Tuesday, March 14, 2017

My NHW #7 Tahapan Menuju Bunda Produktif (Bakat)

Ini adalah hasil kuesioner yang saya isi dari temubakat.com beberapa pekan lalu,
Hasil ini tidak jauh berbeda dengan yang saya isikan beberapa tahun silam.
Saya pribadi merasakan hasilnya memang cenderung mendekati apa yang memang saya minati selama ini :)

* * *
Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2  : Aktivitas yang anda SUKA tetapi  andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda  BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA



******************************************
******************************************
_Nice Homework #7_
*TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF*
Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7.  Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.
Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang sudah dibuat oleh Abah Rama di Talents Mapping.
Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman  tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan  agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.
 Ketahuilah tipe kekuatan diri (strenght typology) teman-teman, dengan cara sbb :
1⃣masuk ke www.temubakat.com
2⃣isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya
3⃣Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini.
4⃣ Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7
 Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2  : Aktivitas yang anda SUKA tetapi  andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda  BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

Tuesday, March 7, 2017

Materi #7 REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI

_Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #3, sesi #7_

*REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI*

Alhamdulillah setelah  melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan”  dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.

*_Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR_* "

Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani  hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati.

Para Ibu di kelas Bunda Produktif  memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.

Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada.

Sang Maha Memberi  Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”

*_Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya,  demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar_*

Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah 

*_bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga_*

Semua pengalaman para Ibu Profesional di  Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah *KEMULIAAN* hidup.

“ *_Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI_* "

Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.

Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.

Maka

*_Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang_*

Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita.

Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.

*_Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya_*

Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,

1⃣menambah syukur,
2⃣menegakkan taat 3⃣berbagi manfaat.

*_Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya_*

Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).

Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.

Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga,  untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.

Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya,

Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

_Sumber bacaan_:

_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_

_Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010_

_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_

Review NHW #6 BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA

_Review NHW #6_

🙋 *BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA* 🙋

Bunda, terima kasih sudah membuat beberapa kategori  tentang 3 hal aktivitas yang anda anggap penting dan tidak penting dalam hidup anda.

Dalam menjalankan peran sebagai manejer keluarga, *_manajemen waktu_* menjadi hal yang paling krusial.

Karena waktu bisa berperan ganda, memperkuat jam terbang kita, atau justru sebaliknya merampasnya. Tergantung bagaimana kita memperlakukannya.

Masih ingat istilah *_DEEP WORK_* dan *_SHALLOW WORK_*?

Dulu kita pernah membahas hal ini di awal-awal kelas. Tahapan-tahapan yang kita kerjakan kali ini adalah dalam rangka melihat lebih jelas bagaimana caranya shallow work kita ubah menjadi Deep Work.

Kita akan paham mana saja aktivitas yang memerlukan fokus, ketajaman berpikir sehingga membawa perubahan besar dalam hidup kita.

1⃣. *Refleksikan aktivitas dan kemampuan manajemen waktu kita selama ini*

Menurut Covey, Merrill and Merrill (1994) cara yang paling baik dalam menentukan kegiatan prioritas adalah dengan membagi kegiatan kita menjadi penting-mendesak, penting-tidak mendesak, tidak penting-mendesak dan tidak penting-tidak mendesak .Menurutnya, segala hal yang kita kerjakan dapat digolongkan kedalam salah satu dari empat kuadran tersebut.

Agar lebih jelas , silakan teman-teman belajar memasukkan aktivitas-aktivitas yang selama ini kita lakukan dalam kategori kuadaran di bawah ini.

2⃣ *Setelah aktivitas terpetakan, fokuslah pada hal-hal yang penting (baik mendesak atau tak mendesak) karena pada kegiatan yang penting inilah seharusnya kita mengalokasi paling banyak waktu yang kita miliki*

3⃣ *Rencanakan dengan baik semua aktivitas yang anda anggap penting*

Kita akan kehabisan waktu, tenaga dan sering gelisah  jika kita sering melakukan kegiatan yang sifatnya penting dan mendesak.

Contoh : Mengumpulkan NHW matrikulasi itu anda masukkan kategori aktivitas Penting, karena kalau tidak mengumpulkan kita akan mendapatkan peluang tidak lulus.

Sudah ada deadline yang diberikan oleh fasilitator. Andaikata kita memasukkannya ke kuadran 2, artinya kita akan masukkan NHW dalam perencanaan mingguan kita,  membuat hati lebih tenang.  Tetapi kalau tidak kita rencanakan, NHW itu akan masuk ke aktivitas kuadran 1, dimana penting bertemu dengan genting (mendesak) paling sering membuat kita gelisah di saat detik-detik terakhir deadline pengumpulan.

Kalau ini berlangsung terus menerus, maka kita akan cepat capek dan stress yang berlebihan karena terlalu sering dibombardir oleh masalah dan krisis yang datang bertubi-tubi. Jika ini terjadi, secara naluriah, kita akan lari ke kuadran 4. yang sering kali tidak memberikan manfaat bagi kita.

Idealnya, semakin banyak waktu yang kita luangkan di kuadran 2, secara otomatis akan mengurangi waktu kita di kuadran 1 dan 3, apalagi kuadran 4, karena dengan perencanaan dan persiapan yang matang, banyak masalah dan krisis yang akan timbul dikemudian hari dapat dihindari.

4⃣ *Membuat kandang waktu ( time blocking) untuk setiap aktivitas yang harus anda kerjakan*

Membuat agenda mingguan dan harian dengan mengaplikasikan teori *_time blocking_*dan *_cut off time_*KIta bisa membagi secara rinci aktivitas harian  dalam hitungan jam atau menit agar waktu tidak terbuang sia-sia

5⃣ *Unduh Aplikasi atau buku catatan untuk membantu kita mengorganized semua jadwal kita*

Saat ini ada banyak aplikasi organizer yang bisa membantu dan mengingatkan kita setiap saat.

Sampai disini mungkin ada diantara kita yang bertipe "unorganized" ( menyukai ketidakteraturan, termasuk waktu )

Sehingga muncul pertanyaan,

"Mengapa sih harus repot-repot dan sangat detail dengan manajemen waktu?"

Kalau menurut teori Cal Newport,
Semakin detail manajemen waktu anda, semakin bagus pula kualitasnya.

Semakin bagus kontrolnya, semakin bagus pula efeknya.

Sekarang tinggal dipilih anda mau tipe yang organized shg menggunakan *_TIME BASED ORGANIZATION_* atau tipe yang unorganized dan menggunakan *_RESULT BASED ORGANIZATION_*

Kalau time based artinya kita akan patuh dengan jadwal waktu yang sudah kita tulis. Dan komitmen menerima segala konsekuensi apabila melanggarnya.

Apabila RESULT BASED ORGANIZATION anda perlu membuat pengelompokan kegiatan saja. Boleh dikerjakan kapanpun, selama Komitmen terhadap target/hasil yang sudah dicanangkan, bisa terpenuhi dengan baik.

Apapun tipe anda dan keluarga KOMITMEN tetap nomor satu.

Di Ibu Profesional,  manajemen waktu ini wajib dikuasai dan diamalkan  oleh para ibu sebelum masuk ke tahap bunda produktif.

Kita perlu menekankan pentingnya membuat rencana kerja untuk setiap minggu dan setiap hari, dengan memprioritaskan aktifitas yang penting.

Dengan demikian diharapkan kita dapat menjadi lebih produktif tanpa lelah dan stress yang berlebihan.

*_Demi masa,semoga kita semua tidak termasuk golongan orang yang menyia-nyiakan waktu_*

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

_Sumber Bacaan_ :

_Materi Matrikulasi IIP batch #3 sesi #6, Ibu Manajer Keluarga handal, 2017_

_Hasil NHW#6, Peserta Matrikulasi IIP, 2017_

_Malcolm Galdwell, Outliers, Jakarta, 2008_

_Steven Covey, the seven habits, Jakarta, 1994_

Monday, March 6, 2017

Aku dan Api Jiwaku : Menulis

Serenade Biru Dinda, salah satu buku fiksi karya Asma Nadia yang pertama kali kukenal. Kakak perempuanku lah yang mengenalkan ku padanya lewat koleksi buku-bukunya, pada frasa Forum Lingkar Pena, pada para penulis-penulis yang tak kuketahui pasti parasnya hingga saat ini. Helvy tiana rosa, Asma Nadia, Izzatul Jannah, M Irfan Hidayatullah, dan beberapa nama yang hanya kuketahui lewat cover bukunya. Dari sana pulalah, hingga kini aku mencintai buku, mungkin.

Sebetulnya aku begitu suka menulis…diary. Hihi. Apapun itu namanya, menulis merupakan mediaku bersuara, yang aku begitu nyaman mengeluarkannya. Pun ketika ada yang bilang tulisanku bagus, atau tidak berkomentar, atau bahkan bilang bahwa tulisanku buruk (ini belum ada sih.. yang jujur hihi) Apa yang kutulis biasanya memang sekedar pengalamanku sehari hari, namun yang membuatku benar-benar memikirkannya, secara mendalam, kataku sih.

Itulah pula yang membuatku pernah sekali waktu semasa SMA, mendatangi acara Forum Lingkar Pena di sebuah Mall di Bandung, meskipun aku sama sekali tak bersama temanku, ya hanya aku saja sendiri. Kalau tidak salah saat itu bedah buku dari Mas Tasaro GK, Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan. Mengacungkan tangan saat ada kesempatan, dan mendapat souvenir (entah karena excited dengan talkshownya, atau karena semangat ingin mendapat souvenirnya hihi). Namun semenjak saat itu, aku tak mencemplungkan diri pada komunitas itu, kemudian lupa.

Pernah suatu ketika di masjid Salman, saat sejuta umat sedang beraktivitas di koridor timur, aku mendengar ada beberapa orang sedang berkumpul, yang setelah kutanya ternyata sedang mentoring FLP. Hati mendesir teringat kembali, namun entah kenapa diri belum tergerak untuk sekedar meminta nomor kontaknya. Pun di unit salman ada aksara, wadah khusus untuk para pecinta buku dan aktivitas menulis, akupun tak juga memilih ikut kesana. Ah , kenapa sih aku ini?

