“Heeey ini sepatu siapaa? Mau di simpen atau mau dibuang ajaa?”
Tuesday, October 21, 2014
Pembiasaan Disiplin dari Kecil, dari Hal Kecil : Simpan Sepatu
Kisah Melamar Kerja : Guru Kelas Sekolah Alam Bandung
![]() |
| Pemandangan Gerbang masuk Sekolah Alam Bandung, Dago |
Sehubungan dengan adanya informasi rekruitmen terbuka sebagai Guru Kelas di semester II tahun ajaran 2013-2014, saya Hajah Sofyamarwa tertarik untuk dapat bergabung dengan Sekolah Alam Bandung. Sebagai lulusan Sarjana Biologi ITB yang terbiasa di alam dan memiliki ketertarikan dalam bidang pendidikan dan perkembangan anak, menjadi seorang guru adalah salah satu cita-cita yang sesuai dengan passion saya.Belum banyak pengalaman mengajar saya. Sudah hampir kurang lebih 2 tahun saya menjadi guru les privat di tingkat SD kelas 5, SMP kelas 2, dan SMA kelas 2. Latar belakang saya cukup aktif dalam kegiatan pengembangan diri remaja dan mentoring di sekolah maupun kampus.Seperti yang tercantum dalam publikasi, saya tahu bahwa yang dibutuhkan adalah Pria dan batas waktunya sudah lewat (24 Desember 2013), namun saya tetap mencoba, dan yakin bahwa saya masih punya peluang untuk dapat menjalin hubungan dengan Sekolah Alam Bandung dalam bidang apapun. Menurut saya sekolah alam merupakan salah satu lembaga pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Tidak seperti sekolah biasa yang kadang hanya berfokus pada kemampuan akademis namun juga praktek di alam bebas yang mengasah imajinasi dan kreativitas. Saya juga berharap dapat meningkatkan kualitas diri pribadi, memberikan nilai tambah bagi Sekolah Alam dan saya akan sangat senang dapat menjadi bagian dari itu.
Tuesday, October 7, 2014
Rumah, Akar dari Daun Perhatian Kita (internal)
Menjalani proses ini, membuatku berpikir akan banyak hal, membuat mata, hati dan telingaku semakin terbuka pada apa-apa yang terjadi di sekitarku. Kenyataan bahwa di usia ku yang 22 tahun jelang 23 ini, aku baru bertekad untuk mulai menjadi manusia yang sadar dengan prosesnya. Tak mengapa. Maka harap dimaklumi kalo banyak keluar bahasa-bahasa jiwa yang hanya Allah dan diri sendiri yang tahu *saking abstraknya diksi gueh maksudnya hehe*
* * * * *
Aku mulai sadar, titik fokusku sangat berkisar pada apa-apa yang terjadi di internal. Kesadaranku ini muncul diawali dari ketertarikanku yang sangat dalam mengurusi manusia. Aku selalu peduli pada bagaimana setiap orang dalam satu tim/kelompok, saling merasa. Misal kalau dalam sebuah organisasi akan mengadakan sebuah acara tapi relasi manusianya kurang baik, saya lebih memprioritaskan mengurusi hubungan-hubungan antar anggota, bukan hanya keberlangsungan acara.
Apalah arti berlangsungnya sebuah acara, tapi komponen manusia yang seharusnya terlibat malah tidak terlibat? Apalah arti nya bila malah tak saling peduli atau bahkan harus ada yang menahan sakit?
Dari interaksi itu kita belajar, dari sana kita mendewasa. Ada beda karakter pasti, ada beda pendapat biasa, namun ada keharusan untuk berlapang dada. Karena tujuannya satu, keikhlasan dan untaian doa terbaik dari setiap pihak.
Aku kadang heran juga, datang dari mana pemikiran semacam itu. Maksudku, kita di hari ini kan kumpulan dari berbagai inputan dari manapun. Kupikir pemikiran itu semata-mata datang dari interaksiku dengan orang-orang dalam berbagai organisasi yang kuikuti selama ini. Ya, sedikit banyak pasti iya. Tapi lucunya, dari proses ini baru aku sadari, bahwa ketertarikanku pada hal hal internal memang berawal dari rumah.
