Special thanks pisan to temen temen al hayaat yang ngasi hadiah nikahan voucher buku (alhamdulillah pisan) jadi bisa beli buku yang dibutuhiinn :D
#ODOPfor99days
#day3
Banyak hal yang harus saya syukuri setelah melewati tahun 2015, begitu banyak hal terjadi. 2015 adalah tahun pertama saya sebagai seorang istri, sekaligus dikaruniai seorang putra.
2015 sebuah tahun yang membuat saya sadar bahwa saya itu ngga ada apa-apanya. Bukan bermaksud merendahkan diri seperti tagline ngetren "da akumah apa atuh", senyatanya dari 23 tahun jatah hidup yang Allah berikan, memang sangat banyak sekali yang belum saya bisa.
Urusan masak memasak, sebelum nikah selalu dimasakin mamah. Saya bilang selalu, karena walaupun kadang suka masak, tetep aja ngga sebanding dengan yang mamah masakin hehe. Jaman ngekos kadang masak yang simple. Di asrama belajar belanja ke pasar dan masakin buat 20 orangan. Lumayan. Walaupun ada jadwal piket sih, jadi ga setiap hari hihi.
Saya bisa bilang : setiap orang bisa masak (enak ga enak), masalahnya adalah terbiasa masak atau tidak.
Menjadi seorang istri, harus "tahan" buat masak (atau menyiapkan makanan) setiap hari. Terdengar mudah, tapi bagi saya setelah dijalani ya kaget juga hihi. Bayangkan saja, dari yang sebelumnya apa-apa selalu disiapkan, sekarang harus menyiapkan buat orang lain. Pesen buat yang masih gadis, yang penting itu kebiasaan, enak atau tidak masakan kita lambat laun insyaallah enak kok.
* * *
Semakin terasa "tekanan"nya setelah benar2 pisah dari mertua dan hidup sendiri. Kalau di rumah mertua masih suka gantian sama eneng atau sama ibu. Setelah pisah, blas, udah full tanggung jawab saya. Makanya suka pusing mau masak apa. Hahaha.
Sebagai ahli gizi keluarga, level saya masih ecek ecek hihi. Selama ini hanya mengusahakan selalu ada sayur (kadang belang betong juga), lauknya sama buah.
Alhamdulillah disini dekat pasar jadi sebetulnya setiap hari bisa ke pasar dan beli sayuran segar. Tapi namanya manusia penuh khilaf dan rasa malas (wkwk), Saya coba belajar mengaturnya dengan membuat rencana menu selama beberapa hari. Itu lebih efektif dibanding tiap mo belanja ato masak mesti mikir dulu. Takes time.
3 Bulan
Kurang lebih 3 bulan saya mulai mengatur menu. Masih banyak yang skip juga, tapi alhamdulillah segitu mah hehe. Sekitar minimal 60 jenis masakan tercatat sejak saya menikah november 2014 lalu. Kombinasi antara makanan praktis, sayur, lauk pauk, dan cemilan.
Mungkin terdengar lebay, tapi bagi saya ini prestasi. Hihi. Kalau mau lihat beberapa contoh masakan, saya upload di facebook saya hehe.
TANTANGANNYA
Selama ini yang jadi tantangannya adalah :
1. Sebelum nikah belum terbiasa menyiapkan masakan buat keluarga setiap harinya >> sekarang lumayan
2. Pasar dekat, belanja mudah. Sering belanja kadang belanja berlebihan dan ga sesuai budget hehe.
3. Bahan makanan masi numpang titip ke kulkas rumah nenek, kadang males keluar ngambilnya hihi.
4. Butuh variasi menu baru. Bosen masak itu itu aja. Ngga kebayang kalo berpuluh-puluh taun begitu terus hihi
5. Sembari punya bayi. Yap, start punya bayi, start harus masak sendiri. 2 adaptasi yang berbeda.
* * *
Dalam foto di bawah ini, kalian bisa liat template menu yang kubuat selama ini. Menurutku kurang efektif karena ternyata siang jarang masak. Yang makan cuma berdua dan suami pulang malem jadi sebenernya mah masak besar cukup sekali (pas sore aja). Pagi makan yang semalem atau bikin yang simpel. Siang? Karena buat makan sendiri, paling ngabisin yang belum abis atau goreng telor hehehe.
2016 ini insyallah pake format baru hehe, try and error aja mana yang lebih efektif. Mau coba nerapin menejemen menu, 10 hari nya bu Septi, masih belum pas kondisinya, ambil per 3 hari aja dulu deh hihi. Sambil terus cari referensi dari yang udah berpengalaman dan yang cocok sama kondisi pribadi. Kan tiap keluarga beda ya.
Sekian dulu ya cerita emak rempongnya hihi. Semoga 2016 kita semakin baik dalam manajemen rumah tangga nya.
Tenang saja, semua itu berproses. Yang terlihat sempurna pasti sebelumnya melalui berbagai lika liku. Namun justru itulah yang membuat kesempurnaan menjadi indah :)
Khidmatnya Fathimah binti Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah suaminya, Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, sampai-sampai kedua tangannya lecet karena menggiling gandum. Ketika Fathimah datang ke tempat ayahnya untuk meminta seorang pembantu, sang ayah yang mulia memberikan bimbingan kepada yang lebih baik: “Maukah aku tunjukkan kepada kalian berdua apa yang lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu? Apabila kalian mendatangi tempat tidur kalian atau ingin berbaring, bacalah Allahu Akbar 34 kali, Subhanallah 33 kali, dan Alhamdulillah 33 kali. Ini lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu.” (HR. Al-Bukhari no. 6318 dan Muslim no. 2727)
Kalo cerita rempong kamu gimana? Sama ga? Hehe
#OneDayOnePost
#ODOPfor99days
#day2
Alhamdulillah, postingan pertama di 2016 :)
Hal yang membuat saya posting ini karena senin 4 Januari 2016 ini saya resmi ikut tantangan ODOP (One Day One Posting) nya IIP (Institut Ibu Profesional) yang digagas oleh teh shanty dewi arifin.