Berkuliah di biologi SITH membuatku mencoba belajar di Pustena (Pusat Teknologi Tepat Guna) berharap bisa memberi kontribusi lebih untuk menghidupkan kembali unit-unit yang ada. Namun fakta berkata tidak banyak rasanya yang bisa kukontribusikan, aku malah kemudian bergabung dengan salman media sebagai tim “jurnalis”nya mewakili pustena. Disitu jiwaku malah seolah berjingkrak kegirangan.  Simak juga bincang bergizi kami dengan pak Budhi : disini http://www.hajahsofya.com/2013/05/bincang-jurnalis-bergizi-dengan-pak.html?m=1


Nutrisi kepenulisan kudapat pula dari pak hernowo melalui beberapa bukunya. Tulisannya begitu renyah dibaca, dan aku juga selalu suka cara beliau menggambarkan proses menulisnya. Bergizi istilahnya. Penulis favoritku lainnya adalah pak anis matta, yang banyak mengajakku berpikir idealis, berpikir jauh. Kata-katanya seolah mampu menyihirku untuk mengikuti gaya penulisannya. Hehe. Aku juga suka Salim A Fillah, dari buku-buku beliau lah banyak kutipan kuambil, dan kuserahkan pada yang membutuhkan hehe. Tak hanya pemilihan diksi yang bagus, tapi begitu punya Makna yang mendalam.

Tahun berlalu, kini aku sudah punya keluarga kecil. 26 Februari lalu berkesempatan mengikuti acara Milad FLP yang ke 20 tahun, bertatap muka langsung dengan para penulis-penulis legendaris dan para pejuang literasi lainnya. Meski kini tak jarang konsentrasiku harus buyar karena entah harus menyuapi haidar, mengejar haidar, mengelap kursi basah bekas minum haidar, keluar ruangan karena haidar bosan, dll. (yah begitulah emak-emak ya hihi harus belajar tetap konsentrasi).

Sering juga, untuk bisa punya 1 buku yang aku inginkan, aku jadi resellernya alias ikut ngejualin. Judulnya mungkin biar lebih murah, padahal kadang justru malah harus ngemodal dulu dan berusaha sampai itu buku habis. Ngga jarang juga aku gatel buat ngasi-ngasiin stok buku yang ada buat kado karena isinya bagus. Ini fokus dan tujuannya harus dibenerin kali ya.

Sedikit kontemplasi, mungkin saya “malu-malu” atau “takut” untuk mendalami apa yang justru menjadi minat saya. Menyepelekan keinginan untuk menjadi penulis, sampai akhirnya tak pernah benar-benar belajar dan bersikap menjadi penulis. Merasa “tak perlu belajar” menulis kalau ada coaching menulis yang serius semata karena “takut beneran jadi penulis”. Merasa sangat mainstream belajar menulis sementara di era digital ini semua orangpun menulis. Stop. Ini tentang diriku sendiri, kalau memang suka seharusnya berani saja. Jangan sampai kita menyesal atas apa-apa yang tidak kita lakukan.

* * * *

Sebetulnya tadinya saya hanya ingin menulis tentang pengalaman saya mendengar rekaman suara Mba Asma Nadia malam ini yang berjudul Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Menulis melalui aplikasi SalingSapa. Saya mengunduh aplikasi ini karena rekomendasi dari Uni Shona dalam blognya tentang Aplikasi yang sebaiknya dimiliki Ibu Muslim. Tadinya mau mencari rekaman ustadz siapapun random sambil mijitin kaki ayah, tapi karena ayah udah keburu bobo, saya mencoba khusyu aja dengerin rekamannya sambil mejamin mata supaya haidar yang lagi gutak gitek di kasur bisa segera bobo (meskipun sampe rekaman berakhir, haidar tak kunjung bobo hehe).

Isi audionya membahas tentang buku yang ditulis suaminya, Isa Alamsyah, yang berjudul 101 Dosa penulis pemula. Baru kali ini rasanya saya mendengar langsung kajian beliau, dan, saya suka saya suka! Sayang sekali hanya ada 1 file itu pada bagian beliau. Isi rekamannya bagus banget  dan mungkin akan saya tulis dalam  tulisan terpisah. (padahal tadinya mau share ini kayanya hihi). Saya langsung kepikiran buat nambah koleksi buku tentang menulis, termasuk buku ini.

Lalu sambil iseng, saya cek stok buku dari supplier, ajaibnya, yang muncul pertama kali adalah buku 101 Dosa Penulis Pemula! Serius. Inikah tanda-tanda nya saya harus segera pesen buku ini buat sendiri hehe. FYI sekarang kalo temen-temen cari buku, bisa kontak saya ya, insyaallah supplier ready buku dari berbagai penerbit. Btw ini tadinya niatnya bukan buat jualan ya aslinyaa. Bukan buat covert selling – soft selling an yaa hihi. Tapi ya dimanfaatin aja karena alurnya pas banget hehe.  :p

Semoga temen-temen bias ngejaga terus api jiwa nya, berani terbakar dan membakar diri untuk jadi sesuatu yang bermanfaat buat orang banyak!

Senin, 7 Maret 2017

21:45

Friday, March 3, 2017

Renungan dari Postingan Terakhir Sarah Sechan

Mari sejenak rehat dari postingan tugas-tugas Matrikulasi ibu Profesional saya :) hehe. Saya ingin mendokumentasikan salah satu hal menarik yang saya dapat malam ini.

Saya bukan fans berat Sarah Sechan, hanya secara tak sengaja melihat artikel yang beriai tentang postingan terakhirnya di instagram dan twitter. Saya tertarik pada alasan-alasan mendalam yang ia kemukakan, maksudnya, bukankah cukup sulit menyatakan diri tidak bersosmed di era semacam ini ?

Saya membaca artikel lengkapnya dari sini, dan mengambil seluruh caption nya ke dalam tulisan di bawah ini. Kalimat yang saya beri penebalan, bagi saya merupakan sebuah pengingat, hal yang perlu saya renungkan.

* * * * *

Hey you sexy people .. this will be my last post on instagram & twitter.

I have decided that at this age (forever 24, of course) I need to really start living and enjoy every moment of my life, not busy trying to make a point or seek approval from strangers.

I want to whisper my gratefulness (and disappointments!) to my creator only, because we all know God listens to our heart, not reading our captions .

I want to tell a person how I feel & what I’m thinking by talking heart to heart, not post quotes I found on google search.

I want to go back to the days when I eat because it’s basic necessity, not because foodporn posts are considered cool. I want to wear certain outfit because it makes me feel comfortable, not because I have to post ootd (or because I got them free ).

I realize I have spent a little too much time doing unnecessary postings instead of engaging with my surrounding and living the moment. I need to interact & pay attention to those closest to me, as I have no guarantee of how much time I have left to spend with them.

I want to cherish my intimate memories within myself. you know the saying “tomorrow is only a promise”. I want others to speak of my achievements, without me having to shout about it on my posts. I want individuals to know me because they have met me and spent time with me, not because they read a sentence of my caption underneath a photo I posted after selecting from hundreds of pretentious selfies . and vice versa, I don’t want to think I know someone just because I follow him/her on social media.

So here it is, my last post. I made this with boomerang, tried at least 20x, edited with music, spent about 45 minutes overall to have this post on my ig page when I should be getting rid of my makeup half hour ago and get myself ready to prepare dinner. oh life on social media is exhausting and taking too much of my precious mommy-mode afternoon.

Thank you for being such lovely followers it’s been wonderful .

* * * *

Saya masih akan terus bermedsos ria sepertinya, berupaya mengambil manfaat manfaatnya, dan berupaya lebih keras membuang hal hal mudharat nya. Berusaha menjadikan medsos sebagai sarana berbagi kebaikan berbagi inspirasi, sebagaimana yang teman teman di luar sana lakukan pada saya :)

Salut buat mba sarah sechan :)

* * * *

".. I need to really start living and enjoy every moment of my life, not busy trying to make a point or seek approval from strangers.

I want to whisper my gratefulness (and disappointments!) to my creator only, because we all know God listens to our heart, not reading our captions .

I want to tell a person how I feel & what I’m thinking by talking heart to heart, not post quotes I found on google search.

I realize I have spent a little too much time doing unnecessary postings instead of engaging with my surrounding and living the moment. I need to interact & pay attention to those closest to me, as I have no guarantee of how much time I have left to spend with them."
-- Sarah Sechan

My NHW #6 Belajar Menjadi Manajer Keluarga Yang Handal

_NICE HOMEWORK #6_

*BELAJAR MENJADI  MANAJER KELUARGA HANDAL*

Bunda, sekarang saatnya kita masuk dalam tahap “belajar menjadi manajer keluarga yang handal.

Mengapa? karena hal ini akan mempermudah bunda untuk menemukan peran hidup kita dan semoga mempermudah bunda mendampingi anak-anak menemukan peran hidupnya.

Ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu

*_RUTINITAS_*

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri.

Maka ikutilah tahapan-tahapan sbb :

1⃣ Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas yang paling tidak penting
Penting
1. Khusyu ibadah (kualitas dan kuantitas)
2. Mempersiapkan makanan untuk keluarga (bayi dan suami)
3. Membereskan rumah hingga rapi

Tidak
1. Buka sosmed tanpa tujuan
2. Nonton TV
3. Membalas pesan orderan di waktu yang kurang tepat

2⃣Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana?
Kegiatan yang menurut saya penting, menurut saya sudah dilakukan, namun masih sekedar menuntaskan kewajiban. Secara kualitas masih kurang baik.
Waktu kadang terasa cepat ketika mulai ada kesempatan pegang HP, browsing, melihat sosial media. Di saat yang sama maksudnya untuk membalas pesan customer, namun distraksi dari HP yang begitu menggoda membuat kadang jadi membuka medsos yang tidak penting.
Saat menyuapi anak, yang kadang ingin menyalakan tv, saya malah jadi ikut nonton tv padahal saya sendiri malas nonton TV.

3⃣Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya ya, agar selaras.
Aktivitas yang saya anggap penting pada poin 1, rupanya kurang selaras dengan peran yang saya tentukan pada NHW sebelum-sebelumnya. Poin 1 saya mengiai aktivitas yang berkaitan dengan peran saya sebagai Istri dan Ibu rumah tangga. Namun, peran yang sudah saya tentukan seharusnya menghadirkan aktivitas : membaca (belajar), menuliskannya.
Sepertinya perlu saya perbaiki:
1. Menjalankan aktivitas Istri Shalihah
2. Menjalankan aktivitas Ibu Manajer Keluarga Profesional (ketersediaan Sandang, ketersediaan Pangan, kerapihan Papan)
3. Belajar + merenung + menuliskannya

4⃣Kemudian kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time ( misal anda sudah menuliskan bahwa bersih-bersih rumah itu dari jam 05.00-06.00, maka patuhi waktu tersebut)
02.00 - 05.00 , Selesai target tilawah, berdoa, tambah Hafalan
05.00 - 09.00 , sarapan, cucian piring, sapu, ruang tengah rapi, ke pasar. (NO GADGET)
09.00 - 11.00 , (haidar bobo) masak, rapi dapur, mandi.
11.00 - 15.00 , aktivitas bersama haidar, Balas orderan Rok Celana
Atau ngepel dll saat haidar ke uyutnya.
15.00 - 15.30 Mandiin haidar
15.30 - 18.00 jalan2 ke luar dengan haidar, ngaji sebelum magrib, membaca buku dan menuliskan review nya / inspirasi hari ini
18.00 -19.00 magrib, dzikir almatsurat/buku doa.
19.00 - 21.00 family time
21.00 - 22.00 beres2 (ruang tengah, dapur, mainan, cuci piring)
22.00 - 23.00 mengurus bisnis Al Qolam
23.00 - 02.00 istirahat

Dilakukan setiap hari, kecuali kamis dan
5⃣Jangan ijinkan agenda yang tidak terencana memenuhi jadwal waktu harian anda.
Oke >>> bikin spot Bunda Manajer Profesional buat ditengok setiap saat.

