Thursday, June 7, 2012

Lindungi anak-anak, masa kini, masa depannya..

Entah ini salah siapa. Atau kebingungan mencari siapa yang salah. Lihat gambar di atas saya miris. Mengiyakan, sekaligus refleksi. Belum, saya belum punya anak, adik saya pun sudah sangat besar, tapi saya punya 3 keponakan yang lucu-lucu yang kisaran usianya masih sekitar pra TK, TK, dan kelas 1 SD.

Kalau liat  anak kecil, perempuan, dibajuin macem-macem, didandanin macem-macem kayanya lucu ya. Emang dari sananya anak kecil diciptakan masih sangat lucu, ditambah hasrat doyan main barbie, jadi dipakein pakaian yang lucu-lucu. Warna pink untuk perempuan, dan warna biru untuk laki-laki, rasanya jadi template di pikiran saya.

Sebetulnya tidak ada yang salah dengan itu, dampak positifnya anak jadi punya selera seni, tau warna, tau matching, tau berpakaian pantas. Tentang perilaku mereka juga, terkadang kita orang dewasa menganggap lucu hal-hal aneh yang mereka lakukan. Tarian, goyangan, atau nyanyian aneh-aneh yang sering kita dengar sekarang (dangdut, artis dengan pakaian minim dll) jadi terasa lazim dan lucu kalau anak-anak itu bisa mempraktekkannya. Memang lucu kan?

Tapi jadi ngga lucu kalo inget gambar di atas. Ngga selalu begitu sih alurnya, tetep aja  orangtua punya peran penting untuk membimbing. Tapi bayangkan,  faktor lingkungan saat ini dapat mendorong munculnya alur semacam itu kan?

Contoh kasus, anak SD jaman sekarang sering nonton TV. Mungkin kesukaannya kartun dan beberapa film superhero indonesia (yang wonderwoman, catwoman, betmen, kolor ijo jadi satu itu loh) yang aneh-aneh. Udah mah jalan ceritanya aneh, bajunya juga aneh-aneh. Sehabis itu, ada iklan. Dan iklan-iklan di Indonesia tea juga suka ada yang aneh-aneh, ditambah cuplikan film-film yang pemainnya pake baju kurang bahan. Anak-anak tuh merekam dalam memorinya, dan lama kelamaan meniru. Hasilnya? Lebih suka pake baju terbuka dan gayanya macem-macem. Ckck

Kasus lain, beberapa hari yang lalu saat saya sedang di rumah tante, datang 2 anak murid privat tante saya. Namanya Adul kelas 2 SD, dan Opik kelas 1 SD. Karena tante saya lagi ngga ada, saya suruh aja mereka nunggu sambil baca-baca buku (sayangnya belum lancar baca, jadi ngobrol hehe). Mereka sempet cerita, temennya ada yang nonton film jojorangan (apa jorang2an ya? Lupa). Saya ngga tau ini bahasa apa, (sunda?) tapi dari alur ceritanya, intinya film anonoh lah. Katanya temennya itu liat di Hpnya anak ini. Yang jadi aneh adalah, ni anak cerita seolah-olah mengadukan perilaku temannya, tapi film yang ditonton itu dari HP nya -_-) Serem lah pokonya.
 
Mungkin kasus serupa masih banyak. Yang simpel-simpel kaya ngikutin gaya artis, dan apal banget ama SM*SH ama CHERRYBELE hehe. Chibi chibii (eh kalo ini kadang saya suka ngikutin gayanya buat poto rame-rame hehe)

Semacam itulah. Saya serem aja kalo ngebayanginnya. Maksudnya sekarang kan emang belum ngerasain punya anak dengan segala kesibukannya. Yah semoga ada yang bisa diambil pelajaran buat para calon orangtua.

Ya, lindungi masa kininya, masa depannya..

Hari keempat kerja praktek
Balitsa, 7 Juni 2012
sumber gambar: punten lupa, dari sebuah situs, sempat banyak dishare di salah satu jejaring sosial

Tuesday, June 5, 2012

Hidup bersama, berlabuh selamanya?


Seketika setelah permohonan KP diBalitsa, yang terpikirkan adalah mengenai tempat tinggal. Tidak terlalu jauh sebetulnya Margahayu Raya-Lembang, namun yang musti dipikirkan adalah efisiensi waktu. Hal itulah yang menjadi latar belakang mengapa akhirnya saya minta izin untuk ikut menumpang di rumah saudara, Om Sigit dan Tante Ana.

Jujur, tidak ada persiapan berlebihan menjelang KP, karena kalaupun ada sesuatu yang tertinggal, toh dapat dengan mudah pulang ke rumah. Dengan packing seadanya (1 tas baju besar, tas ransel dan jingjingan) kamipun berangkat.

Ada satu yang harus benar-benar diperhatikan. Walaupun saudara, menginap di tempat orang adalah sesuatu yang tidak biasa bagi saya. Yang saya soroti adalah mengenai menyatukan lingkup kehidupan yang berbeda-beda. Hidup saya, hidup teman saya, hidup Om saya, hidup Tante saya dan kehidupan berumah tangga Om dan Tante saya. Karena semuanya memang berbeda.

