Wednesday, March 23, 2011

Al-Jahiz, Ilmuwan Biologi Muslim Pencetus Teori 'Struggle for Existence'

Berangkat dari sebuah kecemburuan positif -- saya menyebutnya begitu. Teman-teman saya di jurusan keilmuan lain punya tokoh ilmuwan muslim yang dapat dijadikan panutan. Mungkin akan sangat familiar bila mendengar nama-nama ini, serta keahliannya yang paling menonjol. Matematika punya al-khawarizmi, Kedokteran punya ibnu Sina, ilmu filsafat punya Al-biruni, Ibnu Khaldun dikenal sebagai bapak sosial politik , astronomi punya Ibnu al-Shatir, dan bahkan, konsep robotika modern juga ada! Subhanallah..(saya baru nemu, Al-Jazari namanya).

Kemudian saya mulai mencari, rasanya memang membutuhkan panutan – atau setidaknya teladan yang baik dan dapat memotivasi saya dalam berprofesi di kemudian hari. Karena saya percaya, penemuan gemilang di dunia Islam pada era keemasan terdahulu bukanlah hanya sebuah sejarah, melainkan suata pijakan yang nantinya akan jadi hal luar biasa bagi kemaslahatan umat dan membangunkan umat muslim dari tidur dan mimpinya yang terlalu melenakan.

Sejak zaman kekhalifahan Islam terdahulu, para pemikir dan ilmuwan muslim banyak berkontribusi bagi majunya keilmuwan di jaman sekarang. Namun sayangnya, sumbangan peradaban Muslim itu jarang diungkapkan dalam pelajaran-pelajaran sekolah di Indonesia. Hal itu tentunya membuat umat muslim jaman sekarang banyak yang tidak tahu, entah tertutup-tutupi, entah memang tidak tahu.

Nah, buat para bioblogers, jangan khawatir ya, alhamdulillah kita punya sumber inspirasi dan tokoh panutan. Hehe. Al-Jahiz.

========================================================================
Ahli biologi Muslim yang pertama kali mengembangkan sebuah teori evolusi adalah Al-Jahiz (781 M – 869 M).


BIOGRAFI

Nama aslinya Abu Amr Usman bin Bahr al-Kinani al-Fuqaimi al-Bashri, lebih dikenal dengan nama Al Jahiz ( الجاحظ), adalah seorang ilmuwan terkenal keturunan Arab Negro dari Timur Afrika, dilahirkan di Basra pada 781 M - 868 M. Al Jahiz dikenal sebagai penulis untuk : Prosa Arab, Sastra Arab, Biologi, Zoologi, Sejarah, Filsafat Islam awal, Psikologi Islam, Teologi (ajaran) Mu'tazilah dan Polemik dalam politik-agama.

Kehidupan awal Al Jahiz tidaklah banyak yang diketahui selain daripada informasi mengenai keluarganya yang sangat miskin. Al Jahiz pada awalnya dipekerjakan untuk menjual ikan di sepanjang salah satu kanal air di Basra untuk membantu keluarganya. Namun, meskipun keuangan keluarganya sulit tidak menghentikan semangat Al Jahiz untuk mencari pengetahuan sejak masa mudanya. Cara yang digunakannya untuk mencari Ilmu Pengetahuan diantaranya dengan rajin berkumpul dengan sekelompok pemuda di masjid utama Basra yang biasa mendiskusikan berbagai subyek ilmu pengetahuan. Dia juga rajin mengikuti berbagai kuliah yang dilakukan dari para ahli filologi, leksikografi, dan puisi.

Selama rentang dua puluh lima tahun melanjutkan studinya, Al Jahiz telah memperoleh pengetahuan besar tentang puisi Arab, Filologi Arab, sejarah Arab dan Persia sebelum Islam, dan ia mempelajari Alquran dan Hadis. Ia juga membaca buku-buku diterjemahkan dari para filsafat Yunani dan Helenistik, khususnya Aristoteles. Salah satu keberuntungan Al Jahiz dalam mencari ilmu ialah karena dizaman itu, Khalifah Abbasiyah sedang dalam fase kebangkitan budaya dan revolusi Intelektualitas, sehingga pendidikannya sangat difasilitasi diantaranya dengan banyaknya buku yang tersedia, sehingga belajar segala hal semakin mudah dilakukan.

KARIR AL-JAHIZ
Di Basra, Al-Jahiz menulis artikel tentang institusi kekhalifahan. Hal ini kemudian menjadi awal karirnya sebagai penulis. Sejak itu, ia telah menulis dua ratus buku sepanjang hidupnya yang membahas berbagai subyek termasuk tata bahasa Arab, zoologi, puisi, leksikografi, dan retorika. Dia menulis sejumlah buku luar biasa, yang dapat bertahan tiga puluh bertahan (ditinjau dari teknologi penulisan dizaman itu, hal ini merupakan sesuatu yang sangat fantastis di zamannya).
Pada tahun 816 M, Al Jahiz pindah ke Baghdad yang dikala itu merupakan ibukota kekhalifahan Islam Arab. hal ini awalnya didasarkan atas kebijaksanaan Khalifah Abbasiyah yang mengumpulkan para ilmuwan dengan mendirikan Rumah Kebijaksanaan sebagai pusat penelitian. Setelah ke Baghdad, Al Jahiz kemudian pindah ke Samara dengan tujuan untuk mendapatkan pembaca yang lebih banyak dan agar dapat lebih mengembangkan dirinya. Di Kota inilah sejumlah besar buku-bukunya ditulis. Dikatakan bahwa Khalifah al-Ma'mun pernah meminta Al Jahiz untuk mengajar anak-anaknya, tapi kemudian beliau berubah pikiran ketika anak-anaknya takut akan kerusakan yang terjadi pada matanya (جاحظ العينين), dikatakan peristiwa inilah yang melatarbelakangi nama julukannya.

STRUGGLE FOR EXISTENCE
Ilmuwan dari abad ke-9 M itu mengungkapkan dampak lingkungan terhadap kemungkinan seekor binatang untuk tetap bertahan hidup atau survive. Sejarah peradaban Islam mencatat, Al-Jahiz sebagai ahli biologi pertama yang mengungkapkan teori berjuang untuk tetap hidup alias struggle for existence. Untuk dapat bertahan hidup, papar dia, mahluk hidup harus berjuang.
Sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, semua pelajar di Indonesia telah diperkenalkan dengan rantai makanan saat belajar biologi. Namun, tahukah Anda bahwa ilmuwan pertama yang mengungkapkan teori tentang rantai makanan itu adalah Al-Jahiz – ahli biologi Muslim? Teramat banyak, pencapaian yang dihasilkan para sarjana Muslim yang disembunyikan oleh peradaban Barat.
Al-Jahiz juga merupakan penganut awal determinisme lingkungan. Dia berpendapat bahwa lingkungan dapat menentukan karakteristik fisik penghuni sebuah komunitas tertentu. Menurut dia, asal muasal beragamnya warna kulit manusia terjadi akibat hasil dari lingkungan tempat mereka tinggal.

Al-Jahiz pun tercatat sebagai ahli biologi pertama yang mencatat perubahan hidup burung melalui migrasi. Tak cuma itu, pada abad ke-9 M. Al-Jahiz sudah mampu menjelaskan metode memperoleh ammonia dari kotoran binatang melalui penyulingan. Sosok dan pemikiran Al-Jahiz pun begitu berpengaruh terhadap ilmuwan Persia, Al-Qazwini, dan ilmuwan Mesir, Al-Damiri.
Berkat teori-teori yang begitu cemerlang, Al-Jahiz pun dikenal sebagai ahli biologi terbesar yang pernah lahir di dunia Islam. Ilmuwan yang amat kesohor di kota Basra, Irak, itu berhasil menuliskan kitab Al-Hayawan (Buku tentang Hewan). Dalam kitab itu dia menulis tentang kuman, teori evolusi, adaptasi, dan psikologi binatang.

KITAB AL HAYAWAN

Kitab al-Hayawan adalah sebuah ensiklopedia dari tujuh volume dari tulisan bebas, penjelasan puitis dan peribahasa menggambarkan lebih dari 350 jenis binatang. Hal ini dianggap sebagai karya paling penting Al Jahiz.

