Thursday, June 11, 2015

Telinga Sakit dan Berdenging?

Telinga Sakit dan Berdenging (Sumber)
Masih pukul 01.26 kala itu dan tiba- tiba aku terbangun kesakitan. Telingaku tetiba sakit sekali, dan hingga pagi tak bisa tidur kembali. Tak kuat menahan sendiri, tapi tak tega juga membangunkan suamiku. Untuk apa? Malah kasihan, tidurnya jadi terganggu, sedangkan kuyakin kami sama sama tak mengerti harus berbuat apa.

Panik. Ya, aku berusaha mengingat ngingat, kejadian apa yang mungkin membuat telingaku menjadi sakit, karena ini kali pertamaku. Tapi nihil. Rasanya hari-hari biasa saja, tak ada benturan, mendengar suara dentuman bom atau apalah, tidak juga.
Pagi itu akang langsung menyarankan ke dokter. Karena sakit telinga sama sekali tak bisa diprediksi, lebih baik serahkan langsung pada ahlinya.
Dr. Fadjar Nawawi, Sp, THT yang praktek selasa pagi di Klinik THT al-islam itu memeriksaku. Total 80.000 dengan biaya pendaftaran Rumah Sakit 30.000 dan biaya dokter 50.000.

DIAGNOSA PENYEBAB
Katanya ini karena pilek ku, padahal rasanya pilek ku ringan. Katanya mungkin daya tahan tubuh sedang lemah, karena kan sedang hamil. Dilihat dengan alat, gendang telinga ku infeksi katanya. Telingaku termasuk yang serumen (minyak telinganya) sangat sedikit, lebih rentan memang, karena pelindungnya kurang banyak.

Sjatinya, setelah kurenungkan baik baik, sakitnya ga bisa dibilang tiba tiba sih. Ngga ada asap kalau ngga ada sumbernya. Buat introspeksi aja, lain kali harus lebih perhatiin kondisi badan. Kalau dulu kuat, kondisi saat hamil mungkin aja beda :
- beberapa hari ini tidur ga bener. 
- banyak begadang tea ngerjain proyek
- kena pilek ringan
- sempet bandel ga pake jaket pas momotoran
- minum yg dingin dingin. Pada kotak susu bumil tertulis : "diminum dingin lebih enak", trus dijadiin es terus lah sama guehh -_-
*Aduh dedek maapin bundanya bandel >,<

OBAT
Karena sedang hamil, dokter memilihkan obat yang aman. (untuk 5 hari)
1. Antibiotik amoxsan (amoxicillin), (dosis 2x1)
2. anti alergi cetirizine HCl, (dosis 1x1) dan  
3. anti nyeri sumagesic (parasetamol 600mg). (dosis 2x1 / saat nyeri)
Total harga obat 41.000 dengan pelayanan dan packaging yang bagus di farmasi RSAI.

RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT
H-1
Tiba tiba terbangun dari tidur, dengan telinga sakit sekali. Seharian sakit dan ingin menangis terus. Sujud sakit. Telinga rasa tertutup. Berdenging. Periksa ke spesialis THT
H-2
Seharian masih sakit sekali. Terkadang reda, terkadang sangat sakit. Siang aga berkerak di daerah telinga, muncul cairan di telinga saat sore. Cairan bening, sedikit ada putihnya. Masih berdenging. Tidur harus cari posisi yg enak.
H-3
Masih keluar cairan. Sudah tak terlalu sakit. Masih berdenging. Tidur pakai bantal leher buat nyangga supaya ga sakit.
H-4
Sudah tidak sakit. Tidur nyenyak. Telinga masih rada ketutup. Berdenging.
H-5
Sudah tidak sakit. Denging suara yang terdengar agak bergelombang air. Degup nadi daerah telinga masi terdengar.
H-6 sampai H-9
Degup nadi daerah telinga masi terdengar. Berdenging perlahan. Sudah berani sujud saat shalat, karena tidak sakit.

H-10 Kontrol ke Dokter THT
Kata Dokter, gendang telinga masih merah (radang). Dikasi resep obat yang sama, tapi dosis antibiotik ditambah jadi 3x1. Dianjurkan makan bergizi supaya pemulihan lebih cepat, dan makan vitamin C.
H-10 sampai H-17
rasanya kaya kalo kemasukan air, omongan dari mulut sendiri terdengar lebih keras. Tapi berangsur-angsur semakin membaik. Hari ke-17 ini sudah hampir normal, tapi memang belum seperti sedia kala.
Alhamdulillah

PESAN PENTING
Jangan pergunakan cotton bud untuk membersihkan telinga, karena justru mendorong serumen masuk. Serumen telinga, atau yang biasa dikenal dengan "Kotoran telinga" itu justru alamiah melindungi telinga kita. Pesan Dokter, kalau ngga ada keluhan apa-apa telinga jangan di'oprek'. Kalaupun serumen kita terlalu banyak dan mengganggu, bersihkan secukupnya saja.
Dan, dokter THT bukan sekedar dokter telinga yaa, TELINGA, HIDUNG, TENGGOROKAN. Biasanya orang ke THT kalau sakit telinga aja katanya, padahal penyakit hidung dan tenggorokan lainnya juga termasuk ranah dokter THT.

Semoga Kita senantiasa bisa menjaga kesehatan seluruh anggota tubuh kita ya :)

"Ya Allah, sehatkanlah badanku, sehatkanlah pendengaranku, sehatkanlah penglihatanku.."

Gambar Skema Telinga (sumber : irhamhizrata.com)

Wednesday, June 10, 2015

Cara Pembuatan Kartu Keluarga (KK) Baru

Biasanya yang terbayang saat harus ngurus surat-surat di pemerintahan itu "agak horor" ya?
Entah birokrasinya yang panjang, entah info prosesnya kurang jelas, entah waktu yang lama, entah apanya terkadang terasa ribet dan bikin orang jadi males. Hal semacam ini yang kadang membuka lapangan pekerjaan baru buat orang lain, yaitu jasa pengurusan-pembuatan-kita-bayar-jasa-aja-dan-tahu-beres, betul?
Btw kalo punya waktu, asik aja kok ngejalanin prosesnya sendiri, yuk! Sabar aja, itung itung silaturahim sama petugas-petugas wilayah. Hehe
Cekidot!

* * * * * * *
Prinsip pembuatan KK Baru / pengurusan kepindahan alamat adalah :
PAMIT DULU SAMA TETANGGA LAMA,
BARU KENALAN SAMA TETANGGA BARU
(urus dulu surat-surat di rumah lama, baru urus surat-surat di tempat tujuan baru)

A. 4 TEMPAT UTAMA (alurnya) :
1. RT
2. RW
3. Kantor Kelurahan
4. Kantor Kecamatan

B. SYARAT KELENGKAPAN BERKAS :
1. RT
Di sini cukup bawa diri + KTP, dapet Form Surat Pengantar yang akan di acc oleh Ketua RT dan Ketua RW.
2. RW
Pak RW tinggal nyatet data, langsung acc.
3. KANTOR KELURAHAN
- Surat Pengantar RT/RW yang tadi
- KTP asli kita
- KK asli
Disana kita akan dibuatkan :
- surat pengantar yang akan di acc oleh pejabat Kelurahan (saat itu) dan kecamatan (nantinya)
- form draft pembuatan KK baru (diisi petugas)
Berkas-berkas tsb nantinya kita bawa untuk proses ke Kecamatan.
(Perlu fotokopi ato ngga, keliatannya tergantung kelurahannya. Biar aman, punya fc aj masing2)
4. KANTOR KECAMATAN
Serahkan berkas yang tadi, tunggu dipanggil.
Akan dibuat surat pengantar lagi : Surat Keterangan Pindah WNI (misal antar kecamatan/kelurahan dalam satu Kab/kota), yang di acc oleh Camat dan ada ttd kita juga.
Masa Berlaku : 30 hari sejak tanggal permohonan! (Jadi segeralah urus pembuatan KTP dan KK di alamat baru)
Berkas tersebut untuk digunakan dalam pembuatan KTP dan KK di alamat baru. (Jangan kaget KTP dan KK lama asli diambil sama kecamatan ya)
Selain itu, kita dapat Resi untuk pengambilan KK alamat lama edisi baru yang ngga ada nama kitanya. (waktu pengambilan 3 minggu)

SELAMAT!
DENGAN INI KAMU RESMI BELUM TERDAFTAR SEBAGAI PENDUDUK DI WILAYAH MANAPUN HEHE. (Makanya cepetan urus ke alamat baru)

* * * * * * * *
Proses diatas berlaku untuk 1 orang. Kalau baru nikah, keduanya akan pindah ke alamat baru, masing masing harus jalanin proses itu.
Setelah keduanya beres, bawa berkas, urus ke alamat baru, tinggal datangi :
1. RT
2. RW
3. Kantor Kelurahan
3. Kantor Kecamatan
KK BARU DI ALAMAT BARU SEBAGAI KELUARGA BARU, SUDAH JADI!
Alhamdulillah, selamat mencoba,
Semoga bermanfaat! 

Baca kelanjutan pengalaman pembuatan KK selanjutnya :D 

Friday, June 5, 2015

16 Tips Dapur yang Sebaiknya Kamu Praktekkan

Kalau ditanya bisa masak?
Saya yakin setiap orang bisa. Pertanyaan berikutnya adalah, enak atau ngga, terbiasa masak setiap hari atau hanya momen tertentu saja.

Berikut 17 tips seputar ilmu perdapuran yang insyaallah bermanfaat.
Karena ternyata masak bukan cuma soal resep, tapi pengetahuan kita tentang seluruh manajemen perdapuran. Hehe.

TELUR REBUS MUDAH DIKUPAS
1. agar telur rebus tidak susah dikupas, jangan lupa celupkan kedalam air es saat telur tersebut baru matang/masi panas

MENGGORENG CABE
2. agar cabe tidak meletup-letup ketika digoreng, jangan lupa tusuk ato lukai sedikit cabe tersebut dengan pisau sebelum digoreng

MENCUCI SAYUR DENGAN GARAM
3. saat mencuci kangkung, arnong/selada air ato genjer serta tanaman air lainnya jangan lupa dibilasan pertama bubuhkan sesendok garam lalu diamkan sejenak agar binatang-binatan kecil yang mungkin hidup dibatang dan daunnya mati .. biasanya yg hobi nongkrong disitu lintah, keong, ulat dan cacing air.. ( brokoli dan kembang kol juga sering ada ulatnya jadi jangan lupa pula gunakan cara ini

AGAR TAHU AWET
4. agar tahu awet ketika disimpan, cuci bersih dengan air, kemudian siram dengan air panas, setelah itu lap dengan tisu dapur, simpan didalam tupperware tutup rapat, kemudian letakkan didalam kulkas insya allah bisa tahan 1minggu

TES TELUR BUSUK
5. untuk mengetahui telur busuk atau tidak bisa gunakan tes apung air, jika mengapung diatas air tandanya telur busuk

JANGAN KOCOK TELUR SAAT DINGIN
6. ketika akan mengocok telur untuk berbagai macam kue, pastikan telur dalam keadaan suhu ruang (bukan dingin karena baru keluar dari kulkas, hal ini bisa membuat adonan tidak ngembang)

MENYIMPAN SAYURAN
7. jika menyimpan sayuran di dalam kulkas, jangan pakai keresek tapi gunakan koran dan majalah bekas, sebab ini bisa mencegah air embun sayuran menggenang yang bisa mengakibatkan sayur cepat busuk

KENTANG MENGHILANGKAN BAU TAK SEDAP DI KULKAS
8. untuk menetralisir bau dalam kulkas belah kentang dan letakkan di rak kulkas, kentang bisa menghilangkan bau tak sedap dalam kulkas

GORENG IKAN TIDAK LENGKET
9. agar ikan tidak lengket dipenggorengan, gunakan wajan yang khusus untuk menggoreng, jangan sekali-kali menggoreng ikan diwajan yang pernah atau sering dipakai untuk menumis, sebab sudah pasti ikan goreng akan lengket dan hancur ketika dibalik, bisa juga olesi sedikit garam ke wajan sebelum dituangi minyak