Agak ngga ketje aja kalau ujug-ujug, anggaplah ini prolog ya hehe.
Untuk apa sih ikutan ODOP?
Saya suka menulis. Saya pribadi merasa lebih bebas berekspresi lewat tulisan. Terlalu banyak hal dalam pikiran yang perlu diuntai dan diejawantahkan yang kalau dilakukan insyaallah akan membuat diri lebih baik.
Saya percaya dengan menulis --baik digital maupun tulis tangan-- kita memahat sesuatu dalam hidup kita, tidak membiarkannya lewat begitu saja tanpa makna.
Menulis adalah salah satu cara berbagi kisah. Sesederhana apapun tulisan kita, bila allah pertemukan dengan yang membutuhkan, insyaallah bermanfaat.
Menulis adalah salah satu rangkaian belajar. Menulis apa yang dibaca, membaca apa yang ingin ditulis. Mengikat ilmu lewat tulisan.
RESOLUSI 2016 ?
Yap, dengan ini ODOP resmi menjadi salah satu resolusi 2016 saya.
Ah rasanya berat kalau udah jadi emak rempong ya. Tapi pasti bisa. Bisa malem banget atau pagi banget waktunya. Harus Pinter pinter bikin ekstra me-time dari mengerjakan pekerjaan rumah dengan lebih efektif-efisien. Yeay semangat!
Blogwalking Cari Inspirasi buat ODOP
Nah, karena baru posting malem2 dan saya juga masi bingung mau mulai dari mana, akhirnya blogwalking dulu ke rumah-rumah ODOPers yang lain. Ada 3 yang lagi gue banget hihi :
1. Tentang pengalaman beres-beres rumah ala KonMari yang worth to try. https://shantystory.wordpress.com/2016/01/04/konmaring-your-home-konmaring-your-life/
Saya suka tulisan ini karena kerasa feel nya. Kenal sama teh shanty cuma via watsap, tapu kerasa bliau itu orangnya pembelajar banget, simple dan ga malu kalau perlu tahu sesuatu. Btw terkait tulisannya, Yap! Saya juga lagi beberes lemari. Semua diobrak abrik dan dikelompokin per kategori. Ternyata namanya KonMari hehe. Lagi butuh banyak box buat nyimpen2 nih. Btw bener juga, kalo bisa ngerjainnya jangan pas ada pasangan, kasian bisi ikut lieur. Hihi.
2. Amel melia pertiwi
https://ummhaidar.wordpress.com/2016/01/04/urgensi-profesi-ibu-rumah-tangga/ #ODOPfor99days #day1
Kalo ini, saya lagi memaknai diri saya sekarang yang sudah jadi istri dan ibu. Tahun2 pertama yang bikin shock hehe. Tapi alhamdulilah semoga semakin baiik.
3. Ahliana afifati Sani
https://ahlianafifatisani.wordpress.com/2016/01/04/tentang-bersyukur/
Nah ini tulisan kakak tingkat yang paling pas banget buat saya sekarang. Baca sendiri ya :")
Hello 2016
Pergantian tahun memang bukan untuk dirayakan, tapi untuk dimanfaatkan.
Dimanfaatkan untuk evaluasi diri, untuk memaknai seluruh waktu yang dilalui, untuk memasang target-target baru, untuk hidup bergairah dengan mimpi-mimpi baru.
Bukankah orang beruntung adalah yang hari ini lebih baik dari hari kemarin?
Start Now!
BISMILLAH :)
#ODOP99Days
#OneDayOnePost
#day1
*hihi ini karena deadline topiknya jadi kuclak kaclok yang penting posting hehe
Paket MuTe ini udah lama jadi incaran pribadi, tapi kayanya karena mahal jadi waktu itu belum beli juga hihi.
Recomended pisaaaan, jadi ya mahal juga emang worth it. Pilihannya nabung dari sekarang, atau langsung nyicil aja perbulannya. Kalo emang niat sih pasti bisa ya hehe.
Sekarang jadi keingetan lagi karena ni paket buku lagi promooo! XD
Indent barang sampe tanggal 27 desember 2015 ini diskon gede gedean, 40%.
Jadi dari harganya 4.350.000, sekarang bisa dapet dengan harga 2.610.000 ! Huoooo maauuukkk :3
Nanti cuma perlu bayar dp 800rb sblm tanggal 27 desember, sisanya dilunasi setelah barangnya sampe bulan februari nanti.
Siapa yang mauuu?
SAYAAAHH ! (cung)
Yang mau, langsung pesen ya, kalo dilamain suka lupaa.
Wa 08562016256
Line hajahsofya
* * *
Muhammad Teladanku merupakan program paket buku yang mengenalkan riwayat perjalanan hidup (sirah) Nabi Muhammad SAW secara lengkap.
Dari mulai masa kelahiran, perjuangan mendakwahkan islam, hingga meninggal dunia.
Buku ini disesuaikan dg kebutuhan anak-anak sehingga sangat cocok jika diberikan kepada mrk. Bahasa yang digunakan dlm buku ini mudah dipahami sehingga anak2 mampu memahami sirah Nabi Muhammad secara menyeluruh.