6⃣Setelah tahap di atas selesai anda tentukan. Buatlah jadwal harian yang paling mudah anda kerjakan. (Contoh kalau saya membuat jadwal rutin saya masukkan di subuh-jam 07.00 – jadwal dinamis ( memperbanyak jam terbang dari jam 7 pagi- 7 malam, setelah jam 7 malam kembali ke aktivitas rutin yang belum selesai, sehingga muncul program 7 to 7)

7⃣Amati selama satu minggu pertama, apakah terlaksana dengan baik?
kalau tidak segera revisi, kalau baik, lanjutkan sampai dengan 3 bulan.

_SELAMAT MENGERJAKAN_

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Tuesday, February 28, 2017

Materi #6 : Ibu Manajer keluarga Handal, Motivasi Bekerja ibu

*IBU MANAJER KELUARGA HANDAL*

_Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #6_

*Motivasi Bekerja Ibu*

Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah *_ibu bekerja_* yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.
Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu

*_kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita_*

Kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.

Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja ?

🍀Apakah masih *ASAL KERJA*, menggugurkan kewajiban saja?

🍀Apakah didasari sebuah *KOMPETISI* sehingga selalu ingin bersaing dengan orang/ keluarga lain?

🍀Apakah karena *PANGGILAN HATI* sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?

Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga dan pekerjaan kita
.
🍀Kalau anda masih “ASAL KERJA” maka yang terjadi akan mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi, anda menganggap pekerjaan ini sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.

🍀Kalau anda didasari “KOMPETISI”, maka yang terjadi anda stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses

🍀Kalau anda bekerja karena “PANGGILAN HATI” , maka yang terjadi anda sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa _MENGELUH_.

*Ibu Manajer Keluarga*

Peran Ibu sejatinya adalah seorang manager keluarga, maka masukkan dulu di pikiran kita

*_Saya Manager Keluarga_*

kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager.

🍀Hargai diri anda sebagai manager keluarga, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.

🍀Rencanakan segala aktivitas yang akan anda kejakan baik di rumah maupun di ranah publik, patuhi

🍀Buatlah skala prioritas

🍀Bangun Komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.

*Menangani Kompleksitas Tantangan*

Semua ibu, pasti akan mengalami kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi, maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :

*_a. PUT FIRST THINGS FIRST_*

Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. - Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini - aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.

*_b.ONE BITE AT A TIME_*

Apakah itu one bite at a time?
-Lakukan setahap demi setahap -Lakukan sekarang -Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan

*_c. DELEGATING_*

Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita.

*_ Ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda_*

_Latih-percayakan-kerjakan-ditingkatkan-latihlagi-percayakan lagi-ditingkatkan lagi begitu seterusnya_

Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.

*Perkembangan Peran*

Kadang ada pertanyaan, sudah berapa lama jadi ibu? Kalau sudah melewati 10.000 jam terbang seharusnya kita sudah menjadi seorang ahli di bidang manajemen kerumahtanggaan. Tetapi mengapa tidak? Karena selama ini kita masih

*_SEKEDAR MENJADI IBU_*

Ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan ketika ingin meningkatkan kualitas bunda agar tidak sekedar menjadi ibu lagi, antara lain:

🍀Mungkin saat ini kita adalah kasir keluarga, setiap suami gajian, terima uang, mencatat pengeluaran, dan pusing kalau uang sudah habis, tapi gajian bulan berikutnya masih panjang.

Maka tingkatkan ilmu di bidang perencanaan keuangan, sehingga sekarang bisa menjadi “managjer keuangan keluarga.

🍀Mungkin kita adalah seorang koki keluarga, tugasnya memasak keperluan makan keluarga. Dan masih sekedar menggugurkan kewajiban saja. Bahwa ibu itu ya sudah seharusnya masak.Sudah itu saja, hal ini membuat kita jenuh di dapur.

Mari kita cari ilmu tentang manajer gizi keluarga, dan terjadilah perubahan peran.

🍀Saat anak-anak memasuki dunia sekolah, mungkin kita adalah tukang antar jemput anak sekolah. Hal ini membuat kita tidak bertambah pintar di urusan pendidikan anak, karena ternyata aktivitas rutinnya justru banyak ngobrol tidak jelas sesama ibu –ibu yang seprofesi antar jemput anak sekolah.

Mari kita cari ilmu tentang pendidikan anak, sehingga meningkatkan peran saya menjadi “manajer pendidikan anak”.

Anak-anakpun semakin bahagia karena mereka bisa memilih berbagai jalur pendidikan tidak harus selalu di jalur formal.

🍀Cari peran apalagi, tingkatkan lagi…..dst

Jangan sampai kita terbelenggu dengan rutinitas baik di ranah publik maupun di ranah domestik, sehingga kita sampai lupa untuk meningkatkan kompetensi kita dari tahun ke tahun.

Akhirnya yang muncul adalah kita melakukan pengulangan aktivitas dari hari ke hari tanpa ada peningkatan kompetensi.  Meskipun anda sudah menjalankan peran selama 10.000 jam lebih, tidak akan ada perubahan karena kita selalu mengulang hal-hal yang sama dari hari ke hari dan tahun ke tahun.

Hanya ada satu kata

*BERUBAH atau KALAH*

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

_SUMBER BACAAN_:

_Institut Ibu Profesional, Bunda Cekatan, sebuah antologi perkuliahan IIP,  2015_

_Hasil diskusi Nice Homework Matrikulasi IIP Batch #3, 2017_

_Irawati Istadi, Bunda Manajer Keluarga, halaman featuring, Success Mom's Story: Zainab Yusuf As'ari, Amelia Naim, Septi Peni, Astri Ivo, Ratih Sanggarwati, Okky Asokawati,Fifi Aleyda Yahya, Oke Hatta Rajasa, Yoyoh Yusroh, Jackie Ambadar, Saraswati Chasanah, Oma Ary Ginanjar, Pustaka Inti, 2009_

Review NHW #5

Review Nice Homework sesi #5

📝 BELAJAR CARA BELAJAR  📝( Learning  how to Learn)

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar, bagaimana rasanya mengerjakan Nice Homework di sesi #5 ini? Melihat reaksi para peserta matrikulasi ini yang rata ada di semua grup adalah
a. Bingung, ini maksudnya apa?
b. Bertanya-tanya pada diri sendiri dan mendiskusikannya ke pihak lain, entah itu suami atau teman satu grup
c. Mencari berbagai referensi yang mendukung hasil pemikiran kita semua
d. Masih ada yang merasakan hal lain?

Maka kalau teman-teman merasakan semua hal tersebut di atas, kami ucapkan SELAMAT, karena teman-teman sudah memasuki tahap belajar cara belajar.

Nice Homework #5 ini adalah tugas yang paling sederhana, tidak banyak panduan dan ketentuan. Prinsip dari tugas kali ini adalah

Semua Boleh, kecuali yang tidak boleh

Yang tidak boleh hanya satu, yaitu diam tidak bergerak dan tidak berusaha apapun.

Selama ini sebagian besar dari kita hampir memiliki pengalaman belajar yang sama, yaitu OUTSIDE IN informasi yang masuk bukan karena proses “rasa ingin tahu” dari dalam diri kita melainkan karena keperluan sebuah kurikulum yang harus tuntas disampaikan dalam kurun waktu tertentu. Sehingga belajar menjadi proses penjejalan sebuah informasi. Sehingga wajar kalau banyak diantara kita menjadi tidak suka “belajar”, akibat dari pengalaman tersebut.

Di Institut Ibu Profesional ini kita belajar bagaimana membuat desain pembelajaran yang ala kita sendiri, diukur dari rasa ingin tahu kita terhadap sesuatu, membuat road map perjalanannya, mencari support system untuk hal tersebut, dan menentukan  exit procedure andaikata di tengah perjalanan ternyata kita mau ganti haluan.

Ketika ada salah seorang peserta matrikulasi yangbertanya, apakah Nice Homework #5 kali ini ada hubungannya dengan materi-materi sebelumnya? TENTU IYA

Tetapi kami memang tidak memberikan panduan apapun. Kalau teman-teman amati, bagaimana cara fasilitator memandu Nice Homework #5 kali ini?

🍀Ketika peserta bertanya, tidak buru-buru menjawab, justru kadang balik bertanya.

🍀Ketika peserta bingung, tidak buru-buru memberikan arah jalan, hanya memberikan clue saja.

🍀Fasilitator banyak diam andaikata tidak ada yang bertanya, karena memberikan ruang berpikir dan kesempatan saling berinteraksi antar peserta.

Itulah salah satu tugas kita sebagai pendidik anak-anak. Tidak buru-buru memberikan jawaban, karena justru hal tersebut mematikan rasa ingin tahu anak.

Membaca sekilas hasil Nice Homework #5 kali ini ada beberapa kategori sbb :
a. Memberikan teori tentang desain pembelajaran
b. Membuat desain pembelajaran untuk diri kita sendiri
c. Menghubungkannya dengan NHW-NHW berikutnya, sehingga tersusunlah road map pembelajaran kita di jurusan ilmu yang kita inginkan.
d. Ada yang menggunakan ketiga hal tersebut di atas untuk membuat desain pembelajaran masing-masing anaknya.

tidak ada BENAR-SALAH dalam mengerjakan Nice homework#5 kali ini, yang ada seberapa besar hal tersebut memicu rasa ingin tahu teman-teman terhadap proses belajar yang sedang anda amati di keluarga.

Semangat belajar ini tidak boleh putus selama misi hidup kita di dunia ini belum selesai. Karena sejatinya belajar adalah proses untuk membaca alam beserta tanda-tandaNya sebagai amunisi kita menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi ini.

