Sunday, June 1, 2014

Apa aja yang baru di Blog :D

menyambung kisah tentang pembuatan nama domain blog yang baru, saya ingin share apa-apa lagi yang saya lakukan setelah itu. Ini dia beberapa hal yang saya otak-atik buat mempercantik *halah* blog ini. simple banget kok, dan pastinya banyak yang udah bisa. Tapi mari rayakan hal sekecil apapun dalam hidup kita untuk lebih bersyukur. Check this out!

1. Ganti Domain Baru (26 Maret)

ini mah udah ya hehe. dari www.hajahsofya.blogspot.com menjadi www.hajahsofya.com
Naah, beli domainnya di Situs ini Wide Host Media :)

2. Ganti Favicon

Proses ngeganti favicon ini sebenernya simple, tapi perlu sabar, karena hasilnya ngga langsung muncul di komputer kamu. Mesti agak nunggu beberapa saat.

Caranya : 
1. Buat icon yang mau kamu tampilkan sebagai favicon (kalau bisa ukurannya ngga terlalu besar)
3. upload gambar tersebut (format JPEG/PNG/GIF) *nanti dia convert jadi Windows favicon (.ico).
4. Kita bisa download file .ico nya atau link buat di paste di HTML kita.
Selesai deh, tinggal sabar menanti aja :D

3. Fitur Backlink buat pengunjung yang ingin meng-copy (id.tynt.com)

Sebenernya ini ngga penting-penting amat sih buat saya.Ini adalah upaya mengingatkan bagi siapa saja yang mau meng-copy artikel atau material tulisan, agar mencantumkan sumbernya :)
Kalau punya saya ada yang ngopy lebih dari sekian kata, yang muncul kaya begini :
yang saya bingung di link alamatnya ada kode-kode itu, entah dari manaa. mungkin karena ngafiliasi sama penyedia jasa itu hehe

4. Google+ Authorship

 
Pernah liat kan kalau lagi searching sesuatu, ada web yang munculin foto penulisnya? Yaap! itu dia authorship. Intinya, menautkan profile Gooogle plus kita ke web yang kita miliki. Katanya sih bermanfaat juga dalam teknik SEO, karena berarti web kita munculnya rada beda sama yang sekedar tulisan doang. Rada narsis sih, tapi namanya juga belajar teknik baru hehe.

Mau ngecek punya kamu udah begini atau belum?

misal belum ada poto kamu, boleh lah dicoba.:
Di sana ada panduannya, simple kok.
masukan alamat email domain kamu, verifikasi deh! :D
Sabar menanti juga ya karena hasilnya ngga saat itu juga.
Awalnya sempet gagal karena saya masukin email gmail saya. ternyata harusnya pakai email domain kita. *kalau saya berarti harusnya ...@hajahsofya.com
tapi kalau ngga ada juga, ada opsi bantuan kok di nomer 4 itu. ikutin aja :)

Selamat mencoba, semoga bermanfaat!;D

April 2014
Hajah Sofyamarwa R.

Hari Pertama di Sekolah Alam Bandung




#latepost
Yap! Akhirnya datang juga hari yang ditunggu-tunggu. Insyaallah mulai hari ini saya mulai mendampingi anak-nak SD2 di sekolah Alam Bandung dan berpartner dengan bu Arti :3

Malam sebelumnya, saya tidur di awal waktu karena khawatir keesokan harinya terlambat bangunhehe. Paginya, saya kaget jam 7.50 an sampe skolah, tapi masih sepi banget. Apa salah hari ya? Akhirnya jala-jalan dulu aja (di sana kaya tempat piknik ko hehe). Hari ini kelas dipegang sama pak aryo juga (Kepsek) karena bu arti nya lagi sakit.

Ini anak pertama yang saya kenali. Anaknya pinter, dan suka nunjukkin kalau dia suka bisnis. Usut punya usut ternyata beliau anaknya salah satu guru di SAB juga yang emang suka bisnis. Dzilan ini anak pertama yang saya tanyakan : "Mau panggil bu Hajah atau bu sofya?" hehe.

HARI SENIN JADWAL OUTBOND!