Mama bilang : "ya gimana-gimana juga prioritas keluarga dulu, baru yang lain." Bagiku dulu, kalimat itu begitu tak kusukai. Kenapa? Karena bagiku saat itu, kalimat itu terdengar begitu egois. Bagiku saat itu, aku iri dengan orang lain yang bisa berbuat banyak pada manusia lainnya. Bagiku saat itu, aku merasa tak banyak hal yang bisa kulakukan pada orang lain, sehingga kesal sekali rasanya ketika ingin berbuat lebih tapi malah dibatasi.
Tapi akhirnya aku mulai mengerti sebabnya. Aku mengerti, sangat memahaminya. Dan bagaimanapun juga harus bersyukur dengan apa-apa yang sudah membentukku menjadi seperti ini. Alhamdulillah :) Hey, bukankah itu salah satu fokus terpenting seorang istri atau ibu dalam rumah tangga nya kelak? Menjaga rumah tangganya? :")
Ya, kusadar bahwa segalanya memang berawal dari rumah. Rumah yang menjadi akar dari daun-daun perhatian-perhatian kita di kehidupan.
Selasa, 7 oktober 2014
Friday, October 3, 2014
Alarm Anti-Males Sholat
Namanya manusia ada kalanya merasa capek, lelah, atau malas sehingga jadi menunda waktu shalat. Itu wajar, tapi ya teteup, harus diantisipasi.
Belakangan ini saya mulai punya alarm-anti males sholat. Namanya icha, ponakan saya (kelas 2 Sd) Hehe. icha lagi sering-seringnya ngingetin shalat, walaupun malesnya juga suka muncul. Pernah suatu waktu, saya sampai di rumah malem-malem habis ngasi privat dan belum shalat, icha ngajakin sholat. Allah Tau banget gitu kayanya saat itu saya lagi males, trus ngingetinnya lewat icha. Hehe
Kenapa bisa begitu?
Note to myself, buat para om dan tante, calon orangtua, kakak, dimanapun kalian berada, buatlah shalat menjadi suatu ajakan yang menyenangkan. Terkadang kita hanya berfokus pada : anak udah umur segitu tapi belum bisa bacaan shalat; atau nyuruh shalat sekedar nyuruh, padahal menurut saya yang terpenting ditanamkan pada anak-anak adalah kesukaannya pada shalat dan pembiasaan untuk melakukannya disiplin tepat waktu.
Kita semua pernah jadi anak anak toh, suka males solat juga, suka boong juga bilangnya udah solat padahal belum, atau suka males kena aer wudu pagi-pagi. Jadi namanya nyuruh anak shalat ngga perlu pake marah marah dulu. Inget pola rasul : sebelum umur 7 pembiasaan, usia 7-10 masa berlatih, 10 sudah harus mantep (makanya kalo anak gamau, boleh dipukul. Asal udh ngelewatin tahap pelatihan nya dulu ya..)
Ngajarin anak shalatnya bagus itu investasi banget. Jangan jaim dan sekedar memberi instruksi satu arah ke anak, mereka perlu tau bahwa kitapun bersedia diingatkan oleh anak anak. Seru deh!
* * * *
Awal hisab seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat, apabila shalatnya baik maka seluruh amalnya baik, dan apabila buruk maka seluruh amalnya buruk
(HR. Ath thabrani)
Menanam, menjaga dan merawat shalat anak, menolong dirinya dan diri kita di masa depan :)
Ahad, 5 oktober 2014
Happy idul adha :)
Thursday, October 2, 2014
Walau Belum Istiqamah pun, Jangan Putus Asa Terhadap Kemurahan Allah
"Bisa jadi, karamah diberikan kepada orang yang benar-benar belum beristiqamah."
Teruskan perjalananmu hingga paripurna, meski keadaanmu belumlah sempurna. Sebab, bila engkau sudah memilih jalan hidup, semangatmu tak boleh redup. Jangan mengukur diri terlalu tinggi, sebab anugerahNya tak datang secara pasti. Bisa jadi banyak yang engkau dapat meski perjalananmu kadang tersendat. Jika tiba tiba engkau merasakan keajaiban, sadarilah bahwa itu kemurahan dari Allah, sumber kegaiban. Keistimewaan atau keajaiban adalah karunia-Nya yang bisa saja engkau peroleh atas kehendak-Nya. Meskipun mungkin saj hatimu belum sepenuhnya istiqamah. Itulah cara-Nya agar karunia-Nya makin tak terhinggakan.
