly effective people-
stephen r covey
masih ada ratusan lembar lagi..
hehe :D
Tuesday, January 11, 2011
mabiters nurul fikri bandung 2009
teman teman seperjuangan waktu SMA kelas 3 di mabit NF bandung : duta-septy-ocol-noor-bolang-risma-ka mirza-tria-ayu-shely-acha-hajah
(banyak juga yg lainnya gaikut foto)
wah,kangen kalian :')
(banyak juga yg lainnya gaikut foto)
wah,kangen kalian :')
Monday, January 3, 2011
lucu aja hehe
source: http://pablobernasconi.blogspot.com/2008/01/pedro-y-el-circo-fred-philips.html
lucu aja hehe
lucu aja hehe
Finding Mino, Found In Angkot
Ahad siang 7 Maret 2010, sekitar pukul 13:18 saya berangkat ke ITB untuk ikut tutorial kimia dasar (karena jumat depan Ujian). Ketika itu saya masih nge-kost di daerah sukajadi dekat RSHS (karena sekaang udah ngga nge-kost). Angkot yang saya tumpangi (caheum-ciroyom), kemudian dinaiki oleh seorang bapak-bapak yang sebelumnya bertanya pada supir angkot,
“Caheum pak?”
“Iya. Sok enggal.”
Angkot itu kosong, hanya ada saya, pak supir, dan bapak-bapak tadi. Kemudian angkot mulai berjalan tanpa menunggu penumpang lagi. Saya membawa buku Brady (kimia) tebal --yang daripada untuk dibaca lebih enak dijadikan bantal-- di pangkuan. Dalam perjalanan di sekitar sabuga, bapak-bapak itu menyapa,
“Jurusan kimia teh?”
“Oh bukan pak, saya jurusan biologi, tapi minggu depan ada ujian kimia dasar dulu, sekarang lagi ada tutorialnya di kampus.”
“ooh. Tingkat berapa?”
“masih tingkat satu pak.”
Tak lama, kuperhatikan juga penumpang itu memegang sebuah tas tentengan dan sebuah novel yang cover nya tampak terlalu imut-imut untuk di baca seorang bapak-bapak.
“Ini novelnya buat teteh.”
“Hah? Maksudnya?”
“Iya, ini diambil aja.”
“Yang bener pak? Emangnya ada apa?”
Karena sangat dipaksa (lebay) akhirnya kuambil juga novel itu, sambil lihat-lihat cover sama isinya. Penasaran juga dibuku ini ada apanya kok sampe dikasiin ke saya. Judulnya Finding Mino. Hehe, plesetannya kocak.
“Iya, novel ini saya yang buat.Kemarin-kemarin baru saja dijadikan sebagai souvenir waktu nikahan saya di palembang.”
“Wooohh! Jadi ini bapak yang bikin? Wah keren! Baru nikah kemaren-kemaren ya? Wah Subhanallah..”
Saya mulai bingung ngimpi apa semalem, kok bisa-bisa siang hari begini dapet buku gratisan (hehehe). Lantas saya buka halaman demi halaman sampai pada bagian ‘tentang penulis’. Wah, ternyata beliau kelahiran Palembang tahun 85 (sama kayak kakak saya), kuliah S1 nya di FKG Unpad. Ternyata gak tua-tua banget hehe. Lalu kami ngobrol dikit (lupa ngomongin apa) trus saya keburu pamit duluan soalnya udah nyampe ITB. Dan dengan aneh dan gapenting nya, saya mencari spidol yang ada di tas saya sambil berkata:
“Eh a’ saya duluan ya, makasi banget bukunya. Oh iya, sekalian deh, buku nya ditandatanganin juga nih ya hehe..”
Hihihi. Pengalaman yang aneh, tapi seru. Semoga kapan-kapan bisa seangkot sama penulis lainnya lagi, trus tiba-tiba ngasi buku. (ngarep)
Yah, angkot itu memang ajaib. Apapun bisa diceritakan dari sana :D
Sejak 7 maret 2010 sampe saat ini, 27 Desember 2010, saya belom sempet baca ampe abis.
Hehehe :D
Selamat ya buat Mas Didi Wahyudi dan Teh Pita, yang nikahnya tanggal 27 Februari 2010, barakallah..
^o^
“Caheum pak?”
“Iya. Sok enggal.”