Saya bersyukur karena mungkin 1 bulan ke depan merupakan 'pesantren' bagi saya (karena kedua anak om-tante saya ini emang lagi pada pergi, nyantri, keduanya di Gontor hehe).

Kebiasaan, kultur, kesukaan, dan berbagai macam cerita lainnya akan terasa sangat berbeda. Kebiasaan kecilpun akan terasa, dan masing-masing pihak akan menyadari, beradaptasi kemudian saling menghargai.

Mungkin nanti akan ada masa dimana sebuah keinginan membantu malah jadi merepotkan
Mungkin nanti juga akan ada masanya dimana sikap cuek sibuk sendiri, terlalu sombong kelihatannya
Mungkin nanti juga akan ada masanya dimana kau kehabisan kata-kata dan tidak ada lagi kata-kata yang bisa kau lontarkan bahkan untuk sekedar berbasa-basi

Yah, ini baru akan menumpang sebulan..
Lantas, bila tiba saatnya nanti  berlabuh selamanya?

Wallahu'alam..

Hajah Sofyamarwa
Cikole, 5 Juni 2012

mau kesal juga jadi susah :')



Beberapa hari lalu saya berniat mengikuti sebuah kegiatan. Sampai hari H, mind set saya masih mengasosiasikan bahwa lokasinya di Wisma Unisba Ciburial (berdasarkan  info di email). Berangkatlah saya ke Ciburial dengan modal nekat karena memang lupa jalan dan angkot. Angkot Ciburial ini berjalan lambat karena menunggu penumpang. Jantung saya berdegup kecang takut nyasar karena rute nya agak terpencil.

Singkat cerita sampai di Wisma Unisba tersebut ditemani hembusan angin dan deburan debu. Sampai di aula, hati saya mulai ga enak. Kok sepi? Saya sms panitia..
"teh wisma ciburial yang sebelah mananya ya teh?"

Balasan sms yang masuk bikin saya speechlees, ternyata tempatnya bukan disini, tapi di mesjid Pindad di kircon
Apa?! KIRCON? O_O
Kalau digambarkan rutenya, seperti ini lah kira kira:
Googlemaps, 2012
Saya dari Margahayu (B ketutup gmbrnya) seharusnya ke Pindad (C), tapi ke Ciburial (A) dulu hehe
 

Seketika mata saya meleleh, hehe, bukan kenapa-kenapa, lemes aja. Sedikit menyalahkan diri sendiri , merasa sayang di waktunya, mengingat tertinggal materi yang semakin jauh.

Habis itu, apa yang saya pikirkan? Saya Cuma berharap saat sampai nanti muka saya ga ketekuk, ato tiba-tiba nangis kalo ditanya apa-apa #sedikitlebay

But, you have to face it, jah! Hehe
Akhirnya naik angkot arah balik deh.

TAPI (PASTI) TERSENYUM
Tiba-tiba beberapa anak SMP Babussalam naik, sebelumnya saya sempet jajan richeese sip dulu, trus saya tawarin aja ke mereka biar bisa ngobrol (hehe). Ga tau kenapa, saya seneng banget liat bocah-bocah SMP itu. Dan kalo diinget inget, saya emang seneng sama bocah-bocah usia SMP, gemes! Hehe (bukan pedofil -_-)
Pokonya part ini bikin senyum-senyum sendiri deh.

Tiba-tiba (lagi) angkot kami diserbu anak-anak SD yang baru pulang sekolah. Saking takutnya ga dapet angkot kali ya, semuanya maksain masuk. Ada yang berdiri di lorong tengahnya, duduk di pintu, gelantungan. Sampai kalo dihitung-hitung, total orang di angkot ini 24 orang #yeah

selesai deh ceritanya :)
Dalam suatu waktu saat kita sedih/tidak suka, tunggu saja beberapa saat -tak lama- akan ada sesuatu yang membuatmu jadi bersyukur dan tetap tersenyum lebar :D
berterimakasihlah pada Dia yang membuat  akhir yang terlalu indah hingga sulit membuatmu mengeluh

Angkot, 2 juni 2012

Sunday, June 3, 2012

pesawat sederhana

Guru : Sebutkan jenis pesawat sederhana!

Murid : Pesawat Sukhoooi!!

Guru : ?

* * * * * * *
Salah satu snapshot waktu berkunjung ke rumah Om Sigit dalam rangka survey tempat KP, saat tante ana lagi ngajar les mapel IPA bocah-bocah kelas 5 SD
ckck aih lucunya
anak-anak ngikutin berita :)

Analogi Si Kulit Martabak : Fokus

Manusia terkadang serakah, banyak maunya, ingin semuanya bisa.
Padahal jelas bahwa sesuatu yang setengah-setengah, hasilnya tidak akan satu, bahkan harus bekerja dua kali. Sedangkan waktu yang kita miliki menuntut sebuah efisiensi dan efektifitas dalam menjalaninya.

