Friday, December 24, 2021

Kehamilan Trimester Pertamaku Di Jepang

Alhamdulillah..
Allah kasih karunia luar biasa buat kami sekeluarga. Belum sempat bahkan menuliskan kisah perjalanan kami sampai ke Jepang, juga kisah keguguran di 2019 lalu, kini sudah ada episode baru yang Allah ingin titipkan.

10 Desember 2021
Hari itu kepalaku terasa berat. Tapi diri ini sekedar memaklumi diri, oh mungkin karena semalam meeting zoom sampai tengah malam, dilanjut mengerjakan pekerjaan lain, dan mempersiapkan makan untuk suami baito sebelum subuh. Praktis hanya tidur setelah subuh hingga sekitar pukul 8 JST.

Sebetulnya sudah ada feeling karena haid juga terlambat 4 hari, tapi rasanya diri tak sanggup buat sekedar collect urine dan testpack. 

Udah mulai ada rasa mual muntah, tapi masih berpikir mungkin karena minum jus jeruk tanpa makan dulu. Ya, aku ngga ingin geer duluan :)

Sabtu, 12 Desember 2021
Seperti biasa, setiap hari sabtu kami ada kelas belajar nihongo di International Lounge sekitar pukul 9-11.30 (plus perjalanan) dan suami full agenda mentoring online. Sambil agak lemes dan mual muntah, aku langsung test urine dan masyaallah tabarakallah positif.
Kalau ditanya test pack nya beli dimana, ini udah sengaja aku beli di Indonesia 4 pack hehe.

Alhamdulillah kami semua bersyukurπŸ€—
Yang lucu responnya suami, saking udah lamanya, pas disodorin test pack beliau lupa garis 2 itu artinya apa hihihi. Iday juga awal awal termasuk yang ngga mau punya adik. Dia ada semacam mindset sendiri kalo anak kecil itu ngga bisa diatur (pernah liat anak tetangga yang masih kecil, yang belum bisa sepenuhnya ikut instruksi #yaiyaa hihi).


Rabu, 15 Desember 2021
Akhirnya kami kontrol ke RS, Iriyoo senta. Ada dokter obgyn favorit orang indonesia disini, karena perempuan dan biia bahasa inggris 😘 Karena cukup jauh, kami bertiga naik bus kesana sekitar pukul 9 dan sampai rumah sekitar pukul 14. 

Alhamdulillah sudah terlihat kantung kehamilannya dan dede fetusnya juga mulai terlihat :) Detail serba serbi pemeriksaan aku share di postingan berbeda aja yaa.
hasil USG Transvaginal.

Sejak saat itu hingga saat ini 
25 Desember 2022, qadarullah kehamilan kali ini awet sekali mualnya. Muntahnya sesekali, karena aku ngejaga banget supaya makanan yang masuk ngga keluar. 

Bunda hampir sepanjang hari mual, dan sangat mudah sakit kepala, dengan badan lemas. Yang biasanya jarang minum panadol, sekarang dalam 2 bulan ini aja udah makan 2 tablet panadol masyaallah. Rebahan banget..

Tapi ya memang setiap kehamilan punya cerita sendiri ya. Karena ada riwayat keguguran, jadi emang perlu lebih menjaga, qadarullah kondisi saat ini pun belum bisa selincah saat hamil iday dulu.

Seperti biasa memang nafsu makan jadi menurun. Makan yang nyaman itu kentang goreng, pisang dikasi cokelat, ayam goreng, makanan berkuah, telur rebus, icecream, yoghurt, jus.

Dan kali ini bunda sangat sensitif dengan bau bau an πŸ™ˆ 
Telor ceplok ngga bisa
Bawang tumis langsung mual
Minyak harus baru
Bau cuka ngga kuat
Daging sapi lada hitam ngga kuat
Salmon goreng ngga kuat
Bau keringet iday juga padahal biasanya biasanya biasa ajaaa πŸ™ˆ

Akhirnya bunda pesen essential oil peppermint now yang seger buat sesekali dihirup.

Poatingan kali ini bunda nulisnya kilat dulu ya, supaya ngga lupa. Insyaallah nanti diupdate terus ya πŸ€—♥️

Jumat, 21 Januari 2021
Alhamdulillah di UK 11 week ini, tepatnya sejak tanggal 14 januari an, mual muntah bunda mulai berkurang. Bunda belum tahu, apakah ini karena efek bunda mulai sering keluar rumah buat jemput kakak iday dan menghirup udara segar, atau memang karena hormonal.

Per 19 januari juga udah mulai makan nasi sementung, karena pesanan rendang dari tante ami juga udah dateng πŸ˜†πŸ˜† masyaallah nikmatnyaaaaaaa..

Berat badan bunda menurun, total 1.5kg penurunannya dari sebelum hamil. Tapi alhamdulillah kondisi pertumbuhan dede janin baik..

Bunda amaze banget Allah tuh ngga pernah lepas perhatiannya ke kita. Di saat bunda ngurus diri aja repot banget, udah pasti ngga akan bisa kalau disuruh menumbuh kembangkan janin sendiri, tapi Allah yang Maha Baik udah ngatur itu semua 😭


Tuesday, November 16, 2021

INSIGHT MBA - PERCAYA, Miliki Target dan Percayai Prosesnya

Marketing VS Selling

Marketing : Output nya Kolam, Personal Branding

Selling : Outputnya Closing

Bangga dan Berdaya : No Selling, Dying (DEP)


Allah memberikan pada kita 3 poin yang tak terpisahkan. 

1. Peranan

2. Tugas

3. Sumber daya

Ketika kita punya peranan, kita punya tugas, dan tugas kita membutuhkan sumber daya yang sudah Allah titipkan pada kita untuk dimaksimalkan. Terkadang setelah jauh memutar mencari, ternyata sumberdayanya ya adalah diri kita sendiri, atau dari lingkungan sekitar kita. Sejauh mana kita bisa menggali, menemukan dan memaksimalkannya


5 Levels of Leadership (Maxwell)



1. Position (rights) - Orang mengikuti kita karena mereka "HARUS"

2. Permission (relationships) - Orang mengikuti kita karena mereka "MAU"

3. Production (results) - Orang mengikuti kita karena apa yang kamu lakukan untuk organisasi

4. People Development (reproduction) - Orang mengikuti kita karena apa yang kita lakukan untuk mereka

5. Pinnacle (respect) - Orang mengikuti kita  karena siapa diri kita dan apa yang kita tampilkan


PAHAMI HAL ESSENSIAL DALAM HIDUP

Tantangan setiap jaman berbeda, dan sebagai orangtua kita tak bisa menutup mata atas itu semua. Pahami perkembangan jaman yang ada, bekali diri dan anak-anak dengan hal-hal esensial sorang hamba, seorang manusia. 

Nikmati proses gagal dan berhasil. Gagal bukan diri tak berarti, berhasil bukan berarti mulia


MILIKI TARGET

NIKMATI PROSESNYA


Cepat atau lambat bukan ukuran kita

Yakinlah waktu yang tepat adalah kondisi terbaik



INSIGHT


Alhamdulillah bersyukur banget bisa dapat sharing bermanfaat dari teh ririn dan dari teman-teman EPC lainnya. Jadi merefleksi kembali tentang bagaimana posisi diri ini menjalankan amanah sebagai leader tim. Terkadang kita merasa pernah ada di posisi yang prima, namun itu bukan kemuliaan. Sama halnya saat kita sedang dalam kondisi yang kurang baik itupun bukan suatu hal yang tak berarti. Jalani dan nikmati prosesnya dengan perlu tetap mengacu pada tujuan.

Belajar dari teman-teman yang lain bahwa memang terkadang kita dihadapkan pada kondisi yang tidak terduga dan perlu terus menyesuaikan diri. Entah kita sedang berada di atas, di tengah, atau bahkan di bawah sekalipun, ketika kita berani mengungkapkannya dan berbagi rasa, ternyata bisa menghangatkan sudut hati saudara-saudara kita.

Tetap lakukan amanahmu dengan benar.


Semoga Allah memberkahi segala proses bertumbuh kita dan saudara-saudara kita semua.


Kanazawa, 16 November 2021

Pukul 03.33 Dini Hari



Monday, November 15, 2021

Insight Nonton Drakor : Bukan Kebanyakan Drama atau DramaQueen, Kayanya Hidupku Kurang Drama (Jadi Butuh #eh)



BIsmillah
μ•ˆλ…•ν•˜μ„Έμš”
annyeonghaseyo!


Pastinya takjub kaan wanita semacam aku nyapa pake bahasa korea, haha
Tenang aku cuma searching di google dan copas aja kok hihi.