Adab menerangkan keadaan spiritual hal 207. Buku Al-Hikam. Untaian hikmah ibnu athaillah
Saturday, September 27, 2014
Hanya ingin posting hehe
Sudah makan waktu cukup lama, memikirkan apa yang ingin dituliskan. Jreng jrengg. Mungkin karena bingung, terlalu banyak yang ingin diceritakan belakangan ini :) Bahkan untuk menuliskan ini saja memikirkan topiknya saja sudah setengah mati. Hehe
Serius, mungkin sudah lama otot otot curhatku tidak dilatih.
Memaksa diri membuka blogspot, berpikir keras untuk menuliskan sesuatu. Ketik, hapus, ketik, hapus. Padahal kalau menulis itu, lepaskan saja, lepaskan apa yang jiwamu ingin katakan.
Sedikit tambahan saja, mungkin aku harus mulai melakukan redefinisi terhadap banyak hal. Banyak hal yang terjadi disekelilingku, mengubah cara pandangku.
Sudah dulu ya
Friday, September 19, 2014
Wanita Penuh Barakah
"Seorang wanita yang penuh barakah dan mendapat anugerah Allah adalah yang maharnya murah, mudah menikahinya, dan akhlak nya baik. Namun sebaliknya, wanita yang celaka adalah yang mahal maharnya, sulit menikahinya dan buruk akhlaknya."
Hadits
Aku tak mau jadi wanita yang celaka. Aku hanya ingin menjadi wanita yang penuh barakah dan mendapat anugerah Allah, sungguh.
Wednesday, September 17, 2014
4 Years Blog Anniversary
Monday, September 15, 2014
Cita cita Menjadi Pelayan Restoran
Suatu hari di pertengahan bulan ramadhan juli 2014 lalu, kami sekeluarga diberi kesempatan untuk bisa berbuka puasa di luar rumah bersama. Bapak, mamah, mba ovie, fya, ifa. Tanpa perlu booking tempat dulu, kami mendapat tempat dengan suasana outdoor yang cukup asyik di lantai 2 citroengrass.
Saat itu pramusaji yang bertugas di meja kami ada 2, lelaki dan perempuan. Yang kuperhatikan, selain mas nya ganteng (?) mbak nya cantik (?), keduanya sangat sopan dan baik sekali dalam melakukan tugasnya. Tahukah apa yang saya pikirkan? I always want to try to be someone like them!
Ya, saya ingin merasakan menjadi seorang pelayan restoran!
..menyapa pelanggan, menyediakan yang dibutuhkan, mendengar yang ia inginkan, membuat perasaan mereka semakin baik setelah meninggalkan restoran.
Mama bilang, "ya mungkin nanti fya bisa punya restoran sendiri kaya gini, bikin usaha sendiri.." saya sih meng aamiin kan saja, tapi jauh di lubuk hati terdalam, pengen ngerasain jadi pelayannya dulu.
Dulu dibesarkan oleh orangtua yang secara materi cukup (walau bapak juga kan dari kampung, biaya apa apa juga mesti usaha sendiri), jadi belum ngerasain titik ekstrim.
Cita-cita yang aneh dan #apabanget disaat teman2 perempuan sesama lulusan itb lainnya udah melanglang jauh kemana, tapi itulah, saya hanya berusaha jujur pada diri. Meski untuk ini, mesti mengumpulkan nyali kalau bener2 mau coba, dan entah sampai akhir hayat bisa kesampaian ato enggak. Hehe
* * *
Selain itu kalau denger cerita orang yang kuliah ke luar negeri dan harus kerja part time dengan jadi seorang waitress, bagian terasik yg paling ingin saya rasakan adalah itu, menjadi waitress nya, bukan kuliahnya! *Haha *apabangetsihgue -_-
Kenali dirimu, kenali Allah.
Kamar, 15 September 2014
Hajah Sofyamarwa R.
Friday, September 12, 2014
Hasri's wedding #bestfriend
Ini postingan yang sangat-sangat terlambat.
Tak apalah ya, sebenarnya sudah lama ingin di post. Tapi dilematis mempertimbangkan kadar ke-failed-an foto editan serta keinginan kuat untuk memposting kabar gembira ini. Akhirnya di post juga hehe.
Yak, entah memang ini sudah masuk masa-masa menghadiri pernikahan sahabat. Teh Hasri Haryani Direja. Sahabat antah berantah yang dipertemukan Allah dengan begitu indah di Asrama Putri Salman ITB.