Dengan demikian, tujuan akhir dr paket buku ini, yakni menjadikan Nabi Muhammad sbg teladan akan tercapai.
🌸 Mengapa Muhammad Teladanku Istimewa?
• Inilah buku sirah nabawiyah pertama di Indonesia yg dikemas untuk anak2 dg bahasa dongeng
• Mengenalkan keluarga pada sosok teladan utama, Muhammad SAW
• Kaya akan nilai2 akhlak mulia, sejarah, seni dan kebudayaan islam
• Penuh dg Ilustrasi tangan yg unik kreatif dan mendidik
• Disajikan dg bahasa yg mudah dipahami, mengalir dan mengasyikan
• Dilengkapi dg ensiklopedi, program interaktif dan poster
🌸 Terdiri dari 16 buku utama, yaitu :
1. Kelahiran Rasulullah
2. Masa Muda
3. Menjadi Rasul
4. Ketabahan
5. Tanda2 Kemenangan
6. Madinah Al Munawaroh
7. Mempertahankan Islam
8. Perang Uhud
9. Perang Khandaq
10. Kemenangan di Khaibar
11. Penaklukan Mekah
12. Teladan Umat Manusia
13. Rasul Penyayang
14. Rasul Yang Dicintai
15. Rasulullah Berkisah
16. Wafatnya Rasulullah
🌸 Buku Pelengkap
1. Ensiklopedia Muhammad
2. Mutiara Pelengkap
🌸 Buku Balita
• Nabi Sayang Allah
• Nabi Sayang Keluarga
• Nabi Sayang Sahabat
• Nabi Sayang Anak-anak
• Nabi Sayang Binatang
🌸 3 buah Poster
• Silsilah Keluarga Rasulullah
• Jejak Rasulullah
• Mekah Zaman Sekarang
🌸 Games Ular Tangga Muslim
🌸 VCD Animasi Balita
Penulis : Kak Wka Wardhana dan Tim Kreatif Sygma
Hard Cover, Full Colour,
Kertas isi Art Paper 190gram
Ukuran buku : 15 x 210 x 280mm
Dikemas ekslusif dg travel bag..
Mari hadirkan sosok Rasulullah di rumah kita..
Tak Kenal Maka Tak Sayang..
#MuhammadTeladanku
Info dan Pemesanan MuTe :
Wa 08562016256
Line hajahsofya
Kau tahu, aku mulai merasakan bahwa setiap manusia punya kebaikan serta kekurangannya. Dengan jenis kebaikan dan kekurangan yang berbeda, dengan kadar yang berbeda, dengan jenis interaksi lingkungannya yang berbeda, serta kombinasi unik yang membuat setiap manusia itu menjadi dirinya.
***
Dua orang yang berbeda mungkin sama sama baik, tapi interaksi keduanya belum tentu menghasilkan kesan yang baik pada keduanya.
Dua orang yang berbeda mungkin yang satu baik yang satu tidak, interaksi keduanya bisa saja tetap berkesan baik, bisa juga tidak.
Dua orang yang berbeda yang sama sama tidak baik, interaksi keduanya bisa saja tidak baik, tapi bisa juga malah sangat baik.
***
Dan kamu, apakah kau benar-benar baik?
Ataukah hanya sekedar tidak jahat?
***
Semoga kita menjadi semakin baik sesuai apa yang Allah inginkan pada kita.
10 Desember 2015
Hajah Sofyamarwa
Belakangan ini saya sedang bercengkrama dengan beberapa buku. Bagi saya pribadi, buku yang sedang saya baca sedikit banyak menggambarkan apa yang memenuhi pikiran dan jiwa saya. Ketika butuh A, saya akan mencari buku tentang A. Yang kurang baiknya, karena topik bukunya moody, kadang kalau sudah kepikiran yang lain, buku yang lama ditinggal dulu. Hehe.
Suatu saat berniat mengagendakan membaca buku pertopik karena memang ingin upgrading, berarti 1 buku lain diluar buku moody tadi. Tapi entah kapan, sementara ini masih jadi emak-emak rempong banget soalnya hehe.
* * *
2 buku yang lagi saya baca adalah Menjadi Suami Istri Bijak (Rasya Abdus Sami') dan Segenggam Iman Anak Kita (ust fauzil adhim). 2 buku yang saya butuhkan dalam menyokong peran baru saya setahun ini, istri dan ibu.
Menjalani peran baru memang tak semudah yang dibayangkan sebelumnya, serius. Bukan bermaksud menakut nakuti, tapi memang diperlukan kematangan dalam menjalani nya. Maka saat masih single, seharusnya saya sudah mencicil apa apa saja yang diperlukan untuk menjadi seorang istri dan ibu. Namun nyatanya, memang cicilan itu tak akan pernah selesai --prosesnya sepanjang masa.
Buku Menjadi Suami Istri Bijak membuat saya merasa surga begitu jauh T.T Buku ini diperuntukkan dibaca oleh suami dan istri. Flashback setahun kebelakang sebagai istri, rasanya kuraaaaang banget huhu. Harus diakui bahwa diusia saya yang 23 tahun ini, emosi masih belum stabil, wajar sebetulnya. Ternyata saya egois dan bocah banget hihi.
Sedangkan membaca buku Segenggam Iman Anak Kita membuat saya merasa nol sekali sebagai ibu, sementara bekalnya seharusnya sudah banyak, dan usia anak akan semakin besar seiring waktu berjalan.
Kedua Buku itu rekomended menurut saya. Dibaca dan dihayati sebelum menikah, dan sebelun punya anak, dan saat menjalaninya. Membentuk mindset dan menjadi tools untuk evaluasi saat menjalaninya.