Padahal saat ini aku udah hari ke 20 berada di Jepang tapi belum mengalirkan rasa mengenai itu ya disini. Gapapa deh ya satu persatu. 20 hari disini cukup jadi hari-hari yang "sibuk" buat aku pribadi. Next post kapan kapan aku cerita deh yaa <3


Sebelum ini aku bukan seseorang yang addict sama hal tertentu. Disaat orang-orang jadi fans berat perjepangan (anime, dorama, manga dan sebagainya) aku biasa aja. Disaat jadi emak-emak dan pada doyan nonton drakor sampe hapal orang-orangnya, aku juga biasa aja. Bukan karena apa-apa sih, aku cuma mengkhawatirkan diriku yang kalau udah nonton sesuatu dan suka, pasti ditonton sampe habis. kebayang kan kalau belasan episode drakor bakalan aku tongkrongin? Cucian, masakan, anak, grup reseller, dll udah pasti dilalaikan. Jadi ini karena tau kapasitas diri aja yang belum bisa memanage nya.


Jujur awalnya sempet penasaran sendiri, kok ada ya yang bisa maraton, ngikutin, bahkan hapal sama semua jalan cerita drakor. Sampai akhirnya mulai tau rekomendasi drakor bagus yang genrenya kusuka, langsung ku tonton marathon hihi

Prestasi Nonton Drakor selama jadi emak-emak 7 tahun:

1. Birthcare Center

2. Squid Game

3. Hometown Cha-cha-cha

keren kann, ini keluar dari zona nyamanku, berani nonton aja meskipun masih tetep ada guilty feeling karena nonton nya marathon wkwk.


Manteman Pernah denger istilah DramaQueen/ "Hidup Lo Kebanyakan Drama",  ngga sih?

Hal itu pernah aku denger dan aku jadi bener-bener waspada supaya aku ngga menjadikan hidupku lebay atau kudramatisir. Aku tipe yang berusaha datar lempeng lurus apapun kejadian yang kualami. Aku ngga mau dilihat orang sebagai orang yang lemah karena "hal" kecil doang. Satu sisi kuanggap itu hal positif, tapi disisi lain, rasanya kok aku malah "mematikan" saraf "rasa"ku sendiri ya?

Jadi disini aku jadi paham, bahwa sebuah nasihat itu mungkin ngga selalu cocok untuk semua orang. Dan tanpa sadar kadang kita ngga tahu apakah nasihat itu beneran cocok buat kita atau enggak, tapi tetep kita dengerin bahkan praktekin. 

Kadang aku ngerasa "nonton" itu adalah sebuah "kesenangan" yang mengganggu produktivitas, bahkan membuang waktu. Padahal ya aku suka, karena banyak hikmah yang didapat langsung secara multimedia. Kebayang kan dengan mindset semacam itu, nonton drakor bukan jadi opsi ku saat ini.

Tapii, di titik ini aku jadi sadar, bahwa, aku yang "garing" ini ya sebetulnya butuh hal-hal semacam itu.
sesuatu yang bisa "menghidupkan rasa kemanusiaan". Inget banget jaman SMP masih suka baca novel teenlit percintaan, persahabatan. tapi semenjak agak gedean dikit, ko rasanya hal semacam itu jadi ngga kulirik.

Ya ngga salah juga sih, namanya perjalanan hidup ya.
toh dari sini aku juga bisa belajar.

Aku justru ngerasa ko cara ku menghadapi hidupku berasa kurang drama yaaa, 
bukan, aku bukan berharap ditambah ujian sama Allah. Aku cuma sadar kalau aku butuh lebih "hidup" dalam merespon setiap kejadian dalam hidup, lebih "pake hati" merespon manusia yang lain. Harapannya dengan ngeluangin waktu buat nonton hal semacam ini bikin diriku ngga kaku-kaku amat kaya tembok ya hihi.


BELAJAR BISA DARI MANAPUN

Kalau dipikir belajar enak dari buku, emang bener. Tapi ada hal-hal lain yang emang ngga secara instan kamu dapatkan sekedar dari buku. Jadi ya buku itu penting, tapi belajar melalui film juga boleh aja. 

Contoh kecil di film Birthcare Center, aku jadi lebih paham sebetulnya hal-hal yang pernah kualami semasa jadi ibu muda itu sesuatu yang lumrah terjadi, aku juga jadi tahu bahwa ada segudang permasalahan lainnya yang aku belum tahu, aku juga jadi tahu bagaimana contoh ideal / hal baiknya.

Atau di film Hometown cha-cha-cha aku jadi belajar gimana sih hubungan 2 orang yang stranger itu bisa sampai jadi sebuah pernikahan (btw kan aku taaruf soalnya proses nikahnya meskipun udah kenal hihi), gimana "pacaran" itu (jadi inspirasi buat pacaran halal setelah nikah kaan haha), atau gimana rekatnya persahabatan, dan masih banyak lagi lainnya.

Yang sebelum nonton itu, karena aku orangnya lempeng, ngga terlalu aku ambil pusing.
Ya intinya jadi terisnpirasi lah yaa

Dalam kehidupan nyata kan ngga semua orang punya akses untuk melihat/ mempelajari berbagai jenis hubungan antar-manusia ya. Kadang contohnya hanya kita lihat dari orangtua atau keluarga aja, tapi kita "kurang jauh mainnya" jadi ngga banyak referensi. Menurutku itu salah satu perwujudan dari iqra sih, bukan sekedar baca  buku aja kan ya, tapi baca kondisi sekitar. Dan lagi pandemi gini kan kadang terbatas ya, jadi manfaatin video atau film inspiratif hihi.


Jadii

Disini aku cuma mau bilang bahwa selama itu bermanfaat buat kita dan kita yakin, ya jalani aja.
Penting untuk tahu batasannya, jangan berlebihan tapi juga ngga perlu terlalu ketat.

Tugas kita menghimpun hikmah yang berserakan

Tujuan akhirnya ya tahu sendiri kan, supaya kita jadi manusia yang lebih baik, yang bisa jalanin amanah dari Allah dengan sebaik-baiknya.
Udah dulu ah, mau nulis yang lain lagi hihi, dadah!



Selasa, 16 November 2021

00.24 

Cihuy bisa begadang! 





Thursday, October 21, 2021

Resume Diskusi Sekolah SD di Jepang

*DISKUSI SD DI JEPANG*
narasumber : mba vika @heningperwita

Saya tambahkan sedikit info yg saya dapat siang ini, Mba Vika ini aktif menulis yah.. sudah ada 3 buka tentang parenting dan kehidupan mamah mamah.. selain itu banyak menulis tips ttg hidup di Jepang.. hari ini salah satu tulisannya direpost salah satu tokoh kepenulisan parenting di Yogyakarta..

Buat awalan, ini saya disclaimer dulu yak πŸ™πŸ˜„

Saya share apa yang saya alami dan saya bisa saja. Dan hanya berlaku untuk wilayah saya di Onojo-Shi, Fukuoka-Ken. Karena setiap ward office bisa jadi berbeda perlakuannya.

Sebagai gambaran. Anak pertama saya pindah ke Jepang saat kelas dua SD. Lalu yang kecil, perempuan masih umur empat tahun saat itu. Sekarang yang besar sudah kelas empat, yang kecil baru saja masuk kelas satu. Anak kedua saya tidak TK Jepang, hanya ikut english school semacam day care berbahasa inggris, jam 14.30-18.30 saja. Pertimbangan saya tidak masuk TK Jepang, karena saya tidak ingin banyak merepotkan orang Jepang, mengingat saya tidak bisa bahasa Jepang, toh saya juga di rumah saja. Maka english school yang saya pilih bersama suami, supaya saya tidak cengoh (hehe), dalam artian bisa ngobrol dengan teachernya, mudah mengetahui perkembangan anak. 


Silakan jika ada kegaulauan yang ingin dibagi

1️⃣
Alur administrasi pindah SD di Jepang itu gmn? Misal anaknya kelas 2 SD, usia 8 tahun kurang, mau naik tanggung, mau turun tanggung..

*Jawab*
Ngga ribet
Coe dkk dituker dengan resident card (KTP JEPANG). Bawa ke balaikota Ward Office (2pekan).
Melaporkan diri bahwa sudah tiba di jepang, tinggal dimana. Lapor alamat.

Anak usia berapa, SD dicarikan yang terdekat rumah.

Ditemani staff wardoffice, plus translator (karena sama sekali gabisa bahasa jepang). 

_Jadi warga negara, yang ngurus ya negara. Rakyat tinggal menikmati aja. Pajak tinggi karena rakyat beneran dilayani. Manut_

SD SIMPLE BANGET
Ngga dilihat raport akademis. Tapi ditanya kebiasaan, gaya anak (aktif/pendiam), kepribadian, kesehatan (alergi makanan/dingin).

2️⃣ 
Mba, bisa share proses adaptasi anak masuk SD yg awalnya tidak bisa bahasa Jepang sama sekali? 

Untuk dokumen dari Indonesia yg harus dibawa dari Indonesia apa saja? Saya dengar bawa riwayat imunisasi ya

Untuk SD negeri, biaya lain2 apa yg keluar setiap bulannya?

*Jawab*
Proses adaptasi anak pasti beda beda, ibunya yang perlu ngerti mereka gimana. Kasih pemanasan panggilin guru bahasa jepang di solo. Anak mudah ngerti karena adaptasi dari bahasa inggris (katanaka)

Dokumen : ngga diminta karena sebenarnya CoE udah lengkap kan ya. Udah terintegrasi untuk semua sistem di jepang. 