Setelah bunda menemukan pola belajar masing-masing, segera fokus dan praktekkan kemampuan tersebut. Setelah itu jangan lupa buka kembali materi awal tentang ADAB mencari ilmu. Karena sejatinya

ADAB itu sebelum ILMU

Belajar ilmu itu mempunyai 3 tingkatan:

1⃣ Barangsiapa yang sampai ke tingkatan pertama, dia akan menjadi seorang yang sombong

Yaitu mereka yang katanya telah mengetahui segala sesuatu,  merasa angkuh akan ilmu yang dimiliki. Tak mau menerima nasehat orang lain karena dia telah merasa lebih tinggi. Bahkan dia juga menganggap pendapat orang yang memberikan nasehat kepadanya, disalahkannya. Selalu mau menang sendiri, tidak mau mengalah meskipun pendapat orang lain itu benar dan pendapatnya yang salah. Terkadang mengatakan sudah berpengalaman karena usianya yang lebih lama namun sikapnya masih seperti kekanak-kanakan. Terkadang ada  yang berpendidikan tinggi, namun  tak mengerti akan ilmu yang dia miliki. Dia malah semakin menyombongkan diri, congkak di hadapan orang banyak. Merasa dia yang paling pintar dan ingin diakui kepintarannya oleh manusia. Hanya nafsu yang diutamakan sehingga emosi tak dapat dikendalikan maka ucapannyapun mengandung kekejian.

2⃣ Barangsiapa yang sampai ke tingkatan kedua, dia akan menjadi seorang yang tawadhu`

tingkatan yang membuat semua orang mencintanya karena pribadinya yang mulia meski telah banyak ilmu yang tersimpan di dalam dadanya, ia tetap merendah hati tiada meninggi. Semakin dia rendah hati, semakin tinggi derajat kemuliaan yang dia peroleh. Sesungguhnya karena ilmu yang banyak itulah yang mampu menjadikannya faham akan hakikat dirinya. Dia tak mudah merendahkan orang lain. Senantiasa santun dan ramah, bijaksana dalam menentukan keputusan suatu perkara. Dia dengan semuanya itu membuatnya semakin dicinta manusia dan insya Allah, Allah pun mencintainya.

3⃣ Barangsiapa yang sampai ke tingkatan ketiga, dia akan merasakan bahwa dia tidak tahu apa-apa

( stay foolish, stay hungry)

Tingkatan terakhir adalah yang teristimewa. Selalu merasa dirinya haus ilmu tetap tidak mengetahui apa-apa (stay foolish, stay hungry) meskipun ilmu yang dimilikinya telah memenuhi tiap ruang di dalam dadanya. Karena dia telah mengetahui hakikat ilmu dengan sempurna, semakin jelas di hadapan mata dan hatinya. Semakin banyak pintu dan jendela ilmu yang dibuka, semakin banyak didapati pintu dan jendela ilmu yang belum dibuka. Justru, dia bukan hanya tawadhu`, bahkan lebih mulia dari itu. Dia selalu merasakan tidak tahu apa-apa, mereka bisa tak berdaya di dalamnya lantaran terlalu luasnya ilmu.

Sampai dimanakah posisi kita? Hanya anda yang tahu.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber Bacaan :

Hasil Nice Homework #5, Peserta matrikulasi IIP Batch #3, 2017

Materi Matrikulasi IIP Batch #3, Belajar cara Belajar, 2017

Materi Matrikulasi IIP Batch #3, Adab Menuntut Ilmu, 2017

Sunday, February 26, 2017

MY NHW #5 Desain Pembelajaran

Untuk memahami desain pembelajaran, saya membawa aliran rasa dari para peserta matrikulasi iip bandung 1. Kemudian saya teringat bahwa saya memiliki buku-buku karangan pak munif chatib "gurunya manusia dan sekolahnya manusia". Sayang sekali sampai saat ini saya belum menemukan bukunya dalam kardus2 (belum ada lemari soalnya hehe)
Akhirnya saya membaca- baca dari berbagai web.

Desain instruksional adalah a systematic thinking process to help learners  learn. (Zook, 2001)

Desain instruksional / pembelajaran ini ada beberapa model, saya memilih model yqng dikembangkan oleh Kemp.

"Model desain system instruksional yang dikembangkan oleh Kemp merupakan model yang membentuk siklus. Menurut Kemp pengembangan desain system pembelajaran terdiri atas komponen-komponen, yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan berbagai kendala yang timbul.

Model system instruksional yang dikembangkan Kemp ini tidak ditentukan dari komponen mana seharusnya guru memulai proses pengembangan. Mengembangkan system instruksional, menurut Kemp dari mana saja bisa, asal saja urutan komponen tidak diubah, dan setiap komponen itu memerlukan revisi untuk mencapai hasil yang maksimal."

Komponen-komponen dalam suatu desain instruksional menurut Kemp adalah:

a.       Hasil yang ingin dicapai
Memahami dan dapat mempraktekkan parenting nabawiyah
b.      Analisis tes mata pelajaran
?
c.       Tujuan khusus belajar
Paham sejarah islam terkait parenting
Paham adab keseharian yg islami
Paham teknik tulis menulis

d.      Aktivitas belajar
1 jam/ hari setiap pukul 13.00-14.00
Membaca buku dan mengkaji nya mencari berbagai sumber lain.

e.       Sumber belajar
Buku
- terbitan parenting Nabawiyah
- buku ust faudzil azhim
- buku vitamin T hernowo
- video youtube ust budi ashari

f.       Layanan pendukung
Jaulah / wawancara narasumber

g.      Evaluasi belajar
Manajemen waktu yang dialokasikan
Dalil yang sudah dihafalkan
Peribahan sikap adab keseharian

h.      Tes awal
Menyebutkan dalil al quran atau sunnah mrngenai parenting nabawiyah

i.        Karakteristik belajar
Audio visual kinestetik

Materi #5 Belajar Bagaimana Cara Belajar

Materi Matrikulasi IIP Batch #3 Sesi #5

📝BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR📝

Bunda dan calon bunda yang selalu semangat belajar, 

Bagaimana sudah makin mantap dengan jurusan ilmu yang dipilih? kalau sudah, sekarang mari kita belajar bagaimana caranya belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang teman-teman buat. Sehingga ketika teman-teman membuat kurikulum unik (customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.

Sebagaimana yang sudah kita pelajari di materi sebelumnya, bahwa semua manusia memiliki fitrah belajar sejak lahir. Tetapi mengapa sekarang ada orang  yg senang belajar dan ada yang tidak suka belajar. 

Suatu pelajaran yang menurut kita berat jika dilakukan dengan senang hati maka pelajaran  yang berat itu akan terasa ringan, dan sebaliknya pelajaran yang ringan atau mudah jika dilakukan dengan terpaksa maka akan terasa berat atau sulit.

Jadi suka atau tidaknya kita pada suatu pelajaran itu bukan bergantung pada berat atau ringannya suatu pelajaran. Lebih kepada rasa. 

*_Membuat BISA itu mudah, tapi membuatnya SUKA itu baru tantangan_*

Melihat perkembangan dunia yang semakin canggih dapat kita rasakan bahwa dunia sudah berubah dan dunia masih terus berubah.

Perubahan ini semakin hari semakin cepat sekali.

Anak kita sudah tentu akan hidup di jaman yang berbeda dengan jaman kita. Maka teruslah mengupdate diri, agar kita tidak membawa anak kita mundur beberapa langkah dari jamannya.

Apa yang perlu kita persiapkan untuk kita dan anak kita ?

Kita dan anak-anak perlu belajar tiga hal : 

1⃣Belajar hal berbeda        
2⃣ Cara belajar yang berbeda

3⃣Semangat Belajar yang berbeda

🍀 *Belajar Hal Berbeda*

Apa saja yang perlu di pelajari ?

yaitu dengan belajar apa saja yang bisa:

🍎Menguatkan Iman,
ini adalah dasar yang amat penting bagi anak-anak kita untuk meraih masa depannya

🍎Menumbuhkan karakter yang baik.

🍎Menemukan passionnya (panggilan hatinya)

*Cara Belajar Berbeda*

Jika dulu  kita dilatih untuk terampil menjawab, maka latihlah anak kita untuk terampil bertanya Keterampilan bertanya ini akan dapat membangun kreatifitas anak dan pemahaman terhadap diri dan dunianya.

Kita dapat menggunakan jari tangan kita sebagai salah satu cara untuk melatih keterampilan anak2 kita untuk bertanya.

Misalnya :

👍Ibu jari : How

👆Jari telunjuk : Where

✋Jari tengah : What

✋Jari manis : When

✋Jari kelingking : Who

👐Kedua telapak tangan di buka : Why

👏Tangan kanan kemudian diikuti tangan kiri di buka : Which one.

Jika dulu kita hanya menghafal materi, maka sekarang ajak anak kita untuk mengembangkan struktur berfikir. Anak tidak hanya sekedar menghafal akan tetapi perlu juga dilatih untuk mengembangkan struktur berfikirnya

Jika dulu kita hanya pasif mendengarkan, maka latih anak kita dg aktif mencari. Untuk mendapatkan informasi tidak sulit hanya butuh kemauan saja.

Jika dulu kita hanya menelan informasi dr guru bulat-bulat, maka ajarkan anak untuk berpikir skeptik

_Apa itu berpikir skeptik ?_

Berpikir Skeptik yaitu tidak sekedar menelan informasi yang didapat bulat-bulat. Akan tetapi senantiasa mengkroscek kembali kebenarannya dengan melihat sumber-sumber yang lebih valid.

*Semangat Belajar Yang berbeda*

Semangat belajar  yang perlu ditumbuhkan pada anak kita adalah :

🍀Tidak hanya sekedar mengejar nilai rapor akan tetapi memahami subjek atau topik belajarnya.

🍀Tidak sekedar meraih ijazah/gelar tapi kita ingin meraih sebuah tujuan atau cita-cita.

Ketika kita mempunyai sebuah tujuan yang jelas maka pada saat berada ditempat pendidikan kita sudah siap dengan sejumlah pertanyaan-pertanyaan. Maka pada akhirnya kita tidak sekedar sekolah tapi kita berangkat untuk belajar (menuntut ilmu).

Yang harus dipahami,

*_Menuntut Ilmu bukan hanya saat sekolah, tetapi dapat dilakukan sepanjang hayat kita_*

Bagaimanakah dengan Strategi Belajarnya?

• Strategi belajar nya adalah dengan menggunakan 

*_Strategi Meninggikan Gunung bukan meratakan lembah_*

Maksudnya adalah dengan menggali kesukaan, hobby, passion, kelebihan, dan kecintaan anak-anak kita terhadap hal2 yg mereka minati dan kita sebagai orangtuanya mensupportnya semaksimal mungkin.

Misalnya jika anak suka bola maka mendorongnya dengan memasukkannya pada club bola, maka dengan sendirinya anak akan melakukan proses belajar dengan gembira.