RASA PANAS TANGAN KARENA CABE
10. untuk menghilangkan rasa panas ditangan akibat terlalu lama berkontak dengan cabe ato sambel, (kata orang jawa tangan wedhangen) bisa dengan cara cuci bersih tangan dengan sabun sampai 2 atau 3kali, kemudian lap dan masukkan tangan kedalam beras, benam dan remas-remas beras sebentar,, fiuuhhh dijamin rasa panas ditangan akan hilang

IRIS BAWANG TANPA MENANGIS
11. agar mata tidak pedih ketika mengiris bawang merah, letakkan wadah berisi garam disamping talenan, cara ini insya allah ampuh menghindarkan mata agar tidak pedih

BERAS ANTI KUTU DENGAN KOPI BUBUK
12. agar beras tidak dikunjungi kutu beras, letakkan sebungkus plastik yg berisi beberapa sendok kopi bubuk, kemudian beri sedikit lubang plastiknya.. kutu beras tidak suka aroma kopi jadi insya allah dia tidak akan berani datang ke beras

MENCUCI ALAT MASAK DENGAN BAKING SODA
13. jika peralatan masak kusam akibat noda dari bumbu yang berwarna seperti kunir, ato panci yang terlalu sering dibuat merebus air jadi kekuningan.. ambil sesendok baking soda beri sedikit air gosok-gosok ke panci.. diamkan sebentar, lalu bilas.. jika masih ada noda bisa diulang lagi

PARE TIDAK PAHIT DENGAN DAUN JAMBU BIJI
14. agar kembang kates, daun kates/pepaya dan pare tidak terlalu pahit ketika dimasak, baiknya sebelum ditumis .. rebus sebentar di air rebusan
daun jambu biji .. (caranya, rebus air, ambil beberapa lembar daun jambu biji, tunggu hingga mendidih, masukkan daun jambu, tunggu 5menit, masukkan kembang/daun pepaya/pare) diamkan sebentar matikan api.. baru setelah itu tiriskan dan siap untuk dimasak sesuai selera.. (kalo daun pepayanya untuk kulupan, bisa direbus hingga matang bersama daun jambu)

JAUHKAN TEMPE DARI GARAM
15. agar tempe tidak mudah busuk, jangan simpan didekat garam

DAGING ANTI BAKTERI, POTONG DULU, PAKAI SEPERLUNYA
16. jika menyimpan daging di freezer, pastikan daging tidak keluar masuk freezer berulangkali karena hal ini bisa membuat bakteri berkembangbiak, jadi potong-potong dulu dagingnya sesuai dengan perkiraan kebutuhan per tiapkali masak dan simpan di plastik kecil-kecil secara terpisah sehingga ketika akan mengambil, bisa ambil seperlunya saja..

* * * * *
Tips didapat dari share teh ririn di grup IIP (Institut Ibu Profesional) Bandung 2, katanya memang ngga ad penyantuman sumber :)

Trust me, it works :)
Semoga bermanfaat ya!

Cerita Ibu Hamil dan Refleksi Kaki dengan Batu

Ada kalanya saya dan suami berolah raga bersama. Alhamdulillah di depan rumah mertua saya ini ada sebuah fasilitas lapangan basket, gazebo, taman, dan spot olahraga.

Yah, walaupun sudah sebegitu mudahnya fasilitas, kalau ngga ada keinginan kuat untuk konsisten setiap hari, ya olahraganya cuma angin anginan. Hehe.

Kalian tau jalanan berkerikil yang biasa dibuat untuk refleksi kaki?

Ya, kami mencobanya.
Si akang mah kuat-eun bulak balik sepanjang jalan 5 lap, aku?
Bisa juga sih, TAPI PAKE SENDAL. Hehe. Sebelum hamil emang ngga terlalu suka refleksi kaki semacam itu, apalagi pas hamil. Menginjak bulan ke 5, entah kenapa telapak kaki rasanya tipis banget, gampang kerasa sakit. Mulai kerasa ketika mau momotoran, susah banget buat nyetandarin tengah, padahal biasanya oke aja. Untuk berjinjit biasa juga entah kenapa rasanya lebih sakit.

Benar katanya, kondisi setiap orang saat hamil itu berbeda beda dan sangat sulit diprediksi. Yang waktu single nya lincah banyak gerak, pas hamil bisa aja jadi lemah dan gampang sakit. Kuat atau lemah nya perawakan wanit saat hamil juga bukan jaminan gambaran calon anak akan seperti apa. Ibunya keliatan jagoan, belum tentu calon anaknya jagoan juga. Ibu yang biasa biasa, bisa jadi anaknya justru kuat. Misteri.

Yang bisa kita lakukan ya, hanya berusaha melakukan dan memilihkan yang terbaik, dan minta sama Allah untuk sama-sama dikuatkan dalam kebaikan, serta keseimbangan dalam seluruh aspek kehidupan :)

Jumat, 5 Juni 2014

Wednesday, June 3, 2015

Periksa Kandungan Al-Islam Bandung

Periksa kandungan (kehamilan) merupakan salah satu upaya kita untuk menjaga amanah besar dari Allah.

Fase kehamilan dibagi jadi 3:
Trimester 1 (bulan ke 1-3)
Trimester 2 (bulan ke 4-6)
Trimester 3 (bulan ke 7-9)

Rutinkan kontrol minimal sebulan 1x pada trimester 1 dan 2, masuk trimester 3, tanyakan pada nakes (tenaga kesehatan) kita, frekuensi kontrol yang dianjurkan.

BIAYA PASIEN UMUM RS. AL-ISLAM
Total Rp 80.000
(Pendaftaran administrasi 30rb, biaya dokter 50rb, udah sama usg dan konsultasi)
Di kassa D, pilih dokter spog nya.
(Kalau saya seringnya senin pagi jam 8 ke dr. Ani)

*Info tambahan, kalau di bidan, sekali kontrol sekitar 30-50rb. Waktu itu saya sekali di bidan imas dan bidan nani di ciwastra derwati

BIAYA SUPLEMEN/VITAMIN IBU HAMIL
Folamil Genio (30 butir untuk 1 bulan)
Harga :
107.000 (apotek kosambi)
124.000 (farmasi al islam)
134.000 (kimia farma)

Semoga bermanfaat.
Di update bulan juni 2015.

Salam Hangat,
bumil trimester 3 (27weeks)
:)

Friday, May 29, 2015

Cara Membuat SKCK Polsek Ternyata Mudah

Mau membuat SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) / surat kelakuan baik ?

Ternyata mudah :)

SYARAT PEMBUATAN SKCK POLSEK :
1. Surat pengantar dari RT dan RW
2. Pas foto ukuran 4x6 sebanyak 4 lembar
3. Fotokopi KTP
4. Fotokopi KK

Nanti di polsek kita diminta isi 3 lembar formulir.
Lalu menunggu beberapa saat untuk dibuatkan draft nya.
Lalu, konfirmasi cetakan pertama udah betul atau belum, kalau sudah, langsung dicetakin deh.

Selesai.
Gampang kan ya?

Edisi skck polrestabes belum coba, katanya tinggal dtg ke polsek tersebut, minta dibuatkan pengantar, dan bisa langsung ke polrestabes.

Kalau nanti aku perlu, ku share lagi ya. Semoga bermanfaat :)

*Dibuat waktu bulan april 2015 di polsek buahbatu (ciwastra), sebagai persyaratan Wirausaha Baru Jabar 2015 :)

Wednesday, May 27, 2015

Pujian (2) : Belajar Percaya Pada yang Memuji

Lanjutan dari posting saya sebelumnya :)

Apa saya segitu curigaannya sama orang yang muji? Hehe

Latarbelakang penulisan #serialpujian ini karena saya dihadapkan pada sebuah kondisi dimana saya harus terbiasa disanjung, sedangkan saya tak terbiasa dan bingung menyikapinya (hehe._.)

Mungkin ini hanya dimengerti oleh yang sudah punya pasangan (suami/istri), karena saya pribadi memang baru merasakannya setelah menikah. Waktu masih single, ada juga sih yang muji dan bikin idung saya ngapung (halah), tapi tetep aja beda.

Coba deskripsikan bagaimana kondisi fisikmu sehari hari saat DI RUMAH!
*pikirin dulu, bayangin..
*deskripsiin!

Saat kita keluar rumah, hampir pasti sudah dalam keadaan terbaik, maksudnya sudah mandi, pakai baju pergi --yang pastinya lebih bagus dari baju rumah, dandan seminimalnya yang minimalis biar ga kucel. Betul?

Kalau di rumah?
Rambut jabrig acak acakan, baju rumah dasteran rombeng rombeng, muka berminyak kaya gorengan, kalo libur ga ada acara mandi, aroma semerbak mewangi abis dari dapur, dll dsb. Betul?
*ato cuma saya doang? Wkwkwk*

Dan dikondisi seperti itu, suami kita tetep bilang kita cantik. Bisa percaya gak tuh? Hehe
Pertama-tama saya harus bersyukur, diberi anugerah sama Allah berupa suami yang baik. Yang kedua, saya jadi kasian kalo tiap di rumah saya kucel mulu, ya ngga?

Oke sebenernya ga parah banget sih, tapi ya itu, ada kalanya ketika kita lagi males centil centilan di rumah, eh masih aja dibilang cantik.
Si akang jujur, bohong, atau apa sih?

* * * * *

Paling engga, dengan kutipan artikel dari konsultasi syariah ini saya lebih tenang :
Belum pernah aku dengar, kalimat (bohong) yang diberi keringanan untuk diucapkan manusia selain dalam 3 hal: Ketika perang, dalam rangka mendamaikan antar-sesama, dan suami berbohong kepada istrinya atau istri berbohong pada suaminya (jika untuk kebaikan).” (HR. Muslim)

Yang dimaksud berbohong antar-suami istri adalah berbohong dalam rangka menampakkan rasa cinta, menggombal, dengan tujuan untuk melestarikan kasih sayang dan ketenangan keluarga. Seperti memuji istrinya hingga tersanjung, atau menampakkan kesenangan bersamanya sampai pasangannya tersipu malu, dst

Ulama sepakat bahwa yang dimaksud bohong antar-suami istri adalah bohong yang tidak menggugurkan kewajiban atau mengambil sesuatu yang bukan haknya.”
(Fathul Bari, 5:300)

* * * * *

Kalo untuk hal ini, kayanya ngga perlu aku nanya "bener gitu aku cantik?" Hihihi terima aja lah ya. Syukuri. Berkata yang tak sesuai kondisi itu berat loh, jadi suami/istri kita itu udah berjuang dengan bilang hal hal yang baik-baik di depan kita.  Alhamdulillah. Percaya aja deh hehe :)

Jadi kasian kan kalo suami/istri kita harus berjuang muji yang ga sesuai dengan kondisi aslinya? Yuk, introspeksi :D

Pustaka : http://www.konsultasisyariah.com/bohong-yang-dibolehkan/

Tuesday, May 26, 2015

Nikmat Sehat

"Ya Allah, sehatkanlah badanku, sehatkan lah pendengaranku, sehatkanlah penglihatanku.."

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. 
(HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Kesehatan adalah salah satu dari dua hal yang sering manusia lalaikan. Wajar, karena sehat sepertinya hanya terlihat seperti "default" dari kehidupan kita. Dan karena itulah, kadang manusia sering lupa mensyukurinya.

Setiap orang punya kadar ketahanan tersendiri perkara tubuhnya. Alhamdulillah saya termasuk yang ngga terlalu gampang sakit, tapi ya saking selebornya, tetap saja bila diabaikan suatu saat akan nge drop juga.

By the way, semua sepakat ya kesehatan menjadi hal yang penting?

Sekuat kuat nya diri kita, nantinya akan punya tanggungan tubuh makhluk lain yang harus dijaga (suami, anak, orangtua, keluarga kita). Mau tidak mau, kesehatan harus menjadi suatu hal yang diperhatikan.

Tubuh kita adalah amanah dari Allah yang harus kita jaga. Bukan untuk Allah, tapi sebagai bentuk rasa syukur kita pada Allah, dan utamanya sih karena tubuh menjadi kendaraan kita dalam menjalani hidup.

Tak perlu berlebihan pula menghadapinya. Kita yakini Allah membekali kita imunitas dan ketahanan yang baik, variasi kondisinya kita yang berusaha pahami dan siasati.