SD hanya bawa catatan imunisasi.
Vaksin ketat, ngga mau ditulari banget. Sama sekolah diminta test TBC, ada rekomendasi klinik untuk test lengkap.

Biaya setiap bulan : spp jepang murah (gratis). Yang ngga murah itu perlengkapannya, misal tas khas jepang randoseru (awet banget dipake kelas 1-6) dari 20rb-140rb. Solusi cari di amazon yang online, dapet diskon dari 18rb jadi 8rb, jadi 12rb.

Baju olahraga wajib seragam. 
Kaos olahraga celana dan topi 5500/anak (emang bagus banget) ada musim panas dan musim dingin.

*Buku* gratis dari sekolah ada
*ATK* Buku tulis, alat tulis, gunting dll 5500/orang
*makan siang* susu kroscek dulu susu apa (tanya merk nya apa pilih yang 100%) nagatoshi murah banget pokoknya. Makan siang bento sendiri biar aman.


3️⃣ Vioni
Izin bertanya mba 
Untuk mgejar belajar agama (sholat, ngaji dll), kpn kira2 mba? Pagi atau sore atau pas wiken mba? 
*Dulu pernah mba rekomendasiin buku ngaji makasi mba

*Jawab*
Belajar agama di jepang itu harus mandiri banget. Jujurly belum bisa ngajarin iqro tiap hari. Paling sepekan sekali. 1 lembar aja udah alhamdulillah banget.

Anak udah pulang jam 3/3.30 sore. Diajak main ke taman terdekat sampai jam 5/6. Udah cape. Peer SD jepang itu banyak. 

Math : latihan soal tujuannya Biar si anak lancar mengerjakan matematika.

Bahasa jepang : supaya terbiasa menulis kanji. Anak aktif biasanya bosen, karena suruh ngulang terus.

Semoga nanti udah bisa ke masjid pas ngga corona ya.


4️⃣
Pertanyaan: 
Nanti kalau anak kembali ke Indonesia, gimana rencana matrikulasi pelajaran2 sekolahnya

Belum ngalamin.
Cari sistem sekolah yang ngga terlalu jomplang sama jepang. Jepang manusiawi sekali, 
Ngga ada ranking. 

5️⃣
Pertanyaan:
Untuk Ibu yg tidak bekerja, apakah boleh sewaktu-waktu menitipkan anak di daycare? 
Tips untuk cari daycare Mba

*Jawab :*
Kalo bisa bahasa jepang, BEBAS.
Kalo gabisa, ngga mau ngerepotin  orang lain. Fokus mempersiapkan faira masuk sd, cari daycare yang bahasa inggris, supaya bisa ngobrol sama teacher nya. Pilih jam siang supaya banyak ketemu orang (karena fokus buat sosialisasi).

Kalau yang sekolah nya perempuan, pasti akan dicarikan daycarenya. Segala kebutuhan kita oleh ward office akan di list. Insyaallah udah disiapkan.

6️⃣
Pertanyaan:
Kalau awal mula tinggal di Dormitory kampus terus pindah ke Apato yg daerahnya beda dgn Dormitory, sekolah anak pindah juga atau gmn Mba

*jawab*
Kalau pindah apato, sekolah anak ikut pindah. Dengan catatan apato kita letaknya tidak berada di wilayah apato lama. Sistemnya zonasi. Radius 2Km. Asumsi saat anak berjalan kaki pulang pergi itu masih kuat. Gerombolan berangkat dan pulangnya, yang seblok bareng. 

Fadli : Di sekolah itu dikenalin sama komputer. Tapi programing sederhana. Bukan games ato medsos. Malah disuruh ati ati sama sekolah. Waktunya tergantung kelas nya, misal kelas 2 itu 1x per semester, kelas 3 bisa beberapa kali 

7️⃣
Maaf thriller dikit πŸ˜„
Angka bunuh diri di kalangan SD meningkat sejak pandemi, apa anak2 tanya apa itu bunuh diri?

*jawab*
Serem banget, malah baru denger.
Perasaan ngga setres amat. Di jepang ngga ada sekolah online. Jepang itu negara yang bisa bikon teknologi macem macem. Anak sd dikenalin sm gadget gitu malah belum.
Gadget diajarkan untuk mencetak creatorπŸ”₯😍


#resumehajah

Saturday, October 2, 2021

Syukurku Menjadi EPC Tigaraksa di RKTIM

“Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” 
(Madarijus Salikin, 2/244).

Alhamdulillah 
Pagi ini aku sangat bersyukur dengan segala yang telah kau berikan padaku, Ya Allah.
Khilafku yang tek selalu ingat mensyukuri segala nikmatmu, maka Ampuni hambamu ini..
Jauhkan hamba dari kekufuran..

Alhamdulillah
Ini waktunya aku menulis beraneka rasa syukur yang selama ini tak pernah tertuliskan disini.
Sudah hampir 3 tahun ini hajah menambah amanah baru sebagai Pebisnis. Jaraang sekali saya sempatkan menuliskan tentang apa yang saya jalani sekarang, karena ada rasa 'segan' untuk mengekspos nya. Tapi insyaallah, mulai sekarang akan lebih terbuka lagi, karena menulis itu bagian dari menyampaikan hal hal yang bermanfaat dari yang kualami, sekaligus penyampaian rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan.

Alhamdulillah sebagai Ibu Rumah Tangga, saat ini hajah berkarir di PT. Tigaraksa Educational sebagai EPC. Alhamdulillah pencapaian tertinggi sudah dua tahun kemarin berhasil juga mencapai Reward Annual Conference di Bali dan di Jakarta, serta menggapai reward Short Trip ke Singapore-Legoland Malaysia. Allahuakbar, belum pernah terbayang akan bisa keluar Negeri dengan pencapaian pribadi.

Alhamdulillah juga, sesuai mimpi di awal, lewat wasilah Tigaraksa dan RKTIM, perpustakaan kecil buat anak bisa terwujud, bahkan lebih dari yang pernah dibayangkan. Saat ini alhamdulillah haidar (4,5 tahun) dan insyaallah tumbuh kembangnya baik. Udah kritis, dan seneng buat nyerita macem macem.


Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia
.” 

(HR. Abu Daud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954. 
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Terimakasih ku haturkan pada Teh Ririn, kakak kelas ku di SMP, di SMA, dan yang kini menjadi Leaderku, jadi tempat ku berbagi.
Ngga ada hal yang bisa membalas semua kebaikan beliau, semoga Allah memberikan selalu keberkahan pada kehidupannya.

Ditulis 7 Mei 2021 dalam sebuah draft yang tak selesai
Dirilis saja, revisi kemudian :)

Monday, July 26, 2021

Review dan Insight Film Hichki

sumber gambar

Alhamdulillah, halo semuaaa!
Kali ini insyaallah aku pengen nulis insight yang kudapatkan dari Film Hichki.

Sebetulnya sama seperti sebelumnya, ini merupakan tugas dari buped hihi. Tapi meskipun tugas, aku ngerjain ini dengan senaaaang hati. Karena ini tugas pilihanku : nonton! 

Seperti teman-teman tahu, dalam kondisi banyak kerjaan ~yang ngga kelar-kelar ituh~ menonton sebuah film durasi 2 jam itu kadang menimbulkan guilty feeling. Padahal sebetulnya selama kita tahu porsi waktunya, bermanfaat dan ngga berlebihan, ngga apa apa juga yaaaa 😘😘😘

KESAN FILM HICHKI MENURUTKU...
Inspiratiiiiif! Recomended banget buat ditonton para pendidik, baik itu orangtua maupun guru. 

Jadi ceritanya, film ini menceritakan seorang bernama Naina Mathur Lulusan S2 Magister Sains yang sangat memimpikan untuk menjadi Guru. Ironisnya, dia ditolak di banyak sekolah karena ia mengidap sindrom Tourete, sebuah kelainan neurologis yang membuat pengidapnya ngga bisa mengendalikan anggota tubuhnya.

Muncul gerakan-gerakan dan bunyi-bunyian seperti cegukan, dan bertambah banyak jika ia dalam kondisi tertekan. Sindrom tourete ini kabarnya memang tak bisa diobati, tapi setelah film ini saya sedikit cari-cari tahu, ternyata kadar nya berbeda beda, dan yang parah sekalipun bisa dilakukan treatmen ke otaknya (untuk biaya nya aku kurang tahu, tapi biasanya kalau terkait saraf/otak sama sekali ngga murah ya)

Hal yang menarik buatku, adalah bagaimana  dia bisa menjalani kehidupannya dengan tetap baik meskipun dia mengidap sindrom tourete.

Padahal ada hal-hal buruk yang terjadi di masa lalu hidupnya
1. Dia ditertawakan teman sekelas nya saat ia terus mengeluarkan suara suara tersebut.
2. Dia dikeluarkan oleh belasan sekolah karena dianggap mengganggu proses pembelajaran
3. Dia dianggap "tak normal" oleh ayahnya sendiri, dianggap memalukan, sejak kecil hingga besar.