Dari sekian banyak hal yang kita inginkan terjadi dalam hidup kita, atau yang kita inginkan untuk kita kuasai, pada dasarnya kita harus tetap berfokus pada satu hal.

image source : http://artikelkedokteran.net/foto/martabak+manis.htm

Seperti kulit martabak.
Dengan volume adonan yang sama, kulit martabak yang akan dibuat sangat lebar hasilnya pasti akan tipis. Dengan topping yang kita taburi di atasnya, semakin banyak yang kita taburkan, ketika martabak harus diangkat, besar kemungkinan kulitnya akan sobek.
Lain dengan kulit martabak yang dibuat proporsional, tidak terlalu meluas, hasilnya akan lebih tebal dan kuat. Topping yang kita taburi akan sesuai dengan ukuran kulit martabaknya. Dan ketika martabak harus diangkat, kulitnya akan lebih cukup kuat dengan isinya, tidak mudah sobek.

Begitulah kisah si kulit martabak

*  *  *
 inspirasi dari MTGW

Kamar,
28 mei 2012

Saturday, June 2, 2012

My Personality Test : Nakula, ESFP - Performer, Tipe Rasa (dedydahlan.com)


NAKULA SANG PENGHIBUR
ESFP performer
SIFAT ; Ekstrovert; Sense Fakta; Menggunakan Perasaan; Terbuka pada Kemungkinan

Performer memiliki sifat yang mudah menyenangkan orang- orang disekitarnya, seringkali melalui kemampuannya dalam komunikasi yang hangat, lelucon, musik, atau drama. Seringkali ketertarikan mereka adalah dalam memancing orang terdekatnya untuk melupakan sejenak beban pikiran pekerjaan dan kekhawatiran, dan rileks untuk menikmati hidup.

Performer tidak nyaman dengan kesendirian, dan selalu mencari teman dimanapun mereka berada. Hidup bebas tanpa hambatan, Performer sering menjadi pusat pesta, mendorong tamu lain untuk makan, minum, dan menikmati acara. Kesukaannya pada kesenangan hidup juga menjadi kelemahannya, karena ini membuatnya seringkali bertindak tanpa banyak memikirkan konsekuensinya.

Memusatkan diri pada opimisme, Performer cenderung menghindari kekhawatiran dengan mengacuhkannya dan pura- pura tidak tahu, selama masih mungkin.


TIPE RASA



Tipe Rasa
Para tipe Rasa, adalah orang- orang yang memusatkan perhatian dan ketertarikannya pada kepuasan emosinya. Mereka selalu mencari apa yang menenangkan, menyenangkan, dan mengerjakan yang mereka suka. Passion sangat penting bagi mereka, dan karenanya, tujuan hidup mereka pun seringkali tidak diukur dari materi, tapi dari kepuasan pribadi.

Emosi dan rasa (termasuk intuisi) menjadi dasar dalam mengambil keputusan, interaksi sosial, dan dalam menjalani proses hidup. Karena kontak yang sangat erat dengan sisi emosional mereka, tipe Rasa terkadang mudah mengalami gejolak emosi. Baik senang, tenang, marah, sedih, dan lainnya.

Tapi Smiley yang dapat mengendalikan emosinya bisa selalu mendapatkan ketenangan dan kesenangan dalam setiap hal kecil.
Handling RASA
Menangani seorang tipe Rasa adalah dengan memberinya ‘makanan hati’. Artinya, beri dia ketenangan dan kesenangan. Ajak dia bicara soal minat dan hobinya, temani dia dalam bermain atau mencari hiburan. Atau beri dia waktu sendiri untuk mendapatkan ketenangan.

Seorang tipe Rasa paling cocok ditempatkan di posisi yang membuatnya nyaman, atau sesuai dengan hobinya. Kerjanya akan lebih efisien bila ia dapat menyukai pekerjaannya.

Balancing
Seorang tipe Rasa bisa jadi bermasalah kalau ia tidak menangani Raga dan Rasionya. Ia bisa mudah terjebak di ‘zona nyaman’ tanpa ia sendiri menyadarinya. Jadi untuk menyeimbangkan Trimonynya, seorang tipe Rasa harus belajar membuat rencana dalam hal yang dia sukai dan mengeksekusi secara fisik hal itu. Ia harus belajar mengembangkan passion- nya dalam pekerjaan nyata, karena membayangkan nikmatnya suatu situasi atau menikmati moment saat ini saja tidak cukup.