🚫 *_Sebaliknya jangan meratakan lembah_*

yaitu dengan menutupi kekurangannya,

Misalnya apabila anak kita tidak pandai matematika justru kita berusaha menjadikannya untuk menjadi pandai matematika dengan menambah porsi belajar matematikanya lebih sering (memberi les misalnya).

Ini akan menjadikan anak menjadi semakin stress.

Jadi ketika yang kita dorong pada anak-anak kita adalah keunggulan / kelebihannya maka anak-anak kita akan melakukan proses belajar dengan gembira.

Orang tua tidak perlu lagi mengajar atau menyuruh-nyuruh anak untuk belajar akan tetapi anak akan belajar dan mengejar sendiri terhadap informasi yang ingin dia ketahui dan dapatkan. Inilah yang membuat anak belajar atas kemauan sendiri, hingga ia melakukannya dengan senang hati.

Bagaimanakah membuat anak menjadi anak yang suka belajar ?

Caranya adalah :

1⃣ Mengetahui apa yang anak-anak mau / minati

2⃣Mengetahui tujuannya, cita-citanya

3⃣Mengetahui passionnya

Jika sudah mengerjakan itu semua maka anak kita akan meninggikan gunungnya dan akan melakukannya dengan senang hati.

  *_Good is not enough anymore we have to be different_*

Baik saja itu tidak cukup,tetapi kita juga harus punya nilai lebih (yang membedakan kita dengan orang lain).

Peran kita sebagai orang tua :

👨‍👩‍👧‍👧Sebaga pemandu : usia 0-8 tahun.

👨‍👩‍👧‍👧Sebagai teman bermain anak-anak kita : usia 9-16 tahun.

kalau tidak maka anak-anak akan menjauhi kita dan anak akan lebih dekat/percaya dengan temannya

👨‍👩‍👧‍👧sebagai sahabat yang siap mendengarkan anak-anak kita : usia 17 tahun keatas.

Cara mengetahui passion anak adalah :

1⃣ _Observation_ ( pengamatan)

2⃣ _engage_(terlibat)

3⃣ _watch and listen_ ( lihat dan dengarkan suara anak)

Perbanyak ragam kegiatan anak, olah raga, seni dan lain-lain.

Belajar untuk telaten mengamati, dengan melihat dan mencermati terhadap hal-hal yang disukai anak kita dan apakah konsisten dari waktu ke waktu.

Diajak diskusi tentang kesenangan anak, kalau memang suka maka kita dorong.

Cara mengolah kemampuan berfikir Anak dengan :

1⃣Melatih anak untuk belajar bertanya,

Caranya: dengan menyusun pertanyaan sebanyak-banyaknya mengenai suatu obyek.

2⃣Belajar menuliskan hasil pengamatannya Belajar untuk mencari alternatif solusi atas masalahnya

3⃣Presentasi yaitu mengungkapkan akan apa yang telah didapatkan/dipelajari

4⃣Kemampuan berfikir pada balita bisa ditumbuhkan dengan cara aktif bertanya pada si anak.

Selamat belajar dan menjadi teman belajar anak-anak kita,

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/

Sumber bacaan :

_Dodik Mariyanto, Learning How to Learn, materi workshop, 2014_

_Joseph D Novak, Learning how to learn, e book, 2009_

Sunday, February 19, 2017

Review NHW #4 Membuat Kurikulum Yang Gue Banget

_Matrikulasi IIP Batch #3_
REVIEW NICE HOMEWORK #4

*MEMBUAT KURIKULUM YANG "GUE BANGET"*

Bunda, membaca satu demi satu nice homework #4  kali ini, membuat kami makin yakin bahwa akan makin banyak anak-anak Indonesia yang memiliki Ibu-Ibu tangguh, yang paham akan dirinya dan mampu *_Memberi Teladan_* kepada anak-anaknya, bahwa seperti inilah cara belajar di Universitas Kehidupan.

Tantangan dalam mengerjakan Nice Homework#4  ini bukan di urusan hasil pencapaian, tetapi justru di urusan *_kesungguhan_*bunda untuk menemukan diri.  Proses ini memang tidak mudah, tetapi kalau kita tidak memulainya maka kita tidak akan pernah tahu. Maka efek berikutnya kita tidak bisa memandu anak-anak kita dalam menemukan peran hidupnya. Ketika merasa  tidak bisa dan tidak mau belajar efek berikutnya adalah kita *_sub kontrakkan_* pendidikan anak kita ke orang lain, yang belum tentu paham akan sisi keunikan anak kita. Inilah yang menjadi sumber awal munculnya penyakit *_kemandulan_* dalam mendidik anak-anak. Menggerus kekuatan fitrah kita dalam mendidik anak-anak sehingga menyatakan dirinya _tidak mampu lagi_

Untuk itu kami akan membantu bunda dan calon bunda semuanya menemukan misi hidup ini setahap demi setahap.

🍀Bagi anda yang belum menemukan “jurusan” ilmu apa yang harus ditekuni dengan fokus, maka bersabarlah, tuliskan apa adanya di NHW#4 ini bahwa  anda memang belum ketemu sama sekali. Kemudian silakan lihat kembali ke belakang, faktor-faktor apa saja yang membuat anda sampai usia sekarang belum bisa menemukannya.

Tulislah dengan jujur, kemudian lihatlah kondisi sekarang, bagaimana anda mengenal diri anda?

Aktivitas apa saja yang membuat anda SUKA dan BISA, tulis semuanya.

Apa sisi kekuatan diri anda? Silakan tulis semuanya.

Pernyataan-pernyataan ini sudah SAH untuk menggugurkan NHW #4 anda.

Semoga dengan melihat hal ini, bunda semuanya menjadi lebih SABAR, ketika melihat anak-anak kita yang masih galau tidak paham arah hidupnya. Jangankan mereka, kita yang sudah puluhan tahun hidup saja ternyata juga belum paham. Bisa jadi anak-anak kita memang punya pengalaman yang sama dengan kita dulu dan sekarang kita didik mereka dengan pola yang sama dengan cara orangtua kita mendidik kita dulu.

Kembali ke fase titik nol dan segera bergerak.

" *_Jangan pernah berdiam di ruang rasa, sehingga titik nol membekukan hidup anda_* "

🍀Bagi anda yang sudah menemukan “jurusan”ilmu apa yang harus ditekuni dengan fokus, maka silakan ikuti simulasi secara setahap demi setahap di bawah ini :

1⃣Tulislah Jurusan Ilmu secara Global, misal : Pendidikan Anak dan Keluarga

2⃣Tentukan KM 0 nya mau anda tempuh mulai kapan? Atau apakah saat ini sudah dalam proses berjalan di tahap 1? Maka tulislah kapan anda memulai KM 0.

3⃣Kita ambil satu hasil penelitian _Malcolm Gladwell_dalam bukunya yang berjudul Outliers (2008) pernah mengemukakan sebuah teori yang menarik, 10.000 hours of practice. Menurutnya, jika seseorang melatih sebuah skill tertentu selama minimal 10.000 jam, maka hampir bisa dipastikan orang itu akan “jago” dalam bidang tersebut. *_They will master the skill_* kata Gladwell.

Darimana ia bisa yakin? Konon Gladwell mengembangkan teori ini dari hasil penelitian terhadap para pemain biola selama puluhan tahun. Dari penelitian itu, para pemain biola yang berlatih minimal 2 jam sehari selama 12 tahun (kurang lebih 10.000 jam) semuanya menjadi para maestro biola. Orang yang di pertengahan berlatih di antara 5.000 hingga 8.000 jam, sementara pemain biola yang gagal berlatih di bawah 3000 jam.

4⃣Silakan ukur kemampuan teman-teman, dalam sehari kira-kira sanggup menginvestasikan waktu nya berapa jam, untuk menekuni jurusan ilmu tersebut. Katakanlah kita ambil yang paling pendek hanya 2 jam per hari.

Mari kita berhitung :
10.000 jam : 2 jam = 5000 hari
Apabila setahun katakanlah hanya kita ambil 250 hari efektif saja, maka 

5000 hari : 250 = 20 tahun

Inilah periode waktu yang harus anda tempuh untuk bisa menjadi master di bidang anda.

5⃣Silakan bagi 20 tahun tersebut dalam KM perjalanan yang akan anda tempuh, misal 

KM 0 – KM 1 = Bunda Sayang ( 5 tahun)

KM 1 – KM 2 = Bunda Cekatan (5 tahun)

KM 3 – KM 4 = Bunda Produktif ( 5 tahun)

KM 4 – KM 5 = Bunda Shaleha ( 5 tahun)

Tidak ada patokan khusus dalam menentukan rentang waktu, silakan anda buat sendiri sesuai dengan kemmapuan kita.

6⃣Uraikan kira-kira mata pelajaran apa saja yang harus kita pelajari satu-satu di mata kuliah pokok Bunda Sayang, Bunda Cekatan dsb. 

7⃣Cari sumber belajarnya ada dimana saja dan KONSISTEN menjalankannya. 

*AKSELERASI*

Apabila ternyata dalam belajar di jurusan ini mata anda makin berbinar, semangat anda tak pernah pudar, bisa jadi yang harusnya hanya investasi 2 jam/hari secara alamiah akan menjadi lebih dari 2 jam. Maka pilihlah aktivitas harian, waktu yang paling banyak menghabiskan hari-hari anda, y aktivitas yang memperbanyak
*_JAM TERBANG_*

Kalau sudah seperti ini Allah sedang menghendaki anda untuk masuk program “AKSELERASI”

Ada dua cara akselerasi yaitu :

🍀Menambah Jam terbang harian

🍀Membeli Jam terbang
Bagaimana caranya membeli? Dengan mendatangi para ahli yang sesuai dengan bidang kita, belajar banyak dari beliau. Pelajari jatuh bangunnya seperti apa, sehingga kita bisa “jump starting” dengan tidak perlu mengulang kesalahan yang pernah dilakukan oleh para ahli tersebut. Sejatinya dengan mengikuti program matrikulasi ini, anda sedang membeli jam terbang.

🍀Carilah mentor hidup anda yang bersedia memandu dengan konsisten agar anda mencapai sukses dengan lebih cepat lagi.

Dengan belajar bersungguh-sungguh di NHW #4 ini, teman-teman akan dengan mudah menyusun

*_customized curriculum_*

untuk anak-anak kita masing-masing.silakan mulai dari diri bunda dulu untuk bisa merasakannya. Karena kalau bundanya sudah bisa, maka kita  akan mendapatkan bonus kemampuan menyusun kurikulum bagi anak-anak kita. 

Kuncinya hanya dua 

*_FOKUS dan KONSISTEN _*

Jadilah yang terhebat di bidang Anda masing-masing. Jangan pernah menyerah.