Hal Positif yang menguatkan dirinya di masa lalu
1. Meskipun ayah dan ibu bercerai, ibunya sangat mendukung dirinya, begitupun adiknya
2. Ia pernah mengenal sosok guru inspiratif di sekolahnya yang membesarkan hatinya, menjadi bibit-bibit mimpinya untuk menjadi guru

Menariknya, di masa Dewasa, ia menjadi sosok Wanita yang Kuat dan Pantang Menyerah.

Ditempatkan di sebuah kelas dengan 14 anak yang 'bermasalah' (dianggap tidak pintar, tidak layak, hopeless). Pada awalnya Naina mendapat perlawanan juga dikerjai anak anak muridnya. Tapi sebagai pendidik, ia percaya bahwa anak anak itu bisa dididik dan bisa dipercaya. Dan menurutku itu sih kunci dari keberhasilan pendidikan.

Dalam ceritanya, diperlihatkan up and down nya sebuah proses pendidikan, jadi sebagai penonton kita seolah ikut dibawa perasaan, dan jalan ceritanya tuh apik banget ngga terduga!

INSIGHT

1.  Keterbatasan diri bukan sebuah penghalang.
Jelas banget ya ini, ibaratnya Ibu Naina aja yang punya 'kelemahan' tetap punya sikap dan prestasi keren. Mau mengejar cita-citanya jadi guru dan bahkan bukan sekedar guru akademis biasa.

2. Kepercayaan pada anak didik adalah sebuah kunci.
Udah tertanam banget dalam mindset bu naina ini, bahwa setiap anak itu punya kekuatannya masing-masing. Dia membesarkan hati dan mengingatkan anak anak muridnya untuk meraih cita-cita mereka.

3. Mengenal anak didik luar dan dalam.
Waktu pertemuan dengan orangtua murid, tak ada yang datang. Akhirnya ia datang ke setiap rumah anak didiknya (atas ide guru rivalnya) dan jadi tahu mengenai kehidupan mereka. Bahwa kemiskinan membuat mereka sulit untuk memprioritaskan pendidikan anak-anaknya, bahwa sehari bekerja bagi mereka adalah hal sangat berharga, dan bahwa untuk mendapatkan air dan makanan saja mereka berebut.

4. Dalam proses, akan selalu ada ujiannya.
• Ya, bayangkan seorang guru yang sudah melindungi anak anaknya, tetiba ada masanya anaknya "mengkhianati" kepercayaan, atau "menyerah" dengan cita-cita mereka. Pasti akan ada rasa kecewa, tapi ia terus memberikan kepercayaannya.
• ujian kejujuran
• ujian kecurangan

5. Berani berbeda, selama itu benar
Saat mengajar anak-anak spesial itu, bu naina juga pede mengajar dengan cara spesial, tidak dengan cara konvensional. Dia tahu dan yakin apa yang dia lakukan, akan membuahkan hasil. Meskipun bagi sebagian orang caranya dianggap aneh, bahkan diremehkan.

6. Bertanggung jawab pada apa yang sudah diperbuat
Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Tak cukup sekedar minta maaf, harus punya kapasitas untuk memperbaiki keadaan.

7. Setiap yang mau berusaha, pasti Allah berikan hasil terbaiknya
Dengan segala perjuangan mereka, akhirnya mereka semua bisa membuktikan pada dunia bahwa mereka semua itu layak dan lulus, bahkan bisa menjadi lulusan terbaik 

8. Apa yang tanpa sadar kita tanamkan pada anak-anak, terkadang itulah yang mereka amalkan.
Bagian ini menurutku paling bikin merinding. Sebetulnya udah sejak awal terlihat betapa Pak Guru yang satunya itu orangnya saklek banget dan ambisius. Hasilnya ya bagus, anak anak punya prestasi yang baik. Tapi, di endingnya diperlihatkan bahwa ternyata anak didik nya bisa salah mengambil value nya. Jangan sampai sekedar ambisi prestasi membuat mereka menghalalkan sebuah cara demi mendapat tujuan tertentu.

Masih banyak insight yang ingin aku tuliskan, insyaallah nanti dilanjut ya !

Sunday, June 20, 2021

Kehilangan Memori

Bismillah..
Nyaris tengah malam, dan udah lama rasanya ngga mampir kesini, jadi alirkan saja yang ingin dialirkan. Gapapa yaaa :)


Mau sedikit cerita tentang makna memori buat aku.

Malam ini lihat postingan father's day orang orang. tadinya niat posting juga ~ikut-ikutan~ tapi kayanya bakal makan waktu lama karena perlu milih dari dokumentasi yang udah lampau. 9 bulan LDM an udah ngga ada foto yang real gitu iday sama ayahnya #sad hihi

Meluncurlah ke google photo, tempat dimana foto foto lawas aman tersimpan. 
ngga semuanya sih kayanya, karena ada beberapa waktu yang entah kenapa skip ngga ada datanya.

Buat manusia semacam saya yang cukup mudah lupa pada banyak hal, dokumentasi lama berupa foto, video, atau tulisan adalah suatu yang berharga. Ketika udah ngga bisa diakses di otak, dokumentasi di luar otak akan sangat membantu saya mengakses memori itu. sayangnya memang kelalaian diri ini yang kadang membuat dokumentasi di luar otak pun ngga terselamatkan.


You don’t just take a picture with a camera, you take it with your heart.

 

Seumur hidupku, ada pengalaman kehilangan yang cukup banyak, sekalian flash back aja yaa

1. Hilang HP smp-sma-kuliah. Ini pasti sedih saat itu tapi masih termaafkan. Yang disedihkan saat hp ilang itu saat itu masih seputar kontak phone book hilang, sms chat kenangan hilang, 


2. Hilang Laptop di tingkat 3 Kuliah (jambret). Dibeliin laptop netbook sama bapak warna peach dengan motif bunga kalau ngga salah di tingkat 2. waktu itu bapak datang ke apartemen (kostan gituu) dan nyerahin laptop buat aku bikin laporan praktikum. Sekitar tingkat 3, pulang dari lab malem malem. DIjemput sama mba ovi, tapi saat itu aku masih jalan sambil pegang laptop yang bercolok modem. Saat mau naik motor, laptop dimasukkan ke wadah laptop TANPA dimasukkan ke tas, jadi hanya di pegang. Qadarullah saat itu jam 20.00 di fly over kiara condong ada pengemudi motor yang mengambil laptopku dengan indahnya. masyaallah.. Dari tingkat 2 ke tingkat 3 itu bahan matkul, laporan praktikum, deelel semua hilang. buat aku sih sedih mahasiswa tapi udah ngga bisa akses lagi itu semua.

3. Hilang Laptop di TIngkat 4 Saat lagi TA (Jambret). Kisah ini juga agak memilukan. Pulang dari kampus malam sekitar bada magrib. Sepanjang jalan ngedengerin ceramah aagym yang ngademin. Qadarullah jam 19.00 di depan puteran lotte mart, ada motor yang ngambil tas ku (disimpen di bagian kaki) sekaligus nendang motorku. Jatuh dan wassalam semua termasuk Laptop. Laptop nya waktu itu juga termasuk baru, dari uang beasiswa.

Kalau ngga salah waktu itu lagi ngurus pembuatan sim dan berkasnya ada di tas itu, Hasil jilid an laporan Kerja Praktek (KP) dan lagi persiapan Tugas Akhir tapi alhamdulillahnya belum mulai ambil data apapun. Banyak sekali konsekuensi yang jadi harus dilakukan. Laporan KP mesti minjem ke perpustakaan dulu untuk dipoto kopi, dan jilid ulang buat di kasiin ke BALITSA (tempat KP), dan aku udah ngga punya soft file nya #sad banget gaa. dan yang pasti, semua file matkul, laporan praktikum tugas dll tingkat 3 ke tingkat 4 juga hilang. Sedih nggga, sedih ngga, sedih nggaa? Sedih lah masa enggaaa hihi

4. Video nikahan ngga dikasih sama vendor karena harddisknya rusak.

5. HP Rusak. Asus mati total dan data foto hilang juga T_T Ini kondisi udah jadi emak emak yang galeri hp nya isinya anak semuaaa hiks

6. Laptop Acer Rusak. hardisknya ada, tapi belum di amankan ke google drive. suamiiiii i need youuu so muchhhh buat urusan backup data giniii hihi

7. HP Xiaomi Note 8 Kena air dan musti install ulang. banyak yang jadi ga ke back up. 

8. HP Poco, Whatsapp nya tetiba kosong ngga ke backup, semua riwayat chat habis. masyaallah. Ini kondisi udah jadi mamak bisnismen


Itulah kompilasi kesedihan kehilangan banyak memori berharga.

yang semaunya sebenarnya karena kelalaian diri. Kalau ngga ada perbaikan diri, ya besar kemungkinan akan menghadapi hal yang sama kelak. Sebenernya, hilang memori ngga akan membuat kita jadi masuk neraka, atau kalau semua memori ada ngga membuat kita jadi bisa ke surga. tapii itu tadi, buat orang semacam aku, hal-hal itu tuh buat ngingetin dan nguatin aku, karena ngga semua bisa diakses di kepala langsung. Ya Allah maapkan hamba yang belum memaksimalkan kapasitas dan kapabilitas otak dengan baiiiikk. 