Dalam Kitab Al Hayawan, al-Jahiz adalah orang pertama yang mengeluarkan ide bahwa habitat hewan mempengaruhi kehidupan dan bentuknya, yang mana dikemudian hari hal ini menjadi teori dasar dari pembentukan Teori Evolusi Darwin dan merupakan hal yang tidak dapat dijawab oleh Charles Darwin). Al-Jahiz menganggap bahwa dampak lingkungan berpengaruh terhadap kemungkinan seekor binatang untuk bertahan hidup, dan hal pertama yang dilakukan ialah menggambarkan perjuangan untuk keeksistensiannya dari keberlangsungan seleksi alam semenjak nenek moyang hewan tersebut. Kesimpulan dari teori Al Jahiz tentang perjuangan untuk eksistensi dalam Kitab Al Hayawan telah diringkas sebagai berikut:

"Hewan harus berjuang untuk eksistensinya (jenisnya), untuk sumber daya yang tersisa, untuk menghindari dimakan dan untuk berkembang biak. Faktor lingkungan turut mempengaruhi suatu organisme untuk mengembangkan karakteristik baru untuk memastikan kelangsungan hidup jenisnya akan berubah menjadi spesiaes yang baru. Hewan yang bertahan akan berkembang biak dan mewariskan karakteristik (hasil perjuangan) mereka kepada keturunan. " (Gary Dargan, Intelligent Design, Encounter, ABC)

Al-Jahiz juga yang pertama untuk membahas tentang rantai makanan, dan menulis contoh berikut dari rantai makanan: (Frank N. Egerton, "Sejarah dari Ilmu Ekologi, Bagian 6: Ilmu Bahasa Arab - Asal-Usul dan" Zoologi, Buletin Ecological Society of America, 2002 April: 142-146 [143] )

"Nyamuk akan pergi mencari makanan mereka, yang mereka tahu secara naluri alamiah (insting) bahwa darah adalah hal yang membuat mereka tetap hidup. Begitu mereka melihat gajah, kuda nil atau hewan lain, mereka tahu bahwa kulit telah dibentuk untuk melayani mereka sebagai makanan, dan jatuh di atasnya, mereka menusukan giginya sampai dia yakin bahwa kedalamannya telah cukup untuk menghisap darah. Begitu juga lalat, walaupun mereka hinggap pada berbagai jenis makanan, namaun pada prinsipnya melakukan hal yang sama dengan nyamuk. Dan pada kesimpulannya, semua hewan tidak bisa bertahan tanpa makanan, ada yang dengan berburu hewan dan ada yang diburu. "

Pada abad ke-11, al-Khatib al-Baghdadi menuduh Al-Jahiz telah menjiplak beberapa bagian dari Kitab Hewan karya Aristoteles, (Peters, F. E., Aristotle and the Arabs: The Aristotelian Tradition in Islam , New York University Press, NY, 1968.) tapi para ahli modern telah menemukan bahwa pengaruh Aristoteles sedikit sekali dalam hasil karya Al Jahiz (al-Baghdadi mungkin tidak begitu memahami dengan karya Aristoteles secara mendalam) pada subjek. (Aristotle and the Arabs: The Aristotelian Tradition in Islam by FE Peters", Bulletin of the School of Oriental and African Studies, University of London 34 (1), p.). Secara khusus, bahkan dikatakan bahwa Aristoteles tidak memilki pengaruh apapun dalam teori yang dikemukan Al Jahiz Ide mengenai seleksi alam, determinisme lingkungan dan rantai makanan.

Ahli biologi Muslim lainnya yang mengkaji tentang evolusi adalah Al-Mashudi. Buah pikirnya dituangkan dalam kitab Al-Tanbih wal Ishraq. Selain itu, ilmuwan lainnya yang mengungkapkan teori evolusi bernama Ibnu Masikawaih.
Dalam kitabnya The Epistles of Ikhwan Al-Safa, dia mengungkapkan tentang bagaimana species berkembang ke dalam sapa, kemudian air, mineral, tanaman, hewan, dan seterusnya. Hasil karya Ibnu Masikawaih itu begitu populer di benua Eropa. Malah, terori evolusi itu telah memberi banyak pengaruh kepada Darwinisme.
=======================================================================

Sumber dan bacaan selengkapnya:
Bayrakdar, Mehmet. 2011. AL-JAHIZ AND THE RISE OF BIOLOGICAL EVOLUTIONISM. http://www.salaam.co.uk/knowledge/al-jahiz.php
Kibadachi, Alex. 2010. Al-Jahiz, Penulis Ensiklopedia Hewan.
Mehnaaz, Amira. 2008. Sumbangan Peradaban Muslim Dalam Biologi.
========================================================================


Semoga bermanfaat, salam!
:)

Saturday, March 19, 2011

Resume Film "Something The Lord Made" (Recomended Movie)

Sutradara: Joseph Sargent

Film yang diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang seorang tukang kayu laki-laki bernama Vivien Thomas yang mempunyai passion di bidang kedokteran namun tak bisa melanjutkan sekolah karena masalah biaya. Bank tempat Vivien menabung bangkrut, sehingga makin menghempaskan angan-angannya untuk dapat kembali bersekolah. 

Vivien kemudian di pekerjakan di Universitas Hopkins sebagai tukang bersih-bersih kandang. Dr. Alfred Blalock sang atasan adalah seorang dokter bedah yang sangat berdedikasi pada pekerjaannya namun ‘gila kerja’. Pada awalnya melihat minat Vivien dalam bidang kedokteran, akhirnya memberi Vivien jas lab untuk membantunya dalam penelitian. Banyak hal-hal yang ditemukan vivien, dan itu sangat membantu Dr Blalock. Vivien, yang seorang warga kulit hitam, pada waktu itu masih mengalami rasisme. Dengan pekerjaannya sebagai asisten dokter, ia hanyalah karyawan kelas 3 yang tak lebih dari seorang buruh. Vivien sempat protes, istrinya pun begitu. Akhirnya gajinya dinaikkan.

Sampai Ketika Dr Blalock dihadapkan pada kasus baby blue syndrome, Vivien juga ikut membantu. Dengan melakukan berbagai percobaan terhadap hewan anjing, Vivien berhasil menemukan cara yang tepat untuk penanganan bayi biru. Memutus pembuluh darah, menyambungkan kembali dengan menjahitnya. Dr. Blalock pun akhirnya memutuskan untuk mengoperasi bayi tersebut.

Namun, ternyata metode yang ditemukan Vivien gagal H-1 operasi. Anjing yang sebelumnya diujicobakan ternyata mati. Jahitan di pembuluh darahnya lepas seiring bertambahnya umur anjing. Akhirnya metode itu tidak dilakukan, dan mereka mencari metode lain. Kemudian vivien menemukan caranya, lalu tibalah masa pengoperasian.
Operasi dilakukan di hadapan para dokter-dokter muda. Awalnya vivien tidak boleh membantu, namun akhirnya dia dipanggil Blalock untuk membantunya. Singkat cerita, bayi itu pulih kembali dan berhasil diselamatkan.

Dunia hanya tahu bahwa Blalock lah yang berjasa. Namanya, lukisannya, artikelnya selalu ada Blalock, sedangkan nama Vivien tidak. Berbagai penghargaan hanya mengakui Dr Blalock sebagai orang yang berjasa. Ironisnya, dalam setiap pidatonya pun, Blalock tidak menyebut-nyebut nama Vivien. Hati Vivien teriris, dia memutuskan untuk pergi dan mencari pekerjaan lain.

Tak lama kemudian, Vivien memutuskan kembali untuk berkerja dengan Blalock kembali. Apa penyebabnya? Vivien merasa, DISANALAH TEMPATNYA. Tak peduli berapapun gajinya, apa anggapan orang, yang dia tahu, MEMANG PEKERJAAN ITULAH YANG DIA SUKAI. Sampai berpuluh tahun Vivien bekerja di sana, dan keahliannya meningkat, Blalock meninggal.
Singkat cerita, pada akhirnya karena ketekunan dan keihklasan Vivien, Vivien pun akhirnya mendapat pengakuan. Sebagai Doktor kehormatan, doctor of laws. Bukan sebagai doctor medis karena adanya berbagai keterbatasan formalitas.

Esensi Film:
Terkadang kita menginginkan sebuah ketenaran atau popularitas semata atas hal yang kita lakukan. Mungkin sakit ketika kita tak dihargai atas karya yang kita lakukan. Namun Kita harus yakin, keteguhan, ketekunan, kejujuran dan keikhlasan akan mengalahkan segalanya. Kalau kita terus berusaha dan sabar, kebahagiaan yang lebih kekal akan menanti. Kalau pekerjaan mu memang di belakang layar, maksimal lah di sana, tak ada yang salah dengan itu! Cintai pekerjaan mu. Setiap orang punya peran masing-masing. DO WHAT YOU LOVE, LOVE WHAT YOU DO! :D

 * * * * * * * * * *
sebenarnya ini tugas kuliah waktu dulu, habis nonton terus disuruh ngeresume apa yang ditonton. maaf atas segala keterbatasan
:)

Friday, March 11, 2011

...

Baiknya Anda memilih tanggung jawab yang sesuai dengan keinginan Anda. Akan tetapi jika Anda telah memilih, suka tidak suka anda harus bertanggung jawab dengan pilihan Anda. You have to commit with it, 100%.
(Santoso, 2011)

Tuesday, March 8, 2011

KERUSAKAN HP LG KU-250 (hape story part 1)

(ilustrasi bikinan sendiri)

Saya suka bingung juga sih kalo ada yang tanya, kenapa itu hape pake dililit kabel segala?? Jenis kerusakan yang tidak lazim. Hehe. Pokonya intinya, untuk nge cas, saya harus cari sudut yang tepat, baru hape saya bisa ke charge. Setelah dapet sudut yang tepat, kabelnya harus dipertahankan posisinya, serta dililit dan diiket pake karet gelang. Kalo udah gitu baru listriknya ngalir. Tapi kalo sudutnya udah ilang, hape jadi ga ke-charge, makanya rawan low batt.