*Aciyee
Wednesday, August 27, 2014
Hidup Lebih Hidup (3)
Ketika penggalian akan dirimu semakin dalam, kamu akan semakin takjub dengan sebuah sosok yang ternyata begitu menarik. Mungkin kamu tak melihat sosok selebritis atau tokoh heroik fantastis, tapi jauh dari itu, itu adalah kamu dengan segala keunikan dirimu. Bentuk badan, kebiasaan, kesukaan, minat, bakat, potensi, hal lucu, kebodohan, jalan hidupmu, masa lalu, pilihanmu, keputusanmu, orang disekitarmu, latar belakang keluargamu, dan banyak hal lainnya yang melekat rapat pada dirimu.
Tak ada yang persis sama dengan kamu, Seru ya?
Pada suatu ketika, setelah kamu jauh melangkah, kemudian kamu sadar bahwa kamu tidak berada pada jalurmu. Ah benarkah? Tak ada yang benar-benar tahu, hanya saja sepertinya hati kecil kamu bisa mengetahuinya dan meneriakimu. Karena ya, mungkin saja dalam hidup kita pernah 'kurang tepat' dalam memilih jalan, ikhlaskanlah, karena setiap perjalanan selalu mengandung hikmah bagi yang mau berpikir.
Kini, dengan segenap kesadaran dan kemampuan menentukan pilihan yang telah Allah curahkan padamu, putuskan dengan bulat. Kamu sudah menggali dirimu, buat keputusan-keputusan yang menjadi pondasi hidupmu ke depan.
Kamu akan takjub dengan keputusan itu, karena tetiba muncul sebuah energi besar yang meliputi dirimu! Kamu menjadi tak khawatir lagi dengan apa yang orang lain katakan, kamu punya 'sesuatu' yang besar untuk kamu perjuangkan! Dan tetiba rasanya seluruh alam semesta, Allah perintahkan untuk membantu perjuanganmu.
Ini bukan akhir, perjuangan terus berlanjut. Bersyukurlah dengan apa yang ada, berani merawat cita-citamu, berani memperjuangkannya.
Kamar, 27 Agustus 2014
Tuesday, August 26, 2014
Kalau ngga punya tujuan hidup? (2)
Kalau kamu lagi terus terusan merasa ngga pantes hidup karena ngga punya tujuan, sini deh, berhenti dulu sebentar.
Ngga ada di dunia ini yang Allah ciptakan sia-sia atau seenaknya, kamu ada disini PASTI ada alasannya, dan emang CUMA KAMU yang bisa ngelakuin hal itu.
Dan kalau kamu beneran lagi ngrasa ngga punya tujuan idup banget, saatnya ngaca. Liat diri kamu sendiri, bongkar lagi semua ingatan kamu tentang apa apa yang membuat kamu sedih, atau yang membuat kamu senang.
Serius, dig yourself deeply!
Karena kadang kita sudah terlalu lama bergerak menjauh dari apa yang sebenarnya kita cari, sampai kita lupa sama diri kita sendiri.
Jadi, kalau ngga punya tujuan hidup? Seriusin memaknai diri, dan minta sama pencipta kita buat diarahkan.
Kamar, 26 agustus 2014
Terkadang berani berbagi itu hanya ketika merasa sudah selangkah lebih dari tahap ini. Aku juga termasuk hehe. Padahal menurutku banyak juga orang yang merasakan hal yang sama :)
Minta dibaikkan dalam proses pencarian (1)
Pernah ngerasa hidup seperti zombie? Yang sekedar menjalani, bahkan jadi mempertanyakan tuhan kenapa kita mesti ada di dunia ini?
Ngerti banget deh perasaan kamu yang ngerasa nggak punya arah hidup, ngga punya tujuan, ngga ada yang ingin dicapai, rasanya ngga enak ngapa ngapain. Sampe mikir ngapain hidup?
Hal terpenting sebenarnya ada pada proses pencarian tujuan. Dalam proses itu, fitrah kita untuk berpikir dan merenungkan banyak hal, jadi bertumbuh subur.
Dalam proses pencarian yang kita ngga tau ada ujungnya apa ngga, berdoalah untuk menjalani kehidupan yang baik. Karena kalau di jalan tiba tiba mati? Kan ngga tau, ya?
"Ya allah, perbaikilah agamaku yang merupakan urusanku paling penting, dan duniaku tempat penghidupanku, serta akhiratku tempat aku kembali. Jadikanlah hidup ini sebagai tambahan untukku dalam setiap kebaikan dan kematian sebagai istirahat bagiku dari setiap kejahatan."
