Saturday, May 20, 2017

Perhatikan Apa Yang Kau Wariskan

"Heeh, dasar penjahat! Sekali waktu di pihak 'Ali, lalu  di pihak Ibnu Zubeir, dan sekarang bersama Ibnul Asy'ats.. Dasar penyulut fitnah!!" celetuk Hajjaj.

"Siapa yang Amir maksud?", tanya Anas bin Malik.
"Siapa lagi selain kamu? Dasar tuli!!", bentak Hajjaj.

"Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji'uun..." batin Anas.

Kemudian Hajjaj tersibukkan dengan urusannya dan Anas pun keluar. Maka kami membuntutinya hinga tiba di sebuah lapangan terbuka, lalu kata Anas: "Kalaulah aku tak mengkhawatirkan nasib anak-anak sepeninggalku, niscaya akan kuucapkan kepadanya kata-kata pedas yang setelah itu ia tak mungkin membiarkanku hidup..."

* * *
Itu adalah kondisi yang terjadi ketika Anas bin Malik dipanggil penguasa. Respon yang ia ambil senada dengan kondisi emosional yang terjadi pada kedua orangtuanya (Ummu Sulaim dan Abu Thalhah, ketika Ummu Sulaim dengan cara yang halus memberitahukan suaminya bahwa anaknya telah meninggal)

Kalau diperhatikan, saat dikata-katai Hajjaj, Anas juga merasa jengkel, namun memiih bersabar. Ia melampiaskannya pada waktu dan tempat lain, dengan tetap baik, tidak mengapa, manusiawi.

Cerita itu saya dapatkan dari buku Ibunda Para Ulama, mengenai ketabahan dan kematangan pemikiran Sang Ibunda Ummu Sulaim. Saat ini saya sedang mempelajari bagaimana karakter wanita pendidik di balik para Ulama besar. Pelajaran yang saya tangkap adalah, respon dan karakter orangtua (dalam hal ini ibu) sedikit banyak sangat memengaruhi anak. Selain itu, dalam melakukan sesuatu, sebagai manusia kita juga harus memikirkan keturunan-keturunan kita, generasi-generasi penerus kita. Memikirkan dengan baik, apa "warisan" yang dapat kita wariskan pada generasi setelah kita.

Mungkin status agama bisa diwariskan, tapi iman tidak. Belajar dari kisah Ibrahim, bahwa dari Ayah yang pembuat berhala, ternyata sang Anak malah menjadi orang shalih panutan umat. Kisah nabi Nuh pun mengilhamkan pada kita bahwa ayah yang shalih tak serta merta membuat anak dan istrinya beriman pada Tuhannya. Banyak pula yang lahir dalam lingkungan keluarga beragama tertentu, kemudian mencari dan berpindah keyakinan lain.

Jadi agama "mungkin diwariskan (statusnya)", tapi semenjak aqil baligh (dewasa) keputusan memilih dan mempertanggungjawabkan pilihan adalah keniscayaan setiap orang.

Pesannya adalah, carilah terus kebenaran, semoga  dalam prosesnya semakin mendekatkan pada Sang Pencipta, pada apa yang Ia perintahkan.

Respon kita menentukan kualitas diri kita :)
Tetap sopan, santun, saling menghargai, dan saling mengingatkan dalam kebenaran ya! :)

Sedikit mengutip suatu ayat untuk menjadi pengingat, tanpa bermaksud mencocok-cocokkannya dengan isi tulisan.
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar." (Q.S 4:9)

19-20 Mei 2017
Hajah Sofyamarwa R.

#30dwc #30dwchajah #30dwcjilid6 #day4

Friday, May 19, 2017

Mencintai Pemilik Cinta


Setiap orang punya kisah cintanya masing-masing. Ada yang jalan berputar-putar mengetuk puluhan hati, ada yang harus setiap hari menutup rapat hatinya, ada pula yang cukup sekali-dua kali diketuk lalu telah menemukan cintanya.

Pengalaman-pengalaman itu sewajarnya mendewasakan. Yang pernah sakit, akan sadar bahwa pernah berusaha bangkit adalah sebuah nikmat. Yang tak pernah merasa sakit juga bukan lantas terlena, karena ujian tetap ada di depan mata.

Para pecinta perlu sadar bahwa pelabuhan hati terakhirnya bukan sekedar jodoh di dunia. Perlu waktu dan proses untuk memahaminya, pun perlu senantiasa diingatkan selama prosesnya. Taatnya, baiknya, kebersamaannya harus membuat masing-masing dari kita semakin dekat kepada-Nya, Sang Pemilik Cinta.

* * *
Suami saya saat ini insyaallah adalah yang terbaik yang Allah pilihkan untuk saya. Saya mencintainya, dan saya juga sama seperti perempuan pada umumnya, masi merasa butuh dicintai makhluk. Ingin menjadi yang paling diperhatikan, disayang, dimanja. Dan ironinya, karena kita makhluk yang lemah, terkadang tak semua yang kita harapkan akan selalu terjadi. Lantas bagaimana?

Nasihatnya satu, cintailah sang Maha Cinta. Maka keberlimpahan cintaNya akan mengalir deras pada siapa saja, termasuk pasangan kita, anak anak kita. Teruslah menggapai cinta Nya, karena energi cinta Nya tak pernah melemah karena hal hal yang tak indah menurut pandangan kita.

19 Mei 2017
Hajah Sofyamarwa R.
#30dwc #30dwcjilid6 #30dwchajah #day3

Thursday, May 18, 2017

Ibu adalah Madrasah, Kata Siapa?



Sudah sering mendengar kalimat "Ibu adalah madrasah pertama"? Tahukah kamu siapa salah satu orang yang mengatakannya?

"Ibu adalah madrasah
yang bila kau siapkan dengan baik
Berarti engkau menyiapkan generasi yang terdidik..."
-- Hafizh Ibrahim, Penya'ir kenamaan asal Mesir

Serasa mendapat pencerahan ketika saya membaca kutipan tersebut dalam sebuah mukadimah dari buku Ibunda Para Ulama yabg diterbitkan oleh Pustaka Inabah. Ah, ternyata kata-kata itu disebutkan oleh seorang penyair asal mesir. Sampai detik ini saya belum mencari dengan baik, sosok seperti apa penyair tersebut.

Kalau boleh jujur, berpontang-panting mengikuti berbagai seminar atau majelis ilmu mengenai ilmu parenting tak serta merta membuat saya dapat segera mengaplikasikannya. Syukur alhamdulillah masih Allah beri saya nikmat untuk menuntut ilmu. Alhamdulillah, semoga semua itu dapat menyusun suatu pemahaman yang benar, agar tanggung jawab saya sebagai orangtua juga bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Ada satu titik dimana saya kemudian terhenti. Ilmu parenting atau ilmu menjadi orangtua, khususnya ibu, dan bagaimanapun juga mencakup berbagai dimensi. Tak cukup dengan batu bata pemahaman sendiri, namun harus juga bersama dengan pasangan kita (ayah dari sang anak). Kita masih punya peran sebagai istri, yang juga harus menaati pola/sistem macam apa yang jadi keinginan suami, insyaallah ada berkah disana. Namun menjalaninya memang perlu beriringan, tumbuh bersama.

* * *
Ibunda adalah madrasah, katanya. Di balik tokoh-tokoh hebat selalu ada jasa wanita dibelakangnya. Entah ibunya, entah istrinya. Allah ciptakan kaum wanita dengan segala kesempurnaannya mengemban amanah sebagai pendidik yang lembut dan penuh kasih sayang, fitrahnya.

Tanpa meniadakan peran para ayah, tentunya. Tulisan ini dibuat untuk melengkapi pemahaman para wanita (khususnya saya), terhadap peran penting seorang ibu dan ayah.

Dari sekian banyak ilmu parenting yang ada, saya kemudian merasa "tersesat", merasa perlu menjernihkan kembali pemahaman. Saya dicerahkan melalui sebuah video dari Ust Nouman Ali Khan yang mengingatkan untuk melihat konsep parenting dari sumber utama umat islam, Al Qur'an. Ya, seharusnya dari sanalah saya memulai.

Yang jadi menarik adalah dalam Al-Qur'an, nama Luqman menjadi sangat terkenal. Dan tugas parenting yang utama adalah justru dari sosok Ayah. Sangat kontradiksi dengan kenyataan bahwa hampir di setiap seminar parenting isinya kebanyakan para wanita. Eh, bukankah Luqmanul Hakim adalah seorang laki-laki? Lalu bagaimanakah sosok ibu digambarkan dalam Al-Qur'an ?