Mungkin ngga kebayang ya?

Setelah kutanya sama kakak kelas yang dari elektro, katanya ini mah gampang, tinggal disolder. Tapi masalahnya ngga ada solder yang ukurannya sekecil itu. Seharusnya saya juga bisa aja sih tanya ke LG nya, tapi karena kesulitan waktu, takut bayar mahal, ya ga saya jabanin. Hehe
Keadaan ini bisa saya tanggulangi sekitar 2 bulan lah. Sampai akhirnya sudah benar2 tak bisa disiasati lagi sekitar tanggal 28 Februari (dan setelah itu hape saya benar-benar tidak bisa di-charge) :'(

Kenapa ini bisa terjadi?

Hape saya sering banget jatoh (parah). Itu aja sih kayanya. Waktu itu pernah sempet rusak dikit, trus kucolokin paksa, taunya rusak. (kyaaa)

Intinya, sayangi apa yang kau punya yaa
Jaga.
Karena segalanya baru berasa berarti kita kehilangan, ya kan?
:’)

8 Maret 2011
@depan TU SITH, LABTEK BIRU KEBAB
16:24

Thursday, March 3, 2011

ikhlas..

Kini engkau datang menyeru manusia kepada keimanan & mereka mempercayaimu pada apa yang engkau tampakkan. Namun apabila yang engkau serukan tidak sesuai dengan suara batinmu, kemanakah engkau akan berlari dari kekuasaan Allah Yang Maha Tahu segala yang gaib & tersembunyi dalam jiwa setiap orang?
Janganlah engkau berharap wahai jiwa, untuk berada di atas jalan gerakan islam sebagai bentuk perjuanganmu tanpa hidayah & keimanan yang Ia limpahkan padamu. Maka bukalah pintu hatimu wahai jiwaku.. agar cahaya iman merasuk ke dalamnya.. Dan Esa-kan lah Allah dalam keikhlasan penuh kepadaNya semata. Jadikan Kalimat Laa Ilaha Ilallah, Muhammad Rasulullah sebagai sistem hidupmu. Dari sana engkau dapat merasakan bahwa sesungguhnya Allah adalah cahaya bagi alam semesta raya..

“Ikhlaslah dalam agamamu, niscaya ia akan menjauhkanmu dari amal yang sedikit.”(HR. Al-Hakim)

Sumber: Buku “Kekuatan Sang Murabbi”


Ya, sungguh, jiwa ini harus senantiasa kita awasi, jangan sampai lalai hingga lupa diri.
Astaghfirullahaladzim
Semoga dimudahkan dalam meluruskan niat hanya untuk-Nya..
amin..

Friday, February 4, 2011

yang mati tidak hanya satu, tapi dua..

Assalamualaikum..

Waktu itu lagi buka-buka foto di hape, jadi inget sama suatu hari ketika saya melakukan pembunuhan (lagi) terhadap seekor marmut. Hari itu Rabu,tepatnya 22 September 2010 ketika mata kuliah Proyek Anatomi Fisiologi Hewan. Yah, bagi seorang anak biologi, bedah tikus, mencit, marmut, burung, katak, kadal dan bahkan hamster, seharusnya memang sudah jadi makanan sehari-hari. Harus tega, harus kuat. Tapi tunggu sampe kalian lihat hal ini..
(maaf kalo agak menyeramkan)

Marmut besar ini pada awalnya memang terlihat lebih besar dengan bulu belang hitam-putih. Setelah dibedah muncul hal yang janggal. Ada organ yang membesar (warna hitam-putih) yang pada awalnya saya pikir itu cuma lambung. Setelah dibelah.... Huwaaa ternyata marmut ini seorang ibu-ibu yang sedang mengandung! T_T

Ini foto anaknya, udah ga bernyawa..

Tak mudah memang melihat berita tragis ini, sulit pula mnerima kenyataan bahwa kita telah membunuh 2 makhluk sekaligus.. T_T

Saya Cuma bisa berharap kematian para hewan-hewan laboratorium banyak manfaatnya, ga Cuma mati sia-sia oleh tangan-tangan saintis muda.. Dari kalian lah kami (para biologiwan biologiwati n the geng) dapat belajar banyak arti kehidupan (^o^)9
Dengan membedah, lihat betapa ajaibnya organ-organ dalam makhluk hidup. Bayangkan saja kalau seluruh organ dalam mu tiba-tiba tidak berfungsi sebagaimana mestinya? Ya, harus diyakini bahwa kita sekarang hidup itu, ya untuk hidup setelah mati nanti..

“Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Q.S. Al-Mulk 67:1-2)

Wallahu'Alam..
Semangat dah!

Monday, January 24, 2011

harus melek teknologi! :p

ilustrasi : ifajarwidi.blogdetik.com

Beberapa kali saya mengalami ini. Mungkin akan terdengar konyol, tapi yaa, itu terjadi.
Pernah mengalami rapat/diskusi yang tidak efektif karena sebuah teknologi?
Hehe, saya pernah.

Waktu itu saya sedang diskusi bareng teman 1 kelompok Proanfiswan (Proyek anatomi & fisiologi hewan-red). Jadi tugasnya itu bikin proposal penelitian dari proyek kita. Tiap orang (ada 7 org) udah punya tugas nya masing-masing, nantinya tinggal dikompil dan disusun aja. Tapi saat itu kita masih nge-stuck, ada beberapa poin yang belum bisa kita pahami. Nah, biasanya waktu kumpul kelompok, nih hobi kita itu ya ngobrol dulu macem-macem, trus baru sadar kalo yang bawa leptop Cuma dikitan (2 org)
“Wah yang bawa leptop Cuma 2? Trus gimana dong kan kita mesti cari literatur juga. Tonton, ambilin leptop barbar sekalian ngambil alatnya ya? Vania juga mau ngambil dulu? Sok atuh.”
Walhasil mereka pulang dulu ke kosan masing-masing. Sambil nunggu, ya ngobrolin proyek sambil ngalor ngidul.
Cukup lama mereka berdua baru dateng. Leptop udah tersedia, 4 biji. Masing-masing fokus ke leptopnya sambil nyari referensi. Mungkin dapet sih, tapi kenapa rasanya masing-masing kita itu ngga fokus, ga sehati gitu. Zzzzz
***************************

Masih dengan kelompok proanfiswan saya yang sama. Saat itu kita kumpulnya fullteam, semua hadir. Kumpulnya di comlabs, semua pada bawa leptop, kecuali 1. Hari itu seharusnya pol-pol-an bahas bagian pembahasan. Masing-masing orang nyari ilham dari browsingan di leptop, banyak diselingin hal-hal lain karena leptop masing-masing menampilkan hal lain yang enak buat dibahas. Entah kenapa diskusinya rada ga efektif juga. Aneh.
******************************

Rapat lain, perkumpulan lain. Agendanya presentasi slide bikinan masing-masing. Slide itu harusnya dikumpulin ke satu komputer yang nyambung ke infokus. Katanya dikirim pake ad hoc aja, biar cepet. Oke, makanan apa tuh, waloupun gapaham saya coba ikutin caranya. Pake fitur itu bikin kita ga perlu pake flash disk kalo mau tukeran data, udah pake IP apaa gitu. Wuih canggih! (katro -_-) Entah kenapa komputer kita ga terhubung-hubung, jadinya lamaaa banget. Setelah dipikir-pikir, tau gini pake flash disk aja biar cepet. Halah halah.
******************************

Cerita lain, dengan orang-orang yang berbeda. Ceritanya agenda kita sore itu nyocokin jadwal, dan ngobrolin beberapa hal. Posisi kita bertiga deketan, ceritanya kita mau tuker-tukeran file.
“Di apload aja di grup ya, ntar kita tinggl download”
“oke.” Trus “eh koneksi wi-fi nya mati nih, gabisa bisa.”
“wah? Saya bisa tuh, yaudah tungguin aja.”
Dan selama beberapa waktu (yang seharusnya bisa dioptimalkan untuk membahas agenda), kita fokus sama leptop masing-masing, ngoprek spy internetnya jalan. Lamaaaa..akhirnya diputuskan pake flash disk aja. Gitu kek dari tadi hehe.

**********************************
Cerita di atas berkisah tentang pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Ssaya khususnya, sebagai manusia yang kurang canggih (baca: agak katro) emang belum bisa mengoptimalkan teknologi dengan sebaik-baiknya. Hehehe :p
Saran (buat pribadi juga), kalo rapat fokuslah sama agenda rapatnya (jgn kaya saya). Terkadang leptop terkesan dibutuhin ketika rapat, tapi ga mesti semua bawa kaan? Pas udah pada bawa, fokus kita malah pecah kemana-mana. Tergantung tujuannya sih. Toh kalo nyatet bisa pake pulpen ama kertas, tar hasilnya tinggal di ketik dan dibagiin ke yang lain. Notulensi pake tulisan tangan jadi lebih bebas loh! (saya suka sambil gagambaran)
Tentang ad hoc network, Itu fitur canggih, kawaan! Haha. Bisa sharing konektivitas internet kalo udah tersambung, trus bisa tuker-tukeran file tanpa perlu colak-colokin flash disk. Kayanya manfaatnya masi banyak (maen game, dll), tapi itu yang udah saya rasain hehe.