Kalau selama ini ngerasa aman aman aja, dan kepingin ngerasa aman terus, ngga perlu baca buku itu! Hehe
Ah semoga kita senantiasa semakin baik setiap waktunya..
Sabtu, 28 Nov 2015
Menuju setahun pernikahan
Doa adalah kebutuhan hamba pada tuhannya. Ia yang berdoa dalam malam-malam panjangnya dengan lirih mungkin begitu disukai Allah. Dalam doa ada harap, dalam doa ada pengakuan bahwa kita lemah dan tak berkuasa apa-apa.
Doa terbaik bagi seorang mukmin untuk mukmin lainnya adalah doa yang tak diketahui, sementara sejatinya malaikat mendoakan hal yang sama untuk kita.
Namun adakalanya ucapan doa perlu diucapkan langsung di hadapan orang yang kita doakan. Untuk apa? Terkadang orang butuh diingatkan, terkadang orang perlu tahu apa yang diharapkan kita dari dirinya, dan kalimat yang baik tersebut akan mengiringi kesibukan hari-harinya.
Semoga kita senantiasa memiliki kesadaran dalam berdoa.
* * *
Aku sendiri bukan manusia yang ahli dalam berdoa, baik dalam kesunyian, maupun dalam lisan. Astaghfirullah.
"Minta doanya ya, Bunda." Kata Ayah.
Aku cuma bisa bilang insyaallah. berharap apa-apa yang menjadi doaku cukup kuat, dan bisa memberkahi langkah-langkah kami.
Merasa ada yang kurang bila suami pamit pergi dan aku hanya bisa bilang, "iya, yang lancar ya, yang berkah. Ati ati ya.."
Apa yang lancar?
Ati ati dari apa?
Apa manfaatnya berkata seperti itu?
Tak adakah kata-kata yang lebih baik lagi untuk, seseorang yang telah bekerja keras untukmu demi ketaatan pada Tuhannya?
Aku belum terbiasa untuk berkata-kata yang lebih baik dari itu, segan rasanya, entahlah. Merasa diri belum cukup pantas mengatakannya.
Maaf ya sayang, aku masih harus terus belajar..
* * *
Kukutip dari buku Suami istri bijak, kupinjam doanya untuk menjadi doaku setiap kepergianmu bekerja keras mencari nafkah :
"Bertakwalah engkau (jagalah dirimu) demi kami. Sesungguhnya kami dapat bersabar (tahan) dari rasa lapar di dunia, tetapi kami tidak mungkin akan dapat bersabar (tahan) dari adzab di akhirat nanti.
Aku akan selalu mengingatmu hari ini jika kita bersama-sama bertasbih kepada Allah, meski engkau sedang berada di kantor dan aku berada di rumah."
* * *
Bismillah.
Kini ini menjadi doaku, dan aku ingin ayang tahu. Aku akan mulai mengatakannya, sesegera mungkin semampuku. Kalau esok pagi terdengar aneh, maafkan saja dulu ya. Mungkin memang masih masih belum enak didengar karena doaku masih butuh penghayatan dan pembiasaan. Mungkin juga nanti redaksi nya tak sama bagusnya dengan itu, sebisanya dulu aja ya?
Cibangkong, 18 November 2015
Menuju setahun pernikahan,
Istrimu yang entah kenapa suka ngambek cari perhatian hehe :">
Pagi tadi sempat merasa bahwa hari ini akan buruk. Akang pergi pagi sekali tanpa sempat kumasakkan makan sarapan paginya. Sejak itu hingga pukul 8 haidar belum mau lepas dari gendongan. Disimpan, nangis. Padahal sudah mimi, dan popoknya sudah kering. Wah, jadi siang lagi nih ke pasarnya ._.
Tumpukan cucian baju yang kemarin ditunda tunda memanggil manggil minta diselesaikan. Sementara, piring-piring kotor hebring juga minta di tuntaskan. Semakin buruk ketika menyimpan botol kecap tak pada tempatnya, akhirnya jatuh terbelah dan tumpah kemana mana. Kubereskan nanti saja, setelah pulang dari pasar.
Entah kenapa lama sekali aku berbelanja, padahal menu nya itu-itu saja. Aku cari tahu kuning buat dimasak besok, tapi karena kesiangan jadinya semua sudah habis hehe.
Sampai dirumah baru kubereskan kecap tumpah tadi, sembari menatap nanar pada cucian (haha lebaay).
* * *
Menikmati keseharian di rumah, berteman segala perabot, buku-buku yang kepingin di baca, dan haidar (bukan berteman inimah, beranak berarti heu). Teringat pekan lalu bertekad mulai bikin jadwal buat ngemenej diri. Seneng, akhirnya jadi juga satu persatu.. evaluasinya? Banyak sekali yang keteteran. Sebenernya Ini semangatnya didorong karena lihat diskusi dari ibu2 yang udah keren. Ikut termotivasi, tapi karena kondisi saya belum memungkinkan, jadi mungkin justru saya jadi ngrasa gak mampu, malah jadi abai. Bersyukurnya jadi banyak inspirasi, dan tahu bahwa banyak ibu2 di luar sana yang bisa ngatur dirinya dengan baik, maka sayapun harusnya bisa, pada waktunya. Hehe
Berpikir tentang bagaimana cara terbaik melalui ini semua. Keluarlah jurus curhat di grup whatsapp ibu ibu itbmh, sekedar ingin tau sharing pengalaman para ibu2 yang pernah punya bayi. Singkat cerita, sederhana, tapi menggerakkan. Sampai tulisan ini diketik, target cucian saya beres #eh, dan mengerjakan dengan lebih semangat. Alhamdulillah.