-H.R. Muslim
Kamar, 26 Agustus 2014
Thursday, August 21, 2014
"Sekolah Yang Bener"
Kalo ada yang bilang ke kamu : "sekolah yang bener" atau "kuliah yang bener", itu artinya jalanin dengan baik dan penuh kesungguhan pada apa yang lagi kamu hadepin sekarang (misal pendidikan)
Terkadang kesannya memang kamu diminta fokus pada hal itu, dan menyuruh kamu ngga terlalu aktif di hal selain itu. Pesan terbaik dari kalimat itu adalah lakukan yang terbaik. Artinya, kerjakan dengan sebaik mungkin, sampai mengeluarkan semua kemampuan kamu.
Mungkin cuma Allah dan kamu yang tau, gimana cara kamu menjalani itu semua. Sekedar mengalir, biasa saja atau penuh ambisi, biarlah menjadi rahasia kamu sama Allah. Yang penting, mulai di detik ini juga kamu sedang dalam kondisi sadar, untuk melangkah dengan langkah yang penuh kesungguhan.
Mari berdoa untuk terus diberi bimbingan sama Allah untuk menjalankan semua dengan penuh kesungguhan dan rasa syukur.
Sempurnakan dengan ikhtiar yang maksimal.
Pesanku buat siapapun yang baca, khususnya adik adik yang masih bersekolah atau kuliah, jalani semua dengan penuh jiwa. Kalau ngga bisa, periksa diri kamu sendiri, cepat atau lambat kamu memang harus punya kesadaran ini.
****
Lagi ketampar baca buku Bukan Kacamata Kuda nya @udayusuf, sambil masih duet maut baca DNA sukses mulia nya @jamilazzaini.
Wonosobo, 21 agustus 2014
Friday, August 15, 2014
DNA Sukses Mulia : #1 Kehidupan Terbaik Sukses Mulia
Bicara Sukses dan bicara Mulia, setiap orang punya definisi tersendiri.
Konsep sukses mulia disini simple nya : SUKSES yang terlihat secara duniawi [4-TA : Harta, Tahta, Kata (ilmu), dan Cinta]
MULIA itu ketika bisa bermanfaat untuk orang lain, orang disekitar kita.
Yang menarik adalah konsep dibalik penulisan SuksesMulia yang digabungkan. Disebutkan bahwa, keduanya sama pentingnya dan tidak boleh terpisahkan.
Kalau Hanya Sukses?
Ini sepenggal kisah tentang yang awalnya mencapai sukses saja. (Akhirnya menyadari, mulia pada akhir masa hidupnya)
Di bab pertama, diceritakan sebuah kisah tentang seorang anak yang berjuang dari bawah, merangkak berproses, kemudian mencapai kesuksesan. Di masa puncak keberhasilannya, ia masih belum bisa mendefinisikan kebahagiaan hidupnya. Masih ada kekosongan batin yang membuatnya tak tenang. Sampai suatu ketika Allah menakdirkannya bertemu dengan seorang anak yang membuatnya bisa menemukan kembali kebahagiaan pada hidupnya.
Kalau Hanya Mulia?
Nah ini salah satu pertanyaan yang ingin saya cari jawabannya, sini mari merapat. Hehe
"Tanpa kesuksesan, kemuliaan Anda akan memiliki batasan." (h.9)
Yap!
Ketika kita belum mencapai kesuksesan terbaik, daya kita dalam membantu yang lain tidak akan maksimal. "Andai aja punya uang lebih banyak lagi.. andai aja aku lebih pinter lagi.. andai aja aku punya pengaruh lebih lagi.." dll bahkan membuat kita hanya menjadi seorang pengandai-andai! #nahloh
Logika aja deh, kita hanya bisa memberi apa yang kita miliki. Kalau kita ngga punya apa apa untuk diberikan, apa yang mau kita beri?
NOTED
Lebih Harta : banyak sedekah
Lebih tahta : gunakan untuk perbaikan sekitar
Lebih kata : buat orang lain berhasil
Kalo 3 diatas masih terbatas, berikan Cinta pada orang yang membutuhkan.
"Tidak ada alasan untuk tidak segera mulai menunjukkan kemuliaan diri. Siapapun anda saat ini, yakin, akan selalu ada orang yang 4-TA nya lebih rendah dari anda. Itu peluang untuk memberi manfaat. untuk jadi mulia, tak perlu tunggu kaya raya, berpangkat dan berilmu tinggi serta populer." (h.14)
Sukses dan Mulia itu Beriringan.