Udah ikhlas? Bismillah insyaallah ikhlas

Semoga jadi perbaikan buat aku pribadi supaya bisa ada perubahan yang lebih baik lagi.


Makanya kenapa kadang suka upload upload foto/video anak atau keluarga, atau apapun gitu, karena ingin suatu saat bisa dilihat lagi dan sebagai salah satu back up kalau sesuatu yang tak diinginkan terjadi. Bukan karena mau pamer atau gimana, hanya ngga mau menyesal lagi aja kalau semua hilangg.


Begitu :)

Hajah Sofyamarwa
Ahad, 20 Juni 2021 Pukul 23.53

 

 

Monday, April 12, 2021

Review dan Insight Film Coach Carter

 
Coach Carter (2005) Sumber Gambar dari sini


Alhamdulillah, akhirnya berkesempatan nonton film lagi! Jangan tanya ya jam berapa nontonnya. sekian menit setelah closing date Quartal 1 Tigaraksa, sekitar pukul 00.05 saya langsung tancap gas nonton film ini dengan durasi film sekitar 2,5 jam.

Menurutku, ini filmya bagus banget. Diambil dari inspirasi kehidupan nyata, mengisahkan tentang perjuangan seorang Coach Tim Basket dalam membina para anggota tim basket di sekolah yang punya reputasi buruk. Tentang bagaimana proses mengubah suatu keadaan dari yang asalnya buruk, menjadi sesuatu yang luar biasa. Meskipun ini filmya tentang basket, tapi bakal relate banget sama siapapun yang punya tugas membina-dibina ya. So, recomended ya!

Buat pemuda-pemudi SMA bagus banget sebenernya, tapi disayangkan dari film ini menurutku ada beberapa cuplikan adegan yang dewasa aja. Memang 18+ sih, dan ngga yang vulgar banget. Tapi ya khas nya film dari luar ya mereka cukup identik dengan freesex before married, dan party gitu. Emang harus ditemenin kali ya kalau nontonin ini sama anak remaja. atau pake metode skip skip adegan aja hehe.


INSIGHT

1. Ada prinsip dan sikap yang perlu dimiliki oleh seorang Coach / Pelatih / Pembina

Disini saya melihat banget bahwa seorang coach Carter ini punya karakter yang kuat. 

  • Sejak awal sebelum memulai, membuat perjanjian/aturan main terlebih dahulu dengan surat kontrak.  Sebuah langkah yang kadang dirasa too formal  dan tak biasa, tapi bagi anak usia SMA sebetulnya udah bisa (karena mereka hitungannya udah dewasa ya). 

  • Memegang prinsip yang menyeluruh bagi perkembangan anggota tim. Akademis, cara bicara, attitude, penampilan, ketaatan pada instruksi semua diperhatikan. 

  • Punya Visi yang lebih panjang ke depan.  Basket bagi mereka adalah hal yang penting, tapi itu satu hal. ia memandang bagaimana para anggota tim tak hanya jago dalam basketnya, tapi bisa masuk universitas dan mengubah hidup mereka

  • Tak segan memberi sanksi. Misal ada yang tidak bersikap sopan/melawan, tidak mau ikut aturan, mereka harus lari suicide beberapa puluh kali, atau push up sekian ratus kali. Jenis hukumannya juga mendidik, dan bagus buat stamina mereka sebagai pemain basket. Pastinya ada yang ngga suka, ngeluh, tapi karena tujuannya baik akhirnya ikut juga.

  • Prinsip menegakkan aturannya luar biasa. Mengacu pada surat perjanjian di awal, sebagus apapun performance tim dalam bermain basket, ketika ada poin perjanjian yang belum mencukupi, maka ia berusaha meningkatkannya, dalam kasus ini, prestasi akademis yang kurang baik. 

  • Kuat Memonitoring Tim. Menariknya sekolah ini berani membayar coach basket dengan bayaran yang besar, tapi sistem dalam pendidikan akademisnya buruk. Coach Carter meminta monitoring nilai anak-anak tapi pada awalnya kepala sekolah dan guru merasa ia tidak perlu intervensi urusan itu. Kalo sekilas iya juga ya, urusan Coach Carter kan hanya Pelatih basket? Tapi, dia memegang prinsip bahwa anak-anak meskipun pemain basket, tapi tetaplah seorang pelajar. Coach basket, tapi tahu kondisi akademik semua anggota nya.

  • Berani mengambil keputusan besar, meskipun dihadang banyak pihak. Menyegel lapangan basket dan memindahkan fokus anak-anak  untuk mengejar ketertinggalan akademis. Gokil banget sih ini. Sampai orangtua, kepala sekolah, masyarakat, media semua geger. Membatalkan pertandingan di saat mereka lagi bagus-bagusnya. Tujuannya satu, mereka lulus dari standar yang telah disepakati bersama. Sampai disidang dan diminta resign sama dewan plus ortu murid.

2. Perlu dipahami sebagai orang yang sedang dibina

  • Kita tuh mungkin ngga tahu perjuangan apa yang Coach kita alami buat ngebina kita. Keputusan coach carter untuk ngelatih anak SMA Richmond ini menurutku luar biasa. Memang ada bayarannya, tapi waktu nya hanya sebentar, dan kondisi anak-anaknya itu awalnya bikin  pesimis banget. Bicaranya kasar, emosian, songong, ngga sopan. Belum lagi Coach carter ini punya anak yang udah keren banget di sekolahin di sekolah bagus dengan prestasi yang baik, tapi malah ingin pindah sekolah ke Richmond (yang kualitas rendah) karena ingin dilatih basket sama ayahnya. Luar biasa banget. Bisa bayangin kaan gimana rasanya kalo anak mau pindah ke sekolah yang menurut kita ngga bagus (secara lingkungan, prestasi, dll). So, beryukur dan berterimakasihlah pada mereka yang mau membinamu

  • Percaya dan taat pada apa yang Coach mu sarankan/perintahkan
    Ada masanya para pemain basket ini protes sama coachnya, kenapa begini begitu perasaan kita udah ngikutin semua tapi masih salah aja. Atau, ada yang ngerasa semua kemenangan itu karena mereka jagoan, coach 'cuma' ngelatih. Padahal fungsi coach itu ya memang melatih, melihat blindspot yang mungkin ngga bisa kita temui kalau kita hanya mengandalkan diri sendiri. 

  • Menjaga adab dan sikap dalam menuntut ilmu / belajar
    Sejago apapun sutu individu, ketika tak punya adab / attitude nya buruk, maka hasilnya tidak akan maksimal.
Kurang lebih itu insight yang ku dapat dari film Coach Carter. 

Kalau mau sedikit merefleksikan diri dengan tokoh coach carter, aku dan beliau masih bagaikan bumi dan langit πŸ™ˆ Ya tentu proses yang kami jalani berbeda jauh, jadi ngga bisa disamakan. Tapi, kapasitas coach itu adalah sesuatu yang memang kubutuhkan untuk bisa membina banyak orang, jadi insyaallah aku mau belajar. 

Semoga bermanfaat ya

Salam sayang, 
Hajah Sofyamarwa R.











Sunday, February 28, 2021

INSIGHT Webinar Bu Sarra Risman : Menumbuhkan Manusia Mandiri

Alhamdulillah hari Sabtu, 27 Feb 2021 kemarin mendapatkan rejeki untuk bisa menimba ilmu dari ibu Sarra Risman. Beliau adalah anak dari Bu Elly Risman yang juga aktif dalam dunia parenting. Sejujurnya cukup takjub melihat beliau secara langsung (meski lewat zoom), karena selama ini hanya melihat beliau lewat tulisan-tulisannya di laman facebook. 

Kesan saya melihat beliau, cantik masyaallah, dan mirip sama Bu Elly Risman (yaiya!). Saya jadi ngebayangin bu Elly Risman dulu waktu muda nya persis beliau kayanya ya. Wajahnya seolah galak padahal tegas. Dan yang paling menarik, ekspresif sekali. Jadi misal ada penanya yang mengungkapkan pertanyaan via video/mic beliau akan mengangguk anggukan kepala, atau matanya merespon dengan antusias. Sedikit banyak juga gerak geriknya mirip sama Bu Elly Risman ya.

Okay prolognya cukup. Udah kepanjangan ya hihi.