To be continued
Kamis, 18 Mei 2017
Hajah Sofyamarwa R.
Seorang Bunda yang Mencari Bentuk
#30dwc #30dwcjilid6 #30dwchajah #day2

Wednesday, May 17, 2017

Salesman PT Salem Mandiri Jaya (SMJ), Electronic Pulse Massager, dan Buku Motivasi


Ini pengalaman saya kedatangan seorang sales dari PT. Salem Mandiri Jaya (SMJ) ke dalam rumah saya. Kali ini yang ditawarkan adalah sebuah alat kesehatan pijat elektrik SMJ Pro.

Kalau ingat postingan saya sebelumnya tentang sales blender disini, metode penjualannya kurang lebih sama.
Sales itu mohon ijin masuk ke dalam rumah saya, sementara saat itu ruang tamu saya dipenuhi butir-butir styrofoam karena anak saya habis main salju awur-awuran hihi, mohon bersabar ya mba.

Dengan ekspresif dan tanpa henti berbicara, ia berusaha meyakinkan saya dengan produknya. Cara dia bicara sampai membuat saya bingung, kenapa dia begitu yakin dengan produknya. Saya hanya berusaha sopan, merespon dan mendengarkan saja.

Katanya, perusahaannya ini baru dibuka di kiara condong, dan dua pekan lagi akan ada pameran di RS Hasan Sadikin dan RS Santo Yusuf. Produk itu katanya tidak dijual bebas, hanya ada di rumah sakit, dan harganya pun sekitar 1,3 juta (1.299.000).

Benefit alatnya katanya buat ngurangi pegal, sakit, nyeri otot, melangsingkan, buat terapi, stroke, ngelancari sirkulasi darah, syaraf,  dll. Bisa dipakai untuk seluruh anggota keluarga (kakek, nenek, mertua, orangtua, suami). Tapi pas disuruh coba, saya ngga coba karena emang ngga minat hehe.

HANYA 3 KELUARGA YANG BERUNTUNG, YANG BISA MENDAPATKAN ALAT INI
Ya, harga 1,3jt an itu katanya free, dan tidak perlu dibayar kalau keluarga saya memenuhi syarat. Hanya perlu ganti ongkos kirim, sekitar 300ribu rupiah (299.000). Saya bingung itu ongkos kirim dari mana, karena saya emak-emak olshop yang suka ngitungin ongkir, kalo jarak kircon ke sini pake jne aja paling 7ribu perak. Hihi. Ternyata katanya ongkir dari korea nya. Hehe.

Syaratnya adalah memiliki minimal 1 produk di rumah dari produk sponsor mereka. (Phillips, maspion, yongma, cosmos, 1 lagi lupa). Syarat lainnya, memiliki 1 alat elektronik berupa : setrika, kipas angin, blender, magic jar, 1 lagi lupa hihi. Setelah diminta ambil salah satu barang tersebut, dia akan mengecek nomer seri alat elektronik kita, dan mencocokkannya dengan tabel nomer seri yang dia punyai.

Alat yang pertama saya ambil kipas angin, iseng. Karena saya tahu merk nya okoyama hihi. Pas di cek pun ngga ada nomer seri yang cocok. Dicoba ambil alat kedua, setrika, pas kebetulan merk phillips hadiah nikahan. Setelah dicek saya dikasih ucapan selamat karena nomer seri setrika saya terdaftar, dan saya beruntung berhak mendapat alat kesehatan SMJPro tersebut.

Dengan meyakinkan, ia mengatakan bahwa banyak keluarga lain yang punya alat rumahtangga dengan nomor seri tidak resmi, katanya karena ngambil di tetangga (?) kredit gitu mungkin ya maksudnya. Mau dibayar 1 juta juga ngga akan dia kasih, karena ngga memenuhi syarat, katanya dengan yakin.

BILANG TIDAK
Singkat cerita, saya bilang maaf. Tidak ada budgetnya, harus diskusi dulu dengan suami, dan harus tau dulu review alatnya. Saya lalu ceritain pengalaman saya ketemu sales blender yang waktu dulu. Hehe.

PENUTUP
Saya jadi berkesempatan ngobrol lebih jauh tentang personal sales tersebut. Usianya 20 tahun, anak rantau dari pekan baru, kerjanya baru 2 pekan. Dengan berhasil menjual produk ini ia dapat poin dan berkesempatan naik jabatan. Katanya sistem penggajiannya ditabung, jadi kalau ortu nya perlu uangnya, baru nanti diberikan (tentang ini perlu konfirmasi lagi ya, kemarin kurang jelas). Ia bilang dulu, setelah lulus SMK, sempat kerja di pabrik roti selama 2 tahun. Sempat nganggur dulu di rumah lalu dapat kerja.

KESAN
Saya mungkin termasuk yang suka males kalau ditawari barang semacam itu di rumah. Tapi nyatanya, ujung ujungnya saya malah beli wkwkw (dulu pernah beli menicure set yang dibilang promo, taunya setelah itu souvenir dari kondangan banyak yang ngasi menicure set haha zonk). Berusaha sopan aja, tapi tetep kepo sama latarbelakang sales nya.

Lucunya, kita malah ngobrolin buku motivasi, karena dia liat lemari buku di ruang tamu saya. Dia semangat gitu sama buku-buku motivasi, biar gimana jiwa muda berkobar lah ya. Saya bingung pas ditanya buku yang bagus, karena buku yang saya punya mah ya bagus-bagus karena kesukaan hehe.

"Mba, itu bukunya banyak ya. Quran semua mba?"
"Haha ya enggak mba, macem-macem"
"Ada buku motivasi ngga? Saya minta satu boleh ya?"
Lucu sih hihi ngga pake basa basi. Saya juga bingung karena buku motivasi yang saya punya kebanyakan untuk muslim (penerawangan saya bliau bukan muslim). Akhirnya pilihan saya jatuh pada buku Muda Mulia nya kang Rendy Saputra, dengan harapan ada hidayah terselip disana. Dan satu lagi bukunya dale carnegie "pemimpin dalam diri anda", value nya universal dan to the point buat pengembangan diri.

REFLEKSI
Tetap pakai logika ya kalau ada yang nawarin barang. Metode jualan udah kreatif banget hehe.
Ternyata cara orang mencari rejeki itu sangat beragam, dan kita harus saling menghargai.

Kita bisa berbuat baik dengan banyak cara, bahkan ketika ngga punya uang, cuma punya buku, ya ngga apa-apa. (Da saya juga jualan buku, masa kitu wae meni kopet haha) Mudah-mudahan tambah bermanfaat kalau dia yang baca. Insyaallah sharing disini aslinya karena menurut saya kejadian ini unik buat saya pribadi.

17 Mei 2017
Hajah Sofyamarwa R.
#30dwc #30dwcjilid6 #30dwchajah #day1

Saturday, May 13, 2017

Kumpulan Tulisan 30 Days Writing Challenge Jilid 5 hajah #30DWC


Pemanasan
Menjadi Fighter di 30 Days Writing Challenge #30DWC 
http://www.hajahsofya.com/2017/04/menjadi-fighter-di-30-days-writing.html

Kumpulan Link 30 Days Writing Challenge #30DWC #30DWCjilid5
1. Apakah Kegiatan Baca-Tulismu Sudah Bermakna?
http://www.hajahsofya.com/2017/04/apakah-baca-tulismu-sudah-bermakna.html



4. Orang-orang yang Berhijrah (Dari Mekkah ke Madinah)  
http://www.hajahsofya.com/2017/04/orang-berhijrah-dari-mekkah-madinah.html











15. Mimpi yang Tak Boleh Diceritakan
http://www.hajahsofya.com/2017/04/mimpi-yang-tak-boleh-diceritakan.html

16. Antara Genta, Ireng dan Kaso
http://www.hajahsofya.com/2017/04/antara-genta-ireng-dan-kaso.html

17. Angkot VS Gojek
http://www.hajahsofya.com/2017/04/angkot-vs-gojek.html

18. Kelingking Kaki
http://www.hajahsofya.com/2017/04/kelingking-kaki.html

19. Perempuan Bercadar Hitam
http://www.hajahsofya.com/2017/04/perempuan-bercadar-hitam.html

20. Mengingat Kematian
http://www.hajahsofya.com/2017/04/mengingat-kematian.html

21. Rayuan tentang Standar
http://www.hajahsofya.com/2017/05/rayuan-tentang-standar.html

22. Nostalgia Trimester Pertama : Mual Muntah
http://www.hajahsofya.com/2017/05/nostalgia-trimester-pertama.html

23. Surat Cinta Buat Haidar 20 Bulan
http://www.hajahsofya.com/2017/05/surat-cinta-buat-haidar-20-bulan.html

24. Awal dari Sebuah Akhir
http://www.hajahsofya.com/2017/05/awal-dari-sebuah-akhir.html

25. Terapi penyakit Ruhani (buku Ibnu Qaayim Al Jauziyah)
http://www.hajahsofya.com/2017/05/terapi-penyakit-ruhani-muhktasar-ibnu.html?m=1