Nunggu Sukses dulu baru mulia? Iya kalo masi idup.
* * * *
Jadi, musti SuksesMulia, dong?
Yap! Berproseslah untuk SuksesMulia. Dari kekerenan di bab ini, ada yang kurang dibahas sih menurutku. Ada dimensi akhirat yg ga tralu difokusin. Karena ada orang-orang yang sukses dunia, bermanfaat buat orang banyak, tapi entah akhirnya kemana. Saya tambahin dikit deh keyword nya : surga. Jadi, SuksesMuliaSurga (SMS) ! Hihi
Yang ada di pikiran saya sendiri, kebanyakan adalah impian untuk menjadi mulia *ciyemulia*, tapi langkah suksesnya ini loh yang malah belum saya fokusin *gimanasih* -_- gpp gpp, i accepted all my dodolism, skrg semoga konsisten belajar ini dan ga cuma jadi sampah pikiran.
Ingetin ya!
Buku DNA Sukses Mulia : #0 Cuap cuap
Dear readers,
Rasanya udah lama saya ngga ngebahas/ngebedah buku. Saya percaya cara efektif mendapatkan ilmu adalah dengan mengajarkannya kembali.
Bukan bermaksud menggurui (da akumah apa atuh hehe), ini bagian dari proses belajar :)
Buku yang dipelajari kali ini adalah buku DNA SUKSES MULIA, "Panduan meraih harta, takhta, kata dan cinta yang tinggi sebagai sumber manfaat seluas-luasnya" yang ditulis oleh Farid Poniman, Indrawan Nugroho, Jamil Azzaini (Kubik Leadership).
Alhamdulillah Bersyukur selama ini dapat kesempatan kenal dengan kawan kawan di KSM (Komunitas SuksesMulia), yang anaknya kocak kocak namun terasa sekali usaha menuju SuksesMulia nya. Setelah sekian lama, sekarang baru menyempatkan untuk mengkaji buku nya hehe.
* * * *
Alasan saya mau belajar buku ini, karena ada pertanyaan besar dalam pikiran saya : bagaimanakah orang yang hanya ingin hidup mulia, tapi ngga sukses? Ada ngga sih?
Cara efektif membaca buku adalah memulai dengan sebuah pertanyaan : AMBAK (Apa Manfaatnya BAgiKu)
Semoga dengan mempelajari buku ini, saya jadi SEMANGAT pengen jadi orang sukses, TAU CARAnya, dan MELAKUKANNYA. Hehe
Nantikan postingan selanjutnya ya!
#inipostinganapadong
STAY HUNGRY, STAY FOOLISH
Thursday, August 14, 2014
Radio Kehidupan
Wednesday, August 6, 2014
Fenomena Pernikahan Bulan Syawal
Ada apa sih di bulan syawal?
Hari baik untuk menikah?
Rasulullah Menikahi Aisyah pada bulan Syawal
Monday, August 4, 2014
Iman Seharga Gorengan
Fenomena yang ada belakangan ini di jagat raya dunia maya, membuat saya memikirkan beberapa hal. Menjelang ramadhan begini, ingatan saya kembali melayang pada waktu saya mudik ke kampung halaman bapak di Wonosobo.
Dibandingkan Bandung, tak begitu banyak hal menarik dari kabupaten wonosobo ini, maka hal hal sederhana menjadi begitu disyukuri.
Sejak kecil mudik kemari, hanya ada beberapa hal yang benar benar menjadi ciri khas. Mie ongklok, tempe kemul, ikan bertumpuk tumpuk, dan suasana pedesaan yang menyejukkan.
Saya ingat, suatu pagi setelah Idul Fitri tahun 2014 silam saya berupaya melakukan syawalan, shaum sunnah yang dilaksanakan 6 hari selama bulan syawal. Sebelum subuh saya melakukan sahur seperti biasa, maka logikanya saya siap berpuasa.