Usia saya 23 tahun, suka "garing" kalau liat list penyakit penyakit orang tua, berasa ga akan ngalamin. Padahal siapa yang tau masa depan ya? Bukan bermaksud mendoakan, tp lakukan yang bisa kita lakukan, jaga pola hidup yang sehat ya #ntms

Kadang juga kita diingatkan Allah dengan sakit-sakit yang berkategori "unpredictable" bagi diri kita. Namanya juga sakit ya, siapa yang bisa ngira atau ngatur.

Semoga bisa menjaga amanah tubuh dengan sebaik-baiknya. Sabar dan syukuri kondisi sehat dan sakitmu, karena itu yang utama.

Health is the real wealth, not pieces of gold and silver
--Mahatma Gandhi

Selasa, 26 Mei 2015
Di atas kasur Marrakesh,
Edisi sakit telinga karena pilek --sakit kategori unpredictable versi saya
Hehe
Semoga bisa bersabar dan sakitnya jadi penggugur dosa aamiin :")

Friday, May 22, 2015

Lucunya Ayah Waktu Belanja Susu Hamil

Dek,
Ayah lucu banget deh.

Ceritanya jadwal vaksin TT 2 bunda jatuh di tanggal 13 Mei. Karena cek ke spog nya kecepetan (11 mei), ayah sama bunda jadi cari vaksin TT 2 di luar, di tanggal 13 Mei. Ayah sama bunda ke bidan deket marrakesh aja, bidan Imas.

Setelah vaksin, bunda ditanya, mau sekalian di periksa kehamilan atau ngga. Bunda mau, soalnya yang bunda tau pemeriksaan bidan biasanya lebih detil nasihatnya hehe, intinya supaya dapat informasi yang lebih banyak. Setelah perut bunda diteken teken, katanya tinggi rahim bunda normal dek, alhamdulillah. Dan akhirnya bunda bisa denger detak jantung adek! 153 detak permenit. Range normalnya 120-160, lebih atau kurang dari itu bunda mesti waspada. Alhamdulillah masih normal, tapi hampir batas atas ya? Mungkin bunda ga boleh kcapean banget hehe.

Setelah periksa, ayah bunda tanya tanya sama bidannya, singkat cerita bidannya nyaranin bunda untuk terus minum susu ibu hamil, disamping makanan bergizi tentunya. Tau dek? abis itu, ayah langsung ngajak ke gri*a dan ngeborong susu ibu hamil. Segala merk di coba, segala rasa di cari. Alhamdulillah bunda mah suka semua susu hamil, jadi oke aja.

Prenagen, sgm bunda, anmum, dll, mau rasa stoberi, kacang ijo, coklat, sama aja deh hehe.

Sebetulnya ngga berlebihan sih, per 200 gr nya biasanya hanya untuk 5 kali minum, 400gr berarti 10 kali minum, itu cuma sekitar 5 hari doang. Kenapa bunda bilang lucu, soalnya selama ini, kalo bunda beli susu hamil, mikirnya lama banget, nyari sekotak aja lama banget. (Penen yang bagus tapi harga murah hwkwk) Hihi. Mungkin itu ya bedanya ayah sama bunda. Bunda kebanyakan mikir, kalo ayah mah "hajar hajar aja" hhe.

Bunda ngga geer, tapi bunda tau ayah penyayang banget, insyaallah sayang kita karena Allah. Aamiin. Alhamdulillah.
Jazakallahu khairan, yah :")

Wednesday, May 20, 2015

Sabar

"Apa yang kita rasa ada pada diri kita saat ini, belum tentu akan terus ada hingga nantinya. Begitu pula apa yang belum ada pada diri kita, suatu saat mungkin akan hadir dalam diri kita. Entah hal baik atau hal yang dirasa kurang baik."
--Hajah Sofyamarwa

Saya menisbatkan diri sebagai orang yang cukup sabar. Relatif sebenarnya, ukuran saya hanya membandingkan dengan orang orang di sekitar saya, dan tentu saja penilaiannya belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.

Apa yang saya rasakan adalah hasil dari apa apa yang saya alami, faktor utama adalah dari keluarga dan lingkungan yang saya pilih (dipilihkan Allah tentunya). Perasaan tersebut mengalami perubahan setiap saat mengalami pengalaman baru, maka dari itu, tentu saja seiring waktu hidup berjalan, akan ada perubahan-perubahan lain yang entah menggiring hidup kita kemana.

Dari mana kita belajar sabar?
Menurut saya setidaknya ada 2 sumber utama :
1. Melihat sendiri contoh teladan orang yang sabar.
Dari tipe sumber semacam ini, kita melihat langsung bagaimana aplikasinya. Terinspirasi oleh teladan tersebut untuk menjadi orang yang sabar.
2. Berada di lingkungan yang mengharuskan kita terus bersabar.
Kalau tipe yang ini, awal belajar sabarnya biasanya "terpaksa". Belajar sabar dari tipe ini seringnya sakit dulu di awal, namun terasa sekali makna sabarnya. Karena memang begitulah sabar, butuh proses untuk menghayatinya.
Dari pemaparan di atas, bisa dirasakan mana sumber utama kita belajar sabar? Kalo penulis mah udah ketahuan kan yang mana? Hehe

Mana yang Terbaik?
Saya sedang pada suatu titik dimana semua hal (yang bahkan orang bilang berlawanan) itu benar, relatif tergantung sudut pandang dan kondisi. Tidak bermaksud membenarkan semua hal, tapi kita bisa lihat kondisi hidup setiap orang begitu beragam, apa yang terbaik bagi satu orang, belum tentu cocok untuk hidup orang lainnya. Maka kejernihan pikiran, kesadaran diri, kemampuan mengambil pelajaran dan kemauan mencari hal benar, menjadi faktor yang sangat penting.

* * *
Banyak latarbelakang topik yang membuat penulis ingin menuangkan rasa tentang sabar. Namun kali ini, karena pada topik ini muncul suatu kekhawatiran, maka akhirnya saya beranikan untuk mengungkapkannya.

Sabar Pada Anak Kecil
Hal ini sempat saya posting disini, namun sekarang muncul kekhawatiran.

Ketika saya merasa cukup sabar, apakah nantinya saya masih sabar?

Ketika saya sabar (dan senang) mengurus anak orang lain, apakah nanti ketika anak saya lahir dan cukup besar, saya masih bisa sabar?
Bukankah menjadi guru dan mengurus anak orang interaksinya hanya sebentar saja, sedangkan kalau dengan anak sendiri akan berinteraksi setiap waktu?
Ataukah justru kesabaran saya sudah habis pada saat masanya nanti? Naudzubillahi min dzalik.

Hal ini begitu terasa ketika Allah menakdirkan saya tinggal bersama ibu mertua, yang masih punya anak laki laki kecil usia 5 tahun. Bermain sebentar sebentar sangat asik, tapi kalau harus terus sepanjang hari, bukankah saya juga sempat mengacuhkannya? Bukankah seharian bersama penuh begitu melelahkan ketika kita sedang ada pekerjaan lain juga?
Astaghfirullah..

Entahlah, mungkin nanti akan beda ketika punya anak sendiri. Mungkin nanti akan ada rasa berbeda. Hanya bisa berdoa, semoga nanti siap dengan amanah yang tak lama lagi akan segera hadir di kehidupan.

Sunday, May 17, 2015

Ngidam Cake Pisang?

Entah kenapa sembari liat liat buku resep dan liat aplikasi masakan di hape siang ini, mendadak ngiler banget sama cake pisang. Ngga bisa bilang ini ngidam, ngga tau juga ini apa. Tapi emang kepingin yang manis manis, dan kepengen cake pisang itu. Ahehe
Ini dedek yang mau atau bunda nya ya ? Hehe

Rabu, 28 jan 2015
Baru posting :)

* * * *

Setelah itu bunda bilang ke ayah, dan ayah langsung nyariin cake pisang plus pisang ambonnya juga, malem malem di jalan habis pulang kerja. Terimakasih ayah :")

Tante ovie juga besoknya beliin cake pisang di tante 'oke' desi langganan. Terimakasih tante :")

Thursday, May 14, 2015

Kilas Balik Sebuah Mimpi Menjadi Pengajar Muda (2) Email Pengumuman

Ini email setahun silam, ketika saya diberitahu bahwa saya belum bisa bergabung dengan para pengajar muda lainnya. Tidak bermaksud apa-apa, untuk catatan pribadi bahwa ternyata saya punya sebuah mimpi, dan rasanya sampai sekarang belum kandas :)
Lagipula balasan email ini sangat bagus untuk dibaca :)

* * * *
Hasil penilaian aplikasi Pengajar Muda angkatan VIII

Kotak Masuk
anies.baswedan@indonesiamengajar.org

kepada saya
6 Jan 2014

Detail

Dear Hajah,

Semoga email ini menemui Hajah dalam keadaan sehat wal’afiat, penuh semangat dan selalu optimis. Kami menulis email ini untuk menyampaikan hasil seleksi tahap pertama Pengajar Muda.

Bangga kami membaca aplikasi yang Hajah tulis dan kirimkan. Setiap kalimat yang terpampang disana merupakan refleksi betapa solid potensi masa depan bangsa kita. Berderet anak-anak muda republik ini menyatakan siap berangkat menjadi guru di pelosok negeri.

Semangat untuk melunasi sebuah janji kemerdekaan hidup di anak-anak muda. Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah janji kita pada setiap anak bangsa. Kemauan Hajah untuk hadir dan melunasi janji itu yang membuat kita semua yakin bahwa kelak janji itu akan terlunasi.

Hajah yang saya banggakan, dalam proses review kemarin satu per satu aplikasi itu dibaca oleh tim seleksi. Disimak sangat mendalam. Kami yakin bahwa setiap formulir aplikasi itu mewakili sebuah semangat. Semangat itu terasa hidup dan harus selalu dijaga agar tetap hidup.

Kami ingin semangat tinggi itu Hajah pertahankan. Hidup-hidupilah semangat itu dengan keyakinan bahwa pengabdian itu memiliki banyak jalan dan jalur. Indonesia Mengajar hanyalah satu diantara sekian banyak jalur untuk turut memajukan bangsa tercinta.

Dengan kesadaran itu dan rasa berat hati melalui email ini kami harus menyampaikan kabar bahwa Hajah belum bisa bergabung menjadi Pengajar Muda. Tetapi kami juga yakin bahwa Hajah Sofyamarwa adalah anak muda tangguh, potensial dan siap mengabdi. Karena itu kami yakin, semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa itu akan selalu hidup pada diri Hajah.

Kami sadar kabar ini mungkin terasa berat, tapi yakinlah ada banyak cara untuk meraih cita-cita, untuk mengabdi dan untuk melunasi janji-janji kemerdekaan kita. Ada banyak peluang baru yang bisa terbuka saat ikhtiar dilakukan dengan optimal. Kami mendorong Hajah terus berkiprah, terus aktif mendorong kemajuan pendidikan kita lewat berbagai jalur.

Kami berharap kita jaga hubungan ini. Let's continue to keep in touch. Kami yakin akan ada banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama-sama. Kami akan simpan alamat email Hajah, dan jika ada kegiatan Indonesia Mengajar yang mungkin Hajah bisa berkiprah saya akan mengabarkan. Begitu juga, jika Hajah ada ide dan gagasan mohon sampaikan via email ini. Kami akan senang menyambutnya dan mendiskusikannya.

Semoga Hajah tetap bersemangat, tetap optimis memandang masa depan dan semoga keberhasilan akan menjadi bagian dari Hajah.

Salam hangat,
Tim Indonesia Mengajar

Kilas Balik Sebuah Mimpi Menjadi Pengajar Muda (1)

Sebuah kabar bahagia lagi dari seorang temanku. Menjadi seorang pengajar di Halmahera Selatan.

Sedikit kilas balik, 2013 lalu setelah lulus kuliah, aku menyampaikan salah satu mimpiku pada salah seorang sahabatku (nisa) untuk menjadi seorang pengajar muda dalam Indonesia Mengajar. Saat itu nisa urung karena belum diperbolehkan oleh orangtuanya. Aku? Merasa akan diperboleh kan saja, padahal berencana ijin mendadak (jitak!). Tahukah? Alhamdulillah nisa justru direstui orangtua nya, dan diterima seleksi Indonesia Mengajar, ditempatkan di Halmahera Selatan. Ya Rabb, begitulah kekuatan sebuah restu orangtua? :"

Hidup masing masing orang sudah ada garisnya, kawan :)

Oh ya, kupikir aku adalah wanita tanpa sejumput mimpi. Ketika temanku diterima kerja di berbagai perusahaan, aku cukup ikut berbahagia. Tapi entah kenapa setiap saat temanku yang lain diterima sebagai pengajar, rasanya aku sangat bergejolak! :'

Bahrelway, good news is a good news!!
Alhamdulillah ikut seneeeeng banget!! :"D siapapun yang kesana, yang terpenting kontribusinya. Dimanapun kita berada, yang terpenting kontribusinya.