26. Syukur Sang Penjual Kaus Kaki
http://www.hajahsofya.com/2017/05/syukur-sang-penjual-kaus-kaki.html

27. Kejutan Pertengahan
http://www.hajahsofya.com/2017/05/kejutan-pertengahan.html

28. Enlightening Parenting
http://www.hajahsofya.com/2017/05/enlighting-parenting.html

29. Bunda Menjawab : Tentang Ahok dan Al Maidah 51
http://www.hajahsofya.com/2017/05/bunda-menjawab-tentang-ahok-dan-al.html

30. Sebelum Akhir
http://www.hajahsofya.com/2017/05/sebelum-akhir.html

Kesan ikut 30 Days Writing Challenge Jilid 5
http://www.hajahsofya.com/2017/05/kesan-dari-30-days-writing-challenge.html

Kompilasi Link Tulisan Fighter Hajah dalam 30DWC jilid 5
http://www.hajahsofya.com/2017/05/tulisan-30-days-writing-challenge-jilid.html

Alhamdulillah, silakan mampir ya ^^
Info jilid 6 nya di bawah ini ^^



Atau klik aja disini

Kesan dari 30 Days Writing Challenge Jilid 5 #30DWC

Alhamdulillah. Tantangan Menulis 30 Hari dalam 30 Days Writing Challenge #30DWC jilid 5 sudah berhasil dilaksanakan. :)
Awal mulanya saya yang seneng nulis ini mikir, kok saya seneng nulis, pengen nulis buku, tapi ngga pernah follow Instagramnya para penulis ya? (Curiga kebanyakan olshop yang difollownya wkwkw).

Akhirnya saya mulai follow instagram orang orang yang suka nulis, dan ketemu akun ini : @inspiratoracd. Ternyata itu komunitas menulis yang diusung sama mas @brilliagung, yang sebetulnya saya ngga kenal-kenal amat, tapi kok familiar sama namanya. Saya lihat ada training menulis buku dalam sebulan (namanya MMO Mentoring Menulis Online) dan saya mencoba daftar.

Sayang belum rejeki, (emang belum ada budget maksudnya buat ikut kelas itu hehe) akhirnya saya hanya tergabung dalam sebuah grup whatsapp komunitas menulisnya saja. Setelah itu ada info buat ikut challenge menulis 30 hari yang berbayar, dan saya ikut.

Sedikit info, dulu saya pernah ikut 99 days One day One Post nya RB Menulis IIP asuhannya teh shanty (gratis), tapi waktu itu saya gugur ditengah jalan (malu hehe). Kalau tidak salah, waktu itu saya terlalu perfeksionis kalo nulis pengen langsung bagus, dan komunikasinya hanya via grup facebook, jadi kurang interaktif bagi saya waktu itu. Setahu saya, ODOP yang sekarang lebih keren, selain setor tulisan juga suka ada kulwap dari penulis-penulis, ada meet up acara kepenulisan, dan juga udah pake grup whatsapp buat membernya.

Nah, di 30DWC ini pakai grup whatsapp dan punya struktur organigram bertingkat (halah hehe). Dipakai istilah ini : Empire, General, Controller, Guardian, Squad, yang kurang lebih semacam kepala kepala suku gitu. Kali ini saya ambil bagian sebagai controller, tujuannya supaya kalau punya amanah itu rasanya lebih terikat, dibanding sekedar peserta.

Di 30DWC ini juga ada namanya KOUF (kuliah online untuk Fighter) isinya sharing materi dan tanya jawab supaya para calon penulis hebat ini juga makin termotivasi dan nambah ilmu kepenulisannya.

Yang seru, seriap peserta (fighter) dianjurkan untuk saling memberikan feedback pada para fighter lain. Seru loh jalan-jalan liat tulisan-tulisan orang lain. Jadi inspirasi. Hanya kita perlu meluangkan waktu ya, soalnya saya awalnya aja masih bisa. Makin kesini, posting suka mevet jadi masih keteteran buat ngasi feedback. Hehe

Evaluasinya:
- beberapa hari yang saya telat setor, dan 1 hari hutang setor. (Biasa, ketiduran -_-)
- ada tulisan yang ditulis pake hati, ada yang biasa aja. Ada yang pake referensi, ada yang engga, ada yang referensi semua hehe.
- awalnya saya ingin postingan saya bertema per 7 hari. Tapi hanya jalan 7 hari. Sisanya suka suka gueh hihi.
- belum nentuin waktu khusus per harinya. Masih random jam nya. Rerata menjelang tengah malam (deadline), atau pagi, atau pas dapet ide langsung.
- kata mas rezky, saya harusnya udah bisa mulai ngedraft kalau mau bikin buku. Udah ada ide, tapi risetnya belum sempet heheu
- Sempet 1 kali jadi moderator KOUF nya.
- ngerekap laporan poin member (salah satu tugas controller, dan kalo ngga salah ada 1 kali yang skip ga inget giliran dan di back up mba prisca)

Niat kedepannya
- ikut 30DWC jilid 6 nya.
- ikut ODOP juga ga ya? Hehe
- nulisnya lebih terarah dan fokus pada pesan yang ingin disampaikan
- coba ngedraft kerangka buku
- lebih konsisten dan komit baca aneka buku
- gali lebih banyak inspirasi dan maknanya, jangan permukaan aja.

* * *
Info tambahan, di saat yang sama, saya juga ikut mendaftar kelas menulis online seharga 399rb dengan 7 materi dari 3 mentor : teh indari mastuti, kang dewa Eka prayoga, dan kang Tendi murti. Tapi karena sifatnya materi jebret, saya malah ngga keburu ngikutin. Hadeuh. Belum manjat chanel telegramnya, padahal materi nya bagus. Harus mulai nih.

kalau mau review segi investasi,
1. ODOPfor99days gratis
2. 30DWC 99rb
3. Nulis jadi Bisnis 399rb
Saya baru lolos yang 30dwc karena lebih banyak praktek, dan jumlah harinya ngga terlalu ngagetin hehe. Ya mungkin nanti naik tingkat ya hehe.
4. MMO terakhir kemarin 1.4 jt. Saya belum ikutan belum ada budgetnya. Ini buat yang serius mau bikin buku, dalam 30 hari dibimbing banget sama mas brilliagung, dan link nya ke penerbit mayor.

Info lain bisa cari cari atau kontak aku juga boleh ^^
Jilid 6 nya udah dibuka, daftar yuk!

Syukur Sang Penjual Kaus Kaki

Sejak gerbang menyapaku, sosok itu sudah memperhatikanku. Aku melihatnya, ada harap dalam jiwanya, akan ada sebuah transaksi.
Tumpukan kaus kaki itu masih memenuhi tas nya, padahal kantor pos itu sudah sepi pengunjung.

Kuputuskan membelinya, lagipula aku juga perlu kaus kakinya. Lumayan buat darurat, cuma sepuluh ribu dapat tiga.

Setelah selesai memilih, kuserahkan selembar uang sepuluh ribu padanya. Tak seperti transaksi biasa, ucapan terimakasih yang ia lontarkan begitu berbeda. Kurasakan ada syukur berlipat lipat dari uang yang didapatnya, padahal "hanya" sepuluh ribu. Kira kira berapa sih dapat untungnya ?

Semoga Allah merahmati orang-orang yang berjuang mencari nafkah. Yang bersyukur dengan apa yang didapat, dengan apa yang Allah gariskan untuknya. Karena pada hakikatnya, syukur itu bukan tentang seberapa besar nikmat yang didapat, tapi dari hati yang tunduk pada kebesaran Sang Maha Pengasih.

6 Mei 2017
Hajah Sofyamarwa R.

#30dwc #30dwcjilid5 #day26 #30dwchajah

Diposting di ig, dipindahkan ke blog :)

Thursday, May 11, 2017

Sebelum Akhir

Setiap permulaan pasti ada akhir. Tak ada asap kebakaran tanpa bara api. Tak ada buah tanpa akar yang menghujam. Bersama cabang ada dahan pohon yang mendahului. Bersama amal perbuatan, ada ilmu dan pemikiran yang melandasi.