My Personality Test (ipersonic.net)

Katanya saya..
  • Saya lebih senang ada banyak orang di sekitar saya.
  • Perhatian saya mudah teralihkan.
  • Saya merasa mudah mendekati orang lain dan menjalin hubungan baru.
  • Saya sering membuat keputusan-keputusan seketika.
  • Saya lebih senang berada di pusat sesuatu; saya memiliki banyak teman dan menyukai kegiatan dan ditemani.
  • Saya senang mengatur waktu luang saya dengan aktif dan bersama-sama dengan orang lain.
  • Saya tidak pernah membiarkan orang lain meragukan pikiran dan pendapat saya.
  • Perasaan-perasaan saya persis seperti saya - penuh semangat dan spontan.
  • Liburan bersama atau bepergian bersama sekelompok teman baik adalah hal yang tepat bagi saya.
  • Saya lebih senang mendiskusikan masalah dengan orang lain

test kecil-kecilan :D

My Personality Test : ESFP - The Entertainer (mypersonality.info)

ESFP - The Entertainer
SP Temperament - The "Creators"


SPs are observant, experiential and primarily driven by sensation. They are flexible, aesthetically-aware, "here and now" people that, with hardly a moment's notice, will go where their senses lead. SPs naturally make an effort (with a realistic approach) not to miss an opportunity that may prove to be thrilling, pleasing or otherwise valuable. SPs are are laid back, open-minded and love to feel alive. They have a tendency toward athletics and anything that involves creating or crafting.
 
Extraverted (E)
Extraversion is a preference to focus on the world outside the self. Extraverts enjoy social interactions and tend to be enthusiastic, verbal, assertive, and animated. They enjoy large social gatherings, such as parties and any kind of group activity. Extraverts are likely to enjoy time spent with people and find themselves energized by social interaction.
Extravert Characteristics
  • Gregarious
  • Assertive
  • Talkative
  • Social/outgoing
  • Likes groups, parties, etc.
  • Energized by interaction
  • Expressive & enthusiastic
  • Volunteers personal information
  • Distractable
  • Has many friends
  • Easy to approach

Sensing (S)
Sensing people process data with their five senses, so the Extraverted Sensing function allows a person to process life through their experiences. It is the ability to be keen to what is seen, smelled, touched, heard and tasted. It is energized by experience and it is able to live "in the moment."
Sensing Characteristics
  • Concrete
  • Realistic
  • Lives in the present
  • Aware of surroundings
  • Notices details
  • Practical
  • Goes by senses
  • Factual 

Feeling (F)
Feeling refers to how people make decisions. Feeling people are subjective and make decisions based on principles and values. They are ruled by their heart instead of their head. Feeling people judge situations and others based on feelings and extenuating circumstances.
Feeling Characteristics
  • Decides with heart
  • Dislikes conflict
  • Passionate
  • Driven by emotion
  • Gentle
  • Easily hurt
  • Empathetic
  • Caring of others
  • Warm

Perceiving (P)
Perceiving is the preference outwardly displayed. Perceiving people are flexible, like to keep their options open and think randomly. They like to act spontaneously and are adaptable. Perceivers like to keep things open ended.
Perceiving Characteristics
  • Adaptable
  • Relaxed
  • Disorganized
  • Care-free
  • Spontaneous
  • Changes tracks midway
  • Keeps options open
  • Procrastinates
  • Dislikes routine
  • Flexible


ESFPs are cooperative, "here and now" people-persons that enjoy excitement and love new adventures. Because of their highly social nature, they are especially lively when they are the center of attention and hate being alone. ESFPs have a practical side that allows them to finish work efficiently and are often good problem solvers.

ESFP Career Matches
ESFPs are often happy with the following jobs which tend to match well with the Entertainer/Creator personality.
    • Actor
    • Artist
    • Administrative Assistant
    • Coach
    • Comedian
    • Church Worker
    • Child Care
    • Entrepreneur
    • Fashion Designer
    • Human Resources
    • Interior Decorator
    • Lawyer/Attorney
    • Musician
    • Marketer
    • Painter
    • Psychologist/Counselor
    • Photographer
    • Recreation Worker
    • Receptionist
    • Systems Analyst
    • Supervisor
    • Sales Represenative
    • Social Worker
    • Scientist
    • Trainer
    • Technical Specialist

EXPERT QUOTES 

"For the ESFP, the entire world is a stage. They love to be the center of attention and perform for people. They're constantly putting on a show for others to entertain them and make them happy. They enjoy stimulating other people's senses, and are extremely good at it. They would love nothing more than for life to be a continual party, in which they play the role of the fun-loving host."
- Portrait of an ESFP (The Pesonality Page)

"They love the excitement of playing to an audience, and they try to generate a sense of "showtime" wherever they are. Performers are not comfortable being alone most of the time..."

"outgoing, social, group oriented, dislikes science fiction, does not like to be alone"
- Jung Type Descriptions (ESFP) (similarminds.com)

"ESFP like action and excitement, and are able to link together people and resources. Because they accept and deal with people as they are, they are able to understand what is necessary in order to motivate them to get jobs done. They prefer a work setting that is lively, action oriented, and harmonious."
- ESFP - The Joker (Lifexplore)

"The dominant function of ESFPs (Extraverted Sensing) is concerned with the reality that is perceived through the senses. This type's prime directive is to examine the tangible through taste, touch, sight, feelingand hearing. ESFPs' need for new experiences surely results from this function."
- ESFP Profile (TypeLogic)

Friday, June 1, 2012

Opini : Tembakau vs Rokok

Bismillah..