Barakallah, setahun mengajar, insyaallah menginspirasi mimpi mimpi mereka, ya :")))

Aamiin :)

Tuesday, May 12, 2015

A Book is a Perfect Gift...

A book is a perfect gift... FOR ME.

hehe.
Kalo udah ngepack in kado buat temen berupa buku, pasti akan cek ulang : "Ini bukunya buat aku aja gitu ya? kado nya diganti yang lain aja apa ya?"

Ckckck
Nyebut jah nyebut..

*image Source : http://bit.ly/1J5toMg

Kebiasaan Mencatat dalam Refleksi Keberjalanan Mentoring


Bukan berarti milyaran sel dalam otak kita tak mampu memproses berbagai hal yang terjadi. Tapi berbagai faktor akan mempengaruhi performa kemampuan otak kita masing - masing.

Saah satu kebiasaan baik yang harus dibangun bagi para pembelajar adalah kebiasaan mencatat. Mencatat segala hal yang dirasa penting, mendokumentasikannya minimal untuk diri pribadi. Apa apa yang masuk melalui telinga kita, tak selalu bisa kita ingat, tentu saja! Maka mencatat membantu kita untuk mengingat, dan dalam proses mencatatpun, kita seolah sedang memahat informasi di sel sel otak kita.

Sebetulnya tidak semua orang harua melakukan hal ini. Ya, semua kembali kepada diri masing-masing. Kamu yang lebih tahu dirimu sendiri, apa kurangnya, apa lebih nya, apa solusinya. Saya tahu kapasitas diri saya yang pelupa ini, beruntung saya termasuk orang yang suka mencatat, dan saya merasa itu cukup bermanfaat bagi kehidupan saya.

Ya, bahkan mencatat sudah saya jadikan indikator diri. Kalau catatan saya sepi, berarti hidup saya kacau *serem amat yak*. Maksudnya, berarti manajemen diri saya sedang tidak oke. *emang kapan oke nya?* hehe

Tulisan ini sebenarnya sebuah pengakuan, kalau boleh dibilang, ya semacam refleksi juga untuk diambil hikmahnya. 

Saat ini saya masih pegang amanah untuk mengordinasi mengenai mentoring saya di sma. Dan saat ini merupakan salah satu pucak dimana saya merasa kelabakan karena sama sekali belum merekap bahan untuk dilaporkan. Laporan mentoring kelompok pribadi, maupun kelompok-kelompok lainnya.
Astaghfirullah..

Ada rasa segan saat menagih laporan tiap kelompok, ada rasa maklum ada rasa lupa juga *bukan rasa, lalai itu mah* yang terakumulasi. 

Dampaknya? Ya ini,  
ketika ga konsisten melakukan yang rutin, bersiaplah 'kebakaran jenggot' di akhir. 

Untuk kelompok yang saya pegang, alhamdulillah sy masih terselamatkan oleh catatan kecil-secuil di buku saya. Sama sekali ga lengkap T.T, tapi alhamdulillah ada, sekarang tinggal harus mengandalkan daya ingat untuk detail yang terbatas.
Saya saja petugasnya begitu, bagaimana mentor yang lain?
Ah jadi miris, mungkin ini salah satu penyebab mengapa mentoring di DS/DK/dimanapun sering timbul tenggelam. 

Dokumentasi dalam mentoring adalah hal yang sangat penting. Bukan sekedar kita bisa laporan sama petugas, tapi, sejauh mana kita benar benar memantau perkembangan adik adik binaan kita. Dalam skala lebih luas, kita bisa tau seberapa efektif keberjalanan mentoring dalam sebuah organisasi, apa evaluasi untuk ke depannya.

Dalam tulisan ini, sekaligus saya maminta maaf kepada para mentor yang beberapa bulan ini saya dzalimi dengan tidak tegas dalam meminta laporan. Mudah mudahan belum terlambat ya, kita coba perbaiki bersama.

Apa kabar binaan-binaan mu hari ini?
semoga kita termasuk orang yang bersungguh - sungguh dalam mengerjakan setiap hal
T.T

Friday, May 8, 2015

Do'a Sederhana Seorang Istri dan Anak

Ya allah, mudahkan aku untuk dapat membantu suamiku semakin mencintai Allah dan Rasul Mu,
mudahkan aku untuk dapat membantu suami ku semakin baik dan taat kepada kedua orangtuanya.
Jadikan aku anak yang tetap dapat berbakti dan berbuat baik pada kedua orang tuaku.

Bingkai kamu selalu dalam ketaqwaan hanya kepadamu.
Jadikan kami sebagai jalan jalan kebaikan bagi seluruh alam.

Bismillah..

6 Mei 2015

Thursday, May 7, 2015

Menanamkan Rasa Cinta Anak Pada Al-Quran

"Mengajarkan Al Quran kepada anak-anak adalah salah satu pilar islam, sehingga mereka bisa tumbuh di atas fitrah..."
--As suyuthi

Resensi by Azizah Rohimah di acara parenting Quran sesi Ustadzah Dewi Rafikah

💗Menanamkan rasa cinta Anak pada Al Quran 👶 📖

💐Aisyah bisa menghafal, di awal nya ditanamkan... "Klo sayang sama Abi-umi, mau tidak ngasih mahkota 👑 ke abi-umi 👫 di syurga?"
💐klo mw bakti sm ortu, ngafalin Al Quran

1⃣ keteladanan
🍁keteladanan dari orang tua sngat penting. Orang tua jangan hanya nyuruh anak bwt hafal, tp dicontohkan caranya.
🍁Aisyah pertama kali belajar Al Quran tdk belajar iqra dulu atau qiraati. Ustadzah (umi nya) langsung mentalaqqikan Al Quran sambil melihat Al Quran nya.
🍁contoh : 'amma. Trus dibaca hingga 20 kli sambil dihitungin. Terus, ditutup Qurannya. Terus ditambah yatasaa aluun. Dst. Lama-kelamaan anak akan punya filling sendiri klo ada tasydid ditahan dst.
🍁teladan lingkungan sekitar jg diperlukan
🍁tontonan : pilih film edukasi dg berbahasa arab. Murattal Quran. Lagu b. Arab... Ajarkn anak menghafal seindah nyanyian

2⃣ bercerita kisah-kisah Al Quran. Agar ketika menghafal ayat tersebut. Ingat ceritanya.
Co/ ustadzah cerita tentang pembunuhan kakak beradik Qabil-habil 👬. Krna sang ummi pintar mendramatisir, anak2 nangis 😭😭. Terus aisyah peluk adik nya dn bilang kita g boleh kayak qabil-habil yaaa.. Ga boleh berantem

3⃣ sabar dalam menghadapi anak 👶

4⃣ pemberian penghargaan u/motivasi anak
🍁ustadzah pake buku mutabaah 📒dn dinilai setiap setoran. Kalo lancar 💯
🍁klo hafal 1 halaman: beli es krim 🍦🍦🍦
🍁 klo hafal 1 juz: ajak jalan2 kayak berenang

5⃣ menggunakan kata2 semangat untuk mengarahkan anak cinta Al Quran
""Saya Cinta Al Quran "

6⃣ menggunakan sarana menghafal yg inovatif
🍁rekam hafalan anak. Anak suka ngedengerin hafalannya terus ditunjukin ke nenek, paman dll
🍁videoin ketika anak menghafal

7⃣ memilih waktu yg tepat u/ menghafal Al Quran.
🕘 nambah
🕐murajaah

8⃣ membuat anak-anak sayang dengan kita. Tunjukan rasa sayang anak pd kita.
🍁ustadzah suka minta disimakin sm anak nya. Tp setiap umi nya salah satu, harus bayar 1000😅

🌻TIPS🌻
👶Pendidikan usia kandungan👶
1⃣ membacakan langsung ke perut. Baca lambat. Diulang-ulang
2⃣ kasih jadwal rutin. Sehari 2 kali
3⃣ memperdengarkan murattal
4⃣ berdoa

👶usia emas 👶
1⃣ golden age tdk bisa diulang
2⃣ kemampuan otak anak meningkat

⭐Caranya ⭐
👑 mengajarkan surat2 pendek
👑 jangan targetkan banyak hafalan, yg penting tajwid benar
👑 harus sering ditalqinkan. Seperti ketika Rasul menerima wahyu ditalqinkan oleh malaikat jibril
👑masukkan anak ke komunitas Al Quran
👑 merekam dn memvideo anak ketika menyetor hafalan

"Menjadi penghafal Al Quran dn mendidik buah hati menghafal Quran butuh kesabaran bsar, PLUS KARUNIA Allah. Bnyak doa agar dipermudah dl setiap ibadah.

"Orang tua tidak harus seorang hafizh ketika mengajarkan Anak menghafall Quran... Yg dibutuhkn adalah kecintaan orang tua terhadap Al Quran. Seperti musa yg 5th hafizh. Orang tua nya tdk hafal quran, tp punya kecintaaan yg sangat dalam pada Al Quran.

Semoga manfaat 😊😊😊

Wednesday, May 6, 2015

Gabung Komunitas Blogger BDG

Kamu doyan cuap cuap di blog tapi belum gabung dengan komunitas blogger?
Coba cari dan gabung deh!

Saya belum lama ikut komunitas Blogger BDG via group facebook. Ya belum lama, baru sekitar 11 jam yang lalu. Hihihi.
Udah hampir 5 tahun blog ini ikut membersamai, saya malah baru ikut join. Hehe katro nyaaa..

Pertama kali dikenalkan sama teh Nurlienda Hasanah, tapi belum langsung nyari grupnya. Kemarin kemarin baru aja diminta biodata untuk keanggotaan, jadi skrg udah bisa join deh.

Diantara milyaran komunitas dan seliweran informasi masa kini, grup facebook, atau bahkan grup di chat messenger kita, kita tetap harus menentukan, mana komunitas/group yang benar-benar kita fokuskan, mana yang sekedar lewat. Karena menulis adalah bagian dari separuh hidup saya *halah*, maka sudah seharusnya komunitas ini saya geluti dari awal.

Saya belum bisa cerita banyak tentang komunitas ini, tapi sekilas liat perjalanannya, saya merasa begitu banyak hal yang belum dipelajari tentang perbloggeran. "Oh ternyata begini ya, oh ternyata bisa begitu ya.." harapannya ilmu yang didapat nantinya, bisa bermanfaat, dipahami dan diamalkan.

3 orang pertama yang berkenalan Adalah Bang aswi sebagai adminnya, Ummi Bindya istri bang aswi, dan ida tahmidah (www.idatahmidah.com) emak emak blogger yang punya anak doyan nulis juga.

Makasih ya, semoga makin konsisten dan komitmen lagi baca-tulisnya. Semoga dengan ikut komunitas blogger BDG bisa semakin ningkatin ilmu dan skill dalam dunia persilatan blogger. Terutama, benar benar bermanfaat buat kehidupan nyata kita, bukan sebuah kesia siaan belaka yang nantinya akan hilang sekejap tak bersisa.