Angkot itu kosong, hanya ada saya, pak supir, dan bapak-bapak tadi. Kemudian angkot mulai berjalan tanpa menunggu penumpang lagi. Saya membawa buku Brady (kimia) tebal --yang daripada untuk dibaca lebih enak dijadikan bantal-- di pangkuan. Dalam perjalanan di sekitar sabuga, bapak-bapak itu menyapa,
“Jurusan kimia teh?”
“Oh bukan pak, saya jurusan biologi, tapi minggu depan ada ujian kimia dasar dulu, sekarang lagi ada tutorialnya di kampus.”
“ooh. Tingkat berapa?”
“masih tingkat satu pak.”
Tak lama, kuperhatikan juga penumpang itu memegang sebuah tas tentengan dan sebuah novel yang cover nya tampak terlalu imut-imut untuk di baca seorang bapak-bapak.
“Ini novelnya buat teteh.”
“Hah? Maksudnya?”
“Iya, ini diambil aja.”
“Yang bener pak? Emangnya ada apa?”
Karena sangat dipaksa (lebay) akhirnya kuambil juga novel itu, sambil lihat-lihat cover sama isinya. Penasaran juga dibuku ini ada apanya kok sampe dikasiin ke saya. Judulnya Finding Mino. Hehe, plesetannya kocak.
“Iya, novel ini saya yang buat.Kemarin-kemarin baru saja dijadikan sebagai souvenir waktu nikahan saya di palembang.”
“Wooohh! Jadi ini bapak yang bikin? Wah keren! Baru nikah kemaren-kemaren ya? Wah Subhanallah..”
Saya mulai bingung ngimpi apa semalem, kok bisa-bisa siang hari begini dapet buku gratisan (hehehe). Lantas saya buka halaman demi halaman sampai pada bagian ‘tentang penulis’. Wah, ternyata beliau kelahiran Palembang tahun 85 (sama kayak kakak saya), kuliah S1 nya di FKG Unpad. Ternyata gak tua-tua banget hehe. Lalu kami ngobrol dikit (lupa ngomongin apa) trus saya keburu pamit duluan soalnya udah nyampe ITB. Dan dengan aneh dan gapenting nya, saya mencari spidol yang ada di tas saya sambil berkata:
“Eh a’ saya duluan ya, makasi banget bukunya. Oh iya, sekalian deh, buku nya ditandatanganin juga nih ya hehe..”
Hihihi. Pengalaman yang aneh, tapi seru. Semoga kapan-kapan bisa seangkot sama penulis lainnya lagi, trus tiba-tiba ngasi buku. (ngarep)
Yah, angkot itu memang ajaib. Apapun bisa diceritakan dari sana :D
Sejak 7 maret 2010 sampe saat ini, 27 Desember 2010, saya belom sempet baca ampe abis.
Hehehe :D
Selamat ya buat Mas Didi Wahyudi dan Teh Pita, yang nikahnya tanggal 27 Februari 2010, barakallah..
^o^
Mengikat yang mendesir, yang membuatmu melayang..
PERKAYA DIRI DENGAN MEMBACA
Ketika kau sedang memegang buku di tangan dan membacanya, bayangkan kau sedang berada pada balon udara yang terus membawamu melambung tinggi ke atas. Seperti itulah dirimu ketika membaca buku, materi yang baru membuatmu semakin tinggi dan lebih tahu banyak hal ketimbang sebelumnya. (h. 22)
Walaupun tidak semua isi buku aku pahami, tapi setidaknya aku telah melatih sel-sel otak ku untuk terus bekerja dan banyak hal yang dapat aku ketahui dari bacaanku. (Sofyamarwa, 2010)"Makna adalah sesuatu yang mendesir di hatimu,hal-hal yang membuatmu melayang.." (Hernowo, 2004)
Membaca buku membuat pembacanya aktif. Tulisan-tulisan pada buku dapat menimbulkan imajinasi-imajinasi tersendiri bagi pembaca. Ketika kau membaca sebuah novel misalnya, muncul berbagai adegan dalam kepalamu, karakter pemain, setting latar, suara, warna, bahkan rasa. Ya, itulah yang membedakan ketika kita membaca buku dengan hanya sekedar menonton sajian di kotak kecil bernama televisi.