RESUME :

Menarik bahwa bu Sarra mengibaratkan proses mendidik anak itu dengan proses menanam sebuah tanaman. Kita orangtua sebagai petani, dan anak sebagai BIJI nya. Sebagaimana seorang PETANI, orangtua hanya merawat biji itu agar tumbuh dengan baik. Yang namanya proses menumbuhkan biji, selalu ada kemungkinan GAGAL tumbuh, atau justru berhasil PANEN, semua tergantung dari bagaimana menjalani prosesnya. 4 Faktor Penting adalah :

1. Butuh Pupuk Terkini (Ilmu Update) : Petani butuh tau ilmu bercocok tanam. begitu pula orangtua dalam melakukan pengasuhan dan pendidikan kepada anak. Kalau ditanya apakah orangtua kita jaman dulu pakai ilmu parenting, tentu mereka punya konsep sendiri yang mereka jalani. Hanya saja, seiring perubahan jaman yang semakin maju, maka tantangan pun butuh dipecahkan dengan ramuan yang berbeda pula

2. Butuh Konsisten : Konsisten di dirawat, disiram, di pupuk, Agar hasilnya dapat terbentuk baik

3. Butuh Waktu : Tak ada biji yang terus tiba tiba menjadi pohon besar dalam semalam. maka dalam menumbuhkan kemandirian anak butuh waktuk, ngga instan yaa

4. Butuh Kesabaran : Ini kunci juga, kalau ngga sabar, petani bisa sewaktu-waktu kesel sama tanamannya saat tumbuh tak baik, padahal tanaman itu punya dasenya sendiri


Dalam kondisi pandemi begini, kita juga perlu belajar bagaimana bertahan. Ada beberapa yang harus diperhatikan. 

1. Akar nya harus kokoh

2. Semua proses penanaman harus bagus

3. Petaninya harus ngerti perlu gimana

4. Hindarkan dari Hama : Kasian, Buru-buru, mau rapi, banyak tangan


MACAM KEMANDIRIAN : FESFA

Fisik, Emosional, Sosial. Finansial, Agama

Setiap tahapan usia punya targetan masing-masing


INSIGHT

Ternyata ada beberapa tahapan kemandirian yang masih jadi peer, kalau berkaca dari Konsepnya bu Sarra RIsman. 
1. Usia 0-2 iday tidurnya masih sekasur sama bunda sampai sekarang

2. Usia 3-4 : Menulis, bantu pekerjaan orangtua, merapikan mainan

3. Usia 5-7 : Keramas, Tanggung jawab, masak, suka solat, ngaji, puasa.


Wednesday, February 24, 2021

REVIEW : KOLAM RENANG GRAND SHARON - THE CLOVER BANDUNG



Alhamdulillah sabtu lalu (6 Feb 2021) berkesempatan buat berenang bareng sama Embahnya iday. Karena jarang-jarang ketemu, tentunya saya menyambut baik ajakan itu, berangkat sekitar jam 13.30 dan pulang jam 17.00 πŸ˜†


Biaya masuknya 40.000 rupiah perorang, tapi kalau sekaligus berlima hanya 25rb/orang, jadi lebih ekonomis ya? Saat kesana alhamdulillah sepi, hanya ada satu keluarga, itupun tetangga kami yang memang barusan aja diajaknya. hihi.



Secara lokasi, The Clover ada di dalam komplek Grand Sharon, dekat Santosa. Sebelum masuk kompleknya, kita perlu drop KTP dan tukar dengan ID Card dulu. Tempatnya cukup teduh dan Area parkirnya juga cukup luas.

Menurut saya disana tempatnya bagus, bersih dan aman. Memang ngga terlalu besar, tapi insyaallah cukup kok. Ada 2 kolam renang, yang satu diperuntukkan untuk anak, dan yang satu lagi diperuntukkan bagi yang dewasa. Suhu air disana ngga anget ya, segar aja. Fasilitas di kolam airnya juga cukup seru, ada perosotan puter puter, perosotan lebar, dan ember tumpah.

Kolam Anak-anak


Kolam Dewasa


Kita bisa simpan tas di tempat duduk yang sudah disediakan di sekitar kolam. Meskipun hanya kursi batu tanpa meja, tapi cukup nyaman karena terlindung dari sinar matahari.

Saya juga suka sama ruang bilasnya, ada yang tipe massal, ada yang tipe kamar-kamar. Jadi ngga terbuka banget, cukup luas, bersih, dah gitu airnya anget, jadi nyaman deh mandinya.


Kalau capek berenang, bisa manjat di wall climbing ya. Sebetulnya ngga di tembok langsung ya, bahan plastik tapi kuat gitu. Lumayan buat anak anak yang suka manjat, jadi wahana tersendiri.

Kalau misal lapar juga bisa pesen di kantinnya ya, menunya semacam indomie, kentang, sosis, cilok kuah, cireng rujak, eskrim, dan lain lainnya.

Menjelang pukul 15.00 mulai berdatangan pengunjung lainnya. Tapi relatif sepi alhamdulillah jadi tetap bisa social distancing juga.

Alhamdulillah Review Bebasnya udah selesai. Semoga ada manfaatnya ya warga banduung πŸ€—❤️

Monday, April 20, 2020

REVIEW FILM LION KING - SIMBA YANG KEMBALI MENEMUKAN JATI DIRINYA

Saya adalah tipe orang yang memutuskan menonton sebuah film dari review orang mengenai makna apa yang bisa didapatkan dari sana. Semenjak jadi istri dan ibu, jarang sekali saya tetiba niat nonton suatu film, kecuali • direkomendasiin orang • diajak nonton sama suami • diceritain adek ipar hihi

Dari dua film Lion King, saya pilih yang versi binatang real daripada yang kartun. Awal melihat covernya yang gambar binatang asli, sebagai lulusan biologi anehnya saya kurang begitu interest haha. Karena belum kebayang ini Lion King mau mengisahkan tentang apa? Gimana sinopsisnya? Aslinya saya anaknya kudet soalnya, bahkan thriller nya aja belum pernah liat. Hihi #janganditimpuk

Buat saya yang ngajak nonton bareng anak (4.5 tahun), film ini baguuuss 😍😍 iday sampai gemes kesel gitu sama paman Scar nya hihi.



Tuesday, April 14, 2020

MINDSET - Istri yang Melakukan Semua Pekerjaan Rumah Sendiri

Allah selalu punya cara untuk mendidik hamba-hamba Nya menjadi manusia yang lebih baik setiap saat. 

Sesuatu yang kita masukkan ke dalam diri kita, entah itu melalui bacaan, rekaman suara, atau tayangan, sedikit banyak akan memengaruhi diri kita sadar maupun tidak. Dan itu semua, kadang kita juga tak tahu betul, apakah itu benar, ataukah itu salah.

Hampir 5.5 tahun usia pernikahan, saya jadi teringat kala itu saat masih pengantin baru. Terdengar suara motor Suami pulang dari kantor saya langsung nyiapin teh manis hangat kesukaannya, juga langsung dandan tipis tipis. Berusaha bangun lebih awal buat nyuci piring beberes rumah, dan setiap waktu makan nyiapin semua sebelum waktunya.

Seiring berjalannya waktu, ternyata banyak yang terkikis ya 🀭 Bertambah amanah seorang anak, bertambahh peran lagi sebagai pebisnis, kini sudsh banyak pekerjaan rumah yang mulai saya delegasikan pada pihak lain. Lambat laun ada masanya rasanya saya begitu lalai menjadi seorang istri. 

Ya, seolah kami saling tenggelam dalam kesibukan masing masing, dan butuh penyegaran lagi mengenai hakikat peran seorang istri.

Menjadi diri sebelum menjadi istri, menjadi istri sebelum menjadi ibu. 

Bahkan dalam keberjalanannya, sempat saya mempertanyakan ulang, sebetulnya hak dan kewajiban suami istri itu apa? Belum lagi berseliweran berbagai bahan bacaan mengenai "Istri bukan Pembantu", "Suami yang seharusnya menyediakan fasilitas terbaik untuk anak dan istri.", daaaan lain lain. Sesuatu yang seolah "membela kaum hawa".

Tahukaaah?
Sedikit banyak itu memengaruhi mindset dan aksi sehari hari. Jadi kurang gesit melakukan banyak hal, dan cenderung menunda.

Sampai pada suatu malam kemarin saya mendengar seseorang pendengar radio yang sharing mengenai topik Sinergi. Katanya 

"Saya melakukan semua pekerjaan rumah sendiri, suami tinggal duduk saja biar saya yang melayani semua kebutuhannya. Tapi suami jadi suka inisiatif pingin bantuin."

#jleb!

Kalo kalian dengerin itu, rasanya gimana?
Buat saya itu mengubah 180 derajat cara berpikir saya. Bukan berarti saya ngga pernah kepikiran itu ya, justru itu yang saya pikirkan dulu saat saya memutuskan menikah. Tapii, kesibukan, waktu, dan kurang ilmu membuat saya terhanyut ke muara yang keruh. Apalagi saat lelah mengurus rumah, anak, pekerjaan, kita cenderung akan mengambil hal hal yang sesuai dengan pikiran kita kan?

Ya sayang, itu adalah hakikat kemuliaan seorang istri, dan ladang pahala yang tak terhingga.

Pernyataan itu, mungkin akan terdengar sumbang bagi sebagian orang, selfish lah, intimidatif lah, atau hal negatif lainnya. Tapi bagi saya, saat itu seketika energi saya langsung penuh dan melakukan banyak hal lebih baik dari sebelumnya.