Tahukah yang kau butuhkan di dunia yang semakin ramai ini? Kau membutuhkan  kejernihan akar pikiran, alih alih memperbaiki daun-daun perbuatan.

Kau pun butuh untuk lebih memperhatikan lagi nutrisi-nutrisi pikiran yang kau masukkan, karena sadar atau tidak itu semua akan memengaruhi akhir pikiranmu.

Aliran nutrisi yang diserap akar pikiran akan diproses dalam pembuluh, dan melalui proses yang panjang akan menjadi komponen pembangun pikiran kita. Maka proses nya tak sebentar, dan kadang tak terasa.

Sekali lagi, setiap permulaan pasti punya akhir. Dan setiap manusia menginginkan akhir yang terbaik.

Maka tahukah kau apa yang benar-benar kau butuhkan di dunia yang ramai ini ? Sebelum berakhir, perhatikan betul nutrisi pikiran dan jiwamu dengan hal yang benar. Tetap berupaya berproses dengan pembuluh yang beradab. Berdo'a agar segala proses tetap dalam bimbingan Allah, dan berakhir baik, dalam penilaianNya.

11 Mei 2017
Hajah Sofyamarwa R.

#30dwc #30dwcjilid5 #30dwchajah #day30

Tuesday, May 9, 2017

Bunda Menjawab : Tentang Ahok dan Al Maidah 51

Bunda, sebetulnya kasus penistaan agama yang katanya di lakukan Pak ahok Gubernur Jakarta itu seperti apa sih ?

Nak, ilmu bunda mungkin tidak banyak, jadi bunda hanya menyampaikan apa yang bunda pahami menurut bunda saat ini ya :) Nanti kita sama-sama cari kebenarannya, bunda temani.

Kasus ahok itu berawal dari pidatonya sendiri di sebuah Pulau Pramuka, di kepulauan Seribu (27 Sept 2016). Saat itu, pemerintah DKI jakarta sedang menjalankan programnya terkait budidaya ikan kerapu

Yang menjadi masalah adalah karena ada perkataan ini "Dibohongi pakai surat Al Maidah ayat 51..." detailnya, bisa lihat sendiri ya di Video lengkap nya.

Setelah itu, muncul laporan, dan berbagai aksi damai.

Menurut Bunda, Kenapa ya Ahok Bisa Mengatakan itu?
Ini bunda baru saja menyimak sidang vonis pak ahok. Prosesnya cukup panjang ya sampai saat ini (9 Mei 2017). Dari sidang ini, bunda tahu 1 hal, bahwa pak ahok memang beberapa kali punya pengalaman tersendiri tentang QS al maidah 51 itu.

Buku merubah indonesia (2008)  yang pak ahok tulis menyiratkan bahwa sepanjang karir politiknya, sebagai seorang kristen yang tidak tahu ajaran agama lain (islam), beliau sering dengar seruan dari umat islam untuk tidak memilih pemimpin kafir (yang bukan islam). Contoh pengalaman beliau waktu tahun 2007 saat beliau menjadi calon bupati bangka belitung, beliau melihat banyak selebaran yang berisikan larangan memilih pemimpin selain islam.

Tak berhenti sampai disitu, beliau pun mengkonfirmasi, bertanya pada pemuka agama islam yang harapannya bisa memberikan penjelasan terkait ilmu yang tidak ia ketahui itu. Menurut bunda, itu sikap yang baik, ya? Ketika tidak tahu, bertanya pada ahlinya. Namun dalam mencari kebenaran, kita perlu memastikan apakah narasumber yang kita tanyakan adalah narasumber yang terpercaya dan diakui, atau apakah proses belajarnya sudah cukup untuk membuat kesimpulan.

Pun setelah itu dilakukan, kita kan sudah belajar adab ya? Untuk tidak mengatakan apa-apa yang tidak kita ketahui pasti sebelum terang kebenaran nyatanya.

Kalau kesimpulan hasil belajarnya sesuai dengan pemahaman yang sebenarnya, ya tidak apa-apa, tapi kalau menuai protes, ya kita harus periksa lagi.

Kita pun harus menghargai keyakinan orang lain (dalam hal ini keyakinan Islam pada ayat sucinya). Bunda kasih contoh ya, kalau dalam kitab suci umat X dilarang memakan ayam (misal) karena baginya suci, sebagai umat Y ya kita tidak perlu mengejek atau ambil pusing, itu kan keyakinan mereka :) tapi sebagai umat Y, kalau bagi kita ayam halal dimakan, dan kita memberitahukan ajaran kita, kan juga ngga salah, kan?

Tapi kok dibilang para penduduk di TKP tidak merasa tersinggung, kok malah seluruh umat islam yang tersinggung?
Bunda sendiri ngga jamin kalau bunda di sana, bunda akan ngeh loh. Tapi saat bunda nonton video nya sebagai umat Islam, bagi bunda rasanya kurang pantas.

Umat islam juga macem2, ada yang merasa tersinggung banget, tersinggung aja, ada yang engga, ada yang wolez, ada yang wolez banget, ada yang ngga peduli. Tergantung pemahaman masing-masing. Tapi hormatilah orang yang berilmu. Para ulama memang tidak ma'sum, tapi ilmu mereka memahami islam tentu lebih baik dari kita. Tetap belajar, dan tetap hargai  musyawarah para ulama.

Terus bunda, Umat Islam sampai berkali-kali melakukan Aksi Damai itu, kenapa?
Keadilan harus ditegakkan apapun kondisinya, sayang :) kita semua mengapresiasi seluruh pihak yang berusaha menuntaskan kasus pak ahok ini, tidak bermaksud menuding mereka menunda-nunda atau berlama-lama. Ini wujud dari kepedulian umat untuk menegakkan keadilan di negeri yang kita cintai ini.

Harusnya kita bersyukur masih banyak yang peduli dengan negeri ini. Sudah cukup contoh-contoh tentang kasus lain yang tak jelas ujungnya, maka banyak yang mengawal kasus ini sampai tuntas. Anak anak juga perlu belajar tentang ketegasan dan keadilan yang dicontohkan kan, di negeri ini?

Sebagai pejabat publik juga seharusnya paham bahwa persoalan agama itu sensitif terkait keyakinan setiap orang. Sebagai pejabat publik yang tentu saja menjadi pemimpin bagi beraneka macam manusia, seharusnya Sebaiknya lebih memperhatikan lagi cara penyampaiannya, apalagi kalau sudah megkonotasikan ajaran suatu kaum dengan kata-kata yang menyakiti.

Kok ada yang bilang kalau kasus ini memecah belah persatuan NKRI?
Tanyakan dulu, di bagian mana persatuan NKRI dipecah belah? Setahu bunda, sudah sejak dahulu Indonesia Bhineka Tunggal Ika. Meskipun ada kasus-kasus, secara keseluruhan kita semua hidup aman berdampingan. Suku yang beragam, agama yang beragam, keyakinan yang beragam, saling menghargai. Yang mayoritas juga tidak menindas yang minoritas, semua punya hak yang sama sebagai warga negara di mata hukum

Hati hati, jangan sampai malah membuat isu yang berbahaya. Menegakkan keadilan harus dilakukan, baik terhadap kaum mayoritas, atau minoritas. Jangan sampai terlalu berlebihan membela suatu kaum, tapi mengesampingkan keadilan yang harus ditegakkan.

Tuntutan dari kaum muslim jelas, adili yang bersalah seadil-adilnya. Hakim pun harus kita hargai kerja kerasnya, kan putusannya juga tidak sembarangan, pasti melalui pertimbangan yang melelahkan.

Terus, kalau ahoknya udah minta maaf, kita harus gimana?
Manusia tempatnya khilaf, hanya Allah yang Maha Benar, dan Allah Maha Pengampun. Kita wajib memaafkan. Kita maklumi saja beliau sebagai orang yang belum memahami. Selama masih beritikad baik akan menjaga sikap, ya harus kita hargai.

Hanya saja, kita juga punya hukum yang harus juga ditegakkan. Yang salah tetap salah, yang benar ya tetap benar. Proses hukum kan juga terus berlanjut.

Lihat saja contoh contoh kasus lain yang serupa, pelakunya memang ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Tapi ingat ya dek, kalau ada yang berkata buruk, tak perlu kita balas dengan perkataan buruk. Islam mengajarkan kita untuk tetap santun.