***
Mengetahui kondisi orang lain terkadang membuat kita membanding-bandingkan diri dengan orang lain, yang mana hakikatnya tidak perlu dibandingkan, karena kondisi setiap orang berbeda. Namun kadang kita butuh inspirasi, kadang tak perlu besar-besar, kecil saja. Tapi mampu menyalakan api semangat di hati kita.
Hari yang baik.
Selamat sore, selamat memasaaak! :D
16 November 2015
"Jika iman benar-benar tumbuh, maka kesungguhan dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat baginya adalah buah yang manis untuk di petik.
Ini sekaligus menandakan bahwa jika kesungguhan itu tidak hadir, ada yang perlu diperiksa atas iman mereka.
Adakah mereka telah benar-benar beriman ataukah hanya memiliki banyak pengetahuan tentang iman.
Sangat berbeda mengimani dengan memiliki pengetahuan tentang iman."
--- Segenggam Iman Anak Kita, M. Fauzil Adhim
* * *
Singkat saja.
Di tengah kesibukanmu, apa kau tahu kabar imanmu?
._.
Sebelum menikah saya begitu menyukai anak-anak (jadi sekarang engga, gitu? Hehe), maksudnya saya senang sekali berinteraksi dengan anak anak. Biasa ngegodain bocil-bocil waktu kegiatan sanlat RW, merhatiin aneh-anehnya ponakan2 (bukan ngurus hehe), apalagi setelah berkesempatan menjadi guru privat anak anak, dan jadi guru di sebuah sekolah dasar, saya semakin merasa bahwa disanalah diri saya, dunia anak anak, dunia pendidikan, dunia parenting, dll. Saya getol sekali loncat sana sini ikut seminar yang bahasannya anak anak. Bahkan yang pesertanya ibu ibu semua sekalipun saya tidak peduli, karena saya mau dan butuh ilmunya. Mungkin itu juga salah satu pendorong yg memantapkan saya untuk segera menikah. Hehe
Selain itu, sebagai seseorang yang juga seorang anak, saya suka penasaran tentang pola asuh yang saya dapatkan dan mempengaruhi kehidupan saya. Saya berpikir bahwa saya harus BUANYAK BELAJAR BUANGET buat bekel menjadi orangtua nanti.
Saat menjadi guru dan harus berpikir keras untuk di kelas, main bareng sama anak anak, jadi fasilitator nya sejak pukul 7 hingga 2 siang dari senin sampai jumat, saya pikir saya cukup sabar dan membayangkan serunya punya anak sendiri nantinya.
Karena semenjak menikah tinggal bersama mertua, saya jadi merasakan bagaimana hidup 24 jam dengan bocah laki laki. Sebelum ini saya baru mengalami tinggal dengan anak-anak perempuan (keponakan), tapi ya itu pasti beda.
Apa yang saya pikirkan setelah itu?
Saya berpikir apakah saya nanti siap untuk terus membersamai anak sendiri selama 24 jam setiap harinya? Mengurus segala keperluannya? Apakah saya cukup sabar seperti yang dulu pernah saya pikirkan? Karena ada kalanya saya tak cukup sabar dengan tingkah lakunya. Itu tadi, karena terus bersama, bukan yang hanya sebentar sebentar. Apakah 24 jam setiap harinya berkualitas semua?
Kini anak saya laki-laki, masih 47 hari usianya. Entahlah akan jadi ibu macam apa saya nanti. Apakah sama seperti yang dulu pernah dibayangkan, atau justru jadi jenis orangtua yang dulu pernah saya kritisi karena saya tak setuju dengan perlakuannya ke anaknya?
Contohnya saya tak suka dengan orangtua yang membentak anaknya, atau berbicara negatif pada anaknya, tapi apakah saya bisa jamin nanti saya tidak begitu? Karena pasti akan ada masanya kesabaran kita diuji, mungkin setiap harinya.
Bismillah, solusinya adalah bukan mempertanyakan atau terus menerus khawatir. Istirahat sejenak, rumuskan kembali harapan harapan, tanam benih komitmen, rawat. Sedikit kelalaian paati terjadi, maafkan. Masa depan tak ada yang tahu, hanya bisa berencana yang terbaik dan berharap semoga allah terus membimbing kita menjadi orangtua yang shalih untuk anak anak kita yang shalih.. aamiinn..
#renungan #ibubaru #haidar47hari
Selalu ada saat "pertama kali" saat kita melakukan sesuatu. Kacamata pertama, kali pertama bertemu, cinta pertama #eh, pertama kali naik pesawat, gaji pertama, pertama kali bisa berjalan, pertama kali siaran radio, pertama kali nyetir sepeda motor, dan masih banyak lagi.
Saat "pertama kali" itu, ada yang melalui nya dengan mulus, ada yang biasa biasa saja, ada pula yang sangat payah, --tentu saja. Entah harus kecebur got saat belajar motor pertama kali, entah bertepuk sebelah tangannya cinta pertama, atau betapa katronya untuk berfoto foto di bandara karena mau pertama kali naik pesawat --bahkan pertama kali ke bandara (curhat? Hehe)
Berita baiknya, itu hanya satu episode saja dalam sebuah film, mungkin hanya 1 adegan atau bahkan hanya dialog tersingkat dari banyak scene film. Sekarang bayangkan bila kita harus mengalami sebuah film utuh, yang kita tak pernah tau jalan ceritanya, sehingga setiap adegannya harus kita jalani entah sampai berapa kali take untuk dapat adegan yang terbaik.