6 Mei 2015
Pagi yang cerah

Tuesday, May 5, 2015

Menantikan Tendangan Pertama

*Sedot debu lagi*

Alhamdulillah, akhirnya bunda udah bayar domainnya de', jadi blog ini udah bisa diakses lagi. Bunda mau minta maaf sama seluruh pembaca setia blog bunda karena blog bunda sempet suspended
*Pembaca setia nya diri bunda sendiri kayanya hihi*

Ga kerasa ya dek, udah masuk bulan ke 5 dari tanggal HPHT?
Bulan 4-5 ini alhamdulillah bunda udah ga terlalu suka mual muntah lagi, makan juga lebih enak.
Walau mual muntah nya bunda semakin dikit, tapi suka tiba tiba. Oh ya, bunda mau minta maaf ya kalo bunda makan yang aneh aneh, terus adek nya ngga mau. Bunda nyatet pernah mual gara gara bandel makan indomie sama snack keripik balado.
Insyaallah bunda makin ngusahain makan yang bener ya buat dede' :">

Yang bunda rasain, sekarang pinggang bunda kadang suka pegel pegel, mudah mudahan ga kenapa kenapa ya?
Terus bunda juga kadang suka beser, berasa ingin ke toilet terus, padahal kuantitas urine yg keluarnya dikit dikit. Bunda kira ini karena bunda makan kuah baso, karena beberapa kali kaya gitu, tapi hipotesis baru bunda, kayanya gara gara terlalu lama berdiri. Hehe yang pasti sih, semakin tua kehamilan, katanya beser emang biasa kok :)

Oh ya dek, lingkar perut bunda kemarin 83 cm, adek udah gemuk aja ya kayanya? Mulai keliatan loh dek perut bunda membesar *bukan karena buncit* yang sehat sehat ya :))

Oh iya, Bunda mau minta maaf 4-5 bulan ini bunda malah makin cari cari kesibukan, jadi sering kecapean rasanya.. bunda takut adek kenapa kenapa, karena kadang suka kerasa sakit atau nyut nyut an. insyaallah bunda mulai belajar atur waktu lagi yang bener ya de :))

Karena ada kerjaan baru, bunda sampai belum ngerasain tendangan adek loh, adek udah mulai nendang belum ya? 2 hari kemarin Bunda mulai panik, banyak bumil lain yang udah bisa ngerasain tendangan janin di rahimnya, sefangkan bunda belum. Huhu. Maafin bunda ya kurang sensitiff. Tapi bunda nungguin adek kok, mungkin skrg masih malu ya? Hehe

Bismillah.. sehat sehat ya dek :">

Sunday, April 26, 2015

Seminar Cara Benar jadi Pengusaha

Pagi ini tak seperti biasanya. Aku harus rela pergi keluar rumah lebih dahulu, sebelum suamiku. Tak tenang rasanya bila harus meninggalkan rumah padahal akang sedang di rumah. Tapi yasudahlah, toh upaya menyelaraskan agenda sudah dilaksanakan. Perkara bisa atau tidak, kembali lagi pada prioritas masing masing. Pagi yang berbeda ini, tetap kulakukan target list harian ku dengan baik, ditambah sedikit effort untuk menyiapkan sarapan lebih pagi dan bersiap diri lebih cepat. Mungkin ini simulasi rasanya menjadi ibu bekerja, dimana semua pekerjaan rumah menjadi lebih efektif dikerjaan, dan dimenej dengan baik.

Aku dapat tiket gratis freepass sebuah seminar bisnis "Cara Benar Jadi Pengusaha". Kolaborasi manyap dari @kangrendy saputra dan mas @DewaEkaPrayoga. Aji mumpung? Tentu, namanya ada kesempatan dapat ilmu. Tapi lebih dari itu, atmosfir diriku sedang pas sekali. Lagi mulai belajar dagang lagi, karena sangat terasa, gejolak darah menggetarkan seluruh jiwa. Hehe. Pedagang amatir kaya saya, lama ngga dapet ilmu mindset dan strategi bisnis, rasanya haus banget :)

Sepanjang seminar rasanya darah bergejolak. Mindset bisnis seperti ter-reset ulang dengan lebih jernih, ditambah banyaknya ilmu ilmu baru yang begitu berisi. Ilmu "daging" kalo pinjem istilah mas dewa. Detailnya nanti kalo sempet kushare ya, insyaallah.

Alhamdulillah bisa berkenalan dengan 2 orang dengan cukup intens. 1 seorang distributor keripik pisang cokelat sticho, dan 1 lagi seorang ibu rumah tangga dengan 2 anak yang buka bimbel dengan suaminya. Bagian yang paling menyenangkan adalah ketika membantu sang distributor mempromosikan dagangannya, serta ketika diceritakan mengenai bisnis bimbel oleh yang lainnya. Aku langsung menemukan, apa value dari usaha yang beliau jalankan, tergambar dari cerita dan caranya menyampaikan. Dari beliau juga, aku dikenalkan dengan sebuah sistem KPR rumah dari koperasi, ya, koperasi!

Jujur, koperasi hanya masuk daftar bab hapalanku jaman sekolah dulu. Belum pernah aku jadi anggota koperasi, dan cukup takjub juga ketika koperasi bisa memberikan kpr sebuah rumah, dengan cashback yang cukup besar. Untuk DP nya, kita harus menabung dulu ke koperasi, lalu cicilan dibayarkan per bulannya dengan nominal yang sama. Untuk ini aku perlu belajar lagi sepertinya, belum terlalu paham, kau cukup tahu saja dulu ada informasi semacam ini. Namanya koperasi Rahastra, dan lokasinya di cikutra.

Alhamdulillah, berkah silaturahim dalam acara semacam ini. Meskipun bliau ngga mau diajak duduk paling depan, tetap bersyukur bisa saling sharing informasi lebih baik.
Semoga impian impiannya tercapai ya teh :)

Maaf dan Terimakasih untuk akang yang sudah begitu sabar menanti :)

* sukses ya Keripik pisang cokelat sticho, dan bimbel auladi nya :)

Monday, April 20, 2015

Warming up

*nyalain vacuum cleaner*
*Sedot debu*

Hai, lama tak bersuaa
Alhamdulillah mungkin saat ini ada yang lebih asyik diajakin buat curcolan *ciyee si pacar*
(Padahal mah karena lagi ada kerjaan juga belom sempet bayar tagihan domain hehe)

Tapi biar gimana juga, blog tetap tidak bisa tergantikan. Terlalu banyak lintasan pikiran dan pengalaman yang berseliweran dan sayang kalau maknanya dilewatkan dan tidak dibagikan. Mungkin harus bikin jadwal posting sendiri per harinya biar konsisten lagi.

Kemarin-kemarin Sempet riweuh ngurus pendaftaran WUB Jabar 2015, tapi blm tau juga hasilnya gimana. Hehe

Alhamdulillah dejan sudah menginjak usia 19 minggu. Pekan lalu di usg di RSAI, berat badannya 228 gram. :")
Kata dsog nya, alhamdulillah baik kondisinya. Yang penting harus terus makan makanan yang bergizi!

Well, menginjak trimester kedua ini selera makan "agak lebih" meningkat, walau terkadang masih suka mual muntah. Tapi belakangan ini suka beser. Info dari berbagai sumber, katanya memang normal. Karena rahim membesar, kantung kemih "tertekan", volumenya jadi lebih kecil, lebih sering cepet penuh dan jadi ingin buang air kecil.

Masih aktif di geng momotoran, tapi lebih ati ati kalau lewat jalan jelek atau polisi tidur. Karena entah kenapa, kadang ada rasa nyut nyut an. Jadi emang mesti ngukur diri ya. Yah, nikmati aja :")

Bulan bulan ini juga mulai dapet banyak gambaran tentang kehidupan sebagai ibu dari grup watsap ITBmotherhood dan Rumpi Gentle Birth. Subhanallah, banyak sekali hal yang belum dikuasai ._. Bismillah, doain ya..

Ngidam nya gmn?
Sejauh ini alhamdulillah ga terlalu repot, justru akang yang suka ngidam makan ini itu (emang doyan aja hihi). Dari awal hamil, yang kerasa banget paling ya pingin pisang, cake pisang, pempek, batagor. Hehe

Udah dulu ya warming up nya, kepanjangan hehe :)

Thursday, April 9, 2015

Ah bisa jadi ini karena..

Ah bisa jadi ini karena kelalaianmu akhir akhir ini
Ya, entah apa yang kau pikirkan tapi begitu banyak kebiasaan baikmu yang tak lagi kau tunaikan.

Ah bisa jadi ini karena kesibukanmu akhir-akhir ini
Ya, kau sibuk mencari kesibukan, terlena dengannya, sampai kewajibanmu yang biasa kau lakukan, berangsur kau lupakan

Ah bisa jadi ini karena amalanmu tak lagi seperti biasanya
Ya, kini berapa lama kau sanggup berlama-lama dengan al quran?
Seberapa bersegeranya kau menunaikan shalat setelah mendengar adzan?
Seberapa konsistenkah kau menjaga shalat-shalat sunnahmu?
Seberapa sering kau berniat dan melaksanakan shaum sunnah?

Memang tidak semua hal hanya bisa kau lihat dari amalan harian mu yang bersifat 'langitan', tapi percayalah, kekonsistenan dalam menjalankannya yang akan menjagamu untuk tetap berada di kondisi yang baik.

Semoga kita dimudahkan dalam menjalani kebiasaan kebiasaan baik ya.. Hidup dalam kebiasaan dan keyakinan yang benar.

Astaghfirullah..

Tuesday, March 31, 2015

Kantung Keresek dan Niat yang Sekedar

Saat membeli sesuatu, seringkali barang tersebut dibungkus dan dijadikan satu dengan sebuah kantung keresek. Setelah barang dipakai, keberadaan kantung keresek pun tak begitu penting lagi adanya.

Bukan, saya bukan mau kampanye hijau atas penggunaan kantung keresek yang berlebih. Hehe.

Coba lihat koleksi tas kita yang mungkin jumlahnya lebih dari 1. Terkadang sebelum pergi kita sempat memikirkan, akan pakai tas yang mana ya? Terlebih lagi wanita, ujung kerudung sampai sepatu kan harus match.

* * *

Keresek hitam itu kulihat tergantung di bahu bocah lelaki itu. Tampak terikat kuat dengan seutas tali rapia biasa, diselempangkan dan terisi barang dagangan. Barangkali tissue, ya, seperti apa yang memenuhi kedua tangannya. Matanya awas, sembari sigap selap-selip di lalu lalang kendaraan di jalanan yang padat merayap.

Hanya 2 ribu rupiah dijualnya, tak jauh berbeda dengan harga pasaran. Aku tiba tiba ingat pada anak lain yang menjual barang semacam itu dengan harga 5 ribu rupiah. Ah, anak ini polos sekali.

Terbersit niat untuk membantu membelinya. Toh barangnya dibutuhkan dan harganya normal. Tapi tiba tiba lampu menyala hijau, dan semua menjadi harus berjalan serba cepat.

Ah, dasar aku ini, niat hanya tinggal niat.
Tanpa keteguhan hati melaksanakannya, niat hanya sekedar niat. Tapi tak apalah, kita tahu niat baik akan membekas di hati kita. Semoga lebih banyak lagi niat kita yang terlaksana.

De Marrakesh B3 18, dituangkan 5 April 2015

Friday, March 20, 2015

A Home Team (2) - Dodik Maryanto

Postingan lanjutan dari kulwapp IIP Bandung bersama Pak Dodik Maryanto : A Home Team

7⃣ Dalam sebuah team smua punya peran yang berbeda2. Mnrt ibu/bpak, apa msing2 peran utama ayah,ibu dan anak dalm keluarga untuk membentuk tim yg solid? terimakasih.
-Shofi-IIP bandung-
7⃣ bunda Shofi, yang kami lakukan di rumah. Ayah berperan sebagai leader, ibu manager, dan anak-anak sebagai partner. Itu dalam keseharian. Tetapi kami juga memiliki sarana latiham berganti peran saat mengerjakan projek keluarga. Saat projek A dengan pimpro si kakak, maka kakak sebagai leader ayah bisa sebagai partner. Begitu seterusnya. Itu yang kami namakan management DONAT✅

8⃣ Ayah saya punya karakter yg kuat. Dan saat marah kata2 beliau seringkali menyakiti hati, baik kepada ibu maupun saya dan anak2nya yang lain.
Walaupun saya sudah hafal karakter beliau dan tetap menyayangi beliau, tetap saja sulit menghadapi karakternya.
Bagaimana cara menghadapi dan membangun komunikasi dengan pasangan/orang tua yang mudah berkata tajam saat sedang emosi?
Yulia - IIP Bdg

8⃣ bunda Yulia, kalau karakter tersebut tidak bisa diubah, maka tugas kita hanya mendengarkan tanpa haris melawan, saat beliau marah. Jangan hadapi api dengan api. Dan pahamilah saat marah , nalar tidak berjalan dengan baik. Setelah itu maafkan, terima, ajak untuk berbicara saat cooling down. Nanti anda akan menjadi anak yang luar biasa. Sebentar bola bekel yang dilentingkan ke lantai keras, bakal melambung tingi✅