Kok kasihan ya, di masa-masa akhir jabatannya, dan segala yang sudah dia lakukan buat jakarta, dia harus masuk penjara..
Sejujurnya, setelah putusan vonis hakim Bunda juga merasa kasihan lihatnya. Di masa akhir jabatannya sebagai gubernur DKI harus menjalani hal semacam itu. Belum lagi, pasti ada warga jakarta yang juga sayang pada beliau. Tapi begitulah pelajarannya, sayang. Itulah kenapa kita harus menjaga lisan kita, dan menjaga sikap kita.

Bunda juga yakin beliau bukan orang jahat, pasti ada pula kebaikan dalam dirinya. Penjara mungkin jadi karunia dari Allah sebagai episode beliau untuk bisa berkontemplasi, syukur-syukur mendapat hidayah.

Banyak orang baik masuk tahanan, dan orang kurang baik berkeliaran di luar tahanan, benar kan?

Kagumi orang seperlunya saja. Kalau salah ya salah. Benar ya benar.

Jadi, bagaimana kita harus bersikap, bunda?
Perkuat pemahamanmu tentang keyakinanmu, agamamu. Berpikir dan bersikap rasional dengan tidak mengesampingkan idealismemu. Bersikap adil, dan tetap berakhlak baik. Berlapang dada dengan segala hasil musyawarah.

Cintamu pada Allah lebih penting dari apapun. Orang yang mencintai sesuatu akan berbuat banyak demi yang dicintai. Jangan sampai cinta kita yang seharusnya, jatuh pada sesuatu selain Allah.

9 Mei 2017
Hajah Sofyamarwa Rachmawati
Bunda Mamah

#30dwc #30dwcjilid5 #30dwchajah #day29

* * *
Tulisan ini merupakan seri Anak Bertanya, Bunda Menjawab. Dimaksudkan untuk merumuskan apa-apa yang anak saya perlu ketahui tentang suatu hal, serta pesan yang ingin saya sampaikan. Anak saya masih balita, 20 bulan :)

Enlightening Parenting

Kesungguhan tercermin dari seberapa besar daya upaya kita menyempurnakan ikhtiar, 
bukan sekadar seberapa sering kita memikirkannya”
-Okina Fitriani

Bagai dihujam belati, jleb!
Kalau berbicara tentang peran orangtua masa kini, di mana rasanya informasi berseliweran memenuhi pikiran kita, kutipan tersebut begitu mengena.

Tak sedikit yang kemudian sekedar berhenti pada tahap memikirkannya, namun tak cukup kuat untuk menunjukkan kesungguhannya untuk menyempurnakan ikhtiar.

Cukuplah ini menjadi pengingat bagi diri kita masing-masing dan menjadi suntikan semangat untuk lebih bersungguh sungguh mengemban amanah sebagai orangtua.

* * *

Malam ini saya mendapat inspirasi dari sebuah status dari salah satu teteh keren panutan saya, teh Fufu. Beliau bercerita bahwa beliau telah mengikuti sebuah training parenting yang sangat mencerahkan. Training itu diisi oleh Okina Fitriani, seorang warga negara indonesia yang kalau tidak salah tinggal di KL. Okina Fitriani menulis sebuah buku yang berjudul The Secret Of Enlighting Parenting terbitan Gramedia.

Daei hasil googling singkat saya, erlihat bahwa beliau memformulasikan konsep parenting dari sumber keislaman yang benar, serta menggunakan NLP sebagai toolsnya.
Setelah mengfollow akun facebooknya, Sayapun kemudian berjalan jalan melintasi timelinenya. Alhamdulillah, saya pikir kini bertambah satu lagi orang yang menginspirasi saya.

Saya berharap bisa segera memiliki bukunya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih utuh mengenai konsep parentingnya. Mudah-mudahan juga ada kesempatan untuk bisa mengikuti training beliau yang konon biaya investasinya level dewa. Hihi. Aamiin

Semoga bisa mendapat manfaat langsung dari mengenal beliau :)

8 mei 2017
Hajah Sofyamarwa R.

#30dwc #30dwcjilid5 #30dwchajah #day28

Sunday, May 7, 2017

Kejutan Pertengahan

Terkadang kita terlalu asyik untuk terus hidup di masa lalu. Masa itu, ketika kita belum banyak tahu apa-apa, namun punya kepala yang rasanya terlalu besar kini. Masa ketika kita menganggap orang itu begini, orang itu begitu, sampai akhirnya kita disibukkan pada aktivitas masing-masing, dan tak saling bertemu.

Ada proses yang tak kita ketahui dari episode kehidupan kawan lama kita, tentu saja. Seseorang yang dahulu kita lihat begitu hebat dan menjadi idola kita, bisa jadi kini bagi kita biasa-biasa saja. Ada pula yang dahulu rasanya biasa-biasa saja, kini sebegitu menyilaukan hatimu. Ah, misteri waktu.

Perubahan-perubahan secara fisik yang terjadi, mungkin mencengangkan kita. Namun bagiku, perubahan pikiran, jiwa, dan hati yang semakin teduh dan terarah, jauh lebih berharga daripada fisik semata. Segala proses yang tak kita tahu itu, mengingatkan kita untuk senantiasa berproses pula menjadi lebih baik.

Ya Allah, bolehkan aku merasa iri pada kawan kawan yang kini semakin meneduhkan?

Tinggi hati tak membawamu kemanapun kecuali pada kelalaian.

Semua orang dapat mengawali sesuatu dengan salah atau benar, namun selalu punya kesempatan untuk bisa memperbaikinya di pertengahan. Kejutan pertengahan bisa membuatmu terkaget-kaget, namun semuanya pun tetap berlomba untuk mencapai akhir yang terbaik.

"Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku (agar menjadi amal terbaik) di akhir usiaku. Jadikan hariku yang terbaik adalah hari di saat aku bertemu dengan Mu."

Minggu 27 Mei 2017
Hajah Sofyamarwa R

#30dwc #30dwcjilid5 #30dwchajah #day27

Friday, May 5, 2017

Terapi Penyakit Ruhani (muhktasar) Ibnu Qayyim Al Jauziyah

Insyaallah malam ini mau sharing tentang hasil membaca sebuah buku yang ditulis ibnu qayyim al jauziyah.
Judulnya ad-da'wa ad dawa'.
Terapi penyakit ruhani.

Buku Sumber yang hajah pakai yang sudah berupa ringkasannya (mukhtasar).

Secara keseluruhan, Buku Ad-da' wa ad dawa' ini adalah jawaban dari pertanyaan yang disampaikan pada Ibn Qayyim Al Jauziyah, tentang :

Bagaimana pendapat para ulama dan para imam mengenai seorang yang tertimpa suatu bencana, dan ia menyadari bahwa jika hal itu terus saja menimpa dirinya, maka hal itu bisa merusak dunia dan akhiratnya. Ia sudah berusaha melindungi diri dengan segala cara, namun yang terjadi justru semakin parah. Lalu bagaimana sebenarnya upaya untuk menghindarkan diri darinya? Cara apa yang tepat untuk menghilangkannya?

Sekilas tentang sistematika buku ini :
*Bab 1* pengantar tentang hal yang membantu kesembuhan (al quran dan doa)
*Bab 2* bahaya dan dampak buruk kemaksiatan
*Bab 3* macam dosa dan hukumannya
*Bab 4* dosa dosa besar
*Bab 5* obat cinta yang menjauhkan dosa dan maksiat dari hamba
*Bab 6* isyq', penyakit dan obatnya

* * *

Ujian atau bencana adalah sesuatu yang ngga bisa lepas dari hidup manusia. Ada kalanya kita berada dalam kondisi terbaik, ada kalanya juga kita mengalami hal yang bagi kita "kurang ngenakin". Kalau kita bicara penyakit, jenis penyakit kan bukan sekedar sakit fisik (jasmani), melainkan juga sakit hati, ruhani, fikiran.

Kabar baiknya, Allah sudah menjamin bahwa setiap penyakit ada obatnya, kecuali tua.
"Tidaklah Allah menurunkan Suatu penyakit melainkan menurunkan pula obatnya" (bukhari 5678)

Bicara dosa dan maksiat, kita tahu itu juga salah satu penyebab dari penyakit2 yang menghinggapi kita. Kalau disuruh ngacung buat yang ngga punya dosa, pastinya ngga akan ada yang ngacung. Bahkan mungkin banyak manusia yang punya dosa maksiat unggulan.