*_If today is a bad day, tomorrow maybe worst, but the day after tomorrow is the best day in your life. You know what? Most people die tomorrow evening!_* – Jack Ma

Selamat menempuh 10.000 jam terbang anda

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Sumber Bacaan :

_Malcolm Galdwell, Outliers, Jakarta, 2008_

_Materi Matrikulasi IIP Sesi #4, Mendidik dengan v Fitrah, 2017_

_Hasil Nice Homework #4 para peserta matrikulasi IIP batch #3_

Wednesday, February 15, 2017

NHW #4 MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH

📚NICE HOME WORK #4

🍀MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH 🍀

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP, masih semangat belajar?

Kali ini kita akan masuk tahap #4 dari proses belajar kita. Setelah bunda berdiskusi seru seputar mendidik anak dengan kekuatan fitrah , maka sekarang kita akan mulai mempraktekkan ilmu tersebut satu persatu.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
Jurusan yang saya pilih saat NHW 1 adalah Parenting Nabawiyah. Sempat galau untuk mengubahnya menjadi kepenulisan. Namun karena menulis sudah hobi bawaan, maka saya tetap pada jurusan parenting nabawiyah. Karena pada rencana action nya pun tetap melibatkan kepenulisan dalam pencarian ilmu nya. Parenting nabawiyah pun lebih saya perlukan saat ini untuk fokus dipelajari.

b.  Mari kita lihat Nice Homework #2,  sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
Sejak pembuatan NHW 2, di 2 pekan lalu hingga saat ini, saya belum mengisi checklist hariannya, kendalanya karena saya belum mengeprint file nya. Namun poin-poin yang saya jadikan indikator di NHW 2 sebisa mungkin saya jalankan setiap harinya, meskipun belum semuanya. Setelah ini, saya harus segera mengeprintnya, menempelkannya di dinding, mengecek dan mengisi nya secara berkala setiap harinya.

b. Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Contoh :
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator

Sampai saat ini, jujur saya belum menemukan apa maksud spesifik Allah menciptakan saya di muka bumi ini. Sebelum menikah dan punya anak saya merasa jiwa saya semacam sudah terarah, namun sekarang karena masih terus beradaptasi dan terbawa arus kehidupan sehari-hari.

Saya ingat bahwa banyak kawan yang merasakan kebermanfaatan saya saat saya menuliskan sebuah tulisan/artikel.

Sebelumnya, saya sertakan hasil test saya dari temubakat.com beberapa pekan yang lalu, menurut saya ini membantu saya untuk menunjukkan siapa diri saya.

"anda adalah orang yang senang mengkomunikasikan sesuatu yang sederhana menjadi menarik , banyak ideanya baik yang belum pernah ada maupun dari pikiran lateralnya , selalu ingin memajukan orang lain dan senang melihat kemajuan orang , senang mengkomunikasi ideanya , suka mengumpulkan berbagai informasi atau teratur , keras menghadapi orang akan tetapi tidak menyukai konflik , senang menggabung-gabung kan beberapa teori atau temuan menjadi suatu temuan baru , senang menghayal tentang apa yang mungkin terjadi jauh kemasa depan.
Communicator,
Creator,
Educator,
Journalist,
Mediator,
Synthesizer
Visionary"

Maka sementara ini,

Misi hidup : menjadi salah satu penyampai info/berita yang valid dan bermakna, agar lebih mudah dicerna masyarakat karena bahasanya yang sederhana tapi mendalam.
Bidang       : parenting nabawiyah (fakta dan cerita mengenai gaya hidup rasulullah dan sahabat dalam mendidik sebuah generasi)
Peran         : Communicator (mengkomunikasikan sesuatu yang sederhana menjadi menarik)

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Contoh :  Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan  tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :

1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

Jawaban saya :
Dengan 3 hal tersebut,
Tahapan ilmu yang perlu saya kuasai untuk menjadi ahli dalam bidang parenting nabawiyah adalah
1. Mencari fakta-fakta sejarah parenting nabawiyah yang dilakukan rasulullah dan sahabat terdahulu yang sesuai tuntunan al quran dan sunnah
2. Mengkaji ayat al quran dan sunnah yang berbicara tentang parenting
3. Mempelajari adab dan keseharian (gaya hidup) yang islami
4. Teknis ilmu kepenulisan dan membaca.

d. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai  10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang  di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak.  Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone  yang ditetapkan oleh ibu tersebut  adalah sbb  :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

Jawaban saya :
Mengenai milestone, karena sumber ilmu parenting nabawiyah kurikulumnya belum ada yang merumuskan secara terstruktur, saya masih agak kesulitan menentukannya. Saya juga khawatir apakah susunan yang saya buat ini akan mencapai target yang seharusnya. Insyaallah saya harus mencari narasumber untuk meminta wejangannya.

Namun jawaban saya saat ini :
Tahun 1 : Mencari fakta-fakta sejarah parenting nabawiyah yang dilakukan rasulullah dan sahabat terdahulu yang sesuai tuntunan al quran dan sunnah
Tahun 2 : Mengkaji ayat al quran dan sunnah yang berbicara tentang parenting
Tahun 3 : Mempelajari adab dan keseharian (gaya hidup) yang islami
Tahun 4 : Teknis ilmu kepenulisan dan membaca

e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
Sudah dicantumkan. Perlu didetailkan.

f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Sang Ibu di contoh di atas adalah perjalanan sejarah hidup Ibu Septi Peni, sehingga menghadirkan kurikulum Institut Ibu Profesional, yang program awal matrikulasinya sedang kita jalankan bersama saat ini.

Sekarang buatlah sejarah anda sendiri.

Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi IIP/
==============================

Bacaan terkait
Materi ke #4 klik disini
Review NHW #4 tentang membuat kurikulum yang gue banget klik disini

Tuesday, February 14, 2017

Materi #4 MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH (matrikulasi IIP Batch 3)

PROGRAM MATRIKULASI IBU PROFESIONAL SESI #4  

*MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH*

Bunda, setelah kita memamahi bahwa salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita, ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini. Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah ilmu baru lagi. Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus anda kuasai, melainkan *_DIRI ANDA SENDIRI_*

Apakah mudah? TIDAK.  Tapi yakinlah bahwa kita bisa membuatnya menyenangkan. Jadilah diri anda sendiri, jangan hiraukan pendapat orang lain. Jangan silau terhadap kesuksesan orang lain. Mereka semua selalu berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0 perjalanan anda tanpa rasa “galau”.

Inilah sumber kegalauan diri kita menjalankan hidup, kita tidak berusaha memahami terlebih dahulu apa“misi hidup” kita sebagai individu dan apa “misi keluarga” kita sebagai sebuah komunitas terkecil. Sehingga semua ilmu kita pelajari dengan membabi buta dan  tidak ada yang dipraktekkan sama sekali. Semua seminar dan majelis ilmu offline maupun online kita ikuti, karena kekhawatiran tingkat tinggi akan ketertinggalan ilmu kekinian, tapi tidak ada satupun yang membekas menjadi jejak sejarah perjalanan hidup anda.

Check List harian sudah anda buat dengan rapi di Nice Homework#2, surat cinta sudah anda buat dengan sepenuh hati  di Nice Homework #3. Bagi yg sudah menemukan misi hidup dan misi keluarga, Misi tersebut sudah kita tulis besar-besar di dinding kamar, tapi anda biarkan jadi pajangan saja. Maka “tsunami informasilah” yang anda dapatkan, dan ini menambah semakin tidak yakinnya kita kepada “kemampuan fitrah” kita dalam mendidik anak-anak. 

“ *Just DO It*”,
_lakukan saja meskipun anda belum paham, karena Allah lah yang akan memahamkan anda lewat laku kehidupan kita_.

Demikian juga dengan pendidikan anak-anak. Selama ini kita heboh pada _Apa yang harus dipelajari anak-anak kita_,  bukan pada _Untuk apa anak-anak mempelajari hal tersebut_ Sehingga banyak ibu-ibu yang bingung memberikan muatan-muatan pelajaran ke anak-anaknya tanpa tahu untuk apa anak-anak ini harus melakukannya. 

Ada satu kurikulum pendidikan yang tidak akan pernah berubah hingga akhir jaman, yaitu 

PENDIDIKAN ANAK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Tahap yang harus anda jalankan adalah sbb:

a.Bersihkan hati nurani anda, karena ini faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan anda.

b. Gunakan Mata Hati untuk melihat setiap perkembangan fitrah anak-anak. Karena sejatinya sejak lahir anak-anak sudah memiliki misi spesifik hidupnya, tugas kita adalah membantu menemukannya sehingga anak-anak tidaka kan menjadi seperti kita, yang telat menemukan misi spesifik hidupnya.

c. Pahami Fitrah yang dibawa anak sejak lahir itu apa saja. Mulai dari fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah Bakat, Fitrah Perkembangan, Fitrah Seksualitas dll. 

d. Upayakan proses mendidik yang sealamiah mungkin sesuai dengan sunatullah tahap perkembangan manusia. Analogkan diri anda dengan seorang petani organik.

e. Selanjutnya tugas kita adalah MENEMANI, sebagaimana induk ayam mengerami telurnya dengan merendahkan tubuh dan sayapnya, seperti petani menemani tanamannya. Bersyukur atas potensi dan bersabar atas proses. 

Semua riset tentang pendidikan ternyata menunjukkan bahwa semakin berobsesi mengendalikan, bernafsu mengintervensi, bersikukuh mendominasi dsbnya hanya akan membuat proses pendidikan menjadi semakin tidak alamiah dan berpotensi membuat fitrah anak anak kita rusak.

f. Manfaatkan momen bersama anak-anak, bedakan antara WAKTU BERSAMA ANAK dan WAKTU DENGAN ANAK. Bersama anak itu anda dan anak berinteraksi mulai dari hati, fisik dan pikiran bersama dalam satu lokasi. Waktu dengan anak, anda dan anak secara fisik berada dalam lokasi yang sama, tapi hati dan pikiran kita entah kemana.

g. Rancang program yang khas bersama anak, sesuai dengan tahap perkembangannya, karena anak anda “very limited special edition” 

Bunda, mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi dsbnya. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.

Lebih penting mana membuat anak bergairah belajar dan bernalar atau menguasai banyak pelajaran, lebih penting mana membuat mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca.

Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah maka mereka akan belajar mandiri sepanjang hidupnya. 