9⃣ Bu Septi/Pak Dodik
Bgmn pola pengasuhan anak saat ekonomi sulit shg ayah dan ibu sibuk bekerja mmnuhi kbutuhan?
-nurmalia IIP Bdg-
9⃣ bunda Nurmalia, saat Allah memberikan kondisi tersulitan di kehidupan kita, yakinlah bukan kita yang sedang diuji, tapi Allah sedang memuliakan anak-anak kita dengan caranya. Maka mereka harus dilibatlan dalam pembicaraan , meski tidak harus detail. Ajak mereka mengikuti prosesnya. Dan selalu cek apakahnkemuliaan anak naik? Kalau ya lanjutkan. Tapi jangan pernqhnmeninggalkan mereka dengan alasan ekonomi✅

🔟 Apakh transfer of feeling dilakukan setiap hari?adakah waktu khususnya?apakh pertanyaannya hanya itu2 saja?dan jika itu sdh berhasil dilakukan,apa yg selanjutnya sy lakukan u membentuk hometeam yg sy impikan?
-Zahra, IIP Bdg-
🔟 bunda zahra, komunikasi akan berkembang seiring jam terbang. Jadi anda mulai dulu yang pertama, nanti Allah akan memberikan ilmu berikutnya. Yakinlah. Just DO it✅

1⃣1⃣ Assalamu'alaikum...bu septi, kadang ketika kami sedang berkumpul, suara saya dan suami kadang tidak sinkron, bagaimana caranya kami kompak.  Trima kasih.
-Dewi-
1⃣1⃣ bunda Dewi, sinkronkan dulu di kamar, perbanyak komunikasi dengan suami berdua. Sehingga kalau bapak bilang A ibu juga akan bilang A. Kalau saat life diskusi dengan anak-anak diantara anda berdua ada yg tidak xoxok, salah satu harus silent. Tapi kalau topiknya debat keluarga😊 boleh sekali-kali diadakan silakan debat scr rasional jgn emosional✅
1⃣2⃣ Pertanyaan
Bagaimana cara menghadapi orang tua yang tinggi sekali tingkat intervensinya hingga urusan makan apa pun diintervensi dan memiliki karakter selalu benar?
-Ririn-
1⃣2⃣ bunda Ririn, sekali-kali anak boleh menyampaikan ketidaksukaam terhadap intervensi ortu. Bicarakan baik-baik, dan minta mereka mendengar. Usulkan ada satu hari suara anak, dan selebihnya ortu boleh bersuara. Buat kesepakatam keluarga hal-hal apa yang membuat semua orang  merasa nyaman✅

1⃣3⃣ Assalamualaikum..
1. Bagaimana berkomunikasi dlm keadaan marah?Memang diam lebih baik dilakukan ketika marah,tp kadang suka gak bisa.Alih alih jadi menyakiti pasangan atau anak?
2. Dalam berkomunikasi dengan suami,saya suka sulit mengartikan maunya.Karena tidak to the point. Bilang A tp pengennya B. Sementara saya mengartikan A..Akhirnya gak mudeng deh jadinya.. Bagaimana ya mengatasinya?
-Mirayana-
1⃣3⃣ bunda Mirayana, jangan hadapi marah dengan marah, karena marah itu api, maka pasangan harus bisa menjadi air. Maka kalau pasangan kita marah, segeralah minum air dan jangan ditelan, itu sebagai latihan di awal. Kalau pasangan sudah selesai marah, baru telan airnya😊
2. Kumci komunikasi itu 2 C yaitu clear dan clarify, jangam sungkan untuk mengklarifikasi pernyataan suami. Kemudoan baru lanjutkan pembicaraan selanjutnya✅

* * * alhamdulillah, selesai :) * * *
Semoga bermanfaat :)

A Home Team - Dodik Maryanto (Kulwapp IIP Bandung)

'A' HomeTeam
Resume Kulwapp IIP Bandung 2
Narsum : Dodik Maryanto
Admin : shona Vitrilia
Host : Zakia Mutmainnah
18 Maret 2015

Kita mulai dengan melihat beda antara 'kerumunan' dan 'team'.
Saat jalan-jalan pagi dan melewati sebuah pasar kaget, apa yang Bunda dapati?

Sekumpulan orang, ada yang heboh menawarkan barang, sebagian sibuk menawar barang, yang lain hanya lihat-lihat saja, ada pula yang jalan kesana-kesini, bahkan ada pula yang bengong. Setiap orang sibuk dengan kegiatannya sendiri, mengejar tujuannya sendiri yang tak selalu ada kaitan dengan yang lain, interaksi seperlunya sebatas kebutuhan jikapun ada, berada di tempat yang sama namun tak saling sapa satu dengan lainnya, asing dan tak peduli kecuali ada maunya. Inilah KERUMUNAN.

Para penggemar bola tentu tak asing dengan Barca, tempat Lionel Messi dan Neymar mengukir prestasi, tapi tak mungkin sendiri. Setiap pemain mengerti posisi, tugas, peran dan tujuan. Mereka saling mengerti bahkan tanpa keluarnya satu kata pun, memberikan support satu dengan yang lain. Menyajikan permainan cantik yang membuahkan goal kemenangan, rapat menjaga dari serangan lawan. Ini satu contoh TEAM.

Kerumunan dan Team sama-sama merupakan kumpulan orang.
Kerumunan tak mempunyai tujuan bersama yang menyatukan mereka, tak ada komunikasi untuk saling mengerti. Yang menyatukan mereka hanya karena kebetulan berada di tempat yang sama.

Team disatukan oleh tujuan bersama, tatanilai yang diyakini semua, komunikasi dan interaksi yang membuahkan saling mengerti, tahu peran, posisi dan tugasnya, saling memberikan dukungan dan bantuan, gembira bersama bergerak menggapai impian.

Mari kita tengok keluarga kita, lebih dekat dengan ciri-ciri kerumunan ataukah team?

Sebuah hometeam berbeda dengan team lainnya. Hometeam tidak bisa sesuka-suka ganti pemain, anggotanya memiliki usia dan tingkat kematangan yang berbeda-beda, ada peran-peran yang secara alamiah sudah melekat pada anggotanya, ada pula yang dapat berganti-ganti dimainkan.
Hometeam memerlukan manajemen yang unik. Sebagian dari kita menganggap akan bisa dengan sendirinya mengatur rumahtangga bila tiba waktunya, ketrampilan itu akan tumbuh secara naluriah. Bukankah orang tua kita juga tak repot-repot belajar saat membesarkan kita?

Barangkali memang demikian.
Namun bila yang hendak kita bangun adalah 'A' HomeTeam, hometeam yang berkualitas 'A' dan bukan sekedar hometeam maka ada hal-hal yang perlu kita cermati.

Kita dengan pasangan hidup kita dipertemukan dan disatukan setelah dewasa. Sebelumnya kita dibesarkan di lingkungan berbeda, melalui jalan berbeda, dengan cara berbeda, dan mungkin juga dengan tatanilai yang berbeda.
Maka langkah pertama adalah banyak-banyaklah membangun KOMUNIKASI, verbal maupun non verbal. Sering-sering ngobrol bareng, melakukan kegiatan bersama, membicarakan apa yang kita sukai dan tidak kita sukai, memahami gelagat dan bahasa tubuh. Jangan diam saja dan menganggap pasangan hidup kita pasti tahu atau seharusnya tahu. Pasangan hidup kita bukan dukun kan? ;p
Yang pertama dibangun adalah tatanilai bersama, our values.
Tak perlu banyak, yang utama dulu saja yang akan menjadi INDUK NILAI.
Sekedar contoh, Induk nilai Tanah Perdikan Margosari adalah iman dan kehormatan.

Meski rumusannya sederhana, proses ini bisa jadi berdarah-darah, penuh tetesan air mata. Maka Anda dan pasangan perlu menyepakati konstitusi dan aturan main dasar. Kami memiliki 3 aturan sederhana:
1. Mesti TETAP BERKOMUNIKASI seberapa pun marahnya.
2. Segala keputusan yang dihasilkan dalam keadaan marah, BATAL demi hukum.
3. Bila terjadi selisih atau beda pendapat, kembali kepada al QUR'AN dan al HADITS.

Proses ini bisa jadi lama, jangan berharap bagai membalik telapak tangan: Plek, selesai. Tidak! Intensitas komunikasi dan main bareng akan sangat menentukan. Maka perbanyaklah sarananya. Misalnya: Makan bareng, sholat berjamaah, bermain bersama, ngopi pagi, dll.
Manfaatkan teknologi, bikin grup keluarga di wa/line/bb dll. Share hal-hal baik yang mencerminkan nilai keluarga.

Setelah itu kita akan lebih enak untuk membicarakan TUJUAN keluarga.
Tidak harus sekali jadi, biarkanlah tujuan ini dinamis dan berkembang. Secara berkala dibicarakan bersama.
Dengan mengetahui tujuan bersama dan sasaran masing-masing, setiap anggota keluarga jadi tahu hal-hal yang dibutuhkan yang lainnya. Dengan demikian mereka mengerti bila hendak men-support yang lainnya.
Bila saat ini sepertinya tidak ada kerjasama dalam keluarga, yang satu tak mau membantu yang lainnya, barangkali karena yang satu dan yang lain tidak saling mengerti apa yang diperlukan.
SALING MEMAHAMI adalah dasar tumbuhnya kerjasama team.

Aturannya: Understand first then to be understood.

Dan kuncinya adalah KOMUNIKASI.
Kita bahas di lain kesempatan.
Sukses selalu!

/Dodik Mariyanto/*
Email : didod2020@gmail.com
FB : Dodik Mariyanto
Twitter : @dodikmariyanto

SESI TANYA JAWAB
1⃣ Bu, apakah jika suami tdk ingin mengenal teknologi lbh jauh, home team lebih lama terwujudnya? Krn utk komunikasi hanya terjadi saat bertemu saja, sedangkan utk bepergian hanya sms dan telpon. Utk Grup WA, line atau BBM beliau lbh suka menggunakannya. -Zakia-
*Lbh suka tdk menggunakannya
1⃣ teh Zakia, tidak teh komunikasi itu dibangun dengan tatap muka terlebih dahulu, adanya teknologi itu hanya sarana untuk mengeratkannya tapi bukan satu-satunya cara. Saling menulis pengalaman kemudian menshare saat ketemu otu juga dahsyat. Jadi kunci hometeam itu hati✅

2⃣ Assalamualaikum wr wb
Hal menarik ada dalam 3 aturan, saya belum mengerti point 2 sperti apa? ..
Terima kasih - Yayu - IIP bandung
2⃣ bunda Yayu, aturan tersebut kami buat, dengan pemahaman apabila dalam kondisi marah, semua kalimat yang keluar dari mulut kami saat itu, batal demi hukum. Karena kami yakin saat marah nalar biasanya tidak wajar. Maka yang berlaku adalah kalimat setelah cooling down✅

3⃣Assalamu'alaikum...
Bagaimana cara pendekatan orang tua, khususnya Ibu, dlm mengenalkan 'A' hometeam pd anak usia 2-3 thn? Trm ksh.
Fithri_IIP Bandung
3⃣ bunda fitri, libatkan dalam aktivitas-aktivitas keluarga. Misal buatlah projek keluarga dimana anak usia 2-3 th nertugas m2ngembalikan mainan padq tempatnya. Jadi kalau ada mainan tidak pada tempatnya maka dialah yang mengingatkan. Projek ini bosa dinamakan clean up. ✅

4⃣ Assalamu'alaykum pak dodik/bu septi
Saya dan suami terkadang berbeda cara untuk menuju ketujuan bersama,  tidak saling menyalahkan sih...tapi jd tdk spt sebuah tim.  Kondisinya memang krn  kondisi kerja suami yg padat,  sering dibicarakan agar konsisten punya  waktu berkumpul tp nyatanya susah sekali.  Mohon masukannya dr pak dodik.  Terimakasih.
-Nur-
4⃣ bunda Nur, pertama memang harus satu jalan, setelah itu cara boleh berbeda. Karena tim itu tidak selalu mendapatkan peran yang sama dan melakukan hal yang sama. Kunci kita adalah membangun moral character keluarga terlwbih dahulu yg harus sama, setelah performance character bisa sama bisa berbeda✅