Yang menarik (jadi ngeri sebetulnya), di buku ini dituliskan sampai 56 poin bahaya/efek buruk dari kemaksiatan yang kita lakuin.
Dari 56 poin itu, kalau dibaca satu persatu, rasanya madesu hehe, tapi jadi sadar bahwa *"hey mameeen, banyak dosa atuh euy aku teeehh"*

*Contoh bahaya/efek buruk dari kemaksiatan:*
1. Terhalang mendapatkan ilmu
2. Terhalang mendapat rezeki
3. Murung di hadapan Allah.
4. Murung di hadapan manusia
5. Urusan jadi sulit
6. Kegelapan di hati
7. Lemahnya hati dan jasmani
8. Terhalang melakukan ketaatan
9. Menghilangkan
barakah
10. Satu kemaksiatan melahirkan kemaksiatan lain
11. Melemahkan keinginan berbuat baik
12. Tidak memandang buruk suatu kemaksiatan
13. Kehinaan seorang hamba
14. Nganggap remeh perbuatan dosa
15. Merusak akal
16. Menyebabkan laknat
17. Memadamkan rasa cemburu
18. Menghilangkan rasa malu
19. Melemahkan hati dalam mengagungkan Allah
20. Hamba lupa akan dirinya sendiri
Dst

Ngga ditulis semua ya, intinya ada efekburuknya, dan sesuai kadar dosa atau maksiat.
Mudah-mudahan kita semua dilindungi Allah dari segala pengaruh buruk diri kita sendiri ya.

_*"Musibah apa saja yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri..."*_
--asy syura : 30

Kalau diperhatiin semua, efeknya memang banyak ke hati

Terkait klasifikasi dosa, ada yang membagi jadi : dosa besar (kaba'ir), dosa kecil (shagha'ir) bisa dilihat di qs an nisa 31, an najm 32, dan bbrapa hadits shahih lain.
Dosa besar spti : "Menyekutukan allah, membunuh anak sendiri, berzina dgn tetangga."

Ada juga yang tidak. Masing2 punya pendapat.

Tapi ini bisa jadi pola pikir yang menarik dari golongan yang tidak membagi dosa jadi bsar kecil :
_Janganlah seorang hamba itu memandang besar kecilnya dosa, akan tetapi hendaklah ia melihat keagungan Dzat yang didurhakainya serta melihat pelanggaran yang dilakukannya terhadap laranganNya dengan cara melakukan kemaksiatan._

Pesan intinya, jaga pintu-pintu ini :
👁 pandangan mata
💕 lintasan hati
👄 ucapan kata
👣 langkah
Karena dari situ kebanyakan kemaksiatan masuk

Nah obatnya :
1. Hancurkan unsur penyakitnya sebelum menyerang
2. Cabut penyakit setelah menimpa
Mudah, bagi siapa saja yang dimudahkan allah.

Cara cegah sebelum penyakit menyerang
1. Menundukkan pandangan
2. Menyibukkan hati dengan hal hal yang dicintai

Aku terkejut nih pas baca ttg  cinta pada makhluk dan pada "kekasih sejati"😱

Katanya : _"sesungguhnya tidak mungkin bisa menyatukan dalam satu hatu antara cinta kepada kekasih yang Maha Tinggi dengan cinta kepada makhluk. saling berlawanan dan tidak pernah saling bertemu."_

Apa kabar cinta antara suami istri misal?
Aku kepikiran ini ceritanya hehe

Menguatkan bahwa cinta kita sama pasangan, keluarga, atau makhluk lainnya memang harus punya dasar yang kuat. Bukan cuma tau, tapi diperbarui dan di cek setiap saat.

_Di antara manusia ada orang orang yang menyembah tandingan selain Allah. Mereka mencingainya sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang orang beriman sangat cinta kepada Allah."_
Qs albaqarah 165

Intinya juga ngga boleh berlebihan ya cinta teh, ini dibahas di bab akhir, ttg isyq.

TINGKATAN CINTA
*1. Al 'alaqah*
Adanya keterkaitan yang mencintai dengan yang dicintai
*2. Ash shababah*
Adanya curahan hati pada pihak yang dicintai
*3. Al gharam*
Adanya kelekatan hati pada yang dicibtau scr berkesinambungan ga bisa lepas (cnth yg berhutang disebut gharim)
*4. Al 'isyq*
Mencintai secara berlebihan
*5. Asy syauq*
Perjalanan hati menuju yang dicintai
*6. Tatayyum*
Penghambaan seseorang yang mencintai kepada yang dicintainya.

*tingkatan ini perlu dikonfirmasi ya

MACAM MACAM CINTA
(harus bisa bedainnya)
*1. Mababbatullah* mencintai Allah.
*2. mahabbatu ma yuhibbullah* mencintai apa yang dicintai oleh Allah
*3. Al hubb lillah wa fihi* cinta untuk dan karena Allah.
*4. al mahabbah ma'a Allah* cinta mendua kepada Allah
*5. Al mahabbah ath thabi'iyah* cinta naluri
*6. Al khullah* kesempurnaan atau puncak cinta, tak ada lagi ruang di dalam hati orang yang mencintai kecuali hanya bagi yang dicintainya. (Ini kedudukan khusus bagi nabi ibrahim dan nabi muhammad)

setiap yang mengikuti fungsi masing-masing jenis cinta di atas memiliki hukum yang sama dengan yang diikuti.

Cinta yang bermanfaat/terpuji yang merupakan tanda kebahagiaan seorang hamba, seluruh yang mengikutinya atau yang berpangkal padanya adalah bermanfaat juga. Jika ia menangis, maka tangisannya itu bermanfaat. Jika ia bersedih maka kesedihannya juga bermanfaat. Demikian juga jika ia merasa senang/bergembira, semuanya bermanfaat baginya."

sedangkan cinta yang merugikan (tercela) maka seluruh yang mengikutinya atau dampak2nya adalah juga merugikan pemiliknya dan menjauhkannya dari Rabb nya. APAPUN keadaannya, yang terjadi adalah kerugian dan keterjauhan dari Allah.

* * *

Setiap yang lahir dari ketaatan, merupakan tambahan dan kedekatan kepada Rabb bagi yang melakukannya, sedangkan setiap yang lahir dari kemaksiatan merupakan kerugian dan keterjauhan dari Allah bagi yang melakukannya.

Beragama kita itu kan kembali pada meraih cinta dan Ridha Nya.

"Orang yang ridha Allah sebagai Rabb, islam sebagai agama, dan Nabi muhammad sebagai rasul, akan merasakan kelezatan iman."
(hr muslim 34)

Thursday, May 4, 2017

Awal dari Sebuah Akhir

Death isn't the end, it's the beginning
-- Jennifer Love Hewitt

Tubuhnya terbujur kaku dibawah dua helai kain jarik dalam sepetak rumah berukuran kecil itu. Hanya bisa terdiam pasrah mendengar perbincangan manusia tentang kematiannya. Sebagian lainnya mendo'akannya, sebagian lain lagi sekedar mampir berbela sungkawa.

Masa hidupnya terbilang panjang, 83 tahun mengalami berbagai episode kehidupan. Mungkin sudah cukup akrab dengan masa-masa muda, suka, duka, kaya, papa, alpa, lupa, bahagia, sengsara.

Ia tak pernah tahu kapan ia harus berpisah dengan dunia, ia pun tak tahu dalam keadaan bagaimana ia mengakhiri hidupnya. Yang jelas, Sang Malaikat pencatat sudah merekam semua yang ia perbuat semasa hidupnya.

Orang-orang ramai berdatangan, tak sedikit pula yang menyisipkan amplop-amplop putih pada wadah baskom disebelah jasadnya. Tak tahu berapa, sekedarnya. Sedikit tanda cinta terakhir dari para tetangga dan keluarga. Bukan bekal untuknya.

* * *

Sejenak sebelumnya, tak ada yang benar-benar bisa memastikan bagaimana ruh dipisahkan dari jasadnya. Apakah bagai selembut sutra, atau justru bagai tercerabutnya kain basah dari sisir kawat. Apakah pencabut nyawa itu memanggilnya dengan panggilan lembut, atau justru dengan panggilan kasar lagi tak mengenakkan.

Apakah ia sudah cukup menyiapkan perbekalannya? Atau justru habis termakan dosa maksiat yang seringnya tak pernah diingat.

Inilah akhir hidupnya di dunia, namun kematianlah yang menjadi gerbang awal kehidupan yang sesungguhnya. Tak ada kata kembali, untuk bisa mengulanginya. Tak ada janji kosong yang bisa dilontarkan agar dapat kembali dan memperbaiki semuanya.

* * *

Tanah nya masih merah, tiga langkah setelah semua pergi, semua akan dimulai. Menanti cahaya terang dengan kelapangan ruang, atau harus terhimpit pada kegelapan. Berbinar dengan keindahan wisata surga atau termenung dengan kengerian bayangan neraka.