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

 

Sumber bacaan :

_Irawati Istadi, Mendidik dengan Cinta, Jogjakarta, 2013_

_Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016_

_Antologi, Komunitas Ibu Profesional, Bunda Sayang, Surakarta, 2014_

_Materi Matrikulasi sesi #3, Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, 2017_

Materi #4 MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH (matrikulasi IIP Batch 3)

PROGRAM MATRIKULASI IBU PROFESIONAL SESI #4  

*MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH*

Bunda, setelah kita memamahi bahwa salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita, ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini. Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah ilmu baru lagi. Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus anda kuasai, melainkan *_DIRI ANDA SENDIRI_*

Apakah mudah? TIDAK.  Tapi yakinlah bahwa kita bisa membuatnya menyenangkan. Jadilah diri anda sendiri, jangan hiraukan pendapat orang lain. Jangan silau terhadap kesuksesan orang lain. Mereka semua selalu berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0 perjalanan anda tanpa rasa “galau”.

Inilah sumber kegalauan diri kita menjalankan hidup, kita tidak berusaha memahami terlebih dahulu apa“misi hidup” kita sebagai individu dan apa “misi keluarga” kita sebagai sebuah komunitas terkecil. Sehingga semua ilmu kita pelajari dengan membabi buta dan  tidak ada yang dipraktekkan sama sekali. Semua seminar dan majelis ilmu offline maupun online kita ikuti, karena kekhawatiran tingkat tinggi akan ketertinggalan ilmu kekinian, tapi tidak ada satupun yang membekas menjadi jejak sejarah perjalanan hidup anda.

Check List harian sudah anda buat dengan rapi di Nice Homework#2, surat cinta sudah anda buat dengan sepenuh hati  di Nice Homework #3. Bagi yg sudah menemukan misi hidup dan misi keluarga, Misi tersebut sudah kita tulis besar-besar di dinding kamar, tapi anda biarkan jadi pajangan saja. Maka “tsunami informasilah” yang anda dapatkan, dan ini menambah semakin tidak yakinnya kita kepada “kemampuan fitrah” kita dalam mendidik anak-anak. 

“ *Just DO It*”,
_lakukan saja meskipun anda belum paham, karena Allah lah yang akan memahamkan anda lewat laku kehidupan kita_.

Demikian juga dengan pendidikan anak-anak. Selama ini kita heboh pada _Apa yang harus dipelajari anak-anak kita_,  bukan pada _Untuk apa anak-anak mempelajari hal tersebut_ Sehingga banyak ibu-ibu yang bingung memberikan muatan-muatan pelajaran ke anak-anaknya tanpa tahu untuk apa anak-anak ini harus melakukannya. 

Ada satu kurikulum pendidikan yang tidak akan pernah berubah hingga akhir jaman, yaitu 

PENDIDIKAN ANAK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Tahap yang harus anda jalankan adalah sbb:

a.Bersihkan hati nurani anda, karena ini faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan anda.

b. Gunakan Mata Hati untuk melihat setiap perkembangan fitrah anak-anak. Karena sejatinya sejak lahir anak-anak sudah memiliki misi spesifik hidupnya, tugas kita adalah membantu menemukannya sehingga anak-anak tidaka kan menjadi seperti kita, yang telat menemukan misi spesifik hidupnya.

c. Pahami Fitrah yang dibawa anak sejak lahir itu apa saja. Mulai dari fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah Bakat, Fitrah Perkembangan, Fitrah Seksualitas dll. 

d. Upayakan proses mendidik yang sealamiah mungkin sesuai dengan sunatullah tahap perkembangan manusia. Analogkan diri anda dengan seorang petani organik.

e. Selanjutnya tugas kita adalah MENEMANI, sebagaimana induk ayam mengerami telurnya dengan merendahkan tubuh dan sayapnya, seperti petani menemani tanamannya. Bersyukur atas potensi dan bersabar atas proses. 

Semua riset tentang pendidikan ternyata menunjukkan bahwa semakin berobsesi mengendalikan, bernafsu mengintervensi, bersikukuh mendominasi dsbnya hanya akan membuat proses pendidikan menjadi semakin tidak alamiah dan berpotensi membuat fitrah anak anak kita rusak.

f. Manfaatkan momen bersama anak-anak, bedakan antara WAKTU BERSAMA ANAK dan WAKTU DENGAN ANAK. Bersama anak itu anda dan anak berinteraksi mulai dari hati, fisik dan pikiran bersama dalam satu lokasi. Waktu dengan anak, anda dan anak secara fisik berada dalam lokasi yang sama, tapi hati dan pikiran kita entah kemana.

g. Rancang program yang khas bersama anak, sesuai dengan tahap perkembangannya, karena anak anda “very limited special edition” 

Bunda, mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi dsbnya. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.

Lebih penting mana membuat anak bergairah belajar dan bernalar atau menguasai banyak pelajaran, lebih penting mana membuat mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca.

Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah maka mereka akan belajar mandiri sepanjang hidupnya. 

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

 

Sumber bacaan :

_Irawati Istadi, Mendidik dengan Cinta, Jogjakarta, 2013_

_Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016_

_Antologi, Komunitas Ibu Profesional, Bunda Sayang, Surakarta, 2014_

_Materi Matrikulasi sesi #3, Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, 2017_

Saturday, February 11, 2017

Surat Cinta Buat Suamiku : Tentang ayang

Assalamu'alaikumwrwb
Dear ayang yang baik,
Ini ceritanya surat cinta dari aku buat ayang. Masih inget ngga sebelum nikah kita juga sempet bales-balesan surat di email? Kayanya ayang lupa sih hihi, kalo inget pun lupa isinya kan ya ? Kabar baiknya balasan surat dari ayang aku simpan berpassword di hape LG ku. Kabar buruknya, hape LG itu hilang 3 hari lalu pas aku naik gojek 😥 nanti kita cari ya catetannya, semoga masih ada ^^

* * *

Aku flashback dikit dari "diary" ku sebelum nikah sama ayang. Udah pernah baca kan ya? Hihi http://www.hajahsofya.com/2015/06/pertanyaan-pertama.html?m=1 maaf ya semoga ikhlas dipaksa jadi pembaca setia blog aku. Hehe

* * *
Ayang tau ngga kenapa aku akhirnya yes waktu diajak nikah sama ayang ?

Ayang adalah orang pertama yang mengajak aku menikah.
Ya, meskipun di kali pertama ini aku belum mengiyakan. Saat itu aku masih tugas akhir, dan rasanya belum mempersiapkan apa-apa untuk jenjang pernikahan. Aku juga tau, kalau aku ngga menerima, akan ada ribuan wanita lain yang bisa diajak menikah.

Ayang adalah orang kedua yang mengajak ku menikah (lagi)
Ya, kali kedua setelah setahun itu aku lebih mempertimbangkan untuk menikah. Saat itu aku bekerja sebagai guru kelas, begitu concern masalah pendidikan anak, dan menikah menjadi salah 1 gerbangnya.
Akhirnya, kenapa tidak ? Bukankah jodoh Allah yang takdirkan?

8 AMAZING THINGS ABOUT YOU

1. Ayang itu care sama adik adik binaan.
Ay, interaksi kita dahulu sebetulmya hanya seputar amanah permentoringan di kampus dan di SMA. Di SMA pun aku "baru" sebagai mentor, ketika beramanah pun sekedar menjalankan amanah. Tanpa ada rasa macam-macam, justru malah rasa dikejar aja karena disuruh turun lagi ke SMA padahal masih pegang kampus juga. Saat itu rasanya malah gemes pengen "ngomel-ngomel" sama ayang karena ingin perbaiki sistem di SMA, maksudnya gatel gitu pengen ngerombak macem2.

Kita jarang tatap muka, pun ketika ada pertemuan, tidak membuat aku mengenal ayang, mengenal pemikiran ayang. Aku cuma cukup tahu kalau ayang itu suka nyanyi nasyid, suka tampil di tiap kesempatan tampil. Hihi. Pede nya selangit pokonya. Aku ya biasa aja karena mindset jodoh saat itu, ngga usah fokus cari cari manusia, fokus diri sendiri dulu aja, jodoh insyaallah menyesuaikan.

Aku bahkan kurang ngeh kalau ayang itu dulu wakil ketua DKM. :p

Yang aku tau, setelah ajakan menikah datang, ketika aku merhatiin lebih dalam, ayang itu CARE BANGET sama adik adik binaan di SMA. Ini juga cuma aku liat banget di grup line, bukan di dunia nyata saking ga merhatiinnya. Jam berapa pun ketika adik adik punya pertanyaan, ayang akan membalasnya, sebisa mungkin. Memberikan pengetahuan, meluruskan pemahaman, mengajak berpikir adik adik, selalu ada buat adik adik.

Apa lagi ya ? Itu sih alasan utamanya.

Dan sampai sekarang usia 2 tahun pernikahan, hal itu masih ada. Istiqomah drngan prinsip dakwahnya. Istiqomah membina adik adik setiap pekannya. Bahkan sekarang pegang 3 kelompok dan masih jadi pengisi ta'lim. Dan bukan main main, teguh dengan segala aturan kedisiplinan dan berpegang pada alquran dan sunnah rasulullah saw.

Meskipun namanya istri, ada kondisi baper dan cemburu sama seluruh binaannya. Hihi. Tapi insyallah yakin, justru itulah yang membuat aku jadi tenang, bahwa "tali" itu yang akan menjaga keluarga kita terus ke depannya. :")

2. Ayang itu berprinsip : ngingetin ke Allah dan berbakti sama orangtua
Setiap hubungan punya tantangannya sendiri, punya masalahnya sendiri. Kadang aku yang ngambek, kadang ayang yang nahan ngambek. Ayang itu saat kita punya problem dan terlalu berpikir duniawi, ujung nya akan selalu ngingetin kalau apa apa yang kita lakuin itu supaya Allah rido.
Segala kebaperan yang muncul dari fitrah kewanitaan saya, diobati dengan prinsip ini. Dalam keberjalanannya ada kesal, ada rasa tidak terima, tapi prinsip ini tak pernah salah. Dan aku bersyukur banget bahwa hubungan kita ayang jaga dengan prinsip terkuat di alam semesta ini.

Ayang itu tau kondisi diri dan lingkungan pengasuhannya. Well, kita banyak berbeda disini, tapi disini aku juga belajar. Yang ngga pernah lepas dari ayang adalah keyakinan akan keberkahan dari orangtua. Hal ini mungkin semua orang tahu, tapi tak semua orang paham, tak semua orang benar-benar menjalankannya. Termasuk denganku, yang masih belajar akan hal ini. Dalam keberjalanannya, banyak air mata berderai, mempertanyakan kenapa begini kenapa begitu, tapi aku juga yakin, inilah cara Allah mengajariku tentang keberkahan dari orangtua. Dan namanya belajar, pasti ada tantangannya kan ya supaya naik kelas ?