UBAH BEBAN YANG ADA MENJADI MANFAAT, MAKA BALON UDARAMU AKAN TERBANG LEBIH TINGGI LAGI :D
JAGA DAN SEBARKAN 'KEKAYAANMU' DENGAN MENULIS
Salah satu manfaat menulis adalah mengefektifkan kegiatan membaca buku (Hernowo,
2004). Jika kau suka membaca, nampaknya merupakan suatu keharusan untuk menuliskan apa yang kau dapatkan. Tulis saja kesan atau kalimat-kalimat ringan yang kau sukai, pokoknya "ikat" hal-hal yang bermanfaat bagi dirimu lewat tulisan.
Karena kau tahu? Betapa hebatnya efek yang ditimbulkan dari kegiatan baca-tulis yang dipadukan!
Pada mulanya mungkin kau hanya mencoba merumuskan gagasan -gagasan orang lain dari buku, namun pada akhirnya, kau akan terdorong untuk dapat menuliskan gagasan-gagasan mu sendiri lewat tulisan-tulisanmu! Ya, aku sudah merasakannya! Nah,sekarang saatnya merenung, apakah selama ini cara membaca saya sudah efektif bila tak dituliskan? Luangkan saja secuil waktumu (7-10 menit) untuk membaca buku dan menuliskan apa yang sudah diperoleh dari kegiatan membaca tersebut. Tak usah khawatir bila kau tak bisa jadi penulis hebat dalam waktu yang sebentar, toh yang harus kau pikirkan adalah apa manfaatnya bagi dirimu, itu saja.
Untuk mengetahui apakah suatu hal bermanfaat bagimu atau tidak, tanyakan secara tajam pada dirimu! Dengan begitu, biasanya otak akan mulai berpikir, mencari berbagai motivasi, sehingga akhirnya kau dapat mengemukakan berbagai alasan kenapa kau mau melakukan hal itu.
PILIHLAH BUKU-BUKU YANG MENGGERAKKAN PIKIRANMU.
"Kita membaca buku untuk mencari tahu tentang diri kita sendiri. Apa yang dilakukan, dipikirkan, dan dirasakan oleh orang lain, entah mereka nyata atau hanya imajiner, merupakan petunjuk yang sangat penting terhadap pemahaman kita mengenai apa sebenarnya diri kita ini, dan bisa menjadi apakah kita ini." (Ursula K. Le Guin-seorang penulis) h. 67
Seseorang dengan judul buku pilihannya bisa menunjukkan siapa dirinya. Tentu saja, kebutuhannya lah yang mendorong dirinya untuk memilih judul buku tersebut. Pada hakikatnya tidak ada buku yang tidak bermanfaat. Namun juga tidak bisa dipungkiri bahwa banyak buku yang sebenarnya kurang pantas untuk dibaca serta tidak penting untuk diketahui.
Pintar-pintarnya kita lah untuk memilih mana buku yang 'bergizi' mana yang tidak. Tapi ingat, yang kita cari adalah manfaat, maka petiklah manfaat dari apapun yang kau baca.
BERUSAHALAH SEKUAT TENAGA UNTUK MENULISKAN PIKIRANMU
Yang perlu ditulis adalah PIKIRANMU, bukan sekedar susunan huruf-huruf yang mati. Artinya,
ketika menulis, maka yang dipelajari adalah isi (pikiranmu), bukan sarana (kata-katamu). Jadi ketika menulis, bebaskan pikiranmu, ya, Sangat bebas! Maka bebaskan segala pikiran dari segala hal yang membatasi pikiranmu ketika menulis. Menurut James W. Pennebaker (seorang psikolog yang telah meneliti manfaat menulis secara bebas untuk keperluan penyembuhan diri. Penemuan tentang keajaiban menulis yang membuat sesorang dapat kebal dari serangan penyakit dan terutama sembuh dari tekanan yang menderanya) dalam bukunya Opening Up, jika kamu dalam keadaan bebas saat menulis, dan yang kau tulis adalah hal-hal yang menyesakimu, maka kamu akan terbantu dalam mengatasi tekanan yang menderamu.
Alirkan saja secara bebas! Kesalahan-kesalahanmu, pengalaman-pengalamanmu, perasaanmu
tentang dirimu, potensi-potensimu, pendapatmu,--semuanya! Sekali lagi, bebaskan dirimu dari segala hal! Keluarkan hingga bersih, Keluarkan, keluarkan! Kuras semuanya! Jadi plong? Ya, Lega!
Tak usahlah berpusing-pusing dulu dengan kaidah-kaidah kebahasaan. Lebih baik biasakan dirimu saja untuk terus menulis.