* * *

Setiap jiwa akan merasakan mati. Berhenti dari segala kemegahan dunia, dan memasuki kehidupan yang kekal sebenarnya. Kematian merupakan awal dari sebuah akhir kehidupan dunia. Dan hanya manusia cerdaslah yang mempersiapkan segalanya dengan sebaik-baik perbekalan. Amal shalih dan ridha Allah.

Kamis, 4 Mei 2017
Hajah Sofyamarwa R.

#30dwc #30dwcjilid5 #30dwchajah #day24

Wednesday, May 3, 2017

Surat Cinta Buat Haidar 20 Bulan

"Ikum"
"Calam"

Alhamdulillah dek, di usia yang hampir 20 bulan ini haidar udah bisa ngucapin salam sama ayah dan bunda :)

20 bulan itu berarti 1 tahun lebih 8 bulan. 20 bulan itu berarti 2 tahun kurang 4 bulan. Ya, udah hampir 2 tahun dek, ngga kerasa ya ? :)

Sebentar lagi haidar udah mesti belajar pipis dan mpup di kamar mandi. Udah ngga pake pampers lagi. Sebetulnya yang harus siap mental ya bunda dek, hehe, doain ya biar semangat :)

Sebentar lagi juga haidar udah ngga mimi aci (asi) lagi. Bunda belum kebayang nanti kaya gimana, padahal bunda juga nyamaan banget nyusuin dedek :") bunda paling suka kalau haidar bilang mo mimi pake ekspresi gumasepnya :
"Mo mimi"
"Mimi apah?"
"Mimi cucu"
"Cucu apah?"
"Cucu cokat" (cokelat maksudnya)
"Kalo di bunda bukan coklat, susu asi"
"Aci" (asi)

Mudah-mudahan haidar makannya juga makin pinter, makin seneng makan. Maafin ya kalo bunda masaknya masih belum bener, belum enak, belum bergizi, belum menarik. Semoga di empat bulan MPAsi ini bunda bisa ningkatin lagi skill masaknya.

Bunda baru sadar, ternyata amanah allah buat bunda itu ngga mudah. Bukan sekedar urusan mendidik, melainkan juga urusan fisik. Bukan sekedar urusan fisik, melainkan juga mendidik.

Bunda ngga punya kekuatan apa-apa sampai haidar bisa tumbuh sehat seperti sekarang ini. Terakhir beratmu masih 11 kilogram. Dan bukan sulap, Allah yang kasih 11 kilogram itu. Masih dalam batad normal, meskipun kadang ada aja yang bilang kalo haidar kecil, ga apa apa. 11 kilogram udah dikasih sama Allah, mudah-mudahan bunda terus semangat ikhtiar buat ngasih yang terbaik buat haidar. Lagipula tiap anak beda kok perkembangannya, haidar punya perkembangan nya sendiri juga. :)

Oh ya, bunda juga harus lebih disiplin buat nyikatin giginya haidar. Lebih disiplin dan harus bener cara nyikatnya. Soalnya bunda lihat mulai ada lubang kecil di gigi seri atas haidar. Biarpun giginya masih 6, harus bener juga cara nyikatinnya. Satu lagi, bunda udah lihat ada gigi mau muncul dari gusi atas haidar, itu di sebelah kanan :)

Alhamdulillah haidar udah bisa diajak ngobrol ^^ nyanyinya juga mulai bervariasi : tiktik hujan, cicak di dinding, burung kakak tua, tahu bulat, halo halo bandung, allah turunkan hujan, surat al fatihah, doa bangun tidur. Lumayan banyak loh deh, tapi ya ngga semua lengkap sih dinyanyiinnya. Hehe. Banyak kata yang diloncatin hehe.

Segitu dulu ya surat dari bunda, nanti bunda lanjutin lagi ^^

Rabu, 3 mei 2017
Hajah Sofyamarwa R

#30dwc #30dwcjilid5 #30dwchajah #day23

Nostalgia Trimester Pertama : Mual Muntah

Kemarin (2/5/2017) entah kenapa saya merasa mual selama seharian penuh. Tiap makan pagi atau siang, akan sepaket dengan yang namanya munt*h. Iya, jadi ingat trimester pertama saat makan saja menjadi sebuah perjuangan. Hehe

Ngga nafsu makan, ngga nafsu masak (males aja kali ya hihi), cuma bisa bikin sayur bayem bening sama ayam bakar kecap. Itu juga malem saya ngga makan, keburu lelah hihi.

Kenapa ya?
Saya mikir mungkin karena saya makan odading kebanyakan (?) 2 biji doang sih, cuma mungkin karena minyaknya (?), atau karena saya kelamaan liat hape (? Kayanya ngga juga). Bingung.

Bedanya sama trimester awal hamil haidar, kali ini saya ngga perlu test pack hehe karena udah pake IUD, jadi insyaallah bukan karena haidar akan segera punya adek baru. Hehe

Kalau trimester awal sering mual-muntah, efeknya susah masuk nutrisi makanan, ngaruh ke janin. Kalau mual kaya gini, tetep ngaruh juga ke anak dan suami, karena kita smua tetep harus makan (masak/minimal nyediain makanan). Hehe.

Paksuami nyuruh saya ke dokter, tapi saya ngga mau karena sakitnya garing hehe.

Hari ini cuma mau cerita itu aja, karena mual muntah nya mengganggu sekali. Sampai saya lemes banget pas ada temen mau ngambil orderan jashujan ke deket rumah saya, udah lenglengan pisan rasanya. Ngga kuat berdiri.

Pesannya, syukuri setiap kondisi sehatmu ya. Dan namanya ibu-ibu itu biar gimanapun sakitnya tetep harus sehat (loh) soalnya ada amanah anak dan suami yang tetap harus diurusin :)

Rabu, 3 Mei 2017
Hajah Sofyamarwa R

#30dwc #30dwcjilid5 #30dwchajah #day22

Tuesday, May 2, 2017

Rayuan tentang Standar

Kami banyak berbeda pada berbagai hal. Namun lama-kelamaan makin terasa pula bahwa perbedaan yang Allah berikan ini adalah agar kami saling melengkapi.

Contohnya saja, standar lidah kita dalam mengecap suatu rasa makanan. Bagi lidahku, hampir semua makanan enak, kecuali yang betul-beul tidak enak. Bagimu, setiap jenis makanan hampir pasti punya level ke'enak'an yang berbeda.

Seperti pancake durian yang kita beli kemarin. Bagiku rasanya  sudah enak, tapi bagimu masih ada yang kurang. Menurutku ya sudah nikmati yang enak saja, tapi mungkin bagimu tetap perlu kesempurnaan.

Kemudian kunyatakan bahwa standar ku mungkin memang mungkin rendah. Kau bilang standarmu tinggi.

Setelah itu kami tertawa, aku tertawa puas, kamu sedikit memble. Kami teringat bahwa kami sudah menikah, dan diawali dengan memilih sesuai standar masing-masing.

Yes!
Hehe, you got the point?
Just kidding, honey :D

2 mei 2017
Hajah Sofyamarwa R.

#30dwc #30dwcjilid5 #day21

Sunday, April 30, 2017

Mengingat Kematian

Masih hangat dalam ingatan kita, sosok seorang qari (pembaca Al-Qur'an) di Surabaya, yang tutup usia saat sedang melantunkan sebuah ayat suci Al Quran.

Mengingatkan saya pada panggilan lembut yang terekam dalam QS Al Fajr 27-30, pada manusia yang shalih :

"Ya ayyuhan nafsul muthmainnah,
(wahai jiwa yang tenang..)

"irji’i ila rabbiki radhiyatam mardhiyyah"
(kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati puas lagi diridhai-Nya)

"Fadkhulii fii Ibadii"
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku

"Wadkhulii Jannatii"
masuklah ke dalam syurga-Ku

* * *

Dua kalimat terakhir pada masa hidupnya adalah dua ayat pada surat Al Mulk 1-2 yang berisi pujian bagi Allah, yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kita tentang amal siapa yang paling baik.

Kalau sudah melihat videonya, muncul pertanyaan di benak saya, dengan sakaratul maut yang "ringan"  itu, apakah beliau termasuk ahli surga? Padahal yang lebih penting adalah bertanya pada diri sendiri, mau seperti apakah akhir hidup kita?

Ustadz khalid basalamah dalam suatu waktu mengingatkan bahwa parameter fisik tidak bisa dijadikan patokan, apakah seseorang khusnul khatimah, atau suul khatimah. Hanya saja, seseorang akan dimatikan Allah bersama dengan kebiasaannya. Maka membiasakan diri pada hal-hal yang baik selama hidup adalah salah satu bukti keyakinan kita  pada kematian. Bahwa ajal akan datang pada ruang dan waktu yang tak pernah disangka sangka.