Kemudian saya membaca beberapa artikel ilmu sebagai penguat, yang menyatakan beberapa hal semu yang pernah hinggap di pikiran saya itu berdasar dari sesuatu yang lemah (memang diungkapkan sebagian ulama, tapi tidak sesuai dengan pendapat jumhur ulama). Nah loh, yang salah jangan dipiara yah..

Bagi saya saat ini, perkataan itu membuat mindset saya menjadi lebih baik. Mungkin karena dalam pernyataan itu, diri kita lah yang mengambil tanggung jawabnya. Dan ketika kita sudah benar benar sadar dan mrngambil tanggungjawab, maka energi akan penuh dan jauh dari pikiran negatif. Kita yang mengendalikan diri, kan?

Doakan saja bisa bertahan lama yahh. Hehe

Lalu bagaimana dengan para wanita yang memang biasa melakukan semua sendiri, tapi suami/anak tidak ada inisiatif membantu?
Menurut hemat saya, semua kembali pada keikhlasan dan kebahagiaan masing masing ya. Bila bahagia dan ikhlas lanjutkan. Bila berat, tak bahagia dan sulit ikhlas, maka perlu dikomunikasikan dengan baik aja. Cari nasihat penguat agar apa apa yang dilakukan  tetap menjadi amal sholeh 😘

Salam hormat pada para Wanita di seluruh dunia yang selalu berusaha menjadi Istri Solehah yang Allah Ridhoi ❤️

14 April 2020
Hajah Sofyamarwa R.

Sunday, April 12, 2020

Belajar Dari Kehidupan BCL dan Ashraf Sinclair


Saya lupa persisnya apa yang membuat malam ini saya menonton berbagai video mengenai Ashraf dan BCL di youtube. Oh ya, saya habis nonton film ftv πŸ˜‚berjudul 'Istri' yang sebenarnya punya makna agak dalam, meskipun dari alur cerita rasanya kok gemes gemes kesel ya hihi. Tapi, mari Back to the topic😌

Dimulai dengan secuplik lagu Wanita Terbahagia, dan kemudian saya mulai 'kepo' dengan bagaimana mereka menjalani hidup berumahtangga dengan tanpa gosip atau rumor negatif seperti beberapa artis lainnya.

Saya menonton video klipnya, menonton film pertama mereka di bali, menonton wawancara mereka berdua, menonton BCL di tonight show, menonton presentasi ashraf di event InspiraFest Merry Riana, dan wawancara adik ashraf (aishah sinclair) mengenai sosok Ashraf.

Kepergian suami yang begitu mengagetkan, dan setelah semua pergi, rasanya justru orang semakin mengenal beliau sebagai sosok yang luar biasa baik. 

Sebagai rakyat biasa saya awalnya hanya melihat mereka sebagai pasangan serasi #couplegoals, pasangan selebritis, tapi baru saya sadar ternyata banyak dari prinsip baik yang bisa saya jadikan pelajaran.

Ini beberapa poin yang saya pelajari dari Ashraf Sinclair:
1. Pekerja keras. Ternyata dulu pernah juga hidup susah merangkak dari bawah. Jadi pelayan restoran. Pernah coba investasi peternak lele di Indonesia terus gagal, pernah investasi di Restoran tapi Mall nya sepi, pernah invest di tempat ngegym tapi ga balik modal. Daan lain lain. 
2. Punya prinsip Presesi dalam menjalankan hidup. Artinya apapun yang kamu lakukan, akan punya dampak pada sekitar. Berusahalah memberikan add value buat siapapun di sekitar. Jangan lewatkan kesempatan berbuat baik. Value tersebut yang kemudian menjadi tujuan hidup yang sebenarnya. Ini kayanya beliau pegang banget deh. Soalnya di acara merry riana itu bliau ngundang 10 orang untuk diajak mentoring "apa yang bisa saya bantu ke kamu". Ya buat beneran bantuin.
3. Beliau adalah sosok yang romantis, familyman dan bertanggungjawab pada keluarganya.
4. Orang yang selalu memberi makna pada setiap hal yang dia lakukan.


Nah selain itu ada juga beberapa hal yang baik untuk dipelajari kita kita sebagai pasangan suami istri:
1. Memberikan perhatian kepada pasangan sesibuk apapun.
Misal lagi pada syuting, anterin makanannya ke lokasi syuting, ato kalo ngga bisa, kirim kirim makanan. (Ya kalo kita mah kaga syuting kan yaah cari ide lain daah hihi)
2. Memberikan kejutan kecil
Ashraf suka bikin tulisan missing you di kaca kamar mandi sebelum BCL masuk. 
3. Punya waktu khusus Quality time 
Misal jalan jalan, atau ngedate beneran hanya berdua sebagai couple (yang waktu dandannya ditutupin satu sama lain, surprise gituu seruu kaan)
4. Kita adalah pasangan, sebelum menjadi orangtua. (We were couple first)
Ya, banyak suami istri yang terlalu fokus menjadi orangtua, sampai lupa bahwa mereka punya pasangan untuk saling membahagiakan. Happy parents, happy kids. Anak belajar dari melihat ketulusan kasih sayang orangtuanya. Its totally right! Teladan.
5. Berteman
Saling kenal teman masing masing, saling support. Saling jujur dengan apapun yang dirasakan. Saling tau baik buruknya masing masing jauh lebih dalam dari siapapun. Menurut ashraf untuk benar benar bisa jujur, kita perlu sudah di taraf "siap kehilangan" (loose everything). Maksudnya, orang lebih sadar sesuatu itu berharga ketika itu tidak ada kan yah?
6. Mengatakan kalimat cinta dan sayang
I love you gituuhh uhuy
7. Pagi sebelum berangkat kerja ada Family Hug (berdua dan bersama Anak)
8. Ini yang menarik. Kelak ketika tetap bersama, bukan karena mempertahankan demi anak semata. Tapi bersama karena memang bahagia bersama. Bukan bersama untuk berkorban.
Jadi bukan terpaksa, justru jadi tergerak untuk menghidupkan cintanya (ignite the spark) unch bener banget ❤️

Salah satunya di video ini https://www.youtube.com/watch?v=dhy9hudjK2Y saya nonton wawancaranya, lainnya silakan youtubing aja yah. Worth banget buat disimak kok, reminder buat kita kita menjalan kan peran sebagai suami atau istri πŸ₯°

Dan ini catatan buatku pribadi yah, kalo ngga lengkap atau salah berkabar aja, nanti di update lagi. Ini bagian dari cara saya mengikat makna soalnya.

Saya juaa baru inget 2018 lalu saya cukup kaget lihat ashraf muncul di agenda Kopdar Saudagar Nusantara, ternyata jiwa entrepreneur, motivator nya emang luar biasa. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah.

Alhamdulillah..
Semoga Allah melimpahkan rasa sabar syukur dan sakinah dalam hati hati kita. Menjadi pribadi yang berdampak baik pada siapapun di sekitar kita. Karena kita ngga pernah tau kapan kita dipanggil. Maa

Belajar darimanapun,
Berikan makna pada dirimu 

Teman teman boleh berbagi yah hal-hal kecil apa yang konsisten teman teman lakukan untuk pasangannya πŸ₯° 

Minggu 12 April 2020
03.45
Hajah Sofyamarwa R.

Thursday, April 9, 2020

Senyuman Penyejuk Jiwa

Baru saja kemarin bunda pundung karenamu, tapi malam ini lemparan senyuman manismu menjadi oase di dalam hati Bunda. Tak bicara, hanya berkali kali melempar senyum, serta segelas air minum, memberi penguatan.

Allahu akbar.

Bunda selalu berharap kelak kau akan menjadi lelaki penuh kasih sayang dan tanggungjawab. Apa yang selama ini berusaha bunda lakukan tak lain adalah agar dirimu tumbuh dengan baik dan matang sebagai manusia. 

Semoga Allah selalu membimbingmu menuju jalan yang lurus.