Menjadi Seorang ibu
Tepat 8 september 2015 lalu aku resmi menjadi seorang ibu. Kini tak terasa sudah berjalan 2 bulan lebih.
Ini kali pertamaku (belajar) menjadi seorang ibu.
OOOHH TIDAK MUDAHH !
Sekian.
Bersambung yey, dilema ngeblog sementara banyak cucian belom dijemur hehe
13 November 2105
*prolognya panjang bener*
Tulisan ini dibuat untuk sharing tentang apa saja yang harus diperhatikan dalam menyambut sang buah hati :) perlengkapan apa yang perlu dibeli, kapan membelinya, dan catatan lainnya. Dibuat sebulan setelah saya melahirkan, karena udah dialami jadi bukan sekedar "list" saja. Jujur, dulu juga saya googling dulu buat dapet info ini, jadi sekarang giliran saya buat berbagi. Semoga bisa bermanfaat ya! Selamat membaca! :D
Kapan waktu yang pas untuk membeli perlengkapan bayi?
Banyak orang bilang, jangan terlalu cepat, pamali, karena kita ngga tau apa yang akan terjadi. Sabar aja ambil hikmahnya, semakin tua usia kandungan kita, mudah mudahan bisa tau jenis kelamin calon bayi, jadi bisa beli pakaian yang sesuai.
Biasanya orang orang mulai belanja pakaian bayi di usia kehamilan di atas 7 bulan. Saya sendiri baru beli perlengkapan bayi 2 pekan sebelum melahirkan (pas hamil tua, 9 bulan! Wkwkw x) hasil usg dipekirakan bayinya cowok, tapi sempet dibilang cewek juga, finalnya tetep diperkirakan cowok. Walhasil pas belanja cari yang netral.
intinya sih, gak perlu terlalu terburu buru, tapi juga jangan mepet teuing hehe
Apa aja yang perlu dibeli untuk persiapan melahirkan?
Ingat ada 2 hal yang harus diperhatikan untuk Calon Bayi dan untuk Ibu.
1. Untuk Calon Bayi
- popok kain 2 lusin
- Pernel 1 setengah lusin. (Karena sepaket pemakaiannya dengan popok kain)
- perlak (alas anti air) 1 cukup (nahan rubber lebih awet)
- pakaian (kutung, lengan pendek, lengan panjang) masing masing setengah lusin aja
- celana pendek set. Lusin (dipakai kalau mau pakai pampers terus. Kalau pakai popok kain, ga usah, nanti cuma nambah cucian hehe)
- waslap (buat mandi/seka)
- topi (min. 2) buat ganti ganti bisi dicuci ato ilang
- sarung tangan (kuku bayi cepet panjang, nanti ngerowot wajah. Min. 3 krn suka ilang hehe) dan kaos kaki (min 2 pasang)
- gurita (eh aku ga dipake ding)
- handuk
- selimut
- kelambu anti nyamuk
- tempat bedak
- bantal anti peyang
Dan
- kosmetik bayi (min. sabun, shampo, bedak, minyak telon, baby oil, cologne, tisu basah, tisu kering, kapas)
2. Untuk calon ibu
- baju bukaan depan (invest dari lama deh, kepake terus kan selama menyusui)
- bra menyusui (atau pokonya yang nyaman dan menyangga dengan baik)
- kain sinjang
- breast pad (enak yg sekali pakai sih, ga rembes)
- pembalut (pembalut nifas ga perlu banyak, stok yang biasa aja, karena sehari hari selama nifas pake yang biasa aja. Fyi pembalut nifas itu gede banget soalnya hehe)
Dimana belinya?
Di baby shop bisa, tapi enaknya di grosiran perlengkapan bayi, biar murah dong hehe. Di bandung salah satunya di depan ITC.
Berapa budget nya?
Relatif ya. Mo murah bisa, mo yang lebih mahal banget juga bisa. Buat gambaran aja, saya bulan september 2015 budget sekitar 1jt.
* * *
Sekian sharingnya. Kalau ada yang mau ditanyakan, silakan ya. Nanti kalau ada tambahan akan di update :)
Semoga lancar persalinannya, dimudahkan, ibu dan bayi sehat serta berkah.. Semoga bisa menjadi anak dan orangtua yang shalih ya :)
Salam hangat,
Hajah sofyamarwa
15 Oktober 2015
Gambar ini saya lihat dari fanpage facebook jakfm, menarik krn komentarnya macem-macem. Saya sendiri menemukan 3 sudut pandang bagaimana orang akan menginterpretasikan gambar tersebut.
1. Sebuah bentuk kepedulian
2. Sekedar basa basi
3. Ikut campur urusan orang lain
Kalau lihat ekspresi di gambar, rasanya mengarah ke poin 3, tapi realitasnya saat ini menurut saya lebih banyak di poin 1 dan 2 .
Gambar itu menegaskan pada kita bahwa hidup ya alurnya begitu. Single, menikah, berkeluarga punya anak, mengurus anak-anak, sampai mati.
Tak perlu buang energi untuk berprasangka buruk pada orang yang bertanya pada kita. Saya sendiri kalau menanyakan hal itu pada orang lain, biasanya hanya untuk sekedar memulai topik (karena saya suka bingung mau ngobrol apa! Beneran hehe) Dan saya sebetulnya berharap akan ada cerita lanjutan (ya, saya senang kalau diceritakan pengalaman hidup)
Tak perlu resah dengan apa yang orang lain katakan, apapun yang kita lakukan akan bisa jadi bahan omongan, maka tak perlu diambil pusing, yang penting kita yakin dengan apa yang kita jalani.