Nah, hasil tulisanmu yang bebas ini adalah bahan untuk tulisanmu. Bedakan kegiatan menulis
bebas (mengumpulkan bahan) dan menulis untuk dipublikasikan (yang dirapikan). Karena dua hal itu sangat berbeda.
PESAN PENTINGNYA: MENULISLAH UNTUK MELATIH DIRIMU AGAR MAU MENERIMA DIRIMU SECARA APA ADANYA. MENULISLAH BERBEKAL KEJUJURAN. TULISLAH APAPUN YANG ADA DI PIKIRAN DAN PERASAANMU. TERBUKALAH PADA DIRIMU SENDIRI KETIKA MENULIS.
BIASAKANLAH MEMBACA DAN MENULISKAN DIRIMU SETIAP HARI
Menulis yang baik diawali dengan menulis sesuatu yang ditujukan untuk keperluan diri sendiri dahulu. Baru setelah berlatih menulis bebas untuk keperuan diri sendiri secara rutin, tahap berikutnya adalah mempelajari kaidah-kaidah kebahasaan. Jika tahapan ini ditempuh, menulis dapat memberikan efek yang dahsyat!
Kaubisa tuliskan dalam buku catatan kecilmu dulu, tuliskan saja setiap hal berkesan yang kau alami, ya,tuliskan saja! Karena menulis dapat membantu seseorang untuk mengenali diri - mengenali pikiran, perasaan dan apapun yang bergejolak dalam diri.
IF YOU CAN DREAM IT, YOU CAN DO IT!
"Pikiran buka sebuah wadah untuk diisi melainkan api yang harus dinyalakan." Plutarch
Membaca dan menulislah setiap hari, lalu temukan bahwa kehidupanmu sangat menarik!
***********************
Resume buku Mengikat Makna karya Hernowo, 2004. Penerbit Mizan Learning Center: Bandung.
Diresume antara tanggal 29 Des-2 Jan
Salah satu ikhtiar saya untuk memulai mengikat makna dengan terus menulis
:)
Surat Kabar 4000 Rupiah
Sore itu di sekitar jalan banda, di depan Cascade. Rasanya udah lama banget nungguin angkot margahayu-ledeng yang bisa dinaekin, semuanya penuh. Salah juga sih tadi saya turun di sini, seharusnya jam segini emang nunggunya di deket BIP aja. Sekarang saya jadi harus nunggu 45 menitan buat dapet angkot aja. Ga lama hujan turun. Saya buka payung sembari liat keadaan sekitar. Ada sekawanan anak jalanan penjual koran menawarkan 1 eksemplar koran Tribun kepada saya.
“Teh, korannya teh, 4000 aja”
“hah?! Apa dek? Waah mahal banget. Seribu biasanya juga kan??”(saya shooock)
“Engga teh, 4000. Uangnya mau buat kemah, ada PERSAMI teh.”
“ooh.. 2000 aja ya dek?”
“Yaudah teh engga apa-apa.”
Kemudian saya cari uang buat bayar. Taunya ga ada. Cuma punya selembar uang 5000 dan beberapa seribuan buat ongkos. Pas lagi nyari-nyari, tiba-tiba ada angkot margahayu yang lewat dan cukup buat saya naikkin! Tapi, masa ni anak mau saya tinggal? Yasudah, relakan orang lain aja dulu buat naik..
“Ada kembalian ga dek?” (sambil menyerahkan uang 5000)
“wah, ngga ada teh, ini Cuma ada seribu.” (disitu tambah shock)
“haah? Beneran ga ada dek? Hmm. Yaudah gpp. Rejeki adek. Dipake yang bener ya. Cing manfaat. ” (ya allah semoga duitnya cukup buat ongkos T_T)
Kemudian kami ngobrol sebentar. Ternyata uangnya mau dipake buat bayar PERSAMI PRAMUKA di sekolahnya hari Ahad besok. Disitu muncul kekaguman saya liat perjuangannya. Selama ini saya masih suka mikir kalo diri saya ini banyak kekurangan, tapi toh jelas, masih banyak banget orang yang lebih ngga beruntung dibanding saya. (Walopun emang ni anak kelewatan ngasi harga nya -_-‘ hehe)
Ga lama anak itu pergi, DATANGLAH ANGKOT MARGAHAYU-LEDENG yang KOSONG! Saya naik sambil senyam-senyum sendiri. Ga tau. Geer kali ya, ngerasa dikasih kemudahan aja sama Allah. ^_^
23 oktober 2010
depanCASCADE
susah bedain kambing sama anjing
Awal liburan ini saya kedatangan saudara dari Mataram, NTB. Dua bocah itu masih kelas 3 & 4 SD, tapi badannya besar dan tinggi banget untuk anak usia segitu. Hampir sepantaranlah (sebenarnya mungkin karena saya nya yang pendek juga hehe -_-). Cita-citanya sama-sama pengen jadi dokter hewan, soalnya mereka suka banget sama binatang. Pernah miara kucing, kura-kura, ikan, kelinci.. Rajin mandiin, tapi katanya sih sekarang udah pada meninggal.