Apaaah? Outbond?
It sounds interesting! Pasti. Kalau istilah konvensionalnya mah olahraga. Katanya “Pakai pakaian yang sesuai aja dengan outbond.” Saya sempet bingung mau langsung pake celana ato rok. Saya pribadi bukan orang anti-celana, toh selama dipergunakan di waktu dan tempat yang sesuai ngga masalah. 

Outbond kali ini Web climbing. Anak-anak dipasangin tali webbing untuk pengaman saat manjat. Guru-guru kelas pada bantuin guru outbond, saya?? Waduh belum tau cara nail-nali nyaa! :O Alhamdulillah diajarin sama Bu Tya, sama pa Nandang. Setelah cukup lancar, baru berani buat masangin ke anak-anak.
pemasangan tali webbing

SAB (Sekolah Alam Bandung) punya kolam, saat itu lagi banyak anak-anak lele. Ternyata banyak ikan lele yang mati karena beberapa hari sebelumnya diperkirakan ada orang yang kurang bertanggungjawab sama kondisi kolam. Anak-anak pada heboh deh! Hehe
ikan lele mati

 

BUDAYA BUKA KELAS-TUTUP KELAS

Ini nih yang menarik dan bikin saya tertohok! Sebelum memulai kelas, 25 anak-anak dan guru duduk melingkar di tengah kelas. Kelas tidak dimulai kalau masih ada yang rebut sendiri.
Buka kelas ini dimulai dengan salam dan do’a-do’a yang sudah mereka hafal. Setelah itu dilanjutkan dengan cerita pagi oleh anak-anak yang dijadwalkan piket di hari itu. Sehabis bercerita, dilanjutkan dengan talaqqi hafalan juz 30 bersama-sama, menambah ayat hapalan, dan shalat dhuha.

Memberi kesempatan bercerita

Anak-anak diberi kesempatan untuk menceritakan kisah liburannya. Kalian harus liat betapa hampir semua dari mereka semangat syekalii! Semuanya mengacung ingin bercerita! Saya jadi penasaran waktu saya kelas 2 SD jaman dulu, ada sesi semacam ini ngga ya? *ga inget*. Menurutku ini bagus banget, pembiasaan untuk berani bercerita. Yah, walaupun pasti ada-lah alur cerita yang ga jelas atau “terlalu imajinatif”, tapi seenggaknya mereka punya kesempatan untuk mengekspresikan diri mereka. Tinggal diarahkan saja.

Saat Talaqqi juz 30

Di situ saya salting, batin meraung-raung T_T merasa tertampar karena sampai sekarang juz amma belum hapal semua, dan mereka sudah dibiasakan menghapal surat-surat panjang di juz 30 di usianya yang masih 7 dan 8 tahun! T_T Memang, belum semuanya hafal, tapi rata-rata bisa mengikuti. (oke kawan-kawan seusia, mari berjuang! >,< *jadi nambah tujuan ada disini*)

Hari Pertama ini, saya dipanggil Bu Sofya. Ternyata anak-anak perempuannya lagi pada doyan sama tokoh Disney Sofia The First! hehe


#latepost
17 Maret 2014
Hajah Sofyamarwa R.

Monday, May 26, 2014

Keputusan untuk Mencintai




Mencintai adalah sebuah keputusan besar. Begitu kita memutuskan untuk mencintai seseorang atau sebuah cita-cita, maka segera kita akan menumpahkan perhatian pikiran, waktu dan tenaga kepada objek yang kita cinta itu, sekaligus menanggung semua risiko dari keputusan itu. Risiko adalah kata yang melekat pada semua keputusan. Termasuk keputusan untuk mencintai. Tidak ada cinta yang akan menjadi legenda keagungan kalau ia tidak datang dari nyali besar.”
--Anis Matta, Karena Cinta Perlu Nyali dalam Serial Cinta


Aku baru tersadar bahwa aku memang tak pernah memutuskan untuk mencintai mereka, maka hakikat cinta yang saling memberi tidak terjadi.