Postingan lama di hajahsofya.tumblr.com
29 Januari 2015
Btw, setiap manusia punya episodenya sendiri kok :)
Idul Fitri 1436 H, 17 juli 2015.
Menjadi hari raya yang membahagiakan, sekaligus membuat hati rasa teriris.
Alhamdulillah, hari raya kali ini sudah menjadi seorang istri, sekaligus (insyaallah) akan segera menjadi seorang ibu. Ya, kini usia kehamilanku sudah jalan 8 bulan, tak terasa ya?
Aku bahagia, bertambah lah keluargaku. Suami, keluarga inti suami ku, dan keluarga besar suamiku. Interaksiku dengan mereka memberiku banyak pelajaran, dalam diam. Ya, memang begitulah aku, mengamati, mempelajari, kemudian berkontemplasi.
Sekaligus ada rasa aneh dalam hatiku. Ya, menjadi istri dari seorang laki-laki menambah daftar “kewajiban” ku untuk berbakti pada keluarga suamiku. Apa aku tak tahu? Bersyukur aku juga sudah paham dan menerima konsep ini sebelumnya. Hanya saja fase transisi ini membuatku harus lebih berusaha keras belajar untuk itu (tentu saja).
Dan keluarga intiku, ya, akupun merasakan hal “aneh”. Sebagaimanapun keluarga kita, kita memang akan merasa nyaman dengan mereka. Ah. harus kuakui, sebut saja aku begitu sangat kangen dengan mereka. Bukan sekedar kangen, melainkan rasa penyesalan yang besar lantaran merasa belum bisa membahagiakan mereka.
Ah bukankah salah satu tujuanku menikah adalah untuk menambah rasa baktiku pada keluargaku? Dan bukankah lambat laun akupun merasakan hal itu? Bismillah.. kumohon juga doa darimu.
Pesanku untuk para calon istri,
Optimalkan waktu waktu berharga bersama keluargamu, khususnya orangtuamu. Kau boleh kesal dengan kakakmu, adikmu, orangtuamu, tapi percayalah, PERCAYALAH, mereka adalah keluarga terbaik yang Allah karuniakan kepadamu. Bersyukurlah.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H
Taqabbalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan batin.
*Baru buka tumblr, langsung curcol panjangkalilebarr* hehe
24 juli 2015
Kamar De Marrakesh
*Postingan lama sekali di tumblr hehe hajahsofya.tumblr.com*
Belum habis amanah Bab Istri Shalihah, amanah Bab Ibu Shalihah sudah datang.
Anak perempuan - perempuan baligh - istri - ibu
Fase kehidupan yang terdengar singkat, tapi menyimpan berbagai cerita dalam setiap fasenya. Terkandung berbagai hak dan kewajiban yang harus ditunaikan berlandaskan ilmu.
Kata orang, tulislah mimpimu, jangan hanya ada dalam kepalamu. Menulis mimpi membuatnya menjadi lebih nyata, lebih mungkin untuk diwujudkan. Aku jadi ingat salah satu capaian yang pernah kutulis di dinding kamarku dulu. Aku sendiri lupa kapan persisnya aku menuliskannya. Jreng jreengggg ...
2015
ISTRI DAN IBU YANG SHALIHAH DAN PRODUKTIF
Hehehe aku malu sendiri menceritakannya, pasalnya itu hanya sebuah impian sederhana, yang rata-rata memang diimpikan setiap wanita. Penulisan waktu 2015 juga tak ada alasan khusus, dan akupun tak saklek, mau tahun berapa juga tak masalah.
Terwujud kah?
30 november 2014 aku sudah jadi seorang istri,
Dan 8 september 2015 aku sudah jadi seorang ibu.
Belum.
Aku baru sampai pada fase menjadi istri dan ibu, yang semua orang juga bisa melaluinya. Apa kabar dengan keshalihan dan keproduktifan yang kuimpikan juga? Masih harus terus diupayakan, dan entah sampai kapan bisa terwujud.
* * *
Lantas apakah ini tips untuk segera menikah dan memiliki anak? Hehe, bisa ya bisa tidak. Sekali lagi aku tak saklek terkait waktunya, mungkin hanya sesuai dengan apa yang allah tuliskan.
Bagaimana usaha pencapaiannya?
Akupun tak kesana kemari mencari jodoh untuk mewujudkan impianku itu. Menjalani semua seperti biasa saja, namun memang tahun tahun itu penuh dengan penggalian diri. Ya mungkin dari situlah jalannya.
* * *
By the way, mewujudkan istri shalihah saja ternyata sulitnyaaaaa :O
Belum lagi ibu shalihah, istri produktif, ibu produktif :O
(Sembarangan bikin mimpi kali ya tanpa dijabarin bener bener hihi)
Tapi allah menilai proses, berusaha mewujudkannya dengan amanah yang beriringan. bismillah bismillah..
:)
Begitu banyak hal dalam hidup yang luput kita syukuri. Begitu sepele saat dijalani setiap detiknya, sampai tak terasa sudah menjadi rutinitas saja.
Dan Allah selalu punya cara untuk mengingatkan kita, dengan tetap memberi, --bahkan memberi lebih banyak sesuai janjinya-- dengan menumbuhkan rasa syukur kita padaNya.
- hajah sofyamarwa -
* * *
Sudahkah kau bersyukur bisa pipis seperti biasa, hari ini?
Iya, yang seperti biasa saja kok, sudah bersyukur?