5⃣ Assalamu'alaikum Bu Septi, Pak Dodik..apakah sebagai orang tua, masih berhak untuk memiliki mimpi pribadi? Apa segala hal tentang keinginan dan mimpi harus dikomunikasikan kepada seluruh anggota keluarga (termasuk anak)?
-Karin, IIP Bdg-
5⃣ bunda Karin, selama mimpi tidak dipungut pajak😄 kita masih berhak bermimpi. Buatlah mimpi ibu, mimpi suami, mimpi anak menjadi  MIMPI KITA. Dan diwujudkan bersama di keluarga. Sehingga kalau ada yang sukses di keluarga tidak ada kecemburuan dan memicu tantangan baru✅

6⃣ Saya seorg ibu rumah tangga dgn 5 org anak,bagaimana cara saya membentuk hometeam yg baik dlm rumahtangga saya?apa2 yg mesti saya lakukan u membentuknya?,sy bingung bagaimana hendak memulainya,krn sejak kecil kami tdk terbiasa kumpul dan membahas satu kesepakatan bersama,...anak saya yg paling besar berumur 11,9,8,4,dan 2thn.
-Zahra, IIP Sulsel-
6⃣ bunda Zahra, mulailah demgan mematikan televisi di ruang keluarga, siapkan teh dan cemilan, dan start dengan transfer of feeling. Bagaimana perasaan kakak hari ini, apa yang dirasakan adik saat di sekolah, saat ayah di kantor? Biarkan mereka bercerita. Kemudian latih master mind.
A. Sudah sukses apa hari ini
B. Apa rahasia sudah bisa sukses seperti itu
C. Minggu depan pengin sukses apa✅

Pertanyaan 7-13 Bersambung ke post selanjutnya ya :)

Pujian (1) : Antara Pujian dan Koreksi

Saya jadi tertarik menulis ini karena 3 hal. Pertama, saya hanya ingin merefleksikan bagaimana masa lalu "mendidik" saya terkait pujian. Kedua, saya dihadapkan pada sebuah kondisi dimana saya harus terbiasa disanjung, sedangkan saya tak terbiasa dan bingung menyikapinya (hehe._.) Dan ketiga, saya harus mengerti bagaimana sebuah pujian akan berdampak baik, kaitannya dengan membangun sebuah keluarga.
Maka dari itu, rencananya hal ini akan saya bagi menjadi 3 bagian. (Btw, Manusia hanya bisa berencana hehe)

Saya dibesarkan pada lingkungan yang tak membudayakan pujian atau sanjungan. Apa apa yang sudah baik, yasudah, tapi bila ada sebuah kesalahan, sebutkan. Katanya, seperti itu agar kita tak mudah cepat puas atau sombong, juga supaya kita bisa perbaiki kesalahan kita. Namun, betulkah harus seperti itu ?

Mungkin sindromnya terjadi tak hanya pada lingkungan saya. Saya yakin, begitu banyak orang yang memiliki cara pandang semacam itu. Saya yakin dampak pada setiap individu akan bervariasi, tergantung bagaimana komposisi antara pujian dan koreksi, juga tergantung bagaimana individu tersebut memaknainya.

Sebelum lebih jauh, saya penasaran apa kata KBBI tentang puji, sanjungan dan koreksi

pu·ji n (pernyataan) rasa pengakuan dan penghargaan yg tulus akan kebaikan (keunggulan) sesuatu

san·jung v, me·nyan·jung v melontarkan kata-kata pujian untuk membangkitkan rasa senang; mempersenangkan hati

mengoreksi /me·ngo·rek·si/ v 1 membetulkan (memperbaiki) kesalahan.

****
Karena saya jarang dipuji (atau karena emang ga ada hal yang bisa dipuji? Hehe), saya begitu terbiasa melakukan segala hal dengan biasa biasa saja. Tidak pada semua hal sih. Saya melakukan segala hal sebagaimana yang saya inginkan saja. Kalau maunya segitu, ya segitu, titik. Hehe

Saya pernah baca, kalau untuk anak anak, pujian sangat bagus untuk memotivasi. Puji pada hal spesifik yang memang anak itu baik disitu, fokus pada hal baiknya. Bila konsisten, Dampaknya akan bagus untuk masa depannya, motivasinya untuk menjadi yang terbaik akan besar. Dan memang terbukti, sudah saya coba pada beberapa anak yang saya temui.

Anak yang terlalu sering dikoreksi malah akan takut dalam melangkah. Padahal, masa-masa itu adalah masa yang penting untuk bereksplorasi.

Btw, alhamdulillah, sejauh ini saya ngga terlalu takut pada banyak hal. Yang kurang mungkin, motivasi saya untuk jadi numero uno hehe. Saya ngga mengutuki diri ko, toh selama ini emang menganggap blm perlu perlu amat kaya gitu. Hehe. Saya sendiri memahami kenapa saya seperti itu. Tapi tenang, mungkin nanti akan ada masa nya saya semakin baik, ya! Kan kita semua hidup sambil terus belajar ya? Doakan! :D

Februari 2015

Thursday, March 19, 2015

USG 13-14 Weeks :)

Allahu akbar.. allahu akbar..

Dek, 10 Maret 2015 lalu, ayah sama bunda ngecek kehamilan di RS al Islam. Sementara ini masih kontrolnya sama dr. Ani, Spog. Beliau ini Tipe dokter yang ayah bundanya mesti aktif nanya, kalau nggak, pasti periksanya cuma bentar banget. Hehe

Bunda cek usg terakhir udah 6 minggu yang lalu, jadi agak nervous ini mau usg liat dede lagi. Tau ga, bunda sempet ngebayangin, "gimana kalau pas usg, adek tiba tiba ngga ada!" >,< Bunda aneh ya mikir kaya gitu? Hehe -_- maaf ya dek, bunda khawatirnya rada ngelantur sih emang hehe.

Usg sebelum ini adek masih kecil banget, dan organ adek belum terbentuk sempurna. nah, usg kali ini, masyaallah.. entah kenapa bunda terharu banget. Bunda udah bisa liat adek udah tumbuh seperti bayi dekk :"3 Dan kali ini, ayah sama bunda udah liat detak jantung adek, masyaallah.. :")) insyaallah sehat terus ya..

Menariknya, sebelum ini bunda kan juga udah pernah liat foto usg orang lain dari berbagai sumber, dan harusnya biasa aja. Terua jaman bunda kuliah dan praktikum juga sempet belajar proses perkembangan makhluk hidup, harusnya udah ngga aneh ya. Tapi ini emang beda dek. Rasanya bunda ngga percaya kalau adek ada di rahim bunda. Ya Rabb.. :")

Alhamdulillah alhamdulillah..
Semoga allah memampukan ayah dan bunda bisa memegang amanah dengan baik ya dek :")

Wednesday, March 18, 2015

Polisi dan Razia Motor yang Aneh

Bismillah, ini kompilasi kisah saya waktu kena razia motor. Hehe. semoga saya inget sama pelajaran berharga ini, dan semoga ada cuilan manfaat bagi yang baca :)

SEBELUM PUNYA SIM
1. Razia di polsek ciwastra
Kisah : waktu itu masih kuliah tingkat 2 kalo ga salah. Saat itu udah magrib, mau ke rumah sodara di baturaden buat pinjem kamera. Karena deket (geser komplek doang dikit), berasa ga usah nyiapin apapun. Ternyata di setop sama pak polisi di polsek. Jeleger 🔥🔥
Kondisi :
- no sim
- no STNK
- lampu ngga dinyalain
- ngga pake helm
Status : ke laut aja ya mending hehe
Ending : NANGIS BOMBAY (udah tau salah, ngga bisa ngapa ngapain lagi. Udah gitu motor mau disita padahal motor kakak ._.) Nelepon rumah, mashan dateng, nego damai, bayar 100.000. Lanjut nangisnya. Inget banget waktu itu masih polos, sidang teh gimana?? Si mashan cuma ngakak. Ahahaha. Emang belum pantes dapet SIM mental begini mah

2. Razia di jl. Supratman (28 juni 2014)
Kisah : entah dari pagi udah ada feeling ngga enak pas tau ada razia.
Siang nya pas pulang, udah takdirnya ke gap gara gara lampu mati. Hehe
Biasa kan dikasi tau denda dll. Terus tadinya mau disidang tgl 11.
"siap pak insyaallah"
Trus dia bilang : kalo gini motornya mesti ditahan juga. Keberatan?

"Ya Keberatan lah pak, biasanya juga stnk aja."
"Tapi paling sy telpon ortu dlu, ijin pulang g bw motor. Sy pulang naik angkot."

"Ade adanya berapa? Bisa dibantu."

"Ada 100ribu pak, tapi ini uang buat bayar sesuatu di rumah (oriflame). Kalo sy pulang g bawa uangnya, percuma pak."

"Ada brp atuh, dibantu. 50 ada?"
"Beneran pak ngga ada segitu."

"Motor ny ditahan, kasian ke adenya"

"Iya pak, tapi ya kalo harus gitu ya udah. Da emang salah. Gpp insyaallah."

*polisinya bingung mikir gelisah*

"Yaudah ini peringatan aja. Bisa kan ya bikin sim. "
"Bisa pak insyaallah."
Kondisi :
- STNK kadaluarsa
- no sim
- lampu mati
Status : Nekat ga punya sim, lupa cek lampu.
Ending : dibebaskan, kekeuh milih sidang. Mungkin ribet kalo mereka harus ngangkut motor. Hehe

SUDAH PUNYA SIM
Well, bagi saya kepemilikan sim saya itu sebuah prestasi (dasar ya ga punya prestasi lain hihi), dibuat secara sadar dan penuh perjuangan (lebay haha). Karena sebelum punya sim saya nekat tetep bermotor (dengan mesti deg degan terua tiap liat pak polisi dengan baju stabilo), setelah punya sim, suka kepingin ditangkep pas razia (dasar, gitu aja sombong). Saya penasaran dengan karakter tiap polisi yang ditemui.

3. Razia di belokan jl. Jakarta menuju laswi (sept 2014)
Kisah : habis survey gedung pindad buat nikaha. Mau jemput icha di banjarsari. Sempet mikir kelupaan bawa helm buat icha, tapi yaudah lah ya. Biasanya ambil jalur supratman, malah belok kiri, dan TRAP! LAGI ADA RAZIA.
Kondisi :
- STNK kadaluarsa
- kestop karena LAMPU MATI!
Status : lupa banget ga ngecek.
Ending : STNK Ditahan. Pak polisi nya bagus ini mah, emang ga nawari nego apapun. Sidang langsung di pengadilan katanya. Yes sidang! (Emang pingin nyobain). Pas ke pengadilan beberapa hari kemudian, ternyata masih di jalan jawa) Ambil ke polres, dinasehatin, bayarnya 40rb. Yaa, gagal ngerasain sidang :"((

4. Razia di soekarno Hatta dekat MTC (18 mar 2015)
Kisah : asalnya yari kunci motor di rumah ga ketemu, dompet ketinggalan. Jadi kedistrak buat inget bawa stnk (padahal udah dipegang sebelumnya). Biasa lewat sini selalu mepet polisi (siapa tau dipanggil hehe ga ding. Kalo mepet justru emang jarang dipanggil karena mungkin ga keliatan menghindar). Ternyata STNK nya ketinggalan! Dipanggil lah, dan minta sidang aja.
Kondisi :
- no STNK
Status : lupaa
Ending : dibebaskan begitu saja.
Saya bilang stnk nya tadi udah dipegang, malah ketinggalan.  Diperlihatkan tabel denda maksimal yang bikin orang takut (500rb). Pak polisinya nawari opsi sidang, titip sidang, dan menitik beratkan pada titip sidang. Polisi pertama bilang 60rb. polisi kedua bilang 75rb, saya protes bukan karena harga nya turun, tapi karena ga konsisten, pasti ada apa apa dong. Saya kekeuh aja sidang, saya bilang da emang saya salah, saya bilang bisa sidang tanggal segitu.  Terus dia bilang motornya yang ditahan. Saya protes karena polisi di razia edisi seblumnya bilang sim yang ditahan. Kekeuh aja mau sidang.
Bapaknya manggil-manggil saya bu haji, pas aku sambil nunggu dan tiis ngemper di trotoar (haha). Singkat cerita dibebasin, dan bilang jangan lupa lagi ya. Akhirnya ibu dateng bawain stnk. (Haduh haduh).

