Sunday, April 20, 2014

Food combining itu gampang – Book Review



Food combining itu gampang : Tubuh sehat ideal walau makan kenyang
Erikar Lebang
Penerbit Qanita
Buku ‘Food combining itu gampang’ ini saya dapatkan secara tidak sengaja dari sebuah acara seminar, karena sisa doorprize ngga habis, jadi dibagikan ke panitia hehe. Sebetulnya ada judul buku lain yang menarik tapi udah di tag yang lain hihi *curcol*. Ngga ada yang kebetulan, pasti Allah tau banget apa yang lagi saya butuhkan. Beberapa saat lalu sempet denger murid saya di SD-2 SAB juga bilang sama temennya kalo dia udah food combining *what?* Setelah kurang dari sehari baca habis buku ini, insyaallah mau mulai (berusaha) menerapkan food combining :)


SAYA DAN FOOD COMBINING

Frase Food Combining ngga asing di telinga saya sejak kecil. Ya, bapak pernah punya buku yang membahas hal itu. Seingat saya dulu saya pernah iseng membaca, tapi karena saat itu (masih bocah) ngga ngerasa penting-penting amat ngatur makanan, jadi mau baca sampe jungkir balik juga ngga ada apapun yang nempel di otak saya. Hihi. Pola makan saya biasa aja, ngga segitunya diperhatiin. Kalau digolongkan saya termasuk omnivora alias pemakan segala. Bagi saya dan beberapa orang segolongan saya *golongan apa*, makanan hanya didominasi oleh 2 kategori : enak, dan enak banget, karena yang ngga enak ngga saya makan atau dienak-enakin hehe.

Menariknya, ternyata penulis buku ini adalah Erikar Lebang *saha cing*, suami dari Nina Tamam, yang background pendidikannya komunikasi visual, pekerja kreatif yang kadang jam kerjanya gila-gilaan. Sampai akhirnya badan ngga fit, jadi mulai konsern ke ranah kesehatan. Makanya ngga heran kalau penyajian buku ini lebih ringan dan mantep diserap otak karena ada bumbu-bumbu tampilan visual yang ngga bikin bosen. Bukunya juga cuma 100 halaman, jadi bisa dibaca cepet :D


FOOD COMBINING MENUJU KONDISI HOMEOSTASIS

Udah lama ngga bahas beginian sejak lulus, hihi. Food Combining adalah tentang keseimbangan yang dibutuhkan tubuh kita. Bisa dibilang food combining itu tentang pola makan kita. Pola makan ini lebih mengacu ke mekanisme pencernaan alamiah tubuh dalam menerima jenis makanan yang serasi sehingga tubuh akan memproses semua itu dengan baik dan dapat hasil yang maksimal.

Homeostasis sendiri maksudnya suatu kondisi yang ideal seimbang di saat seluruh fungsi tubuh kita bekerja dengan optimal. Itu kondisi terbaik, dan itulah tujuan kita. Tau pH kan ya? Apa-apa yang terlalu ekstrem itu tidak baik, begitu juga sama pH tubuh kita. Terlalu basa tidak baik, terlalu asam narik penyakit, maka netral (7,35-7,45) lah kondisi terideal.

Sederhananya, sekarang kita perlu makan untuk apa? Kita makan untuk ngedapetin nutrisi yang bisa diproses di tubuh kita jadi sumber energi kita.
Makanya, hal pentingnya adalah kita tau : (RINGKASAN INTI, dari tadi si gue muter-muter hehe)


1. Waktu-waktu makannya
Kita mesti tau apa aja yang terjadi dalam tubuh kita selama seharian

- SIANG 12.00 – 20.00 Waktu Cerna : Yap, inilah saatnya boleh makan muacem muacem :D

- MALEM 20.00 – 04.00 Waktu Penyerapan : Istirahat dari makan, tidur

- PAGI 04.00 – 12.00 Waktu Pembersihan : sisa metabolisme saatnya dibuang

2. Apa yang kita makan


Yap, penting banget buat paham apa aja yang kita makan. Secara garis besar:

- Karbohidrat : Beras, jagung, kentang n the gank
- Protein : daging-dagingan (hewani) (‘ngeasamin’) + kacang dan polong-polongan (nabati)
- Sayur & buah : kandungan gula dan sifat asam rendah (‘ngebasain’), netral, mudah dikombinasikan.
- Air
 
3. Gimana cara makannya 
kombinasi dan aturan praktis :

- Karbohidrat – Sayuran (V) : Makan Nasi pake Sayur-sayuran segar.

- Karbohidrat – Daging (X) : Makan Nasi jangan pake daging-dagingan

- Daging – Sayuran (V) : Kalo mau makan daging, sama sayuran segar.