Pagi-pagi sehabis subuh lihat berita di televisi, channel Trans TV. Beritanya tentang Hari Anti Tembakau Sedunia (World No Tobbaco Day) pada hari Kamis kemarin (31/5). Mahasiswa mengadakan aksi ke jalan sebagai pengingat bagi masyarakat dengan menukarkan sebatang rokok dengan buah jeruk.

Jujur saya baru tahu ada hari itu, ternyata juga sudah ditetapkan sejak lama oleh WHO. Sebagai warga Indonesia yang baik, saya senang-senang aja.

Kemudian berita berganti, dengan topik yang masih serupa. Namun kali ini, aksi massa yang MENOLAK Hari Anti Tembakau Sedunia. Kejadian yang disorot saat itu di Medan, kalau saya tidak salah dari komunitas kretek. Dari sebuah website (Antaranews.com) saya mengutip pernyataan salah satu kordinator aksi yang menolak Hari Anti Tembakau Sedunia:
"Hari Anti Tembakau Sedunia merupakan agenda perusahaan asing."
 
Lantas saya jadi ingat dengan video yang beberapa saat lalu saya tonton, mengenai fakta di balik industri rokok
Dari video itu jelas terlihat bahwa Indonesia jadi sasaran empuk industri rokok terbesar, dengan segala konspirasinya. Yang diuntungkan? Pihak asing.

Loh?
Jadi bagaimana sebenarnya?

Kalau kata teman saya, paradoks.
Mungkin, tapi sebenernya titik temunya itu dimana? Solusinya gimana ya?

TEMBAKAU VS ROKOK
Permasalahan tentang rokok, dampak negatif merokok, fatwa haram merokok, dll juga sering kita dengar . Alasan kenapa rokok masih terus ada di Indonesia ini sangat dikaitkan dengan permasalahan ekonomi. Petani tembakau, industri rokok indonesia, buruh-buruh pabrik, pedagang rokok asongan, dan berbagai faktor lain yang tetap ngga bisa kita lupakan. It's Real. Walaupun sebenarnya alternatif pekerjaan lain banyak, tapi tetap saja, mungkin ngga semudah itu. Yang jadi tantangan adalah, gimana supaya dengan dibumihanguskannya rokok, para pekerja bisa tetap menafkahi keluarganya. Karena menurut saya, kalau itu berhasil dipecahkan, harusnya udah ngga ada alasan lagi.

nah terus saya mikir, oooh, mungkin tembakau memang selalu diidentikan dengan rokok, makanya kesannya jadi negatif. Atau gimana? (Saya ngomong gini dalam kondisi ngga tau apa-apa loh tentang tembakau, jadi awas sesat juga. Hehe)

Apakah hasil dari petani-petani tembakau tadi bisa mendapat alternatif lain selain memasok industri rokok?
Pasti ada.. Pasti ada..
 

Just share what's on my mind
fell free to discuss :)

Kamar, 1 Juni 2012

Wednesday, May 30, 2012

Samurai High School (movie)


Setelah sekian lama akhirnya saya menonton film juga. (beneran ini padahal saya dulu doyan banget, tapi sekarang jadi jarang nonton teh). Kali ini film  beruntung yang ditonton adalah "Samurai High School". Film jepang yang ngga sekali habis, tapi ada beberapa episode.

Menurut saya filmnya bagus, recomended buat adik-adik SMA yang mau ujian. Bukan karena semangat belajarnya tapi, jadi justru tokoh utamanya disini bisa dibilang bodoh banget karena emang ngga pernah belajar, dan di kelas pun biasanya tidur aja. Namanya Mochizuki Kotaro.

Kotaro ini bisa dibilang anaknya biasa-biasa, dia ada di kelas paling bontot, 3 F, dengan kelas 3 A yang paling baik dan berprestasi. Jadi boleh sambil dirasakan ya bagaimana perasaan tokoh utama. Kotaro ini kalo ujian juga selalu dapet E. pendapat saya sih, karena memang dia tidak belajar, serta mungkin tidak punya alasan khusus/ motivasi untuk belajar.

Singkat cerita, dia dikasi baca sebuah buku kuno tentang perjuangan seorang samurai, yang ternyata berumur 17 tahun juga, dengan nama yang sama juga, Mochizuki Kotaro! Pengalamannya semakin aneh dan beragam karena dia akhirnya "dirasuki" samurai itu di kala memang dibutuhkan. Sampai teman nya curiga kalau kotaro ini berkepribadian ganda, karena sifat yang biasa dikenal adalah Kotaro yang bodoh, cengengesan, penakut. Beda sekali sama sifat dari samurai yang pemberani, jago bertarung, behave, dan berprinsip.