* * * * * * * * * *
Dari pengalaman razia yang saya alami, ada 2 sikap polisi yg saya temui :
(1) tegas bener-bener negakkin hukum,
(2) negotiable bahkan sebelum kita nya ngomong apapun.
Mana yang saya suka?
Jelas yang pertama, walaupun pada pengalaman saya, aga ribet mesti ke pengadilan.
Tapi jenis kedua, saat dia ngajak nego rasanya pingin ngomong macem macem nanyain aturan hukum yang berlaku. Ketika dia nyebut aturan aneh, rasanya saya pengen kejar supaya dia bisa ngomong yang benernya. Walaupun jenis polisi kedua ini yang bikin saya bebas dari aturan yang berlaku hehe (enak aja sih saya mah dibebasin)

Hikmah nya :
1. Periksa kelengkapan bermotor
2. Pegang prinsip yang bener. Prinsipnya penegak hukum mesti tegas, dan ga boleh lembek. Trus sebagai warga negara yang berusaha taat agama dan bangsa, kalau kita nya lembek, penegak hukumnya juga ikutan lembek.

Saya ngga tau mungkin suatu saat bisa jadi kena razia lagi, dan bisa jadi ngga seberuntung ini. Dan siapa yang tau nanti nanti taunya saya ngelakuin yang ga bener juga (naudzubillah, doain jangan ya). Tapi beneran deh, sy belum nemu istilah titip sidang dan bayar di tempat itu suatu hal yang benar. Kalo ada yang tau, tulung banget ya sharing.
Pegang prinsipnya, berani aja karena benar. (Kecuali pak polisinya ngasi tau ada peraturan resminya)

* tadi lihat pak polisi marahin anak cabean abg, setelah uangnya dimintain. Sedih banget liatnya ._.

* apresiasi sama pak polisi yang pernah nilang saya. Dan saya yakin banyak pak polisi indonesia yang senantiasa tegas menegakkan kebenaran :D

* * * *
Baru pengadilan dunia, brosist.
Pengadilan akhirat ngga bisa "sekedar" pengen nyobain rasa disidang, nyuap malaikat, titip hisab; terus nanti bisa jalan jalan ke surga neraka bebas.
Astaghfirullah..

T.T

Thursday, March 12, 2015

Capcay Mas Brewok dan 'Nafsu Memasak'

Melanjutkan tema "pola makan" di trimester 1 yang lalu pada postingan yang ini, saya getek pengen banget bikin postingan ini.

Anugerah mual-muntah yang saya alami di trimester 1 kemarin, ternyata ngaruh ke nafsu makan dan nafsu masak. Hehe.

Sebelumnya saya lagi doyan doyannya masak, gimanapun rasanya toh tetep ada yang makan (saya makan, akang juga rela makan hehe). Tapi ketika 'nafsu masak' sedang menurun, buat makan hasil masakannya juga jadi ngga mau.

Terus saya sadar, sekarang mesti lebih banyak makan sayur sayuran, jadi kadang mesti masak sayur. Sayur tergampang sedunia kan jatuh pada capcay dan sop, nah kalau bikin sop masih suka manusiawi rasanya, tapi entah kalo capcay, saat itu saya ogah juga makan bikinan sendiri hehe. Padahal rasanya mungkin ga separah-yang-kamu-pikirkan juga, entah karena emang ga nafsu aja ato gimana.

Sampai suatu ketika makan capcay nya mas brewok (di depan margahayu), saya terharu makan capcay nya.
MAAAS KENAPA BISA ENAK GINI CAPCAY NYAAA???? :O

Setiap beli pasti enak (quality control masakannya udah oke pisan hehe). Terus saya berazam suatu saat beli nanti, mesti liat dan tanyain si mamang pake bumbu apa aja.

Btw masakan mas brewok yang enak bukan cm capcay sih, mie tektek, kwetiaw, nasgornya juga enak semua.
Emang jago weh si mamang nya ini mah hehe.

Makasih mas brewok, aku jadi makan sayur kembali :"D hehe

Friday, March 6, 2015

Nafsu Makan Trimester Awal

Jelang pekan ke-12 usia dede janin dari perhitunganku. Tak terasa sudah hampir tiga bulan berlalu ya? Itu berarti trimester pertama hampir berakhir, dan akan memasuki trimester kedua. Insyaallah :)

Nafsu Makan dan morning sick Trimester Awal
Sejak awal kehamilan, aku mencari tahu tentang apa apa saja yang terjadi di tiap trimesternya. Konon, trimester awal akan diwarnai dengan morning sick alias mual-mual-muntah yang dibumbui dengan hilangnya nafsu makan, karena indera penciuman menjadi lebih sensitif. Sampai bulan kedua, aku tak merasakan mual mual berlebih yang mengganggu, makanya kupikir sepertinya aku tak akan mengalaminya (padahal namanya juga hormonal, tergantung kondisitiap orang). Akupun masih doyan makan dan bersemangat sekali memasak. Tapi entah mengapa, menjelang puncak bulan ketiga, aku mual hampir setiap hari! Mual, kemudian harus makan, kemudian harus keluar lagi karena ada penolakan. Ckckck.. tak pernah terbayangkan bahwa kini makan menjadi sebuah perjuangan..

Makanya selalu, kalau sudah ada indikasi mual, harus kumuntahkan dulu (aduh maaf ya frontal, bacanya jangan sambil makan), baru bisa makan dengan tenang. Karena rugi sekali kalau makan, trus muntah. Jadi harus makan lagi, dong? :O
Btw, alhamdulillah akang juga suka nemeni kalau aku lagi mual-muntah. Bahkan kalau aku mual dan tertahan, dia suka bantu dengan menstimulasi agar aku mau muntah (hihi kebayang kan kaya apa, padahal dia juga jadi kepingin muntah abis itu) jazakallahu khairan, yaangg :")

Buah pisang ambon
Harus cari cara back up hal ini. Buah pisang selalu jadi andalan. Sekali makan bisa 8, banyak dan nutrisinya bagus, tapi tetap mesti masuk nutrisi lainnya. Seenggaknya cukup mengenyangkan. Jadi inget waktu itu ujug ujug pengen cake pisang malem- malem. Terus akang nyariin dan akhirnya dapet. Aaaa terimakasih >,< bela-belain nyari padahal habis seharian kerja, capek, dan udah malem banget. :") jazakallahu khairan :)

Nasi putih
Tak pernah kubayangkan akan "rewel" maksudnya semasa sebelum ini pun aku jarang komplain sama makanan. Mendekati akhir bulan ketiga ini, kurang selera sama nasi putih, jadi harus bikin nasi goreng, atau sumber karbohidrat yang lain kaya ubi, mie, bihun, makaroni, kentang. Hehe emang bawaan, atau emang pengen ganti suasana aja? Hehe
Tapi ciyus deh, ini aneh. Hehe

Karena ga nafsu makan, masak pun jadi ga selera, karena ga bernafsu untuk memakannya. Dan hal ini imbasnya jadi ke banyak hal. Pertama  amanah makanku bertambah, dari hanya diri sendiri, kini ada dede janin. Kedua, suamiku juga harus makan. Ketiga, ada keluarga satu atap yang seharusnya aku masakin juga. Hehe. Udah mah masaknya belum master, ditambah lagi ngga nafsu makan. Aku mah kasian sama yang harus makan masakanku. Hehe

Susu Ibu Hamil
Sempat beli 1 kotak, Lactam*l. Aku ga rewel tentang ini. Kayanya merk apapun hajar aja. Tapi dari banyak referensi, sebenernya kita ga terlalu perlu minum susu ibu hamil, asal bisa mastiin makannya bener. Hehe. Habis satu kotak itu jadi ngga minum lagi. Liat pola makan ku yang sekarang, ibu mertua ngewanti wanti minimal susu harus masuk. Jadi sepertinya akan diagendakan beli susu bumil habis ini.

* * * * *
Menarik. Trimester awal adalah masa krusial pertumbuhan seorang anak manusia di dalam rahim. Sebuah masa yang irreversible, dimana nutrisi yang dimakan harus baik untuk menunjang kehidupannya jauh ke depan. Di sisi lain, seorang ibu secara hormonal mengalami perubahan sehingga nafsu makannya jadi berubah. Janin butuh asupan terbaik, dan sang ibu harus berjuang memakan makanan yang baik.

Bukankah kini kau merasakan perjuangan seorang yang dulu mengandungmu?

Mungkin Ini salah satu jawaban dari pertanyaan bodohmu sebelum ini :
Kenapa sih al quran nyuruh kita berbakti sama orang tua (ibu), padahal perjuangan yang disebutkan "hanya" sejak kehamilan hingga kau disapih? 3 tahun "saja".

Bismillah, menyelami maksud maksud Allah.. semoga kita bisa menjadi anak shaleh yang berbakti pada orang tua, juga kelak menjadi orang tua yang sebaik baiknya.
Aamiin..

De Marrakesh, 6 Maret 2015

Sunday, March 1, 2015

Transisi

Pola asuh, kebiasaan-kebiasaan, budaya keluarga, pembiasaan-pembiasaan yang dialami setiap orang pasti berbeda, setiap keluarga memiliki kebijakan-kebijakan dan prinsip yang mereka anut. Ada yang memang prinsip nya sudah terpatri dalam jiwa, dan diterjemahkan oleh kehidupan sehari hari. Ada pula yang tak tahu prinsip yang dianut, tapi menjalankannya setiap harinya, itu juga prinsip, hehe.

Alhamdulillah, allah berikan saya kesempatan untuk dapat melihat lebih dalam mengenai hal ini, untuk mempelajari lebih. 22 tahun dibesarkan dalam sebuah keluarga, kini Allah mengajarkanku untuk mengenal sebuah keluarga baru, dengan segala paketan yang tentu saja berbeda dengan paketan keluargaku.

Selalu ada kali pertama untuk segala sesuatu. Maka untuk hal ini, saya juga memahamkan pada diri saya bahwa inilah proses belajar saya. Saya harus belajar beradaptasi. Kaget? Pasti, tentu saja. Jangankan dengan keluarga baru, kalau baru beli kacamata baru aja pasti mata harus beradaptasi dulu. Kalau mau mindahin taneman hasil kuljar dari lab ke tanah lapang juga tanaman harus diaklimatisasi dulu agar bisa bertahan tetap hidup.

Alhamdulillah saya bersyukur, dengan ini, saya jadi punya sudut pandang baru. Saya jadi punya frame baru mengenai "paketan" keluarga saya, dan saya juga belajar dari "paketan" keluarga baru saya. Dari sana, Allah munculkan rasa dalam hati saya, bahwa apapun yang kita alami, hangatkan dengan sabar dan syukur. Ya, kau merasa jadi lebih bersyukur dengan apa yang selama ini kau dapatkan.

Ada kalanya kita mempertanyakan takdir Allah pada kita, mempertanyakan maksud-maksudnya. Tak ada yang salah dengan itu, namun yang perlu kita pahami adalah bahwa tak pernah ada kehendak buruk untuk kita dari Allah. Allah pasti sudah menyiapkan paketan takdir kita dengan sebaik baiknya. Maka, tetap berjuang menjalaninya dan sabar. Karena seringnya, semua baru dapat kita pahami setelah semua kejadian berlalu, ya kan? Waktu akan menjawabnya.

Sama seperti saya, dan mungkin beberapa anak lainnya di berbagai belahan bumi lainnya. Terkadang tak sabar hingga muncul rasa tak bersyukur dalam hati. Kondisi keluarga begini-lah, ortu gue begitu lah, hidup gue begitu-lah, dan segala keluhan lainnya. Padahal akan ada suatu masa, kamu begitu mensyukuri bagaimanapun buruknya kondisimu di masa lampau.

Ada 2 hal yang mungkin bisa lahir dari pengalaman yang-kata-dia-pahit : (1) Perasaan tak terima dan ingin membalas dengan melampiaskannya pada orang lain, atau (2) berupaya menerima, mempelajari lebih, dan berupaya tak melakukannya lagi pada siapapun. Bersyukurlah ketika Allah menanamkan perasaan yang kedua padamu. Rasa pertama diwujudkan seperti perpeloncoan, sedangkan rasa kedua menimbulkan tekad yang kuat dalam diri untuk menjadi lebih baik.

Alhamdulillah,
Alhamdulillah,
Alhamdulillah.
:)

Update Kehidupan Dulu

Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...