Mungkin selama ini aku tak jujur, mengaku mencintai namun tidak melakukan kerja-kerja cinta. Cinta adalah sebuah kata kerja yang tidak bisa dilihat namun bisa dirasakan. Bila yang kita cinta tak merasakan cinta kita, lihat pada dirimu, mungkin memang tidak banyak yang kau kerjakan untuk sang tercinta. Cinta itu butuh bukti. Bukan menuntut hak untuk dicinta, tapi mengabaikan kemuliaan kewajiban yang menyertai.

Mungkin selama ini aku memang tak bernyali untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan cinta untuk yang dicintai. Takut pada resiko dari balasan kebaikan cinta mereka yang tak bisa kutanggapi atau kubalas kembali. Padahal, apa sih yang sebenarnya harus ditakuti? Bukankah itu wajar dan memang sudah seharusnya terjadi? Aku kan tak pernah tahu kapan habis waktuku, kapan habis waktu mereka. Buat kebahagiaan bersama sebelum datang penyesalan.

“Kini aku sadar, tanpa mengambil keputusan besar itu, tak ada keajaiban yang terjadi. Maka kumpulkanlah segala nyalimu dan putuskanlah untuk mencintai.”

Kamar, 26 Mei 2014
Hajah Sofyamarwa R.

Ternyata (Hanya Lagii) Perlu Curhat


Tak selamanya menulis di blog, di diary, akan membantumu –ya memang, tentu saja.

Ceritakanlah pada orang yang tepat, pada orang yang tidak memperkeruh suasana hatimu, membenarkan segala perasaanmu. Pada orang yang mengarahkanmu untuk berinstrospeksi dan mendekatkan diri pada Allah. Kau selalu butuh ‘tamparan halus’ yang mengingatkanmu.

Saat curhat, biarkan teman curhatmu untuk menceritakan sisi kehidupannya yang berkaitan dengan masalahmu. Karena keajaiban curhat yang pasti adalah, kamu akan merasa bahwa masalah kamu itu sebetulnya biasa saja, atau hanya kau yang membuatnya menjadi berlebihan. Kamu akan merasa bahwa hidup orang lain bisa jadi lebih auuuh lebih berat --daripada masalahmu.

Sebel? Selamat yaa!
Hadapi. Bersabar. Tetap Bersyukur.
Hehe :D

“Suatu masalah dapat teratasi berawal dari kacamata pikiran kita tentang masalah tersebut.”

Ruang Utama Masjid Salman ITB, 25 Mei 2014

Hajah Sofyamarwa 

 

Tukang Pulsa Alay



Akhir-akhir ini sering kesulitan dapat penjual pulsa. Sudah ada beberapa nama agen pulsa yang sering saya utangin (maaf dan terimakasih hehe). Mereka sangat membantu, karena, hari gini kan udah jarang beli pulsa lewat counter pulsa. Yang jadi masalah adalah kalau agen pulsanya lagi sibuk, kitanya lagi butuh banget, dan mager buat cari konter pulsa.

Akhirnya saya putuskan mulai deposit pulsa lagi. Dulu tingkat 1 udah pernah sih bisnis pulsa juga, hasilnya lumayan, jadi banyak interaksi sama temen-temen dan bahkan dikatain mafia pulsa sama si aip. Ahehe *padahal si gue kalo nagih baik-baik kok, ngga bawa-bawa preman*

Sampai di tempat deposit,

Saya : “Mas, saya mau deposit, dulu udah pernah daftar, masih bisa lanjut kan ya?”
Mas Ferry : “Bisa kok, berapa nomernya?”
Saya : “0856201****”
Mas Ferry : “Odong Odong Cell”
Saya : (dalam hati : WHAAAAT???) Errr mas, namanya boleh diganti aja gak?


Ngga tau apa yang ada di pikiran si mas-mas deposit ._.
Coba sebutkan apa yang lebih konyol dari brand pulsa ODONG-ODONG CELL? -_-‘’
Ternyata dulu awal masuk kuliah saya masih alay bawaan SMA. Hehe

*sepertinya jejak akun email juga masih menunjukkan sisa-sisa ke-alay-an : sii.odongodong@zzzzz.com

Berbahagialah karena (pernah) alay juga! :D

Kamar, 25 Mei 2014
Hajah Sofyamarwa R.