3. Ayang itu jujur bening hatinya.
Bukan tanpa dosa tentu saja, tidak sempurna tentu saja. Tapi aku yakin dan bisa ngerasain betapa ayang itu dipenuhi kejujuran. Sikapnya, kata-katanya, perasaannya, kebaikannya. Bukankah kejujuran merupakan salah satu hal yang paling penting dalam sebuah hubungan ? :")

Aku yang orangnya banyak "menjaga jarak" dan "menutup tabir diri" dapat dengan mudah mengenali keterbukaan ayang.

4. Ayang itu ngga keberatan bersama menghandle urusan rumah
Kalau bagian ini, jam terbang ayang udah lebih banyak. Dibesarkan dengan standar tinggi, maka urusan beberes rumah yang katanya urusan perempuan, ayang melakukannya dengan sangat baik.
Bersabar mengajariku yang kadang malah ngambek kalau ngerasa kerjaannya diambil, padahal emang mau bantuin hehe. "Berkeras" agar keluarga kita punya standar yang baik dalam urusan kerapihan rumah meskipun kadang aku masih banyak excuse nya.

Yang ngelakuin semua dengan maksimal. Kadang suka bantuin ngelipetin monster baju yang mau disetrika, supaya aku ngga males ngeliatnya. Ngga sungkan ngejemurin dan ngambilin jemuran. Mau nyuci piring. Ngelap meja makan kalo udh crowded.

Insyaallah sesuai dengan bayanganku dulu, bahwa urusan rumah menjadi tanggungjawab bersama, meskipun tetap menjadi fokus utama seorang istri untuk menjaga rumahnya.

Ya, tetaplah jadi dirimu, pegang erat prinsipmu, bersabar dengan realita yang terjadi, sampai akhirnya kita berhasil mewujudkannya :)

5. Ayang itu dulu katanya tempramen, tapi ngga suka marah marahin aku
Kalau aku punya salah, ayang lebih memilih untuk diam, menahan kata kata. Menjaga dari perkataan yang menyakiti. Ini aku tau karena selain ayang udah jelasin, juga karena aku bisa ngerasain. Kalau sama orang lain (misal adeknya hehe), kadang keluar jebrat jebretnya, meskipun akhirnya juga baikan.

Kacaunya, kadang aku yang suka "minta dimarahin", maksudnya penasaran pingin liat reaksi spontan jebrat jebret nya kalau kita ada masalah. Menghindari mudharat katamu.

Ah, terimakasih atas kesabarannya, semoga semakin lancar komunikasi kita :")

6. Ayang itu menjaga kesucian diri, dan lingkungannya.
Ayang yang suka ngingetin kalau pas solat rambut aku ada yang nyempil sehelai pun. Ayang yang suka ngingetin barangkali baju aku kena rembesan popok haidar pas lagi tidur. Ayang berhati hati dengan mengganti baju rumah dengan pakaian shalat yang bersih.

Yang mandinya super bersih. yang hobinya nguras bak mandi tengah malem, dan harus pake dettol. Yang hobinya nyuci keset dan kadang serbet kotor. Yang kadang Gosokin bak wastafel karena ngga bisa liat remah makanan kececer.

7. Ayang itu lucu banget dan ekspresif
Ngga jaim, menampilkan diri apa adanya. Disamping itu tetap bisa bersikap sesuai kondisi yang diperlukan.
Main sama haidar fokus to the max, pake sikap, perkataan dan ekspresi yang aneh aneh juga ngga malu.

8. Ayang itu berupaya menghargai istrinya
Mau makan masakan yang baru kubuat. Juga mau makan masakan yang sisa supaya ngga mubazir. Mau bekel makanan buatan istrinya meskipun cuma sesepele seuprit ayam, ikan asin, seupan ubi, telor dadar, dll

Nanti dilanjut ya.. ^^

Sabtu, 11 februari 2017
01.00

Wednesday, February 8, 2017

My NHW #3 matrikulasi IIP batch 3 : Membangun Peradaban dari Rumah

Alhamdulillah, di usia saya yang sudah 25 tahun ini, saya dan suami memasuki masa 2 tahun pernikahan, dan Allah mengkaruniakan seorang putra yang kini berusia 17 bulan.

A. RESPON SUAMI TENTANG SURAT CINTA DARI SAYA
Tepat 4 hari sejak pemberian NHW#3, sabtu dini hari pukul 01.00 saya mulai menuliskan sebuah surat cinta untuk suami. Saya berencana membuat surat cinta ini jadi beberapa bagian.

Bagian pertama adalah tentang hal hal menakjubkan yang saya temukan dari suami, yang membuat saya begitu yakin pada beliau bahwa beliau sangat layak menjadi suami dan sebagai ayah dari anak kami.

Surat cinta itu saya posting di blog, kemudian saya berikan link nya pada beliau pada malam hari. Sayang sekali saya tertidur sambil ngeloni haidar, dan ketika bangun, suami berkata "bingung". Saya juga jadi bingung apakah surat cinta saya salah, atau memang tidak bisa dimengerti 😢. Tapi saya paham beliau memang seperti itu, mungkin perlu waktu. Saya bilang "nanti aku nulis respon ayang nya gimana dong?". Beliau berkata nanti ya saat mendekati deadline (waah!) Saya harus sabar menanti respon lainnya nanti. Yang penting udah di read, tinggal nunggu balesan hehe. semoga ada kelanjutannya ya :)
Nb : sebaiknya ngirim surat cinta nya jangan mepet deadline ya, karena siapapun pasti perlu waktu ^^
Baca : Surat Cinta Untuk Suamiku

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
Waktu terus bergulir tak terasa haidar sudah berusia 17 bulan. Di masa balita, mungkin memang kita belum bisa secara pasti mengatakan apa apa saja potensinya, tapi kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang hal hal unik menarik yang saya amati dari haidar saat ini :)

Di masa ini haidar sudah dapat diajak berkomunikasi.  Secara bahasa, ia sudah mampu menirukan kata yang orang lain sebutkan, meskipun kadang hanya suku  kata belakang. Sudah mampu menunjukkan keinginan dan emosi marah dan tidak bisa dilarang. Kalau dilarang, barang yang ada di tangan bisa dilempar. Saat mempertahankan suatu benda di tanganpun, kadang kami kesulitan. Tenaganya pun besar, juga senang memanjat apapun. Potensi yang terlihat adalah anak ini akan menjadi anak yang kuat secara fisik dan punya kekokohan mental.

Haidar tertarik pada benda benda kecil di sekitarnya, contohnya rambut. Helai rambut yang kecil yang mungkin ia rasa menarik/mengganggunya akan ia ambil, dan tunjukkan pada saya untuk dilakukan langkah selanjutnya. Potensi yang terlihat adalah perhatiannya pada hal detail.

Haidar senang bertemu banyak orang, mudah menatap dan mengajak orang untuk bermain dengannya. Mudah mnegajak senyum sambil memiringkan kepalanya. Potensi yang terlihat adalah kemampuan sosialnya yang baik.

Haidar suka terdiam dan memperhatikan saat adzan berkumandang. Sesekali ikut menirukan "auwoh (Allah maksudnya) abay (akbar)". Mengerti diajak solat, "lat" dan senang saat ikut berwudhu. Potensi yang terlihat adalah fitrah keislamannya sebagai bekal untuk keimanannya

Tertarik pada gambar-gambar, suka minta dibacakan buku berulang kali. Senang mengoprek isi dompet bunda, dan barang lainnya. Potensi yang terlihat adalah kesukaannya belajar dan bereksplorasi

Mendengar lagu akan bergoyang meskipun berad dalam gendongan. Potensi yang terlihat adalah kecerdasan musikalitas mengikuti irama

Sangat tertarik bermain di luar, terutama di alam. Memegang banyak hal. Tertarik dengan daun, bunga, pohon, kupu, ayam, burung. Dll potensi yang terlihat adalah ketertarikannya mengeksplor alam sekitar.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Saya adalah orang yang nyantai. Ngga mudah marah, selow aja. Mungkin posisi saya sebagai stabilizer, mengingatkan orang sekitar saya. Dan dengan kondisi haidar yang aktif dan sedang senang bereksplorasi, saya tidak banyak parno atau khawatir.

Saya orangnya selalu teringat pada tujuan akhir. Meskipun dalam keberjalanannya belum terlalu paham betul mengaplikasikannya. Tapi dengan kondisi suami yang kadang juga suka lupa, saya yang suka mengingatkan. Dan hal ini yang jadi reminder bagi saya juga saat membesarkan anak.

Saya orangnya kreatif, menurut saya banyak sekali cara menuju roma. Jadi ketika ada masalah, saya mempunyai beribu jalan alternatif yang membuat saya tetap tenang, dan menemukan solusi cerdasnya.

Mengapa Allah hadirkan saya di tengah keluarga kecil seperti ini ?
Mungkin Allah ingin saya belajar hal hal yang begitu berlainan dengan diri saya pribadi, agar lebih mudah beradaptasi pada banyak hal.

Mungkin Allah ingin saya menjadi partner suami saya dalam hal maintenance, krn saya orangnya cenderung stabil.

Mungkin Allah percaya pada saya untuk membimbing seluruh potensi yang haidar miliki, maka saya juga harus banyak belajar.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Saat ini saya tinggal di tengah kota, bertetangga dekat dengan nenek kakek dari suami. Orangtua dan mertua saya juga masih dalam 1 kota yang sama. Dengan jarak hanya sekitar 45menit perjalanan.

Tantangan di sini adalah bentuk jalannya yang ber gang kecil. Saya pribadi sejak dulu tinggal di lingkungan rumah yang lebar jalannya cukup 2 mobil. Rumah tinggal saat ini yang gerbang nya dekat dengan rumah hanya sedikit, dan serasa jauh (padahal dekat).

Hal ini mempengaruhi pada cara saya berinteraksi dengan tetangga. Jalan sempit menjadi sekedar tempat melintas, bisa bermain tapi terbatas. Jadi kadang interaksinya sekedar lewat dan menyapa sambil senyum.

Saya harus meniatkan untuk berkunjung ke rumah rumah tetangga dan membawakan buah tangan, karena rumah2 terdekat tidak semua sering keluar rumah. Hanya ketika saya bermain ke lapangan bawah menemani haidar bermain ayam.

Di sekitar rumah banyak anak-anak, dan rumah saya sering dijadikan tempat bermain. Mereka juga senang membaca di rumah saya. Saya berharap, meski blm banyak yang saya lakukan untuk sekitar, saya bisa melengkapi koleksi buku dan membuka perpustakaan sederhana untuk anak anak.

Di lingkungan sekitar saya juga termasuk yang masyarakat dengan kondisi menengah ke bawah, sehingga tidak banyak info mengenai pendidikan. Mungkin saya bisa berperan untuk menghadirkan majelis majelis ilmu dan kebaikan di sekitar saya.

Ahad. 12 februari 2017
12.08

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...