:D

Wednesday, January 12, 2011

7 habbits (part 1)

PARADIGMA
Paradigma ibarat peta. Paradigma membentuk cara pandang & kemudian membentuk perilaku kita. Paradigma berkaitan erat dengan karakter. Paradigma menciptakan lensa yang kita gunakan dalam melihat dunia.

Etika kepribadian yang biasa dilakukan orang hanya menghasilkan yang sekunder (kebahagiaan & keberhasilan jangka pendek) karena kita hanya berfokus pada cabang masalah, bukan akar. Sedangkan etika karakter yang sering terlupakan menghasilkan sesuatu yang lebih primer (jangka panjang, krn merupakan dasar/prinsip)

Marilah berpusat pada prinsip, pendekatan berdasar karakter, pendekatan "dari dalam ke luar" terhadap keefektifan & antarpribadi.
PARADIGMA, KARAKTER & MOTIF.

Masalah penting yag kita hadapi tidak dapat kita pecahkan pada tingkat berpikir yang sama seperti ketika kita menciptakan masalah tersebut (Albert Einstein)
ya, dibutuhkan perubahan paradigma diri ke arah yang lebih baik.

Ingat konsep telur emas. belajar lah dari situ.
jangan hanya berfokus pada hasil --yang sementara, tapi fokus juga pada kemampuan menghasilkan --aset.

-7 habbits of highly effective people-
stephen r covey

masih ada ratusan lembar lagi..
hehe :D

Tuesday, January 11, 2011

mabiters nurul fikri bandung 2009

teman teman seperjuangan waktu SMA kelas 3 di mabit NF bandung : duta-septy-ocol-noor-bolang-risma-ka mirza-tria-ayu-shely-acha-hajah
(banyak juga yg lainnya gaikut foto)

wah,kangen kalian :')

Monday, January 3, 2011

lucu aja hehe

source: http://pablobernasconi.blogspot.com/2008/01/pedro-y-el-circo-fred-philips.html

lucu aja hehe

Finding Mino, Found In Angkot

Ahad siang 7 Maret 2010, sekitar pukul 13:18 saya berangkat ke ITB untuk ikut tutorial kimia dasar (karena jumat depan Ujian). Ketika itu saya masih nge-kost di daerah sukajadi dekat RSHS (karena sekaang udah ngga nge-kost). Angkot yang saya tumpangi (caheum-ciroyom), kemudian dinaiki oleh seorang bapak-bapak yang sebelumnya bertanya pada supir angkot,
“Caheum pak?”
“Iya. Sok enggal.”
Angkot itu kosong, hanya ada saya, pak supir, dan bapak-bapak tadi. Kemudian angkot mulai berjalan tanpa menunggu penumpang lagi. Saya membawa buku Brady (kimia) tebal --yang daripada untuk dibaca lebih enak dijadikan bantal-- di pangkuan. Dalam perjalanan di sekitar sabuga, bapak-bapak itu menyapa,
“Jurusan kimia teh?”
“Oh bukan pak, saya jurusan biologi, tapi minggu depan ada ujian kimia dasar dulu, sekarang lagi ada tutorialnya di kampus.”
“ooh. Tingkat berapa?”
“masih tingkat satu pak.”
Tak lama, kuperhatikan juga penumpang itu memegang sebuah tas tentengan dan sebuah novel yang cover nya tampak terlalu imut-imut untuk di baca seorang bapak-bapak.
“Ini novelnya buat teteh.”
“Hah? Maksudnya?”
“Iya, ini diambil aja.”
“Yang bener pak? Emangnya ada apa?”
Karena sangat dipaksa (lebay) akhirnya kuambil juga novel itu, sambil lihat-lihat cover sama isinya. Penasaran juga dibuku ini ada apanya kok sampe dikasiin ke saya. Judulnya Finding Mino. Hehe, plesetannya kocak.



“Iya, novel ini saya yang buat.Kemarin-kemarin baru saja dijadikan sebagai souvenir waktu nikahan saya di palembang.”
“Wooohh! Jadi ini bapak yang bikin? Wah keren! Baru nikah kemaren-kemaren ya? Wah Subhanallah..”
Saya mulai bingung ngimpi apa semalem, kok bisa-bisa siang hari begini dapet buku gratisan (hehehe). Lantas saya buka halaman demi halaman sampai pada bagian ‘tentang penulis’. Wah, ternyata beliau kelahiran Palembang tahun 85 (sama kayak kakak saya), kuliah S1 nya di FKG Unpad. Ternyata gak tua-tua banget hehe. Lalu kami ngobrol dikit (lupa ngomongin apa) trus saya keburu pamit duluan soalnya udah nyampe ITB. Dan dengan aneh dan gapenting nya, saya mencari spidol yang ada di tas saya sambil berkata:
“Eh a’ saya duluan ya, makasi banget bukunya. Oh iya, sekalian deh, buku nya ditandatanganin juga nih ya hehe..”



Hihihi. Pengalaman yang aneh, tapi seru. Semoga kapan-kapan bisa seangkot sama penulis lainnya lagi, trus tiba-tiba ngasi buku. (ngarep)
Yah, angkot itu memang ajaib. Apapun bisa diceritakan dari sana :D
Sejak 7 maret 2010 sampe saat ini, 27 Desember 2010, saya belom sempet baca ampe abis.
Hehehe :D

Selamat ya buat Mas Didi Wahyudi dan Teh Pita, yang nikahnya tanggal 27 Februari 2010, barakallah..
^o^

Mengikat yang mendesir, yang membuatmu melayang..


PERKAYA DIRI DENGAN MEMBACA

Ketika kau sedang memegang buku di tangan dan membacanya, bayangkan kau sedang berada pada balon udara yang terus membawamu melambung tinggi ke atas. Seperti itulah dirimu ketika membaca buku, materi yang baru membuatmu semakin tinggi dan lebih tahu banyak hal ketimbang sebelumnya. (h. 22)
Walaupun tidak semua isi buku aku pahami, tapi setidaknya aku telah melatih sel-sel otak ku untuk terus bekerja dan banyak hal yang dapat aku ketahui dari bacaanku. (Sofyamarwa, 2010)
"Makna adalah sesuatu yang mendesir di hatimu,hal-hal yang membuatmu melayang.." (Hernowo, 2004)
Membaca buku membuat pembacanya aktif. Tulisan-tulisan pada buku dapat menimbulkan imajinasi-imajinasi tersendiri bagi pembaca. Ketika kau membaca sebuah novel misalnya, muncul berbagai adegan dalam kepalamu, karakter pemain, setting latar, suara, warna, bahkan rasa. Ya, itulah yang membedakan ketika kita membaca buku dengan hanya sekedar menonton sajian di kotak kecil bernama televisi.
UBAH BEBAN YANG ADA MENJADI MANFAAT, MAKA BALON UDARAMU AKAN TERBANG LEBIH TINGGI LAGI :D



JAGA DAN SEBARKAN 'KEKAYAANMU' DENGAN MENULIS
Salah satu manfaat menulis adalah mengefektifkan kegiatan membaca buku (Hernowo,
2004). Jika kau suka membaca, nampaknya merupakan suatu keharusan untuk menuliskan apa yang kau dapatkan. Tulis saja kesan atau kalimat-kalimat ringan yang kau sukai, pokoknya "ikat" hal-hal yang bermanfaat bagi dirimu lewat tulisan.
Karena kau tahu? Betapa hebatnya efek yang ditimbulkan dari kegiatan baca-tulis yang dipadukan!
Pada mulanya mungkin kau hanya mencoba merumuskan gagasan -gagasan orang lain dari buku, namun pada akhirnya, kau akan terdorong untuk dapat menuliskan gagasan-gagasan mu sendiri lewat tulisan-tulisanmu! Ya, aku sudah merasakannya! Nah,sekarang saatnya merenung, apakah selama ini cara membaca saya sudah efektif bila tak dituliskan? Luangkan saja secuil waktumu (7-10 menit) untuk membaca buku dan menuliskan apa yang sudah diperoleh dari kegiatan membaca tersebut. Tak usah khawatir bila kau tak bisa jadi penulis hebat dalam waktu yang sebentar, toh yang harus kau pikirkan adalah apa manfaatnya bagi dirimu, itu saja.
Untuk mengetahui apakah suatu hal bermanfaat bagimu atau tidak, tanyakan secara tajam pada dirimu! Dengan begitu, biasanya otak akan mulai berpikir, mencari berbagai motivasi, sehingga akhirnya kau dapat mengemukakan berbagai alasan kenapa kau mau melakukan hal itu.