Kau baru boleh pulang setelah bisa buang air kecil (pipis) sendiri ke kamar mandi. Efek bius sesar mungkin menyebabkan organ organ dalammu juga 'terbius'. Ya, bisa buang angin saja harus disyukuri. Dengan bisa pipis mandiri, berarti secara motorik kau sudah bisa sendiri, dan tak ada masalah dengan kemihmu yang sebelumnya dipasangi kateter.
Mungkin tubuhmu kini sedang menyesuaikan dirinya kembali. Beberapa bulan yang lalu, kan kandung kemihmu terhimpit janin dalam rahim, sehingga daya tampungnya harus menyusut sementara dan mengubah pola buang air mu menjadi sedikit-sedikit saja tapi sering. Kini setelah anakmu lahir, kandung kemihmu mulai 'dapat mengembang lagi' seperti sedia kala. Hanya saja itu tadi, perlu penyesuaian, dan kau mungkin akan merasakan sedikit rasa ngilu setiap buang air. Seperti kantung besar yang terus dipaksa dikuras sampai habis, tanpa banyak daya yang bisa kita lakukan untuk mengendalikannya.
Tapi tenang saja, setelah 2 minggu semua akan kembali normal, dan kau tak akan merasa 'terganggu' dengan kondisi itu. Alhamdulillah.
Allah memberiku berbagai rasa dan pengalaman agar aku lebih bersyukur. Alhamdulillah.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Aku akan menambah nikmat-Ku kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(Terjemah QS. Ibrahim:7)
"Ini termasuk karunia dari Rabb-ku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur ataukah mengingkari (nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabb-ku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”
(Terjemah QS. An-Naml: 40).
Sekitar 12 september 2015
Masa-masa nifas, pasca melahirkan operasi sesar :)
Bakti seorang anak perempuan yang telah menjadi istri, telah berpindah pada suaminya, pada keluarga suaminya. Walau bagaimanapun, tetap orangtua kandungnya masih harus tetap ia perhatikan, dalam porsi yang semestinya, karena ia tetap punya hak dan tanggungjawab di mata Allah.
Siang ini, seusai shalat dan goler-goleran iseng sambil membuka gadget, bapak ku datang berkunjung. Aku jadi teringat masa-masa ngekost dulu saat bapak berkunjung, makan di warteg bersama, dengan nuansa yang sedikit bicara namun dengan kesan yang begitu mendalam.
Kangen.
Beliau tetap sederhana saja seperti biasanya, hanya minum segelas air putih yang ia ambil sendiri, begitulah kami. Berbincang sedikit tentang rencana ungsian ku sementara kembali ke margahayu ke rumah orangtuaku, pada masa masa kelahiran anak pertamaku. Justru kini aku yang terus berusaha mencari topik pembicaraan, berusaha menceritakan apapun, karena berbincang lagi dengannya terasa semakin menyenangkan.
* * *
Ya, kebersamaan yang sepanjang waktu memang terkadang harus kita hentikan sejenak, biar rindu-rindu itu hadir dan mewarnai hati kita masing-masing
:">
Mungkin benar katanya, daddy is daughter's first love.
Cibangkong, 7 September 2015
Hajah Sofyamarwa R.
* * *
*Jangan protes sama potonya yang samsek tidak dramatis hehe. Itu ada foto bapakku lagi naik motor kok, tampak belakang, udah jauh aja. Hehe xp
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”
(QS. Lukman: 14).
* * *
Memang akan sangat banyak perubahan-perubahan yang akan kau rasakan selama kehamilan, wahai para wanita :))
Sedikit demi sedikit saya mulai merasakan bagaimana perjuangan mamah saya dahulu. Mungkin banyak yang tidak sama, entah lebih sulit, entah lebih mudah. Tapi namanya hamil, fenomena biologis yang memang sunnatullah, kurang lebih sama.
Sewaktu single dulu, saya termasuk orang yang 'cuek' dengan kondisi tubuh. Maksudnya, ngga terlalu banyak ngerasa macem macem. Makanya saya sempet bingung ketika dibilang saat hamil 'jangan capek capek', 'jaga kondisi', dll, karena saya sendiri seringnya ngga ambil pusing masalah fisik. Alhamdulillah memang ngga banyak sakit, tapi ya pas hamil jadi khawatir juga.
Trimester 3 ini, masyaallah..
Usia kehamilan semakin tua, perut semakin membuncit, perlahan dejan mulai membesar dan mencari jalan keluar.
Perubahan apa yang dirasakan?
- Saya cepat kesemutan tangan saat mengendarai motor. Ya, saya masi momotoran dan baru berhenti pada pekan ke 35 karena paksaan (hehe).
- Saat bangun tidur, sendi tangan terasa kaku, susah mengepal.
- kaki mudah bengkak
- seluruh persendian badan (kaki, tangan, pinggang) kaku dan sulit bergerak. (Rasanya semacam orang yang ngga pernah olahraga, terus tiba tiba olah raga berat, dan keesokan harinya saat bangun, badan encok encok. Bedanya ini sepanjang hari, dan semakin terasa encoknya hehe)
Apakah itu normal ?
Ya, memang begitu kondisinya, dan akan berangsur kembali paska melahirkan.
Saya hanya jadi kepikiran, saat melahirkan nanti, katanya ibu hamil butuh tenaga yang kuat juga. Dan dalam kondisi kaku kaku sendi begitu, bagaimana rasanya ya? Buat gerak dikit aja sakit badan, apalagi harus sekuat tenaga mengejan?
Allahu akbar..
* * *
"ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah.."
Ya, Benarlah.. mungkin begitu lemah yang bertambah-tambah..
Ya Allah, kuatkan, sehatkan, mudahkan, lancarkan.. :")
Cibangkong, 6 September 2015
Hajah Sofyamarwa R.
Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...