Kelanjutannya nonton sendiri aja ya, biar seru! Hehe

Ini beberapa snapshot yang saya ambil dari film itu, yang nyolek pikiran saya
  1. Kotaro jadi punya sahabat dekat yang setia, Nakamura. Karena kerasukan semangat samurai itu mengawali persahabatan mereka. Sahabatnya ini bisa dibilang "paling subordinat" karena anaknya penakut, tidak bersosialisasi dan mudah ditindas. Tapi beberapa adegan di akhir-akhir, nunjukkin kalo dia juga berani bersuara, berani membela. Dasarnya adalah sayang sama sahabatnya, jadi segala yang takut jadi berani.
  2. Walaupun kelas terburuk, teman-teman kelas Kotaro setidaknya ternyata memiliki impian. Bahkan sahabatnya tadi itu pun punya impian. Kotaro kaget karena ternyata dia tidak punya impian. Ya, dia benar-benar bingung. Jurusan-jurusan di universitas tidak ada yang menarik di pikirannya, ya dia bingung sama apa yang sebenarnya dia inginkan terjadi dalam hidupnya.
  3. Samurai itu punya maksud, dan seiring berjalannya waktu Kotaro belum ngerti juga maksud dari Samurai merasuki dia itu apa. Yang pasti, saya sebagai penonton juga melihat adanya perubahan ke arah lebih baik pada diri Kotaro, suatu hal yang membangun.
  4. Semangat dari film ini yang saya dapat, FIGHTING TILL THE END!
  5. Tapi sayang, kalo tadi saya bilang ini cocok buat anak SMA yang mau ujian, ga juga sih karena di akhir pun kurang digambarkan bagaimana proses dia belajar. Karena agak kurang rasional aja, bayangin, dalam film ini digambarkan dia bodoh dan jarang belajar , trus kebanyakan adegan menceritakan bahwa dia banyak memecahkan permasalahan orang lain, banyak kejadian heroik dengan pertarungan, terus di akhir digambarkan dia udah ujian aja. Ada sih beberapa proses belajarnya, tapi terlalu sedikit  dan ga signifikan. Hehe. Tapi mungkin ini emang lebih ke pembentukan karakter sih hehe
  6. Kehidupan Kotaro yang biasa, dibilang hidup tapi ngga hidup. Mungkin karena dia hanya sekedar menjalani aja, tanpa benar-benar memaknainya.

"If I put my self to it, I could really be something."
-- Mochizuki Kotaro

"The strong will always continue to win, and the weak will continue to get nothing. You will opposes them at my side, or do you wish to remain a peon forever? Without the battle there is no way one can be victorious! Each of them is but a fool. But if you withdraw because you fear defeat, then you are the greatest fool of all! Join the fight and prepare to die!"
--Mochizuki Kotaro saat menjadi Samurai, kepada Nakamura sahabatnya saat Nakamura ingin kabur  dari pertarungan, yang membuat Nakamura mengubah pilihannya menjadi berani melawan!

LIVE AND FIGHT!

Kamar, 
29 Mei 2012
image source: http://doramajepang.wordpress.com/2010/03/11/samurai-high-school/

Sunday, May 27, 2012

what's on my mind during shoes washing

sepatu kesukaan saya, yang crocs-like warna putih. saya sebut crocs-like karena aslinya memang bukan crocs, bahasa kerennya imitasi (baca: palsu). desainnya simple, ringan, murah meriah, match buat dipake buat padanan baju apa saja (sepatu satu-satunya hehe). Sudah terhitung sepatu crocs-like ke dua, karena yang sebelumnya rusak.

kelemahan sepatu putih itu karena kalau kotor sangat mudah dideteksi, dan terlihat jorok.
mungkin awalnya hanya kotor sedikit, namun lama-lama menjadi bukit kalau tidak dicuci.

saat itu di asrama, akhirnya saya iseng-iseng nyuci sepatu saya itu
yang kotor, menjadi super bersih.
dan tiba-tiba terlintas
"coba kalo dibersihinnya rutin, pasti lebih gampang dan cepat bersihnya. ga musti nunggu kotor buanget dulu kaya gini."
terus saya mikir lagi (tumben nyuci sepatu pake mikir hehe),
"sama ya kayak shalat. mungkin itulah kenapa manusia itu diperintahkan buat beribadah sampe minimal 5 kali sehari. bukan pada banyaknya ibadah yang harus dilakukan, tapi karena pada dasarnya manusia itu mudah lupa, mudah terkotori. kalau setiap shalat kita berdoa untuk dijaga dari yang kotor-kotor, insyaallah seharian ga akan kotor-kotor banget hasilnya."
Makanya, rajin nyuci sepatu ya, ga usah nunggu ampe kuotor buanget baru dicuci.
hehe
:)

kamar,
27 Mei 2012

"Hal yang terasa buruk bagi kita, pada akhirnya,
mau tidak mau harus tetap kita syukuri
karena akhirnya, kita akan menyadari bahwa
hal buruk itu sebenarnya hanyalah hal baik yang tertunda..."

Kebab,
17 April 2012
kumpul pembinaan

energized

ENERGIZED on Tuesday!
"Bukan kamu si Pemberi Hidayah, 
sesungguhnya memang hanya Allah.
Thank's pals for making me strong.."