PILIHLAH BUKU-BUKU YANG MENGGERAKKAN PIKIRANMU.
"Kita membaca buku untuk mencari tahu tentang diri kita sendiri. Apa yang dilakukan, dipikirkan, dan dirasakan oleh orang lain, entah mereka nyata atau hanya imajiner, merupakan petunjuk yang sangat penting terhadap pemahaman kita mengenai apa sebenarnya diri kita ini, dan bisa menjadi apakah kita ini." (Ursula K. Le Guin-seorang penulis) h. 67

Seseorang dengan judul buku pilihannya bisa menunjukkan siapa dirinya. Tentu saja, kebutuhannya lah yang mendorong dirinya untuk memilih judul buku tersebut. Pada hakikatnya tidak ada buku yang tidak bermanfaat. Namun juga tidak bisa dipungkiri bahwa banyak buku yang sebenarnya kurang pantas untuk dibaca serta tidak penting untuk diketahui.
Pintar-pintarnya kita lah untuk memilih mana buku yang 'bergizi' mana yang tidak. Tapi ingat, yang kita cari adalah manfaat, maka petiklah manfaat dari apapun yang kau baca.


BERUSAHALAH SEKUAT TENAGA UNTUK MENULISKAN PIKIRANMU
Yang perlu ditulis adalah PIKIRANMU, bukan sekedar susunan huruf-huruf yang mati. Artinya,
ketika menulis, maka yang dipelajari adalah isi (pikiranmu), bukan sarana (kata-katamu). Jadi ketika menulis, bebaskan pikiranmu, ya, Sangat bebas! Maka bebaskan segala pikiran dari segala hal yang membatasi pikiranmu ketika menulis. Menurut James W. Pennebaker (seorang psikolog yang telah meneliti manfaat menulis secara bebas untuk keperluan penyembuhan diri. Penemuan tentang keajaiban menulis yang membuat sesorang dapat kebal dari serangan penyakit dan terutama sembuh dari tekanan yang menderanya) dalam bukunya Opening Up, jika kamu dalam keadaan bebas saat menulis, dan yang kau tulis adalah hal-hal yang menyesakimu, maka kamu akan terbantu dalam mengatasi tekanan yang menderamu.
Alirkan saja secara bebas! Kesalahan-kesalahanmu, pengalaman-pengalamanmu, perasaanmu
tentang dirimu, potensi-potensimu, pendapatmu,--semuanya! Sekali lagi, bebaskan dirimu dari segala hal! Keluarkan hingga bersih, Keluarkan, keluarkan! Kuras semuanya! Jadi plong? Ya, Lega!
Tak usahlah berpusing-pusing dulu dengan kaidah-kaidah kebahasaan. Lebih baik biasakan dirimu saja untuk terus menulis.
Nah, hasil tulisanmu yang bebas ini adalah bahan untuk tulisanmu. Bedakan kegiatan menulis
bebas (mengumpulkan bahan) dan menulis untuk dipublikasikan (yang dirapikan). Karena dua hal itu sangat berbeda.
PESAN PENTINGNYA: MENULISLAH UNTUK MELATIH DIRIMU AGAR MAU MENERIMA DIRIMU SECARA APA ADANYA. MENULISLAH BERBEKAL KEJUJURAN. TULISLAH APAPUN YANG ADA DI PIKIRAN DAN PERASAANMU. TERBUKALAH PADA DIRIMU SENDIRI KETIKA MENULIS.


BIASAKANLAH MEMBACA DAN MENULISKAN DIRIMU SETIAP HARI
Menulis yang baik diawali dengan menulis sesuatu yang ditujukan untuk keperluan diri sendiri dahulu. Baru setelah berlatih menulis bebas untuk keperuan diri sendiri secara rutin, tahap berikutnya adalah mempelajari kaidah-kaidah kebahasaan. Jika tahapan ini ditempuh, menulis dapat memberikan efek yang dahsyat!
Kaubisa tuliskan dalam buku catatan kecilmu dulu, tuliskan saja setiap hal berkesan yang kau alami, ya,tuliskan saja! Karena menulis dapat membantu seseorang untuk mengenali diri - mengenali pikiran, perasaan dan apapun yang bergejolak dalam diri.


IF YOU CAN DREAM IT, YOU CAN DO IT!
"Pikiran buka sebuah wadah untuk diisi melainkan api yang harus dinyalakan." Plutarch
Membaca dan menulislah setiap hari, lalu temukan bahwa kehidupanmu sangat menarik!

***********************
Resume buku Mengikat Makna karya Hernowo, 2004. Penerbit Mizan Learning Center: Bandung.
Diresume antara tanggal 29 Des-2 Jan
Salah satu ikhtiar saya untuk memulai mengikat makna dengan terus menulis
:)

Surat Kabar 4000 Rupiah


Sore itu di sekitar jalan banda, di depan Cascade. Rasanya udah lama banget nungguin angkot margahayu-ledeng yang bisa dinaekin, semuanya penuh. Salah juga sih tadi saya turun di sini, seharusnya jam segini emang nunggunya di deket BIP aja. Sekarang saya jadi harus nunggu 45 menitan buat dapet angkot aja. Ga lama hujan turun. Saya buka payung sembari liat keadaan sekitar. Ada sekawanan anak jalanan penjual koran menawarkan 1 eksemplar koran Tribun kepada saya.
“Teh, korannya teh, 4000 aja”
“hah?! Apa dek? Waah mahal banget. Seribu biasanya juga kan??”(saya shooock)
“Engga teh, 4000. Uangnya mau buat kemah, ada PERSAMI teh.”
“ooh.. 2000 aja ya dek?”
“Yaudah teh engga apa-apa.”
Kemudian saya cari uang buat bayar. Taunya ga ada. Cuma punya selembar uang 5000 dan beberapa seribuan buat ongkos. Pas lagi nyari-nyari, tiba-tiba ada angkot margahayu yang lewat dan cukup buat saya naikkin! Tapi, masa ni anak mau saya tinggal? Yasudah, relakan orang lain aja dulu buat naik..
“Ada kembalian ga dek?” (sambil menyerahkan uang 5000)
“wah, ngga ada teh, ini Cuma ada seribu.” (disitu tambah shock)
“haah? Beneran ga ada dek? Hmm. Yaudah gpp. Rejeki adek. Dipake yang bener ya. Cing manfaat. ” (ya allah semoga duitnya cukup buat ongkos T_T)
Kemudian kami ngobrol sebentar. Ternyata uangnya mau dipake buat bayar PERSAMI PRAMUKA di sekolahnya hari Ahad besok. Disitu muncul kekaguman saya liat perjuangannya. Selama ini saya masih suka mikir kalo diri saya ini banyak kekurangan, tapi toh jelas, masih banyak banget orang yang lebih ngga beruntung dibanding saya. (Walopun emang ni anak kelewatan ngasi harga nya -_-‘ hehe)
Ga lama anak itu pergi, DATANGLAH ANGKOT MARGAHAYU-LEDENG yang KOSONG! Saya naik sambil senyam-senyum sendiri. Ga tau. Geer kali ya, ngerasa dikasih kemudahan aja sama Allah. ^_^

23 oktober 2010
depanCASCADE

susah bedain kambing sama anjing

Awal liburan ini saya kedatangan saudara dari Mataram, NTB. Dua bocah itu masih kelas 3 & 4 SD, tapi badannya besar dan tinggi banget untuk anak usia segitu. Hampir sepantaranlah (sebenarnya mungkin karena saya nya yang pendek juga hehe -_-). Cita-citanya sama-sama pengen jadi dokter hewan, soalnya mereka suka banget sama binatang. Pernah miara kucing, kura-kura, ikan, kelinci.. Rajin mandiin, tapi katanya sih sekarang udah pada meninggal.
Waktu ngobrol di kamar saya..
Teteh (4 SD) : “Adek tuh, lucu banget. Masa ngga bisa ngebedain kambing sama anjing. Gimana dek suara kambing? Gog gog gog!”
Adek (3 SD) : “abisnya miriip!”

Waktu liat fosil di museum Geologi..
Bapak Saya : “Adek, ko cemberut gitu ?”
Adek : “abisnya bosen, udah mati semua!”

Waktu di rumah sodara, ada kucing gede banget namanya J*CO..
Teteh : “Wah si J*CO lucu banget, digendong-gendong udah pasrah aja”
Adek : “Iya, gemees banget!” :3
Sodara : “Yaiyalah gimana gak pasrah, kalian megang kucingnya aja udah kaya nyiksa gitu.”