- Dalam satu waktu, usahakan jangan makan terlalu banyak variasi. Tiap nutrisi biasanya dicerna enzim spesifik, kalau semua zat numplek, enzim-enzimnya pada bingung

- Sarapan Buah buahan (V) nahloh

- Buah dimakan saat perut kosong

- Air minum 1,5 L (8 Gelas sehari), Beri jeda waktu antara minum dan makan.



INTINYA : MENERAPKAN POLA HIDUP YANG SESUAI FITRAH TUBUH

Food Combining membuat sehat degan bonus langsing –Titi DJ

“Tubuh yang telah sehat akan memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri atau mempertahankan diri dari beragam penyakit”

NGGA RIBET, NGGA MAHAL
Cukup tau pengetahuan-pengetahuan semacam itu (baca-baca lagi), diniatin, disiplin.

Lebih jelas dan lebih lengkap, silakan cari bukunya di toko buku terdekat atau rumah teman terdekat! :D (HS!)

* * *
Twitter penulis buku @erikarlebang | Tips Kesehatan #KibulanSehat

* * *
20 April 2014

Aku Ini Puisi Cinta - Abdurahman Faiz


 * * *

Saya nemu buku puisi ini di perpus sekolah alam waktu lagi perpus hour. Kumpulan puisi : Aku Ini Puisi Cinta. Abdurahman Faiz ini saat menulis berusia 8 tahun, dia anaknya bunda Helvi Tiana Rosa, penulis produktif yang super dan Pak Tomi Satryatomo, jurnalis. COOL! Saya takjub membayangkan anak usia 8 tahun menulis buku puisi yang dalem banget saat itu. Sekarang berarti mas faiz ini usianya sekitar 19 tahunan kali ya, ngga beda jauh sama saya. Kalau liat twitternya sih, dia baru beres UAN hihi @abdfaiz


Ini beberapa penggalan puisinya:

kepada guru
Aku selalu bermimpi
Matahari telah melahirkan para guru
Dan guru melahirkan banyak matahari
Hingga matahari tak lagi sendiri

Matahari tak pernah sendiri, guru
Ia selalu ada bersamamu
Hangatkan cinta yang tumbuh
Dan menyinari cakrawala kecilku selalu


Siapa Mau jadi Presiden?
"Menjadi presiden itu
berarti melayani 
dengan segenap hati
rakyat yang meminta suka 
dan menyerahkan jutaan 
keranjang dukanya
padamu

dan ini


"...ayah bunda, kucintai kau berdua seperti aku mencintai surga" -faiz


WOW 

usia 8 taun aja udah kaya begitu,
Usia 8 tahun, dulu saya kaya gimana ya? :O hehe 

Jangan Terlalu Baik?



Pernah nonton sinetron yang pemeran utamanya terlalu baik buanget ? Yang disiksa dan di kerjain abis-abisan tapi ngga bisa ngelawan? Yang tetep baik sama orang yang ngejahatin dia? Ya, kalo saya gereget dan dan kadang sampai ngata-ngatain itu filem! *istighfar*. Beneran deh gemes, mana ada orang kaya gitu?

Terus saya suka bingung kalau ada yang bilang gini ke saya : “Jah, jangan terlalu baik.”
Pernah juga ada tambahannya “Jangan terlalu baik, harus ada suudzon dikit sama orang.”
Terus saya jadi mikir, masa iya ternyata saya kaya pemeran filem yang udah saya hina-hina itu? :O

* * *

Insyaallah enggak sih, saya bukan orang yang sebaik itu. *yaiyalaah*. Karakter protagonist sinetron yang baiknya kebangetan itu, saya juga ngga tau pasti apakah di dunia ini benar-benar ada atau tidak. Ya mungkin saja, apa sih yang tidak mungkin ada di dunia yang ramai ini? 

Kemudian saya mulai berempati pada karakter itu #loh? DI kehidupan nyata, sangat mungkin secara psikologis  lingkungan membuat dia jadi seperti itu. Pemakluman dan empati saya ini mungkin lebay, tapi toh dalam melihat dunia ini, kita memang perlu melihatnya dengan lebih bijak tanpa perlu menjudge. Semua orang punya hak untuk dipahami, toh?

Saya mungkin ‘bodoh’ dengan mau melakukan apa yang orang lain minta. Tapi bagi saya, ya kalau memang bisa saya lakukan, kenapa tidak. Saya sebenarnya heran, itu bukannya ‘terlalu baik’, tapi kemungkinannya adalah bahwa saya tidak tahu apakah hal itu biasa dilakukan orang lain atau tidak. Saya kemudian teringat perkataan seorang kakak yang bilang saya itu orangnya polos *dia ngga tau aja* dan lalu saya kaitkan dengan hal ini. 