Sunday, May 25, 2014

facebook aja bilang kami mirip


"facebook aja bilang kami mirip.." hehe

yap, suka nolak-nolak kan ya dimirip-miripin sama siapapun. Kenyataannya saya sama mamah emang banyak kemiripan. yaiya dong namanya juga ibu-anak hehe harusnya bersyukur karena mirip :')

Klakson Tepat Sasaran

Klakson Tepat Sasaran (ilustrasi kondisional tergantung jenis orang hehe)



"Suatu siang yang terik di jalanan yang padat lalu lintas, Mrs. Kaget mengendarai motornya seperti biasa. Biasalah, jalan raya selalu menghadirkan berbagai peristiwa, sehebat-hebatnya Mrs Kaget berkendara, sangat mungkin melakukan manuver yang dirasa mengganggu orang lain. Tak lama klakson berbunyi dari mobil Mr. Klakson, beliau nampaknya kesal karena ada yang mengganggu jalannya. Mrs. Kaget yang mendengar bunyi klakson itu kemudian terkaget kaget sambil bertanya-tanya, “apakah tadi saya melakukan kesalahan?” Seingatnya tidak, tapi ya tidak tahu juga, jalanan terlalu sibuk untuk bisa menjelaskan semua. Sampai tujuannya Mrs Kaget tak pernah tau apa yang terjadi. Ternyata Mr. Klakson bermaksud membunyikan klakson pada Mrs. Tersangka, pengendara yang tdai memang berada di dekat Mrs. Kaget."

Klakson pada kendaraan menjadi salah satu media komunikasi antar-kendaraan. Menurut pasal 70 PP No. 44 (1993) tentang kendaraan bermotor dan pengemudi, klakson dikategorikan sebagai komponen pendukung yang merupakan bagian dari konstruksi kendaraan Biasanya dibunyikan untuk menyampaikan beberapa hal seperti : “Punten mas minta jalan..”, “Hei, awas aku mau lewat”, “kemudikan kendaraannya dengan benar”, “jangan sembarangan ambil jalan orang lain”, “ngagokin..”“Hei cepetlaaah, buru-buru niih!”, atau sekedar “gara-gara kau, aku diklakson mobil belakang”. Intinya orang membunyikan klakson untuk menyampaikan sebuah pesan/isyarat pada orang yang lainnya.

Sejujurnya saya agak merasa terganggu kalau mendengar klakson. Kau tahu kenapa? Mendengar klakson panjang membuat diri merasa bersalah dan berpikir mengenai banyak hal : “apa tadi ngeganggu jalan orang?”, “Eh, emang tadi salah aku apa ya?”

Jujur, saya sendiri jarang mengklakson orang, hanya kalau benar-benar perlu. Btw, tapi pas memang ada orang yang ‘ngaco’ dan perlu di klakson, puas banget rasanya. Excitednya kaya lagi maen game tembak-tembakan hehe
* * * * *
Dari kejadian sederhana itu, terlintas di benak saya, coba kalau suatu saat nanti, diciptakan Klakson Tepat Sasaran. Maksudnya, klakson itu hanya bisa “didengar” oleh orang yang dituju saja. Orang yang tidak ada kaitannya tidak bisa mendengar bunyi klakson yang tidak ditujukan padanya. Menurut saya itu efektif, karena pembunyi klakson bisa menyampaikan langsung pada ‘tersangka’, ‘tersangka’ menyadari kesalahannya, dan pastinya tidak ada orang lain yang terganggu. Efektif kan? hehe


* * * * *
Memencet klakson tidak sesederhana kelihatannya, ada etika dan peraturan resminya (ternyata ada bos! Hehe *yaiyalaah*). Klakson dapat digunakan hanya untuk 2 kondisi, yaitu apabila : (1) Diperlukan untuk keselamatan lalu lintas dan (2) Melewati kendaraan lain yang ada di depan (pasal 71 PP No. 43 tahun 1993 Tentang Prasarana dan Lalu lintan Jalan). Dan dari PP No 55 (2012)  : Pasal 39 : Klakson harus mengeluarkan bunyi dan dapat digunakan tanpa mengganggu konsentrasi pengemudi.
Yang mau baca-baca peraturan lalu lintas, sialakan googling aja hehe :D

Ruang Tengah,
24 Mei 2014

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...