Secuil kisah dari seminggu kebersamaan saya sama sepupu saya
Barusan mereka pulang hiks T_T
Sampe ktmu lagi ya
:)

Monday, December 27, 2010

Do'a Rabithah :'D

sumber gambar: http://rabithah.net/in/posting.php?id=160/


Munsyid : Izzatul Islam


Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma'rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela

sumber : liriknasyid.com


DO'A RABITHAH


Ya Allah, seseungguhnya Engkau Maha Mengetahui
bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu,
bertemu untuk taat kepada-Mu,
bersatu dalam rangka menyeru (dakwah di jalan)-Mu,
berjanji setia untuk membela syariatmu,
maka kuatkanlah ikatan pertaliannya ya Allah,
abadikanlah kasih sayangnya,
tunjukanlah jalannya,
dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak akan pernah redup,
lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, Hidupkanlah dengan ma'rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu.. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Amin..


sumber: Al-matsurat saya:)

Monday, December 20, 2010

nymphaea di depan labtek biru


selain nymphaea yang kuning2 di himpunan, ini ada bunga yang suka tumbuh di depan gedung labtek biru (labtek 11).
nymphaea juga tapi belum tau spesies apa
hehe
:D

bagus ya?
:)

Saturday, December 18, 2010

Tentang sepatu boots itu.. (kulap story)

Begitu banyak hal yang pada awalnya kita sesali namun pada akhirnya harus kita syukuri..

Hari kedua kulap (kuliah lapangan) di Cagar Alam Pananjung pangandaran, tepatnya tanggal 27 November 2010. Pukul 03:45 pagi praktikan putri diharuskan sudah rapi dan bersegera menuju penginapan putra di rengganis untuk bersiap menuju lokasi pengamatan burung di pagi hari (Hutan atau pantai). Kematian lampu kamar tiba-tiba itu menyulitkan pandangan saya yang menyebabkan saya telat bersiap. Teman-teman saya sudah berangkat, hanya tersisa kami bertiga: Saya, Chamar, Nabhila. Asisten sudah teriak-teriak sambil berkata
“Yang telat pasti ditinggaal! Cepaaaat!”.
Oke saya pun segera mencari sepatu AP putih ukuran 39, lalu siap berangkat. Namun yang terjadi,
“wah! Sepatu AP putih aku mana? Pingin pake itu aja. Ga bawa sepatu lapangan lagi euy!”
Jangan –jangan kepake orang lain, soalnya sepatu AP putih itu juga dimiliki oleh sekurang-kurangnya 30 teman sepenginepan. -_-. Daripada terlambat akhirnya saya memutuskan pake sepatu boots saja (padahal kata asisten kami ga usah pake sepatu boots untuk hari ini, perjalanan jauh takut lecet).
Eksplorasi dimulai. Kelompok kami mendapat jatah pengamatan ekosistem Nanggorak (salah satu padang rumput buatan untuk banteng yang ada di Cagar Alam Pananjung). Jalannya mendaki, masuk hutan lebat dengan pepohonan berakar banyak (ga tau nyebutnya apa). Jalanan ternyata becek dan sangat berlumpur. (yang pake sendal jepit jangan harep bisa lewat daah hehe). Naik, belok kanan belok kiri, naik, belok kanan belok kiri, naik, sungai, jurang. Sampai akhirnya eksplorasi kami berakhir (kurang lebih 6 jam). Lama-lama saya bersyukur dalam hati karena memakai sepatu boots. Kalau saya pakai sepatu AP putih saya, mungkin kaus kaki saya udah basah dan berlumpur dengan kulit kaki kerut keriput.  Walaupun agak kesulitan juga saat mau shalat dan wudhu (harusnya bawa sendal).
Lalalala akhirnya pukul 7 malam. Seusai shalat isya, teman saya tami berteriak dan bertanya
“woy, ini sepatu boots siapa? Boleh pinjem ga buat sampling1) hewan herpetofauna2) . Ke sungai euy soalnya.”
Tahu sepatu boots yang tami tunjuk milik saya, saya mengiyakan.
“Ooh sok-sok, aku ga ke sungai da,kebagian nyari serangga.”
“Tar hajah pake spatu aku aja ya, yang AP putih da, udah aku titipin ke alin.” Kata tami.
Saya pun segera mencari alin untuk mendapatkan sepatu nya tami. Setelah serah terima sepatu saya baru sadar kalo sepatu tami ukurannya beda sebelah. Yang kanan 38, yang kiri 39. Setelah ditilik-tilik sepatu kiri punya sayaaa! Ada tulisan “hajah 10609047” di bagian tapak kakinya. Alhamdulillah ketemu sebelah..
“Wah, lin beda sebelah nih. Ternyata sepatu kaca ku udah ketemu sebelah :D, ternyata kepake ama tami -_- hehe”
“Hah, yaudah atuh tukeran yuk, sepatu alin juga ketuker orang.” (spatu alin ukurannya 38)
Sesaat setelah serah-terima sepatu kanan, ternyata..
“WAH! SEPATU YANG KANAN INI PUNYA AKU, LIN!”

Ya, segalanya sudah diatur sedemikian cantiknya.
Allah beri yang kita butuh, tidak hanya yang kita inginkan :D

10 Desember 2010
18:35
ruang tengah atas

Friday, December 3, 2010

Aku beriman Maka aku bertanya..

Ketika saya membaca buku ini, terbersit banyak pertanyaan di kepala saya. Saya menganggap buku ini sangat menarik karena ditulis oleh seorang Amerika yang menjadi mualaf lewat Al-qur’an. Aku beriman maka Aku bertanya adalah terjemahan jilid satu dari buku Losing My religion : A Call for Help (2004). Penulis adalah seorang guru besar Matematika di Universitas Kansas, Lawrence, Amerika Serikat, DR. JEFFREY LANG. Yang menarik adalah pemikirannya bahwa pemikiran rasional tidak akan merongrong iman. Justru ntuk menggapai iman sejati, kita harus membebaskan diri dari tradisi dan memeriksa keyakinan-keyakinan kita secara rasional. Buku ini banyak mengulas tentang pertanyaan-pertanyaan muslim amerika yang sering kita anggap tabu. Uniknya juga, banyak penanya di uku ini yang mengakhiri pertanyaan mereka dengan KEKHAWATIRAN DIANGGAP ATHEIS ATAU SUBVERSIF*) KEPADA TUHAN. INI ARTINYA MEREKA BERTANYA KARENA MASIH BERIMAN DAN BUTUH ALASAN MEYAKINKAN; KARENA MEREKA MENGAKTIFKAN AKAL DALAM MENGENAL ALLAH.

Sayapun ketika mengungkapkan pikiran saya tentang ini kepada sahabat saya (sebut saja elisa), ia mengungkapkan bahwa ia takut pada saya (loh?). Tenang sob,saya juga takut kok, makanya lagi nyari jawaban . Berikut salah satu kutipan menarik yang saya ketik ulang dari buku Aku beriman maka Aku bertanya (2006), Dr. Jeffrey Lang. Di baca habis ya.. Maaf agak panjang..


Komentar 3 (dari seorang muslim amerika yang duduk di bangku SMA. Kebimbangan dan kebingungannya –terutama akibat pertentangan antara kepercayaan-kepercayaan “magis” kedua orang tuanya dan penalaran kritis yang ditekankan disekolahnya—lazim dialami oleh generasinya)