Kebab,
17 April 2012

*) Energized adalah momen ketika energi mu terasa penuh, dengan senyuman selalu mengembang, dengan harapan yang tiba-tiba membara, dan sebuah tatapan berbinar  akan mimpi mengenai generasi pembaharu yang akan lahir :D

Tuesday, May 22, 2012

let us reach the month of ramadhan #pict

Oh Allah, let us reach the month of Ramadhan..

"Ya Allah, berkahi kami di bulan rajab dan Sya'ban, 
dan sampaikanlah kami ke dalam bulan Ramadhan.."
:)

bukan nenekku, sil.. (sebuah sms)

Dalam sebuah sms yang saya kirim ke anak-anak al hayaat 2009 berkaitan dengan milad seorang sekdept al hayaat

Hajah (H):
Morning, Assalamu'alaikum, seger kieu nya poe ieu #maap ngaco
hari ini nenek milaaaad. jangan lupa doanya. maunya di apain ya? ada ide?

Silat (S) dengan semangat:
Waalaikumusalam :3
hwaa happy milad, neneeeeek :"3
hmmm. neneknya hajah suka nya apaa?
almarhumah nenek aku dulu suka banget kacang + kue pisang, jadi suka aku beliin permen kacang + kue pisang :D hehe
H:
ahaha silaaaaat
yang milad SRI, si nenek, bukan nenekku
nenekku udah meninggal.. ._.

(ngapain juga bilang-bilang mereka nenekku milad hehe)

S:
Jaaaaaah demina lah aku kira NENEK for reaaaaallll yang ultah O_O astajiiim..


 ckckck.
neng silat, neng silat.. hehe

Sunday, May 20, 2012

pabrik pikiran

Bismillah..

Saya lupa ini perkataan siapa:
"otak adalah pabrik pikiran."

Saya setuju sekali karena begitu banyak pikiran berseliweran di otak saya (hehe),
yang sayangnya tidak semua bisa segera dituliskan,
tidak semua terus diingat sampai bisa dituliskan.
Ah banyak sekali yang sebenarnya ingin kusampaikan
banyak sekali yang ingin kuceritakan
belum sempat -atau belum menyempatkan- saja

karena pikiran tanpa perbuatan nyata kurang baik
namun yang bisa kulakukan, yah, bersyukur karena masih bisa berpikir
harapannya pikirannya konstruktif, bukan hanya pikiran yang membuang-buang waktu.
mudah mudahan.
berbahagia dan bersyukurlah orang yang bisa mengkomunikasikan apa apa yang dia rasa, yang dia pikir. lewat kata kata, atau lewat tulisan.

Monday, May 14, 2012

mengapa harus tegas #1

Jadi ada suatu masa dimana Rasulullah SAW diajak kompromi sama petinggi-petinggi kaum Quraisy, (Walid bin Mughirah, Aswa bin Abdul Mutahalib, dan Umayyah bin Khalaf)
Ceritanya mereka  menawarkan suatu perjanjian pada rasul terkait kehidupan beragama yang mereka jalani

Mereka menawarkan,
Selama satu tahun, mereka akan menyembah tuhan yang Muhammad Sembah, dan
Di tahun berikutnya, Muhammad dan kaumnya lah yang harus menyembah tuhan mereka.
 "Kalau agama Muhammad yang benar, kami tentu untung. Dan kalau agama kami yang benar, Muhammad pun akan untung," begitu katanya.

Sepintas, rasanya biasa saja. Toh kedua belah pihak tidak saling dirugikan karena mendapat konsekuensi yang sama.

Tapi, benarkah?
Kalau begitu, dimana letak keimanan kita?


Saat itu Muhammad dengan tegas menjawab:
"Aku berlindung kepada Allah dari Perbuatan menyekutukan-Nya"
Dan kemudian membacakan surat Al-Kaafiruun, yang menegaskan penolakan sikapnya.

Oh, ya Rasul :)

 * * * * *
Sebuah potongan kisah yang singkat, tapi sedikit mengetuk pikiran saya.
Bayangkan bila saat itu Muhammad menyetujui tawaran itu
Bayangkan bila Muhammad adalah seorang yang oportunis yang hanya menginginkan keamanan bagi dirinya sendiri
Bayangkan bila aturan Islam memperbolehkan adanya percampuran keyakinan (aqidah)

 * * * * *
Kalau saat itu Rasulullah menyetujuinya, bisa jadi Islam yang kita dapatkan saat ini bukan islam sesungguhnya, karena akan terdapat suatu campur tangan manusia.

Tapi toh itu tidak terjadi kan?


 * * * * *
Ide tulisan ini berawal dari buku tafsir al-qur'an kontemporer-nya Ustadz Aam Amirudin, pada surat Al-kaafiruun. Sangat jelas bahwa dalam surat ini,  sarat dengan ketegasan. Inilah toleransi dalam beragama yang sesungguhnya. Hidup berdampingan dan saling tolong menolong dengan kaum agama yang lain, namun tidak dalam hal aqidah. Tidak ada paksaan, tidak ada paksaan untuk mengkhianati agama yang sudah diyakini.