Hal itu mengantarkan saya menyelami samudera youtube. Hehe. Melihat berbagai cara orang menutup usianya. Ada yang lembut, merasa kesakitan, berteriak, tiba-tiba jatuh, dalam kecelakaan, setelah selfie, saat bermain bola, dan lain lain. Ya, kita tak pernah tahu akan mati dalam keadaan seperti apa.

Sayapun mulai mencari tahu, bagaimana rasanya saat ruh mulai dicabut malaikat :
Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai kerongkongan. Dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan”. Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan. Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan). Dan kepada Rabbmulah pada hari itu kamu dihalau”.
QS. Al Qiyamah: 26-30

Aku tidak iri kepada siapapun atas kemudahan kematian(nya), sesudah aku melihat kepedihan kematian pada Rasulullullah.
---HR. Tirmidzi kitab Janaiz bab penderitaan dalam kematian (979). Lihat Shahih Sunan Tirmidzi (1/502 no: 979).

* * *

Semoga kita tidak termasuk orang yang seperti ini :
Sesungguhnya hamba yang kafir -dalam riwayat lain- yang jahat jika akan telah berpisah dengan dunia, menyongsong akhirat, maka malaikat-malaikat yang kasar akan dari langit dengan wajah yang buruk dengan membawa dari neraka. Mereka duduk sepanjang mata memandang. Kemudian malaikat maut hadir dan duduk di atas kepalanya dan berkata: “Wahai jiwa yang keji keluarlah engkau menuju kemurkaan Allah dan kemarahan-Nya". "Maka ia mencabut (ruhnya) layaknya mencabut saffud (penggerek yang) banyak mata besinya dari bulu wol yang basah."
--HR. Ahmad (4/2876, 295, 296) dan Abu Dawud kitab Sunnah bab pertanyaan di alam kubur dan siksanya (4753)

Naudzubillah.

Ahad, 30 April 2017
Hajah Sofyamarwa R

#30dwc #30dwcjilid5 #30dwchajah #day20

Perempuan Bercadar Hitam

Pandangannya terpaku ke sudut ruangan di ruang tunggu sebuah rumah sakit. Perempuan yang dilihatnya terlihat sama cemasnya karena menunggu keluarga di dalam ruang bedah instalasi minor itu, entah siapa yang berada di dalamnya.

Kepalanya dipenuhi berbagai lintasan pikiran; tentang jubah hitam yang dipakainya, tentang bahan pakaian yang digunakan, tentang mencoloknya warna hitam di tengah warna cerah lain, dan berbagai pikiran lainnya

Sembari tetap memandang perempuan itu, jempolnya masih menari di atas layar ponselnya. Sementara dirinya sibuk dengan hal itu, perempuan bercadar hitam itu menunggu sembari melantunkan ayat suci al qur'an.

Ah, terkadang kita begitu sibuk mengurusi orang lain daripada mengurusi diri kita sendiri. Selama masa tunggu itu, mungkin argo pahalanya bertambah, sementara kita hanya sibuk mengomentari dan lupa kalau argo pahala kita juga harus dibuat jalan.

29 April 2017
Hajah Sofyamarwa R

#30dwc #30dwcjilid5 #day19

Friday, April 28, 2017

Kelingking Kaki

Coba tengok sedikit jari kelingking kakimu. Apa bentuknya lurus atau melengkung?
Kalau yang lurus, biasanya kuku kakinya juga rata. Lain lagi yang agak bengkok, kuku nya jadi lebih kecil dan lebih terkesan nyempil.

Kelingkingmu tipe yang mana?
Kalau aku tipe yang agak melengkung. Jadi kalau potong kuku, agak lucu juga liatnya.

Siang ini saya berkesempatan untuk menjaga kakak yang habis operasi di rumah sakit. Saya sedikit berbincang dengan seorang pemuda tentang jari kaki.

Tersengat listrik saat sedang memasang  CCTV, berapa bagian tubuhnya terkena luka bakar. Kulitnya terbakar, dan perlu dilakukan pemindahan kulit ke tempat-tempat yang luka. Area pundak kiri dan pergelangan tangannya "bolong", karena sengatan listriknya ke dalam tubuh dan harus di ambil agar tidak meluas.

Perlu waktu 3 pekan untuk "menambal" kembali luka bolongnya, dengan menempelkan tangannya ke perut dan tak boleh digerakkan. Opsi lain, kalau memungkinkan, hanya ambil kulit dari bagian tubuh yang lain.

Jari-jari kakinya tinggal delapan. Pemuda berusia 18 tahun itu kini sudah tak punya kelingking lagi. Sudah tak bisa lagi sekedar berbincang tentang jenis kelingking yang tadi kita bahas di awal.

Maha Sempurna ciptaan Allah, semoga kita selalu bisa menjadi hamba yang bersyukur.

28 April 2017
Hajah Sofyamarwa R.

#30dwc #30dwcjilid5 #day18

Thursday, April 27, 2017

Angkot VS Gojek

Masih ingat demo para supir taksi konvensional tempo hari yang lalu?
Masih ingat juga, demo para supir angkutan kota yang sampai menghancurkan mobil yang disangka transportasi online?

Dunia berubah, perilakunya pun berubah. Saya dulu termasuk pecinta angkot, terlebih karena di Bandung ini opsi tranportasi memang tidak banyak. Transportasi jarak jauh hanya bisa memilih bus atau angkot. Dan jangan tanya pengalaman saya naik bus, bisa dihitung jari.

Sekarang kita dimudahkan dengan adanya gadget di tangan kita. Dunia sudah di tangan, panggil "supir" serasa panggil supir pribadi. Syukur alhamdulillah.

Saya menulis ini sebagai salah satu orang yang pernah begitu bersyukur menjadi pelanggan setia angkutan kota di Bandung. Selain karena merupakan salah satu angkutan termurah, dalam hiruk pikuk dan waktu perjalanan dalam angkot saya justru mendapat banyak pencerahan. (Ini naik angkot atau semedi ya hihi)

Ongkos angkot yang murah meriah, setiap hari merasakan ganti mobil dan ganti karakter supir, ganti suasana perjalanan, ganti teman perjalanan, mengamati berbagai kejadian di dalam maupun di luar angkot, bisa membaca buku dalam perjalanan, bisa tilawah quran, bisa bengong, bisa tidur, tidur sambil baca buku (eh), senyum sama orang ga dikenal, ngobrol sama penumpang lain, ngeliatin macem-macem pengamen, ngeliatin orang sampai jadi bahan tulisan, turun mendadak karena ketiduran (heu), daaaan lain lain. Hal-hal ajaib itu yang bikin saya kangen dengan angkot. Dulu rata-rata perjalanan saya 1 jam untuk ke sekolah atau kampus (bisa 1,5 jam).

Sekarang, setelah menikah dan menjadi emak-emak gendong anak, saya lebih banyak memakai jasa ojek online untuk kemana mana. Lebih cepat, lebih murah (relatif memang). Haidar pun kalau di angkot lebih ngga tahan lama, pengennya gerak-gerak. Kalau di motor kan anteng terpaksa hehe. Sesekali pakai angkot kalau memang jaraknya terlampau jauh, atau hujan. Posisi tempat tinggal saya saat ini juga untuk mencapai angkot butuh jalan agak jauh (manja haha), jadi daripada naik angkot yang ongkosnya lebih murah seribu (misal) dari ojek online tapi harus jalan, saya milih ojek online aja. Hehe

Saya tahu pengelolaan angkutan kota di bandung masih dikelola swasta. Mewajari kemarahan para supir yang pendapatannya jadi berkurang dari sebelumnya. Bukan berarti mereka semua jahat, mereka juga punya keluarga yang perlu dinafkahi. Kalau cara mereka salah dan kelewat batas ya tetap harus ditindak. Saya jadi saksi kok jaman dulu banyak supir angkot yang baik-baik. Namun bagaimanapun juga jaman terus berkembang dan yang ikut beradaptasi dengan perkembangan jaman akan lebih mudah menjalaninya.

Semoga kita masih diberi keyakinan sama Allah, bahwa rejeki sudah dijamin. Menjemputnyalah yang perlu kreativitas, perlu kerja keras, perlu kerja cerdas.

Kamis, 27 april 2017
Hajah Sofyamarwa R
Emak-emak Pecinta Transportasi Umum

#30dwc #30dwcjilid5 #30dwchajah #day17

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...