Mungkin anda masih ingat, aku sebelumnya pernah mengirimi anda surel tentang masalah-masalah yang kuhadapi menyangkut agamaku. Izinkan aku lebih jauh menjelaskan kehidupanku.
Kedua orangtuaku berpandangan konservatif, tetapi pada saat yang sama juga liberal. Maksudnya, mereka berpegang amat teguh pada nilai-nilai tradisional, tetapi juga sedikit lebih toleran ketimbang para orangtua muslim lainnya. Sehingga selama ini aku merasa memperoleh sikap keberagaman yang sangat baik. Aku selalu hidup religius, tetapi moderat. Artinya aku sering pergi ke mesjid, meski tak setiap hari; aku tak terlalu sering menghadiri halaqah (kelompok-kelompok pengajian), tetapi aku tak merasa enggan dan sesekali menghadirinya. Aku merasa sangat percaya diri. Semua ini terus berlanjut sampaiaku masuk SMA, kendati aku satu-satunya siswa muslim di SMA katolik khusus pria tempat aku dibombardir dengan doktrin-doktrin, kepercayaan-kepercayaan, dan nalar katolik. Aku tak pernah sekalipun mempertanyakan imanku, dan senyatanya aku malah mendapatkan banyak pelajaran dari diskusi-diskusi di kelas. Diskusi-diskusi ini sering kali justru memperkuat imanku.
Lalu pada musim panas antara tahun kedua di college dan tahun pertama di universitas, aku mempunyai banyak waktu luang, yang kemudian kuhabiskan di mesjid untuk mengikuti kajian-kajian Al-Qur’an dan kursus bahasa Arab. Aku berada di mesjid saban hari sejak magrib sampai isya untuk melakukan aktivitas tertentu. Aku sangat menikmati masa-masa ini dan imanku semakin kuat. Tetapi pada saat yang sama aku khawatir cara pikir keagamaanku menjadi lebih tertutup. Aku merasa seperti telah menemukan agama yang benar dan harus menamengi pikiranku dari pandangan-pandangan yang bersebrangan dengan pandanganku sendiri, karena mereka hanya akan menggerogoti imanku. Berbekal sikap antagonistik ini, aku mengambil mata kuliah filsafat, yang sayangnya kemudian justru benar-benar mengacaukan pikiranku.
Setelah musim panas yang sarat dengan kesalahan itu berlalu, cara pandangku terhadap islam menjadi lebih teoretis dan kurang praktis. Misalnya sekarang aku berusaha menemukan makna yang lebih dalam ketika shalat. Dengan cara ini,kupikiraku akan semakin dekat dengan Allah, tetapi ternyata malah terjatuh ke jurang yang amat dalam. Hal ini terjadi karena aku melupakan arti kebebasan berpikir dan diskusi yang terbuka. Cara pikirku menjadi lebih tertutup. Maka ketika mengambil mata kuliah filsafat dan imanku dipertanyakan, aku tak menanggapinya sebagaimana mestinya –tak menggunakan AKAL untuk mendukung keyakinanku. Alih-alih aku malah berusaha menampik pertanyaan-pertanyaan itu. Sikap ini membuatku semakin kehilangan iman. Aku ingin mengimani Allah, tetapi tak dapat menjustifikasikan imanku ini karena imanku menjadi jauh lebih mistis daripada rasional. Itulah maksudku.
Situasi ini berlangsung selama dua tahun. Kadang merasa lebih baik kadang lebih buruk, aku tak pernah beranjak dari keadaan ini. Sejak musim panas yang lalu, aku coba menggunakan AKAL untuk menghalau keragu-raguanku, tetapi tak berhasil. Aku sungguh tak bisa melupakan ketenangan yang dulu kurasakan sekedar dengan percaya kepada-Nya. Kini kapan saja coba menalar, aku merasa seperti harus menyelesaikan semua ini sekarang juga, sebab bisa saja aku besok mati dan masuk neraka karena meragukan keberadaanNya. Cara ini tak membuatku berhasil menyeesaikan masalah, lantara seolah-olah aku membatasi pemahamanku. Sampai saat ini, aku bisa memahami argumen-argumen tentang keberadaan Allah dan kebenaran Islam, tetapi tetap tak bisa, sekeras apapun usahaku, menerjemahkannya jadi iman yang kuat. Aku pernah merasakan ketenangan selama beberapa minggu, tetapi cepat atau lambat aku akan terlempar ke dalam keraguan lagi dan keraguan-keraguan ini telah menghancurkan hidupku.
Seperti anda ketahui, aku masih tampak sangat religius dan yakin bahwa imanku benar, sehingga orang lain memujiku. Dalam keadaan ini, aku merasa harus mempunyai iman yang kukuh karena orang lain menganggap demikian, tetapi aku tak pernah benar-benar memiliki iman yang kukuh. Aku tahu bahwa Allah pasti ada, dan bahwa Al-Qur’an benar, tetapi setiap kali aku membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang membicarakan hal-hal gaib, hatiku menjadi enggan untuk beriman. Dalam kondisi ini aku sama sekali tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku telah membaca surah-surah yang katanya melindungi kita dari setan, atau melakukan shalat nafilah (sunnah), tetapi ketika sedang mengerjakannya aku tak sungguh-sungguh memercayainya dan hasilnya pun nihil. Aku mungkin percaya, tpi kepercayaanku tak sepenuh hati; kepercayaanku goyah. Imanku goyah, celakanya tak sekedar goyah seperti yang dialami setiap orang; ini sedikit lebih kompleks. Aku senantiasa berada di batas tepi Islam –kadang didalamnya dan kadang diluarnya. Ini jalan hidup yangsungguh sukar. Mungkin setelah masuk islam anda bisa memahami kesukaranku ini. Aku tak mengerti mengapa ketika membaca ayat-ayat al-quran tentang malaikat, jin, akhirat, atau nabi isa, aku merasa enggan untuk meyakin ayat-ayat tersebut. Apakah ini karena cara pikir yang salah atau karena setan menguasaiku? Atau ini sekedar khayalanku?

30 oktober 2010
End 1:21

Masih banyak hal menarik lainnya.

Itulah keistimewaan manusia, AKAL. Yang senantiasa berpikir dan berusaha memahami. Yang harus digarisbawahi, ada hal-hal yang tidak dapat manusia jangkau dengan akalnya.
Wallahu’alam bisshawab..

[MOMEN HARI IBU] tak apa, keluarga saya memang tidak romantis :))

Tuesday, December 29, 2009 at 4:01am


KAMIS, 24 DESEMBER 2009 22:00
Sumpek liat kamar yang ga beres-beres, saya azzamkan dalam hati, INI SAATNYA BERESIN KAMAAAR!! hehe. Bosen juga tidur dalam kamar yang berantakan terus, pengen diberesin sambil ganti-ganti posisi perabotan.
Geser lemari kesanaaa.. geser kasur kesinii.. keluarin mejaa.. geser kasur lagii.. Geser lemari lagi.. ARGH SALAH POSISI! Geser kasur kesana lagi, Geser lemari lagi.. dan..
PRANG!
OOPS
Saya lupa mindahin jam dinding. walhasil pecah berkeping-keping dan membuat para penghuni rumah gempaarr.
Oke, gapapa, masi bisa dibenerin. Lanjut..

Saya bersihin semua sisi. Ngelap sana, ngelap sini. (oh ya, kalian harus coba PLEDGE rasa lemon, pembersih meubel, enak pisan :p)
--wah, ngebosenin juga nyritain prosen ngebersihin kamar¬¬¬¬¬¬—
intinya saya selesai pukul 10:00 pada hari selanjutnya. (GILE, SAMPE GA TIDUR, bisa dibayangkan kamarnya serunyem apa..)
Emang sih, kalo udah keasikan bebenah kamar, bisa ampe lupa waktu. Bukannnya sok perfeksionis, tapi kayanya sayang aja gitu kalo cuma asal ngeberesin.
YOOO 12 Jam Beresin Kamar, dan saya jadi makin hapal dimana saya naroh barang-barang, jadi gak pusing kalo nyari sesuatu.


JUMAT, 25 DESEMBER 2009 15:30
Tanpa diduga-duga, mamah tiba-tiba memperlihatkan isi SMS yang ada di hapenya sambil berkata, “Tuh kaan, mba ovie aja ngucapin selamat hari ibu..”
Oh GOD, Ya Allah!
speechless.
Merasa jadi anak yang paling tidak berbakti sedunia. Rasanya belum ada sesuatu yang dapat saya perbuat untuk bisa membalas segala kebaikan orangtua saya. Kalian semua tahu, hari Ibu adalah momen dimana seluruh keluarga dapat mengapresiasi Ibu secara spesial. Bangun lebih pagi, membuat sarapan untuk orangtua, ucapan ‘I LOVE U MOM’, bunga, hadiah, atau hal-hal lain semacam itu sebagai bentuk pernyataan cinta dari seorang anak.
TAPI SAYA TIDAK.
Saya tidak terbiasa melakukan hal-hal semacam itu. Mungkin juga karena bentukan keluarga yang memang tidak seperti keluarga lain, yang romantislah, so sweet lah, atau apapun. Rasanya tabu deh kalo bikin pernyataan-pernyataan cinta semacam itu, ‘KONYOL’, hehe.
Kalo ada acara-acara di TV yang ngomongin tentang hari Ibu, langsung saya ganti channel! hahay, malu gila. takut disinggung-singgung ama mamah. hehe.
Untuk tanggal 22 desember, asal tahu aja, sebenarnya saya juga udah punya rencana bikin sesuatu buat ibu saya, yah kartu ucapan gitu sih, tapi karena kebiasaan saya menunda-nunda waktu belajar buat UAS, saya jadi gak sempet.
istilahnya, “Boro-boro mikiran eta” :p
Walhasil, tanggal 22 desember mengalir dengan indahnya.. (maksudnya berlalu aja gitu.. dataar..)
Sempet nyesel, tapi “ya udahlah, da si mamah juga ga nyinggung-nyinggung”, jadi yaudah, RENCANA GAGAL.
EEEEEEEEH TERNYATA, MAMAH NGAREP JUGA.
I’M SORRY MOM..