Ungkapan itu mungkin artinya adalah harus lebih waspada, dan harus lebih mikir. *mikir jah!* hehe

* * *

Dan setelah perenungan (baca = pelamunan) panjang, ini yang ingin saya katakan :
Diri saya udah cukup kotor dengan sering punya prasangka yang ngga baik sama orang. Ya mungkin ngga keliatan, namanya juga prasangka. Saya sadar sebagai manusia selalu punya kekurangan dan kelebihan. Kalau saya disuruh punya suudzan sama orang lain, ngga usah disuruh juga prasangka buruk mah gampang banget terbentuk di kepala saya. Mungkin saya harus lebih perhatian lagi sama banyak hal, harus belajar lebih bisa baca kondisi.

Dan kalau ada orang lain yang menurutmu tidak baik dan semua orang membencinya, selama saya tidak merasakan perbuatan buruknya, saya kan tidak perlu ikut-ikutan membenci dan berpikiran negatif tentangnya, kan?

#meracau  

31 Maret 2014

Saturday, April 12, 2014

auman jiwa


Hai, apa kabarmu hari ini? Ijinkan aku menyapamu pada pagi hari ini ya? :’)

Sampai pada beberapa saat lalu sebelum aku memutuskan untuk menulis, kusadar selama ini mungkin aku hanya meracau berbagai hal, yang entah kemana, dan entah pada siapa. Tidak ada kejadian khusus yang ingin kuceritakan di sini, aku hanya ingin mendengarkan jiwaku yang lama tidak kuhiraukan. Kuucapkan terimakasih pada salah seorang temanku —rasanya aku tak pantas mengakui diriku sebagai sahabatnya— yang tulisan dalam blognya membuatku menulis ini.

Disadari atau tidak, setiap manusia terlalu sibuk untuk bisa mendengarkan jiwanya sendiri. Maka bersyukurlah, bila suatu kejadian dapat menyalakan alarm diri. Berbagai aktivitas dunia yang menyibukkan dan melelahkan membuat kita lupa pada diri sendiri, ya, lupa pada jiwa yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban.

* * * 
Mari kita berhenti sejenak..

Kita memerlukan saat-saat itu, saat dimana kita melepaskan kepenatan yang mengurangi ketajaman hati, saat dimana kita membebaskan diri dari rutinitas yang mengurangi kepekaan spiritual; melepaskan sejenak beban dakwah yang selama ini kita pikul dan mungkin menguras stamina kita.  —Anis Matta



* * *


Ah.. dakwah?
Benarkah selama ini memikul beban dakwah,
Atau hanya berlagak memikulnya?
T_T 

12 April 2014

Wednesday, April 9, 2014

proker : nonton film kartun!


Ceritanya hari gini lagi booming Frozen. Sebelumnya saya ngga merasa menonton frozen adalah suatu keharusan. Lagunya di nyanyikan dalam banyak bahasa, booming, semua nonton. Tapi saat itu saya belum ngerasa perlu-perlu amat nonton. Saya sendiri doyan kok nonton kartun ato Barbie, macem-macem, tapi ya kalau belum kahatean *halah* ya ngga maksain nonton. 

Sampai ketika membersamai anak-anak SD2 di Sekolah Alam, akhirnya saya merasa bahwa menonton banyak film kartun adalah suatu keharusan! Hihi, ya, mereka banyak bercerita tentang film kartun –yang bahkan judulnya aja aku ngga pernah tau--. Belajar menjadi seorang pendidik harus mengerti dunia mereka. Saat mereka bercerita pada kita, pasti menurut meraka itu hal yang penting, maka sebagai pendengar, tentu harus menghadirkan hati saat mendengarkan mereka, benar-benar ikut merasakan bahwa hal itu benar-benar penting. Karena percayalah, selain mendengar, anak-anak harus belajar untuk didengar agar timbul kepercayaan dirinya.

Jadilah malam itu ngubek-ngubek film di laptop, akhirnya nemu Happy Feet! Yah, ngga apa-apa, nyicil dulu aja nonton film kartunnya. Hihi. Akhirnya frozennya nonton juga kok hehe

Dasar saya kudet, sinopsis Happy Feet aja ngga tau -_- Ngga pake gugling dulu itu cerita film nya kaya apa, yang penting konsentrasi di awal-awal nonton. Finally, filmnya bagus syekaliii :D :D Sarat makna :’)

Everything in this world
No mater how big
No matter how Small
Is connected in way we never accepted
--Happy Feet


Kamar,  9 April 2014
Habis nyoblos pileg, kepingin nulis hehe
  
image source : http://miconyau.wordpress.com/2010/10/23/happy-feet/

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...