Waktu ngobrol di kamar saya..
Teteh (4 SD) : “Adek tuh, lucu banget. Masa ngga bisa ngebedain kambing sama anjing. Gimana dek suara kambing? Gog gog gog!”
Adek (3 SD) : “abisnya miriip!”
Waktu liat fosil di museum Geologi..
Bapak Saya : “Adek, ko cemberut gitu ?”
Adek : “abisnya bosen, udah mati semua!”
Waktu di rumah sodara, ada kucing gede banget namanya J*CO..
Teteh : “Wah si J*CO lucu banget, digendong-gendong udah pasrah aja”
Adek : “Iya, gemees banget!” :3
Sodara : “Yaiyalah gimana gak pasrah, kalian megang kucingnya aja udah kaya nyiksa gitu.”
Secuil kisah dari seminggu kebersamaan saya sama sepupu saya
Barusan mereka pulang hiks T_T
Sampe ktmu lagi ya
:)
Waktu ngobrol di kamar saya..
Teteh (4 SD) : “Adek tuh, lucu banget. Masa ngga bisa ngebedain kambing sama anjing. Gimana dek suara kambing? Gog gog gog!”
Adek (3 SD) : “abisnya miriip!”
Waktu liat fosil di museum Geologi..
Bapak Saya : “Adek, ko cemberut gitu ?”
Adek : “abisnya bosen, udah mati semua!”
Waktu di rumah sodara, ada kucing gede banget namanya J*CO..
Teteh : “Wah si J*CO lucu banget, digendong-gendong udah pasrah aja”
Adek : “Iya, gemees banget!” :3
Sodara : “Yaiyalah gimana gak pasrah, kalian megang kucingnya aja udah kaya nyiksa gitu.”
Secuil kisah dari seminggu kebersamaan saya sama sepupu saya
Barusan mereka pulang hiks T_T
Sampe ktmu lagi ya
:)
Monday, December 27, 2010
Do'a Rabithah :'D
sumber gambar: http://rabithah.net/in/posting.php?id=160/
Munsyid : Izzatul Islam
Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan
Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami
Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma'rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela
sumber : liriknasyid.com
DO'A RABITHAH
sumber: Al-matsurat saya:)
Munsyid : Izzatul Islam
Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan
Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami
Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma'rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela
sumber : liriknasyid.com
DO'A RABITHAH
Ya Allah, seseungguhnya Engkau Maha Mengetahui
bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu,
bertemu untuk taat kepada-Mu,
bersatu dalam rangka menyeru (dakwah di jalan)-Mu,
berjanji setia untuk membela syariatmu,
maka kuatkanlah ikatan pertaliannya ya Allah,
abadikanlah kasih sayangnya,
tunjukanlah jalannya,
dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak akan pernah redup,
lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, Hidupkanlah dengan ma'rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu.. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Amin..
sumber: Al-matsurat saya:)
Monday, December 20, 2010
nymphaea di depan labtek biru
selain nymphaea yang kuning2 di himpunan, ini ada bunga yang suka tumbuh di depan gedung labtek biru (labtek 11).
nymphaea juga tapi belum tau spesies apa
hehe
:D
bagus ya?
:)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Update Kehidupan Dulu
Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...
-
" Mencuci dengan MamaLime atau Sunlight, mendapat Hadiah Blender 3in1 Holmes. SELAMAT ..! " Saya ga berniat bikin postingan...
-
Alhamdulillah, ini sharing sedikit pengalaman waktu ikut serta dalam pelatihan Wirausaha Baru Jawa Barat 2015. 1. INFORMASI, DAFTAR, SELEKS...
-
Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...