**OKE KEMBALI PADA REALITA**

Saat itu juga, sambil nahan pipis, langsung saya bikin hadiah kecil. kartu ucapan plus foto-foto buat pajangan meja. Saya buat dari kartu undangan pernikahan orang-orang. saya suka ngumpulin kartu-kartu undangan. menurut saya, sayang aja kalo ga dipake atau ga dimanfaatin. Daripada dibuang, hayo? Saya pilih yang warna merah ati, dipitain, tempelin tulisan-tulisan, ama foto. O ya, karena abis beresin kamar, saya tahu dimana harus cari bahan-bahan penunjang. haha, krasa banget dah manfaat beresin kamar. ;)
edit-edit dikit, dan.. TADAAA!! hehe. (maaf gambar belum bisa ditampillkan :)

selesai pas magrib, abis itu saya langsung buru-buru pipis. (heran juga ngapain nahan-nahan pipis ampe 2 jam..)
karena bingung mau ngasiinnya gimana, dan karena foto-fotonya juga belom lengkap, akhirnya sampai malem gak diapa-apain, dan saya pun tertidur pulas..
zzzzzz


SABTU, 26 DESEMBER 2009 06:30
Mama ngajakin ke tegalega. Ikut ahh, siapa tahu kecipratan dibeliin apaa gitu. hehe. sekalian jalan-jalan sama mama, selagi bisa. Pergi nya cuma bertiga, saya, mama, bapak. Ifa ga ikut karena males katanya.
MAMA MAMA MAMA. Maaf selama ini fya sukanya ngerepotin, suka ngabisin makanan, suka ngeberantakin, suka jahat, suka ga sopan, suka jorok, suka ga ngebantuin, suka ga peka, dan.. aaaahh banyak lah..
Di tegalega kami cukup banyak mengobrol. (Asal kalian tahu, saya bukan termasuk orang yang biasa cerita macem-macem sama mama sendiri. Bukan yang dikit-dikit curhat inilah, itulah.. Kalo ga penting-penting amat, ya ngga cerita. Makanya, kadang irii banget kalo sahabat-sahabat saya lagi nyeritain mama nya. kayanya tuh enaaak banget bisa jadi ‘sahabat’ bagi mamanya. Sedangkan saya? Sulit banget buat ngungkapin apa-apa tentang mama. Yah lagi-lagi mungkin ini karena dosa saya yang terlalu banyak sama beliau, makanya saya jarang bisa melihat sisi baik dari mama saya..)
WHAT A SHAME! *
Pokonya, mama saya baik, dan lembut hatinya.
TITIK.

++++ Sorenya inget hadiah buat bapa sama mamah belom jadi ! ++++
kepengen bikin satu hadiah lagi yang khusus buat mama (krn hari bu..)
2 jam ngulik-ngulik, akhirnya diputuskan untuk dibatalkan. Rencananya buat ultah mama aja (bentar lagi juga soalnya).
malemnya langsung ke warnet buat nyetak foto.
sip jadi!
AARRRGGHH udah kemaleman, mama bapak udah tidur.
masa mo diganggu?
“BESOK BANGUN PAGI YA! SOALNYA BAPAK MAMAH MAU KE JATINANGOR PAGI-PAGI” kata Ifa, adek saya, yang akhirnya ikut riweuh dalam proyek ini.
yoweis dah, besok pagi aja ngasiinnya.
bahhh, telat amat yak?


MINGGU, 27 DESEMBER 2009 04:30
Karena kamar saya rapi banget (haha sombong), dan jiwa kreatif saya muncul. pengen bikin pajangan kamar ah. Biasa, cewek kan sukanya poto-poto, makanya saya pigurain dah tuh fotobox2 jaman heubeul.
berbekal dupleks, kertas HVS warna, gunting, solasi, dan spidol, JADI DEH!
haha. jam 7an mama ama bapak udah tereak-tereak nyuruh matiin ‘mejikjer’ (udah pada mo ke jatinangor)
Oh oke, si ifa belom bangun, dan hadiahnya juga ga mungkin dikasiin sekarang. yasuda, sore aja deh entar..

****DAN ternyata orangtua saya baru pulang sekitar magriban
ni kapan nih ngasiinnya..?
canggung banget dah mo pake cara apa.
GA KEBAYANG!

akhirnya si ifa ngasi ide, “udah, suruh si caca ama icha aja yang ngasiin”
OH YEEEHH! BRILIANT!
*caca icha = keponakan

“caca, icha, sini! Ini, kasiin ke ‘nin ama embah, bilang dari tante fya ama tante ifa.”
haha. perfektoo. kayanya bakal dramatis niih.
mereka jalan menuju kamar mama bapak saya..
1..
2..
3..
kejadiannya cepat sekali!
saya bahkan tak sempat menghela napas!
caca icha bener-bener cuma ngasiin doang, mama megang bentar, trus diambil lagi sama mereka, dibuka, trus kesenengan ngeliatin ada foto mereka disana. --_____--

seketika sgala bayangan saya tentang:
mereka nangis terharu-biru, nyium kening, untaian kata-kata penuh terimakasih terucap,
LENYAP


mereka cuma tersenyum simpul, sambil ngomentari caca ama icha nya


SAKIT
hehe.
Tapi ga peduli lah,
saya paham emang keluarga saya tidak romatis atau dramatis malah tiis (hehe),
setidaknya, saya percaya, dari palung hati terdalam, mereka menghargai hasil karya kami.
:’)

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

SINGKATNYA
Saya sayang dan berusaha semakin dekat pada mereka
mohon doanya supaya saya bisa semakin terbuka pada orangtua saya
tidak peduli seberapa cerewetnya mereka, gapteknya mereka, nyebelin, tiis, dll,
Saya sadar bahkan saya lebih cerewet ngeles nya, ‘gaptek’ dalam pekerjaan rumah, lebih nyebelin lagi, lebih tiis dan kurang peka.

Mungkin hanya bisa lewat kata-kata
Mohon maaf yang sedalam-dalamnya.

* * * Cahayamu tak kan pernah berhenti menyinari hari-hari kami.. * * *
LOVE YOU MOM, DAD..


ps : sampe akhirnya ngasi itu pun saya ga berani ngucapin ‘selamat hari ibu’
ckckckck.


(ditulis setahun yang lalu, ga kerasa udah mau hari ibu lagi, sekarang mau ngapain yaa?)
:D

KEMANA LARINYA 17 TAHUN USIAKU?? (bukan momen ultah)

Sunday, November 8, 2009 at 10:46am

RASANYA JANTUNG INI MAU COPLOK

"Kami panggilkan peserta pertama, HAJAH SOFYAMARWA RACHMAWATI, dari cabang tartil, yang akan membacakan al-qur'an surat An-nisa dari ayat 88..."

cess..
rasanya sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya langsung maju ke depan sambil membawa mushaf dan jantung yang berdegup makin kencang.

ya,
SABTU, 7 NOVEMBER 20009
saya mengikuti olimpiade al-qur'an yang diselenggarakan mesjid salman itb.
Ikhwan di uji di ruang utama mesji salman,
akhwat dipisah di GSG salman.
Hadiah yang diperebutkan mencapai 8 juta, dan bagi pemenang akan dapat pembinaan lanjutan untuk dikirim ke lomba MTQ NASIONAL di MAKASSAR.
(subhanallah..)


Oh, tidak, tidak.
Saya bukannya merasa gaya, jago atau hebat mengikuti olimpiade ini.
tidak, tidak sama sekali.
dengan bermodal nekat dan keinginan coba-coba, saya pun akhirnya mendaftar.
(hehe. gada salahnya kan? )

Entah beruntung, entah sial, entah apa.
Saya dapat urutan paling pertama, yang berarti, saya jadi tidak bisa melihat dulu bagaimana teman-teman akhwat saya tampil ke depan.

Awalnya, saya sempat ciut dan ingin mengundurkan diri.
tentu sajaa! olimpiade ini diikuti oleh peserta yang cukup banyak.
dan saya yakin benar bahwa kemampuan mereka jauh sekali di atas saya.
(huff)

tapi, entah magnet dari mana yang membuat saya tidak bergeming dan tetap pada pendirian untuk tetap mengikuti lomba ini.
tidak peduli bagaimana hasilnya, saya hanya mencoba.

Dengan gemetar dan jantung berdegup kencang, ayat demi ayat berhasil dilalui.
sampai akhirnya juri memukul palu 3x tanda berhenti.

fyuuhhh,,
beres juga.
L E G A
yah walaupun saya sama sekali tidak puas, setidaknya semua sudah berlalu.

satu per satu peserta lainnya dipanggil.
dan subhanallah..
bacaan mereka indah..
perlahan namun pasti..
makhrajnya tepat..
hafalan qur'an mereka banyak..
(T_T)


Ukhti sayang,
saya jadi malu pada diri sendiri..
SUDAH 17 TAHUN LAMANYA SAYA HIDUP,
NAMUN, APA YANG SUDAH SAYA PERBUAT???

KEMANA LARINYA SEMUA USIA ITU
SAMPAI-SAMPAI SAYA TERUS MENCARI ALASAN UNTUK TIDAK MENGKAJI QUR'AN
DENGAN LEBIH BAIK?

INGAT BAHWA KELAK USIA KITA AKAN DIMINTAI PERTANGGUNGJAWABANNYA!

astaghfirullah..
mata ini meleleh,
rasanya tak sanggup untuk berkaca dan melihat pantulannya.
betapa kotor cermin itu, atau jiwa ini yang kotor?


**************************************

tidak muluk-muluk sampai berharap menang.
bukan pesimis, karena ini bukan tentang itu.
ini tentang renungan diri.

semoga dapat terus jadi motivasi dan suntikan semangat,
bukannya hanya rangkaian kata-kata yang selepas ditulis lalu terlupa

saya bersyukur dikelilingi oleh para calon bidadari surga..
semoga saya dapat jadi bagian dari kalian.

Amin..
:)

(ditulis hampir setahun yang lalu, saat olimpiade al-quran. Tidak terasa usiaku sudah bertambah satu..)

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...