9 April 2020
Hajah Sofyamarwa R.

Tuesday, April 7, 2020

Kekecewaan itu Muncul dari Ekspektasi yang Tak Sesuai Realita : Bunda Pundung

Malam ini kita makan lagi sepiring berdua sama ayam goreng. Sebetulnya kamu udah mulai biasa lancar makan sendiri, tapi entah kenapa malam ini Bunda ingin nyuapin kamu.
.
Sehabis baca iqro magrib tadi Bunda bilang iday ngga usah nonton ultramen dulu ya malem ini. Jadi bunda ambil smart hafiz terus niat buat dengerin kisah dan lagu lagunya.
.
Faktanya kita malah asik nyanyi berdua, nasi sebakul nya malah jadi ngga dimakan makan. Hihi salah ya? Mau makan tapi malah setel lagu.
.
.
Iday lucuuu banget masyaallah. Dan iday tau sendiri kaan bunda kalo lagi nemenin iday nyanyi, apalagi lagu gajah ini pasti sambil heboh dan pake gerakan. Saking asiknya, iday juga protes kenapa makanannya disuapin ke mulut iday, iday jadi ngga bisa nyanyi hihi.
.
.
Terus bunda bilang, ah nanti kita bikin rekaman lagu ato video yuk! Kata iday bolehh. Nah bunda ngga kepikiran ngerekam saat itu karena hape bunda lagi di charge dan mikirnya nanti juga bakal jadi rekaman berdua.
.
.
Habis itu bunda langsung siap siap pake jilbab, nyiapin tripod dan ngeposisiin camera hapenya, iday nya malah asik ngajak main tazos coki coki. Yaudahh bunda main aja dulu kaya biasa walau pun pereuz telapak tangannya hihi. Akhirnya bunda nyerah minta istirahat dulu.
.
.
Habis itu bunda ngajak iday nyanyi bareng lagi, ngga mau, malah mau nya main tazos lagi. Hiks yaudah bunda ajuin solusi buat ganti peraturan baru. Peraturan defaultnya tuh bikin permainan ngga ada berhentinya kan, makanya sama bunda diajuin bikin aturan baru yang mainnya bisa lebih singkat. Ehhh iday nya mggs mau malah ngambek.
.
.
Dari situ bunda pundung. Sampe sekarang jadi download Aplikadi Blogger, dan nulis ini. Sekuat itu rasa pundungnya :)))))))) wkwk
.
.
Ya, terkadang rasa kecewa muncul pada waktu dan tempat yang tak tepat. Meskipun sah sah saja karena kita juga meski seorang ibu, ya punya emosi juga. 

Kecewa ketika punya ekspektasi tertentu, tapi ngga terwujud di ruang realita, pundung. Haha
.
.
Momen menyenangkan kaya tadi sebetulnya sering terjadi, tapi ketika sadar, sadar pula bahwa ngga keburu mendokumentasikannya. Maka kadang apa yang didokumentasikan ngga selalu pada level kesenangan yang terbaik (karena reka ulang) haha.
.
.
Bunda ini orang yang mudah lupa, maka bunda ingin mendokumentasikannya disini, dalam bentuk apapun.
.
Bunda hanya ingin saat iday besar nanti, iday tau betul betapa bunda begitu senang membersamai iday. Dengan segala keseruan yang pernah dilewati bersama.
.
.
Bunda cukup sedih karena banyak emosi masa kecil yang ngga bunda bisa ingat, maka dari itu bunda ingin iday kelak bisa merasakannya kembali.

Salam sayang <3
Dari bunda yang sedang pundung dan meneteskan air mata. Dan kamu yang tertidur di sebelah bunda karena nungguin pengen bobo sama bunda.

Duh maapin bunda yahh

7 April 2020
22.35

Monday, October 7, 2019

Selamat Jalan Teh Ayu Hilmawati..

Hari Senin pagi, grup desain IP Bandung dapat request untuk membuatkan ucapan Berduka untuk Teh Ayu. Pelupuk mata entah kenapa tetiba becek diguyur air mata. Kabar duka seorang ibunda yang telah berjuang melawan penyakit kankernya.

"Maaf teh yang ini ngga bisa. T.T" kataku enggan.

Keluarga? Bukan
Saudara? Bukan
Teman Dekat? Bukan juga.

Saya hanya kenal beliau lewat media online ketika kami bersama dalam satu kelas Bunda Sayang IP bandung. Saat itu kami pernah satu kelompok, dan beliau begitu rajin menanyai saya yang selalu posting tantangan di injury time.

Tahu wajahnya? Tidak
Ingat wajahnya? Tidak
Tahu persis beliau siapa? Tidak.

Tapi entah mengapa di berbagai grup WA kami, kepergiannya menjadi perbincangan yang mengharukan.

Saya lalu mengunjungi laman facebooknya, Ayu Hilmawati.
Beberapa pesan terakhirnya berisi nasihat dakwah, sampai situ sudah saya berhenti. Mendengar ceramah Aagym yang di postingnya tentang berbicara. Kebetulan sepagi ini saya menghadapi suatu hal yang berkaitan dengan itu.

Dari situ saja teh ayu sudah mendapat pahala dakwah, meski telah tiada.

Saya lalu terpikir, apa yang akan saya tinggalkan nanti ketika kelak saya meninggal?
Profesi saya sebagai pedagang saat ini, apakah akan menjadi bekal baik bagi saya di akhirat nanti?
apakah orang yang melihat media sosial saya hanya akan berhenti scrolling karena penat melihat postingan saya yang isinya jualan saja? Ataukah orang orang tak ingat pada diri saya dan melewatkan diri saya dari setiap doa doanya? Naudzubillah.. T_T

"Ini chat sma temen diruang rawat nya teh ayu pas sakit..Masya Allah orang nya baik bgt." (teh Andini)



Selain itu yang bikin airmata saya berderai (bahkan saya ngga pernah ketemu tapi nulis ini!), karena kesan baik yang ia tinggalkan dimanapun...

Wahai para istri cobalah lihat ini, kata kata dari sang suami yang ditinggalkan, bukan sumpah serapah atau hal buruk yang di katakan:



Alhamdulilah, almarhumah Ayu Hilmawati sudah dimakamkan di Cikutra. InsyaAllah Ayu husnul khotimah, Ridho suami didapatnya, "Ayu sangat sabar, sepanjang usia pernikahan belum pernah Ayu marah kepada saya" ucap suaminya berlinang air mata, Anaknya Balqis juga terlihat tegar.


Allahu Akbar...

Saya jadi semakin paham, bahwa apa yang terpenting adalah bagaimana diri kita selalu berusaha memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik demi ridha Allah, bukan demi ridha manusia. Yang terpenting Allah ridha, bagaimanapun sikap orang lain terhadap kita.

Saya menulis ini tanpa ijin dari siapapun, karena sangat ingin mengalirkan rasa, dan rasanya airmata tak berhenti keluar juga. Semoga keluarga juga berkenan saya menuliskan ini untuk pengingat diri.

Innalillahi wa inna ilaihi raajiun..
Semoga mendapat surga Allah yang terbaik, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Semoga kita semua dimatikan Allah dalam keadaan khusnul khatimah..
Aamiin Ya Allah..

Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji’i ila rabbiki radhiyatam mardhiyyah (wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridhai-Nya),” (surat Al-Fajr: 27-28).

Senin, 7 Oktober 2019
Hajah Sofyamarwa R.


 Sudah dimakamkan tadi. Di samping makam ayahnya..

Tuesday, September 17, 2019

Mengajukan EDC Bank Untuk UMKM

Bismillah..
Dalam postingan kali ini, insyaallah mau sedikit sharing tentang cara pembuatan Surat Keterangan Usaha (SKU). Saya membuat SKU ini untuk keperluan pengauan mesin EDC di rumah.

EDC (Electronic Data Capture) adalah mesin yang berfungsi sebagai sarana penyedia transaksi dan alat pembayaran yang penggunaannya dengan cara memasukkan atau menggesek kartu ATM, kartu debit maupun kartu kredit dalam suatu bank maupun antar bank, serta dilengkapi dengan fasilitas pembayaran lainnya yang terkoneksi secara realtime.
Sebetulnya awalnya saya juga masih mempertimbangkan apakah perlu mengadakan mesin EDC di rumah yang saya sulap jadi toko ini. Namun beberapa kali pengalaman, banyak calon customer yang datang ke rumah tak membawa uang cash dan berharap bisa `gesek kartu debit`. Akhirnya, saya yang harus mengantar customer ke depan jalan raya untuk ke ATM.

Lebih mudah bila customer punya mobile banking, namun bila tidak ada ya tidak bisa dipaksakan juga, ya kan? Banyak yang membeli Smart Hafiz di www.smarthafiz.online wilayah bandung, yang datang langsung ke rumah untuk membelinya secara COD.

Baiklah saya mulai sharing nya ya..

Dalam hal ini saya mengajukan ke Bank Mandiri, sebetulnya karena kemudahan lokasi saja yang dekat rumah. Dan setelah survey singkat, rate yang dibebankan kepada merchant rerata sama saja (standar).

Untuk memulainya, bisa membuka mandiri tabungan bisnis terlebih dahulu yaa.

SYARAT
- KTP
- NPWP
- SKU (Surat Keterangan Usaha) dari Kelurahan
- Formulir yang diisi
- Rekening Mandiri Bisnis (ini kalau saldo akhir bulan 10.000.000 atau transaksi nya minimal 15 juta, bebas biaya bulanan 150.000)

Nah karena saya ngga punya NPWP sendiri, pakai punya suami, jadi diperlukan Kartu Keluarga.

Kalau pengajuannya di setujui, akan di datangi untuk semacam survey lokasi dan foto, baru nanti proses pemasangannya berjalan ya :)

Nanti kalau sudah terpasang saya akan infokan update nya ya insyaallah.


Bismillah semangat scale up usaha nya ya
meski rumahan, insyaallah bisa berkembang
:)

3 September 2019
Hajah Sofyamarwa R.

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...