Tapi pagi itu, bapak jalan-jalan pagi ke pemukiman warga dan membawa pulang bungkusan tempe kemul. Masih hangat, dengan aroma yang menggugah selerah! Terjadilah pergejolakan batin pertarungan antara nafsu kabita dan keinginan untuk meneruskan shaum syawalnya. Akhirnya saya batalkan shaum syawal saya hari itu, memakan gorengan tempe kemul itu, dan mengganti shaum sunnah nya di hari yang lain.Lucu juga kalau dipikir-pikir, saat itu usia saya sudah 22 tahun, sudah bukan anak-anak lagi. Kalah sama gorengan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh sekian pintu. Yang paling rendah dari iman adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan. Yang paling tinggi adalah kalimat laa ilaha illallah.” (HR. Muslim, no. 35 dan Tirmidzi, no. 2614)
Ah, iman itu bertingkat-tingkat, dan kita tak tahu ada di tingkat yang mana kita berada.
Bertambahnya usia seseorang bukan jaminan bertambah pulanya keimanan seseorang. Bang Aad dalam workshop Home Education beberapa hari lalu mengatakan bahwa, iman ini memang sesuatu yang unik.
Kini, ketika saya diamanahi seorang anak, saya jadi berpikir bagaimana cara saya memastikan bahwa anak saya kelak mrnjadi orang yang kokoh imannya. Kalau boleh jujur, mungkin tak banyak dari kita yang pernah diuji keimanannya, padahal kita sering menghadapi ujian ujian pelajaran yang sifatnya kognitif. Bagaimana orangtua mendidik keimanan pada anaknya?
Lanjut bang Aad, Keimanan itu fitrah setiap manusia, tidak diajarkan, tapi dirawat dan ditumbuhkan. Orangtua tidak menanam benihnya, karena Allah yang sudah menanamnya. Sebagai orangtua kita hanya perlu merawat fitrahnya, membesarkannya sesuai tuntunanNya.
Masalah yang muncul berkaitan dengan periode akhir jaman, salah satunya adalah iman yang sulit kokoh. Kalau saya boleh jujur, saat dulu saya harus menyampaikan ilmu tentang Allah, saya masih merasa kering, sebatas pengetahuan tanpa makna. Tapi sekarang terasa, bahwa yang terpenting adalah rasa dan makna kita masing-masing akan keberadaanNya, bahwa kita dibimbing dalam setiap aktivitas kita.
* * *
Dari Hanzholah Al-Usayyidiy -beliau adalah di antara juru tulis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam-, ia berkata, “Abu Bakr pernah menemuiku, lalu ia berkata padaku, “Bagaimana keadaanmu wahai Hanzhalah?” Aku menjawab, “Hanzhalah kini telah jadi munafik.” Abu Bakr berkata, “Subhanallah, apa yang engkau katakan?”
Aku menjawab, “Kami jika berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami teringat neraka dan surga sampai-sampai kami seperti melihatnya di hadapan kami. Namun ketika kami keluar dari majelis Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami bergaul dengan istri dan anak-anak kami, sibuk dengan berbagai urusan, kami pun jadi banyak lupa.” Abu Bakr pun menjawab, “Kami pun begitu.”
Kemudian aku dan Abu Bakr pergi menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, jika kami berada di sisimu, kami akan selalu teringat pada neraka dan surga sampai-sampai seolah-olah surga dan neraka itu benar-benar nyata di depan kami. Namun jika kami meninggalkan majelismu, maka kami tersibukkan dengan istri, anak dan pekerjaan kami, sehingga kami pun banyak lupa.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda,
“Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya kalian mau kontinu dalam beramal sebagaimana keadaan kalian ketika berada di sisiku dan kalian terus mengingat-ingatnya, maka niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat tidur dan di jalan kalian. Namun Hanzhalah, lakukanlah sesaat demi sesaat.” Beliau mengulanginya sampai tiga kali. (HR. Muslim, no. 2750).
* * *
Pada intinya, keimanan bisa berubah-ubah levelnya, bisa naik bisa turun. Manusia mulia sekelas Abu Bakar ash shiddiq pun begitu, jadi tenang saja. Kita tak bisa menilai/menghakimi keimanan seseorang karena memang bukan keperluan kita. Asal kita terus mau perbaiki diri dan meningkatkan keimanan.
Lagi shaum tergoda sama gorengan ada di level mana ya ? Hehe.
8 April 2014
Rabu 24 Mei 2017
Hajah Sofyamarwa R.
#30dwc #30dwcjilid6 #30dwchajah #day7
Sumber kutipan hadits dari : https://rumaysho.com/13108-dalil-iman-itu-bertambah-dan-berkurang.html
Selang Mampat, Keran Berkarat
![]() |
| Ilustrasi (image source : pixabay.com) |
Maka wajarlah.