Tidak bermaksud berandai-andai,
Saya hanya memikirkan ini sebagai kelanjutan dari pemikiran saya yang lain mengenai :
Alasan-alasan mengapa harus bersikap tegas dalam beragama.
Bukan kaku atau tidak toleransi, namun dengan prinsip yang dipegang teguh, sebetulnya dari sanalah pesona Islam terpancar.
Selama ini terkadang saya melakukan toleransi-toleransi yang setelah dipikir-pikir kurang tepat.

Katakanlah," Hai orang-orang kafir !
Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah.
Dan tiada (pula) kamu menyembah Tuhan yang aku sembah.
Dan aku bukan penyembah apa yang biasa kamu sembah.
Dan kamu bukanlah penyembah Tuhan yang aku sembah.
Bagimu agamamu dan untukku agamaku."
(109:1-6)

Dalam gagasan #1 mengapa harus tegas?
image source: http://www.wallpaperseek.com/blog/tag/sun-rise-wallpaper/

sabar

Kamu ngga pernah tau, apa yang akan terjadi di kehidupanmu setelah ini. Berpikir untuk menunda merupakan suatu hal yang sangat salah, terlebih saat ternyata file UAS yang pernah kau kerjakan, yang seharusnya bisa kau lanjutkan dan kau kirim, ternyata tidak pernah tersave, dan deadline terlewati ..

Sabar

Wednesday, May 9, 2012

to get closer #quotes

"Do not perform the ibadah (worship) as a checklist, but perform it as a means to get closer to Allah.
Allah Swt is not harmed by your disobedience of Him.
But you are the one who will perish if you disobey Him!”


T_T

Tuesday, May 8, 2012

Sandaran Hati :')

Assalamu'alaikum
Tulisan ini mudah-mudahan menjadi penguat bagi siapa saja yg ingin menjaga keutuhan hatinya, sampai cinta halal itu tiba... Bagi para pembelajar, yang penuh semangat, yang berupaya menata hatinya :)

* * *
Dan satu hal yang sudah tak asing lagi di telinga sahabat, adalah cinta terhadap manusia. Kita sering dibutakan oleh yang satu ini. Kita sering menduakan Allah karena yang satu ini. Sering kita salah menempatkan yang satu ini. Ia ditempatkan diatas Allah. Ia menggantikan Allah sebagai Rabb.

Teringat sepenggal cerita tentang ‘Ali bin Abi Thalib dan Fathimah Az-Zahra. Tahukah sahabat suatu saat ‘Ali pernah berkata, kurang lebih,
“Sungguh, aku merasa berdosa ketika aku mengenal Fathimah putri Rasulullah SAW.”

Pemuda mana yang hatinya merasa berdosa ketika ia mengenal orang yang ia cintai?
Pemuda mana yang hatinya takut terkotori dengan orang yang dicintanya dan masih belum menjadi haknya?

Sahabat, tahukah yang dilakukan ‘Ali semenjak ia belum menikahi fathimah?
Ia senantiasa menjauhi Fathimah, ia membuang jauh-jauh pikiran dan khayal apabila suatu waktu terbesit pikiran tentangnya. Begitu pula yang dilakukan oleh Fathimah, sebelum menikah ia telah tertarik dengan sepupunya ini.
Seorang yang perangai dalam bekerja, seorang yang keindahan ibadahnya bisa dinilai sebagai pintu gerbang ilmu islam.

Ketahuilah sahabat, nikmat cinta ‘Ali itu berada saat ia merasa berdosa mengenal orang yang ia sayangi.
Saat ia merasa bahwa hatinya tidak dikosongkan untuk Allah, yang satu-satunya berkuasa menempatkan Fathimah di hatinya.
Apa jadinya jikalau Allah tidak menakdirkan Fathimah akan bersatu dengan hati ‘Ali.
Ketahuilah sahabat bahwa ananda dari Rasulullah SAW, Fathimah adalah sebuah hadiah dari Allah SWT pada ‘Ali karena beliau telah berhasil menjadikan hatinya kosong dari hal-hal yang mengotori berupa angan-angan dll.
Dan hadiah karena ‘Ali telah berhasil menjadikan cintanya satu untuk Allah saja.

Ada sebuah janji Allah…
“Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahannam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.” (QS Al-Israa’ 17:18)

* Di copy-paste dari notes Kang dito yang judul aslinya "Persandaran Hati", dengan sedikit tambahan di awal dan perubahan yang insyaallah tidak mengubah makna.
Diperuntukkan untuk sahabat-sahabat tersayang, dan spesial buat seorang sahabat yang cahaya matanya selalu berbinar :)
semoga yang bermanfaat bisa diambil dan dijadikan pelajaran agar semakin bijak :)

#belajarbarengbareng #barutau
image source : internet (alamat tidak dicatat). Copyright Cik Dil

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...