Sang keran memang berkarat dan harus mau mulai mengalirkan airnya lewat selang.
Siapa tahu dorongan air dari keran bisa meluluhkan selang yang mampat.
Personil Taman Kehidupan
Saturday, August 2, 2014
Keputusan untuk Mencintai (2)
Dulu aku belum memutuskan untuk mencintai, namun kini, keputusan itu telah kuambil.
Ah tak seberapa, modal cintaku hanya alakadarnya. Tapi aku yakin, keputusanku untuk mulai mencintai --untuk mulai membaikkan mereka-- adalah sesuatu yang terbaik.
Ketika mencintai adalah sebuah kata kerja, jiwa pemalas ini mulai bergerak. Maka benarlah katanya, cinta menggerakkan yang buruk menjadi lebih baik. Cinta kemudian tercermin lewat tindakan, lewat perkataan, lewat candaan yang membahagiakan.
Seperti yang kau tahu, besar sekali energi yang diperlukan, dan mungkin akan dinilai sebagai ke-tidak-efisien-an kerja karena hasil yang tak kunjung nyata. Ah.. tapi siapa peduli? Kita kan tahu untuk apa, dan untuk siapa kita bergerak.
Kau tahu? Lambat laun, mulai kurasakan keajaiban itu. Tak sebesar letusan bom atom, yah, mungkin hanya sebesar percikan dari geretan korek api. Tapi yang selalu kuyakin hingga saat ini, aku jadi selalu punya bahan bakarnya.
Katanya cinta membutakan, aku sih belum sampai tahap itu (dan rasanya tak perlu ya). Hanya saja, memang terkadang kurasakan, saat memperjuangkan cinta, kita melakukan hal hal bodoh. Ya, bersedia "menjadi terlihat bodoh" demi cinta.
Ah sudahlah, sementara ini kau cukup tahu dulu ya. Mungkin nanti pada saatnya, kau mulai kuajak kerjasama, membangun cinta kan tak sanggup sendiri. Aku sudah merencanakannya kok, oke?
Apa yang dituju?
Setiap orang hakikatnya selalu dalam pencarian. Entah apa saja yang dicari, namun setiap orang akan terus mencari, sambil terus menuju.
Tuanya usia hidup kita di dunia, tak menjadi jaminan kita akan mengetahui apa yang sebenarnya kita cari. Bisa saja kita hanya berjuang untuk sekedar hidup, bukan hidup untuk berjuang menuju sesuatu yang lain.
Maka pengetahuan kita tentang apa yang sebenarnya kita tuju, apa yang sebenarnya kita cari, adalah suatu hal yang penting, kan?
Setelah pembicaraan penuh makna yang panjang,
Wonosobo, 2 agustus 2014
Hajah Sofyamarwa
Friday, August 1, 2014
Cinta untuk perubahan
Pendekatan cinta adalah kebalikan dari pendekatan dengan kekerasan. Cinta berusaha memahami, menguatkan dan menghidupkan. Dengan cinta, seorang individu akan selalu mentransformasikan dirinya. Dia menjadi lebih peka, lebih menghargai, lebih produktif, lebih menjadi dirinya sendiri. Cinta tidak sentimental dan tidak melemahkan. Cinta adalah cara untuk mempengaruhi dan merubah sesuatu tanpa menimbulkan efeksamping sebagaimana kekerasan. Tidak seperti kekerasan, cinta membutuhkan kesabaran, usaha dari dalam.
Lebih dari semua itu, cinta membutuhkan keteguhan hati untuk terhindar dari frustasi, untuk tetap sabar meskipun menemui banyak hambatan. Cinta lebih membutuhkan kekuatan dari dalam, kepercayaan daripada sekedar kekuatan fisik
- Erich Fromm
Update Kehidupan Dulu
Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...
-
" Mencuci dengan MamaLime atau Sunlight, mendapat Hadiah Blender 3in1 Holmes. SELAMAT ..! " Saya ga berniat bikin postingan...
-
Bismillah, Assalamualaikum! Lama tak bersua, kali ini bahkan aku sudah jadi mamak anak tiga :))) Banyak yang ingin kuceritakan, tapi entah y...
-
Alhamdulillah, ini sharing sedikit pengalaman waktu ikut serta dalam pelatihan Wirausaha Baru Jawa Barat 2015. 1. INFORMASI, DAFTAR, SELEKS...






